Reses di Kalsel, Komisi II DPR RI Dorong Penguatan Regulasi dan Penyehatan BUMD

Banjarmasin – Penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mengelola potensi ekonomi daerah, menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Melalui agenda reses, Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda bersama sejumlah anggota, melakukan kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Jumat (20/2).

Kunjungan dalam rangka menyerap aspirasi terkait tantangan regulasi dan kontribusi BUMD terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini, turut dihadiri Wamendagri, Bima Arya, Gubernur Kalsel, Muhidin diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ariadi Noor. Hadir pula jajaran direksi BUMD, di antaranya Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin serta Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali.

Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda menegaskan, bahwa BUMD harus menjadi garda terdepan, dalam mengelola potensi daerah. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah hambatan, terutama terkait regulasi nasional.

“Kita ingin BUMD menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi daerah. Namun, saat ini masih ada kendala regulasi. Dana yang dihasilkan lebih banyak mengalir ke PNBP dan kembali ke daerah dalam porsi yang relatif kecil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Komisi II DPR RI untuk mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang BUMD bersama pemerintah.

Ket : Suasana reses Komisi II DPR RI di Kalsel

“Ini akan menjadi dasar bagi kami di Komisi II DPR RI untuk membahas RUU BUMD. Harapannya, dalam waktu dekat dapat ditetapkan menjadi undang-undang sehingga BUMD memiliki instrumen hukum yang kuat untuk menyehatkan perusahaan dan menghadirkan kekuatan ekonomi baru di daerah,” tegasnya.

Rifqinizamy juga menyoroti pentingnya penugasan proyek strategis kepada BUMD daerah. Menurutnya, selama ini banyak BUMD belum diberi kesempatan mengerjakan proyek nasional, karena dinilai belum cukup kuat secara kelembagaan maupun finansial.

“Selama ini BUMD belum banyak diberi ruang untuk mengerjakan proyek strategis nasional karena dianggap belum cukup kuat. Karena itu, yang utama adalah menyehatkan BUMD terlebih dahulu, baru kemudian mendorong penugasan proyek ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Muhidin, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menyambut baik kunjungan kerja tersebut. Ia menilai, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memperkuat peran BUMD.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung upaya penguatan regulasi dan penyehatan BUMD. Kami berharap dengan adanya reses ini, perusahaan daerah dapat lebih optimal berkontribusi terhadap peningkatan PAD serta mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Ariadi juga menegaskan bahwa Pemprov Kalsel terus mendorong transformasi dan profesionalisme pengelolaan BUMD, agar mampu bersaing dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi daerah.

Melalui kunjungan reses ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara DPR RI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah untuk memperkuat BUMD sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus mitra strategis dalam pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di daerah. (BDR/RIW/EPS)

Gelar Fest Ramadan 2026 di 9 Kota Besar, Langkah Emas BSI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

Jakarta – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, menghadirkan gelaran akbar BSI Fest Ramadan 2026. Mengusung tema besar #LangkahEmasRaihKemenangan, acara ini menjadi momentum strategis pertama BSI pasca-resmi menyandang status Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Festival yang memadukan literasi keuangan, layanan perbankan, tausiyah dan hiburan religi serta kegiatan sosial ini, akan diselenggarakan secara maraton di 9 titik strategis kota besar Indonesia. Dimulai dari Surabaya pada Kamis (19/2), dan berlanjut ke Yogyakarta, Jakarta, Medan, Bogor, Palembang, hingga Makassar, Balikpapan, dan Bandung.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy menyatakan, bahwa BSI Fest Ramadan tahun ini dirancang lebih ekspansif untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Transformasi BSI menjadi Persero memberikan energi baru bagi perseroan, untuk tidak hanya sekadar menjadi bank, melainkan Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual bagi masyarakat.

Ramadan adalah bulan kemenangan. Melalui tema Langkah Emas, BSI ingin mengajak masyarakat menjadikan bulan ini sebagai titik balik, tidak hanya dalam peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga dalam perencanaan finansial yang matang.

