DPRD Provinsi Kalsel Berharap Mutu Pendidikan di Kalsel Semakin Meningkat

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan agar mutu pendidikan di Kalsel semakin meningkat di tahun 2025.

Harapan itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha, usai memimpin rapat kerja Komisi IV DPRD Kalsel bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Rabu (23/10), dengan agenda pembahasan program kerja tahun 2025.

“Singkatnya kami ingin mengetahui apakah program-program prioritas yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, termasuk juga anggarannya, kita tentunya ingin melihat apakah sudah pas atau belum,” katanya.

Dari rapat kerja tersebut, Jihan juga menemukan sebuah fakta bahwa posisi Angka Harapan Lama Sekolah (AHLS) dan Angka Rata-Rata Lama Sekolah (ARLS) tahun 2023 Kalsel di regional Kalsel sangat memprihatinkan. Untuk itu, ia berharap agar hal tersebut mendapatkan perhatian serius dari Pemprov Kalsel.

“AHLS kita di Regional Kalsel berada di posisi 3 dengan angka 12,86, sedangkan ARLS berada di posisi empat dengan angka 8,55. Tentu kita berharap ke depannya hal-hal semacam ini harus mendapatkan perhatian,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Lewat Rombong Barakah, Bank Kalsel Buka Jalan Sukses Bagi UMKM Pra Sejahtera

BANJARMASIN – Bank Kalsel terus menunjukkan komitmen nya mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kalimantan Selatan. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel, kembali menyerahkan bantuan berupa 3 (tiga) Rombong Barakah kepada pelaku UMKM di wilayah Banjarmasin.

Bantuan ini diserahkan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin secara bergantian kepada 3 (tiga) penerima Rombong Barakah. Yaitu Wahyu Pazeri (Usaha Minuman Es), Andi Chandra (Usaha Onde – Onde), Normawati (Usaha Minuman Capcin). Adapun acara penyerahan berlangsung di Basement Kantor Pusat Bank Kalsel pada Senin (21/10) . Penyerahan bantuan didampingi Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi dan Kepala Cabang Utama Banjarmasin, Suriadi, serta Kepala Bagian Corporate Communication and Customer Care, Nindri Yuwani.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa pemberian rombong gratis ini didasarkan pada hasil tinjauan lokasi dan tempat tinggal penerima yang termasuk dalam kategori 8 asnaf. Dimana, dana tersebut bersumber dari 2,5 persen gaji pegawai Bank Kalsel yang dipotong setiap bulannya serta donasi masyarakat yang dikumpulkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel.

“Kami berharap kedepannya bantuan Rombong Barakah ini dapat membawa keberkahan bagi para pelaku UMKM di Kalimantan Selatan, sehingga dagangan mereka laris manis dan berdampak untuk meningkatkan perekonomian di Kalimantan Selatan. Dalam hal ini juga, saya mengajak masyarakat Kalimantan Selatan untuk terus mendoakan agar bisnis Bank Kalsel semakin sukses, sehingga kami dapat terus memberikan keberkahan bagi Banua,” ucap Fachrudin.

Sementara itu, perwakilan pelaku UMKM penerima rombong barakah, Normawati yang merupakan penjual minuman, mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel melalui UPZ Bank Kalsel atas rombong baru yang diterimanya.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bank Kalsel melalui UPZ Bank Kalsel atas bantuan Rombong Barakah ini. Sebelumnya, saya hanya berjualan dengan peralatan yang bisa dikatakan tidak layak pakai dan Alhamdulillah dengan adanya rombong baru ini, saya bisa lebih mudah menjajakan produk dan menarik lebih banyak pelanggan. Semoga usaha saya semakin berkembang dan bisa ikut berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berusaha dan memberikan yang terbaik, serta Bank Kalsel semakin maju dan berjaya,” pungkas Normawati. (ADV-RIW/RDM/RH)

Targetkan Nilai Sangat Baik, BKD Kalsel Terus Tingkatkan Sistem Merit Manajemen ASN

BANJARBARU – Dalam upaya memperkuat pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan terus mengoptimalkan peningkatan penerapan Sistem Merit Manajemen ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel. Sistem ini diterapkan untuk memastikan pengelolaan ASN yang adil berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.

