Perkuat Kebijakan Sosial Inklusif, Dinsos Kalsel Gelar Forum Perangkat Daerah

Banjarmasin – Dalam rangka merumuskan langkah kebijakan untuk menjawab berbagai isu sosial di daerah, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Forum Perangkat Daerah di salah satu hotel di Banjarmasin, Selasa (3/3).

Forum ini menghadirkan narasumber dari unsur Biro Umum, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Bappeda Kalimantan Selatan, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

Ket : Kepada Dinas Sosial Kalsel, M. Farhanie saat membuka Forum Perangkat Daerah

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Farhanie menegaskan, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat arah kebijakan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, selaras dengan arahan Presiden RI serta visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan.

“Forum ini merupakan momentum penting bagi kita untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjawab berbagai isu sosial di masyarakat, sehingga terwujud kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Farhanie.

Ia menekankan, kebijakan sosial ke depan harus berbasis pada data tunggal terpadu yang akurat dan mutakhir. Validitas serta pemutakhiran data secara berkala dinilai krusial agar seluruh program perlindungan dan pemberdayaan sosial tepat sasaran.

“Data menjadi landasan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program sosial, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Ket : Foto bersama usai pembukaan Forum Perangkat Daerah Dinsos Kalsel

Selain penguatan data, Dinas Sosial Kalsel juga memprioritaskan perluasan jangkauan pelayanan dan rehabilitasi sosial dasar bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), khususnya yang berada di dalam panti.

Peningkatan kapasitas panti sosial dan tenaga pendukung menjadi fokus agar layanan semakin optimal dan berkualitas.

Di bidang pemberdayaan, Farhanie menyebut penguatan program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Perorangan (UEP-P) sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian PPKS secara berkelanjutan.

“Program UEP-P harus dikelola secara holistik, mulai dari pendampingan usaha, akses pasar, hingga monitoring keberlanjutan usaha. Dengan demikian, penerima manfaat dapat berkembang secara ekonomi dan tidak kembali pada kondisi rentan,” jelasnya.

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran, masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Karena itu, kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga filantropi perlu terus diperkuat.

“Kita harus lebih aktif mengoptimalkan potensi pendanaan kesejahteraan sosial dari sektor swasta dan masyarakat sipil. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kesejahteraan sosial yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.

Tak kalah penting, Farhanie menekankan optimalisasi peran pilar – pilar kesejahteraan sosial seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta relawan sosial lainnya.

“Mereka adalah garda terdepan dalam memastikan ketepatan sasaran program sosial sekaligus memberikan dukungan langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, Ia menyoroti pentingnya peningkatan penanganan bencana berbasis masyarakat dalam perencanaan strategis. Dengan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mitigasi dan respons bencana, risiko dampak sosial dapat ditekan dan proses pemulihan pascabencana berlangsung lebih cepat dan efektif.

“Melalui forum ini, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadirkan kebijakan sosial yang adaptif, tepat sasaran, dan berkelanjutan, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Banua,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Izin Nikah, Permintaan Pelayanan Terbanyak di Banjarmasin Utara

Banjarmasin – Izin nikah menjadi permintaan pelayanan terbanyak di Kecamatan Banjarmasin Utara, selama Ramadan 1447 Hijriah.

Camat Banjarmasin Utara Norrahmawati menjelaskan, pada bulan Ramadan, pelayanan yang diberikan di Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, sama dengan bulan lainnya.

Ket foto : Camat Banjarmasin Utara Norrahmawati

“Pelayanan kami Senin sampai Kamis jam pelayanan buka dari pukul 08.00 sampai 14.30 WITA. Sedangkan hari Jumat dari pukul 08.00 sampai 10. 30 WITA,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Selasa (3/3).

Selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara banyak melayani pengajuan berkas pernikahan. Karena banyak calon pengantin memilih melangsungkan pernikahannya saat bulan Ramadan, ataupun setelah lebaran.

“Bulan puasa ini banyak yang menggelar nikahan dan mungkin ada juga memilih mengurus sekarang untuk resepsinya setelah lebaran,” ujarnya lagi.

