Jadi Salah Satu Pilot Project, Kemnaker RI Gelar Sosialisasi Perpres 1/2023 di Kalsel

BANJARMASIN – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia menggelar sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) dan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) yang bertempat di salah satu hotel berbintang, Jum’at (10/11).

Ketua Tim Kerja Persiapam LPN, Prof. Bomer Pasaribu mengatakan kegiatan ini dilaksanakan karena Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu proyek percontohan (pilot project) pelopor penggerak Perpres Nomor 1 Tahun 2023 oleh Kemnaker RI. Mengingat Provinsi Kalsel dinilai potensial sebagai pemicu pertumbuhan nasional.

“Di luar pulau Jawa, hanya ada tiga daerah pilot project yang dipilih. Yaitu Sumatera Utara, Kalsel, dan Sulawesi Selatan,” katanya.

Bomer menjelaskan bahwa sisa era bonus demografi harus dimaksimalkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Sebab, 10 tahun pertama era bonus demografi tidak mampu dioptimalkan dengan baik.

“Dengan adanya Perpres 1/2023, kita akan mendayagunakan bonus demografi. Pada 2035 diharapkan Indonesia sudah menjadi negara berpendapatan tinggi. Kemudian 2045, sudah sebagai negara sejahtera makmur,” jelasnya.

Menurut Bomer, produktivitas setiap orang harus menciptakan nilai tambah. Baik dalam dunia ekonomi, pendidikan, pelatihan dan vokasi, hingga pemerintahan. Namun, menurutnya, saat ini sudut pandangan kebanyakan orang seolah produktivitas hanya fokus terhadap dunia ekonomi.

“Dunia ekonomi memang sudah pasti, tapi jangan lupakan produktivitas dunia yang lainnya. Bila semua sudah terpenuhi, maka akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalsel, Irfan Sayuti mengaku merasa bangga dan termotivasi dengan adanya penunjukan Kalsel sebagai salah satu proyek percontohan serta berkomitmen untuk mewujudkan tujuan dari Perpres Nomor 1 Tahun 2023 tersebut.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti membuka acara sosialisasi Perpres 1/2023

“Ada 29 stakeholder yang diundang dalam sosialisasi ini. Tentu semua akan bergerak demi mewujudkan harapan Perpres itu,” katanya.

Irfan juga mengakui, era bonus demografi saat ini seakan tak dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu, menurutnya, upaya menggenjot produktivitas dan daya saing akan lebih ditingkatkan.

Suasana Sosialisasi Perpres 1/2023 di Banjarmasin

Dalam sosialisasi tersebut juga menghadirkan narasumber yaitu Ketua Tim Persiapan Kegiatan LPN, Bomer Pasaribu, Anggota Tim Persiapan Kegiatan LPN, Yunani Roaidah, Koordinator Pembinaan Kelembagaan, Promosi dan Kerjasama Peningkatan Produktivitas, Budhi Hidayat Laksana, Anggota Tim Persiapan Kegiatan LPN, Herry Wihasnanto, dan Subkoordinator Kelembagaan, Kris Wahyuni. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Bentuk KWSB di HSS

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel membentuk Kawasan Siaga Bencana (KWSB) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Suasana Penyuluhan KWSB di HSS

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Bencana Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel, Achmadi, menjelaskan KWSB dibentuk dengan maksud untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan risiko bencana dengan cara menyelenggarakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan berbasis masyarakat.

“Hal itu melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada di sekitar lingkungan ini,” jelasnya kepada Abdi Persada FM, melalui WhatsApp, Jum’at (10/11).

Menurut Achmadi, KWSB yang terjun ke lokasi bencana dapat memberikan pengurangan risiko bencana lebih diminimalisir, khususnya bencana alam banjir yang terjadi di hulunya dan hilirnya juga merasakan bencana yang sama. Oleh karena itu, lanjutnya, Dinsos Kalsel bekerjasama dengan Dinsos Kabupaten HSS melakukan langkah strategis dengan membentuk KWSB yang terdiri dari kecamatan-kecamatan rawan bencana, khususnya bencana alam banjir yang selalu terjadi di saat musim penghujan.

