KOTABARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengajak generasi muda untuk turut berkontribusi terhadap negara. Termasuk memaknai perjuangan dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya meminta generasi muda untuk turut serta memaknai bagaimana perjuangan pahlawan terdahulu untuk merebut kemerdekaan ini,” ujarnya pada rangkaian turdes ke 9 di SMA Negeri 1 Kotabaru, Senin (7/8) siang.
Penyerahan simbolis e KTP oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor kepada salah satu peserta didik SMAN 2 Kotabaru
Maka dari itu, dia berharap generasi muda atau yang biasa disebut dengan kaum milenial itu dapat menjadi pribadi tangguh serta mampu membawa perubahan ke arah lebih baik menjelang perayaan pucak HUT RI.
“Memang kita sudah merdeka tetapi momentum kemerdekaan ini pula harus dijadikan kekuatan dalam mempertahankan NKRI,” tegasnya.
Saat penyerahan secara simbolis 10 juta Bendera Merah Putih kepada Ketua MKKS Kabupaten Kotabaru oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor
Terlebih, semangat yang dimiliki peserta didik di SMA Negeri 2 Kotabaru membuat dirinya takjub dan bahkan kreatifivitas mereka mampu mencerminkan kemajuan bangsa kelak.
“Mereka ini luar biasa semangatnya. Terus menjadi generasi yang tangguh serta dapat berkontribusi terhadap bangsa,” harap orang dikenal dengan sapaan Paman Birin.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Kotabaru, Abdul Gapur, mengucapkan terima kasih sudah mau menyambangi sekolahnya. Bahkan, membuat dirinya bangga memiliki kepala daerah yang mau terjun langsung ke desa.
“Saya akui, jarang sekali ada pemimpin seperti Paman Birin,” tukasnya. (RHS/RDM/RH)
KOTABARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, berbagi cerita kepada warga Desa Tirawan, Pulau Laut Sigam, saat masa kecilnya tinggal di Rampa, Kabupaten Kotabaru.
“Dulu saya pernah tinggal di sana. Jadi berasa pulang kampung,” ujar gubernur dalam sambutannya pada rangkaian turun ke desa (turdes) kemerdekaan yang dilaksnaakan sejak 3 Agustus lalu.
Suasana saat penyambutan kedatangan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Desa Tirawan dengan memperlihatkan seni bela diri kuntao.
Ia mengungkapkan, kemajemukan budaya juga membuatnya semakin teringat masa kecil bersama dengan orang tuanya.
“Tadi diperlihatkan silat ‘kuntao’. Nah, ini betapa kayanya budaya kita, adat kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” ucapnya.
Selain membawa misi penanganan inflasi, stunting dan tertib adminduk, orang nomor satu di Kalsel itu meminta agar masyarakat di Desa Tirawan tetap mempererat tali persaudaraan. Tujuannya untuk menjaga persatuan.
“Mari bersama-sama kita lestarikan budaya kita serta turut berkontribusi pada kemajuan bangsa dan rakyat,” bebernya.
Menjelang pesta demokrasi, Paman Birin (sapaan akrab Gubernur) juga berharap melalui perekaman e KTP bisa berdampak positif terhadap efektivitas pemilu 2024.
“Suara anda menentukan kualitas dari kepala daerah. Pemimpin itu dipilih rakyat dan rakyat yang berhak memilih pemimpin itu sendiri untuk kemajuan suatu negara,” tukasnya. (RHS/RDM/RH)
BANJAR – Keluhan terkait tarif dan kualitas air dari Perusahaan Terbatas Air Minum (PTAM) Intan Banjar kembali disampaikan warga Kabupaten Banjar.
Kali ini dari warga Desa Jawa Laut Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar yang menyampaikan keluhan tersebut saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Kalsel Tahun 2018-2038 oleh Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail, baru-baru ini.
Suasana Sosper Nomor 19 Tahun 2018 oleh Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail
Disela kegiatan, salah satu Tokoh Masyarakat, Jaini mengungkapkan banyak warga yang enggan berlangganan air bersih dengan PTAM karena tarif yang dinilai cukup tinggi. Selain itu, lanjutnya, kualitas air yang diberikan pun jauh dari harapan.
