Pemprov Kalsel Harapkan Rakor TP PKK Kalsel 2022 Dapat Bantu Turunkan Stunting

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan rapat Koordinasi yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kalsel, dapat membantu penurunan angka stunting di Kalsel.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan Sulkan, kepada wartawan, usai membuka rakor yng digelar di gedung Mahligai Pancasila di Banjarmasin pada Jumat (2/12) mengatakan, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengharapkan melalui tema Pemantapan Program Gerakan PKK Tahun 2023, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kalsel, memiliki kemampuan bergerak lebih cepat di semua lapisan masyarakat hingga ke Kelompok Dasa Wisma, untuk menurunkan angka stunting, kematian bayi dan ibu melahirkan, serta menggalakkan program KB.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan

“Peran TK PKK di seluruh Kabupaten dan Kota sangat penting, dengan cara memperkuat sumber daya manusia, kelembagaan, fasilitas sarana dan prasarana,” ucapnya.

Disampaikan Sulkan, untuk kegiatan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kalimantan Selatan terkait 10 program pokok, pihaknya sangat mendukung, karena sebagai ujung tombal dalam mendukung pelaksanaan pembangunan terutama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

“Dengan rakor ini, kemampuan Tim Penggerak PKK dan Kader – Kader PKK akan bertambah kuat, terbentuk konsolidasi dan saling bersinergi,” pintanya

Sementara itu, Ketua Bidang 2 TP PKK Kalsel Ermina, mewakili Ketua TP PKK Kalsel Raudhatul Jannah dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Rakor ini membantu Pemerintah untuk semakin mensejahterakan warga di Banua, pihaknya akan terus menjalin koordinasi dan berinovasi memantapkan semua program, agar tepat sasaran. Selain itu menghadirkan beberapa Narasumber yang berkompeten, salah satunya dari Kementrian Dalam Negeri Ditjen Pemerintahan Desa Analisis Kebijakan Ahli Madya, Hari Panji Mulyana, menyampaikan Integrasi Perencanaan Program dan Penganggaran Gerakan PKK “Dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Desa dan Pembangunan Daerah”.

Ketua Bidang 2 TP PKK Kalsel, Ermina

“Rakor dilaksanakan selama dua hari, mulai 2 hingga 3 Desember 2022,” tutupnya

Untuk diketahui, rapat koordinasi yang digelar ini dihadiri beberapa Kepala dan Perwakilan TP PKK Provinsi Kabupaten dan Kota, Kepala Badan Keuangan Daerah Subhan Noor Yaumil, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Gusti Yanuar Noor Rifai dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Faried Fakhmansyah, serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Selatan. (NHF/RDM/RH)

Presiden Tindak Tegas Mafia Tanah, Kalsel Berhasil Terima 35.500 Sertipikat

BANJARBARU – Presiden RI Joko Widodo menentang keras praktik mafia tanah yang sudah berjalan hampir 35 tahun. Penyerahan sertipikat tanah kepada ratusan ribu rakyat di Indonesia menjadi bentuk upaya penindakan tegas atas perbuatan yang dianggap terlarang oleh pemerintah.

“Saya sampaikan ke Menteri ATR/BPN jangan kasih ampun yang namanya mafia tanah,” dalam penyampaiannya secara virtual, yang diikuti dari gedung KH Idham Chalid, pada kegiatan penyerahan sertipikat tanah untuk rakyat se Indonesia, Kamis (1/12).

Sambutan Presiden Joko Widodo soal hak kepemilikan tanah

Dikatakan Jokowi, banyak permasalahan yang sering terjadi akibat adanya perebutan hak atas kepemilikan tanah. Mengerikannya lagi apabila sudah bersinggungan dengan emosi.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak yaitu rakyat, kalau sudah perihal tanah cukup mengerikan. Kalau saya bilang bisa terlibat perkelahian atau pun saling pukul,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalsel, Alen Saputra, membeberkan, saat ini di Kalsel masih belum banyak mafia tanahnya. Mengingat harganya masih relatif murah.

“Mafia itu biasanya beroperasi kalau harga tanahnya naik,” jelasnya.