“Emas kami angkat sebagai narasi utama karena sifatnya yang safe haven dan sesuai syariah untuk menjaga nilai aset masyarakat di tengah dinamika ekonomi global,” ujar Erwan di Jakarta, Kamis (19/2).

Salah satu fokus utama BSI Fest Ramadan 2026, adalah edukasi perencanaan Ibadah Haji dan Umrah melalui instrumen emas. Dalam expo ini, BSI menawarkan program Cicil Emas dengan cashback hingga Rp300.000 dan promo BSI Hasanah Card serta BSI Debit dengan diskon paket umrah hingga Rp4 juta.

BSI melihat tren anak muda yang mulai sadar investasi. BSI Fest, memfasilitasi mereka untuk memiliki emas mulai dari gramasi terkecil sebagai langkah awal menabung untuk porsi Haji.

“Ini adalah bentuk konkret dukungan BSI terhadap ekosistem haji dan umrah nasional yang lebih kuat,” tambah Erwan.

Selain layanan keuangan, BSI Fest Ramadan 2026 menghadirkan pengalaman digital melalui super app BYOND by BSI. Pengunjung yang membuka rekening secara online di lokasi acara, berkesempatan mendapatkan e-voucher belanja hingga Rp200.000 dan berbagai hadiah langsung sembako dengan bertransaksi menggunakan QRIS BYOND by BSI.

Untuk menyemarakkan suasana, BSI menggandeng dai-dai kondang tanah air seperti Ustadz Hilman Fauzi, Ustadz Das’ad Latif, Ustadz Muhammad Assad, dan Ustadz Riza Muhammad yang akan mengisi kajian (Tausiyah) di berbagai kota.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan Fashion Show Muslim Cilik, Lomba Adzan, Lomba Hadroh, serta Shopping Race yang melibatkan partisipasi aktif pengunjung.

Sebagai bank syariah terbesar yang kini berada di bawah payung Danantara, BSI berkomitmen untuk terus mendorong inklusi keuangan syariah.

“Kami menargetkan BSI Fest ini dapat dihadiri ratusan ribu pengunjung dan menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi perputaran ekonomi UMKM binaan kami di sekitar lokasi acara,” tutup Erwan. (BSI-RIW/EPS)

Temui Dirjen Bina Marga, Komisi III DPRD Kalsel Dorong Akselerasi Proyek Jalan Nasional

Jakarta – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, terus menunjukkan komitmennya, mengawal pembangunan infrastruktur strategis di daerah.

Salah satunya dengan mendorong seluruh program jalan nasional tahun 2026 yang direncanakan pemerintah pusat, dapat berjalan optimal, tepat waktu, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Mustakimah, usai memimpin pertemuan dengan jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, di Jakarta, Selasa (10/2).

Mustakimah menyampaikan, pertemuan ini menjadi bagian dari upaya DPRD Kalsel, memastikan kesinambungan pembangunan infrastruktur jalan nasional di Kalimantan Selatan, sekaligus menyerap informasi langsung terkait perencanaan, prioritas program, serta tantangan yang dihadapi pemerintah pusat dalam pelaksanaannya.

“Tujuan kami datang langsung ke Kementerian untuk mengetahui dan mendengar secara langsung paparan mengenai program – program pembangunan jalan nasional yang akan dilaksanakan di Kalsel,” katanya

Menurut Mustakimah, pembangunan infrastruktur jalan nasional memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah, kelancaran distribusi logistik, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Mustakimah

“Dengan adanya koordinasi yang intensif antara pemerintah pusat dan daerah, menjadi kunci agar seluruh program dapat terealisasi dengan baik,” jelasnya

Mustakimah juga menyoroti persoalan longsornya jalan nasional di Kilometer 171 Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, yang hingga kini belum tertangani secara tuntas.

Permasalahan tersebut dinilai telah berlangsung cukup lama dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, terutama arus transportasi dan perekonomian di wilayah selatan Kalimantan Selatan.

“Dari paparan yang kita simak, persoalan di KM 171 Satui ini terjadi akibat tumpang tindih kewenangan antara Kementerian ESDM dan Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Mustakimah menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi yang pasti terkait arah kebijakan penanganan lokasi tersebut. Namun demikian, DPRD Kalsel secara tegas mendorong agar persoalan ini segera mendapat kepastian dan diselesaikan secara komprehensif.