“PDAM ini memang pemasangannya gratis tapi banyak warga tidak mau berlangganan. Mungkin karena bayarannya itu dianggap mahal dan kualitas airnya tuh kurang,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Isra Ismail berharap aspirasi warga ini menjadi perhatian serius dari pihak terkait. Terlebih tarif yang dikenakan juga diharapkan memperhatikan warga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
“Yang berkaitan dengan air bersih ini harapan dari masyarakat, kiranya air bersih ini betul-betul bisa dimanfaatkan dengan baik dan bersih. Dan tadi mengharapkan mungkin yang dimaksud iuran dipertimbangkan atau diringankan bagi masyarakat miskin sehingga mereka bisa menikmati air bersih dari PDAM Kabupaten Banjar,” tuturnya.
Isra menambahkan keberadaan air bersih juga erat kaitannya dengan Perda Nomor 19 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Kalsel Tahun 2018-2038 yang disosialisasikan yang mana didalamnya berfokus pada pemanfaatan dan pengembangan Sumber Daya Alam (SDA).
Sementara, Sekretaris Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Kris Wibowo sebagai narasumber kegiatan, menyambut baik atas sosialisasi perda tentang rencana pembangunan industri di Kalsel. Dalam kegiatan ini, dirinya dapat menginformasikan hal-hal terkait program-program tentang pengembangan industri dalam rangka meningkatkan nilai tambah SDA maupun SDM yang ada di masyarakat Kalsel.
“Kita ambilkan contoh tadi berkaitan dengan pemanfaatan masyarakat bisa mengolah hasil pertanian dan perikanan yang bisa dikemas dan dijual secara luas,” tambahnya.
Diharapkan melalui kegiatan ini, pengembangan potensi dari SDA dalam rangka Rencana Pembangunan Industri bisa berjalan maksimal. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Antuasias masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan sangat tinggi untuk menonton film pahlawan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang dilaksanakan di gedung teater Perpustakaan.
Para Siswa MI Istiqlal Banjarmasin berbaris rapi memasuki gedung teater
Kegiatan yang digelar selama bulan Agustus 2023 oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel ini dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalimantan Selatan ke 73 dan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesi ke-78.
“Ini gratis kita adakan, tentunya kita ingin anak-anak mengenal pahlawan dari Kalsel, serta memeriahkan dua momentum besar di bulan yang sama,” kata Bunda Nunung (sapaan akrab kadispersip, saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Senin (7/8).
Para Siswa MI Istiqlal Banjarmasin Dengan Tertib Menonton Film Pahlawan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
Bunda Nunung juga mengucapkan terimakasih atas antusiasme masyarakat terhadap kegiatan nonbar film pahlawan ini. Ia mengungkapkan hingga saat ini, masyarakat yang mendaftarkan diri ingin menonton film tersebut sudah penuh sampai tanggal 16 Agustus 2023.
“Tapi jangan khawatir, masyarakat masih tetap bisa mendaftar karena nonbar film pahlawan ini diselenggarakan selama bulan Agustus 2023,” tuturnya.
Untuk jadwal kegiatan pemutaran film dilaksanakan Senin sampai Kamis di Ruang Teater Perpustakaan Palnam. Dibagi menjadi dua waktu yang berbeda yakni Sesi 1 jam 09.00-11.00 wita dan Sesi 2 jam 13.00-15.00 wita dengan target 60 orang persesinya.
Bunda Nunung juga mengucapkan terimakasih atas sinergi dan kerjasama yang baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel yang telah menyediakan film untuk diputar di gedung teater perpustakaan palnam.
Sementara, salah satu guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Istiqlal Banjarmasin, Rusiyanti mengapresiasi atas kegiatan nonbar yang diadakan oleh Dispersip Kalsel tersebut.
Bahkan pada kesempatan ini, pihaknya membawa sebanyak 51 orang siswa dan 4 guru pendamping lainnya untuk nonbar.
“Selain seorang pahlawan, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari juga dikenal sebagai tokoh ulama besar asal Kalsel. Untuk itu kami ingin tahu lebih dalam tentang sosok beliau ini,” jelasnya.
Sedangkan salah seorang Siswa MI Istiqlal Banjarmasin, Fauzan Ansyari mengatakan, film yang diputar sangat bagus dan banyak pelajaran yang bisa diambil dari film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari tersebut.
“Saya sangat senang, dan filmnya juga bagus, apalagi banyak yang yang dapat diambil untuk dipelajari dalam kehidupan sehari-hari” tukasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Setelah vakum selama kurang lebih 3 tahun akibat pandemi COVID-19, akhirnya Bankers Day kembali digelar pada tahun 2023 ini. Bankers Day digelar digelar pada 5-6 Agustus 2023 dan 12-13 Agustus 2023.