Perlu diantisipasi ke depan, menurutnya, seiring Kaltim bakal menjadi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. Secara otomatis, tanah di Kalsel sebagai pintu gerbangnya jelas juga akan ikut naik.

Foto bersama dengan penerima sertipikat tanah bersama BPN, Pemprov Kalsel dan kepolisian

“Itu yang perlu diwaspadai masyarakat kita. Makanya, diharapkan animo masyarakat dapat menggalakkan untuk mensertipikatkan tanahnya,” ucapnya.

Sebagai tindaklanjut kebijakan serta instruksi presiden, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalsel mengeluarkan 35.500 sertipikat tanah yang resmi dibagikan ke masyarakat secara gratis.

“Kalau warga yang hadir itu ada sekitar 500 orang dari program PTSL dan Redistribusi Tanah,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

24 Atlet Panjat Tebing Kalsel Ikuti Kejurnas di Situbondo

SITUBONDO – Puluhan atlet dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalsel saat ini mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur, yang digelar di Water Sport Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur. Kejuaraan ini dibuka pada, Jumat (2/12). Oleh Sekretaris Umum FJTI Pusat F Hendricus Mutter.

Binpres FJTI Kalsel Mukriyani mengatakan, pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur Tahun 2022 di Situbondo ini, Provinsi Kalimantan Selatan mengirimkan atletnya.

Binpres FJTI Kalsel Mukriyani

“Pada kejurnas ini diikuti oleh 24 atlet Kalsel,” ungkapnya.

Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, mengikuti 28 nomor yang dipertandingkan, pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur Tahun 2022 di Situbondo ini.

Untuk kesiapan dari atlet Provinsi Kalimantan Selatan sendiri saat ini sudah mencapai 98 persen.

Menurut Mukriyani, pada hari pertama yang digelar pada Jumat 2 Desember 2022 ini, baru 2 nomor yang dipertandingkan.

“Untuk target Provinsi Kalimantan Selatan pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur di Situbondo ini, kami berharap akan sama dengan hasil yang diperoleh pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur di Aceh Tahun 2021,” tuturnya lebih lanjut.

Target tersebut, tambah Mukriyani, mengingat saingan terberat dari Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu, Jakarta, Jawa Timur, serta Bali.

Pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur Tahun 2022 di Situbondo ini, Provinsi Kalimantan Selatan juga menurunkan, 3 atlet pelatnas junior.

Dalam kesempatan tersebut, Mukriyani mengatakan, kendala bagi atlet Provinsi Kalimantan Selatan, adalah kondisi venue yang berada di tepi laut, sehingga angin kencang serta cuaca panas, dapat membuat para atlet cepat lelah.

“Namun, kami berharap atlet atlet Provinsi Kalimantan Selatan dapat mempertahankan kondisi fit tubuh mereka hingga pertandingan berakhir,” ucapnya.

Pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur Tahun 2022 di Situbondo, dilaksanakan 1 – 6 Desember 2022. Kejuaraan Nasional ini diikuti 34 Pengprov FPTI, diantaranya, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Aceh, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Jakarta, Sulawesi Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. (SRI/RDM/RH)

Lagi, RSUD Ulin Lakukan Bedah Jantung Terbuka

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin kembali melakukan operasi bedah jantung terbuka, Jum’at (2/11). Sama seperti sebelumnya, operasi ini didampingi Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta.

Suasana Konferensi Pers Mengenai Operasi Bedah Jantung

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin, dr Yuddy Riswandhy Noora menyampaikan operasi bedah jantung ini merupakan yang kedua setelah dilakukan perdana pada tahun 2021 lalu. Menyusul sarana dan prasarana untuk operasi bedah jantung sudah cukup lengkap di RSUD Ulin.

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin, dr Yuddy Riswandhy Noora (kanan) didampingi dr Ahmad Gazali (kiri).

“Mulai tahun ini rencananya RSUD Ulin sudah bisa reguler melaksanakan operasi jantung yang dilakukan dr Ahmad Gazali didampingi tim RS Jantung Harapan Kita sampai nanti RSUD Ulin dinilai siap dilepas dan secara mandiri melakukan operasi bedah jantung,” katanya.