Kepala BKD Kalsel, Dinansyah melalui Kasubbid Promosi, Ahmad Nur Ardi, menjelaskan bahwa penerapan sistem merit juga bertujuan untuk memberikan keadilan kepada seluruh ASN melalui kebijakan manajemen yang diterapkan secara adil, wajar, dan terukur.

Kasubbid Promosi, BKD Kalsel, Ahmad Nur Ardi saat diwawancara

“Keadilan yang dimaksud yakni penghargaan kepada ASN yang berkinerja baik. Ini juga menjadi dasar rekrutmen ASN yang berkompeten dalam penempatan suatu jabatan serta menjamin jenjang karir dari ASN,” ucap Ardi, Senin (21/10).

Pada tahun 2023, penerapan sistem merit di lingkungan Pemprov Kalsel dinilai cukup baik oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dengan skor 279 poin. Penilaian tersebut didasarkan pada delapan aspek, yaitu perencanaan kebutuhan, pengadaan ASN, pengembangan karir, mutasi dan promosi, manajemen kinerja, penggajian dan penghargaan, disiplin, pelayanan, serta sistem informasi.

“Tahun ini, kami diminta oleh Bapak Sekda untuk meningkatkan nilai sistem merit minimal hingga 325 poin (ambang bawah) agar bisa meraih kategori sangat baik,” lanjutnya.

BKD Kalsel sudah melakukan berbagai langkah, termasuk pengumpulan dokumen terkait penilaian sistem merit dan perbaikan pada beberapa aspek yang dianggap masih kurang. Salah satu fokus utama adalah aspek pengembangan karir, khususnya penerapan manajemen talenta dan rencana suksesi yang memiliki bobot penilaian cukup besar yakni 30 persen dari aspek lain.

“Kami sudah melakukan kaji tiru ke BKD Provinsi Jawa Barat yang dianggap sebagai salah satu instansi terbaik dalam penerapan manajemen talenta di Indonesia. Diharapkan hasil dari kaji tiru ini menjadi langkah awal dalam mengimplementasikan penerapan manajemen talenta di Pemprov Kalsel,” ungkapnya.

Selain itu, peningkatan juga akan difokuskan pada aspek mutasi dan promosi, serta manajemen kinerja yang masih perlu diperbaiki. Ardi menyebut bahwa upaya perbaikan ini diharapkan bisa membawa perubahan positif bagi penerapan sistem merit di lingkungan Pemprov Kalsel.

“Aspek lainnya, berdasarkan penilaian tahun lalu, Alhamdulillah sudah maksimal,” tambah Ardi.

Sementara itu, BKD Kalsel masih menunggu pengumuman terkait penilaian sistem merit Tahun 2024, sembari terus mempersiapkan segala dokumen pendukung mengingat Perubahan regulasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Perpres Nomor 91 Tahun 2024, Perpres Nomor 92 Tahun 2024, dan Surat Edaran Menpan RB Nomor 4 Tahun 2024 terkait mengalihkan tugas dan fungsi KASN ke Kementerian PAN-RB dan BKN. Dengan demikian, penilaian sistem merit tahun ini kemungkinan besar akan dilakukan oleh BKN, bukan lagi oleh KASN.

“Kami sudah menyiapkan dokumen penilaian sistem merit dan tetap optimis bahwa nilai penilaian tahun ini bisa meningkat dari tahun sebelumnya, semoga bisa mencapai kategori sangat baik,” tutup Ardi. (BDR/RDM/RH)

Peringati Hari Santri Nasional 2024, Santri Kalsel Diharapkan Tanamkan Nilai Perjuangan NKRI

BANJARBARU – Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan menggelar peringatan hari santri nasional 2024, yang dilaksanakan di asrama haji embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, Selasa (22/10). Acara dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin, dan dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso, beserta para pimpinan pondok pesantren se – Kalimantan Selatan.