“Kami berharap ada sikap tegas dan solusi percepatan dari pemerintah pusat, sehingga persoalan yang sudah berlarut-larut ini bisa segera dituntaskan demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Jalan Daerah, Ahnes Intan, yang menyambut langsung kedatangan Komisi III DPRD Kalsel, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan perhatian legislatif daerah terhadap pembangunan infrastruktur nasional.

Ia menilai, pertemuan tersebut berlangsung konstruktif dan memberikan banyak masukan strategis, tidak hanya terkait penanganan jalan nasional, tetapi juga isu-isu lain yang saling berkaitan, seperti persoalan banjir dan ketahanan infrastruktur.

“Kami mengapresiasi kunjungan dan diskusi bersama Komisi III DPRD Kalimantan Selatan. Banyak informasi dan masukan yang kami terima, khususnya terkait kondisi jalan daerah, jalan nasional, serta keterkaitannya dengan persoalan banjir,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Penuhi Janji, DPRD Kalsel Sampaikan Tuntutan Mahasiswa ke Pemerintah Pusat

Jakarta – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menepati komitmennya dengan secara resmi menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada pemerintah pusat. Langkah tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, melalui pertemuan dengan Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, M. Hidayatulloh di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1).

Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kalsel Rais Ruhayat dan Sekretaris Komisi I Ilham Noor. Hadir pula Rochadi Laksana, Kepala Subbagian Persuratan DPR RI.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan kepada DPRD Kalsel pada aksi penyampaian pendapat, Senin (19/1) lalu.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menegaskan, DPRD Kalsel memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk mengawal serta meneruskan aspirasi mahasiswa sebagai bagian dari representasi suara rakyat Kalimantan Selatan.

“Sebagai perwakilan rakyat, kami bertanggung jawab untuk meneruskan seluruh aspirasi ini ke Senayan. Kami berharap tuntutan mahasiswa dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya, karena memang menjadi kewenangan pemerintah pusat,” tegas Supian HK.

Supian HK menyampaikan, melalui sinergi antara DPRD Kalsel, DPD RI, dan DPR RI, diharapkan seluruh tuntutan mahasiswa dapat menjadi perhatian serius pemerintah pusat serta ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

“DPRD Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai jembatan aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, dalam mendorong perubahan yang konstruktif dan berkeadilan bagi Banua,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Dayat El menyampaikan, bahwa pihaknya menerima dan menampung seluruh aspirasi mahasiswa yang disampaikan melalui DPRD Kalsel. Ia juga menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

“Pada prinsipnya kami menerima aspirasi mahasiswa ini. Kami akan menindaklanjutinya dan terus berkolaborasi dengan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan serta DPR RI, agar aspirasi masyarakat Kalsel dapat dikonkretkan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Awali 2026, 8.160 Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax

JAKARTA — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat peningkatan signifikan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui sistem Coretax pada awal tahun 2026. Hingga Sabtu (3/1) pukul 10.06 WIB, sebanyak 8.160 SPT Tahunan Tahun Pajak 2025, telah disampaikan Wajib Pajak.

Capaian tersebut menunjukkan perubahan positif dalam perilaku kepatuhan Wajib Pajak, khususnya jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada 1–3 Januari 2025, jumlah SPT Tahunan yang dilaporkan baru mencapai 39 SPT.

Peningkatan yang sangat signifikan ini mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan Coretax serta tumbuhnya kesadaran Wajib Pajak untuk melaporkan SPT lebih dini.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyampaikan apresiasi kepada para Wajib Pajak yang telah melaksanakan kewajiban perpajakannya sejak awal tahun.

“Kami mengapresiasi Wajib Pajak yang telah melaporkan SPT Tahunan sejak awal tahun melalui Coretax. Partisipasi ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran dan kemauan untuk berkontribusi secara tertib, yang menjadi fondasi penting bagi sistem perpajakan yang sehat,” ujar Rosmauli.

Ia menegaskan bahwa capaian ini bukan semata angka statistik, melainkan mencerminkan perubahan sikap dan partisipasi publik.