“Di HSS sendiri dari hasil survei kerawanan bencana tercatat ada sebanyak 11 kecamatan yaitu Loksado, Padang Batung, Kandangan, Simpur, Kalumpang, Sungai Raya, Daha Selatan, Daha Utara, Daha Barat, Angkinang dan Telaga Langsat. Jadi sebelas kecamatan ini rawan bencana, sehingga penanganan bencana dimulai dari hulu hingga ke hilir kabupaten tersebut,” terangnya.

Achmadi mengungkapkan tercatat relawan yang diikutkan dalam pembentukan kawasan siaga ini cukup banyak. Gunanya untuk menekan dan mengurangi resiko terhadap bencana melalui ketahanan bencana berbasis masyarakat.

“Ratusan relawan ini yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerintahan desa serta selanjutnya tim dari aparat kecamatan,” terangnya.

Achmadi menambahkan pihaknya memberikan pembekalan dan pelatihan (beklat) kepada ratusan relawan tersebut agar mereka memiliki skill (keterampilan) lebih dalam menghadapi dan mencegah bencana serta memiliki respon yang cepat, tanggap dan tepat agar penanganan bencana mampu tertangani dengan baik.

“Kita laksanakan pelatihan penanganan bencana berbasis masyarakat di kawasan siaga bencana tersebut selama tiga hari yaitu 9-11 November 2023,” pungkasnya. (NRH/ RDM/RH)

Disela Reses, Paman Yani Tinjau Proses Pembangunan SMAN 1 Batulicin

TANAH BUMBU – Progres pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Batulicin sudah hampir 70 persen. Meski begitu, masih ada beberapa catatan dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, seperti minimnya ruang kelas hingga akses jalan yang masih terbilang sulit.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (kanan) saat bertemu dengan penanggung jawab proyek bangunan SMAN 1 Batulicin (biru)

“Memang ada beberapa yang jadi perhatian. Kalau saya lihat di sekitar sekolah terjadi karhutla yang bisa merusak bangunan sekolah, jadi mungkin nanti saya akan minta bantu ke Pemprov Kalsel agar dibangunkan pagar sekolah,” ujar Yani Helmi disela pelaksanaan reses, di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (8/11).

Proses pembangunan SMAN 1 Batulicin yang sedang dikerjakan oleh sejumlah pekerja bangunan

Selain itu, minimnya ruang kelas dan tidak adanya toilet untuk siswa, juga menjadi perhatian dari wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini.

Pasalnya SMA satu-satunya di Kecamatan Batulicin itu, hanya akan memiliki tiga ruang kelas. Sedangkan toilet siswa, sementara akan digabung dengan para dewan guru.

“Saya harap nanti bisa ditambah lagi ruangan dan toiletnya. Tanahnya juga disini kan tanah gunung, mungkin nanti kita akan bantu minta paving blok supaya lapangan sekolah bisa dimanfaatkan siswa untuk upacara dan kegiatan lain,” tutur Paman Yani.

Disisi lain, akses jalan menuju sekolah yang masih belum beraspal, lanjut Paman Yani, akan ia perjuangkan ke Dinas PUPR Kalsel.

“Pengerasannya saya rasa sudah bagus, dan untuk pengaspalan juga tidak banyak, hanya kurang lebih 1 kilometer. Saya harap pemerintah segera membangunkan akses jalan memadai untuk anak-anak peserta didik kita,” imbuh Paman Yani.

Meski dinilai masih kurang memadai, dewan Kalsel Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, tetap mengucap terimakasih kepada Pemprov Kalsel khususnya kepada Gubernur Sahbirin Noor serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, karena telah mendikasikan diri untuk terus membangun infrastruktur sekolahan yang dibutuhkan oleh rakyat terutama di Tanah Bumbu.

“Kami berharap dan berdoa semoga apa yang kita inginkan tadi bisa terwujud, sekolahnya benar-benar bisa layak untuk anak-anak mengenyam pendidikan,” harap Paman Yani.

