Perkuat Layanan Perizinan, DPMPTSP Kalsel Gelar Forum Konsultasi Publik

BANJARMASIN – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Konsultasi Publik, Kamis (2/10), sebagai upaya memperkuat kualitas layanan perizinan sekaligus menyusun Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik serta Penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Perizinan”, forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk memastikan setiap layanan perizinan berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri menegaskan, bahwa penerapan SPM merupakan tonggak penting bagi kepastian pelayanan publik.

Kepala DPMPTSP Kalsel (tengah) saat menyampaikan sambutan

‘Dengan adanya standar ini, diharapkan tidak hanya memperkuat kepercayaan masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing investasi di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Endri menambahkan, perbaikan kualitas pelayanan publik tidak hanya dilakukan pemerintah. Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, menurutnya, menjadi kunci agar standar pelayanan benar-benar efektif.

“Masukan dari forum ini akan menjadi bahan evaluasi berharga dalam penyusunan kebijakan maupun langkah perbaikan ke depan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan kembali komitmen DPMPTSP Kalsel untuk menghadirkan layanan perizinan yang konsisten, jelas, dan berorientasi pada kepuasan publik.

“Kepuasan masyarakat dan pelaku usaha menjadi prioritas utama melalui penerapan standar pelayanan yang tegas, serta komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya. (SYA/RIW/RH)

Diskominfo Kalsel Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Kamis (2/10).

Kegiatan yang diikuti seluruh pegawai Diskominfo Kalsel ini turut dihadiri Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, serta menghadirkan Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, Muslimin, sebagai penceramah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini mengangkat tema Meneladani Sifat Rasulullah Dalam Pelaksanaan Tugas Sebagai Aparatur.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, mengatakan kegiatan ini penuh makna karena sejalan dengan arahan Gubernur Kalsel yang menginginkan agar kegiatan di lingkup Pemprov Kalsel tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan duniawi, tetapi juga sentuhan rohani.

“Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk selalu melaksanakan kegiatan rohani setiap hari besar Islam,” ujarnya.

Muslim menambahkan, kegiatan keagamaan ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi para pegawai agar semakin berintegritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang komunikasi dan informatika.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pegawai semakin berintegritas dan profesional dalam menjalankan tugas, dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW,” harapnya.

Ia menekankan, keteladanan Rasulullah SAW bisa menjadi contoh dalam pekerjaan, kehidupan sehari-hari, hingga hubungan sosial masyarakat.

“Mudahan-mudahan dengan kegiatan ini, kita semua dapat ilmu yang bermanfaat dan bisa menerapkannya dalam tugas di kantor,” ucapnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, Muslimin, menyampaikan bahwa Rasulullah SAW adalah panutan umat manusia, sehingga sifat-sifat beliau dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas.

“Nabi Muhammad SAW adalah panutan kita, maka segala sifat beliau harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Muslimin juga memberikan apresiasi kepada Diskominfo Kalsel yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap pembinaan rohani pegawai.

“Saya sangat mengapresiasi Diskominfo Kalsel, karena melalui kegiatan seperti ini para pegawai tidak hanya fokus pada urusan duniawi, tetapi juga mendapatkan bekal rohani yang sangat penting,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Generasi Muda Belajar Demokrasi, DPRD Kalsel Jadi Ruang Edukasi Politik Mahasiswa

BANJARMASIN – Gedung DPRD Kalimantan Selatan kembali menjadi ruang belajar demokrasi bagi generasi muda, Kamis (2/10).

Sekitar 150 mahasiswa yang tergabung dalam Legislator Senat Mahasiswa UIN Antasari dan Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN Antasari mengikuti simulasi sidang dan dialog di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian.

Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kalsel, M. Andri Yuzhar, yang menerima langsung rombongan mahasiswa, menyampaikan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami proses legislasi. Keterlibatan generasi muda dalam memahami proses politik di lembaga legislatif sangat penting

Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kalsel, menerima cindramata UIN Antasari

“Forum seperti ini tidak hanya sebatas memperkenalkan tata cara persidangan, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melatih pola pikir kritis, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan memahami mekanisme demokrasi dijalankan secara nyata,” jelasnya.

Andri menegaskan, pengalaman mengikuti simulasi sidang bukan sekadar pembelajaran teknis, melainkan juga sarana membentuk karakter kritis, rasa tanggung jawab, serta kesiapan untuk berperan di masyarakat. Hal ini tentu menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri sebagai calon pemimpin di masa depan.

