BANJARBARU – Suplai air di kawasan metropolitan Banjarbakula dipastikan tetap dapat terpenuhi. Meskipun Kalimantan Selatan (Kalsel) diprediksi mengalami musim kemarau ekstrim di tahun ini.
“Suplai kemungkinan masih bisa, karena lokasi pengambilan Air baku kita di intake Mandikapau yang sumber air nya berasal dari bendungan sungai Riam kiwa dan Riam kanan sehingga dipastikan walaupun terjadi kemarau panjang dan ekstrim InsyaAllah suplai kebutuhan air di wilayah metropolitan banjarbakula akan selalu dapat terjaga dan terpenuhi,” ujar Kepala Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir, di ruang kerjanya, Rabu (7/6).
Berty mengaku pihaknya juga mengatur saluran air (intake) dari sumber air di Bendungan Riam Kanan, agar kebutuhan air tetap tercukupi meski kemarau.
“Kan kita bisa menutup intake. Kalau kemarau panjang intake itu kita tutup dan kita tampung air dari bendungan, jadi air selalu ada,” terangnya.
Tak hanya ke masyarakat, kebutuhan air kegiatan Kemah Bela Negara (KBN) yang akan diselenggarakan di Kiram pada 10-16 Juli mendatang, juga dipastikan terpenuhi.
BPAM Banjarbakula selaku penanggung jawab kebutuhan air pada kegiatan itu, sudah menyiapkan dua buah truk tangki yang siap menyuplai air bersih untuk kesuksesan kegiatan dengan kurang lebih 1.700 Pramuka Pendega se Indonesia itu.
“Kita siapkan truk itu selama 24 jam, jadi tidak perlu khawatir,” tuturnya.
Seperti diketahui, BPAM Banjarbakula memiliki dua buah Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) yang masing-masing berkapasitas 250 dan 500 liter perdetik. Keduanya diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, pada Maret 2023 lalu.
Lewat dua buah IPA itu, BPAM Banjarbakula telah menyalurkan air bersih ke Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, serta sebagian wilayah di Kabupaten Tanah Laut.
Sementara kerjasama yang dilakukan dengan kota Banjarmasin berupa suplai air baku, dan akan tersalurkan dalam waktu dekat. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar launching logo Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXIV tingkat Provinsi Kalsel tahun 2023, di aula gawi sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru pada Rabu (7/6). Launching tersebut dihadiri langsung Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, beserta sejumlah kepala SKPD lingkup Kota Banjarbaru.
Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, Kegiatan MTQ ini tentunya memberikan angin segar untuk Pemerintah kota Banjarbaru dan masyarakatnya. Kegiatan MTQ ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat, terkait untuk memahami dan mencintai alquran sebagai pedoman hidup. Dan pihaknya bersyukur ditahun 2023 ini, pelaksanaan MTQ bisa diselenggarakan di Kota Banjarbaru.
“Kota Banjarbaru siap menjadi tuan rumah Kegiatan MTQ tingkat Provinsi Kalsel. Kegiatan MTQ memiliki nilai dan makna tersendiri sebagai penyejuk keimanan, Dan pihaknya bersyukur tahun ini pelaksanaan MTQ bisa diselenggarakan di kota banjarbaru,” ucap Aditya.
Ia menambahkan, terkait persiapan kegiatan MTQ, pihaknya sudah melakukan berbagai macam persiapan, salah satunya yakni melaunching logo MTQ, menyiapkan anggaran dan menghibahkannya kepada pihak Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), serta pembentuan panitia yang diketua oleh Wakil Walikota Banjarbaru Wartono.
“Seluruh stakeholeder diharapkan dapat bersinergi dan bahu membahu, untuk mensukseskan kegiatan MTQ tingkat provinsi kalsel di Kota Banjarbaru ini. Diharapkan pula memmberikan kesan yang baik kepada seluruh peserta MTQ,” tutup Aditya.
Sementara itu, Ketua I LPTQ Kota Banjarbaru, Syahdi Hidayat Sa’id menyampaikan, bahwa terdapat 11 venue yang telah pihaknya siapkan untuk MTQ ke XXXIV tingkat Provinsi Kalsel dengan venue utama di Lapangan dr Mudjani.
“MTQ ke XXXIV tingkat Kalsel ini akan diikuti seluruh kafilah dari 13 kabupaten/kota se Kalsel,” ungkap Syahdi.
