Gubernur Muhidin, Apresiasi Wisuda Akbar Tahfizhul Quran Taman Cinta Quran

BANJARMASIN – Ratusan santri Taman Cinta Al Quran Kabupaten Batola, menjalani prosesi wisuda Akbar Tahfizhul Quran, di Kota Banjarmasin, Rabu (18/6).

Ketua Yayasan Taman Cinta Al Quran Firdaus menyampaikan, tahun ini pihaknya mewisuda sebanyak 500 santri dan santriwati.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemkab Batola, serta semua pihak lainnya yang telah mendukung pelaksanaan Pendidikan Taman Cinta Al Quran,” ungkapnya.

Terutama, lanjut Firdaus, dalam menghasilkan generasi Qurani di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Wisuda Akbar Tahfizhul Quran, oleh Yayasan Taman Cinta Al Quran Batola.

Apresiasi disampaikan Gubernur Kalsel, Muhidin dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Hatimah.

“Gubernur menyampaikan, selamat kepada para peserta, yang sudah menjalani wisuda akbar kali ini,” ucapnya.

Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul khatimah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tentunya memberikan dukungan terhadap peningkatan pendidikan Al Quran di Banua.

“Kami juga memberi apresiasi kepada Yayasan Taman Cinta Al Quran, yang telah memberikan dukungan kepada pemerintah dalam peningkatan SDM Cinta Qur’an di Banua,” ujarnya.

Gubernur Muhidin berharap, peningkatan pendidikan cinta Al Quran ini, dapat terus maju dan berkembang di wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Dukungan yang sama juga disampaikan, Pemerintah Kabupaten Batola melalui Sekretaris Dinas Pendidikannya Lulut Widianto.

Lulut mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten terus meningkatkan pendidikan baca Al Quran di sekolah sekolah yang ada di Batola.

“Bahkan dalam waktu dekat ini Pemerintah Kabupaten Batola akan meluncurkan aplikasi belajar Al Qur’an secara digital,” ungkapnya.

Aplikasi tersebut dapat digunakan secara online dan offline di sekolah sekolah.

“Dukungan terhadap peningkatan pendidikan baca Al Quran ini diberikan secara sama baik kepada sekolah negeri serta swasta di daerah tersebut,” ucapnya. (SRI/RIW/RH)

Kelurahan Mentaos, Wakili Banjarbaru pada Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalsel 2025

BANJARBARU – Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2025, melakukan kunjungan verifikasi lapangan ke Kelurahan Mentaos, Banjarbaru, Rabu (18/6).

Kunjungan ini menjadi bagian dari proses penilaian untuk menentukan kelurahan terbaik se-Kalsel dalam ajang bergengsi, yang tahun ini mengusung tema “Kelurahan Tangguh Pangan, Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas”.

Pj Wali Kota Banjarbaru yang diwakili Pj Sekretaris Daerah, Sirajoni, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa tema lomba sangat relevan dengan kondisi saat ini. Dimana ketahanan pangan menjadi isu strategis lintas sektor yang harus diperkuat hingga ke tingkat kelurahan.

Pj Sekda Banjarbaru, Sirajoni saat menyampaikan sambutan

“Lomba ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar elemen masyarakat dalam mewujudkan kemandirian dari lingkungan terkecil, yaitu kelurahan,” ujarnya.

Sirajoni mengungkapkan, Kelurahan Mentaos sebelumnya telah meraih juara pertama pada Lomba Kelurahan Tingkat Kota Banjarbaru, dan kini menjadi wakil Banjarbaru di tingkat provinsi.

“Pencapaian ini tentu merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan komitmen luar biasa dari lurah beserta jajaran, tokoh masyarakat, kader pembangunan, dan seluruh warga Kelurahan Mentaos. Kami sangat mengapresiasi capaian yang membanggakan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Mentaos, Ciptadi Sunaryo, menyambut baik kedatangan tim penilai dan menyampaikan rasa syukurnya, karena Kelurahan Mentaos mendapat kesempatan untuk diverifikasi secara langsung.

“Kami memiliki 21 inovasi unggulan yang menjadi bagian dari potensi dan keunggulan Kelurahan Mentaos. Inilah yang menghantarkan kami menjadi kelurahan terbaik di Banjarbaru dan kini dipercaya mewakili kota di tingkat provinsi,” jelasnya.