Jajaran pimpinan BMPD Kalsel berfoto bersama peserta Bankers Day
Pekan pertama pada 5-6 Agustus, diisi dengan sejumlah lomba olahraga. Yakni mini soccer, bulutangkis dan tenis meja serta e-sport. Sedangkan pada 12-13 Agustus, digelar lomba seni berupa Madihin dan fashion show Sasirangan.
Kepada wartawan, usai membuka Bankers Day di lapangan mini soccer kawasan Banua Anyar Banjarmasin akhir pekan tadi, Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), sekaligus Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Wahyu Pratomo mengatakan, bahwa Bankers Day digelar untuk meningkatkan kebersamaan dan solidaritas insan perbankan di Kalimantan Selatan.
“Tantangan perekonomian semakin sulit kedepannya, apalagi kondisi keuangan dunia saat ini masih belum membaik. Ini tentunya dapat membawa dampak buruk pada perekonomian Indonesia dan juga Kalsel,” ujar Wahyu.
Menurutnya, perbankan memegang peranan penting dalam perekonomian dan keuangan, karena itulah kegiatan seperti Bankers Day sangat penting untuk dilakukan.
Di sisi lain, Bankers Day juga menjadi ajang pencarian talenta terpendam, di bidang olahraga dan juga seni.
Tercatat ratusan bankers dari 40 perbankan anggota BMPD Kalsel, mengikuti kegiatan ini. Peserta paling banyak adalah pada cabang e-sport dengan 200 lebih peserta. Total hadiah yang diperebutkan mencapai hampir 40 juta rupiah. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangkaian Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan ke – 1, sebanyak 300 peserta mengikuti Festival Pawai Nusantara 2023.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti, bertempat di Lapangan Sepak Bola Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.
Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, menyerahkan Penampil terbaik antar kontingen Provinsi Kalimantan Tengah
Kepada wartawan, Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nitta Aulia, pada Sabtu (5/8) disela kegiatan mengatakan, Festival Pawai Nusantara 2023 ini, untuk startnya dimulai dari Lapangan Sepak Bola Kayu Tangi, menuju Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, dengan berjalan kaki.
Kasi Promosi dan Dokumentasi UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nitta Aulia
Untuk peserta terdiri dari UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Tengah, UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur, Komunitas Seni masing-masing Kabupaten dan Kota.
“Para peserta ini menampilkan berbagai pakaian adat sebagai ciri khas budaya lokal daerah masing masing,” katanya
Disampaikan Nitta, setelah berjalan kaki sekitar 1 kilometer, mereka kemudian menampilkan berbagai atraksi di halaman panggung Bakhtiar Sanderta, untuk diberikan penilaian oleh tiga juri, yaitu Mukhlis Maman, Rudi Karno dan Rudi Nugraha yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
“Dari 300 peserta ada sebanyak 14 group, satu group minimal 10 orang,” jelasnya
Sementara itu, salah satu juri Festival Pawai Nusantara 2023, Mukhlis Maman, menyampaikan, ada beberapa yang dinilai dari penampilan peserta,mulai dari kostum, kreatifitas, keserasian dan aksesoris. Ia berharap, ke depan lebih baik lagi, karena ini bisa menjadi agenda rutin, agar para seniman bisa terus berkreasi dan menampilkan yang terbaik.
“Kami selalu para juri sangat apresiasi seluruh peserta pawai sudah menampilkan yang terbaik,” tutupnya.
Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, dengan Dewan Juri dan Para Pemenang
Untuk diketahui, terpilih pemenang Festival Pawai Nusantara 2023, Juara pertama Sanggar Seni Ayu Putri, Juara Kedua Sanggar Seni Nuasa dan Penampil terbaik antar kontingen yaitu Provinsi Kalimantan Tengah. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, menjadi tuan rumah dalam kegiatan, Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan ke -1 tahun 2023.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel, didampingi UPTD Taman Budaya Kalsel, Kalteng, Kalbar, dan Kaltim
Kegiatan dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel, Sulkan, bertempat di Panggung Terbuka Bakhtiar Sanderta, Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin, pada Jumat (4/8) malam.
