Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan, bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan. Karena itu, Ia meminta Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) lebih proaktif dan menjadi ujung tombak pencegahan, agar angka kecelakaan kerja di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.

Pesan itu disampaikan Yassierli saat meninjau Balai Besar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (BBK3) Jakarta, Selasa (14/4).

Keterangan foto: Menaker RI saat meninjau BBK3 Jakarta

Dalam arahannya, Ia menekankan bahwa perlindungan pekerja tidak cukup hanya dilakukan setelah insiden terjadi, tetapi harus diperkuat sejak awal, melalui langkah promotif dan preventif yang lebih masif.

“Upaya promotif dan preventif sangat penting. Saya instruksikan seluruh jajaran pegawai BBK3 Jakarta untuk bergerak lebih masif menjalankan fungsi pengawasan dan edukasi. Kita harus mampu menekan angka fatalitas di tempat kerja secara signifikan,” kata Yassierli.

Menurut Yassierli, penguatan Balai K3 penting karena setiap kecelakaan kerja bukan hanya soal angka, melainkan menyangkut keselamatan manusia, keberlangsungan keluarga pekerja, dan kepercayaan terhadap sistem perlindungan kerja.

Karena itu, Balai K3 harus hadir bukan sekadar sebagai pelaksana fungsi teknis, tetapi juga sebagai institusi yang mampu membaca risiko, membangun budaya K3, dan memperkuat pencegahan di lapangan.

Ia juga menegaskan, bahwa target besar menurunkan kecelakaan kerja tidak dapat dikerjakan pemerintah sendirian. Kolaborasi dengan pihak swasta dan seluruh ekosistem pendukung K3 perlu diperkuat, termasuk dengan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).

“PJK3 bukan saingan kita. Mereka adalah mitra agar tujuan besar kita tercapai, yaitu turunnya angka kecelakaan kerja di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Selain kolaborasi, Yassierli meminta penguatan kapasitas pegawai di lingkungan Balai K3. Ia menilai, pegawai tidak cukup hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga harus memiliki kemampuan manajerial dan analisis data agar hasil kerja mereka dapat menjadi dasar kebijakan yang kuat dan tepat sasaran.

Menurutnya, para penguji K3 harus berkembang menjadi sosok yang lebih komprehensif, dengan penguasaan terhadap budaya K3, Sistem Manajemen K3 (SMK3), manajemen risiko, hingga statistik. Dengan begitu, rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti pada temuan teknis, tetapi mampu memberi arah bagi upaya pencegahan yang lebih efektif.

“Setiap penguji harus menguasai budaya K3, SMK3, hingga manajemen risiko. Selain itu, kemampuan mengolah data statistik sangat penting agar output yang dihasilkan bisa menjadi landasan kuat dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.

Secara khusus, Menaker juga mengingatkan pejabat fungsional, mulai dari instruktur, pengawas ketenagakerjaan, hingga mediator hubungan industrial, agar terus berkembang seiring peningkatan jenjang karier.

Semakin tinggi jabatan, kata dia, orientasi kerja harus makin kuat pada aspek manajerial dan perumusan kebijakan.

“Semakin tinggi jabatan fungsional seseorang, orientasinya harus menuju ke pembuat kebijakan. Semakin manajerial, jangan justru semakin teknis. Inilah yang akan membawa perubahan besar pada pelindungan tenaga kerja kita di masa depan,” pungkas Yassierli. (KemenakerRI-RIW/EPS)

Pemanfaatan AI di Indonesia Masih Rendah, Menaker: Pekerja Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi

Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan pekerja, agar siap menghadapi perubahan teknologi, termasuk perkembangan Artificial Intelligence (AI), sehingga mampu meningkatkan daya saing dan tetap relevan di dunia kerja.

Ia mengatakan, bahwa tingkat penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia masih di bawah rata-rata global. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja berubah cepat dan Indonesia tidak boleh terlambat menyiapkan tenaga kerjanya.

“Kuncinya bukan hanya pada teknologinya, tetapi bagaimana kita membekali SDM agar siap. Pekerja harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan terus berkembang menghadapi perubahan,” ujar Yassierli saat memberikan arahan saat penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-VIII periode 2026–2028 antara PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan Serikat Pekerja Kerukunan Keluarga Karyawan PT Pupuk Kaltim di Jakarta, Selasa (14/4).

Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini tidak lagi sebatas pada perlindungan hak-hak normatif, tetapi juga memastikan pekerja memiliki kompetensi yang memadai agar tetap relevan di tengah perubahan teknologi.