Verifikasi lapangan dilakukan tim penilai yang diketuai Wahyu Widyo Nugroho. Dalam keterangannya, Wahyu menjelaskan bahwa proses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dan realisasi di lapangan.

“Kami ingin memvalidasi apa yang telah dipaparkan dalam tahap penilaian administrasi. Termasuk meninjau inovasi-inovasi, berdialog langsung dengan stakeholder seperti RT, PKK, dan LPM, serta melihat capaian kinerja kelurahan secara riil,” tuturnya.

Wahyu menyebut, Kelurahan Mentaos telah menunjukkan performa yang sangat baik berdasarkan data evaluasi. Kategori profil desa/kelurahan berada di tingkat swasembada, dan dalam evaluasi perkembangan desa/kelurahan, Mentaos termasuk dalam kategori cepat berkembang.

“Ini menunjukkan kelurahan ini sudah sangat paripurna,” imbuhnya.

Wahyu turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarbaru yang dinilai aktif dalam melakukan pemutakhiran data dan evaluasi secara berkala.

“Banjarbaru merupakan salah satu daerah yang konsisten dan aktif dalam melakukan updating profil dan evaluasi desa/kelurahan. Ini patut diapresiasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tahun ini verifikasi lapangan dilakukan di tiga besar kelurahan terbaik dari tiga daerah. yyakni Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tanah Laut. Kelurahan Mentaos menjadi salah satu kandidat kuat untuk melaju ke tingkat regional, membawa nama harum Kota Banjarbaru dan Kalimantan Selatan. (SYA/RIW/RH)

Pimpin Rakor Penyaluran KUR Regional Kalimantan, Menteri UMKM Dorong Pemda Proaktif Ajak UMKM Nikmati Program KUR

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rakor Penyaluran KUR 2025 Regional Kalimantan. Rakor yang berlangsung di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin pada Rabu (18/6) itu, dihadiri langsung Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman dan Wamen UMKM RI, Helvi Yuni Moraza.

Suasana rakor penyaluran KUR 2025 regional Kalimantan

Turut hadir pada rakor regional ini, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman yang diwakili Plt Asisten Perekonomian Setdaprov Kalsel, Isharwanto, Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, Kepala BPKP Kalsel, perwakilan perbankan penyalur KUR dan SKPD terkait se Kalimantan. Hadir pula perbankan daerah se Kalimantan, termasuk Bank Pembangunan Daerah Provinsi Kalsel, Bank Kalsel, yang dihadiri langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Kepada wartawan usai rakor regional Kalimantan, Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman menjelaskan, rakor regional di Kalimantan ini, merupakan rapat ketiga yang digelar pada tahun ini. Rapat pertama dilakukan di regional Jawa, dan berlanjut di regional Sumatera, serta Kalimantan pada Juni 2025 ini.

“Ini adalah rapat koordinasi, sekaligus monitoring dan evaluasi, terkait implementasi dari program KUR yang total plafonnya tahun ini sekitar 300 trilyun rupiah”, jelas Maman.

Dimana tugas penyaluran KUR tahun ini, dibebankan kepada kurang lebih 40 bank diseluruh Indonesia. Baik bank swasta maupun bank pembangunan daerah.

Maman mengatakan, rakor regional hingga ke tingkat wilayah provinsi ini, baru terjadi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sementara di era sebelumnya, rakor penyaluran KUR hanya dilaksanakan di tingkat nasional.

“Tujuannya agar monitoring dan evaluasi penyaluran KUR, jauh lebih detail dan komprehensif. Termasuk mengetahui sejumlah isu berupa kendala dan tantangan, langsung dari teman – teman penyalur yang ada di wilayah masing masing”, urainya

Rapat regional di wilayah Kalimantan, menurut Maman, dihadiri seluruh bank penyalur yang ada di 5 provinsi Kalimantan. Begitu juga Jamkrindo dan Askrindo sebagai penjamin KUR”, tambahnya.

Rakor Penyaluran KUR di regional Kalimantan ini, tegas Maman Abdurrahman, mengangkat tema Tepat Sasaran, Tepat Guna dan Tepat Waktu.