“Sekretariat DPRD Kalsel akan selalu terbuka dalam memberikan ruang edukasi politik, sehingga generasi muda memiliki pengalaman praktis yang dapat mereka bawa dan kembangkan,” ucapnya.

Foto bersama

Lebih lanjut, apresiasi datang dari Reza, perwakilan Senat Mahasiswa FEBI UIN Antasari. Ia menyebut kesempatan ini menjadi pengalaman berharga yang mampu membantah anggapan bahwa mahasiswa FEBI tidak peduli politik.

“Kami ingin menepis anggapan bahwa mahasiswa FEBI tidak peduli politik. Justru hari ini terlihat jelas bahwa rekan-rekan kami begitu bersemangat untuk belajar dan terlibat dalam isu-isu kebangsaan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat rutin dilakukan, sehingga mahasiswa dapat terus memperkaya wawasan politik sekaligus menguatkan peran mereka dalam menjaga nilai demokrasi di Banua.
(ADV-NHF/RIW/RH)

Status Siaga Darurat Karhutla Dicabut, BPBD Kalsel Bersiap Hadapi Musim Penghujan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi mencabut status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), setelah hampir dua bulan penuh seluruh jajaran bekerja keras melakukan pengendalian titik api di berbagai wilayah.

Berakhirnya status darurat ini menjadi tanda bahwa kondisi cuaca mulai membaik, curah hujan perlahan turun, serta potensi kebakaran dapat ditekan secara signifikan.

Namun, tantangan baru kini menanti, sebab Kalimantan Selatan akan segera memasuki musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, hingga angin kencang.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menegaskan kesiapan mereka dalam menghadapi perubahan musim ini dengan langkah – langkah pencegahan yang lebih terarah.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa status siaga darurat karhutla yang diberlakukan sejak 4 Agustus hingga 30 September 2025 telah resmi dicabut.

“Kondisi cuaca di Kalsel sudah mulai membaik dan titik api yang sebelumnya muncul sudah bisa dikendalikan dengan baik. Apalagi curah hujan sudah turun sejak akhir September, sehingga potensi kebakaran bisa ditekan,” ucap Bambang, saat ditemui dikantornya pada Rabu (1/10) sore.

Lebih lanjut, Bambang menambahkan, meskipun status darurat telah dicabut, kewaspadaan masyarakat tetap dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, meski saat ini sudah memasuki musim hujan,” panjut Bambang.

Di sisi lain, BPBD juga mulai mengalihkan fokus ke antisipasi bencana di musim penghujan. Menurut Bambang, pihaknya telah menyiapkan personel siaga, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, serta menyiagakan posko darurat dan logistik kebutuhan dasar.

“Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang menjadi perhatian utama kami. Untuk itu, berbagai langkah pencegahan sudah mulai dipersiapkan,” tutup Bambang.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kalimantan Selatan mampu melalui pergantian musim dengan dampak bencana yang bisa diminimalisir. (MRF/RIW/RH)

Luncurkan Aksi Perubahan ForPEDig, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Permudah Pendaftaran Penelitian Secara Digital

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Seksi Penelitian dan Pengembangan, melakukan aksi perubahan mengusung judul “Optimalisasi Pendaftaran Penelitian melalui Penggunaan Platform Google Drive (ForPEDig)”, yang menjadi bagian dari agenda Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V Tahun 2025, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Sosialisasi dgn FKG

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/9) Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Rusmiani menjelaskan, penggunaan teknologi digital saat ini merupakan kebutuhan mendesak. Khususnya dalam peningkatan mutu pelayanan publik di bidang kesehatan.

Optimalisasi pendaftaran penelitian melalui platform digital seperti Google Drive dinilai dapat memangkas birokrasi, mempercepat proses administrasi, sekaligus menjaga keteraturan arsip penelitian di lingkungan RSGM Gusti Hasan Aman.

“Upaya ini bukan hanya sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat transformasi digital, tetapi juga mendukung pengembangan penelitian di bidang kesehatan gigi dan mulut.,” ucapnya

Rusmiani mengatakan, Inovasi ini dapat berjalan efektif, konsisten, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia akademik. Dengan sistem berbasis digital, proses pendaftaran penelitian yang sebelumnya manual, dapat dilakukan secara lebih transparan, terukur, dan mudah diakses pihak terkait.