Untuk diketahui, MTQ ke XXXIV tingkat Provinsi Kalsel tahun 2023, akan mengangkat tema “Mari Kita Wujudkan Masyarakat Maju, Agamis, Dan Sejahtera Yang Dilandasi Dengan Nilai-nilai Al-qur’an”, MTQ akan diselenggarakan selama 9 hari mulai tanggal 20 Juli hingga tanggal 28 Juli 2023, dengan lapangan Dr. Murdjani sebagai panggung utama pelaksanaan MTQ. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Audisi Gita Bahana Nusantara, selama dua hari pada 7 – 8 Juni 2023, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.
Suasana Audisi Gita Bahana Nusantara
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammadun, pada Rabu (7/6).
Kepada wartawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammadun, menjelaskan, Audisi Gita Bahana Nusantara ini merupakan kesempatan yang berharga sebagai wadah menyalurkan bakat dan potensi di bidang seni suara bagi pelajar dan mahasiswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun, didampingi Kabid Kebudayaan, Raudati Hildayati
Kegiatan ini sejalan dengan amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, sebagai dasar Pemerintah Daerah dalam menentukan arah kebijakan menaikan capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan.
“Semoga yang terpilih nanti dapat menampilkan suara terbaik sebagai putra – putri daerah di Banua,” harapnya.
Disampaikan Muhammadun, dalam Perda Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dimana penerapan muatan lokal dalam pembelajaran merupakan bentuk pemahaman terhadap potensi daerah masing-masing yang bermanfaat untuk memberikan bekal sikap, perilaku, etos kerja, pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik. Kemudian Perda Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal, yang bertujuan untuk memperteguh identitas daerah dan memperkokoh karakter daerah sebagai upaya pembangunan karakter bangsa serta meningkatkan citra daerah sebagai bagian citra bangsa.
“Keberhasilan penyelenggaraan Gita Bahana Nusantara tentu memiliki nilai positif bagi pembinaan generasi muda, khususnya dalam meningkatkan semangat kebangsaan, dan nasionalisme,” jelas Madun (sapaan akrabnya)
Sementara itu, Kasi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Sunjaya Adhiarso menambahkan, Audisi Gita Bahana Nusantara dimaksudkan membangun karakter jati diri bangsa, memupuk rasa kebersamaan dan nasionalisme, serta meningkatkan apresiasi seni di kalangan generasi muda melalui pembentukan paduan suara.
“Kegiatan ini akan dipilih empat peserta, untuk nanti mengikuti tim paduan suara Gita Bahana Nusantara bergabung dengan peserta lainnya, yang mewakili 34 Provinsi di Indonesia pada bulan Agustus mendatang,” tutupnya
Untuk diketahui, audisi Gita Bahana Nusantara ini, diikuti sebanyak 41 peserta yang tersebar dari Kabupaten dan Kota. Ada lima juri yang memberikan penilaian yaitu Sudirman Juri Senior dari Pemerintah Pusat, Sirajudin sebagai musisi dan pencinta lagu, dan Sinta Sinaga seorang pianis, Sabransyah Dosen FKIP ULM Banjarmasin pengajar bidang vokal dan piano serta Mas Maryanto Dosen Seni Musik FKIP ULM Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
TANAH LAUT – Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, Bank Kalsel melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan bantuan 3.500 bibit Mangrove.
Bantuan diberikan guna mendorong kesadaran dan tindakan masyarakat untuk melindungi kelestarian lingkungan.
Secara simbolis bantuan diserahkan Plt. Direktur Utama Bank Kalsel, Facrudin kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana di Pesisir Pantai Desa Sungai Bakau Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut, pada Senin (5/6).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pgs. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Shah Rizky Kurniawan.
Menanggapi bantuan tersebut, Hanifah Dwi Nirwana, ST., MT. selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan Bank Kalsel melalui program CSRnya.
“Atas nama Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kalsel, kami berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Bank Kalsel melalui bantuan CSR Bank Kalsel berupa 3.500 bibit Mangrove yang dimana akan ditanam disepanjang pesisir pantai Desa Sungai Bakau Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut sebagai upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove yang ada di Kalimantan Selatan. Tentunya Bank Kalsel yang merupakan mitra penting kami selalu mendukung dalam setiap program termasuk kegiatan hari ini,” tutur Hanifah.
