BANJARMASIN – Puluhan pengrajin UMKM di Kota Banjarmasin meramaikan, Festival Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tahun 2023, di Kawasan RTH Kamboja, Jumat (18/8). Dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina,
“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi terhadap, pelaksanaan Festival UMKM yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UMKM, serta Ketenagakerjaan Kota Banjarmasin,” ungkap Ibnu.
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina
Festival UMKM ini, lanjutnya, digelar, dalam rangka peringatan Hari UMKM di Kota Banjarmasin.
“Peringatan Hari UMKM diperingati setiap tanggal 12 Agustus, dan di Kota Banjarmasin diperingati pada saat ini,” ujar Ibnu.
Untuk Festival UMKM ini diikuti oleh Wira Usaha Baru binaan dari Pemerintah Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Isa Anshari menjelaskan, pihaknya menggelar Festival UMKM Tahun 2023 ini, banyak diikuti oleh pelaku UMKM binaan Pemerintah Kota Banjarmasin.
“UMKM yang ikut pada Festival ini, merupakan binaan yang masuk dalam Kawal Inkubator,” ungkap Isa.
Untuk saat ini, lanjutnya, UMKM Kawal Inkubator binaan Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin sebanyak 20 pelaku UMKM.
“Dari 50 yang dibina hanya 20 pelaku UMKM yang dapat bertahan hingga saat ini,” ucapnya.
Isa berharap, pelaku UMKM Kawal Inkubator di Kota Banjarmasin ini dapat terus mengalami peningkatan. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Meski angka inflasi di Kalimantan Selatan dinyatakan turun oleh Pemerintah Pusat dibawah 4 persen, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasaran.
Hal itu disampaikan, Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Fajar Desira, kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya baru-baru tadi.
Fajar menjelaskan, selama beberapa bulan di tahun 2023 ini, telah rutin menggelar Pasar Murah, khususnya di tiga wilayah yang masih terjadi kenaikan angka inflasi, yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Kotabaru. Namun, Pemerintah Pusat menyampaikan data untuk di Kalsel terjadi penurunan dibawah 4 persen. Sehingga, rencananya pasar murah tetap akan digelar secara reguler, menjelang Hari Besar Keagamaan pada Desember 2023 mendatang.
“Turunnya angka inflasi dibawah 4 persen, otomatis tidak lagi digelar setiap bulannya operasi pasar,” ungkapnya
Disampaikan Fajar, saat ini pihaknya akan terus melakukan pemantauan di pasaran, terutama sembilan bahan pokok diantaranya gula pasir, beras, telur ayam, minyak goreng, dan tepung, agar ketersediaannya tetap terkendali. Namun kalau terjadi gejolak harga dipasaran, maka dana tidak terduga akan dipersiapkan untuk kembali digelar operasi pasar.
“OP khusus daerah yang menjadi sasaran kenaikan inflasi. Namun, selama masih turun dibawah 4 persen tidak kita gelar,” jelasnya
Lebih lanjut Fajar menambahkan, untuk harga bahan pokok juga cenderung masih aman tidak ada mengalami kenaikan yang signifikan. Ia berharap, Kabupaten dan Kota lainnya dapat memantau, baik harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah masing-masing.
“Kami imbau warga membeli keperluan bahan pokok seperlunya, jangan melakukan aksi borong,” tutup Fajar. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melakukan penanaman pohon di lingkungan Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Jumat (18/8).
Paman Birin saat melakukan penanaman bersama jajaran Forkopimda didampingi Kadishut Kalsel Fatimatuzzahra
Kegiatan ini masih merupakan rangkaian memeriahkan Hari Jadi (Harjad) Provinsi Kalsel ke 73. Tak hanya diikuti jajaran kepala SKPD, namun, turut dihadiri unsur pimpinan daerah yakni Lanud Syamsudin Noor, GM PT Angkasa Pura I, Korem 101/Antasari, Polda Kalsel, Ketua DPRD Kalsel serta staf ahli dan khusus Gubernur.
Foto bersama : Gubernur Kalsel bersama Danlanud Syamsudin Noor dalam menggelorakan gerakan revolusi hijau
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mengatakan, kesadaran untuk terus memiliki ikatan menjaga alam harus ditanamkan dalam diri. Apalagi, banyak manfaat yang didapatkan.
