Resmikan Misi Dagang Internasional 2025, Gubernur Muhidin Siap Perkuat Akses Produk Banua ke Pasar Global

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, secara resmi membuka kegiatan Misi Dagang Internasional Kalimantan Selatan 2025 yang digelar di Jakarta, pada Kamis (19/6).

Acara ini menjadi tonggak penting dalam memperkenalkan dan memperluas jangkauan ekspor berbagai produk unggulan Banua ke kancah internasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi, atas dukungan para duta besar negara sahabat, mitra dagang, serta seluruh pelaku usaha yang hadir. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong ekspor dan penguatan UMKM lokal.

“Komoditas Kalimantan Selatan memiliki daya saing tinggi di pasar global. Kami hadir untuk mengenalkan potensi besar dari Banua mulai dari olahan perikanan, hasil perkebunan, mineral, kayu olahan, hingga kerajinan khas seperti kain Sasirangan,” ujar Gubernur Muhidin dalam sambutannya.

Sebanyak 11 UMKM unggulan yang telah melalui proses kurasi, turut ambil bagian dalam pameran dan sesi penjajakan kerja sama dagang. Produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Kalimantan Selatan.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung sektor UMKM, diantaranya melalui program pendampingan, akses permodalan, perluasan pasar, serta promosi dan kemudahan investasi.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk para mitra dagang dan investor yang ingin bekerja sama. Kami ingin memastikan Kalimantan Selatan menjadi daerah yang ramah terhadap investasi, dengan regulasi yang jelas dan prosedur yang efisien,” tambahnya.

Diakhir sambutan, Gubernur Muhidin juga berpesan kepada jajarannya, terkait misi dagang selanjutnya agar harus ada koordinasi sebelumnya, apakah produk yang ditawarkan akan disukai atau tidak.

“Saya sangat mendukung, tapi saya minta sekali lagi untuk terlebih dahulu meminta saran dan koordinasi kepada semua pihak, terutama kementerian perdagangan,” harap Muhidin kepada jajarannya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Fajarini Puntodewi menyampaikan apresiasinya, atas upaya Gubernur Kalsel Muhidin, yang berkomitmen mendukung sektor UMKM, diantaranya melalui program pendampingan, akses permodalan, perluasan pasar, serta promosi dan kemudahan investasi.

Ia juga mengatakan, Kementerian Perdagangan baru saja menggelar rangkaian kegiatan misi dagang Indonesia ke Jepang pada 9-13 Juni 2025 lalu. Misi dagang yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri tersebut diikuti perwakilan KADIN Indonesia dan asosiasi, serta pelaku usaha di berbagai kelompok produk. Yaitu energi terbarukan dan produk berkelanjutan yang meliputi sektor bahan bangunan, dekorasi rumah, fesyen dan aksesori, makanan dan minuman, serta sektor lainnya yang memiliki potensi untuk masuk ke pasar Jepang.

“Dan juga 2 hari yang lalu kita juga menerima misi ekonomi dari wakil menteri Belanda yang juga menawarkan kerjasama di bidang pertanian, maritim dan pengelolaan air bersih. Saya kira nanti juga bisa kita fasilitasi agar bisa bekerjasama dengan pihak Kalsel,” jelasnya.

Untuk diketahui, Misi Dagang Internasional 2025 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk membangun jejaring dagang yang lebih luas dan berkelanjutan, serta memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam rantai pasok global, terutama untuk produk-produk hasil bumi dan karya UMKM daerah.

Acara ini juga menjadi platform strategis bagi pelaku usaha untuk menjalin kerja sama jangka panjang, tidak hanya untuk keuntungan komersial, tetapi juga untuk menciptakan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan, harmonis, dan berkelanjutan antara Kalimantan Selatan dan mitra internasionalnya.

