Menyapa Mahasiswa di Masa Reses, Dirham Zein Hadiri Law Festival XIV: Dorong Mahasiswa Siapkan Karier Hukum Berintegritas

Banjarmasin – Di tengah agenda masa resesnya, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Dirham Zein, menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan, dengan menghadiri Opening Talkshow “Lambung Mangkurat Law Festival XIV” yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akhir pekan tadi.

Kegiatan tahunan mahasiswa hukum ini mengangkat tema “Seni Menentukan Arah: Meniti Karier Hukum di Tengah Idealisme dan Realisme”, yang mengajak peserta untuk memahami dinamika profesi hukum di era digital dan perubahan sosial yang cepat.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kemeja hitam

Dalam paparannya, Dirham Zein menekankan bahwa dunia hukum modern tidak dapat lagi dilepaskan dari pengaruh kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun, Ia mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu yang memperkuat nalar hukum, bukan menggantikan peran manusia sebagai pelaku utama dalam menegakkan keadilan.

“Seni dalam hukum adalah kemampuan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan di atas logika sistem. AI bisa membantu menganalisis data, tetapi yang memberi makna dan keadilan tetap manusia,” ujarnya

Dirham menambahkan, hukum sejatinya memiliki dimensi estetika tersendiri, yakni keseimbangan antara rasionalitas, empati, dan nilai moral. Ia menilai bahwa generasi muda, terutama calon-calon sarjana hukum, harus mampu menjaga keseimbangan tersebut agar tidak kehilangan arah ketika berhadapan dengan realitas dunia kerja dan sistem hukum yang kompleks.

Menurut Dirham, kolaborasi antara kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia perlu diatur secara proporsional agar tidak menggerus nilai-nilai dasar hukum itu sendiri. Harapannya, acara seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga melatih cara berpikir kritis dan idealis.

“Teknologi memang penting, namun kemampuan berpikir rasional dan beretika jauh lebih penting,” pungkasnya.

Selain menjadi wadah diskusi akademik, kegiatan Law Festival XIV juga diisi dengan berbagai agenda seperti lomba debat hukum, seminar nasional, dan pameran karya ilmiah mahasiswa. Acara ini menjadi salah satu kegiatan terbesar Fakultas Hukum ULM yang rutin digelar setiap tahun dan selalu menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai bidang. (ADV-NHF/RIW/APR)

Boyongan ke Jakarta, Pemuda Berprestasi Kalsel Sharing Pengalaman Bersama Juara 1 Nasional

Jakarta – Pemuda Berprestasi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, berbagi pengalaman bersama juara 1 Wirausaha Muda Pemula (WMP) Nasional Enrico Hugo, serta Juara 1 Pemuda Pelopor Nasional Hendra Warsito di Jakarta, Sabtu (4/10).

Pada sharing tersebut, Hendra Warsito memaparkan perjalanannya menjadi pelopor, pengembangan rumah Tahfiz As Sulaimaniyah dengan semboyan, belajar agama tanpa mondok.

“Dibentuknya rumah Tahfiz ini, karena adanya permasalahan masih banyak masyarakat yang buta baca tulis Al Qur’an, serta permasalahan terjadi pada pondok pesantren,” ungkapnya.

Berdasarkan permasalahan tersebut, lanjut Hendra, maka dibangunlah rumah Tahfiz As Sulaimaniyah.

“Pada awal dibentuk, kami juga mendapatkan permasalahan, namun dapat diatasi,” ucapnya.

Rumah Tahfiz ini, menerapkan metode pengajaran yang mudah untuk dipelajari para santri, dan jam pengajaran 90 menit dalam sehari.

“Para santri mampu bersaing dengan santri pesantren yang belajar penuh waktu,” ujarnya.

Sedangkan, lanjut Hendra, santri belajar di rumah Tahfiz ini, setelah pulang dari sekolah masing masing.

Sharing pengalaman lainnya disampaikan Juara 1 WMP Berprestasi Nasional, Enrico Hugo.

Enrico menyampaikan, bagaimana Ia membangun bisnis produk olahraga sains dengan jejaring online, yang dimulai sejak 7 tahun lalu, dan dapat bertahan hingga saat ini.

“Ide bisnis yang kami tawarkan terinspirasi dari Singapura, dimana disana dilaksanakan kegiatan olahraga lari secara daring, dengan berpusat di satu daerah,” ungkapnya.

Inspirasi tersebut kemudian dikembangkan di Indonesia, dan sudah banyak perusahaan yang menggunakan jasa Perusahaan Enrico tersebut.

