Wamenaker: Kehadiran Industri Harus Membuka Kesempatan Kerja bagi Warga Sekitar

Temanggung – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menegaskan kehadiran industri harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui terbukanya kesempatan kerja bagi warga lokal.

Menurutnya, semakin besar kesempatan kerja yang tercipta bagi masyarakat sekitar, semakin besar pula dampak positif industri terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Wamenaker Afriansyah saat mengunjungi PT Sheonary Javanesia INC di Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (29/7).

Dalam kunjungan itu, Wamenaker berdialog dengan manajemen perusahaan bersama Pemerintah Kabupaten Temanggung mengenai penguatan hubungan industrial, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung kebutuhan industri.

Usai berdialog, Wamenaker meninjau area produksi dan berbincang langsung dengan para pekerja, termasuk penyandang disabilitas.

Ia mengapresiasi komitmen perusahaan yang memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sebagai wujud penerapan dunia kerja yang inklusif.

“Saya melihat hubungan industrial antara manajemen dan pekerja di perusahaan ini berjalan baik. Perusahaannya juga rapi dan tertata dengan baik. Industri yang dikelola dengan baik seperti ini harus kita jaga dan kita bangun bersama agar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Afriansyah.

Untuk mendukung penyerapan tenaga kerja lokal, Kemnaker siap memberikan pelatihan vokasi bagi masyarakat sekitar agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan begitu, perusahaan lebih mudah memperoleh tenaga kerja yang kompeten, sementara masyarakat memiliki peluang kerja yang lebih besar.

“Perusahaan kami harapkan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jangan sampai warga sekitar malah enggak kerja. Kemnaker siap memberikan pelatihan agar masyarakat memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri,” ujarnya.

Selain memperluas kesempatan kerja, Afriansyah menekankan pentingnya perusahaan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberikan upah sesuai ketentuan yang berlaku, serta memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

Afriansyah juga mengajak Pemerintah Kabupaten Temanggung memperkuat sinergi dengan dunia usaha agar iklim industri tetap kondusif dan investasi terus berkembang.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan Kemnaker menjadi kunci untuk memperluas kesempatan kerja, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (KemenakerRI-RIW/APR)

Menaker: Hubungan Industrial Harus Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan hubungan industrial perlu terus beradaptasi menghadapi perubahan dunia kerja agar mampu menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat menyaksikan penyerahan Surat Keputusan (SK) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Pegadaian (Persero) di Jakarta, Rabu (29/7).

Menurut Yassierli, PKB merupakan instrumen penting membangun hubungan industrial yang sehat karena menjadi wadah kesepakatan antara manajemen dan serikat pekerja dalam mengatur hubungan kerja.

“PKB bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi fondasi dalam membangun hubungan industrial yang sehat. Di dalamnya terdapat komitmen bersama antara perusahaan dan pekerja untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis,” ujar Yassierli.

Ia mengatakan, hubungan industrial yang berkualitas menjadi fondasi terciptanya iklim ketenagakerjaan yang stabil, harmonis, dan berdaya saing melalui dialog sosial, keterbukaan komunikasi, serta kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan dan pekerja.

“Dunia kerja terus mengalami perubahan yang sangat cepat. Karena itu, hubungan industrial juga harus mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika yang terjadi,” katanya.

Yassierli menjelaskan perkembangan teknologi, otomatisasi, dan digitalisasi telah mengubah pola kerja sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap kompetensi baru.

Karena itu, perusahaan dan pekerja perlu memiliki kemampuan adaptasi agar tetap mampu menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

Menurutnya, keberhasilan menghadapi perubahan dunia kerja tidak hanya ditentukan dari peningkatan keterampilan tenaga kerja, tetapi juga kualitas hubungan antara manajemen dan pekerja.

Hubungan industrial yang matang akan membuka ruang kolaborasi, mendorong inovasi, serta memperkuat daya saing perusahaan.

Ia menambahkan peningkatan kompetensi tenaga kerja perlu berjalan seiring dengan pembangunan hubungan industrial yang kondusif.

Perusahaan perlu memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengembangkan kemampuan melalui pelatihan dan pembaruan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Dalam upaya membangun hubungan industrial yang lebih berkualitas, Kemnaker terus mendorong penerapan kerangka maturitas hubungan industrial sebagai panduan bagi perusahaan.