Dengan resmi dibukanya kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap akan tercipta berbagai peluang dagang baru yang bisa berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Acara ini juga dihadiri perwakilan dari kedutaan Rusia dan negara negara ASEAN, perwakilan KADIN Indonesia, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Bupati dan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, serta perwakilan Bupati Walikota se-Kalsel. (Biroadpim-RIW/RH)

Pegadaian Area Kalselteng, Catatkan Pertumbuhan Tertinggi Nasional di Tahun 2025

BANJARMASIN – PT Pegadaian Area Kalimantan Selatan dan Tengah, di bawah naungan Kanwil IV Balikpapan, kembali membuktikan performa unggulnya dengan mencetak pertumbuhan kinerja tertinggi se-Indonesia, hingga pertengahan Juni 2025.

Capaian luar biasa ini menjadikan Area Banjarmasin sebagai salah satu pilar kekuatan Pegadaian nasional saat ini.

Beberapa pencapaian utama yang diraih antara lain, Pertumbuhan Outstanding Loan (OSL) tertinggi secara nasional sebesar 35%, dengan total nilai Outstanding Loan mencapai Rp1,48 Triliun. Selanjutnya pertumbuhan Year-on-Year (YoY) tertinggi se-Indonesia sebesar 53%, pertumbuhan bisnis emas Year-to-Date (YtD) tertinggi nasional melebihi 300%, dengan nilai OSL, dan cicil emas mencapai Rp147 miliar.

Kinerja luar biasa dari Area Kalimantan Selatan dan Tengah ini turut mendorong PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan mencatatkan outstanding total sebesar Rp7,8 triliun, menjadikan wilayah ini sebagai peringkat kedua nasional dalam pencapaian Pertumbuhan Tertinggi Tahun 2025.

Deputy Bisnis Area Kalimantan Selatan dan Tengah, Anwar Yusuf menyatakan, bahwa kinerja ini adalah hasil kerja keras tim serta kepercayaan nasabah.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Kalimantan Selatan dan Tengah. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Pegadaian tidak hanya relevan, tetapi terus tumbuh dan dipercaya sebagai mitra keuangan yang andal,” ujar Anwar.

Lebih dari sekadar lembaga gadai, Pegadaian kini telah berkembang menjadi institusi keuangan dengan layanan komprehensif, termasuk pembiayaan mikro, investasi emas, tabungan emas dan deposito emas, transaksi digital melalui aplikasi Pegadaian digital dan beberapa channel seperti agen.

Masyarakat kini dapat menikmati kemudahan transaksi cukup dari genggaman tangan, sekaligus memperoleh akses ke layanan keuangan syariah maupun konvensional yang terpercaya.

“Transformasi digital dan inovasi layanan menjadi kunci kami. Pegadaian hadir tidak hanya untuk mengatasi masalah keuangan, tapi juga membantu masyarakat merencanakan masa depan secara bijak,” tutup Anwar.

Pegadaian terus memperluas kontribusinya dalam mendorong inklusi keuangan nasional, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai solusi keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau. (ADV-RIW/RH)

Pemprov Kalsel Sambut Positif, Rencana Penerbangan Air Asia Banjarmasin- Malaysia

BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum, dan Politik, Adi Santoso, Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan dan Tenaga Ahli Gubernur, Tasriq Usman, menerima Tim Maskapai Penerbangan Air Asia, Kamis (19/6), di Kantor Gubernur Kalsel Jalan Jenderal Sudirman kilometer nol Banjarmasin.

Kedatangan tim Air Asia ini dalam rangka study marketing atau penjajakan rencana pembukaan rute penerbangan langsung Banjarmasin – Kuala Lumpur – Kuching Malaysia.

Anggota tim yang hadir adalah Edwin (Head of Network Airport Authority Indonesia), Denis Jinol (Manager Network Planning Malaysia), Eva Hew (Executif Marketing), Gusti Made (Air Side Operation Dept. Head PT Angkasa Pura), Ari Nur (Pgs Aeronautika Dept. Head PT Angkasa Pura), dan Khairul Assidiqi (General Manager PT Angkasa Pura).