Meskipun sarana dan prasarana memang sudah cukup lengkap, menurut dr Yuddy, kemampuan untuk melakukan bedah jantung ini tidak serta merta bisa langsung dilakukan secara mandiri. Mengingat, lanjutnya, dari koordinator bedah jantung di pusat mengharapkan 50 pasien pertama tidak boleh terjadi kegagalan atau meninggal sampai perawatan.

“Sehingga ini menjadi prioritas dari RSUD Ulin untuk mengupayakan target secara nasional bisa dijalankan dengan baik agar ke depan semakin cepat RSUD Ulin bisa melakukan operasi jantung secara mandiri,” jelasnya.

Kedepan, diharapkan RSUD Ulin tidak merujuk lagi pasien-pasien yang memerlukan operasi bedah jantung ke RS-RS lain karena sudah bisa dilaksanakan di RSUD Ulin.

Sementara, Ketua Tim Operasi Bedah Jantung, dr. Sugisman sp.BTKV menyampaikan operasi kali ini terhadap dua orang pasien penyakit jantung koroner dimana penyakit tersebut ditandai dengan adanya sumbatan pembuluh darah koroner.

“Sehingga dilakukan operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) atau operasi bypass yang bertujuan untuk melancarkan lagi aliran koroner yang tersumbat agar fungsi jantungnya tetap terjaga baik,” terangnya.

dr. Sugisman menambahkan operasi berjalan rata-rata 4-5 jam jika tidak ada faktor penyulitnya, mulai dari pembiusan sampai pindah dan dirawat di ruang Intensif Care Unit (ICU) secara komprehensif.

“Mudah-mudahan operasi bedah jantung terbuka kali ini berjalan lancar dan hasilnya baik,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Sambut HUT ke-61, Korem 101/Antasari Gelar Pasar Murah dan Lomba Masyarakat Gembira

BANJARMASIN – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Korem 101/Antasari tahun 2022, yang diperingati setiap 20 Desember, Korem 101/Antasari akan menggelar berbagai rangkaian kegiatan. Diantaranya bakti sosial dan perlombaan masyarakat bergembira.

Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M., melalui Letkol Kav Arief Cahyo Widodo, S.I.P., M.A.P., selaku ketua panitia mengatakan, pihaknya akan menggelar berbagai kegiatan lomba yang diperuntukan bagi masyarakat umum. Diantaranya lomba balap jukung tradisional, lomba sepeda air/bebek air, lomba sepeda kayuh satu transmisi (1 gear), lomba mancing, dan lomba penyeberangan sepeda di atas papan.

“Selain perlombaan masyarakat bergembira, juga terdapat kegiatan bakti sosial berupa pasar murah, donor darah, bedah rumah, dan kegiatan Babinsa masuk dapur yang dilaksanakan di seluruh jajaran Korem 101/Antasari. Untuk pasar murah akan dilaksanakan pada Sabtu 3 Desember 2022, mulai pukul 08.00 Wita sampai dengan selesai di depan Makorem 101/Antasari,” jelas Arief.

Lebih lanjut Arief mengajak seluruh masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya, untuk datang berbelanja di pasar murah, dan dapat hadir, mengikuti, serta menyaksikan berbagai lomba yang akan berlangsung mulai 4 sampai dengan 11 Desember 2022, tanpa dipungut biaya alias gratis.

“Untuk itu segera daftarkan diri sesuai dengan lomba yang akan diikuti,” pungkasnya.

Pada perlombaan ini masyarakat dapat memilih lomba yang akan diikuti, dan menghubungi koordinator lomba. Seperti lomba balap jukung tradisional akan dilaksanakan pada Minggu (4/12) pagi, bertempat di Sungai 0 Kilometer, dapat menghubungi Serka Daerobi (081362007267). Lomba sepeda air/bebek air, pada sore harinya, bertempat di siring depan Korem 101/Antasari, dapat menghubungi Lettu Inf Suhardi (081348331957).