Dalam konteks tersebut, Menaker menilai serikat pekerja perlu mengambil peran yang lebih strategis. Tidak hanya hadir saat terjadi persoalan hubungan kerja, tetapi juga aktif menyiapkan pekerja menghadapi perkembangan teknologi, termasuk AI.

Menaker pun berharap, PKB yang baru saja ditandatangani tidak hanya menciptakan stabilitas, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong peningkatan kompetensi pekerja agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur Gusrizal menyampaikan, bahwa PKB ke-VIII ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi para pihak sekaligus memperkuat hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.

“Kami berharap pengesahan PKB ini memberi kepastian hukum bagi seluruh pihak dalam menjalankan hubungan kerja, sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan untuk mendukung kelangsungan PKT serta meningkatkan kesejahteraan bersama,” tutupnya. (KemenakerRI-RIW/EPS)

Pemprov Kalsel, OJK dan Satgas PASTI, Perkuat Sinergi Berantas Keuangan Ilegal

Banjar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah strategis, memberantas aktivitas keuangan ilegal yang kian meresahkan masyarakat. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), melakukan koordinasi mendalam, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Tim Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).

Langkah strategis tersebut dibahas dalam rapat tindak lanjut, yang berlangsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel, Kamis (16/4).

Mewakili Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar, hadir langsung untuk membahas langkah penanganan terhadap entitas yang terindikasi melanggar aturan.

Rapat penting ini juga melibatkan beberapa instansi yang tergabung dalam Tim Satgas Penanganan Entitas, antara lain Kejaksaan Tinggi, Kepolisian Daerah (Polda) dan Badan Intelijen Daerah (BINDA) Kalimantan Selatan.

Kehadiran tim khusus ini, bertujuan mempercepat proses identifikasi dan eksekusi lapangan terhadap praktik keuangan ilegal di wilayah Kalsel.

“Kegiatan ini merupakan rapat lanjutan untuk melakukan pendalaman sekaligus pembahasan langkah-langkah konkret dalam menangani entitas yang terindikasi melakukan aktivitas keuangan ilegal,” jelas Sucilianita.

Fokus utama pertemuan ini adalah memetakan modus operandi entitas “nakal” dan menyusun skema pencegahan agar masyarakat lebih waspada dan tidak tergiur janji keuntungan yang tidak masuk akal.

“Diskominfo sendiri berperan memberikan dukungan dari sisi keamanan informasi, guna memastikan ruang digital di Kalimantan Selatan tetap aman dari gangguan penipuan keuangan berbasis teknologi,” tambahnya.

Dengan sinergi antara Pemprov Kalsel, OJK, dan Tim Satgas, diharapkan masyarakat semakin terlindungi dan ekosistem keuangan di Kalimantan Selatan tetap sehat serta kondusif. (BDR/RIW/EPS)

Dorong Laporan Lebih Tajam dan Berdampak, Pansus II Upgrade Standar LKPj 2025,

Yogyakarta – Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.

Salah satunya dengan melakukan studi komparasi ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (16/4). Sebagai bagian dari upaya memperluas referensi dan membangun standar pelaporan yang lebih berkualitas.

Wakil Ketua Pansus II DPRD Kalsel, Suripno Sumas

Wakil Ketua Pansus II DPRD Kalsel, Suripno Sumas, mengatakan pentingnya menyamakan persepsi dalam pelaporan pertanggungjawaban. Ia menilai, pola pelaporan yang ada selama ini cenderung berulang tanpa ada inovasi substansial.

Langkah ini diambil untuk membangun standar baru pelaporan yang lebih progresif, terutama pada sektor ekonomi dan keuangan, agar hasil pembangunan lebih adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin menyamakan persepsi dalam pelaporan pertanggungjawaban. Selama ini pola yang ada cenderung repetitif. Karena itu, mempelajari praktik di daerah lain agar LKPj ke depan lebih berbobot, fungsional, dan benar-benar menjadi instrumen pengawasan yang efektif,” katanya.

Menurut Suripno, pendalaman materi kini tidak lagi hanya terpaku pada kelengkapan administratif, melainkan pada efektivitas sistem pelaporan itu sendiri. DPRD Kalsel ingin memastikan LKPj menjadi cerminan kinerja pemerintah daerah yang objektif dan bisa diuji secara substansial.

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

“Pembaruan sistem pelaporan menjadi kunci, agar rekomendasi DPRD tidak berhenti sebagai dokumen formal, tetapi mampu ditindaklanjuti secara konkret,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD DIY, Tri Suyutiyanto, menyambut hangat kehadiran rombongan dari “Rumah Banjar”. Ia mengapresiasi diskusi yang berkembang karena menghadirkan pertukaran gagasan yang konstruktif bagi kedua belah pihak.