“Kami berpesan kepada para wirausaha muda Kalsel agar tidak mudah menyerah dalam menjalankan bisnisnya,” ucapnya.

Sharing pengalaman membangun usaha ini, dimanfaatkan para Wirausaha Muda Pemula untuk menambah pengetahuannya, dalam membangun serta mempertahankan bisnis.

Sementara itu, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan berharap, kunjungan ke tempat juara Pemuda Berprestasi Nasional, dapat meningkatkan usaha.

Seperti yang disampaikan, Ketua Tim Pemuda Berprestasi Kalsel Muhammad Syarif, didampingi Kasi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda Deny Saputra, usai pertemuan.

“Saat sharing ini, wirausaha muda pemula mendapatkan masukan tentang membangun dan mengembangkan bisnis, serta mempertahankan bisnis,” ucap Syarif.

Ke depan, lanjut Deny, Dispora Kalsel akan lebih fokus untuk menjalin kerjasama pada forum wirausaha muda, yang ada di Kemenpora RI..

“Pengembangan bisnis ini tidak hanya dilakukan secara offline tetapi juga secara online, sehingga, para wirausaha muda pemula di Kalsel, dapat mengambil ilmu yang bermanfaat dari para juara 1 Pemuda Berprestasi Nasional,” ucap Syarif. (SRI/RIW/APR)

Banua QRIStival 2025, Dorong Akselerasi Ekonomi Digital di Kalimantan Selatan

BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan kembali menyelenggarkan Banua QRIStival 2025 pada 4–5 Oktober 2025 di Banjarmasin. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Festival Antasari ini, bukan hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, melainkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat akselerasi dan transformasi ekonomi digital di Kalimantan Selatan, khususnya melalui perluasan penggunaan QRIS sebagai instrumen pembayaran digital.

Data terbaru menunjukkan adopsi QRIS di Kalimantan Selatan terus mengalami peningkatan signifikan. Hingga Agustus 2025, jumlah pengguna QRIS telah mencapai hampir 779 ribu orang atau tumbuh 9,36% (yoy) dibanding tahun sebelumnya. Jumlah merchant juga meningkat pesat menjadi lebih dari 483 ribu, naik 26,03% (yoy) dibanding tahun sebelumnya.

Dari sisi aktivitas transaksi, tercatat hampir 37 juta transaksi sepanjang Januari – Agustus 2025, melonjak 67,21% (yoy) dibanding tahun sebelumnya.

Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya kebiasaan masyarakat dan pelaku usaha dalam memanfaatkan transaksi digital sebagai bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi menyatakan, bahwa Banua QRIStival dirancang untuk memadukan edukasi digital dengan kegiatan olahraga, kompetisi, kuliner, dan hiburan.

“Dengan QRIS, masyarakat dapat bertransaksi secara lebih mudah, aman, dan efisien. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang memajukan ekonomi digital di Banua. Bersama, kita ingin menghadirkan semangat inovasi dan inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat” ujarnya dalam sambutan pada hari pertama Banua QRIStival 2025, Sabtu (4/10) di kawasan Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) atas inisiatif penyelenggaraan Banua QRIStival yang dinilainya mampu membawa dampak positif bagi daerah.

“Kami memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang telah menghadirkan Banua QRIStival, sebuah kegiatan yang bukan hanya meriah tetapi juga bermanfaat karena memadukan gaya hidup sehat dengan gaya hidup digital. Dengan bekerja bersama dan merangkul semua, kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, PJP, serta stakeholder strategis lainnya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menjadikan Banua lebih maju,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah daerah bersama Bank Indonesia, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), dan mitra strategis lainnya menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kalimantan Selatan. Kolaborasi, inovasi, dan sinergi yang terjalin diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Banua yang lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan.

Pada hari pertama, Banua QRIStival 2025 dihadiri lebih dari 1.500 peserta dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik, mulai dari QRIS Experience, QRIS Quest, pengundian grand prize umroh untuk 2 orang pemenang Race to Banua QRIStival, hingga pertunjukan hiburan dan festival kuliner.