Selain itu, permintaan pelayanan lainnya di Bulan Ramadan ini adalah masalah waris.

“Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara juga banyak melayani warga yang ingin mengurus Surat Keterangan Waris (SKW), dua keperluan ini yang banyak kami layani,” ucap Norrahmawati.

Selama Ramadhan ini, lanjutnya, ada penyesuaian jam pelayanan di Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara dari hari biasanya.

“Tapi kami tetap memberikan pelayanan sampai jam kepulangan, apabila memang masih ada yang mengurus,” ujar Norrahmawati.

Pihaknya berharap, warga dapat terlayani dengan maksimal, meski sedang menjalankan ibadah puasa. (SRI/RIW/EPS)

FKG ULM Jalani Asesmen Lapangan, RSGM Gusti Hasan Aman Tegaskan Peran Strategis Rumah Sakit Pendidikan

Banjarmasin – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat, menggelar Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi untuk Program Studi Kedokteran Gigi (PSKG), dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi Program Profesi (PSPPDGPP), yang berlangsung pada 1–5 Maret 2026 di Banjarmasin.

Kegiatan asesmen ini dilaksanakan Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), sebagai bentuk evaluasi eksternal, untuk memastikan mutu tata kelola, proses pembelajaran, serta luaran pendidikan tinggi kesehatan sesuai standar nasional.

Foto bersama sumber FKG ULM

Hari pertama asesmen, Senin (2/3), difokuskan pada pembukaan resmi, presentasi pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan program studi, klarifikasi dokumen evaluasi diri, hingga wawancara bersama alumni, pengguna lulusan, dosen, serta mahasiswa.

Selain itu, tim asesor juga melakukan verifikasi implementasi sistem penjaminan mutu internal dan tata kelola akademik.

Tim asesor yang hadir terdiri dari drg. Sri Oktawati, Sp.Perio(K) dari Universitas Hasanuddin, drg. Haris Nasutianto dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, serta drg. Abu Bakar, dari Universitas Baiturrahmah.

Dekan FKG ULM, drg. Maharani Laillyza Apriasari menyampaikan, asesmen lapangan merupakan momentum strategis untuk merefleksikan capaian, sekaligus memperkuat komitmen peningkatan mutu berkelanjutan.

Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi bagian dari upaya memastikan bahwa seluruh proses pendidikan, baik akademik maupun profesi, berjalan sesuai standar.

“Kami ingin menghasilkan dokter gigi yang kompeten, berintegritas, serta siap melayani masyarakat,” katanya.

Disampaikan Maharani, FKG ULM terus melakukan penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kapasitas dosen, serta optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan, termasuk integrasi pembelajaran klinik dengan wahana pendidikan.

Sebagai rumah sakit pendidikan utama Program Profesi Dokter Gigi, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, turut menjadi bagian penting dalam proses asesmen ini.

“Tim asesor melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas, sistem pelayanan, serta proses pembelajaran klinik yang dijalankan mahasiswa profesi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda menambahkan, pihaknya berkomitmen penuh mendukung peningkatan mutu pendidikan klinik dokter gigi di Kalsel, dengan memastikan pelayanan dan pendidikan berjalan beriringan.

“Mahasiswa profesi mendapatkan pengalaman klinis yang komprehensif dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien dan standar pelayanan rumah sakit pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut drg. Mashuda menambahkan, sinergi antara FKG ULM dan RSGM menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga terampil secara klinis, dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

“Seluruh civitas akademika FKG ULM bersama jajaran rumah sakit pendidikan menunjukkan kesiapan dokumen, implementasi program, serta komitmen terhadap budaya mutu,” tutupnya. (RSGMKALSEL-NHF/RIW/EPS)

Perkuat Solidaritas Advokat, Peradi Banjarmasin Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Banjarmasin – DPC Peradi Kota Banjarmasin, menggelar Buka Puasa Bersama anak Panti Asuhan Harapan Bangsa Banjarmasin, di bawah naungan Yayasan KH Sam’ani. Buka puasa yang dihadiri langsung Ketua DPC Peradi Kota Banjarmasin, Edy Sucipto ini, berlangsung pada Minggu (1/3) petang, di Panti Asuhan Harapan Bangsa kawasan Banjar Indah Permai IV Banjarmasin.