Edwin selaku Head of Network Airport Authority mengatakan, tujuan kedatangan tim untuk kelayakan studi atau study marketing untuk rencana membuka rute penerbangan pihak dari Malaysia ke Banjarmasin, Kalsel.

Untuk keperluan itu, pihaknya memerlukan informasi dari Pemerintah Provinsi Kalsel sebagai bahan pertimbangan, dan mengukur kelayakan rencana dimaksud.

Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman pun, menyambut positif rencana membuka rute penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor – Kuala Lumpur dan Kuching, Malaysia ini.

Diharapkan, pihak Maskapai Air Asia dapat melihat potensi di Kalsel dan segala peluang usaha yang tersedia dari studi yang dilakukan.

“Mudahan dengan dibukanya jalur penerbangan Banjarmasin – Kuala Lumpur dan Kuching, ekonomi kita akan lebih baik lagi,” harap Wagub Hasnuryadi.

Dialog dipandu Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Ahmad Bagiawan, dan dihadiri sejumlah pejabat dari Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata sebagai penyaji materi paparan.

General Manager PT Angkasa Pura, Khairul Assidiqi menambahkan, Kalsel yang secara portofolio pernah melakukan rute penerbangan internasional, diketahui terdapat konektivitas cukup besar oleh warga Kalsel dari luar negeri. Seperti Arab Saudi dan Australia.

Sementara itu, Manager Network Planning Malaysia, Denis Jinol mengatakan, berdasarkan data pihaknya, ada peluang dilakukan penerbangan berjadwal antara Kaula Lumpur dan Kuching Malaysia dengan Banjarmasin Kalsel.

Ada peluang keberlangsungan rencana, terlebih diketahui data kunjungan wisatawan yang sangat besar pada saat menghadiri haul Guru Sekumpul setiap tahunnya.

“Tapi kami masih dalam penilaian,” ujar Denis.

Dalam pertemuan, presentasi pertama disampaikan pihak Dinas Perhubungan Kalsel terkait potensi ekonomi, pariwisata dan konektivitas.

Kemudian terkait pangsa pasar ekspor Kalsel yang didominasi ke Singapura, profil Geopark Meratus, hingga beberapa obyek wisata Kalsel (wisata alam, religi, dan kuliner) disertai data kunjungan wisatawan mancanegara.

Dijelaskan juga kalender kegiatan wisata (calender of event) yang merupakan sejumlah rangkaian kegiatan Pemerintah Provinsi Kalsel, jumlah kedatangan dan keberangkatan pesawat di Kalsel, dan jumlah keberangkatan dan kedatangan penumpang per bulan, rute penerbangan, hingga potensi kargo internasional. (Biroadpim-RIW/RH)

Buka Kembali Toko Mama Khas Banjar, Menteri UMKM Harapkan Jadi Pembelajaran Pelaku UMKM

BANJARBARU – Toko Mama Khas Banjar, kembali dibuka sejak Rabu (18/6) sore. Sebelumya toko ini sempat tutup, karena sang pemilik usaha mikro tersebut harus berurusan dengan hukum, karena tidak memasang label halal dan masa kadaluarsa pada produk dagangannya.

Re opening atau pembukaan kembali toko Mama Khas Banjar ini, dilakukan langsung Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman. Turut hadir Komisi VII DPR RI, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai, Kajati Kalsel Rina Virawati, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, Pj Wali Kota Banjarbaru Subhan Nor Yaumil, dan jajaran Forkopimda lainnya.

Maman Abdurrahman berharap, kasus Mama Khas Banjar menjadi momentum pembelajaran dan pesan untuk seluruh masyarakat di Indonesia. Terlebih saat ini toko Mama Khas Banjar yang kembali beroperasi, mendapat dukungan dan support dari Kementerian UMKM dan salah satu perusahaan besar di Indonesia.