‘Kita sadar sekali bahwa target plafon 300 trilyun itu harus terpenuhi. Namun kita juga berharap ada peningkatan kualitas dalam pendistribusian. Yakni kita melihat ukurannya adalah bahwa dalam 100 persen plafon KUR 2025, diharapkan 60 persennya dapat didistribusikan ke sektor produksi”, tegasnya.

Dengan kata lain, penyaluran KUR tidak hanya mengejar kredit pada sektor atau kelompok konsumtif semata. Tetapi juga didorong kepada UMKM yang banyak bergerak di sektor produksi. Dimana implikasi ekonominya jauh lebih besar.

Dari rakor regional Kalimantan diketahui, hingga Rabu (18/6) penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru mencapai angka 7,6 trilyun rupiah, dari total 116 trilyun rupiah dana KUR yang sudah tersalurkan secara nasional. Namun penyaluran untuk sektor produksi, sudah mencapai di atas 60 persen.

“Karena itu, saya mendorong bank – bank penyalur, dinas provinsi, seluruh stakeholder termasuk kepala daerah untuk lebih agresif, lebih proaktif didalam mendorong peningkatan partisipasi UMKM untuk menikmati program KUR ini”, tutupnya. (RIW/RH)

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kalsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Kalsel Cup 2025

BANJARBARU – Menyambut Heri Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polda Kalimantan Selatan menggelar sejumlah kegiatan sejak Juni 2025. Salah satunya adalah Kejuaraan Menembak Kapolda Kalsel Cup 2025, yang resmi dimulai pada Selasa (17/6) di Lapangan Tembak Teratai Satbrimob Polda Kalsel di Banjarbaru.

Suasana pembukaan Kejuaraan Menembak Kapolda Kalsel Cup 2025

Kejuaraan yang berlangsung hingga Kamis (19/6) ini, dibuka secara resmi oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, didampingi Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK. Pembukaan ditandai dengan penembakan pistol ke sasaran, oleh Ketua DPRD Provinsi dan Kapolda.

Turut hadir pada pembukaan Kejuaraan Menembak ini, Gubernur Kalsel Muhidin, yang diwakili Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Isharwanto, dan jajaran Forkopimda Kalsel, jajaran pejabat di lingkup Polda Kalsel, serta Ketua dan anggota Bhayangkari.

Kepada wartawan usai pembukaan, Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, kejuaraan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-79, yang tahun ini mengangkat tema “Polri Untuk Masyarakat’.

“Kejuaraan ini juga digelar untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme anggota Polri, serta mempererat silaturahmi antar Forkopimda Kalsel”, ujar Kapolda.

Diikuti hampir 300 peserta, lanjut Kapolda, kejuaraan kali ini, mempertandingkan 5 kelas menembak. Yakni Kelas Eksekutif 1, yang diikuti unsur Forkopimda, termasuk Kapolda dan Wakapolda. Selanjutnya Kelas Eksekutif 2, yang diikuti pejabat di lingkup Polda Kalsel.

“Ada juga kelas gabungan Polri dan TNI dengan peserta paling banyak, hingga 200 orang”, tambahnya.

Kemudian Kelas International Practical Shooting, yang diikuti penembak profesional yang tergabung dalam Perbakin, dan terakhir Kelas Berburu.

Khusus kelas berburu, digelar di Tanah Laut, dari Jumat (20/6) hingga Minggu (22/6). Namun pelepasannya dilakukan pada Selasa (17/6), usai pembukaan Kejuaraan Menembak Kapolda Kalsel Cup 2025. (RIW/RH)

Gubernur Muhidin Apresiasi Inisiatif OJK, Membangun Sektor Jasa Keuangan Berintegritas

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyambut baik penyelenggaraan Governance Insight Forum yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan mengusung tema “Bersama OJK Membangun Sektor Jasa Keuangan Berintegritas”, kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Selasa (17/6).

Suasana forum diskusi yang digelar OJK Kalsel

Gubernur Muhidin melalui Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan mengatakan, bahwa Gubernur Muhidin memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif OJK dalam mendorong transformasi sektor jasa keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada tata kelola yang baik.

“Gubernur Muhidin beserta Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, menitip salam kepada saya untuk disampaikan kepada seluruh tamu dan undangan yang telah berhadir. Terwujudnya forum ini juga menunjukkan semangat dan komitmen OJK dalam melakukan perbaikan berkelanjutan, khususnya melalui transformasi governance menuju sektor jasa keuangan yang berintegritas,” ujar Ahmad Bagiawan saat membacakan sambutan tertulis Gubernur.