Antusiasme masyarakat diperkirakan akan semakin meningkat pada hari kedua perhelatan karena akan hadir acara seru lainnya, yakni fun walk, yang juga menyediakan grand prize umroh bagi 2 orang pemenang. Jumlah peserta pada hari kedua diperkirakan mencapai 5.500 orang, menjadikan kemeriahan festival ini semakin istimewa karena sekaligus dilaksanakan untuk turut memeriahkan HUT ke-499 Kota Banjarmasin. (BIKalsel-RIW/RH)

Bank Kalsel Raih Penghargaan “The Best Sharia Banking Business Unit 2024” pada Infobank Sharia Financial Institution

JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih Bank Kalsel. Pada ajang 14th Infobank Sharia Financial Institution Award 2025, Unit Usaha Syariah Bank Kalsel berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai “The Best Sharia Banking Business Unit 2024”.

Penghargaan ini diberikan atas kinerja gemilang yang berhasil ditorehkan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel sepanjang tahun 2024.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian acara Indonesia Economic Summit 2025 yang digelar Infobank Media Group bersama Kementerian Koperasi, pada Kamis (2/10) di Jakarta. Acara ini mengangkat tema “Sinergi Perbankan, BUMN, dan Swasta untuk Mendukung Asta-Cita Koperasi Desa Merah Putih”, yang selaras dengan visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.

“Penghargaan ini merupakan buah kerja keras seluruh jajaran manajemen, karyawan, dan dukungan penuh dari para nasabah setia. Kami akan terus memperkuat layanan perbankan syariah yang inklusif dan berkelanjutan, serta berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional,” ungkap Fachrudin.

Sebagai informasi, kinerja Unit Usaha Syariah Bank Kalsel pada tahun 2024 mencatatkan hasil positif, dengan rincian sebagai berikut:

Laba, Rp98,07 miliar, tumbuh 15,18% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp85,14 miliar. Sementara Aset, Rp3,43 triliun, tumbuh 13,92% dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp3,01 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK), Rp1,87 triliun, tumbuh 9,69% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,71 triliun. Kemudian Pembiayaan Rp2,19 triliun, tumbuh 6,12% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,06 triliun.

Penghargaan ini semakin meneguhkan posisi Bank Kalsel sebagai lembaga keuangan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus mendukung misi pemerintah dalam pencapaian Asta-Cita dan pemerataan ekonomi untuk menuju Indonesia Emas 2045. (ADV-RIW/RH)

Dispora Kalsel Ajak 24 Pemuda Berprestasi Ke Kemenpora RI

JAKARTA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, mengajak pemuda berprestasi tahun 2025, berkunjung ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Kemenpora RI di Jakarta, Jumat (3/10). Rombongan Kalsel dipimpin Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bari didampingi Kasi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda Deny Saputra, serta Ketua Tim Pemuda Berprestasi Kalsel Muhammad Syarif.

Kedatangan rombongan Kalsel diterima, Asisten Deputi Binaan Kepemudaan dan Badan Usaha dan Swasta Kemenpora RI Muhammad Aksan.

Aksan menyampaikan, Kemenpora memberikan apresiasi terhadap pemuda berprestasi dari daerah.

“Kemenpora terus memberikan dukungan terhadap kemajuan prestasi pemuda khususnya di bidang usaha,” ungkap Aksan.

Saat ini, lanjutnya, Kemenpora menyebut tidak lagi pelaku UMKM tetapi pengusaha muda.

“Kemenpora mendukung peningkatan wirausaha muda, yang berasal dari daerah, sehingga pemuda tidak hanya berkeinginan bekerja menjadi ASN,” ucapnya.

Kemenpora berpikir, lanjut Aksan, pengusaha muda dapat mempekerjakan beberapa orang pegawai, ini dapat mengurangi jumlah pengangguran.

“Karena itu, Kemenpora terus mensosialisasikan kepada daerah untuk peningkatan wirausaha muda di daerah masing-masing,” ucap Aksan.

Aksan mengucapkan, terima kasih kepada Dispora Kalsel yang terus memberikan dukungan terhadap program program dari Kemenpora RI.

“Rombongan pemuda berprestasi dari Kalsel ini, merupakan rombongan terbesar yang pernah kami terima,” ucap Aksan.

Foto bersama pemuda berprestasi bersama Asped Kemenpora RI Muhammad Aksan

Sementara itu, Ketua Tim Pemuda Kreatif Kalsel Muhammad Syarif mengatakan, Dispora Kalsel memberikan apresiasi kepada Kemenpora RI, yang telah menerima rombongan dari Kalsel.

“Tujuan dari kunjungan ini, untuk meningkatkan pengetahuan dari para pemuda berprestasi ini, agar lebih maju lagi ke depannya, untuk kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Syarif.