Dengan progres pembangunan yang hampir 70 persen, Paman Yani berharap sekolah ini dapat memulai menerima pendaftaran siswa pada tahun ajaran baru 2024 nanti.

Sementara itu, Lurah Gunung Tinggi, Yudi Hanna menyampaikan apresiasinya kepada Paman Yani, karena telah mewujudkan aspirasi warga yang menginginkan bangunan SMA di wilayah mereka.

“Tentu saja ini bukti bahwa aspirasi kami bukan hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti. Kami sangat berterimakasih kepada Paman Yani,” katanya. (SYA/RDM/RH)

Siap Jadi Mitra IKN, Kalsel Gelar Simposium Nasional

BANJARMASIN – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Simposium Nasional IKN di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Kamis (9/11). Simposium yang mengangkat tema Konektivitas dan Sinergitas Kalimantan dalam Persiapan IKN ini, dibuka Gubernur, Sahbirin Noor secara daring. Acara yang mengundang 700 tamu secara offline dan online ini, sengaja digelar untuk menunjukkan kesiapan provinsi Kalimantan Selatan, sebagai daerah penyangga sekaligus pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Suasana Simposium Nasional IKN

Dalam sambutannya, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu mengatakan, untuk mendukung pembangunan IKN, diperlukan juga sinergitas pemerintah daerah se Kalimantan, bersama berbagai elemen masyarakat, guna menggali potensi dari berbagai sektor khususnya pangan, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Saya sangat mengapresiasi para kepala daerah se Kalimantan, para akademisi dan praktisi yang telah berkontribusi mensukseskan simposium ini, guna menggali berbagai gagasan terkait aspek konektivitas dan sinergi antar wilayah di Kalimantan dalam persiapan IKN,” tutupnya.

Sementara itu, kepada wartawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, narasumber simposium ini berasal dari Otorita IKN, Kementerian PUPR, kepala daerah dan SKPD 4 provinsi di Kalimantan (Kalteng, Kaltara, Kalbar dan Kaltim), media massa, PWI, akademisi, mahasiswa, asosiasi, serta pengusaha.

Kadis Kominfo Kalsel memberikan souvenir kepada narasumber Simposium Nasional

“Intinya, simposium ini diharapkan mampu mewujudkan sinergitas pembangunan infrastruktur Kalimantan dalam mempersiapkan IKN,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti Regional Kalimantan 2023 Resmi Dimulai

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, resmi menggelar perkemahan bakti saka kalpataru dan saka wanabakti regional Kalimantan 2023. Perkemahan yang dimulai pada Rabu (8/11) hingga Minggu (12/11) tersebut, dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada Kamis (9/11), di Kiram Park, Kabupaten Banjar.

Pembukaan perkemahan bakti saka kalpataru dan saka wanabakti regional kalimantan 2023

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan, kegiatan saka kalpataru dan saka wanabakti merupakan wadah yang strategis, untuk melakukan pembinaan generasi muda bidang lingkungan hidup dan kehutanan. semangat pramuka harus selalu menjadi yang terdepan, dan teladan bagi generasi muda lainnya, karena pramuka itu adalah jiwa muda yang suka berkarya.

“Saya mengharapkan agar para peserta kemah bakti saka kalpataru dan saka wanabakti, agar dapat menjadikan kegiatan perkemahan, menjadi suatu gerakan menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Sahbirin Noor.

Ia menambahkan, dengan adanya kegiatan kemah ini, diharapkan dapat memunculkan generasi muda yang kuat dalam menjalankan aksi kepramukaan, yang mengabdikan diri dalam kegiatan bakti lingkungan dan pelestarian hutan, dikehidupan sehari-hari.

“Banyak sekali kegiatan-kegiatan pramuka yang bersifat positif, sehingga perkemahan saka kalpataru dan saka wanabakti, akan menumbuhkan jiwa-jiwa pemuda peduli lingkungan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti Regional Kalimantan Tahun 2023 Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, terdapat beberapa kegiatan yang akan dilakukan para peserta, dengan berfokus pada tema lingkungan dan budaya keberlanjutan. Termasuk di antaranya adalah kegiatan perkemahan program Saka Kalpataru, program Saka Wanabakti, pelatihan kepemimpinan anak muda, gladian Dewan Saka, kunjungan wisata, pameran, bazar UMKM, workshop, dan bakti masyarakat.