Dikesempatan yang sama, Fachrudin selaku Direktur Utama Bank Kalsel menyampaikan komitmen Bank Kalsel untuk senantiasa mendukung program-program dari Pemerintah Provinsi Kalimatan Selatan salah satunya kegiatan penanaman mangrove.
“Bantuan yang telah diberikan pada hari ini merupakan bentuk kepedulian Bank Kalsel membangun lingkungan hidup khususnya di Kalimantan Selatan dan kami akan selalu hadir, melayani Banua serta berkontribusi dalam pemulihan dan peningkatan ekosistem mangrove di Kalimantan Selatan khususnya di pesisir pantai,” ucap Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kalsel bersama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM, melakukan kunjungan atau studi tiru ke Radio Republik Indonesia (RRI) Banjarmasin.
Kunjungan yang dilakukan pada Rabu (7/6) siang, dipimpin oleh Kepala Bidang Informasi Publik dan Media Diskominfo Kalsel Tarwin Patik Mustafa bersama dengan ketua Dewan Pengawas LPPL Abdi Persada FM Anisah, dan Direktur Abdi Persada FM Ibnu Min Haji, kunjungan Diterima langsung oleh Kepala RRI Banjarmasin Darno beserta jajarannya.
Tarwin menjelaskan, kunjungan mereka ke RRI ini, untuk melakukan studi tiru terkait keberlangsungan radio ini.
“Kunjungan ini merupakan studi tiru karena di Diskominfo Kalsel ada Radio Abdi Persada FM,” ungkap Tarwin.
Sehingga, lanjutnya, dengan adanya kunjungan ini dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan radio serta lainnya.
“Kami berharap dengan adanya studi tiru ini, kami dapat mengetahui bagaimana pengelolaan dan lainnya yang ada di RRI Banjarmasin,” ucap Tarwin..
Hal senada juga disampaikan Direktur Radio Abdi Persada FM Ibnu Min Haji.
Direktur LPPL Abdi Persada FM Ibnu Min Haji bersama Kabid Kepala Bidang Informasi Publik dan Media Diskominfo Kalsel Tarwin Patik Mustafa
Ia menyampaikan, kunjungan yang mengikutsertakan jajaran direksi Abdi Persada FM, ini dimaksudkan untuk menambah pengetahuan mengenai pengelolaan, program, serta lainnya, yang ada di RRI Banjarmasin.
Dalam kunjungan kali ini, diskusi terkait sistem kerja dewan pengawas, hingga program siaran menjadi pembahasan menarik yang didapatkan LPPL Abdi Persada FM dari LPP RRI Banjarmasin.
Kepala RRI Banjarmasin Darno menjelaskan, sebagai radio milik Pemerintah Pusat, tentunya saling berbagi ilmu pengetahuan yang ada di tempat mereka, kepada daerah merupakan kewajiban yang dapat mereka lakukan.
Kepala RRI Banjarmasin Darno
“RRI Banjarmasin menjadi pengayom bagi radio lokal yang ada di Kalsel ini,” ungkap Darno.
Dalam kesempatan tersebut, Darno mengatakan, mengenai struktur jabatan yang ada di RRI Banjarmasin. Serta pemilihan dan tugas dari Dewan Pengawas RRI yang dipilih langsung oleh Komisi 1 DPR RI.
“Serta saat ini RRI Banjarmasin juga tengah mengembangkan dunia usaha serta lainnya,” ujarnya.
Untuk diketahui LPPL Abdi Persada FM berkunjung ke RRI Banjarmasin, dalam rangka studi tiru untuk mengetahui, pengelolaan, program, serta lainnya, yang ada di tempat tertentu. (SRI/RDM/RH)
Banjarmasin – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan sosialisasi dan workshop dengan tema “Agenda Setting Pengelolaan Informasi Publik” di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, selama dua hari yaitu 6 – 7 Juni 2023.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim yang diwakili Sekretaris-nya, Hairurraji diikuti perwakilan dari 54 SKPD lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dan Diskominfo Kabupaten/Kota di Kalsel, Selasa (6/6) siang.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Direktur Pengelolaan Media Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, DR Nursodik Gunarjo, Kabid Informasi Publik dan Media Diskominfo Kalsel, Tarwin Patik Mustafa, Kasi Informasi Publik dan Media Diskominfo Kalsel, Noor Aneka Lindawati serta Direktur LPPL Radio Abdi Persada FM, Ibnu Min Hajj.