“Revolusi hijau terus kita gelorakan. Menanam dan terus menanam. Itu yang harus kita wujudkan sebagai anak banua,” ujarnya kepada awak media, usai melaksanakan penanaman pohon bersama jajaran Forkopimda.
Ia turut mengingatkan, pohon yang ditanam tak hanya bisa dinikmati secara pribadi. Melainkan, kedepan dapat dirasakan anak cucu.
“Hari ini kita mewarisi dan menikmati berbagai jenis tanaman. Kita ketahui, orang tua dizaman dulu rajin menanam pohon. Maka dari itu, sebagai generasi penerus harus dilanjutkan demi anak cucu kita ke depan,” harap orang nomor di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fatimahtuzzahra, mengungkapkan, tercatat ada sekitar 10,4 hektare lahan di kawasan Bandara Syamsudin Noor dapat dimanfaatkan untuk diselenggarakannya penghijauan.
“Lahan yang ada dipinggir jalan sekitaran menuju bandara kita manfaatkan untuk penghijauan,” ungkapnya.
Ia menyebut, keberhasilan ditanamnya jutaan pohon yang tersebar di Kalsel itu tentu tak lepas dari dukungan kepala daerah dalam hal ini Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.
“Inilah wujud nyata Gubernur Paman Birin dalam mendorong program revolusi hijau. Mari kita bersama-sama untuk menjaga alam dengan menanam pohon,” tukasnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Sebagai wujud syukur dalam memperingati Hari Jadi ke-73 Provinsi Kalimantan Selatan dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel dan jemaah Masjid Sabilal Muhtadin, melaksanakan sholat hajat dan Batamat Al-Qur’an pada Kamis (17/8) malam.
Gubernur Kalsel bersama jemaah masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin batamat Al Qur’an
Usai sholat Magrib dan sholat hajat bersama, Paman Birin memulai batamat Al-Qur’an dengan membaca surah Ad-Dhuha dan dilanjutkan dengan jemaah lain hingga surah An-Nas.
Disampaikan Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin (BPMRSM), Darul Qutni, bahwa kegiatan batamat Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan setiap tahun, Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor selalu hadir.
“Setiap kegiatan batamat Al-Quran Bapak Gubernur selalu bersama kita. Alhamdulillah juga pada malam hari ini, kita doakan mudah-mudahan beliau dalam keadaan sehat walafiat, panjang umur, melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” katanya.
Darul Qutni juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada jemaah yang berhadir pada kesempatan tersebut, dan telah mengikuti berbagai kegiatan.
“Partisipasi kaum muslimin dan muslimat pada malam ini kami hargai. Pada malam ini kita bersama gubernur sholat hajat dan mendoakan agar Banua kita semakin baik dan semakin baik lagi,” ucapnya.
Darul Qutni menambahkan, sebagai pintu gerbang Ibukota Nusantara (IKN) yang ditafsirkan secara harfiah oleh Paman Birin dengan Kalsel Babussalam, memiliki makna pintu keselamatan.
“Jadi nama Babussalam ini mengingatkan kita selalu kepada Paman Birin, karena sidin yang memulai kegiatan ini. terimakasih Paman Birin,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutannya Paman Birin menyampaikan, sholat hajat dan batamat Al-Qur’an sebagai bentuk rasa syukur atas karunia dan rahmat yang diberikan Allah SWT kepada bangsa dan Banua, Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan
“Bangsa kita telah merdeka 78 tahun dan Banua kita telah berusia 73 tahun, banyak persoalan yang terjadi. Namun karena kita sabar dan bersyukur, kita mendapat nikmat yang luar biasa dari sang Maha Pencipta,” ucapnya.
Paman Birin menuturkan bahwa dirinya teringat akan empat sahabatnya yakni si Sukri (Syukur), si Sabri (Sabar), si Rahmat (Rahmat) dan si Atun (Niat) karena dengan berpegang pada mereka dirinya mampu melalui segala persoalan.
“Mudah-mudahan kita sebagai kaum muslimin selalu bersabar dalam menghadapi segala persoalan dan mampu melaluinya,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, diakhir tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz Ilham Humaidi juga dilaksanakan pembacaan doa dan tahlil untuk menghadiahi para pahlawan yang sudah gugur memperjuangkan bangsa dan Banua. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel memberikan dorongan kepada Dispersip kabupaten/kota untuk terus meningkatkan kunjungan masyarakat ke perpustakaan.