Diharapkan, lanjutnya, melalui pertemuan ini Pemuda berprestasi Kalsel, dapat memberikan karya terbaiknya untuk Banua kedepannya.

Sedangkan, Kasi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda Dispora Kalsel Deny Saputra menjelaskan, program ini merupakan bentuk aspirasi dari Gubernur Kalsel Muhidin, kepada Pemuda yang telah berprestasi di Tahun 2025 ini.

Pemuda yang mengikuti kunjungan ke Kemenpora sebanyak 24 pemuda berprestasi, yang terdiri dari juara pada Pemilihan Pemuda Pelopor, Pemuda Wirausaha Baru, dan Pasangan Muda Inspiratif. (SRI/RIW/RH)

Integrasikan Fitur Pajak dengan E-Ijamkes dan E-Performance, Diskominfo Kalsel Gelar Bimtek

BANJARBARU – Dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek), di salah satu hotel di Banjarbaru, pada Jumat (3/10).

Suasana Sosialisasi E-Ijamkes dan E-Performance Diskominfo Kalsel

Kegiatan ini dihadiri perwakilan 85 sekolah dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel, dengan fokus Bimtek ini pada penggabungan aplikasi E-Ijamkes dan E-Performance, sekaligus penambahan fitur pajak dalam aplikasi E-Performance.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Hasnan Ash Shiddieqy, menjelaskan, bahwa sesuai amanat Perpres, Diskominfo memiliki tugas untuk mengintegrasikan sejumlah aplikasi ke dalam satu platform.

“Integrasi ini bertujuan meningkatkan kecepatan, efisiensi, dan efektivitas pelayanan publik. Melalui bimtek ini, kami ingin para admin sekolah dapat memahami proses penggabungan aplikasi E-Performance dan E-Ijamkes dengan baik,” ujar Hasnan.

Ia menambahkan, pelatihan seperti Bimtek ini perlu terus dikembangkan karena pada tahun depan akan ada perubahan dari SPBE menuju sistem Pemerintahan Digital. Dengan perubahan tersebut, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut lebih inovatif dalam memberikan pelayanan.

“Harapannya, pelayanan publik ke depan semakin mudah, cepat, dan inovatif, sehingga benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, dengan jaringan intranet yang terintegrasi, keamanan data juga lebih terjamin,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Gubernur Muhidin, Ingatkan Daerah Prioritaskan Program Pelayanan Masyarakat

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menyesuaikan arah kebijakan fiskal, seiring terbatasnya alokasi Dana Transfer 2026 dari pemerintah pusat. Fokus utama diarahkan pada program prioritas yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, sekaligus mendorong pelaksanaan program strategis melalui skema multi years.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, usai menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Fiskal Daerah dalam Menyikapi Dana Transfer 2026”, baru – baru ini.

Muhidin menegaskan, kondisi keterbatasan anggaran menuntut pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menjalankan program. Ia meminta para bupati, walikota, serta pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kalsel, agar mengurangi kegiatan yang tidak mendesak seperti perjalanan dinas maupun hibah.

Menurutnya, penghematan di pos-pos tersebut dapat memberi ruang bagi daerah untuk lebih memfokuskan anggaran pada program pelayanan masyarakat.

Gubernur Kalsel, Muhidin

“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama. Dengan mengurangi belanja yang kurang penting, kita bisa memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banua,” ungkap Muhidin.

Selain itu, Gubernur Muhidin juga menyarankan agar kegiatan strategis yang membutuhkan alokasi anggaran besar dapat dilaksanakan melalui pola multi years atau tahun jamak. Dengan skema ini, pembangunan tetap dapat berjalan berkesinambungan meskipun terjadi keterbatasan anggaran dalam satu tahun tertentu.

“Program pembangunan yang bersifat strategis harus tetap dilanjutkan. Pelaksanaan secara multi years adalah solusi agar pembangunan tetap terarah, meskipun kita menghadapi keterbatasan fiskal,” lanjut Muhidin.

Ia berharap, seluruh pemerintah kabupaten/kota bersama SKPD lingkup Pemprov Kalsel dapat menyesuaikan perencanaan anggaran dengan kondisi fiskal yang ada. Dengan demikian, program pembangunan tetap berkesinambungan tanpa mengurangi prioritas utama yaitu pelayanan kepada masyarakat. (MRF/RIW/RH)

Wujud Kepedulian, Komisi IV DPRD Kalsel Dukung Peningkatan Fasilitas Puskesmas Tambang Ulang

TANAH LAUT – Untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar berjalan sesuai standar, termasuk ketersediaan tenaga medis, obat, peralatan, dan sarana pendukung, Komisi IV DPRD Kalsel memantau infrastruktur Puskesmas Tambang Ulang, melalui kunjungan kerja baru-baru tadi.