“Angka ini bukan sekadar capaian statistik. Di baliknya ada semangat Wajib Pajak untuk melaksanakan kewajiban secara sadar dan tepat waktu. Inilah perubahan positif yang terus kami dorong,” tutupnya. (DJP-RIW/RH)

Akhiri Tahun 2025, Kalsel Raih Apresiasi Cagar Budaya Tingkat Nasional

JAKARTA –Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional, atas komitmennya melestarikan Cagar Budaya, dengan menerima Apresiasi Cagar Budaya Peringkat Nasional Tahun 2025, dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Salah satunya untuk Bangunan Rumah Banjar Bubungan Tinggi Desa Teluk Selong Ulu di Kabupaten Banjar.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, kepada Gubernur Kalsel H. Muhidin, yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narinda.

Foto : sumber Humas Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel

Penyerahan anugerah, dilakukan pada Apresiasi Pelestarian Cagar Budaya Nasional bertempat di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kompleks Kemendikbudristek, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/12) malam.

Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narinda menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, apresiasi ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah sekaligus aset bangsa.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, komunitas budaya, akademisi, hingga masyarakat yang peduli terhadap pelestarian cagar budaya di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Tantri menegaskan, Pemprov Kalsel akan terus memperkuat kebijakan dan program pelestarian cagar budaya, baik yang bersifat benda, bangunan, struktur, situs, maupun kawasan cagar budaya, agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Dengan diraihnya apresiasi nasional ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan semakin termotivasi untuk memperkuat peran daerah dalam menjaga kekayaan budaya lokal.

“Kami akan terus mendukung pembangunan berkelanjutan yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal,” tutupnya.(DISDIKBUDKALSEL-NHF/RIW/RH)

Akhir Tahun 2025, Pemprov Kalsel Raih Penghargaan Warisan Budaya Tak Benda

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menerima penghargaan Apresiasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia, dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, kepada Gubernur Kalsel H. Muhidin, yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narinda, yang berlangsung bertempat di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kompleks Kemendikbudristek, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/12) malam.

Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narinda menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya, atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat kepada Kalimantan Selatan.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Pemprov Kalsel hingga pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan.

Menurutnya, proses penetapan suatu karya budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda di tingkat nasional bukanlah hal yang mudah. Diperlukan pendataan yang akurat, kajian mendalam, serta sinergi lintas sektor agar budaya daerah dapat diakui secara resmi oleh pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, Kalimantan Selatan mendapatkan penghargaan nasional berupa apresiasi Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Ini merupakan kerja keras semua tim di kabupaten dan kota yang terlibat, karena proses penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda di tingkat nasional tidaklah mudah,” ujar Tantri.

Lebih lanjut, Tantri menjelaskan, bahwa pencatatan dan penetapan WBTb sangat penting sebagai upaya perlindungan terhadap kekayaan budaya daerah, agar tidak diklaim daerah lain maupun negara lain. Oleh karena itu, pendataan dan dokumentasi budaya akan terus diperkuat Pemprov Kalsel.

Ia juga menegaskan, bahwa komitmen Pemprov Kalsel tidak berhenti pada penerimaan penghargaan semata. Pelestarian Warisan Budaya Tak Benda merupakan tugas berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pendataan dan edukasi mengenai Warisan Budaya Tak Benda Kalimantan Selatan. Tujuannya agar generasi muda semakin mencintai dan terlibat aktif dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya yang tak ternilai harganya ini,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Galuh Tantri Narinda juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten kota di Kalimantan Selatan, yang telah berkontribusi dalam mendukung keberhasilan ini.

“Selamat kepada kabupaten dan kota yang telah mendukung keberhasilan Kalimantan Selatan. Mudah – mudahan ke depan semakin banyak Warisan Budaya Tak Benda yang dapat dicatatkan dan ditetapkan secara nasional,” ungkapnya.

Tantri menambahkan, Kalimantan Selatan memiliki potensi budaya yang sangat besar dan beragam. Potensi tersebut perlu terus digali, dilindungi, dan dikembangkan, salah satunya melalui pencatatan dan penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, bahkan hingga pengakuan di tingkat global sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO.