Agenda rutin tahunan DPC Peradi Kota Banjarmasin ini, diawali dengan pembacaan salawat, dilanjutkan dengan tausiyah dan pemberian santunan kepada anak Panti Asuhan Harapan Bangsa, yang berusia 3 – 15 tahun.

Keterangan foto: Momen penyerahan santunan dari DPC Peradi Kota Banjarmasin

Saat memberikan sambutan, Edy Sucipto mengaku bersyukur, bahwa di tengah kesibukan, dinamika persidangan, serta berbagai tanggung jawab yang diemban, Allah masih mempertemukan para advokat dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.

“Buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda tahunan semata. Tetapi menjadi ruang silaturahmi, saling menyapa, mendengar, menguatkan, dan mempererat ukhuwah sesama advokat,” jelasnya.

Profesi ini, menurut Edy, menuntut ketegasan, ketajaman analisis, bahkan kadang mempertemukan sesama advokat, pada perbedaan pendapat dan posisi.

“Justru dalam kebersamaan seperti ini lah, kita diingatkan bahwa di atas segala dinamika tersebut, kita tetap satu keluarga besar yang memiliki tujuan mulia yaitu menegakkan hukum dan memperjuangkan keadilan,” tegasnya.

Keterangan foto: Momen penyerahan santunan dari DPC Peradi Kota Banjarmasin

Silaturahmi bukan hanya membawa keberkahan umur dan kelapangan rezeki, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya solidaritas.

Ketika hubungan terjalin dengan baik, komunikasi terjaga, dan rasa saling menghormati tumbuh, maka profesionalisme pun akan semakin bermartabat dan berintegritas.

“Semoga kebersamaan hari ini tidak berhenti di buka puasa ini saja, tetapi menjadi penguat komitmen untuk terus menjaga persaudaraan, saling mendukung dalam kebaikan, dan bersama-sama menjaga marwah serta kehormatan profesi advokat,” tutupnya.

Turut hadir pada Buka Puasa bersama ini, Sekretaris DPC Peradi Kota Banjarmasin, Ali Murtadlo, serta seluruh jajaran pengurus dan anggota DPC Peradi Kota Banjarmasin. Hadir pula jajaran pengurus dan pengasuh Panti Asuhan Harapan Bangsa. (RIW/EPS)

Gelar Pasar Murah Ramadan di Banjarmasin Utara, BCSR Siapkan 1.159 Paket Sembako

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggelar kegiatan Pasar Murah Ramadan, sebagai langkah strategis menekan inflasi daerah, sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, kali ini dilaksanakan di Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (2/3).

Pasar Murah Ramadan dibuka Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, diwakili Asisten ll Perekonomian Setdako Banjarmasin Taufik Rivani.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, sejumlah kepala SKPD, camat, lurah se-Kecamatan Banjarmasin Utara, serta jajaran terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, mewakili Wali Kota Banjarmasin, Taufik Rivani menjelaskan, bahwa pasar murah merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang rutin dilaksanakan selama Ramadan.

“Hari ini kegiatan pasar murah dilaksanakan oleh tim Disperdagin bersama Kecamatan Banjarmasin Utara dalam rangka Ramadan. Selama bulan Ramadan, kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 33 kali hingga tanggal 16, sebagai upaya Pemerintah Kota Banjarmasin menstabilisasi harga dan mengendalikan inflasi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2026 Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan pelaksanaan pasar murah hingga 185 kali kegiatan sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap pergerakan harga di masyarakat.

