Menuju IKN, DPRD HSU Sharing Revisi Perda PLPPK

BANJARMASIN – Menuju pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara melakukan sharing Revisi Perda tentang, Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan ke DPRD Banjarmasin. Hal itu disampaikan, Anggota DPRD Kabupaten HSU, Junaidi, Kepada Abdi Persada FM, pada Selasa (28/2).

Anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara, Junaidi

Junaidi menjelaskan, dalam rangka menyambut persiapan pintu gerbang IKN di Kalsel, apalagi Kabupaten Hulu Sungai Utara, merupakan wilayah yang paling strategis, pihaknya sharing ke DPRD Banjarmasin, terkait Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, yang sudah diterapkan di kota jasa dan perdagangan ini.

“Kita minta masukan untuk Perda Revisi ini, agar bisa diterapkan nanti,” katanya

Disampaikan Junaidi, selama ini di Kota Banjarmasin ada begitu banyak kawasan perumahan di masing-masing wilayah pada lima Kecamatan. Sehingga, kemampuan untuk menata kota menyesuaikan Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, patutlah diapresiasi.

“Dalam pertemuan ini, ditengah maraknya pembangunan perumahan, tetap diprioritaskan mengelola lahan pertanian,” ucap Junaidi

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Banjarmasin, Deddy Sophian mengatakan, selama ini Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan telah mengatur kawasan yang masih memiliki lahan produktif untuk pertanian. Dari lima Kecamatan ada dua yaitu sebagian besar di wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur.

Anggota Komisi I DPRD Banjarmasin, Deddy Sophian

“Lahan pertanian di kota ini, tetaplah kami dipertahankan,” tutupnya.

Untuk diketahui, puluhan tamu dari DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara, diterima Anggota Komisi I DPRD Banjarmasin, Deddy Sophian, bertempat di Ruang Komisi I DPRD Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Utara; Transformasi Digital. Musibah atau Anugerah?

HULU SUNGAI UTARA – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Transformasi Digital. Musibah atau Anugerah?” di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (16/11/2021) pukul 14.00 Wita. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati HSU Abdul Wahid, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Septi Diajeng, yang menghadirkan narasumber pertama Akhmad Riduan.

Riduan mengatakan, pandemi covid 19 yang terjadi telah mengguncang berbagai sektor kehidupan, dari bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya telah merasakan dampak dari terjadinya pandemi ini.

“Pandemi ini pun memaksa kita untuk mengubah pola hidup yang sudah biasa kita jalankan,” tuturnya.

Literasi digital kata Ridwan, sama pentingnya dengan membaca, menulis dan mempelajari ilmu lainnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Literasi digital secara sederhana diartikan sebagai kecakapan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai tipe format sumber-sumber informasi yang lebih luas, dan mampu ditampilkan melalui perangkat komputer.

Percakapan ini dibutuhkan dalam rangka memudahkan proses pembelajaran. Kecakapan ini pula perlu dimiliki oleh guru, dosen, mahasiswa, peserta didik bahkan oleh kalangan yang berkepentingan untuk pembelajaran.

Narasumber kedua Norsanti dengan materi tentang ‘Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital’.

Kata dia, pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui pendidikan.

“Pentingnya peran komunitas akademik dalam pendidikan di era digital yang perlu diperhatikan yakni, aspek keseimbangan, aspek keselamatan, tugas keamanan, aspek perundungan siber dan aspek hak cipta atau plagiarisme,” tuturnya.

Ia menambahkan, Budaya literasi sangat penting diterapkan di dunia pendidikan terutama di era digital. Hal tersebut dapat membantu peserta didik untuk memilih dan memilah informasi yang masuk melalui digital.

Upaya komunitas akademik dalam membudayakan literasi digital ialah, mengenalkan materi berbasis digital, mengevaluasi hasil sumber informasi digital, penekanan keterampilan mengkritisi informasi digital, dan memberi pemahaman tentang perangkat hukum lingkungan digital.

Narasumber ketiga Irwan Zasir dengan materi tentang ‘Basic Knowledge dan Rules Usaha Online’.

Irwan menjelaskan, kecakapan digital adalah kemampuan dan pengetahuan seseorang menghadapi tantangan digitalisasi saat ini secara proaktif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu adaptif dan responsif.

“Terutama dari sisi pemahaman dan penguasaan perangkat teknologi,” ucapnya.

Basic knowledge dan rules usaha online ialah, jujur, fast respon, tepat waktu, personal service dan membantu konsumen untuk membeli.

Kemudian, sosial Digital marketing ialah, kemampuan berkomunikasi online, desain dan fotografi dasar, pemasaran, teknik copywriting, dan administrasi juga keuangan dasar.

Terakhir narasumber Reno Affrian dengan materi tentang ‘Rekam Jejak Digital’.

Reno mengatakan, era digital merupakan suatu kondisi kehidupan atau zaman di mana semua kegiatan yang mendukung kehidupan sudah dipermudah dengan adanya teknologi.