Peringatan hari santri nasional 2024 di Asrama haji embarkasi

Peringatan Hari Santri tahun ini Kementerian Agama RI mengusung tema: “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin menyampaikan, peringatan hari santri yang digelar pada 22 oktober, merupakan momentum dalam memperingati perjuangan perjuangan para santri, yang turut serda dalam memerdekakan republik indonesi, dari para penjajah.

“Hari Santri yang kita peringati setiap tanggal 22 Oktober adalah momentum bagi kita semua untuk mengenang dan meneladani para santri yang telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ungkap Tambrin.

Ia menambahkan, Sejarah telah mencatat bahwa kaum santri adalah salah satu kelompok yang paling aktif menggelorakan perlawanan terhadap para penjajah. Dan salah satu bukti perlawanan santri terhadap para penjajah adalah peristiwa “Resolusi Jihad” pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 yang dimaklumatkan oleh Hadratus Syekh Kiai Haji Hasyim Asyari.

“Santri masa kini bertanggung jawab untuk tidak sekadar menjaganya tetapi melainkan juga berkontribusi dalam membangun masa depan masyarakat yang lebih baik,” tutup Tambrin.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Setdaprov Kalsel Adi Santoso turut mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2024 yang terkhususnya ada di Kalimantan Selatan. Dengan diperingatinya hari santri nasional, Gubernur Kalsel mengharapkan para santri yang ada di banua ini, dapat menanamkan sifat sifat para pahlawan, sehingga akan turut serta, dalam pembangunan banua menuju lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan di hari santri ini, para santri turut menanamkan nilai-nilai perjuangan untuk NKRI,” ucap Adi.

Adi Santoso menambahkan, para santri juga mempelopori akhlak-akhlak yang baik untuk kalangan pelajar sebagai generasi muda. Sehingga, semangat perjuangan para santri terdahulu dapat terwujud dengan generasi sekarang.

“Gubernur Kalimantan Selatan menginginkan, para santri dapat belajar dengan sungguh sungguh, yang bermakna memiliki sifat para pejuang,” tutup Adi.

Untuk diketahui, peringatan hari santri nasional 2024, yang dilaksanakan di asrama haji embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, dihadiri ratusan santri dari berbagai pondok pesantren. Selain itu, berbagai pertunjukan pun turut diperlihatkan para santri untuk memeriahkan hari santri, seperti pertunjukan drumband yang ditambilkan santri – santri pondok pesantren Darul Hijrah Martapura, dan paduan suara oleh para santriwati pondok pesantren al-falah puteri Banjarbaru. (MRF/RDM/RH)

2026, Porprov Kalsel Akan Digelar

BANJARMASIN – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) akan dilaksanakan pada Tahun 2026 mendatang.

Wakil Ketua Umum II Bidang Peningkatan Prestasi KONI Kalsel Gusti Perdana Kesuma menjelaskan, untuk pelaksanaan Porprov Kalsel akan digelar pada Tahun 2026 mendatang.

Wakil Ketua Umum II Bidang Peningkatan Prestasi KONI Kalsel Gusti Perdana Kesuma

“Waktu dua tahun kami rasa cukup untuk mempersiapkan segalanya untuk Pelaksanaan Porprov tersebut,” ungkap Gusti Perdana, kepada sejumlah wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (22/10)

Sehingga, lanjutnya, dapat memberikan kesempatan waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait pelaksanaan Porprov tersebut.

“Selain itu untuk menghindari persiapan yang tergesa gesa oleh daerah yang terpilih menjadi tuan rumah nantinya,” ucap Gusti Perdana.

Dalam kesempatan tersebut, Gusti Perdana juga mengungkapkan, rencana pelaksanaan Pra Rapat Kerja (Rakerprov) oleh KONI Kalsel.

“Pra Rekarprov ini dilaksanakan pada Rabu 23 Oktober 2024 di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM,” ujarnya.