Kerangka tersebut menggambarkan tahapan perkembangan hubungan industrial, mulai dari pemenuhan aspek kepatuhan hingga mencapai tahap transformatif yang ditandai dengan kolaborasi, inovasi, dan kemitraan yang kuat antara perusahaan dan pekerja.

Pada tahap trans formatif, perusahaan tidak lagi memandang pemenuhan hak pekerja sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai investasi bagi keberlanjutan usaha.

Di sisi lain, serikat pekerja berperan sebagai mitra strategis dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis sekaligus mendukung peningkatan kinerja perusahaan.

Yassierli berharap manajemen dan serikat pekerja terus menjaga hubungan industrial yang kondusif melalui kemitraan yang saling mendukung sehingga praktik tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam membangun hubungan industrial yang adaptif dan inklusif.

“Hubungan industrial yang ideal bukan hanya hubungan yang minim konflik, tetapi hubungan yang mampu melahirkan kolaborasi, inovasi, dan nilai tambah bagi perusahaan maupun pekerja,” tutup Yassierli. (KemenakerRI-RIW/APR)

Dari Rawa Kalsel ke Meja Makan di China, Ekspor Belut Hidup Tembus Rp10 Miliar

Banjarmasin – Dulu cuma jadi lauk di warung pinggir rawa, kini belut hidup asal Kalimantan Selatan melenggang ke pasar China. Dalam 7 bulan pertama 2026 saja, nilai ekspornya sudah tembus Rp10,14 miliar.

Data Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalsel mencatat, sepanjang Januari–Juli 2026 telah terjadi 72 kali pengiriman belut hidup ke China. Totalnya 1,4 juta ekor atau 205,6 ton. Angka itu melonjak tajam dibanding 2025 yang hanya 17 kali pengiriman senilai Rp1,92 miliar.

Lonjakan itu tak lepas dari dibukanya penerbangan kargo langsung Banjarmasin – China. Sebelumnya eksportir harus memutar dulu ke Jakarta atau Surabaya.

“Rantai logistik jadi lebih pendek. Kualitas belut lebih terjaga karena waktu tempuh lebih singkat,” kata Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kalsel, Erwin A. M. Dabukke, dalam Go Ekspor Barantin Web Series Episode 3 yang digelar Rabu (29/7).

Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyebut, belut sebagai salah satu komoditas perikanan dengan prospek cerah di pasar internasional. Tapi untuk masuk ke negara tujuan, semua komoditas wajib lolos uji karantina.

“Belut hidup yang diekspor harus diperiksa kesehatannya dan dipastikan bebas hama penyakit ikan. Ini bukan hanya syarat negara tujuan, tapi juga untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia,” ujar Plt. Deputi Bidang Karantina Ikan Barantin, Sugeng Sudiarto.

Selain mengawasi, Barantin juga turun mendampingi pelaku usaha. Mulai dari urus dokumen, cek kesehatan media pembawa, hingga penerbitan sertifikat kesehatan. Tujuannya satu, mempermudah akses ekspor.

Kepala PPSDM Karantina, Wisnu Wasisa Putra menambahkan, edukasi seperti web series ini penting agar makin banyak UMKM paham prosedur.

“Kami ingin pelaku usaha Kalsel melek peluang global dan siap bersaing,” katanya.

Kalsel punya modal besar. Kondisi perairan rawa dan lahan basah membuat daerah ini jadi salah satu penghasil belut alam terbesar di Indonesia.

Erwin menyebut sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan karantina jadi kunci.

“Kalau mutu terjaga, daya saing belut Kalsel di pasar global akan semakin kuat,” ujarnya.

Dalam web series tersebut, Barantin juga menghadirkan eksportir belut untuk berbagi strategi memenuhi standar mutu negara tujuan.

Sugeng menutup, belut hidup bukan sekadar komoditas.

“Ini soal nilai tambah sumber daya perikanan Indonesia, memperluas pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” tutup Sugeng. (Barantin-RIW/APR)

Pemadaman Listrik Bergilir, Pemko Banjarmasin Datangi PLN Pusat

Jakarta – Atas arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda bersama Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, mendatangi Kantor Pusat PT PLN (Persero) di Jakarta, Selasa (28/7), untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Banjarmasin dan wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan Pemerintah Kota Banjarmasin didampingi General Manager PT PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, dan diterima Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero), Saleh Siswanto.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda mengatakan, kedatangan Pemerintah Kota Banjarmasin merupakan bentuk komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat yang terdampak pemadaman listrik.