Kabid Perpustakaan Daspurda Banjarbaru, Diah Yuliasih (kiri) bersama tim IT berkunjung ke gedung teater Perpustakaan Palnam
Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan salah satu upaya yang disarankan pihaknya yakni dengan melaksanakan nonton bareng (nonbar) film-film sejarah kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Darpusda) Kota Banjarbaru agar studio mini yang dibangun saat kepemimpinannya dulu bisa dimanfaatkan dengan baik.
“Kami sarankan agar Daspurda Kota Banjarbaru mengikuti langkah kami untuk melaksanakan nobar, dengan memanfaatkan studio mini yang dibangun saat kepemimpinan saya dulu,” jelasnya, Kamis (17/8).
Nurliani menuturkan agar Daspurda Kota Banjarbaru bisa berkoordinasi dengan pihaknya atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel untuk meminta file filmnya.
“Alhamdulillah hari ini Kabid Perpustakaan Daspurda Kota Banjarbaru datang ke Perpustakaan Palnam untuk meminta file film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk ditayangkan di studio mini milik mereka,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Daspurda Kota Banjarbaru, Slamet Riyadi yang diwakili Kepala Bidang Perpustakaan, Diah Yuliasih bersama tim IT langsung bergerak cepat berkunjung ke Perpustakaan Palnam Banjarmasin untuk berkoordinasi dan meminta salinan file film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Diah mengaku senang atas dorongan yang diberikan oleh Kepala Dispersip Kalsel dan antusias untuk melakukan pemutaran film tersebut di studio mini Daspurda Kota Banjarbaru.
“Kami sangat senang mendapatkan dorongan dari Bunda Nunung (sapaan akrab Kadispersip Kalsel). Selama ini studio mini milik kami digunakan untuk menerima kunjungan dari sekolah-sekolah setempat, kami juga pengen seperti Dispersip Kalsel bisa memutar film tersebut dan mengenalkan sejarah Kalsel kepada masyarakat Kota Banjarbaru,” tuturnya.
Saking antusiasnya, Diah menerangkan bahwa pihaknya siap melakukan pemutaran film tersebut pada Senin depan dengan mengundang sejumlah sekolah yang ada di Kota Banjarbaru.
Untuk kapasitas sendiri, Diah menuturkan jika studio mini Daspurda Kota Banjarbaru hanya mampu menampung sebanyak 40 orang saja, sehingga untuk pemutaran nanti akan dilakukan secara persesi.
Tidak hanya film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Diah menjelaskan bahwa kedepan pihaknya berencana melakukan pemutaran film sejarah secara rutin.
“Kami ingin secepatnya bisa melakukan pemutaran film ini. Tidak hanya kali ini saja, kedepan kami juga akan berkoordinasi dengan Dispersip Provinsi Kalsel dan Perpustakaan Nasional RI untuk peminjamam atau izin pemutaran film-film yang lain,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel menggelar berbagai macam lomba.
Suasana Lomba Tepung Estafet
Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh jajaran Dispersip Provinsi Kalsel mulai dari Perpustakaan Palnam, Perpustakaan Tendean, dan Depo Arsip.
Peserta Lomba Fashion Show Tema “Mata Pencaharian”
Dengan penuh semangat mereka mengikuti seluruh rangkaian perlombaan 17-an tersebut. Sedangkan keseluruhan hadiah yang disiapkan, nilainya mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, selain untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI, lomba ini dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antar pegawai Dispersip Provinsi Kalsel.
“Lomba ini kami adakan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, ada beberapa lomba yang kami laksanakan diantaranya, lomba makan kerupuk, lomba estafet sarung, lomba estafet tepung, lomba menyanyi, lomba tarik tambang, lomba fashion show, lomba balap karung, dan lomba e-sport,” jelasnya, di sela kegiatan lomba, pada Kamis (17/8).
Tidak hanya mempererat tali silaturahmi, Nurliani mengungkapkan melalui lomba ini pihaknya ingin memupuk kembali rasa nasionalisme dan cinta tanah air kepada seluruh jajaran Dispersip Kalsel.