Digelarnya Pra Rakerprov ini sebelum dilaksanakan Rakerprov KONI Kalsel pada tanggal 6 Nopember 2024.

“Dengan agenda pembahasan pada Pra Rakerprov tersebut, mengenai peraturan pada pelaksanaan Porprov serta lainnya,” jelasnya.

Sehingga, tambah Gusti Perdana, pada pelaksanaan Rakerprov tinggal pengesahan saja. Karena, semuanya telah dibahas pada Pra Rekarprov nanti.

“Untuk itu kami mengharapkan yang datang untuk menghadiri Pra Rekarprov merupakan pengambil keputusan di KONI dan Cabang Olahraga perwakilan Kabupaten dan Kota di Kalsel, seperti Ketua, Sekretaris, serta Ketua Harian,” ucap Gusti Perdana. (SRI/RDM/RH)

Targetkan Kalsel ODF Tahun 2024, 10 Kabupaten/Kota Tandatangani Nota Kesepakatan

BANJARMASIN – Hingga tahun 2024 ini, baru 3 kabupaten kota di Kalimantan Selatan yang sudah berstatus Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari aktivitas buang air besar sembarangan. Yakni Kabupaten Tabalong, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tapin. Sementara 10 kabupaten kota lainnya, sampai saat ini masih terus berusaha menghilangkan kebiasaan BAB di tempat terbuka.

Untuk mendorong percepatan status ODF di Provinsi Kalsel, maka Kementrian Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri, dan Kementrian PUPR serta Pemerintah Provinsi Kalsel, mendorong 10 pemerintah kabupaten kota menandatangani nota kesepakatan mewujudkan Provinsi Kalsel Stop Bebas Buang Air Besar Sembarangan (SBS) Tahun 2024.

Pj Bupati HSU saat menandatangani nota kesepakatan komitmen bersama mewujudkan Kalsel SBS Tahun 2024

Penandatanganan dilakukan pada kegiatan Dialog Membangun Komitmen Bersama Menuju Provinsi Kalsel SBS Tahun 2024, yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Selasa (22/10). Dialog yang dihadiri perwakilan dari Kementrian Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian PUPR, para Bupati Walikota se Kalsel atau yang mewakili, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan seluruh kepala Dinas Kesehatan kabupaten kota ini, dibuka Gubernur Kalsel, melalui Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Provinsi Kalsel, Husnul Khatimah.

Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan saat membuka Dialog Membangun Komitmen Bersama Menuju Provinsi Kalsel SBS Tahun 2024

Kepada wartawan disela Dialog Membangun Komitmen Bersama Menuju Provinsi Kalsel SBS Tahun 2024, Dirjen Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Anas Ma’ruf mengatakan, pihaknya berharap Provinsi Kalimantan Selatan dapat mencapai status ODF tahun ini.

“Ini menjadi alasan digelarnya dialog, untuk mendesak komitmen pemerintah 10 kabupaten kota menjadikan daerahnya bebas dari aktivitas buang air besar sembarangan,” urainya.

Sementara itu, plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Nurul Ahdani optimis, dalam jangka waktu dua bulan sebelum berakhirnya tahun 2024, akan ada tambahan 2 daerah yang dinyatakan ODF di Kalsel.

“Setahu kami Balangan memiliki komitmen kuat untuk mencapai angka ODF 80 persen sampai akhir tahun nanti. Begitu juga Kota Banjarmasin,” jelasnya.

Apabila kedua daerah ini dapat mencapai target ODF 80 persen, maka menurut Nurul, akan ada 5 kabupaten kota di Kalsel, yang dapat mengikuti program Kabupaten Kota Sehat Tahun 2024.

Perlu diketahui, 10 kabupaten kota yang masih berusaha mencapai status ODF di Kalsel, adalah Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Batola, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru. (RIW/RDM/RH)

Pekan Budaya Banua 2024 Digelar di Lapangan Murjani Banjarbaru

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, resmi membuka Pekan Budaya Banua 2024, yang dipusatkan di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru.