“Momentum Mama Khas Banjar bagian dari pembelajaran. Pesan kepada seluruh masyarakat bahwa mari kita sama-sama menbangun iklim usaha yang kondusif, saling mendukung antara pemerintah, pengusaha, dan aparatur hukum,” ungkap Menteri UMKM.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman

Mamam juga mendorong pelaku UMKM di Indonesia, untuk tidak patah semangat agar usahanya terus tumbuh dan berkembang.

“Apa yang terjadi hari ini sebuah takdir dari Allah SWT dan perlu mengambil nilai dari sisi positifnya karena ada hikmah besar di balik itu semua,” lanjut Maman.

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai menyampaikan, bahwa pemerintah provinsi menyambut antusias, pembukaan kembali Toko Mama Khas Banjar sebagai tonggak penting kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Banua.

Dirinya menegaskan, bahwa keberpihakan kementerian terhadap keadilan usaha mikro menjadi sinyal positif bahwa negara memberikan ruang yang adil bagi UMKM untuk bertumbuh.

“Permasalahan yang sempat menimpa Toko Mama Khas Banjar menjadi pelajaran penting tentang pentingnya edukasi pelaku UMKM terhadap regulasi, termasuk dalam hal pelabelan dan keamanan produk,” tutup Rifai.

Sebelumnya diberitakan, pemilik toko UMKM Mama Khas Banjar di Kalimantan Selatan bernama Firly Norachim, harus dipidanakan, karena menjual produk tanpa label expired di toko oleh-olehnya. Menteri UMKM Maman Abdurrahman sampai mengajukan diri menjadi Amicus Curiae, untuk membela Toko Mama Khas Banjar. (MRF/RIW/RH)

Cabor Peraih Medali PON, Diminta KONI Kalsel Pantau Perkembangan Atlet Pada Porprov 2025

BANJARMASIN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2025 Kabupaten Tanah Laut, di Aula KONI Kalsel, Kamis (19/6). Rakor dipimpin langsung Ketua Umum KONI Kalsel Bambang Heri Purnama.

Pada rapat tersebut, Bambang meminta kepada seluruh Cabang Olahraga (Cabor) peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) lalu, agar dapat memperhatikan atlet atlet mereka.

“Tolong cabor yang berprestasi di PON, agar memantau peningkatan dan perkembangan prestasi atlet atletnya,” ungkap Bambang.

Ketua Umum KONI Kalsel Bambang Heri Purnama

Mengingat, lanjutnya, prestasi yang dicapai pada Porprov Kalsel di Tala juga menjadi tolak ukur para atlet tersebut.

Selain sebagai ajang prestasi, Porprov 2025 juga merupakan ajang silaturrahmi insan olahraga kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada persiapan Porprov tersebut, kami juga mendapatkan adanya satu gedung olahraga, yang akan digunakan tiga Cabor, hal tersebut mesti menjadi perhatian kita semua,” ucap Bambang.

Jika pertandingan tetap dapat dilakukan, maka kondisi ini dapat dimaklumi.

“Kami mengkhawatirkan jika terdapat cabor yang tidak bisa menyelesaikan pertandingannya, tepat waktu akibat penggunaan gedung secara bergantian,” ucap Bambang.

Pada Porprov tahun ini, KONI Kalsel mematikan, sudah menggunakan anggaran dengan maksimal.

“Mengingat ada 66 cabor yang dipertandingkan,” ucap Bambang.

Rapat ini sendiri, diikuti Tim Pengarah, Tim Keabsahan, Tim Monev Porprov 2025 Kalsel. (SRI/RIW/RH)

Pemetaan Kompetensi, 3.000 ASN Pemprov Kalsel Ditargetkan Ikuti CACT 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satunya melalui pelaksanaan penilaian kompetensi berbasis Computer Assisted Competency Test (CACT) yang kini kembali digelar dengan cakupan lebih luas.

Penilaian Kompetensi ASN berbasis CACT di lingkup Pemprov Kalsel

Pada tahun 2025, Pemprov Kalsel menargetkan sebanyak 3.000 ASN untuk mengikuti penilaian CACT secara bertahap. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, tentang Aparatur Sipil Negara yang mengamanatkan pentingnya pemetaan kompetensi bagi seluruh ASN.