Menurutnya, pasar murah menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat, selain kolaborasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Kita harapkan kegiatan ini dapat memberikan stimulan sekaligus treatment terhadap pergerakan harga. Inflasi saat ini memang cukup tinggi, namun bukan disebabkan harga sembako, melainkan karena kenaikan harga emas. Untuk bahan pokok seperti beras, gula, ayam dan telur masih dalam kondisi normal meskipun ada fluktuasi menjelang Ramadan,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin (Disperdagin), Ichrom Muftezar menyampaikan, bahwa kegiatan kali ini merupakan pelaksanaan Pasar Murah Forum BCSR ke-15 yang digelar Pemkot Banjarmasin, dan sebanyak 1.159 paket sembako disiapkan khusus bagi masyarakat Kecamatan Banjarmasin Utara.

“Insya Allah hari ini kita menyiapkan sekitar 1.159 paket untuk warga di Kecamatan Banjarmasin Utara. Ini adalah pelaksanaan ke-15 Pasar Murah BCSR yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Disperdagin,” ungkap Tezar.

Ia juga menjelaskan adanya perubahan mekanisme pelaksanaan pasar murah mulai tahun 2026. Jika sebelumnya menggunakan sistem kupon melalui kelurahan, kini masyarakat cukup menunjukkan KTP Kota Banjarmasin.

“Mulai tahun 2026 seluruh warga Kota Banjarmasin bisa membeli paket pasar murah hanya dengan menunjukkan KTP. Namun tidak berlaku bagi ASN, TNI, dan Polri. Satu orang hanya bisa membeli satu paket per hari dan tidak boleh diwakilkan,” tegasnya.

Ichrom menambahkan, keberhasilan pelaksanaan pasar murah tidak lepas dari dukungan Forum Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) yang memberikan subsidi harga paket sembako bagi masyarakat.

“Sebagaimana kesepakatan bersama Forum BCSR, satu paket sembako mendapatkan subsidi sekitar Rp15.000. Jika harga normal di pasaran untuk 2 kilogram gula dan 2 liter minyak sekitar Rp73.000, maka di pasar murah masyarakat cukup membayar sekitar Rp58.000. Ini merupakan bentuk dukungan luar biasa dari kawan-kawan BCSR,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap masyarakat dapat memanfaatkan pasar murah secara optimal guna memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. (PEMKO.BJM-SRI/RIW/EPS)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Gelar Program Pelindo Berbagi Ramadhan

Banjarmasin – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, serta memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, menyelenggarakan kegiatan Pelindo Berbagi Ramadan 2026, pada Jumat (27/2).

Melalui program ini, Pelindo menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja pelabuhan, meliputi pembagian sembako gratis, santunan anak yatim piatu, serta pembagian takjil Ramadan.

Keterangan foto: Suasana program Pelindo Berbagi Ramadan

Secara keseluruhan bantuan yang disalurkan meliputi 5.950 paket sembako, dengan total nilai sekitar Rp892.500.000, 375 santunan anak yatim piatu dengan total nilai Rp112.500.000,
3.400 paket takjil Ramadan dengan total nilai sekitar Rp119.000.000.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1.124.000.000, yang didistribusikan di sejumlah wilayah kerja pelabuhan. Antara lain Banjarmasin, Sampit, Pulang Pisau, Kumai, Kota Baru, dan Batulicin.

Direktur Manajemen Risiko Pelindo, Boy Robyanto, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Safari Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai integritas dan kepedulian dalam lingkungan kerja Pelindo.

“Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin, namun merupakan ruang silaturahmi, refleksi, dan penguatan nilai. Di tengah dinamika bisnis kepelabuhanan yang semakin kompleks, momen Ramadan mengajak kita untuk menata niat serta memperkuat integritas dan kepedulian, baik sebagai individu maupun sebagai organisasi,” ujar Boy Robyanto.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang diajarkan selama bulan Ramadan sangat relevan dengan penerapan manajemen risiko dalam organisasi, seperti kehati-hatian, kejujuran, tanggung jawab, serta konsistensi dalam menjalankan amanah.