Sulkan mengatakan, dengan digelarnya Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan ke -1, sebagai tonggak awal untuk lebih proaktif dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan di kawasan Kalimantan, demi masa depan yang gemilang. Mengingat ada banyak keunikan dan kekhasan Budaya Lokal seperti pakaian adat, rumah adat, tarian adat dan alat musik tradisional hingga kuliner.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel, Sulkan, didampingi Sekretaris Disdikbud Kalsel dan Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel
“Tanah Kalimantan menyimpan kearifan lokal yang tidak ternilai harganya,” ucap Sulkan
Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, mengatakan, Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan ke -1, tentunya dapat semakin mempererat kebersamaan antara para pelaku budaya di tanah borneo, sekaligus memberikan kesadaran bagi generasi muda, bahwa kebudayaan merupakan salah satu yang diwariskan oleh nenek moyang, yang memiliki peranan penting dalam peradaban bangsa Indonesia.
Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, saat memberikan komentar pada awak media
“Tema yang diangkat sangatlah tepat yaitu “Barakatan Harmoni Ragam Budaya di Tanah Borneo”, ucapnya
Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, pihaknya sangat bersyukur dan mengapresiasi atas terselenggaranya Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan kesatu ini, telah berjalan lancar dan sukses. Ia berharap, dapat terjalin tali silaturahmi untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman dan ide, guna menjadikan kekayaan budaya yang akan terus dibanggakan dan dilestarikan.
“TKTBRK ke-1 ini merupakan salah satu bentuk cinta, terhadap seni budaya yang memiliki keanekaragaman daerah masing-masing,” tutup Yanti.
Diakhir acara, digelar penyerahan secara simbolis, untuk tuan dalam Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan kedua, yang mana tuan rumahnya nanti dari UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2024 mendatang.
Untuk diketahui, Provinsi dalam Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan ke -1, yaitu UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Tengah, UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur, UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat, dan UPTD Taman Budaya Sentawar Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan digelar selama tiga hari mulai 4 – 6 Agustus 2023, dengan rangkaian, Gelar Karya Kesenian Tari Pedalaman, Festival Pawai Nusantara, dan Gelar Karya Kesenian Pesisir, yang dipusatkan di Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
KOTABARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, merespon cepat permintaan warga Desa Rampa Berkah, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru. Permintaan tersebut berupa alat tangkap nelayan untuk melaut.
Pasalnya, 97 persen warga Rampa mayoritas profesinya sebagai nelayan. Sehingga, wajar saja permohonan ini diminta agar terealisasi supaya pertumbuhan ekonomi mereka dapat berjalan baik dan dapat mengejar penurunan angka inflasi yang saat ini masih terjadi.
“Dengan ini, saya mengharapkan Kadis Lautkan dapat merealisasikan tersebut. Tentu, tujuan ini agar terciptanya pertumbuhan perekonomian masyarakat yang baik dan mampu mendorong penurunan inflasi khususnya di Kotabaru,” ujar Paman Birin dalam sambutannya pada pelaksanaan Turun ke Desa (Turdes) yang digelar di Desa Rampa Berkah, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Minggu (6/8) malam.
Pembagian bantuan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel M Yani Helmi kepada warga Desa Rampa Berkah, Pulau Laut Utara, Kotabaru, Minggu (6/8) malam.
Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, Gubernur Kalsel, turut bisa merealisasikan hal tersebut sejalan dengan misi Paman Birin yakni selain memaksimalkan perekaman e KTP dan menekan stunting juga menekan terjadinya kenaikan angka inflasi di Kalsel.
“Silahkan Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel agar dapat merealisasikan ini. Berharap tumpuan pendapatan warga Rampa terus berjalan berkelanjutan,” harapnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Kotabaru, Minggu Basuki, menyampaikan, saat ini kerja keras yang dilakukan pemerintah daerah di Kotabaru adalah inflasi. Mengingat, penanganan tersebut merupakan visi Gubernur Kalsel dalam pelaksanaan Turdes.
“Kita ketahui stunting juga menjadi titik fokus kita bersama. Inflasi juga menjadi titik fokus kami. Dengan hadirnya kegiatan Turdes yang digagas Gubernur Kalsel Paman Birin dapat memenuhi turunnya angka tersebut,” ungkap Basuki dalam isi sambutan Bupati Kotabaru Sayed Jafar yang ia dibacakan.