Sedangkan lomba sepeda kayuh satu transmisi ( 1 gear), dilaksanakan pada 10 Desember, tempat depan Korem 101/Antasari, dapat menghubungi Kapten Cba Heru Sukarsun (08125027319), lomba mancing 11 Desember, bertempat di Sungai Martapura depan Korem 101/Antasari, dapat menghubungi Letda Inf Bahril (085248829553) dan lomba penyeberangan sepeda di atas papan, bertempat di sungai Martapura depan Menara Pandang, dapat menghubungi Mayor Inf Tarya (081347359305).

Seluruh lomba tanpa di pungut biaya dan disediakan hadiah bagi pemenang juara l, juara ll dan juara lll, dengan total hadiah puluhan juta rupiah dan juga hadiah menarik lainnya,” tutupnya. (Penrem 101-RIW/RDM/RH)

Pansus Targetkan Raperda RPPLH Desember Dapat Finalisasi

BANJARMASIN – Pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) ditargetkan akhir Desember ini dapat finalisasi.

Ketua Pansus Raperda RPPLH DPRD Banjarmasin Afrizaldi, kepada sejumlah wartawan, pada Kamis (1/12) mengatakan, pembahasan pansus ini bertujuan sebagai upaya memberikan perlindungan lingkungan dan pedoman pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan di kota ini, agar tercipta tata kelola dalam menghadapi perubahan iklim.

Ketua Pansus Raperda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup DPRD Banjarmasin, Afrizaldi

“Berlaku selama 30 tahun kedepan dan wajib menjadi pedoman dalam penjabaran RPJMD,” ungkapnya

Disampaikan Afrizaldi, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, merupakan sebuah Perda induk yang nantinya dari beberapa aturan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup.

“Proses pembangunan berbagai sektor dapat terintegrasi, seperti terjaminnya ketersediaan air, dan minim bencana,” ungkap Politisi PAN DPRD Banjarmasin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, mengatakan, selama ini kondisi untuk lingkungan hidup kota dinilai mengkhawatirkan, salah satunya kualitas sumber air yang sudah mulai tercemar, maka ini harus dijaga. Dengan adanya Raperda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dapat menjadi langkah kongkrit dalam pembangunan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love

“Raperda ini merupakan penjabaran dari Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nasional, sehingga harus diterapkan dalam menjaga lingkungan hidup,” tutupnya.

Untik diketahui, Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menggelar rapat yang dipimpin oleh Ketua Afrizaldi, didampingi wakilnya Zainal Hakim, bersama anggota Hari Kartono, Taufik Husin dan Darma Sri Handayani, dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love, Perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Bagian Hukum Banjarmasin, berlangsung di ruang Komisi III DPRD Banjarmasin, Kamis (1/12). (NHF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Ingatkan Pentingnya Bela Negara

BANJARBARU – Wilayah di Indonesia sebagian besar berbatasan langsung dengan banyak negara. Kondisi ini tentu memerlukan pertahanan negara yang kuat, baik secara militer, sosial, budaya hingga politik.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, saat membuka kegiatan pelatihan bela negara dan pendidikan dasar komando Resimen Mahasiswa (Menwa), di Rindam VI/Mlw, di Banjarbaru, Kamis (1/12).

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat secara simbolis memasangkan atribut pelatihan kepada salah satu peserta

Menurut Sahbirin, bangsa Indonesia memang sudah berdaulat dan lepas dari penjajahan, namun sebagai anak bangsa kita semua harus sadar bahwa tantangan di era modern saat ini justru lebih besar.

Karena itu, lanjut Sahbirin, semua anak bangsa tanpa terkecuali, harus memiliki kesadaran bela negara, demi mempertahankan kedaulatan dan NKRI.

“Jika bangsa kita lengah, bisa jadi bangsa kita dijajah secara ekonomi, dijajah secara sosial dan budaya, dijajah dengan narkoba, dijajah dengan paham radikal dan terorisme, dan bahkan disintegrasi bisa saja terjadi, jika kita sebagai anak bangsa tidak waspada,” ungkapnya.