Direktur Pengelolaan Media Kominfo RI, Nursodik Gunarjo (baju batik) didampingi Sekretaris Diskominfo Kalsel, Hairurraji (kiri), Kasi Informasi Publik dan Media Diskominfo Kalsel, Noor Aneka Lindawati dan Direktur LPPL Radio Abdi Persada FM, Ibnu Min Hajj (kanan)
Dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Diskominfo Kalsel, Hairurraji, Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim menyampaikan bahwa reformasi birokrasi lahir sebagai wujud dari keinginan berbagai pihak untuk mewujudkan pemerintah yang bersih dan transparan atau Good Governance.
Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya keterbukaan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Karena publik atau masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan informasi, dan hak tersebut dijamin oleh undang-undang.
“Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pengelolaan informasi agar mudah di akses oleh publik, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi, salah satunya adalah media informasi publik satu arah yang berbentuk audio dan visual”, katanya.
Selain itu, lanjut Muslim, pentingnya branding terhadap kepala daerah yang baik yang divisualisasikan melalui aktifitas atau capaian-capaian program kegiatan pembangunan yang bersifat inovasi oleh masing-masing OPD.
“Untuk itu, di dalam hal diseminasi informasi pembangunan kepada masyarakat, diperlukan kolaborasi dan sinergitas antara berbagai pihak dalam hal ini utamanya OPD-OPD di lingkungan pemerintah provinsi Kalsel, termasuk sinergitas dengan kabupaten/kota menjadi sangat penting”, tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Media Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, DR Nursodik Gunarjo menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan media publik, antara lain media publik seharusnya berubah, dari yang sifatnya konvensional beralih menuju media berbasis digital.
“Ini sebuah keniscayaan. Tentu saja dengan catatan, tidak sepenuhnya meninggalkan masyarakat kita yang masih menggunakan media konvensional”, terangnya.
Oleh karena itu, lanjut Nursodik, pengelolaan media publik dilakukan secara komprehensif, meliputi media-media masakini tetapi masih menggunakan “old media” yang ternyata di masyarakat masih dibutuhkan keberadaannya.
Ditambahkan Nursodik, hal yang perlu ditekankan juga adalah bagaimana supaya media publik yang dikelola pemerintah ini bisa berintegrasi satu sama lain, artinya mereka didalam menyampaikan informasi saling berhubungan, saling berkaitan dan saling bekerjasama sehingga konten yang disampaikan oleh media publik yang satu dengan yang lain itu bisa “sama” menjadi narasi tunggal.
“Tidak harus sama persis, tetapi inti dari apa yang disampaikan itu, satu sama lain tidak saling bertentangan”, tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Informasi Publik dan Media Diskominfo Kalsel, Tarwin Patik Mustafa melalui Kepala Seksi Informasi Publik dan Media, Noor Aneka Lindawati mengungkapkan kegiatan sosialisasi ini dimaksud untuk mengenalkan media informasi publik yang dimiliki oleh Pemprov Kalsel, dan menyampaikan isu-isu prioritas pembangunan daerah provinsi Kalsel tahun 2023 serta strategi pengelolaannya.
“Selain itu, juga membuat kesepakatan bersama dalam bentuk rencana aksi dalam hal pengelolaan isu-isu prioritas pembangunan daearah Provinsi Kalsel tahun 2023,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat membuat perubahan dan perkembangan yang signifikan, khususnya pada seluruh SKPD yang mempunyai kepentingan dalam rangka mengawal enam isu prioritas pembangunan di lingkungan provinsi Kalsel.
“Upaya pembangunan/pengembangan penyelenggaraan urusan tersebut, mengharuskan persepsi yang sama, sinergisitas yang tinggi, koordinasi yang terarah, dan tekad yang kuat, sehingga tujuan dan sasaran dapat terwujud,” pungkas Linda.(NRH/RDM/APR)
TANAH LAUT – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, menggelar puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia, di Desa Sungai Bakau Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut, Senin (5/6) sore. Peringatan hari lingkungan hidup sedunia tersebut, dihadiri langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Bupati Tanah Laut Sukamta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, beserta Pejabat SKPD Lingkup Provinsi Kalsel. Pada kesempatan tersebut Gubernur Kalsel beserta seluruh jajaran, juga menggelar penanaman pohon Mangrove sebanyak 7000 bibit dipesisir lahan seluas 2,5 Hektare, dengan metode rumpun berjalan. Penanaman tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan gelombang laut menuju rumah pemukiman warga, serta pohon mangrove juga akan menjadi tempat berkembang biak para ikan.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan, Penanaman ribuan bibit mangrove adalah aksi nyata terhadap pengelolaan lingkungan untuk mewujudkan revolusi hijau. Tak lupa ia mengajak kepada Pemerintah Kabupaten-Kota, dan pihak swasta, untuk turut serta melakukan penanaman, agar dapat mengimplementasikan pengurangan emisi karbon sebagai upaya menjaga lingkungan yakni dengan menanam mangrove.