“Dampak positif internet ialah memudahkan komunikasi, pencarian informasi, transaksi bisnis, sarana belajar dan media untuk berkarya. Sedangkan dampak negatif internet yakni penyebar hoax, penipuan dan aksi kejahatan, Bullying, dapat menyebabkan kecanduan serta peretasan,” tuturnya. (RILIS)

Vaksinasi Bergerak Di HSU, Gubernur Kalsel Minta Percepat Vaksinasi COVID-19 Demi Kekebalan Masyarakat 

Hulu Sungai Utara – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) H Sahbirin Noor kembali melanjutkan peninjuan Vaksinasi Bergerak pada hari kedua, Kamis (4/11).

Kali ini Paman Birin (sapaan akrab gubernur) bersama rombongan mengunjungi Kantor PGRI, Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada Kamis (4/11) pagi.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengatakan, pandemi COVID-19 telah membelenggu masyarakat di Banua. Salah satu strategi untuk mengendalikan pandemi COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi COVID-19 terbukti mampu mengurangi risiko sakit berat bila seseorang terinfeksi.

Gubernur Kalsel saat memberikan bantuan paket sembako di HSU

Menurut Paman Birin, capaian vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua terus meningkat dari hari ke hari. Ia pun optimis target 70 persen dapat tercapai.

“Untuk mencapai target 70 persen ini, perlu kerja luar biasa dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, serta swasta”, ujarnya.

Dirinya berharap, Vaksinasi Bergerak dapat memotivasi seluruh kabupaten kota untuk meningkatkan capaian vaksinasi sehingga dapat tercipta kekebalan kelompok.

Gubernur Kalsel saat memberikan bantuan paket sembako di HSU

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid mengatakan, sasaran Vaksinasi Bergerak di kabupaten ini, sebanyak 4.000 penerima.

Disampaikanya, saat ini vaksin tersedia di daerahnya sebanyak 15.000 dosis dan akan disuntikan selama 10 hari kedepan.

“Kita optimis vaksin sebanyak 15.000 dosis akan kita habiskan selama 10 hari, untuk meningkatkan kekebalan rakyat,” katanya. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Utara; “Manfaat Literasi Digital di Internet”

HULU SUNGAI UTARA – Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan topik bahasan “Manfaat Literasi Digital di Internet” dilaksanakan secara virtual, Rabu, 3 November 2021. Moderator webinar ini MC & Presenter Septi Diajeng dengan Keynote Speech disampaikan oleh Bupati Hulu Sungai Utara H. Abdul Wahid. Key Opinion Leader MC, Singer & Announcer Nadya Diptya beserta narasumber Musisi/Pencipta Lagu Pongki Barata, Pj Dekan Fakultas Hukum & Bisnis yoUCB Syahrial Shaddiq, dan Guru PAI & Budi Pekerti SMAN 1 Amuntai.

Musisi/Pencipta Lagu Pongki Barata mengatakan pentingnya mengutamakan etika di internet dalam konten ataupun kegiatan promosi.

“Berinternet yang positif dan aman salah satunya ialah menyadari adanya etika. Etika ini luas. Kalau kita bicara mengenai aman, konten yang kita upload di internet bisa aman bisa tidak, dari hal copyright, ketika kita jadi content creator. Atau contoh kita berjualan produk sebagai UMKM, lalu kita posting dengan lagu yang kita suka. Ini kan sudah terjadi kegiatan komersil, ada produknya, tetapi kita tidak membayar lisensi atau izin dari lagu dan kita pakai untuk promo itu, itu adalah kategori tidak aman, sering kali muncul tanpa kita sadari. Penggunaan lagu atau gambar di dalam konten kita harusnya kita lebih berhati-hati. Yang ingin saya highlight adalah kita sadar etika dulu, etika itu menjadi pagar sehingga kita menghasilkan atau mengunduh konten yang positif” ujarnya.

Pj Dekan Fakultas Hukum & Bisnis yoUCB Syahrial Shaddiq dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan mengenai Belajar Agama di Dunia Maya. Ia memberikan tips membangun karakter diri di era 4.0 dengan mendahulukan memperbaiki perilaku/adab disertai dengan menambah ilmu. Key Opinion Leader MC, Singer & Announcer Nadya Diptya di lain sisi menjabarkan mengenai kekurangan dan kelebihan belanja offline dan online di era digitalisasi. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Utara; Bahaya Kejahatan di Ruang Digital

AMUNTAI – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bahaya Kejahatan di Ruang Digital” di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (21/10/2021) pukul 10.00 Wita.

Acara dibuka oleh Bupati Hulu Sungai Utara, Drs H Abdul Wahid dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Rio Brama yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Grandika Primadani yang membahas tentang “Budaya Digital”

Ia memaparkan, cara berpikir produktif di era digital, yaitu;
1.Membangun citra diri pada bidang terrentu
2.Memperluas jaringan melalui media sosial
3.Mampu berpikir, kreatif, inovatif, dan produktif
4.Membangun UMKM melalui e-commerce
5.Mencari mentor dalam pekerjaan

Narasumber kedua, Reno Affrian yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”

“Jejak digital yang dapat kita tinggalkan pada internet, yakni postingan di media sosial, pencarian di google, tontonan di youtube, pembelian di marketplace, jalur ojek online, game online yang dimainkan, aplikasi yang diunduh, dan situs web yang dikunjungi,” pungkasnya.