“Atas instruksi Bapak Wali Kota, kami datang langsung ke PLN Pusat untuk menyampaikan seluruh keluhan masyarakat, mulai dari dampak terhadap UMKM, rumah tangga, sektor usaha, hingga layanan publik. Kami juga meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman, langkah penanganan, serta bentuk kompensasi yang menjadi hak masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ananda, pemadaman listrik yang terjadi saat ini tidak hanya memutus pasokan listrik, tetapi juga berdampak terhadap jaringan telekomunikasi akibat Base Transceiver Station (BTS) ikut kehilangan pasokan listrik.

“Dulu ketika listrik padam, sinyal masih bisa digunakan. Sekarang listrik padam, sinyal juga ikut hilang. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat, komunikasi, hingga pelayanan menjadi semakin terganggu,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyampaikan berbagai dampak nyata yang dirasakan masyarakat, seperti kerugian pelaku UMKM, rusaknya peralatan elektronik, matinya ribuan ternak, hingga rusaknya Air Susu Ibu (ASI) yang disimpan dalam lemari pendingin sehingga tidak lagi layak dikonsumsi.

Dalam pertemuan tersebut, pihak PLN turut memaparkan kondisi sistem kelistrikan melalui pusat pengendalian operasional (war room).

Berdasarkan penjelasan PLN, gangguan pasokan listrik disebabkan kerusakan pada tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yakni PLTU Asam-Asam, PLTU Stagen, dan PLTU Tabalong, yang mengakibatkan defisit daya sekitar 250 megawatt (MW) pada sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Berdasarkan hasil pembahasan, PLN menyampaikan bahwa mulai 29 Juli 2026, durasi pemadaman bergilir akan dikurangi menjadi sekitar tiga jam.

Selanjutnya, proses perbaikan di tiga PLTU ditargetkan selesai pada 3 Agustus 2026, sehingga sistem kelistrikan diharapkan kembali normal mulai 4 Agustus 2026 tanpa pemadaman bergilir.

“Alhamdulillah, kami memperoleh kepastian bahwa durasi pemadaman mulai dikurangi sejak hari ini. Insyaallah, apabila proses perbaikan berjalan sesuai rencana, pada 4 Agustus kondisi kelistrikan akan kembali normal. Tentu kami akan terus mengawal komitmen ini agar benar – benar terealisasi,” tegas Ananda.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus berkoordinasi dengan PLN serta mengawal seluruh aspirasi masyarakat hingga kondisi kelistrikan kembali pulih sepenuhnya.

“Kami memahami betapa besar dampak yang dirasakan masyarakat. Karena itu, seluruh aspirasi telah kami sampaikan secara langsung kepada PLN Pusat. Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus mengawal penyelesaian persoalan ini sampai masyarakat kembali mendapatkan pelayanan kelistrikan yang normal dan andal,” pungkasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)

Cetak Pemimpin Muda Visioner, Disbudporapar Banjar Gelar Pelatihan Kepemimpinan Organisasi Kepemudaan

Banjar – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar melalui Bidang Kepemudaan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Pengkaderan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Guest House Sultan Sulaiman Martapura, Rabu (29/7).

Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah daerah mencetak generasi muda berintegritas, visioner, dan siap menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 50 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan di Kabupaten Banjar.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, public speaking, manajemen organisasi, wawasan kebangsaan, hingga penguatan karakter sebagai calon pemimpin masa depan.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya mengatakan, pemuda memiliki peran strategis sebagai aset pembangunan daerah.

Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan kepemimpinan, pengetahuan, serta motivasi agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“Pemuda adalah aset vital pembangunan Kabupaten Banjar. Oleh karena itu, kita perlu membekali mereka dengan keterampilan, pengetahuan, dan motivasi yang memadai untuk menjadi pemimpin yang efektif dan berpengaruh,” ujarnya.

Menurut Irwan, pengkaderan organisasi kepemudaan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan berorganisasi, tetapi juga membentuk karakter pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Kepala Disbudporapar Banjar saat menyampaikan sambutan

Ia berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya Kabupaten Banjar di tengah arus modernisasi.

“Pengkaderan ini harus melahirkan pemimpin yang visioner, berintegritas, serta mampu menjaga kelestarian budaya lokal di tengah modernisasi. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang positif dan membawa dampak signifikan bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kabupaten Banjar, Muhari menjelaskan, pelatihan dirancang untuk memperkuat kapasitas anggota organisasi kepemudaan agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam memimpin organisasi maupun berkontribusi di tengah masyarakat.