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifha, menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi infrastruktur Puskesmas Tambang Ulang, yang dinilai sudah baik. Namun, Ia menyoroti adanya sejumlah kebutuhan tambahan dari pihak puskesmas, terutama alat kesehatan yang belum tersedia.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifha

“Dari segi infrastruktur sudah bagus, tetapi ada beberapa permintaan dari rekan-rekan di sini terkait alat-alatnya. Salah satunya inkubator yang memang belum ada di puskesmas ini. Mudah – mudahan bisa kita sampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk dibantu pengadaannya,” jelas Jihan

Jihan menambahkan, beberapa kebutuhan yang diajukan pihak puskesmas sebenarnya berada di bawah kewenangan kabupaten, seperti penambahan ruangan. Pihaknya akan mengarahkan ke pemerintah kabupaten. Ia berharap mutu dan kualitas pelayanan Puskesmas Tambang Ulang dapat terus meningkat.

“Kami ingin bisa lebih baik lagi dalam mutu dan pelayanannya, karena banyak juga pasien BPJS maupun non-BPJS yang datang untuk berobat di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Puskesmas Tambang Ulang, Insanul Kamilah, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan DPRD Provinsi. Sehingga, akan terus berupaya optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ada beberapa sarana dan prasarana yang masih menjadi kendala dalam pelayanan, di antaranya Safety Cabinet, Mikroskop Olympus, Oksigen tempel dinding, Inkubator, Alat Partus Set, Oximeter anak, Termometer digital dewasa dan anak, Stetoskop anak dan dewasa, Senter terapi, Optalmoskop, Stadiometer, alat Bedah Minor, serta Contra Angle low dan high speed,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Tingkatkan Konektivitas, Bandara Internasional Syamsudin Noor Buka Rute Langsung Banjarmasin – Samarinda

BANJARBARU – Manajemen Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional Syamsudin Noor, gelar penerbangan perdana Samarinda – Banjarmasin Jumat (3/10).

GM Angkasa Pura mengalungkan kain Sasirangan kepada penumpang pertama rute Samarinda – Banjarmasin

Bertempat di Terminal Kedatangan Domestik, rangkaian prosesi untuk menyambut rute penerbangan baru dilakukan. Dimulainya prosesi inaugural flight ditandai dengan water salute untuk penerbangan pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW1480 tujuan Samarinda (AAP) – Banjarmasin (BDJ) pada pukul 13.45 WITA.

Penerbangan menggunakan jenis pesawat ATR72 ini membawa 38 penumpang yang disambut dengan pengalungan kain sasirangan General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Hadirnya rute baru Samarinda (AAP) – Banjarmasin (BDJ) merupakan salah satu upaya sinergi kami dengan maskapai untuk meningkatkan konektivitas udara intra Kalimantan. Melalui rute ini diharapkan menjadi jembatan penghubung dari peningkatan perekonomian antar daerah di Kalimantan”, terang Stephanus Millyas Wardana, General Manager Bandara Internasiona Syamsudin Noor.

Mulai Jumat (3/10), penerbangan rute Samarinda – Banjarmasin dijadwalkan akan terbang setiap hari melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor. Adapun untuk rute keberangkatan Banjarmasin – Samarinda dilakukan pukul 06.50 WITA dan rute sebaliknya pukul 11.15 WITA.

“Kami optimis dengan terhubungnya dua ibukota daerah, yaitu Samarinda dan Banjarbaru, akan memfasilitasi kemudahan pertukaran informasi maupun perjalanan bisnis untuk kemajuan kedua daerah. Harapan kami rute ini dapat senantiasa diberikan kelancaran dan keselamatan”, tutup Millyas. (AP-RIW/RH)

Kalsel, Tuan Rumah Konferensi Kerja PERNEFRI 2025

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, menjadi tuan rumah Konferensi Kerja Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Tahun 2025, di Aula Gedung Mawar RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (2/10). Konferensi dibuka Plt Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Agung Ary Wibowo.

Plt Wadir Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Agung Ary Wibowo

Agung menyampaikan, RSUD Ulin memberikan apresiasi, atas dilaksanakannya Konferensi Kerja Pertemuan Ilmiah Neurologi ini. Karena pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah di Banjarmasin, cukup tinggi.