Bela negara sendiri dinilainya, merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Karenanya, pelatihan bela negara penting bagi seluruh lapisan masyarakat, terlebih bagi resimen mahasiswa.

“Insyaallah, dengan pelatihan bela negara ini, kesadaran kita akan semakin teguh, bahwa bela negara tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Lebih jauh Sahbirin menyebut, bela negara tidak hanya diartikan dengan mengangkat senjata atau berperang, melainkan dapat melalui tindakan bermakna positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Seperti ikut mencegah penyebaran berita hoax dan informasi negatif yang berkembang di media sosial,” bebernya.

Gubernur berharap pelatihan bela negara yang diikuti 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel ini, dapat melahirkan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

“Semoga kita semua, seluruh warga negara Indonesia, senantiasa mencintai dan membela negara hingga akhir hayat kita,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Raperda Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan UMKM di Kalsel Difinalisasi

BANJARMASIN – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memasuki tahapan finalisasi.

Ketua Pansus Raperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan UMKM, Noor Fajri

Hal itu dilakukan dalam rapat yang digelar oleh Panitia Khusus Raperda tersebut yang dipimpin Ketua Pansus, Noor Fajri diikuti beberapa anggota Pansus serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i beserta staf ahli, di ruang rapat Komisi II DPRD Kalsel, Rabu (30/11).

Ketua Pansus Raperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan UMKM, Noor Fajri

Ketua Pansus Raperda tentang Penyelenggaraan dan Perlindungan Koperasi di Kalsel, Noor Fajri mengatakan ada beberapa penekanan yang dibahas dalam rapat finalisasi ini, antara lain memberi kepastian hukum tentang masalah kriteria koperasi dan pengusaha kecil, pembinaan, pendanaan maupun bantuan hukum sebatas kemampuan Pemprov Kalsel.

“Raperda ini bertujuan agar koperasi dan UMKM di Kalsel bisa lebih terayomi dan memberikan kepastian hukum,” katanya kepada wartawan.

Langkah selanjutnya, menurut Fajri, pada pertengahan Desember nanti, pihaknya akan menggelar uji publik dengan mengundang pihak-pihak terkait, diantaranya Dinas Koperasi dan UMKM baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, biro hukum, beberapa pengelola koperasi dan pelaku UMKM di Kalsel.

“Mudah-mudahan hasil uji publik nanti, banyak masukan yang didapatkan guna pengayaan dan penyempurnaan materi Raperda tersebut,” harapnya.

Kemudian, Pansus akan menyerahkan Raperda tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendapatkan fasilitasi dan evaluasi sebelum disahkan menjadi Perda. (NRH/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Berikan Hadiah Bagi Pemustaka Aktif

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap para pemustaka perpustakaan yang aktif berkunjung ke Perpustakaan PalNam dan Perpustakaan Tendean di Banjarmasin.

Hadiah diserahkan oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Perpustakaan, Wildan Akhyar mewakili Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani di ruang perpustakaaan anak, Rabu (30/11).

Suasana Penyerahan Hadiah Oleh Dispersip Kalsel kepada Pemustaka Aktif

Wildan Akhyar mengatakan pembagian hadiah ini merupakan salah satu gebrakan dari Dispersip Kalsel untuk meningkatkan minat baca di Provinsi Kalimantan Selatan. Ia menjelaskan ada tiga kategori pemustaka aktif yang diberikan hadiah yaitu kategori sekolah Paud/TK, kategori Tingkat SD dan kategori Tingkat SMP.

“Untuk hadiah yang diberikan, yakni berupa piagam penghargaan dan uang,” katanya.

Wildan berharap pemustaka Perpustakaan PalNam dan Perpustakaan Tendean akan semakin banyak dan mereka bisa aktif dalam menikmati layanan perpustakaan yang disediakan oleh Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara, Juara I Tingkat SD, Khayla Dafina Yasmin mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan Dispersip Kalsel. Ia berharap hal ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk rajin membaca dan berkunjung ke perpustakaan.

“Alhamdulillah saya tidak menyangka sebelumnya dapat hadiah. Semoga ini bisa jadi inspirasi bagi anak-anak di Kalsel dan suka membaca di perpustakaan palnam,” harapnya.