Narasumber ketiga yaitu Syafilla Putry yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Kegunaan internet sangat banyak, salah satunya memudahkan komunikasi, memudahkan berbelanja, memudahkan berbisnis, sumber wawasan dan ilmu, serta memperluas ruang pertemanan,” tuturnya.

“Adapun berbagai ancaman pada internet, yakni privasi terancam, penipuan online, cyberbullying, dan pelecehan,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Irza Setiawan yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”

“Semakin berkembangnya era digital saat ini semakin maraknya penyebaran berita hoax yang ada di sekitar kita. Saat mendapatkan sebuah berita dari manapun, kita jangan asal langsung sebar namun bisa kita lihat dulu literasi pembanding dan sumber-sumber terpercaya. Ciri berita hoax biasanya foto atau video tidak masuk akal, isi beritanya provokatif, dan sumber tidak jelas,” pungkasnya.(RILIS)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Utara; Hadapi Transformasi Digital dengan Bijak dan Tepat

HSU –  Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Hadapi Transformasi Digital dengan Bijak dan Tepat” di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (14/10) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ovi Darin yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Pongki Barata yang membahas tentang “Hak Cipta”

“Hak cipta ini merupakan hak moral ataupun hak ekslusif. Saya sebagai pencipta lagu ketika lagu saya digunakan oleh orang lain tanpa menampilkan siapa penciptanya saya berhak menuntut hak cipta saya,” tegasnya

“Setiap sebuah karya dalam bentuk apapun entah itu musik, gambar, maupun hal yang lainnya itu memiliki hak cipta. Kita tidak boleh sembarangan mengambil karya orang lain di internet tanpa menampilkan nama si pencipta karena itu merupakan bentuk cara kita untuk menghargai karya orang lain,” tuturnya

Narasumber kedua, Irwan Rozanie yang membahas materi tentang “Budaya Digital”

Ia memaparkan, budaya merupakan sesuatu yang sudah berkembang dan sudah menjadi kebiasaan yang sulit dirubah.

“Strategi untuk melakukan pembelajaran di era digital kita harus tahu bagaimana membantu siswa untuk belajar, memberikan kesempatan pada siswa untuk berkembang dan berprestasi, membumikan pendidikan karakter, menciptakan lingkungan pendidikan ramah anak, dan mendorong kesadaran anak untuk cakap teknologi atau internet,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Diza Refengga yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Jarimu Harimaumu”

“Semakin berkembangnya zaman, etika dalam dunia digital pun muncul. Sama halnya dalam kehidupan sehari-hari, tentu dalam dunia digital etika pun harus diperhatikan. Di era digital ini ada istilah jarimu harimaumu, yang artinya kita harus berhati-hati dengan apa yang kita ketik di dunia digital karena bisa menjadi hal positif maupun negatif yang harus dipertanggung jawabkan nantinya,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Herry Fitriyadi yang meyampaikan materi tentang “Kecakapan Digital”.

“Kemajuan TIK mendorong transformasi digital. Digitalisasi memungkinkan banyak pelaku usaha untuk melakukan usaha mereka lebih efisien, dan menciptakan pekerjaan baru termasuk di sektor tradisional. Teknologi utama saat ini, seperti Internet of Things, jaringan 5G, Cloud computing, Big data analytic, dan blockhain,” Pungkasnya. (RILIS)

Ikuti Webinar Literasi Digital, Indonesia Makin Cakap Digital

Salam Literasi!
Halo Sobat Milenial ✋🏻
.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”
.
Yuk! Ikuti webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan Topik-topik asik dan narasumber yang seru pastinya. Untuk besok, topik pembahasannya: Hadapi Transformasi Digital dengan Bijak dan Tepat
.
🗣️ KEYNOTE SPEECH Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc – Direktur Jenderal Aplikasi Informatika

🗣️ MODERATOR Ovi Darin

🗣️ KEY OPINION LEADER Diza Refengga – Actor

🗣️ NARASUMBER:
.
1. Irwan Rozanie
■ Guru
.
2. Pongki Barata
■ Musisi/Pencipta Lagu
.
3. Herry Fitriyadi
■ Kepala Sekolah SMKN 2 Amuntai
.
📝 SAVE THE DATE
📅 Kamis, 14 Oktober 2021
⏰ 14.00 WITA / 13.00 WIB – Selesai
📱 Via Zoom Meeting
.
Fasilitas yang didapatkan :
📄 E-Sertifikat
💸 E – money untuk 10 Peserta Terpilih
🤝 Relasi baru
💡 Ilmu bermanfaat
.
LINK_ PENDAFTARAN
https://s.id/litdigHSU1410

Exit mobile version