“Dukungan dari pimpinan daerah, khususnya Gubernur Kalsel, Sekdaprov dan Direktur RSGM, menjadi motivasi kuat dalam menyukseskan implementasi ForPEDig,” ungkapnya

Sekdaprov Kalsel memberikan tanda tangan dukungan

Lebih jauh Rusmiani menambahkan, aksi perubahan ini juga selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam memajukan kualitas layanan kesehatan berbasis riset. Dengan adanya sistem pendaftaran digital, penelitian di bidang kedokteran gigi akan lebih terdokumentasi dengan baik, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, baik dari akademisi, tenaga medis, maupun lembaga riset lainnya.

“Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan langkah penting menuju pelayanan yang cepat, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Tekan Angka Putus Sekolah, 10.030 Siswa Kurang Mampu di Kalsel Terima Bantuan Pendidikan

BANJARMASIN – Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin, menyerahkan secara simbolis Bantuan bagi Siswa Kurang Mampu (BSKM) jenjang SMA dan SMK negeri maupun swasta tahun 2025, di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (1/10).

Program ini merupakan wujud sinergi antara TP PKK Kalsel dan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, khususnya dalam upaya pemerataan akses pendidikan.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah mengatakan, program ini menjadi langkah nyata untuk memastikan seluruh anak di Banua memiliki kesempatan yang sama, dalam memperoleh pendidikan, meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

“Melalui program BSKM, kita ingin meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak-anak di Kalimantan Selatan tidak putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan anak, keluarga, hingga bangsa. Karena itu, Ia mengajak seluruh pihak termasuk keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga sosial untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan memotivasi.

“Jadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk berusaha lebih giat, belajar lebih tekun, dan berprestasi. Insya Allah dengan kerja keras dan doa, cita-cita dapat tercapai,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Narindra menyebutkan, bahwa BSKM menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menekan angka putus sekolah akibat faktor ekonomi.

“Bantuan ini mencakup seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu, baik SMA maupun SMK, negeri maupun swasta. Harapannya dapat mengurangi beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat anak-anak dalam menempuh pendidikan,” jelasnya.

Galuh menambahkan, Pemprov Kalsel akan terus mengembangkan program serupa sesuai kebutuhan siswa ke depan agar tidak ada lagi anak di Banua yang terhambat menempuh pendidikan karena persoalan biaya.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus memperluas program bantuan pendidikan ini agar setiap anak dapat meraih masa depan yang lebih baik tanpa terbebani kendala ekonomi,” pungkasnya.

Tahun ini, bantuan disalurkan kepada 10.030 siswa dari 306 sekolah SMA/SMK di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp11,32 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan perlengkapan pendidikan seperti buku, alat tulis, seragam, serta kebutuhan lain yang menunjang kegiatan belajar. (BDR/RIW/RH)

Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Pemprov Kalsel Aplikasikan Nilai Luhur Pancasila

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, yang berlangsung di halaman kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Rabu (1/10). Upacara ini dipimpin Gubernur Kalsel Muhidin, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Sekdaprov Kalsel, M Syarifuddin

Kepada Awak Media, Syarifuddin menegaskan, bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momentum penting untuk memperkuat kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menekankan bahwa nilai–nilai Pancasila harus terus dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari–hari, tidak hanya dalam tataran formal pemerintahan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui peringatan ini, kita berharap seluruh elemen masyarakat dapat semakin memahami arti penting Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Pancasila juga harus terus dijadikan landasan dalam pembangunan daerah agar tercipta masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” ucap Syarifuddin.

Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan bangsa tidak terlepas dari berbagai ujian dan ancaman terhadap keutuhan NKRI. Namun berkat kekuatan Pancasila, bangsa Indonesia mampu tetap berdiri tegak hingga kini.

“Kita semua berkewajiban menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Inilah wujud nyata penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa,” tutup Syarifuddin.

Sementara itu, dari sisi pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Galuh Tantri Narindra menilai, bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda di Banua.

Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan rasa cinta tanah air, persatuan, dan semangat gotong royong sejak dini.