“Kita tidak akan menikmati apa yang kita tanam, namun anak-cucu dan generasi penerus kita akan memetik hasil dari yang kita tanam saat ini, ” ungkap orang yang akrab disapa Paman Birin ini.
Paman Birin melanjutkan, bumi dari tahun ke tahun selalu semakin panas. Oleh karena itu, Kalsel dengan program revolusi hijau yang sudah dicanangkan bertahun-tahun lalu lamanya, menjadi program yang penting dalam rangka mengantisipasi panas yang kita rasakan sekarang ini.
Tak lupa Paman Birin juga mengucapkan terima kasih kepada pihak swasta, yang telah peduli terhadap lingkungan. Penanaman 7000 mangrove ini, karena bumi kita yakni banua Kalsel masih memiliki lahan yang luas untuk ditanami. Dan tentu saja, Provinsi Kalsel meminta Bupati Kabupaten-Kota untuk menanam dimusim kemarau ini. Hal ini bertujuan agar dimusim penghujan nanti kita dapat memininalisir terjadinya musibah banjir.
“Ulun meminta rakyat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” tutup Paman Birin.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, bahwa penanaman mangrove dilakukan secara serentak pada 13 kabupaten dan kota. Dengan membeli bibit mangrove dari nelayan setempat, penanaman mangrove di Desa Sungai Bakau karena wilayah tersebut kerap dilanda abrasi, bahkan mengikis hingga ke tepi jalan aspal. Menurutnya, menjaga ekosistem laut seperti di pinggir pantai cukup penting sebagai upaya mencegah abrasi dan mengurangi pemanasan global.
“Bibit mangrove hanya bisa hidup dari tempat bibit tersebut disemai,” ungkap Hanifah.
Ia melanjutkan, persiapan pelaksanaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut dimulai dari aksi membersihkan sampah plastik di pesisir pantai. (MRF/RDM/APR)
BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta Pemerintah Kota, melakukan evaluasi dalam perekrutan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, kepada wartawan, ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (6/6).
Yamin menjelaskan, adanya kejadian baru-baru tadi, dugaan penganiayaan oknum guru, terhadap salah satu anak yang bersekolah di Pendidikan Anak Usia Dini, mendapat perhatian serius dari Wakil Rakyat. Ia meminta Dinas Pendidikan Banjarmasin dapat segera melakukan evaluasi untuk perekrutan tenaga pendidik PAUD tersebut.
“Kita tidak ingin kasus ini terjadi lagi, khususnya dalam dunia pendidikan,” ucapnya
Disampaikan Yamin, untuk menjadi tenaga pendidik khususnya di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, harus memiliki syarat dan klasifikasi yang profesional yaitu kunci utama mempunyai kesabaran sangat tinggi, karena anak-anak itu pemikiran dan tingkah laku masih polos, lebih aktif serta agresif.
“Para guru di PAUD bukan hanya sekedar mengajar, tetapi harus memahami karakter si anak, mengingat berinteraksi secara langsung dan lebih lama,” ungkapnya
Lebih lanjut Yamin menambahkan, ke depan untuk lebih baik lagi dalam memberikan pengawasan, setiap lingkungan sekolah sebaiknya memiliki fasilitas yang lengkap salah satunya kamera pengawas atau CCTV. Hal itu dimaksudkan mengawasi dari berbagai bahaya tidak terduga yang terjadi di kota ini.
“CCTV itu tidak hanya ditempatkan di sekolah PAUD, TK, SD bahkan SMP, sebagai bentuk pengawasan lebih optimal di lapangan,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)
TABALONG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Balangan, serta ke Kabupaten Tabalong pada Selasa (6/6). Kunjungan kerja (Kunker) tersebut dalam rangka memperkuat sinergi percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan dengan Pemerintah Kabupaten Tabalong, sebagai bentuk tindak lanjut komitmen bersama pada Rakerda Diskominfo se-Kalsel pada Mei lalu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tabalong yang telah berhasil mengentaskan wilayah blank spot di daerahnya. keberhasilan tersebut bisa menjadikan Kabupaten Tabalong sebagai kabupaten percontohan dalam penerapan pemerintahan berbasis smart city. Sehingga wilayah atau desa yang ada di Kabupaten Tabalong sudah tidak terdapat lagi blank spot, dalam rangka program smart city.