Pelaksanaan penilaian ini dikoordinasikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan, bekerja sama dengan BKN Regional VIII Banjarmasin.

Kepala BKD Kalsel, Dinansyah, melalui Kasubbid Pendidikan Pelatihan dan Sertifikasi Jabatan, Reza Fahlevi menjelaskan, bahwa penilaian CACT tahun ini dibagi menjadi beberapa tahapan.

Untuk tahap pertama, sebanyak 600 ASN telah mengikuti tes yang terdiri dari berbagai jenjang jabatan, mulai dari pejabat struktural administrator dan pengawas, pejabat fungsional muda, hingga pejabat pelaksana.

Kasubbid Pendidikan Pelatihan Dan Sertifikasi Jabatan, BKD Kalsel, Reza Fahlevi

“Tahap pertama di tahun 2025 jumlah pesertanya sebanyak 600 orang. Untuk pejabat struktural, pelaksanaannya hampir rampung, tinggal sebagian kecil yang belum. Penilaian CACT ini bersifat menyeluruh dan nantinya akan melibatkan seluruh ASN lingkup Pemprov Kalsel,” ungkap Reza, belum lama tadi.

Tahap kedua direncanakan berlangsung akhir Juni hingga pertengahan Juli 2025, dan akan dilanjutkan kembali secara bertahap hingga mencapai 3.000 ASN di akhir tahun nanti.

Reza menambahkan, hasil dari penilaian CACT akan menjadi bagian penting dalam proses pengembangan karier ASN yang lebih terarah dan profesional, terlebih penilaian kompetensi ini menjadi dasar dalam pengembangan database ASN dan penerapan manajemen talenta.

“Manajemen talenta sudah diwajibkan secara nasional. Bahkan Gubernur Kalsel, Muhidin, telah menandatangani komitmen resmi dalam pengembangan sistem ini. Dengan CACT, kami memiliki basis data ASN yang telah terpetakan kompetensinya, setidaknya 30-35 persen dari total ASN lingkup provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Asesor SDM Aparatur Ahli Madya BKN RI, Tresni Wasilati menuturkan, bahwa penilaian CACT memuat 22 subtes yang harus diselesaikan dalam waktu 4,5 jam. Materi yang diujikan meliputi kompetensi manajerial, sosial-kultural, literasi digital, serta keterampilan masa depan (emerging skill).

Tresni juga menekankan bahwa peserta yang belum mencapai hasil optimal masih memiliki peluang untuk mengulang, namun dengan catatan harus terlebih dahulu mengikuti program pengembangan kompetensi.

“Hasil tes berlaku selama tiga tahun. Jika ada peserta yang nilainya kurang memadai, mereka bisa mengacu pada deskripsi kekurangannya untuk memperkuat kompetensi, sebelum mengikuti tes ulang,” jelas Tresni.

Ia pun berharap, agar ke depan, kegiatan penilaian seperti ini tidak hanya menyasar ASN di lingkup provinsi, tetapi juga diperluas hingga ke ASN di kabupaten/kota.

“Data dari CACT ini sangat berguna untuk membangun profil kompetensi ASN yang akurat dan sistematis di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Dispora Kalsel Gelar Pelatihan Penumbuhan Kepemimpinan Pemuda

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pelatihan Penumbuhan Kepemimpinan Pemuda Tahun 2025, di Kota Banjarmasin, Kamis (19/6). Pelatihan dibuka Plt Kepala Dispora Kalsel Fitri Hernandi diwakili Sekretaris Dispora Fathul Bachri.

Fathul menyampaikan, saat ini generasi muda di Provinsi Kalimantan Selatan dihadapkan pada tantangan moral dan karakter yang kian kompleks.