Selain penetapan, Warisan Budaya Tak Benda yang telah diakui, juga harus terus dihidupkan dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat sebagai wujud nyata pelestarian kekayaan budaya Banua.

Upaya pelestarian ini dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan kebudayaan yang terus ditingkatkan serta mendapatkan perhatian serius dari Gubernur Kalimantan Selatan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam pemajuan kebudayaan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi agar pada tahun-tahun mendatang semakin banyak karya budaya Kalimantan Selatan yang dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” pungkasnya.

Adapun Daftar WBTb yang ditetapkan, diantaranya kota Banjarmasin, pembuatan tanggui, manopeng banyiur, pembuatan Tajau. Kabupaten Hulu Sungai Selatan tari bakanjar dan babangsai, parang bungkul. Kabupaten Hulu Sungai Utara Kain Sarigading, serta Pais Sagu. (DISDIKBUDKALSEL-NHF/RIW/RH)

Teater Tradisi Japin Carita, Ramaikan Anjungan Kalsel di TMII Jakarta

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi, Bidang Kebudayaan Seksi Kesenian, bekerja sama dengan Badan Penghubung Kalimantan Selatan, melalui Anjungan Daerah Kalimantan Selatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, menggelar pergelaran seni Teater Tradisi Japin Carita, Minggu (14/12)

Pergelaran seni Teater Tradisi Japin Carita

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Galuh Tantri Narindra, diwakili Kabid Kebudayaan Kalsel Raudati Hildayati mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pelestarian dan promosi Warisan Budaya Takbenda Kalimantan Selatan, kepada masyarakat luas. Khususnya di tingkat nasional.

Sajian seni tersebut memadukan unsur gerak tari Japin, musik tradisional Panting, serta cerita yang diangkat dari kehidupan keseharian masyarakat Banua.

“Pergelaran Teater Tradisi Japin Carita ini dibawakan oleh Teater Warung Bubuhan Art and Culture dengan judul “Balum Apaan Lagi”,” ucapnya

Foto bersama : sumber Humas Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian Sunjaya Adhiarso menambahkan, pertunjukan tersebut mengemas pesan budaya secara komunikatif dan menghibur, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisi Kalimantan Selatan kepada pengunjung TMII.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap seni tradisi daerah dapat terus lestari.

“Kami ingin generasi muda, serta menjadi bagian dari penguatan identitas budaya Banua di kancah nasional,” tutupnya. (BID.KEBUDAYAANKALSEL-NHF/RIW/RH)

Peringati Hari Disabilitas International, BSI Tingkatkan Layanan Ramah Difabel

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan yang dapat diakses seluruh nasabah termasuk penyandang disabilitas. Bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas International 2025, pada Rabu (3/12), BSI menunjukkan layanan di cabang yang ramah disabilitas dengan tersedia kursi roda, jalur landai ATM yang telah dilengkapi huruf Braille, toilet ramah penyandang disabilitas, layanan e-channel dan BSI Call 14040 yang responsif, serta mesin ATM yang telah dilengkapi huruf Braille.

Bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas International, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo didampingi Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy dan SEVP Operations BSI, Ana Nurul Khayati berkesempatan menyapa nasabah penyandang disabilitas di Kantor Pusat BSI di Jakarta Selatan.

Sementara Wakil Direktur Utama Bob Tyasika Ananta dan SEVP Funding and Transaction BSI Ida Triana Widowati menyapa nasabah di kantor BSI Tower, Medan Merdeka Selatan Jakarta.

Selain di Jakarta, peringatan hari disabilitas juga dilakukan seluruh kantor BSI, salah satunya dihadiri Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, yang menyapa nasabah di kantor layanan di Bandung. Selain menyapa, BSI memberikan apresiasi dalam bentuk tabungan dan souvenir hasil karya disabilitas kepada nasabah yang datang.

Direksi juga menyapa pegawai disabilitas yang bekerja di BSI. Komitmen ini juga sejalan dengan upaya Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 10 yaitu berkurangnya kesenjangan.