“Pada hari ini kami semua berkumpul, melalui kegiatan ini kami ingin memupuk rasa cinta tanah air dan menjalin keakraban sesama pegawai, sebab pada hari-hari biasa kami jarang bertemu karena kesibukan masing-masing,” terangnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, menyerahkan remisi umum kepada narapidana dan anak binaan Lembaga Permasyarakatan di Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalsel saat tiba di Lapas Kelas IIB Banjarbaru
Penyerahan remisi ini secara simbolis berlangsung di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, pada Kamis (17/8) siang.
Turut hadir bersama, KH Wildan Salman yang memimpin doa mengawali acara, dan Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan sejumlah pimpinan Forkopimda Kalsel.
Setelah penyerahan SK Menkum HAM tentang pemberian remisi umum narapidana dan anak binaan di Provinsi Kalsel, Paman Birin kemudian membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM, Prof Yasonna Laoly, dan dilanjutkan dengan pemberian cenderamata dari warga binaan kepada Paman Birin berupa papan nama berdesain burung Garuda dan lukisan hitam putih Paman Birin dan istri,Raudatul Jannah.
Atas nama pribadi dan pemerintah Kalsel, Paman Birin menyampaikan selamat kepada penerima remisi umum tahun ini.
Tentunya remisi ini bisa dimanfaatkan dan dijalani dengan baik, karena kehidupan ke depan masih panjang.
Harapan Paman Birin, mereka nantinya bisa kembali ke masyarakat dengan tindakan atau perilaku lebih baik dan masyarakat pun diharapkan mereka mereka dengan baik juga.
“Kembali bekerja dengan normal, mencari rezeki dari Allah SWT,” pesannya usai acara.
Tahun ini, sebanyak 175.510 narapidana di Indonesia menerima Remisi Umum (RU) 2023 pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-78. Bahkan, 2.606 di antaranya langsung bebas.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI (Menkumham) Yasonna H. Laoly dalam pidato sambutannya yang disampaikan gubernur menyebutkan, remisi kepada Warga Binaan bukan semata-mata diberikan secara sukarela oleh pemerintah, namun merupakan sebuah bentuk apresiasi dan penghargaan bagi mereka yang telah bersungguh-sungguh mengikuti program-program pembinaan yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dengan baik dan terukur.
Sebagai bentuk apresiasi, ujar Yasonna, negara memberikan remisi kepada narapidana yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi, dan disiplin yang tinggi dalam mengikuti program pembinaan.
Yasonna pun berpesan untuk menjadikan momentum ini sebagai sebuah motivasi untuk selalu berperilaku baik, mematuhi aturan yang berlaku, dan mengikuti program pembinaan dengan giat dan bersungguh-sungguh.
Di tempat yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalsel, Faisol Ali dalam laporannya menyebutkan, tahun ini pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM memberikan remisi umum kepada 7.631 narapidana dan anak yang tersebar di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyakaratan di Kalsel.
Pemerintah memberikan apresiasi bagi mereka yang menunjukkan prestasi, dedikasi dan disiplin yang tinggi, dan berkomitmen dengan program pembinaan yang dijalankan pihak lapas.
Disebutkan Faisol, remisi umum adalah remisi yang diberikan kepada para narapidana dan anak yang berkonflik dengan hukum pada tanggal 17 Agustus di setiap tahunnya guna memperingati Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Besaran remisi dipengaruhi dengan seberapa lama masa hukuman yang dijalani. Biasanya, besaran remisi umum yaitu 1-6 bulan. Remisi bertujuan untuk memenuhi hak narapidana dan anak pidana atau Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH).
Kemudian, untuk mengapresiasi narapidana dan ABH yang berhasil menunjukkan memperbaiki perilaku serta meningkatkan kualitas dan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan agar dapat hidup mandiri.
Selain itu, memberikan kesempatan dan motivasi kepada para narapidana dan ABH untuk mendapatkan kesejahteraan sosial, pendidikan, dan keterampilan guna mempersiapkan diri di tengah masyarakat, dan Menghemat anggaran negara (kebutuhan pokok narapidana dan ABH, seperti makan).
Selain remisi umum, terdapat remisi Khusus yakni remisi yang diberikan kepada narapidana atau anak yang berkonflik dengan hukum dikarenakan adanya hari besar keagamaan yang dianut oleh narapidana atau anak yang berkonflik dengan hukum tersebut. Remisi menyangkut hari besar keagamaan hanya diberikan satu kali dalam setahun bagi setiap agama.