“Semangat gotong royong menjadi kunci kesuksesan acara ini. Semua pihak terlibat, termasuk dinas terkait, UPT KLHK, KLHK Pusat, TNI, dan Polri, bekerjasama dengan baik,” tutup Hanifah. (MRF/RDM/RH)

Taman Makam Bumi Kencana Banjarbaru Akan Jadi Lokasi Peringatan Hari Pahlawan Nasional

BANJARMASIN – Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana Banjarbaru ditunjuk menjadi lokasi kegiatan peringatan Hari Pahlawan Nasional, yang akan dilaksanakan pada Jumat (10/11).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel, Surya Fujianorrochim, kepada wartawan, Rabu (8/11).

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kalsel, Surya Fujianorrochim

Kegiatan yang diperingati setiap 10 November itu rencananya dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama jajaran TNI dan Polri.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Biro Adpim mengenai kedatangan Paman Birin di lokasi,” katanya.

Surya menjelaskan kegiatan yang dirangkai dengan tabur bunga itu, merupakan penyelenggaraan yang digelar serentak secara nasional.

“Ini sebagai rangkaian kegiatan ziarahnya. Sesuai persiapan pelaksanaan memang di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana Banjarbaru yang tepat berada di Landasan Ulin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Surya mengungkapkan, peringatan Hari Pahlawan Nasional yang dimulai sekitar 09.00 WITA nanti tak hanya diisi penaburan bunga. Melainkan, juga diiringi dengan pelaksanaan upacara.

“Kita harapkan Gubernur Sahbirin Noor (Paman Birin) bersedia jadi inspektur upacara Hari Pahlawan Nasional,” harapnya.

Terkait persiapan, Surya menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi dan organisasi untuk menyukseskan acara ini.

“Di antaranya ada dari LVRI, Kanwil Kemenag Kalsel, Korem 101/Antasari, Polda Kalsel, Biro Umum, Lanal Banjarmasin, Lanud Syamsudin Noor, Dishub dan Satpol PP,” pungkasnya.

Sementara untuk kegiatan upacara memperingati Hari Pahlawan Nasional yang biasanya digelar di halaman kantor Setdaprov Kalsel dan (kantor gubernur) diperbolehkan menggelar dimasing-masing lingkup SKPD.

“Sesuai arahan dari pimpinan, upacaranya bisa dilaksanakan di dinas-dinas yang ada dilingkungan Pemprov Kalsel,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dorong Hilirisasi Produk Ekspor

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya mendorong hilirisasi produk Banua untuk dilakukan ekspor.

Kepada Abdi Persada FM, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Nurul Fajar Desira melalui sambungan telepon pada Kamis (9/11) mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya memfasilitasi dan mempromosikan ekspor, terutama produk unggulan di sektor pertanian dan industri kecil menengah, agar tidak ketergantungan dengan pertambangan.

“Beberapa sektor potensial, terus didorong seperti pertanian, pariwisata, industri dan perdagangan,” ucapnya

Disampaikan Fajar, ada produk unggulan di Kalimantan Selatan diantaranya kopi, kepiting mangrove, ikan arwana, sarang walet, kayu gaharu, udang, ikan tangkap, dan belut. Meski, masih terbatas jumlahnya, untuk potensi ekspor produk tersebut sangat besar. Sehingga, ke depan ini perlu ditingkatkan terutama volume ekspor.