Menurutnya, Kalimantan khususnya Banjarmasin memiliki peran strategis sebagai gerbang logistik dan ekonomi kawasan sehingga pengelolaan operasional pelabuhan perlu didukung budaya sadar risiko yang kuat, serta kolaborasi seluruh insan perusahaan.

Sementara itu, Sub Regional Head Kalimantan, Sugiono, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan Pelindo Berbagi Ramadan merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja pelabuhan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara Pelindo dan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujar Sugiono.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan stakeholder, yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan Pelindo Berbagi Ramadan ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) berharap nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (Pelindo-RIW/EPS)

Masuki Pekan Kedua Ramadan, Direktur Manajemen Risiko Pelindo Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran di Terminal Penumpang Banjarmasin

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus memperkuat kesiapan pelayanan, menghadapi arus mudik Lebaran tahun 2026. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja yang dilakukan Direktur Manajemen Risiko, Boy Robyanto ke Terminal Penumpang Banjarmasin, Jumat (27/2).

Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan fasilitas, operasional, serta aspek keselamatan bagi para pengguna jasa pelabuhan.

Keterangan foto: Suasana kunker Direktur Manajemen Risiko Pelindo di Banjarmasin

Kunjungan Direktur Manajemen Risiko ini, turut didampingi Executive Director 3, Daru Wicaksono Julianto, serta Sub Regional Head Kalimantan, Sugiono, bersama jajaran manajemen, dan tim operasional di lingkungan Pelindo Sub Regional Kalimantan.

Dalam agenda tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai fasilitas terminal penumpang, mulai dari area keberangkatan dan kedatangan, ruang tunggu penumpang, fasilitas keamanan dan keselamatan, kesiapan sarana pendukung, hingga kesiapan petugas operasional yang akan bertugas selama masa angkutan Lebaran.

Direktur Manajemen Risiko Pelindo, Boy Robyanto menyampaikan, bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan optimal serta meminimalkan potensi risiko operasional yang dapat terjadi, selama periode mudik yang biasanya mengalami peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan.

“Momentum Lebaran merupakan periode dengan aktivitas penumpang yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kesiapan fasilitas, sistem pelayanan, serta pengelolaan risiko harus dipastikan berjalan dengan baik agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Boy Robyanto.

Ia juga menambahkan, bahwa kelancaran arus mudik di pelabuhan tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat, baik internal Pelindo maupun para pemangku kepentingan lainnya di lingkungan pelabuhan.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan koordinasi yang baik dari seluruh stakeholder, seperti operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta instansi terkait lainnya. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan lancar dan aman,” tambahnya.

Sementara itu, Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksana Julianto menyampaikan, bahwa wilayah Regional 3 memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Kalimantan, khususnya melalui layanan terminal penumpang.

“Kami terus memastikan kesiapan seluruh terminal penumpang di wilayah kerja Regional 3, baik dari sisi fasilitas, pelayanan, maupun aspek keselamatan. Selain itu, koordinasi dengan seluruh stakeholder di pelabuhan juga terus diperkuat guna memastikan kelancaran arus penumpang selama periode mudik,” jelas Daru.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan seluruh aspek operasional dan pelayanan di Terminal Penumpang Banjarmasin dapat berjalan secara optimal sehingga dapat mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun 2026.

Sebagai bagian dari perusahaan yang bergerak di sektor kepelabuhanan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus berusaha untuk menghadirkan layanan pelabuhan yang andal, aman, dan berorientasi pada kepuasan pengguna jasa. (Pelindo-RIW/EPS)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Gelar Program Pelindo Berbagi Ramadhan

Banjarmasin – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, serta memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, menyelenggarakan kegiatan Pelindo Berbagi Ramadan 2026, pada Jumat (27/2).

Melalui program ini, Pelindo menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja pelabuhan, meliputi pembagian sembako gratis, santunan anak yatim piatu, serta pembagian takjil Ramadan.