“Karena alasan itulah, Dispora Kalsel menggelar kegiatan ini, sebagai salah satu upaya untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bachri

Selain itu, tambahnya, Dispora Kalsel juga prihatin, terhadap maraknya penyimpangan moral dan tindakan kriminal yang melibatkan generasi muda saat ini.

Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari amanat Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang menekankan pentingnya pengembangan kepemimpinan sebagai bagian dari pembangunan karakter pemuda.

“Pemuda adalah generasi penerus bangsa, mereka memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi intelektual, emosional, sosial, hingga karakter,” ucapnya.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengembangkan hal hal tersebut menjadi kekuatan positif untuk membangun bangsa.

“Pemprov Kalsel memberi apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ucapnya.

Diharapkan, para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan pemimpin baru dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 100 peserta, dari perwakilan berbagai organisasi kepemudaan (OKP) di 13 Kabupaten Kota di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)

Festival Sepakbola U-14 Resmi Digelar

BANJARMASIN – Festival Sepakbola Usia 14 (U-14) Tahun 2025 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, resmi digelar di lapangan sepakbola Kayutangi Banjarmasin, Kamis (19/6). Festival dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, yang diwakili Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono.

Budiono menyampaikan, festival tahun ini diikuti sebanyak 24 tim dari 13 kabupaten kota se-Kalimantan Selatan.

Festival ini, lanjutnya, digelar selama empat hari, dari 19 hingga 22 Juni 2025.

“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan dengan Asosiasi Provinsi PSSI Kalsel,” ujarnya.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

Selain itu, tambah Budiono, ajang ini bukan sekadar turnamen biasa, tetapi menjadi wadah pembinaan atlet usia dini untuk melahirkan talenta muda sepak bola Banua yang berdaya saing nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Budiono juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan Festival Sepakbola Usia 14 Tahun ini, dapat menjadi agenda rutin tahunan.

“Kami berharap festival ini dapat menjadi agenda rutin, bahkan digelar tiap tiga bulan, agar pembinaan di tingkat Sekolah Sepak Bola semakin optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.

Festival ini, tuturnya, diharapkan menjadi batu loncatan bagi para pemain muda, masuk ke kompetisi tingkat yang lebih tinggi, bahkan level elit nasional.

“Melalui pembinaan yang tepat dan kompetisi yang terstruktur, Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan dapat melahirkan generasi emas sepak bola dari Banua,” tutup Budiono. (SRI/RIW/RH)

Gelar Sosialisasi Program Quick Win, KADIN Kalsel Siap Realisasikan 50 Titik SPPG MBG

BATOLA – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, dipastikan ikut terlibat pada peningkatan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni dengan membangun 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG diseluruh Indonesia.

Pilot project tahap pertama, salah satu Program Quick Win Ketua KADIN Indonesia, Anindya Bakrie ini, akan dilaksanakan di 16 lokasi yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk Pulau Kalimantan, Provinsi Kalimantan Selatan yang terpilih untuk memulai pilot project tersebut.

Untuk mendukung kelancaran rencana ini, maka KADIN Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Sosialisasi Program Quick Win KADIN Indonesia, Mendorong Realisasi SPPG MBG di Kalsel, pada Kamis (18/6) siang, disalah satu rumah makan kawasan Handil Bakti Batola.

Acara yang diinisiasi Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi ini, mengundang seluruh jajaran KADIN Provinsi dan kabupaten kota se Kalsel, dan mendatangkan Satgas SPPG MBG Gotong Royong KADIN Indonesia.

“Jadi hari ini, supaya semuanya terang benderang, kita mendapatkan pengertian dan pemahaman yang sama tentang SPPG. Bagaimana berdirinya, dan titik titik mana yang masih kosong, maka hari ini kita mendapatkan kesempatan mendengarkan lansung dei Satgas SPPG MBG”, jelas Shinta Laksmi Dewi kepada Abdi Persada FM.