“Kerjasama berbagai pihak, terus ditingkatkan baik publik maupun swasta, dalam memfasilitasi hilirisasi produk ekspor,” ungkapnya

Lebih lanjut Fajar menambahkan, langkah yang harus dilakukan seperti pengembangan produk, inovasi baru, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, harus mampu bersaing di pasar global, agar hilirisasi produk ekspor di Kalimantan Selatan, dapat berjalan lancar dan berkesinambungan, yang tentunya berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat di Banua

“Adanya potensi dan berbagai tantangan, mari bersama-sama, kita menciptakan ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Komitmen Antisipasi Masalah Hukum Dalam Bisnisnya, Bank Kalsel Gandeng Kejati Kalsel

BANJARMASIN – Upaya konkrit Bank Kalsel, agar dapat terus senantiasa memberikanperforma terbaik untuk perusahaan dan daerah, kembali dibuktikan. Kali ini Bank Kalsel melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara, pada Rabu (8/11) di Aula Kejati Provinsi Kalsel, Banjarmasin.

Jajaran Bank Kalsel dan Kejati Kalsel berfoto bersama usai penandatanganan

Hadir dalam penandatangan kesepakatan bersama tersebut Kajati Provinsi Kalsel Mukri, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, Komisaris Utama Independen Bank Kalsel Hatmansyah, Komisaris Bank Kalsel, Rizal Akbar Sarupi beserta Group Head Support, Kepala Divisi, Kepala Cabang Bank Kalsel di wilayah Banjarmasin.

Selain itu turut berhadir para asisten, para koordinator dan para jaksa pengacara negara di lingkungan Kejati Kalsel.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, sebenarnya kerjasama semacam ini bersama Kejati Provinsi Kalsel sudah dilakukan pihaknya mulai tahun lalu dan berakhir pada November 2023.

“Makanya kita lanjutkan lagi kerja samanya. Karena ini sangat penting sekali agar manajemen Bank Kalsel dapat dibina dan diberikan berbagai masukan jika dalam proses kami melakukan bisnis terjadi masalah hukum baik yang menyangkut bidang perdata atau tata usaha negara,” tegasnya.

Diharapkan melalui kerja sama ini manajemen Bank Kalsel dapat menjalankanbisnisnya dengan sebaik mungkin.

“Nanti setelah penandatangan kesepakatan ini kita akan melakukan koordinasi kembali kepada pihak Kejati Provinsi Kalsel untuk meminta masukan dan pembinaan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kajati Provinsi Kalsel Mukri berterima kasih atas kepercayaan dari Bank Kalsel untuk melakukan penandatanganan kesepakatan bersama pihaknya tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara.

Dirinya pun berkomitmen jajarannya siap membantu agar kerja-kerja yangdilakukan oleh manajemen Bank Kalsel bisa tepat sasaran, tepat guna dan tidak menjadi permasalahan hukum dikemudian hari.

“Kita juga siap memberikan masukan langkah hukum yang diambil manajemen Bank Kalsel jika nantinya ada masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara yang sedang dijalani. Namun tentunya kita berharap itu tidak terjadi dengan pembinaan yang kami lakukan,” tukasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Kiram Arts Festival Resmi Dibuka, Seniman dari 20 Negara Hadir

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan Kiram Arts Festival, yang dilaksanakan di panggung Kiram Arts Festival, Kiram Park, Kabupaten Banjar, Rabu (8/11) malam. Pembukaan Kiram Arts Festival dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dan dihadiri Sejumlah Kepala SKPD Lingkup Provinsi Kalsel, serta perwakilan seniman dari 20 Negara.

Pembukaan kiram arts festival

Dalam sambutannya Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini menyampaikan, kiram arts festival tahun 2023 merupakan perhelatan besar yang melibatkan seniman dari beberapa daerah di tanah air serta mancanegara, sehingga dirinya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para seniman yang selama ini telah memberikan jiwa dan kreativitas tak terbatas mereka, untuk perkembangan seni dan pelestarian budaya bangsa.

“Semoga penyelenggaraan kiram arts festival kali ini dapat menjadi media untuk menguatkan jalinan silaturrahmi antar seniman, membangun hubungan dan pemahaman lintas budaya serta saling menghormati berbagai keberagaman yang ada di sekitar kita,” ungkap Paman Birin.

Ia melanjutkan, seni dan budaya sangat mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. seni yang diwujudkan dalam bentuk ekspresi, perasaan dan pemikiran yang kemudian menjadi karya-karya indah yang dapat dinikmati. sedangkan budaya mencakup nilai, tradisi, norma yang diwariskan generasi terdahulu.