“RSUD Ulin Banjarmasin mendukung serta mendorong terhadap kegiatan PERNEFRI ini,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Agung, dengan adanya pertemuan ilmiah ini, dapat memberikan kontribusi untuk penanganan cuci darah yang dilakukan secara mandiri, atau yang lebih dikenal dengan istilah CAPD.

“Dengan penggunaan CAPD tersebut, maka beban RSUD Ulin Banjarmasin berkurang,” ucapnya.

Karena, tambah Agung, pasien cuci darah akibat gagal ginjal di RSUD Ulin Banjarmasin mencapai 400 pasien setiap bulannya.

“Tentu jumlah tersebut merupakan beban bagi RSUD Ulin Banjarmasin,” ujarnya.

Maka, RSUD Ulin Banjarmasin mendorong penggunaan metode CAPD tersebut.

“Sebenarnya RSUD Ulin Banjarmasin, sudah lama melaksanakan metode CAPD pada pasien cuci darah gagal ginjal,” ungkapnya lagi.

Namun, kurang diminati oleh pasien, karena itu, RSUD Ulin memberikan dukungan untuk penggunaan metode CAPD.

“CAPD ini cukup sederhana penggunaan serta mudah dilakukan oleh pasien, hanya diperlukan kebersihan dalam pelaksanaannya, agar tidak terkontaminasi, hingga menyebabkan infeksi,” jelasnya.

Sebelum menggunakan metode CAPD ini, lanjut Agung, pasien serta keluarganya diberikan pelatihan terlebih dahulu, bagaimana melaksanakan CAPD tersebut.

“Dengan menggunakan CAPD ini, maka pasien bisa bepergian kemana saja, tanpa terganggu dengan jadwal cuci darah, serta untuk pasien yang bertempat tinggal di daerah yang jauh dari layanan cuci darah,” jelas Agung.

Sementara itu Perwakilan Instruktur Pelatihan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Nefrologi Indonesia 2025 Rudi Supriyadi mengatakan, jumlah kasus hipertensi pemicu kerusakan ginjal di Provinsi Kalimantan Selatan cukup tinggi.

“Kasus gagal ginjal di Indonesia tertinggi berada di Jawa Barat, kemudian di Kalsel,” ungkapnya.

Tingginya angka gagal ginjal di daerah ini, tentunya menjadi tantangan tersendiri, untuk bersama sama mengatasi permasalahan tersebut.

“Salah satu penyebabnya, adalah makanan yang mengandung pengawet menjadi faktor pemicu hipertensi,” ucapnya.

Apabila, lanjut Rudi, pasien hipertensi terlanjur mengalami gagal ginjal, maka pemberian pelayanan pengobatan haruslah yang terbaik.

“Pada kasus gagal ginjal ini, kami terus mengembangkan untuk penggunaan sistem cuci darah gagal ginjal mandiri atau metode CAPD, Karena metode ini sangat sederhana serta mudah dilakukan pasien,” jelas Rudi.

Karena itu, pihaknya mendorong pengembangan Metode CAPD ini, di daerah daerah yang ada di Indonesia, termasuk di Kalsel, serta dapat digunakan di daerah terpencil.

“Kami berharap dengan adanya pertemuan ilmiah ini, cakupan penggunaan metode CAPD, semakin tinggi, kedepannya,” ujar Rudi.

Sedangkan, Ketua Panitia PIT PERNEFRI 2025 Mohammad Rudiansyah mengatakan, pada Konferensi Kerja PERNEFRI 2025 di Provinsi Kalimantan Selatan, diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk kemajuan Neftologi di Indonesia termasuk Kalsel. Diantaranya, kegiatan didahului dengan workshop, serta simposium yang dilaksanakan selama dua hari.

“Kegiatan yang dilaksanakan ini untuk mengupas permasalahan ginjal serta hipertensi,” ungkap Rudi.

Untuk diketahui, metode CAPD ini merupakan, Dialisis Peritoneal Rawat Jalan berkelanjutan, yaitu metode terapi pengganti fungsi ginjal untuk pasien gagal ginjal yang tidak menggunakan mesin, melainkan memanfaatkan selaput peritoneum di dalam rongga perut sebagai filter alami.

Pasien melakukan sendiri proses penggantian cairan dialisis secara manual beberapa kali sehari, sehingga memberikan fleksibilitas dan memungkinkan aktivitas sehari-hari tanpa harus pergi ke rumah sakit secara rutin. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version