Selain meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, peserta juga dibekali keterampilan membangun organisasi yang sehat, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan generasi muda.

“Semoga para peserta menjadi pemuda yang visioner, berintegritas, mampu memajukan Kabupaten Banjar, serta siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan,” harap Muhari.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, menyampaikan materi mengenai arah kebijakan kepemudaan, sementara Normalina dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan materi tentang public speaking, komunikasi kepemimpinan, dan personal branding. (SYA/RIW/APR)

Sambut Hari Jadi ke-76, Dinsos Kalsel Salurkan Ribuan Paket Sembako

Banjarbaru – Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi menyiapkan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam momentum peringatan hari jadi daerah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Farhanie mengatakan, rangkaian kegiatan yang disiapkan meliputi anjangsana, penyaluran bantuan sosial, kerja bakti, hingga donor darah yang melibatkan berbagai pihak.

Farhanie menjelaskan, kegiatan anjangsana dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada para Gubernur dan Wakil Gubernur terdahulu yang telah memberikan kontribusi bagi pembangunan Banua.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Muhammad Farhanie

Selain itu, Dinas Sosial juga akan menyalurkan 5.000 paket sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyerahan secara simbolis akan dilaksanakan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Sebanyak 5.000 paket sembako akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat, dan penyerahan simbolisnya akan dilakukan pada acara puncak Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Farhanie.

Tidak cukup sampai disitu, Dinas Sosial juga akan ambil bagian pada kegiatan kerja bakti membersihkan masjid dan mushola bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Pelaksanaan kegiatan tersebut masih menunggu arahan dari Gubernur Kalimantan Selatan.

“Kerja bakti ini menjadi bagian dari upaya membangun semangat gotong royong sekaligus menjaga kebersihan tempat ibadah. Waktu pelaksanaannya akan menyesuaikan arahan Bapak Gubernur,” katanya.

Pada puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Sosial juga akan menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan.

Farhanie berharap seluruh rangkaian kegiatan yang disiapkan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat melayani yang menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/APR)

Wakil HSS Dinobatkan Sebagai Duta Pepelengasih Kalsel 2026

Banjarmasin – Wakil Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berhasil menjadi pemenang Duta Pelelingasih Tingkat Provinsi Tahun 2026. Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz diwakili Kasi Peningkatan Kapasitas dan Kreativitas Pemuda Donny Dwi, sukses menutup kegiatan tersebut pada Rabu (29/7) di Banjarmasin.

“Kami mengapresiasi para peserta yang telah mengikuti kegiatan ini,” ungkap Donny Dwi.

Pihaknya, berharap para peserta Pepelengasih Tingkat Provinsi Tahun 2026 ini, menjadi agen perubahan lingkungan ididaerahnya masing masing.

Penyerahan hadiah kepada pemenang pertama

“Dengan langkah mereka di Pepelengasih ini, dapat membawa mereka menjadi agen perubahan bagi lingkungannya,” ujar Donny.

Sehingga, lanjutnya, Duta Pepelengasih ini tidak hanya menjadi role model di media sosial saja.

“Kami juga berharap, Duta Pepelengasih ini dapat menjadi contoh bagi generasi muda lainnya, dalam menjalani hidup dengan lebih ramah lingkungan,” ucap Donny.

Sementara itu, Juri Pepelengasih Tingkat Provinsi Kalsel, Amalia Rezeki, mengapresiasi Dispora Kalsel yang konsisten menggelar pemilihan ini.

“Kami mengapresiasi kegiatan seleksi Duta Pepelengasih terus dilaksanakan,” ucapnya.

Amalia juga memastikan, bahwa kualitas peserta Duta Pepelengasih setiap tahunnya mengalami peningkatan.

“Peningkatan tersebut terlihat dari pergerakan pemuda terhadap lingkungan, dan ternyata memiliki banyak inovasi,” ujarnya lagi.

Diantaranya gerakan pengolahan sampah, hingga konservasi flora dan fauna.

“Begitu juga dengan variasi usia peserta, jika sebelumnya hanya diikuti mahasiswa, kini pelajar SMA ikut pemilihan ini,” ucapnya.

Sedangkan, Pemenang 1 Saiful Ahyar mengatakan, pada pemilihan ini Ia mempresentasikan konservasi tanaman Kemiri.