Anggoro Eko Cahyo mengungkap, bahwa saat ini 100% outlet BSI atau sekitar 1.032 cabang ramah bagi penyandang disabilitas. Terdapat lantai landai untuk akses kursi roda serta toilet yang ramah disabilitas.

Sementara 75% layanan ATM/CRM atau 4.500 mesin dilengkapi huruf Braille yang memudahkan nasabah penyandang tunanetra melakukan transaksi. BSI juga menyediakan e-channel BSI di antaranya BSI Call 14040, BYOND by BSI, BSI Net Banking maupun BSI Agen yang jumlahnya lebih dari 100 ribu agen di seluruh Indonesia yang mudah diakses nasabah.

“Kami mengucapkan selamat Hari Disabilitas Internasional bagi teman-teman disabilitas semoga tetap berdaya, berkarya, dan mandiri. BSI sebagai bank syariah yang inklusif bertekad untuk mendorong terus akselerasi layanan yang bisa diakses seluruh elemen nasabah termasuk teman-teman disabilitas,’’ kata Anggoro.

Anggoro menambahkan, saat ini BSI memberi kesempatan atau ruang berdaya bagi disabilitas untuk bekerja sesuai bidangnya. Saat ini sedikitnya 13 orang pegawai BSI tergolong penyandang disabilitas.

‘’Kami juga punya UMKM disabilitas binaan bekerjasama dengan BSI Maslahat dan ekosistem BSI Agen. Harapan kami, BSI bisa menjadi sahabat finansial, sosial dan spiritual untuk menjadi mitra bagi seluruh stakeholders dengan layanan inklusif,” tambahnya.

BSI juga memiliki perhatian kepada penyandang disabilitas dengan setiap tahun menyediakan fasilitas mudik gratis bertepatan menyambut Idul Fitri. Akses kendaraan khusus ini mempermudah para penyandang disabilitas merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dengan kendaraan khusus. (RIW/RH)

Sukses Gelar Festival Gerbang Nusantara, Ini Harapan Gubernur Muhidin

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, sukses menggelar Festival Gerbang Nusantara 2025, di DKI Jakarta, pada 28–29 November 2025. 

Pertunjukan seni khas Banjar, Tari Kuda Gipang dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan, Festival Gerbang Nusantara ini, merupakan agenda budaya tahunan yang menjadi wadah interaksi, apresiasi, dan pelestarian seni budaya daerah.

Festival tahun 2025 mengangkat tema “Berkolaborasi dan Bertransformasi dalam Harmoni Budaya”,, artinya menegaskan komitmen Pemprov Kalsel untuk mendorong inovasi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya sebagai identitas bangsa.

“Beragam agenda dilaksanakan untuk semakin memperkuat jejaring budaya, serta menghidupkan kembali ruang-ruang publik sebagai pusat interaksi kultural masyarakat,” ungkapnya.

Hasnuryadi menyampaikan, adapun rangkaian acara lebih beragam dibanding tahun – tahun sebelumnya. Diantaranya penampilan kesenian khas Madihin, Fashion Show Wastra Kalimantan dan Sajian Rasa Suguhan Budaya. Kemudian dilanjutkan, parade tari daerah di Taman Mini Indonesia Indah, ditampilkannya film tentang sejarah perjuangan revolusi fisik Kalimantan Selatan melalui audio visual, pergelaran seni budaya hingga tarian tradisional.

“Kami ingin menghadirkan ruang bersama untuk seniman, budayawan, pelaku kreatif. Kolaborasi dan transformasi bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga komitmen membawa budaya sebagai kekuatan daerah,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha menyampaikan, Festival Gerbang Nusantara ini menjadi ajang untuk menampilkan potensi seni dan budaya khas masing – masing, dengan keterlibatan komunitas kreatif dan para generasi muda, semakin memperkaya keberagaman aktivitas, yang dinilai memiliki potensi besar memperkenalkan Kalsel ke kancah Internasional.

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha

“Gelaran ini dapat memberi dampak yang lebih luas, tidak hanya dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga peningkatan ekonomi kreatif, penguatan identitas daerah, dan pengembangan pariwisata berbasis budaya,” tutupnya. (BidKebudayaanDisparKalsel-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version