Kepala Dinas Kominfo Kalsel Muhamad Muslim
“Kita mendorong agar Pemerintah Kabupaten Tabalong membentuk tim koordinasi CSIRT untuk mengawal agar keamanan informasi tetap terjaga, dan bisa diintegrasikan dengan tim CISRT di Pemerintah Provinsi Kalsel,” ucap Muslim.
Ia mengungkapkan, selain Kabupaten Tabalong yang telah berhasil menerapkan Pemerintahan berbasis smart city, Kabupaten Balangan pun akan dibantu Pemerintah Provinsi Kalsel, untuk mengawal kelancaran pelaksanaan tiga urusan utama Diskominfo, yakni urusan informasi komunikasi publik, persandian dan keamanan, serta urusan statistik. Salah satunya terkait dengan pengentesan wilayah blank spot, yang saat ini masih terdapat 19 persen desa di Kabupaten Balangan yang masih terdapat blank spot.
“Dengan membuat perencanaan yang baik dan disampaikan kepada pemerintah pusat, agar di lokasi-lokasi strategis tertentu diwilayah blank spot tersebut bisa diusulkan untuk dibangunkan Base Transceiver Station (BTS),” lanjut Muslim.
Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Diskominfo Kalsel, juga mendorong Pemerintah Kabupaten Balangan untuk membentuk tim koordinasi CSIRT untuk mengawal keamanan siber dan informasi di Pemerintahan Kabupaten Balangan. Selain itu, kabupaten Balangan juga dihimbau agar memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Balangan dengan cara menyampaikan aspirasinya melalui aplikasi SP4N-LAPOR.
“Ini juga yang termasuk kita komitmenkan bersama, untuk kita berharap Pemerintah Kabupaten Balangan membentuk tim koordinasi CSIRT untuk mengawal keamanan siber dan informasi,” tutupnya.
Untuk diketahui, bukan hanya Tabalong dan Balangan yng jd sasaran kunjungan kerja Diskominfo Provinsi Kalsel kali ini, tapi sebelumnya Senin (5/6) pihaknya juga mengunjungi Pemkab Hulu Sungai Utara. (MRF/RDM/APR)
BANJARMASIN – Atlet Gulat Provinsi Kalimantan Selatan akan mengikuti Kejuaraan Internasional Gulat Pantai (Pasir) di Singapura.
Sekretaris Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Kalimantan Selatan Rijal Hamid mengatakan, satu atlet gulat Kalsel berhasil lolos untuk mengikuti kejuaraan internasional Gulat Pasir atau Pantai di Singapura tersebut.
“Seleksi dilaksanakan di Kaltim belum lama tadi,” ungkap Rizal.
Atlet tersebut, lanjutnya, atas nama Fahriansyah, yang berhasil menang pada seleksi kejuaraan tersebut.
“Sedangkan atlet gulat putri andalan Kalsel Roxana tidak bisa mengikuti kejuaraan tersebut, padahal sudah dipastikan lolos,” jelas Rizal lebih lanjut.
Sekretaris PGSI Kalsel Rijal Hamid
Namun, tambahnya, karena terkendala kewarganegaraan, meski sudah menjadi warga negara Indonesia, namun masih tercatat sebagai atlet gulat di Rumania.
Dalam kesempatan tersebut, Rijal juga menyampaikan keberhasilan atlet gulat junior Kalsel, yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kaltim, pada 26 – 27 Mei 2023 lalu.
“Provinsi Kalimantan Selatan mengirimkan 7 atlet gulat junior pada Kejurnas di Kaltim,”ujarnya.
Dan, ketujuh atlet tersebut berhasil memperoleh medali. Yang terdiri dari 4 medali emas, 2 medali perak, serta 1 medali perunggu.
“Melihat hasil tersebut maka PGSI bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus melakukan pembinaan terhadap atlet atlet gulat junior tersebut. Agar dapat terus memberikan prestasi untuk Banua ini kedepannya,” ucap Rijal. (SRI/RDM/APR)