“Kami sudah mengoptimalkan pemanfaatan tanaman kemiri dari Loksado, menjadi minyak kemiri,” ungkapnya.

Pelestarian dan pemanfaatan tanaman Kemiri bagi masyarakat Loksado ini, perlu terus dilakukan, agar terus terjaga keberadaannya.

Adapun pemenang Pepelengasih Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, yakni:

Pemenang 1, Saiful Ahyar Wakil Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Juara 2, Alma Cayani Fairuz Wakil Kabupaten Tanah Bumbu, juara 3 Nayshila Dewi Agustina wakil Kabupaten Kotabaru.

Sementara Juara Harapan 1 Muhammad Abiyyu wakil Kota Banjarmasin, Juara Harapan 2 Rizqi Fairuz Ansari wakil Kabupaten Tanah Bumbu, Juara Harapan 3 Akhmad Zaini Wakil Kota Banjarmasin. (SRI/RIW/APR)

Presentasi Final, 88 Inovasi Terbaik Siap Bersaing di Kalsel Innovation Award 2026

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat budaya riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan daerah melalui pelaksanaan Presentasi Final Kalsel Innovation Award (KIA) Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi tahapan akhir penilaian terhadap berbagai inovasi terbaik yang lahir dari perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat umum.

Presentasi final berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, di Aula BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, dimana sebanyak sepuluh inovasi terbaik dari masing-masing kategori memaparkan gagasan dan hasil inovasinya di hadapan dewan juri yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, Universitas Lambung Mangkurat, serta Universitas Islam Kalimantan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor mengatakan, inovasi daerah tidak lagi sekadar menghasilkan aplikasi atau sistem baru, melainkan harus mampu menjawab tantangan pembangunan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Ariadi, Kalimantan Selatan memiliki target pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen pada tahun 2029.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor

“Untuk mencapai target tersebut, diperlukan inovasi yang mampu mendorong transformasi ekonomi, memperkuat hilirisasi sumber daya alam, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mendukung terwujudnya Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik Kalimantan,” ucapnya.

Ia menegaskan pembangunan daerah ke depan harus disusun berdasarkan hasil riset sehingga setiap kebijakan memiliki landasan ilmiah yang kuat.

Dengan pendekatan tersebut, inovasi yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Budaya inovasi harus terus tumbuh di seluruh perangkat daerah. Setiap inovasi harus dapat diterapkan secara berkelanjutan, memberikan solusi atas berbagai persoalan pembangunan, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat

Sementara itu, Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat menjelaskan, Kalsel Innovation Award merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah untuk membangun ekosistem riset dan inovasi yang semakin kuat sekaligus memberikan apresiasi kepada para inovator daerah.

Ia mengatakan pada KIA 2026, BRIDA berhasil menghimpun 88 inovasi yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, masyarakat umum, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga lembaga nonpemerintah.

“Seluruh inovasi tersebut telah melalui tahapan seleksi administrasi, penilaian substansi, hingga akhirnya terpilih sebagai finalis untuk mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri,” sahutnya.

Menurut Thaufik, penghargaan yang diberikan kepada para pemenang tidak hanya berupa uang pembinaan, tetapi juga pendampingan agar inovasi yang dihasilkan dapat direplikasi, dikembangkan, bahkan dikomersialisasikan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.

“Kami berharap Kalsel Innovation Award tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi menjadi sarana membangun budaya inovasi yang berkelanjutan. Inovasi – inovasi terbaik diharapkan dapat diterapkan lebih luas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kalimantan Selatan,” tutup Thaufik. (MRF/RIW/APR)

Jelang HUT ke-76, Ini Pemenang Lomba Tema dan Logo Hari Jadi Kalsel

Banjarmasin – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya, sukses menyelenggarakan Lomba Tema dan Logo Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan sebagai wadah partisipasi masyarakat menyalurkan ide, kreativitas, serta rasa cinta terhadap Banua.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Rizal Pahmi menjelaskan, lomba terbuka untuk umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, desainer, hingga para pegiat kreatif.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melibatkan berbagai lapisan masyarakat memaknai perjalanan panjang pembangunan Kalimantan Selatan melalui karya-karya kreatif yang memiliki nilai seni, budaya, dan identitas daerah.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Rizal Pahmi

“Melalui lomba ini lahir tema dan logo yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu merepresentasikan semangat kemajuan, kebersamaan, serta kearifan lokal Kalimantan Selatan,” ujar Rizal, pada Selasa (28/7).