Dari informasi pihak SPPG MBG Gotong Royong KADIN Indonesia, menurut Shinta, akan ada 50 titik SPPG MBG yang akan didirikan KADIN Indonesia di Kalsel, di luar dari yang sudah diupayakan Korem serta institusinya.

“Intinya KADIN Kalsel siap melaksanakan program SPPG MBG Gotong Royong ini. Mudah – mudahan kita tinggal menyiapkan dari segi fasilitasnya, mana yang dipilih. Apakah menjadi supplier, apakah menjadikan dapur. Melalui program ini, banyak sekali kesempatan untuk berkiprah dalam program MBG ini, yang dapat menggerakkan ekonomi daerah”, tutup Shinta.

Perlu diketahui, KADIN Indonesia sudah membentuk Satgas MBG Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong pada pertengahan Mei 2025 lalu. Satgas ibu dibentuk, untuk mendukung Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk memperkuat pemenuhan gizi 80 juta anak di seluruh Indonesia.

Satgas MBG ini juga merupakan bagian dari empat “quick wins” KADIN Indonesia. Yaitu MBG Gotong Royong, rumah layak huni, pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberdayaan tenaga kerja migran. (RIW/RH)

Gali Potensi Lokal, Dispar Kalsel Lanjutkan Bimtek Story Telling Pokdarwis Ke Tanbu

TANAH BUMBU – Dalam rangka menggali potensi lokal, Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, kembali melanjutkan Bimbingan Teknis Story Telling, khusus Kelompok Sadar Wisata di Kabupaten Tanah Bumbu.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, diwakili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Mugeni, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Pokdarwis di kabupaten/kota. Terutama menggali potensi lokal yang dimiliki, agar memudahkan mereka dalam menjual destinasi wisata dan potensi ekonomi kreatifnya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, saat memberikan sambutan

“Di era persaingan yang semakin ketat, wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi yang indah atau terkenal. Namun mereka ingin mengetahui makna, dan cerita untuk mengenal sejarah, budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat,” ucap Mugeni, pada Rabu (18/6)

Mugeni menjelaskan, kemampuan story telling atau bercerita memiliki peran penting membantu mengembangkan destinasi wisata di daerah. Lewat Bimtek ini, pihaknya ingin Pokdarwis dapat menjual cerita. Sehingga, membuat wisatawan merasa kangen dan berbagi dengan keluarga atau rekannya yang lain, kemudian akan berkunjung kembali.

“Kemampuan bercerita yang baik dari para Pokdarwis, tidak hanya menjual destinasi, tetapi sebagai pengalaman mengesankan,” jelasnya

Foto bersama : sumber (HumasDisparKalsel)

Lebih lanjut Mugeni menambahkan, peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dapat memanfaatkan berbagai media termasuk media digital untuk menyampaikan cerita, agar lebih menarik yang disampaikan kepada para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Ia berharap melalui bimtek ini, para peserta dapat menggali potensi lokal, memahami teknik story telling yang efektif, serta mampu mengemasnya dalam berbagai media dan platform yang relevan dengan tren saat ini.

“Mari hidupkan kembali nilai-nilai lokal, tingkatkan daya tarik destinasi, dan ciptakan ikatan emosional dengan wisatawan,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Tanah Bumbu, Noryana, mengapresiasi Bimtek yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kalsel.

Dimana, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia pariwisata dalam menyampaikan cerita yang hidup di balik setiap destinasi unggulan yang dimiliki.

Kalimantan Selatan sendiri dikenal memiliki kekayaan budaya, sejarah, alam, serta kearifan lokal yang luar biasa, yang mana ini perlu dikemas dengan cara yang menarik dan menyentuh hati wisatawan.

“Story telling bukan sekadar narasi, tetapi jembatan emosional antara pengunjung dan pengalaman wisata yang mendalam, otentik, dan tak terlupakan. Di sinilah pentingnya kemampuan bercerita, untuk menghidupkan identitas destinasi dan meningkatkan daya saing pariwisata kita di tingkat nasional maupun global”, tutupnya.(DISPAR.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version