Foto bersama : Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel, Sekretaris Disdikbud Kalsel dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek RI

Kepada sejumlah wartawan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel Adi Santoso, disela kegiatan pada Senin (21/10) mengatakan, Pekan Budaya Banua 2024 ini merupakan bentuk sinergi antara Pemprov Kalsel dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, melalui program jalur rempah. Adi berharap, gelaran Festival Gerbang Nusantara dapat semakin melestarikan warisan budaya Nusantara, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga serta melindungi kekayaan budaya di Banua.

“Gelaran ini mulai 21hingga 25 Oktober 2024, mari Masyarakat ramaikan,” pintanya

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel Adi Santoso, membuka Pekan Budaya Banua 2024, melalui olahraga Balogo

Sementara itu, Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Hadeli Rosyaidi menambahkan, gelaran ini merupakan upaya dalam mempromosikan dan memamerkan produk dan layanan kebudayaan. Terkait rangkaian selama lima hari diantaranya Pagelaran seni, perlombaan olahraga tradisional berkolaborasi dengan 13 kabupaten/kota, adanya Ruang Sinema Kebudayaan, dengan menayangkan film diantaranya Syech Muhammad Arsyad Al Banjari, Gasim Kulawarga Panting, dan Kaminting Pidakan, Sejarah Perang Banjar.

“Pekan Budaya Banua 2024 juga dimeriahkan stand Expo diantaranya Geopark Meratus, bidang Kebudayaan Kabupaten dan Kota, Taman Budaya Kalsel, Museum Lambung Mangkurat, serta Harpi Melati,” tutupya

Untuk diketahui, Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kalsel Adi Santoso, resmi membuka Pekan Budaya Banua 2024, dihadiri Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, dan SKPD dilingkup Pemprov Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Masuki Akhir Oktober, Inflasi di Kalsel Masih Terkendali

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Sulkan, menghadiri Rakor Pengendalian Inflasi secara virtual, di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (21/10). Pada rakor tersebut, diketahui keadaan inflasi di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan yang masih terkendali menjelang akhir Oktober ini.

Sulkan menyampaikan, Inflasi di Kalsel pada minggu ke-3 Oktober 2024 tercatat berada di angka 1,98 persen, lebih rendah dibandingkan dengan tingkat inflasi nasional yang mencapai 2,56 persen. Keberhasilan dalam mengendalikan inflasi di tingkat daerah merupakan hasil dari kerja keras dan koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh stakeholder terkait.

“Ini menunjukkan bahwa upaya-upaya yang telah kita lakukan untuk menjaga stabilitas harga berhasil,” ungkap Sulkan.

Sulkan menambahkan, Secara umum, inflasi di Kalsel terkendali dan menunjukkan tren positif. Meskipun demikian, adanya peningkatan harga di beberapa wilayah, khususnya di Kabupaten Balangan dan Kota Banjarbaru.

“Di Kabupaten Balangan, kenaikan harga yang signifikan terjadi pada ayam ras dan telur ayam ras. Sedangkan di Kota Banjarbaru, harga daging sapi dan telur ayam ras mengalami lonjakan,” lanjut Sulkan.

Secara keseluruhan rata-rata kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel menunjukkan penurunan sebesar -0,41 persen. Sehingga pemerintah daerah akan terus memantau situasi tersebut agar tidak berdampak negatif pada masyarakat.

“Kita akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan komoditas pangan yang sangat penting bagi masyarakat,” tutup Sulkan. (MRF/RDM/RH)

Luncurkan Otak Pintar, Disbunnak Kalsel Bantu Sejahterakan Peternak Itik Banua

BANJARBARU – Setelah sukses dengan program Sistem Integrasi Itik di Lahan Rawa dan Lahan Kering (SITI HAWA LARI), kini Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan kembali membuat inovasi baru, untuk meningkatkan produksi telur dan daging itik. Yakni program Optimalisasi Peternakan Itik Pola Integrasi Multi Pihak Terkolaborasi atau Otak Pintar.