Rizal mengatakan, pendaftaran dan pengumpulan karya dibuka sejak 27 Maret hingga 31 Mei 2026. Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Tercatat sebanyak 42 karya logo dan 56 usulan tema diterima panitia.

Seluruh karya kemudian melalui proses kurasi administrasi dan penilaian awal hingga menyisakan 28 peserta yang memenuhi persyaratan mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

“Penilaian dilakukan secara profesional oleh dewan juri yang berasal dari kalangan seni, desain, dan budaya, dengan mempertimbangkan aspek orisinalitas, filosofi, estetika, relevansi terhadap Hari Jadi Kalimantan Selatan, serta kemudahan penerapan pada berbagai media publikasi,” jelasnya.

Juara 1 Kategori Tema : Pilihan Gubernur Kalsel

Lebih lanjut Rizal menambahkan, setelah melalui tahapan penjurian, masing – masing dipilih tiga nominasi terbaik untuk kategori tema dan logo.

Hasil tersebut kemudian dibahas dalam rapat Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan di Ruang Rapat Gedung Mahligai Pancasila sebelum akhirnya disepakati sebagai hasil akhir.

“Kami berharap, penyelenggaraan lomba ini mampu menumbuhkan rasa memiliki, kebanggaan, dan kecintaan masyarakat terhadap Banua,” harapnya.

Tema dan logo terpilih nantinya akan menjadi identitas resmi Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan serta digunakan dalam berbagai kegiatan dan publikasi resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Adapun untuk kategori tema, nominasi pertama diraih Nina Damayanti dengan tema “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju”.

Sedangkan
pada kategori logo, nominasi terbaik diraih Muhammad Nafis, yang karyanya dinilai mampu merepresentasikan semangat Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan melalui konsep visual yang kuat dan sarat makna. (TAMANBUDAYAKALSEL-NHF/RIW/APR)

Perkuat Daya Saing Geopark Meratus, Dispar Cetak Pokdarwis Adaptif Berbasis Digital dan Kearifan Lokal

Tanah Bumbu – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai ujung tombak pembangunan pariwisata berbasis masyarakat, melalui Bimbingan Teknis (Bimtek), Selasa (28/7), bertema “Meningkatkan Daya Saing Melalui Inovasi Digital dan Kearifan Lokal.”

Kegiatan ini menjadi salah satu strategi mencetak sumber daya manusia pariwisata yang profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan industri pariwisata di era digital.

Dalam sambutannya, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady, diwakili Kabid Pengembangan Destinasi, Gusti Muhammad Yosalvina Yovani menyampaikan, Pokdarwis bersama masyarakat sekitar memiliki posisi sangat strategis mendukung pengembangan destinasi wisata, khususnya kawasan Geopark Meratus yang menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan.

Keberadaan mereka tidak hanya sebagai pengelola objek wisata, tetapi juga menjadi wajah terdepan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, tradisi, serta kearifan lokal yang dimiliki daerah.

Kabid Pengembangan Destinasi, Dispar Kalsel, Gusti Muhammad Yosalvina Yovani

“Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah,” katanya.

Yovani menjelaskan, wisatawan masa kini tidak lagi hanya mencari panorama alam yang indah atau tempat yang populer.

Mereka menginginkan pengalaman autentik, mengenal budaya masyarakat, memahami sejarah suatu daerah, hingga menikmati cerita yang menjadi identitas sebuah destinasi.

Oleh sebab itu, kemampuan mengelola destinasi dengan baik menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pengembangan pariwisata.

Sumber humas Dinas Pariwisata Kalsel

“Persaingan antar destinasi wisata yang ketat, memerlukan inovasi baru, agar mampu bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yovani menambahkan, pengelolaan yang profesional tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga dapat menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, memperkuat karakter destinasi, serta menciptakan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan.

Melalui pendekatan tersebut, wisatawan tidak sekadar datang untuk berkunjung, tetapi juga memperoleh pengalaman yang bermakna dan memiliki keterikatan emosional dengan destinasi yang mereka datangi.

“Bimbingan teknis ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memberdayakan masyarakat, agar mampu mengelola potensi wisata yang dimiliki daerah secara optimal. Pokdarwis diharapkan menjadi motor penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat promosi destinasi, serta mengembangkan berbagai inovasi berbasis potensi lokal,” pungkasnya. (DISPARKALSEL-NHF/RIW/APR)

Exit mobile version