Berdasarkan Pasal 7 Ayat 2 Kepres Nomor 174 Tahun 1999, perhitungan lama masa pidana yang dijalani menjadi dasar untuk menentukan besaran remisi khusus.
Besaran remisi terhitung sejak tanggal penahanan sampai hari besar keagamaan yang dianut oleh narapidana atau anak yang berkonflik dengan hukum.
Apabila suatu agama memiliki beberapa hari besar dalam setahun, maka yang dipilih adalah hari besar yang paling dimuliakan dalam agama tersebut.
Apabila terdapat keraguan mengenai hal itu, maka akan dikonsultasikan oleh Menteri Hukum dan HAM kepada Menteri Keagamaan.
Ada juga Remisi Tambahan, yakni remisi yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah berjasa bagi negara, melakukan aksi kemanusiaan, atau membantu lapas. Besaran remisi tambahan adalah sebesar ½ – ⅓ dari besaran remisi umum yang diterima pada tahun yang bersangkutan.
Gubernur Kalsel saat menerima cenderamata berupa lukisan dari warga binaan di Kalsel
Syarat Pemberian Remisi adalah, Berkelakuan baik, dan telah menjalani masa pidana selama 6 bulan. Namun syarat pemberian remisi tidak berlaku apabila narapidana dan anak pidana sedang menjalani Cuti Menjelang Bebas atau sedang dijatuhi pidana kurungan sebagai pengganti pidana denda. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mengapresiasi adanya penurunan angka kemiskinan di provinsi ini. Tahun 2023, angka kemiskinan mengalami penurunan drastis hingga dikisaran 4,29 persen. Jika dibandingkan tahun lalu, angkanya mencapai 4,96 persen.
“Tentu kita berharap angka kemiskinan terus dan terus turun,” ujarnya usai menjadi inspektur ucapara pada gelaran peringatan Hari Kemerdekaan ke 78, di halaman kantor Setdaprov Kalsel, Kamis (17/8).
Orang nomor satu di Kalsel yang akrab Paman Birin itu juga berharap dimomen hari kemerdekaan ke 78 kemajuan daerah harus mampu terwujud. Seiring pula, sejumlah capaian sudah banyak diraih.
“Kita berupaya keras kemajuan banua dan Indonesia dapat terwujud,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, turut mengartikan bahwa kemerdekaan itu juga mampu diwujudkan dengan adanya kemandirian ekonomi. Terpenting lagi, dia menekankan, pangan menjadi prioritas utama sebagai penyangga pintu gerbang IKN.
“Terutama kita harapkan surplus beras, ini sebagai penunjang pangan kita baik di Kalteng maupun Kaltim menuju IKN Nusantara. Serta mampu menekan angka kemiskinan,” bebernya usai mengikuti upacara HUT RI ke 78, di halaman kantor Setdaprov Kalsel.
Legislatif yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel itu juga menyoroti inflasi disejumlah daerah. Namun, ia mengakui pada Agustus 2023 adanya tren penurunan. Jika Juli lalu, berada dikisaran 4,30 persen kini sudah berada dikisaran angka 3,93 persen.
“Memang ada disisi transportasi yang menunjang inflasi. Tetapi kita harapkan ini dapat dikolaborasikan dengan pusat melalui Kemenhub RI untuk menekan lajunya inflasi dibidang transportasi. Pertumbuhan ekonomi semakin membaik dan diharapkan ke depan nol angka kemiskinan,” tukasnya.
Adapun untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mempengaruhi inflasi ditiga kota yakni Banjarmasin sebesar 4,06 persen, Kotabaru 4,10 persen dan Tanjung (Tabalong) dikisaran 2,27 persen.
Sementara pada gelaran HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 78, Gubernur Kalsel yang juga bertindak inspektur upacara turut menyaksikan pengebaran bendara Merah Putih oleh 41 Paskribraka pilihan. Tergabung mulai dari peserta didik hingga TNI/Polri.