“Melalui momen Hari Kesaktian Pancasila, para pelajar di Kalsel diharapkan semakin memahami nilai–nilai luhur Pancasila sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari–hari. Dengan begitu, mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berjiwa nasionalis, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ucap Tantri.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel terus mendorong sekolah – sekolah untuk mengintegrasikan nilai Pancasila dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler. Langkah ini dilakukan agar nilai – nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar–benar melekat dalam perilaku dan sikap generasi muda.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kalsel ini pun diharapkan menjadi refleksi bersama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan, sekaligus memastikan bahwa nilai Pancasila terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa,” tutup Tantri. (MRF/RIW/RH)

Diikuti 700 Peserta, Jambore Pokdarwis Kalsel 2025 Resmi Dibuka

BANJARBARU – Ratusan pegiat wisata dari seluruh Kalimantan Selatan berkumpul di Amanah Borneo Park Banjarbaru, untuk mengikuti Jambore Pokdarwis Kalsel 2025, Rabu (1/10).

Dengan tema “Bekerja Bersama Merangkul Semua Menuju Transformasi Pariwisata Kalsel yang Berkelanjutan dan Mendunia”, kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (2/10) ini diikuti sekitar 700 peserta.

Gubernur Kalsel Muhidin, melalui Sekretaris Daerah, Muhammad Syarifuddin, menegaskan pentingnya kiprah Pokdarwis dalam menjaga kelestarian alam dan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Sekda Kalsel saat menyampaikan sambutan pada acara Jambore Pokdarwis Kalsel Tahun 2025

“Pokdarwis adalah ujung tombak pengembangan pariwisata. Bukan hanya menggerakkan destinasi wisata, tetapi juga menjadi penjaga budaya, lingkungan, dan pemberdaya ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Syarifuddin menyebut Kalsel memiliki potensi wisata beragam, mulai dari Geopark Meratus yang mendunia, deretan pantai di Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, hingga wisata pasar terapung, religi, kuliner, serta bamboo rafting. Namun, Ia menilai potensi ini masih perlu digarap lebih serius.

“Kita harus melahirkan destinasi baru yang lebih menarik. Dengan kreativitas, jejaring, dan penerapan standar CHSE, kita optimis pariwisata Kalsel bisa bersaing dengan daerah lain bahkan mendunia,” tambahnya.

Ia juga menekankan peluang besar pada wisata halal dan ramah muslim yang saat ini semakin berkembang. Menurutnya, Pokdarwis perlu menyesuaikan layanan wisata dengan kebutuhan pasar global yang makin inklusif.

“Melalui jambore ini, mari kita bulatkan tekad bersama. Bangun reputasi terbaik agar pariwisata Kalsel bisa bertransformasi secara berkelanjutan dan percaya diri mendunia,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Hadiri Puncak Harjad Ke-499, Ini Doa Gubernur Muhidin Untuk Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Meski hujan sempat mengguyur deras, Malam Puncak Peringatan Hari Jadi ke 499 Kota Banjarmasin dengan mengusung tema “Gawi Sabumi untuk Banjarmasin Maju dan Sejahtera” tetap berlangsung meriah, di halaman Balai Kota Banjarmasin, Selasa (30/9) malam.

Gubernur Kalsel Muhidin, didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi, Sekdaprov M. Syarifuddin, masing – masing beserta Isteri turut hadir bersama unsur-unsur Forkopimda, dan pejabat daerah se- Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin, didampingi Wagub Hasnuryadi Sulaiman, mengucapkan selamat dan rasa syukur yang mendalam di usia ke 499 Kota Banjarmasin.

Dalam momentum tersebut, mereka berharap, kemajuan dan kesejahteraan warga kota dapat terwujud melalui pembangunan kolaboratif dan penuh aksi nyata.

“Kemajuan tidak bisa diraih jika tidak dengan kebersamaan, termasuk rasa toleransi dan gotong royong antara pemerintah dan warganya. Kami harap di bawah kepemimpinan Pak Yamin dan Ibu Ananda, Banjarmasin dapat berdaya saing, maju dan sejahtera,” kata mereka.

Selaku tuan rumah, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi, kepada seluruh pihak sehingga seluruh rangkaian hari jadi kota Banjarmasin dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Ia menekankan, semangat Gawi Sabumi mengandung makna mendalam tentang hadirnya gotong royong, rasa kebersamaan, dan persatuan dari seluruh elemen masyarakat yang saling bergandengan tangan dalam merajut pembangunan.

“Hal ini tergambar jelas, bagaimana hampir sebulan penuh pemerintah mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan langsung komunitas dan elemen masyarakat,” ucap Yamin.