“Diskusi ini memberikan manfaat timbal balik. Kami juga mendapatkan banyak perspektif baru dari DPRD Kalsel, sehingga kolaborasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas kelembagaan,” tutupnya. (ADV/NHF/RIW/EPS)

Atlet Gulat Pelajar, Wakili Kalsel di Kejurnas Jakarta

Banjarmasin – Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Kalimantan Selatan, akan memberangkatkan atlet gulat pelajar, untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Gulat Tingkat Pelajar Tahun 2026 di DKI Jakarta, pada 28 sampai 30 April 2026.

Sekretaris Umum Pengprov PGSI Kalsel, Rijal Hamid mengatakan, pada kejurnas gulat tingkat pelajar ini, Kalsel mengirim 5 orang atlet pelajar terbaik.

Ket foto : Sekretaris Umum Pengprov PGSI Kalsel Rijal Hamid

“Pada kejuaraan ini, atlet gulat pelajar Kalsel akan bertanding pada gaya bebas,” ujarnya.

Kejuaraan Gulat Tingkat Pelajar di Jakarta akan dilaksanakan di GOR Pusat Pelatihan Pelajar di Jakarta Selatan.

Diharapkan, mereka mampu membanggakan Kalsel, dan meraih medali pada kejurnas gulat tingkat pelajar tahun 2026 di DKI Jakarta.

“Kami berharap atlet gulat pelajar Kalsel ini mampu mendapatkan medali, sehingga kedepannya para atlet muda ini mampu mendampingi atlet senior mereka yang kini sudah menjadi atlet elit,” ucap Rijal.

Sementara itu, Pelatih Gulat Kalsel, Zulkhaidir menambahkan, atlet pelajar gulat yang akan dikirim ke Kejurnas, saat ini menjalani latihan persiapan jelang pertandingan.

Ket foto : Pelatih Gulat Kalsel Zulkhaidir

“Mereka akan mengikuti nomor lomba Kelompok Umur 13 serta Kelompok Umur 15 Tahun,” ujarnya.

Dengan keikutsertaan atlet pelajar gulat Kalsel ke ajang kejurnas ini, akan menambah pengalaman para atlet usia muda, serta memperkuat mental tanding.

“Keikutsertaan mereka ini diharapkan dapat menambah jam terbang, serta mengasah mental tanding atlet akan semakin baik kedepannya,” ucap Zulkhaidir. (SRI/RIW/EPS)

Dihadiri Hanan Attaki, Tabligh Akbar HUT ke-27 Kota Banjarbaru Berlangsung Khidmat

Banjarbaru – Suasana khidmat menyelimuti Tabligh Akbar dan Salat Hajat, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru tahun 2026, yang digelar di Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru, Kamis (16/4) malam.

Kegiatan ini menghadirkan penceramah Ustadz Hanan Attaki serta lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Syekh Asal Al-Banjari.

Ket : Ustadz Hanan Attaki menyampaikan tausyiah

Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, bersama jamaah dari dalam maupun luar Kota Banjarbaru.

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan salat hajat, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga salat Isya berjamaah yang diimami Syekh Asal Al-Banjari.

Lantunan ayat suci yang menggema di dalam masjid menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi momen refleksi spiritual bagi para jamaah.

Mewakili Wali Kota Banjarbaru, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni menyampaikan, bahwa tabligh akbar dan salat hajat ini bukan sekadar rangkaian seremoni, melainkan wujud rasa syukur atas bertambahnya usia Kota Banjarbaru.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banjarbaru, membentuk sumber daya manusia yang beriman dan berakhlak mulia.

“Tabligh akbar dan salat hajat ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun masyarakat yang kuat secara spiritual, beriman, dan berakhlak mulia,” ujar Sirajoni.

Ket : Suasana kehadiran jamaah di Tabligh Akbar Kota Banjarbaru

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Banjarbaru, yakni Banjarbaru Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera (EMAS), khususnya pada aspek “maju” yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

“Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral dan akhlak masyarakatnya,” lanjutnya.

Ia pun berharap kegiatan ini dapat memperkuat keimanan masyarakat serta menjadi momentum introspeksi diri dalam menerapkan nilai-nilai kebaikan di kehidupan sehari-hari.

“Semoga seluruh harapan dan cita-cita dalam menyongsong Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru dapat dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” tambahnya.

Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikan, Ustadz Hanan Attaki mengajak jamaah untuk menjadi generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan bijak dalam menghadapi perkembangan zaman, khususnya dalam penggunaan media sosial.

Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, Ia menekankan bahwa kekuatan umat tidak hanya terletak pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada akhlak serta kemampuan menjaga diri dari pengaruh negatif di era digital.

Tabligh akbar ini pun menjadi momentum spiritual yang mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menumbuhkan semangat masyarakat Banjarbaru dalam menyongsong usia ke-27 dengan iman, harapan, dan optimisme menuju masa depan yang lebih baik. (BDR/RIW/EPS)

WFH Dikecualikan, Satpol PP dan Damkar Kalsel Tetap Siaga Layani Masyarakat

Banjarbaru – Kebijakan penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui mekanisme Work From Home (WFH), tidak berlaku bagi jajaran Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebagai garda terdepan dalam pelayanan ketenteraman, ketertiban umum, serta penanganan darurat, seluruh personel tetap menjalankan tugas dari kantor dan pos masing – masing.

Satpol-PP dan Damkar Kalsel tetap siaga melayani masyarakat.(foto : Satpol-PP dan Damkar Kalsel)

Kepala Satpol-PP dan Damkar, Dany Matera Saputra, melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Yudhiana Khusnan Kurniawan menjelaskan, bahwa kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Nomor 100.3.4.1/00652/ORG/2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN.

“Satpol PP dan Damkar termasuk unit layanan yang dikecualikan dari WFH. Kami tetap bekerja dari kantor guna memastikan target kinerja tercapai dan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” ujarnya, Jumat (17/4).

Meski tetap bekerja secara langsung, pihaknya tetap menerapkan prinsip efisiensi, terutama dalam penggunaan energi dan operasional. Selain itu, fasilitas transportasi bagi personel juga tetap disediakan dengan penyesuaian jumlah armada.

“Pengawasan dan pengendalian tetap dilakukan secara berjenjang oleh pimpinan agar pelaksanaan tugas berjalan maksimal,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah menegaskan, bahwa Damkar tetap siaga penuh mengingat tuntutan respons cepat dalam kondisi darurat.

Personel operasional tetap berjaga di pos dengan sistem shift, termasuk melakukan pemeliharaan armada dan pengecekan peralatan.

Layanan penyelamatan seperti evakuasi hewan liar, pelepasan cincin, hingga penanganan sarang tawon juga tetap berjalan normal.

“Fungsi kami menuntut kehadiran langsung di lapangan. Karena itu, seluruh personel tetap bersiaga untuk merespon setiap laporan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap pakai, serta mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat jika membutuhkan bantuan.

“Kami tetap bersiaga di kantor dan pos untuk seluruh masyarakat. Mohon doa dan kerja sama agar Banua kita tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Untuk layanan darurat Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, masyarakat dapat menghubungi call center di nomor 0811-519-113. (SYA/RIW/EPS)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Perkuat Keamanan Pangan Melalui Sosialisasi Cemaran dan Penyakit Bawaan Pangan

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan sosialisasi, terkait cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung penerapan standar kesehatan lingkungan dan keamanan pangan, di kawasan pelabuhan.

Sosialisasi ini menghadirkan Elfia N. Normayanti, selaku Ketua Tim Kerja III – Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin, sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini juga dihadiri para penjamah makanan, pengelola kantin, serta pihak terkait di lingkungan pelabuhan.

Acara dibuka secara resmi Yoga Arya Kuswanto, selaku Junior Manager HSSE yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan higiene dan sanitasi pangan, sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kesehatan di area pelabuhan.

“Kegiatan ini menjadi langkah konkret kami dalam memastikan seluruh aktivitas penyediaan pangan di lingkungan pelabuhan memenuhi standar kesehatan dan keselamatan. Kami berharap seluruh penjamah makanan dapat menerapkan prinsip higiene dan sanitasi secara konsisten guna mencegah risiko penyakit bawaan pangan,” ujar Yoga Arya Kuswanto.

Dalam pemaparannya, Elfia N. Normayanti menjelaskan, bahwa cemaran pangan terdiri dari beberapa jenis, yaitu cemaran fisik, cemaran biologi, cemaran kimia, serta alergen.

“Penjamah pangan memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya penyakit bawaan pangan. Dengan memahami jenis cemaran serta cara pencegahannya, diharapkan setiap individu yang terlibat dalam pengolahan pangan dapat menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat,” jelas Elfia N. Normayanti.

Dijelaskan, bahwa cemaran fisik merupakan benda asing yang tidak seharusnya terdapat dalam makanan, seperti rambut, logam, atau benda kecil lainnya, yang dapat menyebabkan cedera atau gangguan kesehatan bagi konsumen.