Program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan sejumlah instansi dan lembaga, untuk membuka peluang dan kemudahan bagi para peternak itik, meningkatkan kualitas produksi telur dan daging itik. Termasuk didalamnya Bank Kalsel melalui program pinjaman modal tanpa bunga, serta sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Ditemui wartawan, usai meninjau peternak itik di Kota Banjarbaru akhir pekan tadi, Kepala Bidang Peternakan Disbunnak Provinsi Kalsel, drh. Edi Santoso, mengatakan, Otak Pintar dijalankan dengan cara pembinaan dan pendampingan, serta berbagai bentuk bantuan yang diberikan. Contohnya disinfektan dan vitamin.

“Kami berharap, melalui program ini produksi telur dan daging meningkat dan berkualitas. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kalsel maupun provinsi tetangga,” katanya.

Program ini disambut baik para peternak itik, termasuk peternak di Kota Banjarbaru, Faturrahman. Dimana diharapkan, program ini dapat membantu pengembangan usahanya hingga ke luar Kota Banjarbaru.

Suasana peternakan itik di Banjarbaru

Faturrahman mengaku, saat ini baru bisa memenuhi kebutuhan telur dan daging itik di Banjarbaru saja. Karena produksi peternakannya baru mencapai 1.300 ekor.

“Padahal permintaan dari Banjarmasin dan Banua Enam juga sudah mulai masuk, namun tidak dapat dipenuhi, karena terbatasnya produksi,” ujarnya.

Melalui dukungan program Otak Pintar ini, Faturrahman berharap, usaha para peternak itik kedepannya semakin berkembang.

Melalui program Otak Pintar ini, Disbunnak Provinsi Kalsel dapat melakukan pemantauan dan pendampingan, dengan memanfaatkan teknologi digital. Yakni dengan sistem barcode untuk memudahkan pendataan dan perkembangan peternak itik di 13 kabupaten/kota. (RIW/RDM/RH)

2024, Prestasi Atlet PPLP Kalsel Meningkat

BANJARMASIN – Prestasi atlet pelajar yang tergabung di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Provinsi Kalimantan Selatan meningkat di Tahun 2024.

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Setra Olahraga Dispora Kalsel Asfia Urrahman menjelaskan, dari total 140 orang atlet pelajar yang dibina, sebanyak 20 persen dari atlet tersebut telah memberikan prestasi hingga tingkat nasional.

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Dispora Kalsel dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel Asfia Urrahman

“Kami bersyukur atas capaian dari atlet pelajar yang tergabung di PPLP Kalsel ini,” ungkap Asfia.

Prestasi diberikan dari beberapa cabang olahraga ada yang mengalami peningkatan prestasi. Ada juga yang mengalami penurunan prestasi.

“Untuk cabang olahraga yang mengalami penurunan prestasi karena atlet mereka telah lulus sekolah,” ucapnya.

Meski begitu, terdapat juga cabang olahraga yang meningkat prestasinya dengan atlet baru.

“Sehingga pembinaan dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Sedangkan, untuk secara keseluruhan atlet yang dibina Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan melalui PPLP tersebut disepanjang Tahun 2024 mengalami peningkatan.

Untuk di Tahun 2025 mendatang PPLP akan berganti nama oleh Kementerian Kepemudaan dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Karena itu, tutur Asfia, saat ini Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, masih menunggu petunjuk teknis dari Kemenpora perihal pergantian nama tersebut.

“Begitu juga hal lainnya, seperti jumlah kuota atlet pelajar setiap cabang olahraga yang mendapat pembinaan tersebut,” ucapnya.

Jika selama ini sebanyak 20 atlet per cabang olahraga, untuk di Tahun 2025 pihaknya belum mengetahui.

“Meski begitu menjelang akhir tahun ini kami tetap melakukan pembinaan kepada atlet pelajar agar dapat meningkatkan prestasinya,” ucap Asfia. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version