Wujudkan SDI, Pemprov Kalsel Gelar Rapat Satu Data Banua

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen untuk mewujudkan Satu Data Indonesia (SDI). Komitmen ini ditunjukkan dengan menggelar rapat koordinasi Satu Data Banua di Aula Bappeda prov Kalsel, Kamis (25/11).

Rakor yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) prov Kalsel ini mengundang perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dari seluruh kabupaten kota se Kalsel.

Dalam pembukan rapat, Plt Sekretaris Bappeda prov Kalsel, Rahmiyanti Janoezir menjelaskan, tujuan pelaksanaan rapat ini yaitu untuk memenuhi amanat Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang SDI di Kalimantan Selatan.

“Kita disini untuk membicarakan tentang menuju era satu data ini, apa yang menjadi kendala akan kita cari solusinya bersama sehingga data yang ada di daerah kita menjadi berkualitas,” ucap Rahmiyanti.

Menurut Rahmi, data sangat diperlukan sebelum melakukan penyusunan rencana. Agar rencana tersebut dapat diimplementasikan dengan baik.

“Kalau data yang kita miliki tidak ada, kita sulit untuk mengukur tingkat pencapaian kita,” lanjutnya.

Diungkapkannya, salah satu tugas Bappeda prov Kalsel adalah sebagai koordinator forum satu data di daerah. Dimana dalam hal ini Bappeda berkewajiban mendorong SKPD di kabupaten kota untuk menggerakan forum satu data di daerah.

“Saya harapkan dengan kegiatan ini, data di daerah kita lebih berkualitas dan pada akhirnya pembangunan kita juga akan lebih berkualitas dari sebelumnya,” pungkasnya.

Turut hadir sebagai pemateri dalam rapat ini diantaranya Kepala BPS Kalsel Yos Rusdiansyah, Kabid Informasi Publik dan Statistik Diskominfo prov Kalsel Syarifah Norhani, serta Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kalsel Fahri Riza. (TR21-01/RDM/RH)

BPKP Dorong Transformasi Digital dan Manajemen Risiko Dalam Meningkatkan PAD

KOTABARU – Dalam acara “Rapat Kerja Kepala Bakeuda/BPKPD/Bapenda/BPPRD Kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan, Rudy M. Harahap menyampaikan beberapa isu strategis atas pengelolaan PAD.
Dalam acara yang diselenggarakan pada Kamis (25/11) di Kotabaru tersebut, Rudy juga menyoroti kondisi kapasitas fiskal daerah dan tingkat kemandirian fiskal daerah.

Rudy mengingatkan para Kepala Daerah agar lebih efektif dan efisien dalam menggunakan anggaran. Mereka juga harus mengeluarkan kebijakan yang tepat dalam memulihkan pertumbuhan PAD dan pendapatan DBH agar mempunyai kapasitas fiskal yang kuat.

Optimalisasi PAD juga menjadi salah satu upaya untuk memperluas ruang fiskal daerah sehingga pemerintah daerah dapat mewujudkan target visi misi dalam RPJMD walaupun masih dalam masa penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

“Tingkat kemandirian fiskal kita di Kalimantan Selatan masih tergolong kurang dengan rata-rata sebesar 11 persen,” ujar Rudy.

Berdasarkan realisasi APBD tahun 2020, terdapat penurunan PAD pajak dan retribusi yang cukup signifikan di Kalimantan Selatan, sedangkan realisasi pendapatan tahun 2021 per triwulan II masih jauh dari target.

“Karena itu, transformasi digital dalam pencapaian target sangat diperlukan,” tegasnya.

Ditambahkan, penggunaan tapping box merupakan upaya yang sangat bagus dan perlu diperluas. SPTPD online menggunakan SIMDA Pendapatan yang terintegrasi dengan pembayaran pajak online bekerja sama dengan Bank Kalsel juga dapat mempermudah wajib pajak. Selain transformasi digital, Rudy juga mengingatkan akan pentingnya manajemen risiko.

“Penyusunan register risiko, penanggung jawab atau pemilik proses dan risiko, dan langkah mitigasi risiko yang terstruktur dapat membantu kita dalam membuat sebuah kebijakan,” tambahnya. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Vaksinasi Maritim di Martapura

BANJAR  – TNI AL dan Lanal Banjarmasin kembali menggelar serbuan vaksinasi maritim di Perumahan Griya Mustika Permai Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar pada Kamis (25/11). Vaksinasi ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam rangka mempercepat penanggulangan pandemi COVID-19 secara totalitas di wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam serbuan vaksinasi kali ini, TNI AL – Lanal Banjarmasin menurunkan sebanyak 16 Tenaga Kesehatan (Nakes) gabungan dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin yang diharapkan mampu melayani para masyarakat yang ingin bervaksin.