Cemaran biologi menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit bawaan pangan, yang berasal dari bakteri, virus, parasit, maupun mikroorganisme lainnya.

Selain cemaran fisik dan biologi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cemaran kimia yang dapat berasal dari bahan alami maupun bahan kimia berbahaya, seperti formalin, boraks, dan logam berat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman serta menerapkan praktik higiene dan sanitasi pangan yang baik dalam aktivitas sehari-hari. (Pelindo-RIW/EPS)

Dorong Eliminasi TBC, Pemkab Banjar Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Banjarbaru – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor, dalam rangka Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia Tahun 2026 tingkat Kabupaten Banjar, di salah satu hotel di Banjarbaru, Kamis (16/4).

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyi, yang menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menekan angka kasus TBC.

Suasana pertemuan peringatan Hari TBC Sedunia Pemkab Banjar

Dalam sambutannya, Said Idrus mengungkapkan, bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kedua di dunia dengan estimasi 1,06 juta kasus baru TBC dan angka kematian mencapai 125 ribu jiwa.

Sementara di Kabupaten Banjar, hingga Maret 2024 tercatat 237 kasus atau sekitar 25,23 persen dari target penemuan kasus.

“Penyakit Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Meski berbagai upaya telah dilakukan, angka kasus masih cukup tinggi dan masih banyak yang belum terdeteksi,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan TBC tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga masyarakat hingga sektor swasta.

Menurutnya, peran aktif semua pihak sangat diperlukan, terutama dalam meningkatkan penemuan kasus secara dini, mendukung skrining TBC, memperkuat peran kader, serta memastikan keberlanjutan pengobatan bagi pasien.

“Saya mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pencegahan serta penanggulangan TBC. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap penderita TBC, serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan.

“Komitmen kita bersama sangat diperlukan untuk mencapai eliminasi TBC. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata menuju Kabupaten Banjar yang bebas Tuberkulosis,” tutupnya. (SYA/RIW/EPS)

Lepas 717 Jemaah Haji Banjarmasin, Ini Pesan Wali Kota Yamin

Banjarmasin – Wali Kota Muhammad Yamin diwakili Plt Sekdako – Dolly Syahbana, melepas jemaah haji Kota Banjarmasin, di Masjid Jami Sungai Jingah, pada Kamis (16/4).

Dolly Syahbana menyoroti antusiasme para jemaah, yang harus menunggu hingga puluhan tahun, untuk mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci.

Ket foto : Plt Sekdako Banjarmasin Dolly Syahbana

“Alhamdulillah, pada tahun ini kurang lebih 717 jemaah dari Kota Banjarmasin mendapat panggilan menjadi tamu Allah,” ujarnya.

Ia juga menekankan, kesempatan menunaikan ibadah haji adalah nikmat luar biasa yang patut disyukuri, mengingat tidak semua yang berniat dapat berangkat.

Ada yang harus tertunda, berpindah jadwal, bahkan ada yang telah lebih dahulu dipanggil Allah SWT.

Pada kesempatan itu, Dolly juga menyoroti keberagaman usia jemaah tahun ini, mulai dari 17 tahun hingga 85 tahun. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa panggilan Allah tidak mengenal usia, melainkan diberikan kepada siapa saja yang telah dikehendaki-Nya.

Melalui pelaksanaan sholat hajat, Ia mengajak seluruh yang hadir untuk bersama – sama memohon doa agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, dan dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Di akhir sambutannya, Dolly Syahbana berpesan kepada seluruh calon jamaah agar senantiasa menjaga niat, memperkuat kesabaran, serta menjunjung tinggi kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Jagalah hati tetap bersih, saling membantu, dan tunjukkan bahwa jamaah haji dari Kota Banjarmasin adalah jamaah yang berakhlak baik, tertib, serta saling menguatkan. Kami semua di sini akan terus mendoakan hingga Bapak dan Ibu kembali ke banua dalam keadaan selamat dan sehat wal afiat,” pesan Dolly.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah kota Banjarmasin, Ahmad Sya’rani menyebut, bahwa jemaah haji kota Banjarmasin dibagi dalam 6 kelompok terbang (kloter).

“Jadi ada beberapa kloter ini full warga Banjarmasin, dan ada juga beberapa dari kabupaten/kota di Kalsel. Bahkan ada juga yang jemaah kita ikut kloter dari Kalimantan Tengah,” jelas Sya’rani.

Jemaah haji Kota Banjarmasin mendapatkan jadwal keberangkatan kloter pertama, pada Jumat (24/4) dinihari. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version