Dalam rangkaiannya juga, selain diperdengarkannya kumandang detik-detik Proklamasi dan pembacaan teksnya oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, juga diperlihatkan atraksi paralayang dari TNI AU dengan diiringi tiga buah lagu wajib nasional. (RHS/RDM/RH)
BANJARBARU – Hingga 16 Agustus 2023, total penerimaan keseluruhan dari komponen pajak kendaraan bermotor berhasil merangkak hampir Rp3 miliar. Kendati begitu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel terus mengejar penerimaan selama masa relaksasi.
Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Nor Yaumil, melalui Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah, Riandy Hidayat, mengakui, terdapat kenaikan atau tren positif dalam penerimaan. Baik Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).
Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Kalsel Riandy Hidayat saat menjelaskan mulai meningkatnya penerimaan sejak keberadaan relaksasi
“Memang dari awal diberlakukannya relaksasi itu tren yang baik atau menggairah terhadap penerimaan di Kalsel,” ujar Dayat (panggilan akrab) di ruang kerjanya, Rabu (16/8).
Dari hitungan cepat (quick count) milik Bapenda Kalsel yang diperoleh masing-masing di UPPD kabupaten/kota, tercatat jumlah transaksi dari komponen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai hingga 2 ribu lebih unit dengan total realisasi sebesar Rp1,6 miliar lebih.
“Dari semester I memang sudah melebihi dari target yang ditetapkan,” bebernya.
Begitu pula dengan hasil realisasi penerimaan dari komponen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dengan capaian Rp1,2 miliar lebih dengan total transaksi sebanyak 240 unit lebih yang tersebar di kabupaten-kota.
“Semoga bisa ini terus merangkak naik dengan tren yang semakin bagus,” ucap mantan Kepala UPPD Samsat Rantau tersebut.
Sehingga, secara total penerimaan, Rabu (16/8) siang, mencapai Rp2,8 miliar lebih atau hampir Rp3 miliar. Akan tetapi, hasil tersebut tak membuat pihaknya berpuas diri untuk terus mengejar penerimaan kas daerah.
“Ini masih ada waktu beberapa bulan untuk mengejar penerimaan. Tentu akan sangat menjadi perhatian Bapenda agar giat lagi dalam mensosialisasikan terkait kebijakan program relaksasi tersebut,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) Karate Tahun 2023 di Provinsi Kalimantan Selatan, dilaksanakan tanggal 25 Agustus 2023.
Kepala Bagian Peningkatan Prestasi Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Heru Susmianto menjelaskan, Dispora Kalsel memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pra PON Karate di Provinsi Kalimantan Selatan ini, yang diselenggarakan oleh PB Forki.
“Pelaksanaan Pra PON Karate ini dilaksanakan oleh PB Forki,” ungkap Heru.
Namun, lanjutnya, karena Provinsi Kalsel menjadi tuan rumah. Maka, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Perhubungannya memberikan dukungan, terhadap pelaksanaan Pra PON tersebut.
“PB Forki selalu berkoordinasi dengan Dispora Kalsel, dalam pelaksanaan Pra PON Karate,” ucap Heru.
Dan, tambahnya, saat ini untuk rangkaian kegiatan Pra PON Karate tersebut, dimulai pada tanggal 22 sampai 24 Agustus 2023.
Sedangkan, untuk pelaksanaan pertandingan dimulai tanggal 25 sampai 27 Agustus 2023, di GOR Rudy Resnawan, di Banjarbaru. Yang akan mempertandingkan, 15 Kategori Pertandingan, seperti Kata Putra dan Putri, Kumite Putra untuk kelas -55 kg, -60 kg, -67 kg, -75 kg, -84 kg, dan +84. Sedang Kumite Putri untuk kelas -50 kg, -55 kg, -62 kg, – 68 kg, serta +68 kg.
Pemerintah Provinsi Kalsel menargetkan Kontingen Kalsel pada Pra PON Karate Tahun 2023, dapat meloloskan sebanyak banyaknya atlet karate ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.
“Provinsi Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah Pra PON Karate tersebut, tidak hanya dapat sukses pelaksanaan tetapi juga sukses prestasi,” ucapnya.
Dengan, lanjut Heru, berhasil meloloskan sebanyaknya atlet karate ke PON Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.
“Diharapkan Kontingen Karate Provinsi Kalimantan Selatan dapat merebut kuota untuk dapat berlaga pada ajang olahraga tertinggi di Tanah Air tersebut,” ucap Heru. (SRI/RDM/RH)