Vaksinasi Maritim di Kec Martapura

Saat meninjau, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko M.Tr. Hanla mengungkapkan apresiasi kepada para warga yang antusias untuk bervaksin demi menjaga hidup sehat agar terhindar dari serangan Virus Corona.

“Besar harapan, dengan adanya Vaksinasi Massal ini dapat bermanfaat dengan baik, kepada warga jangan takut ataupun ragu – ragu untuk mendatangi tempat Vaksinasi yang sudah ditentukan dan lebih patuh terhadap protokol kesehatan, supaya dampak musim Pandemi ini segera berakhir dengan tuntas,” ungkap Herbiyantoko.

Danlanal Banjarmasin menambahkan, Lanal Banjarmasin kembali menggelar vaksinasi maritim, mengingat antusiasme warga untuk mendapatkan Vaksin belum surut, sehingga Lanal Banjarmasin akan terus menggalakkan pemerataan Vaksinasi massal dilapisan masyarakat, guna meningkatkan imun tubuh agar terhindar dari serangan Wabah COVID-19 dan meminimalisir bertambahnya angka penderita COVID-19.

“Kepada warga yang belum terjamah, jangan merasa khawatir ataupun ragu untuk bervaksin demi menjaga kesehatan, supaya musim pandemi ini segera berlalu dan berakhir dengan tuntas, menuju tatanan kehidupan yang baru dan normal,” tutup Herbiyantoko.

Untuk diketahui, vaksinasi maritim yang ke 61 kali ini, Lanal Banjarmasin telah berhasil memvaksin sebanyak 19.345 warga. (HUMASTNI AL – MRF/RDM/RH)

2022, Pemkab Banjar Upayakan Kenaikan Tunjangan Guru

BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 76 dan Hari Guru Nasional tahun 2021. Peringatan ini dilaksanakan di Stadion Demang Lehman Martapura pada Kamis (25/11) dan dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur, Wakil Bupati Kabupaten Banjar Said Idrus Al-Habsyie.

Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur

Saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Bupati Kab Banjar Saidi mansyur menyampaikan, tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian dengan adanya pandemi COVID-19. Semua Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi. Mau tidak mau guru harus mendatangi siswa dari rumah ke rumah agar siswa tidak ketinggalan pelajaran, mempelajari teknologi yang belum pernah dikenal, menyederhanakan kurikulum, guru menangis melihat siswa semakin bosan, kesepian dan kehilangan disiplin, tekanan psikoligis karena belajar jarak jauh dan banyak guru yang mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan.  

“Pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru tapi justru menyalakan obor perubahan. Guru-guru se Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi, menginginkan akses dan pelatihan, yang relevan dan praktis, kurikulum yang sederhana, dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap siswa yang berbeda beda. Guru se Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman. Merdeka belajar yang dicetus sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan,” ucap Saidi Mansyur.

Dihadapan ribuan guru, Saidi mengatakan, pada Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini, dilaksanakan dengan prioritas utama bagaimana PGRI dapat berperan agar anak-anak memperoleh layanan pendidkan dengan baik disaat pandemi COVID-19.

“Mengenai tunjangan guru agar dinaikan, karena tidak ada kenaikan sejak sepuluh tahun lebih, kami akan meminta dukungan dengan Komisi IV DPRD Banjar agar kenaikan tunjangan bisa dilaksanakan dan dibahas untuk tahun 2022 mendatang,” lanjut Saidi Mansyur.

Saidi Mansyur menambahkan, Penganggaran tunjangan kenaikan tidak bisa langsung dilakukan, dikarenakan perlu dibahas bersama, dan pihaknya berjanji dan berupaya akan membahas ditahun depan dengan harapan hajat para guru bisa diberikan kemudahan.

“Jumlah guru di Kabupaten banjar sekitar 5.000 an, ini perlu mekanisme dan kesepakatan bersama, sekaligus pelaksanaan visi misi, salah satunya peningkatan kesejahteraan para guru,” tutup Saidi Mansyur.