Di lokasi yang sama dalam sambutannya, Kades Rampa Berkah, Syamsir Alam, menuturkan, rata-rata warganya untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah mencari ikan di laut atau dikenal sebagai nelayan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Paman Yani juga ikut berkontribusi dalam pembagian nasi kuning (Warung Sekenceng) di Desa Rampa Berkah
“97 persen warga di sini merupakan nelayan. Kami berharap besar agar Paman Birin dapat merealisasikan permintaan ini. Bahkan, hal ini turut diserukan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Paman Yani yang tujuannya tidak lain sebagai peningkatan ekonomi,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)
TANAH BUMBU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor bersama rombongan Turun ke Desa (Turdes) Kemerdekaan, akhirnya menyambangi SMA Negeri 1 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (6/8) malam.
Kedatangannya itu langsung disambut jajaran SMA Negeri 1 Simpang Empat, Tanah Bumbu. Didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi yang bersama-sama melakukan program revolusi hijau dengan menanam pohon dilokasi setempat.
Kampanye revolusi hijau dari Gubernur Kalsel Paman Birin kepada peserta didik SMA Negeri 1 Simpang Empat Tanbu
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dalam sambutannya mengungkapkan, pentingnya menggalakkan menanam pohon. Mengingat, pohon merupakan keberlangsungan hidup yang penting untuk masa depan.
“Tanamkan dalam hati kita semua. Menanam sampai akhir hayat. Karena menanam juga menyelamatkan kita dari bencana termasuk banjir. Maka dari itu, ayo terus kita gerakan revolusi hijau ini,” tegasnya.
Maka dari itu, orang nomor satu di Kalsel itu mengajak generasi muda agar turut serta membantu menyebarluaskan program yang terus digalakkan pemerintah.
“Saya harapnya agar menanam dan terus menanam untuk anak cucu kita,” harapnya.
Penyerahan simbolis bantuan Gubernur Kalsel Paman Birin dalam rangkaian Turdes di SMAN 1 Simpang Empat Tanbu
Selain pemberian bantuan secara fisik, Paman Birin juga menggelar perekaman e KTP di setiap kabupaten/kota yang dikunjungi.
“Sebab itu, dalam turdes kali ini juga memastikan perekaman e KTP berjalan baik. Sepanjang wilayah yang kita singgahi, pelaksanaannya sudah sangat bagus,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Simpang Empat, Abdul Rokhim, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang berkesempatan menjenguk sekolahnya tersebut dalam rangkaian kegiatan Turdes ke 9 ini.
“Semoga Gubernur Kalsel dalam perjalan diberikan keselamatan dan kesehatan,” tuturnya dalam sambutan kegiatan turdes kemerdekaan di SMA Negeri Simpang Empat, Tanbu.
Terlepas dari itu, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini juga menyerahkan secara simbolis bantuan bibit pohon, tablet tambah darah bagi remaja dalam rangka pencegahan stunting. Serta 10 juta bendara Merah Putih yang diterima sejumlah perwakilan mulai peserta didik hingga masyarakat.
Tujuan dilaksanakannya Turdes kali ini oleh Paman Birin itu mempunyai tiga misi utama yakni penanganan inflasi, stunting dan perekaman KTP elektronik. (RHS/RDM/RH)
BALANGAN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor memastikan keinginan warga SMKN 1 Batumandi, Balangan, untuk memasang paving block di lapangan mereka bisa terpenuhi.
Sejumlah siswa berpakaian adat provinsi menampilkan tarian nusantara saat menyambut Gubernur Kalsel beserta rombongan
“Insyaallah secepatnya bantuan akan kami berikan,” ujar Gubernur akrab disapa Paman Birin saat menyambangi SMKN 1 Batumandi, dalam rangka Turdes Kemerdekaan Bergerak Lintas Beribu Sungai Banua, Sabtu (5/8) petang.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat memberikan sambutan
Mendengar hal itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Batumandi Tajuddin mengaku sangat bersyukur. Apalagi lapangan sekolah yang dipimpinnya, selalu tergenang air cukup tinggi usai dilanda hujan.
“Jadi sulit ketika ada kegiatan di lapangan, terutama ketika mau melaksanakan upacara bendera,” bebernya.
Ia juga berterimakasih kepada Gubernur karena telah datang langsung ke sekolahnya. Menurutnya, kedatangan orang nomor satu di Kalsel itu sangat ditunggu-tunggu oleh warga sekolah.
“Kami sangat senang. Mudah-mudahan rombongan turdes selamat sampai tujuan akhir,” harapnya.
Di lokasi ini, Paman Birin juga kembali memberikan bantuan dan penyerahan e-KTP secara simbolis kepada siswa. Sebab hal itu merupakan tujuan utama kegiatan turdes kali ke sembilan ini. (SYA/RDM/RH)