Keterangan foto: Suasana kunker Direktur Manajemen Risiko Pelindo di Banjarmasin

Secara keseluruhan bantuan yang disalurkan meliputi 5.950 paket sembako, dengan total nilai sekitar Rp892.500.000, 375 santunan anak yatim piatu dengan total nilai Rp112.500.0…
[12:30, 27/02/2026] Rahmi Apfm: Masuki Pekan Kedua Ramadan, Direktur Manajemen Risiko Pelindo Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran di Terminal Penumpang Banjarmasin

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus memperkuat kesiapan pelayanan, menghadapi arus mudik Lebaran tahun 2026. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja yang dilakukan Direktur Manajemen Risiko, Boy Robyanto ke Terminal Penumpang Banjarmasin, Jumat (27/2).

Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan fasilitas, operasional, serta aspek keselamatan bagi para pengguna jasa pelabuhan.

Kunjungan Direktur Manajemen Risiko ini, turut didampingi Executive Director 3, Daru Wicaksono Julianto, serta Sub Regional Head Kalimantan, Sugiono, bersama jajaran manajemen, dan tim operasional di lingkungan Pelindo Sub Regional Kalimantan.

Dalam agenda tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai fasilitas terminal penumpang, mulai dari area keberangkatan dan kedatangan, ruang tunggu penumpang, fasilitas keamanan dan keselamatan, kesiapan sarana pendukung, hingga kesiapan petugas operasional yang akan bertugas selama masa angkutan Lebaran.

Direktur Manajemen Risiko Pelindo, Boy Robyanto menyampaikan, bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan optimal serta meminimalkan potensi risiko operasional yang dapat terjadi, selama periode mudik yang biasanya mengalami peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan.

“Momentum Lebaran merupakan periode dengan aktivitas penumpang yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kesiapan fasilitas, sistem pelayanan, serta pengelolaan risiko harus dipastikan berjalan dengan baik agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Boy Robyanto.

Ia juga menambahkan, bahwa kelancaran arus mudik di pelabuhan tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat, baik internal Pelindo maupun para pemangku kepentingan lainnya di lingkungan pelabuhan.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan koordinasi yang baik dari seluruh stakeholder, seperti operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta instansi terkait lainnya. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan lancar dan aman,” tambahnya.

Sementara itu, Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksana Julianto menyampaikan, bahwa wilayah Regional 3 memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Kalimantan, khususnya melalui layanan terminal penumpang.

“Kami terus memastikan kesiapan seluruh terminal penumpang di wilayah kerja Regional 3, baik dari sisi fasilitas, pelayanan, maupun aspek keselamatan. Selain itu, koordinasi dengan seluruh stakeholder di pelabuhan juga terus diperkuat guna memastikan kelancaran arus penumpang selama periode mudik,” jelas Daru.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan seluruh aspek operasional dan pelayanan di Terminal Penumpang Banjarmasin dapat berjalan secara optimal sehingga dapat mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun 2026.

Sebagai bagian dari perusahaan yang bergerak di sektor kepelabuhanan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus berusaha untuk menghadirkan layanan pelabuhan yang andal, aman, dan berorientasi pada kepuasan pengguna jasa. (Pelindo-RIW/EPS)

Permudah Akses Layanan Spesialis Gigi, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Buka Poli Sore

Banjarmasin – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalsel, kini resmi membuka layanan poli sore sebagai bentuk pengembangan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, drg Mashuda menyampaikan, langkah ini diambil untuk memudahkan masyarakat yang tidak sempat berobat pada pagi hari karena bekerja, sekolah, maupun mengurus keluarga.

Direktur RSGM, didampingi Kabag Administrasi Umum dan Keuangan, Kasi Pendidikan dan Pelatihan, serta Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan

Adapun poli sore yang dibuka meliputi: Spesialis Konservasi Gigi, menangani kasus gigi berlubang, perawatan saluran akar, hingga tindakan mempertahankan gigi.
Spesialis Kedokteran Gigi Anak (KDA), melayani seluruh kasus gigi anak usia di bawah 17 tahun.