Untuk diketahui, Pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 76 dan Hari Guru Nasional tahun 2021 kali ini, juga diserahkan bantuan kepada tenaga pendidik serta penyerahan penghargaan atas rangkaian perlombaan yang digelar kepada para pemenang, antara lain webinar dan workshop virtual, MTQ, pembuatan video pembelajaran, film pendek spirit guru dimasa pandemi, pembelajaran seni, kaligrafi dan pemasangan umbul-umbul, spanduk dan poster. (MRF/RDM/RH)

PT PLN Persero Berikan Bantuan Lemari Pendingin Plasma Darah Untuk PMI Banjarmasin

BANJARMASIN – Dalam rangka berpartisipasi memberikan pelayanan terbaik kepada warga di Kota Banjarmasin, dalam hal pelayanan donor darah salah satunya plasma darah. Maka, PT PLN Persero menyerahkan bantuan lemari pendingin untuk penyimpanan plasma darah ke PMI Kota Banjarmasin.

Penyerahan bantuan diserahkan di Kantor PMI Kota Banjarmasin, Kamis (25/11). Dan, diterima langsung oleh Ketua PMI Kota Banjarmasin Rusdiansyah, serta Kepala Unit Donor Darah (UDD) Kota Banjarmasin dr Aulia Ramadhan Supit.

Ketua PMI Kota Banjarmasin Rusdiansyah mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh BUMN PT PLN Persero berupa lemari pendingin untuk penyimpanan darah plasma.

“Kami tentunya mengucapkan terimakasih kepada PLN yang telah memberikan bantuan kulkas untuk plasma darah,” ucapnya.

Menurut Rusdiansyah, bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian dari PT PLN terhadap PMI Kota Banjarmasin.

“Bantuan yang diberikan ini sebagai bentuk dukungan dari PLN,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah dr Aulia Ramadhan Supit mengatakan, dengan adanya lemari pendingin untuk penyimpanan darah plasma ini, maka darah plasma tersebut akan semakin awet hingga 1 tahun.

“Dengan adanya lemari pendingin tersebut maka penyimpanan plasma darah akan semakin lama lagi,” ucapan.

Sehingga, lanjutnya, dengan adanya bantuan dari PLN ini sangat membantu pihaknya dalam meningkatkan mutu pelayanan untuk darah plasma di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Tingkatkan Nasionalisme, Siti Nortita Bekali Wawasan Kebangsaan Kepada Pelajar SMAN 1 Alalak

BARITO KUALA – Puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Alalak berkumpul di salah satu cafe di Kabupaten Barito Kuala (Batola) untuk menerima materi tentang pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Rabu (24/11).

Suasana sosialisasi kebangsaan Anggota DPRD Kalsel

Siswa dan siswi SMA tersebut duduk santai tetapi tetap tenang dan serius mengikuti kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Siti Nortita Ayu Febria Roosani.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang Ideologi Pancasila. Khususnya terkait pendidikan politiknya. Apalagi para pelajar nantinya menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2024 mendatang,” kata Politisi Partai Gerindra ini.

Menurut Siti Nortita, sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini juga sangat penting untuk menanamkan dan meningkatkan rasa nasionalisme sejak dini kepada para pelajar SMA ini. Terlebih ditengah perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat informasi mudah masuk kepada generasi muda melalui gadget.

“Jangan sampai mereka terprovokasi dengan berita-berita hoax yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini. Sehingga melalui sosialisasi ini diharapkan rasa nasionalisme para pelajar terus meningkat, mereka lebih memahami wawasan kebangsaan dan terjun ke masyarakat nanti dengan rasa nasionalisme yang tinggi dan tetap menjunjung NKRI harga mati,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batola, Ardiansyah, selalu nara sumber dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kegiatan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Kalsel untuk menjadikan pelajar menjadi sasarannya.

Mengingat, lanjutnya, para pelajar ini merupakan calon pemimpin masa depan bangsa sehingga sudah seharusnya sedini mungkin ditanamkan pemahaman tentang pentingnya ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang merupakan kesepakatan para pendahulu, pejuang dan proklamator negara Indonesia.

“Wawasan kebangsaan yang bertujuan agar para pelajar mengenal jati diri dan memandang bangsa Indonesia yang memiliki berbagai pulau, adat istiadat, agama dan suku dalam satu kesatuan NKRI sehingga tidak ada lagi celah untuk memecah-belah bangsa Indonesia,” katanya.

Meskipun menurut Ardiansyah, sebagian pelajar SMAN ini sudah mengetahui tentang Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, karena disamping mereka mendapatkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dari guru di sekolah, pemerintah pusat melalui media sosial juga telah menayangkan pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, namun tentunya sosialisasi ini dilaksanakan untuk memperdalam materi tersebut. (NRH/RDM/RH)

Syarifah Rugayah Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Ke Organisasi Perempuan

BARITO KUALA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Syarifah Rugayah melaksanakan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Suasana sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Syarifah Rugayah

Ia mengundang organisasi perempuan dari Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) Provinsi Kalsel sebagai peserta kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan di Kecamatan Handil Bakti, Rabu (24/11).