“Seperti halnya Kiram Art Festival yang diselenggarakan dalam balutan suasana alam kiram ini, menyatukan beragam budaya dan seni dalam berbagai bentuk, seperti tari, musik, lukis, sastra dan peran,” lanjut Paman Birin.

Dirinya juga berharap, kiram art festival tidak hanya memberi manfaat bagi kekayaan khazanah seni budaya bangsa, tetapi juga akan memperluas cara pandang terutama masyarakat di Kalimantan Selatan dalam melihat keragaman dan upaya memelihara keharmonisan di daerah ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel Sunjaya Adhiarso menyampaikan, kiram arts festival akan menampilkan berbagai pertunjukan seni, yang dimulai pada tanggak 8 – 12 November 2023 di tempat wisata Kiram Park, Kabupaten Banjar.

“Kiram Arts Festival merupakan ajang bagi para seniman dan budayawan dari berbagak penjuru untuk berkumpul dan menampilkan karya terbaik mereka di bidang seni dan budaya,” ungkap Sunjaya.

Untuk diketahui, Kiram Arts Festival dihadiri berbagai para seniman, mulai dari nasional hingga internasional. Bahkan, event seni tersebut dihadiri perwakilan seniman dari 20 negara di dunia. (MRF/RDM/RH)

Gelar Rakorda Pengendalian Inflasi, Pemda di Kalsel Diminta Waspada Kenaikan Inflasi Jelang Nataru

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat koordinasi Daerah (Rakorda) pengendalian inflasi yang bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, 8 – 9 November 2023.

Saat membuka Rakorda ini, pada Rabu (8/11) petang, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar menyampaikan, agar tidak terjadi kenaikan inflasi, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berpesan agar Pemerintah Daerah (Pemda) dapat betul-betul memetakkan terkait masalah inflasi, termasuk dengan melibatkan secara langsung pemerintah desa.

“Kita berharap dapat memiliki rancangan induk yang harus diperbaharui setiap tahunnya, sehingga kita tahu langkah apa saja untuk mengantisipasi masalah inflasi,” ungkap Roy.

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah harus benar-benar mengetahui apa yang terjadi di masyarakat, agar inflasi pada sektor ketahanan pangan tidak terjadi peningkatan.

“Salah satu penyumbang inflasi terbesar di sektor pangan kita adalah beras. Sehingga harus dipetakan luas dan antisipasi ketika terjadi banjir, irigasi, dan lain sebagainya, sehingga masalah beras ini bisa diintervensi,” lanjut Roy.

Pengendalian inflasi pada sektor ketahanan pangan, disampaikannya menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga secara keseluruhan. Khususnya beras yang memang menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar. Hal tersebut sebagaimana data dari BAPPENAS menyebutkan, realisasi Program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) dalam rangkan stabilisasi harga beras di Kalsel baru mencapai 72,21 persen.

Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Imam Subarkah menyampaikan, rakorda pengendalian inflasi yang diadakan ini merupakan kegiatan rutin bulanan yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, agar dapat bersama – sama dapat mengambil langkah kebijakan untuk bisa selalu menjaga tingkat inflasi yang selama ini dirasakan masih cukup tinggi di beberapa komoditi bahan pokok.

Plh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Imam Subarkah

“Ini perlu kita waspadai apalagi Desember akan memasuki natal dan tahun baru (Nataru), ” ungkap Imam Subarkah, ditemui disela Rakorda Pengendalian inflasi bidang ketahanan pangan.

Imam menambahkan, seluruh daerah di Kalimantan Selatan perlu menyiapkan berbagai langkah – langkah strategis untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan inflasi yang diprediksi bisa meningkatbmenjelang Nataru.

“Inflasi bisa terjadi kenaikan pada akhir tahun atau awal tahun,” lanjut Imam.

Dalam rakorda pengendalian inflasi ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus berbenah, terutama dari sisi produksi hingga sisi distribusi, untuk menjaga stok pangan di Kalimantan Selatan.

“Stok pangan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan menurunkan angka inflasi,” tutup Imam. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version