Wali kota juga melaporkan, dalam rangkaian Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, pemerintah kota telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yang menyentuh seluruh aspek. Diantaranya Festival Jukung Hias Tanglong, Banjarmasin Bersholawat Bersama Habib Syech, Baayun Maulid, Banjarmasin Art Week, Job Fair, Phoria Band Competition, berbagai lomba dan turnamen olahraga, Bamara Fair serta ajang penggerak ekonomi berupa Bakul Fest, yang total transaksinya per Selasa (30/9) sore, telah terkumpul kurang lebih Rp2,5 Miliar.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan kembali tentang perjalanan dan program yang telah Pemerintah Kota Banjarmasin laksanakan di bawah duet kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Ananda, dalam kurun waktu 8 bulan terakhir. Khususnya dalam hal penanganan sampah yang berkelanjutan.

“Mulai dari perlengkapan sekolah gratis, layanan ambulans dan gawat darurat 24 jam, pembebasan biaya parkir di Puskesmas, penertiban kawasan parkir liar, pengembangan Culture Hub serta pembenahan kawasan Siring, dan normalisasi sungai,” ungkapnya lagi.

Ia pun berharap, seruan aksi Gawi Sabumi dapat terus hadir, terjaga dan tercermin di setiap perilaku hidup masyarakat dan warga Kota Banjarmasin.

“Keberhasilan ini tentu tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali,” tambah Yamin.

Terakhir, dirinya ingin ikhtiar dan semangat kolaborasi nyata untuk pembangunan kota dapat terus diwujudkan, agar visi Banjarmasin Maju dan Sejahtera tidak sekadar menjadi slogan semata.

Pada kesempatan itu, sebagai ungkapan rasa syukur juga dilaksanakan pemotongan Nasi Astakona oleh Gubernur Kalsel bersama Wali Kota Banjarmasin.

Momentum ini sekaligus menandai ditutupnya serangkaian Hari Jadi Kota berjuluk Seribu Sungai yang selangkah lagi genap berusia 5 abad. Berbagai atraksi seni budaya hingga sederet penampilan artis lokal serta talenta Banua berprestasi, turut mewarnai acara.

Puncaknya para tamu undangan dan masyarakat yang hadir dihibur Angie Carvalho (jebolan Finalis Indonesian Idol 2025). (ADV/SRI/RIW/RH)

Tekan Stunting, Pemprov Kalsel Dorong Optimalisasi Pemanfaatan DAK

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menekankan pentingnya percepatan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Keluarga Berencana. Langkah ini diambil untuk memastikan program Bangga Kencana dan target penurunan stunting berjalan efektif di seluruh kabupaten/kota.

Berdasarkan data aplikasi MORENA (Monitoring dan Evaluasi) per 3 Juli 2025, DAK Fisik Sub Bidang Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Barito Kuala dan Kota Banjarmasin, tercatat belum termanfaatkan. Sementara itu, realisasi tertinggi DAK Non Fisik Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) baru mencapai 22,20 persen, yang dicapai oleh Kabupaten Tapin.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalsel menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Pemanfaatan DAK Tahun Anggaran 2025 di Banjarbaru, Senin (29/9).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, khususnya penerima DAK Fisik Sub Bidang KB dan DAK Non Fisik BOKB.

Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah, menegaskan pentingnya rapat koordinasi ini untuk mengevaluasi pelaksanaan di lapangan, memetakan kendala, sekaligus menyusun strategi percepatan.

“Rapat hari ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan mempercepat pemanfaatan DAK, baik fisik maupun non fisik,” ujarnya.

Menurut Husnul, forum tersebut juga membahas hal-hal teknis terkait realisasi anggaran.

“Kita melihat apa saja yang sudah diserap, kendala yang dihadapi, serta mencari solusi bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Husnul menambahkan, dengan keterbatasan anggaran APBD masing-masing daerah, sangat penting memaksimalkan pemanfaatan DAK yang tersedia agar program Bangga Kencana dan upaya percepatan penurunan stunting berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Pemprov Kalsel melalui arahan Gubernur terus mendorong pemerintah kabupaten/kota penerima DAK agar segera melakukan percepatan penyerapan dan pemanfaatannya secara efektif, efisien, dan akuntabel,” tambahnya.

Melalui rapat ini, diharapkan tercapai kesepakatan strategis bersama mengenai langkah-langkah percepatan ke depan, termasuk peningkatan koordinasi lintas sektor dan penguatan kapasitas pelaporan di tingkat daerah. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version