“Kami mengundang kader dan pengurus Fatayat NU Kalsel yang berbasis keIslaman. Diharapkan setelah mengikuti sosialisasi ini, mereka dapat menyebarluaskan wawasan kebangsaan kepada jaringannya, keluarga dan masyarakat disekitarnya,” katanya.

Syarifah Rugayah mengakui nilai-nilai Pancasila ini sebenarnya sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, menurutnya, tetap diperlukan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat untuk menguatkan pemahaman.

“Melalui pembinaan wawasan kebangsaan ini, diharapkan mampu meningkatkan soliditas serta mewujudkan persatuan dan kesatuan sebagai modal berorganisasi dengan baik dan benar,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Fatayat NU Provinsi Kalsel, Melly Minarti mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Golkar tersebut yang telah menyelenggarakan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Ia menyatakan, dengan adanya sosialisasi ini, dapat menambah pengetahuan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Insya Allah pengetahuan ini dapat kami aplikasikan baik secara pribadi maupun berorganisasi. Hal ini juga sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sosialisasi ini menghadirkan nara sumber yaitu Widya Iswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalsel, Ratna Rosana. (NRH/RDM/RH)

Digital Leadership Academy Harvard Kennedy School, Tumbuhkan Optimisme Transformasi Digital

BANJARBARU – Kepala Perwakilan BPKP Kalsel Rudy Mahani Harahap optimis, transformasi digital dan integrasi sistem informasi di Indonesia akan semakin maju. Hal itu disampaikannya ketika diminta memberikan kesan mewakili semua peserta Program Digital Leadership Academy (DLA) di Harvard Kennedy School, pada Kamis (25/11).

“Setelah pelatihan ini, kita semakin optimis bisa mengintegrasikan sistem informasi agar pelayanan publik semakin efektif dan efisien,” katanya.

Ditambahkannya, contoh sederhana, Indonesia sudah mempunyai aplikasi Peduli Lindungi yang bisa mengakses dan mengintegrasikan identitas unik.

Rudy juga mendapatkan banyak pelajaran yang menarik dalam hal kepemimpinan digital (digital leadership). Salah satunya tentang perbedaan planner dan learner.

“Kini kita tahu bahwa transformasi digital tidak harus dengan pendekatan planner yang waterfall, tetapi bisa dengan pendekatan learner yang agile,” katanya,

Setelah berlangsung 14 hari, Program DLA yang dihadirkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, resmi ditutup secara virtual pada Senin (24/11) lalu.
Penutupan dihadiri oleh Ketua Pokja DLA, Sadjan, dan Kepala Badan Litbang SDM, Hary Budiarto, serta para peserta pelatihan DLA.

Pelatihan DLA tersebut diberikan langsung oleh pengajar Harvard Kennedy School, yang berasal dari berbagai negara. Pelatihan bertujuan memberikan pemahaman bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan kinerja dan pembuatan kebijakan para pemimpin penting dunia.

Pelatihan diikuti oleh 6 orang dari Indonesia yang menduduki jabatan pembuat kebijakan di berbagai sektor, seperti pemerintahan, akademisi, BUMN, maupun swasta. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), yang kini Komisaris Telkomsel, Wishnutama Kusubandio, juga ikut sebagai peserta.

Peserta lain sekitar 80 orang berasal dari berbagai negara, dengan jabatan yang prestisius, seperti chief innovation officer. Beberapa donor internasional seperti Worldbank dan IMF juga mengirim pesertanya.

Penutupan pelatihan DLA bukan merupakan garis finish bagi para peserta. Mereka harus dapat berperan dalam bidangnya masing-masing setelah pelatihan karena sudah dibiayai dengan scholarship dari uang negara, sekitar Rp55 juta atau USD3.800 per orang. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Bank Kalsel Raih Penghargaan Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik 2021

BANJARMASIN – Bank Kalsel meraih penghargaan sebagai Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik kategori Non Terdepan, Terluar dan Terpencil melalui Bank Kalsel Kantor Cabang (KC) Batulicin dan Kantor Cabang (KC) Tanjung.

Penghargaan tersebut diumumkan melalui acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PBTI) tahun 2021. Gelaran tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia tersebut dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara daring dengan disaksikan kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia (24/11).