Untuk diketahui, pemustaka yang aktif untuk kategori sekolah Paud/TK yaitu Juara I TK Pembina Kertak Hanyar, Juara II PAUD Terpadu Aisyiyah 2, Juara III TK Rahayu, Juara Harapan I RA Bina Anaprasa, Juara Harapan II PAUD Terpadu Aisyiyah Athfal 39 Al-Ummah dan Juara Harapan TK Tahfidz Qur’an Taman Cinta Al-Qur’an.

Untuk pemustaka aktif kategori tingkat SD yaitu Juara I Khayla Dafina Yasmin, Juara II Rafael Enzo Putra Danian dan Juara III Annisa Zahratul Huda. Sedangkan kategori tingkat SMP adalah Juara I Ahmad Yafi, Juara II Muhammad Fatih dan Juara III Andina Rahmi Khairunnisa. (NRH/RDM/RH)

Meski Minim Anggaran, Napak Tilas Perdana di Kabupaten Banjar Berjalan Sukses

BANJAR – Terlepas minimnya anggaran, pelaksanaan Napak Tilas perdana yang dipelopori Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) berjalan sukses.

Pelaksanaan Napak Tilas ke I Kabupaten Banjar terlebih dahulu diisi dengan kegiatan apel bersama

Penyelenggaraan tersebut juga dimeriahkan oleh sejumlah organisasi pemuda seperti Orpala X Pas Borneo, Orpala Kadipa, Pawadahan Nanang Galuh, Mahipa IAI Darussalam, Purna Paskibraka dan pramuka di Kabupaten Banjar.

Suasana perjalanan peserta dalam kegiatan Napak Tilas ke I Kabupaten Banjar

Rute yang tercatat puluhan kilo itu dimulai dari kantor Disbudporapar menuju makam Sultan Adam. Kemudian ke PM Noor hingga Tamam Makam Pahlawan Bumi Mas Karang Intan.

Tak lupa, peserta juga menyempatkan diri untuk berziarah ke makam tim 7 (pendiri Kabupaten Banjar), makam Sultan Sulaiman di Desa Lihung dan berakhir di makam Datu Marlim.

Kepala Bidang Pemuda Disbudporapar Kabupaten Banjar, Noor Syawli Syahri, menyampaikan, kegiatan ini tak hanya sebagai ajang silaturahmi melainkan sebagai bentuk mengenalkan pemuda pada sejarah perjuangan kemerdekaan di bumi Barakat.

“Tentu yang kita laksanakan ini tak hanya sebagai pengingat sejarah perjuangannya saja. Melainkan, perlu kita ketahui ada pejuang kita yang menyiarkan pendidikan melalui Agama Islam,” tuturnya, kepada awak media, Rabu (30/11) sore.

Dirinya menegaskan, bahwa kegiatan ini hanya dilaksanakan satu hari dengan menggunakan alokasi anggaran yang cukup minimalis.

“Berbeda dengan daerah lain yang memakan waktu hingga tiga hari. Tetapi, kegiatan tersebut nantinya akan kita maksimalkan,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang peserta Napak Tilas, Fathul Minan, mengaku, sangat bangga dengan adanya pelaksanaan ini. Namun, kata dia, ke depan bisa mengambil lingkup lebih luas lagi soal pengenalan sejarah perjuangan terkait syiar Islam di masa penjajahan. Tak kalah penting, sejarah berdirinya monumen di bumi Barakat.

“Harapannya di tahun selanjutnya bisa lebih diperluas lagi untuk lebih menjajal pengetahuan,” ungkapnya.

Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Orpala X Pas Borneo ini mengucapkan banyak terima kasih atas penyelenggaraan yang dipelopori oleh Disbudporapar Kabupaten Banjar.

“Terima kasih banyak terutama kepada bapak Kabid Pemuda Syawli yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatab Napak Tilas ini. Semoga, Disbudporapar Kabupaten Banjar dapat menggelar kegiatan serupa tahun depan,” tutur Minan. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version