“Seluruh layanan tersebut juga dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (26/2) sore.

drg. Mashuda, menyampaikan, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit, untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat, sekaligus mendukung penurunan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM), sejalan dengan visi pembangunan kesehatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Manajemen RSGM berharap, kehadiran poli sore ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan gigi menjadi lebih mudah, terjangkau, dan merata.

Foto : suasana pelayanan poli sore

“Insya Allah kami melayani dengan sepenuh hati untuk masyarakat Banua,” jelasnya.

Lebih lanjut drg. Mashuda menambahkan,
saat ini juga Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman resmi membuka kembali layanan radiografi gigi atau ronsen gigi selama 24 jam, untuk seluruh masyarakat. Sebab layanan ini telah menorehkan prestasi, dengan meraih penghargaan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), pada kategori Keamanan dan Keselamatan Radiologi Diagnostik dan Intervensi.

“Dengan layanan tanpa jeda ini, pemeriksaan dapat menunjang diagnosa dokter, termasuk pada kasus kegawatdaruratan gigi di malam hari, agar rencana tindakan dapat segera ditentukan,” tutup Huda, sapaan akrabnya.

Untuk diketahui, jam pelayanan poli sore setiap Senin hingga Jumat, pada pukul 16.00 – 18.00 WITA. Sedangkan, radiografi gigi dari Shift I : 08.30 – 15.00 WITA, Shift II : 15.00 – 21.00 WITA
Shift III : 21.00 – 08.30 WITA. (NHF/RIW/EPS)

Pantau Pasar Wadai Ramadan, DLH Banjarmasin Imbau Pedagang dan Pengunjung Jaga Kebersihan

Banjarmasin – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, terus memantau kebersihan Pasar Wadai Ramadan, di kawasan Siring 0 Kilometer, dan mengimbau pedagang dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin Marzuki mengatakan, pada pekan pertama Ramadan, pihaknya banyak menemukan sampah berserakan, usai aktivitas di Pasar Wadai Ramadan.

Ket foto : Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin Marzuki

“Kami setiap malam setelah aktivitas berakhir melakukan pembersihan,” ungkap Marzuki, kepada sejumlah wartawan, Rabu (25/2).

Dan, lanjutnya, pihaknya menemukan banyak sampah berserakan di tengah jalan.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak pedagang dan pengunjung, yang belum taat untuk membuang sampah ditempatnya,” ucap Marzuki.

Permasalahan sampah ini, sudah dikoordinasikan kepada panitia Pasar Wadai, agar dapat mengelola sampah secara bersama sama, mengingat Pasar Wadai Ramadan ini merupakan salah satu ikon wisata di Kota Banjarmasin.

“Karena itu DLH mengimbau kepada pedagang dan pengunjung Pasar Wadai Ramadan, untuk membuang sampah ditempatnya,” ucap Marzuki.

Meski petugas kebersihan rutin ke lapangan setiap malam setelah operasional pasar berakhir, namun kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya harus tetap ditumbuhkan setiap individu.

“Baik pedagang maupun pengunjung,” tegas Marzuki.

Sehingga, sampah sisa aktivitas berdagang, tidak berserakan dari lapak hingga ke jalan.

DLH Kota Banjarmasin juga meminta kepada pedagang, agar dapat menyiapkan kantong sampah sendiri sebelum petugas datang untuk mengambilnya.

“Kami berharap, pedagang dapat berinisiatif menyediakan wadah sampah sehingga pasar wadai tetap bersih dan nyaman,” ucap Marzuki.

Seperti diketahui, dalam sepekan Ramadan, di Pasar Wadai Ramadan ditemukan sampah sisa aktivitas dagang dibiarkan berserakan dari lapak hingga jalan.

Hal itu membuat pasar wadai kotor dan petugas kebersihan juga kesulitan melakukan pengambilan sampah setiap hari.

Karena itu, para pedagang diminta memiliki inisiatif mandiri untuk menyediakan wadah sampah sehingga pasar wadai tetap bersih dan nyaman.

Langkah ini dianggap krusial mengingat jalur Pasar Wadai tahun ini cukup panjang, diperkirakan mencapai hampir satu kilometer. (SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version