Acara yang bertema “Bangkit dan Optimis Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi” tersebut, memberikan apresiasi kepada 57 pemenang dari berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia, salah satunya Bank Kalsel.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Indonesia sendiri menyaksikan acara tersebut dengan mengundang para pejabat instansi baik dari Pemerintahan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepolisian, TNI, Perbankan dan organisasi lainnya di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Rabu (24/11). Acara ini juga diisi dengan penyampaian pandangan mengenai kondisi, tantangan, prospek ke depan serta arah perekonomian Indonesia dan Kalimantan Selatan terkini, oleh Amanlison Sembiring selaku Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalsel dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar yang mewakili Gubernur Kalsel.

Seusai acara, Plt. Direktur Utama Bank Kalsel I G.K. Prasetya, yang turut menghadiri acara tersebut, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan dan berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik di masa yang akan datang.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bank Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Bank Kalsel sebagai Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik melalui KC Batulicin dan KC Tanjung. Kami berterima kasih juga kepada KC Batulicin dan KC Tanjung atas kinerja terbaiknya hingga diperolehnya penghargaan ini. Amanah ini tentunya akan kami jaga dengan baik melalui komitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” ungkap Prasetya.

Sebelumnya, Bank Kalsel melalui KC Batulicin pada tahun 2018 juga memperoleh penghargaan serupa, disusul pada tahun 2020, giliran Bank Kalsel KC Tanjung yang mendapatkan apresiasi. Bank sebagai pengelola kas titipan memiliki beberapa manfaat diantaranya memberikan ketersediaan uang layak edar (ULE) kepada perbankan di sekitar wilayahnya sehingga kebutuhan masyarakat akan ULE akan terpenuhi. Disamping itu, layanan kas titipan juga membuat biaya cash handling bagi perbankan di daerah lebih efisien mengingat jarak tempuh yang cukup jauh jika harus ke Kantor Perwakilan BI Kalsel di Banjarmasin.

Lebih lanjut, Prasetya menambahkan bahwa prestasi ini diperoleh tidak lepas dari dukungan para pemegang saham, nasabah setia Bank Kalsel dan seluruh elemen masyarakat.

“Apresiasi membanggakan ini kami terima tentunya berkat dukungan dan binaan seluruh pemegang saham maupun regulator, nasabah setia kami dan seluruh elemen masyarakat yang senantiasa mendukung kelancaran Bank Kalsel dalam memberikan layanan sebagai pengelola kas titipan. Semoga Bank Kalsel semakin tumbuh dan berkembang, melaju bersama masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkas Prasetya. (Adv-RIW/RDM/RH)

Sempat Ditutup Sementara, Wisata Danau Seran Kembali Buka

BANJARBARU – Meski sempat ditutup akibat memakan korban jiwa beberapa waktu lalu, wisata air Danau Seran kota Banjarbaru kini kembali dibuka, Rabu (24/11).

Menurut Pengelola Danau Seran sekaligus Ketua RW setempat Abdul Hadi mengatakan, pihak pengelola sudah mematuhi serta mengikuti apa yang menjadi aturan pemerintah. Termasuk menerapkan penutupan sementara dan mewajibkan penerapan keamanan, juga protokol kesehatan bagi pengunjung, pedagang dan tim pengelola.

Kendati demikian, hingga saat ini pengunjung yang datang ke wisata ini masih terbilang sepi.

“Masih belum banyak pengunjung yang datang. Terlebih, saat ini juga masih belum banyak yang tahu bahwa Danau Seran sudah kembali dibuka,” jelas Hadi.

Hadi juga memahami situasi dan kondisi saat ini. Juga kepedulian pemerintah akibat insiden tenggelamnya mahasiswa beberapa minggu lalu yang mengharuskan Danau Seran ditutup sementara.

“Lokasi tenggelam tidak termasuk lokasi wisata, maka kami meminta agar tetap dibuka kecuali tempat yang lain dibiarkan ditutupi pagar,” terang Hadi.

Membenarkan hal tersebut, Lurah Palam kota Banjarbaru Ciptadi Sunaryo mengatakan, sejak terjadi insiden beberapa waktu lalu, Wali kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin, meminta untuk menutup sementara wisata air kebanggaan warga kota ini.

Lurah Palam kota Banjarbaru, Ciptadi Sunaryo

“Intinya Wali kota cuman meminta agar kejadian kemarin tidak sampai terulang kembali,” tegas Ciptadi.

Setelah melakukan mediasi dengan pengelola dan pihak berwenang, akhirnya disepakati wisata ini diperbolehkan untuk beroperasi kembali dengan persyaratan pengamanan yang ketat.

“Sudah kita sepakati keamanan di wisata itu lebih ditambahkan, seperti memberi pagar di lokasi danau yang tidak terpantau oleh pengawas, ditambah poster bertuliskan larangan berenang, pos pengawas, dan keamanan lainnya,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Exit mobile version