Gubernur menegaskan, bahwa misi OJK ini sejalan dengan Agenda Pembangunan Nasional (Asta Cita), khususnya dalam memperkuat reformasi hukum dan birokrasi, serta mendukung upaya pemberantasan korupsi dan narkoba.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai upaya penguatan sektor jasa keuangan, termasuk melalui fasilitasi dan koordinasi aktif bersama pemangku kepentingan.

Selain itu, capaian membanggakan Pemprov Kalsel yang kembali meraih Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

“Pencapaian ini merupakan bukti komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan. Ke depan, kami mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota di Kalsel untuk menerapkan pengelolaan keuangan daerah yang tertib, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban,” jelasnya.

Gubernur Muhidin berharap, forum ini menjadi ruang diskusi produktif bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi, memperluas literasi keuangan, dan mewujudkan sektor jasa keuangan yang tidak hanya sehat dan stabil, tetapi juga dipercaya oleh masyarakat.

“Saya optimis, semangat kolaborasi kita akan mampu melahirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. Mari kita satukan tekad untuk membangun Banua yang lebih maju dan sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, dalam laporannya menyampaikan stabilitas dan kesehatan sektor jasa keuangan di daerah, memiliki peran vital dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional.

“Oleh sebab itu, kolaborasi antar-lembaga dan dukungan seluruh pihak sangatlah dibutuhkan untuk menjaga integritas sektor ini,” ungkapnya.

Acara ini juga dihadiri, Ketua Dewan Audit dan Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Watimena, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan Fajar Majardi, Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo, Dirut Bank Kalsel Fachruddin, Pj Walikota Banjarbaru Subhan Noor Yaumil, Wakil Walikota Banjarmasin, Ananda serta perwakilan Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kalsel. (Biroadpim-RIW/RH)

Museum Lambung Mangkurat Gelar Ceramah dan Dialog “Permuseuman” di Tanah Laut

TANAH LAUT – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan Ceramah dan Dialog “Permuseuman dan Pendidikan Karakter” di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, Selasa (17/6).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, para kepala bidang, staf, serta para guru dan tenaga pendidik dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Museum Lambung Mangkurat dalam memperluas jejaring kemitraan dengan dunia pendidikan, sekaligus memperkuat peran museum sebagai mitra strategis dalam penguatan pendidikan karakter di Kalimantan Selatan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel (kanan) menyerahkan cinderamata kepada Disdikbud Tala.(foto:MuslamKalsel

Taufik Akbar menekankan pentingnya peran museum sebagai pusat pembelajaran dan media pendidikan karakter. Ia menyampaikan, museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan sarana edukasi yang dapat menanamkan nilai-nilai budaya, nasionalisme, serta jati diri bangsa kepada peserta didik.

“Dalam konteks pendidikan karakter, museum memiliki peran penting sebagai media edukasi yang menyentuh langsung aspek afektif dan moral peserta didik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka ruang dialog antara para pendidik agar mampu mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam koleksi museum ke dalam proses pembelajaran.

“Hal ini jelas krusial dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, mencintai tanah air, dan menghargai warisan budaya bangsa,” jelasnya.

Taufik Akbar juga berharap agar kegiatan ceramah dan dialog ini dapat memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi para guru untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi dunia pendidikan kita,” pungkasnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Barito Putera Legend, Raih Piala Gubernur Kalsel U-45

BANJARMASIN – Tim Sepakbola Barito Putera Legend berhasil keluar sebagai juara pada Festival Sepakbola U-45 Piala Gubernur Kalsel Muhidin, di lapangan Kayu tangi, Senin Sore (16/6).

Kemenangan tersebut diraih, setelah pada babak final Tim Sepakbola Barito Putera Legend mengalahkan Tim Sepakbola Munthe Allstar.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi mengatakan, Festival Sepakbola U-45 Piala Gubernur Muhidin resmi berakhir, dan telah menghasilkan juara.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi

“Semangat dari para juara ini dapat dicontoh bagi pemain sepakbola muda yang ada di Banua,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan.

Para juara berhak mendapat hadiah uang pembinaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Berhasil meraih juara 1 Barito Putera Legend, juara 2 Munthe Allstar, Juara 3 Berkah FC, serta juara 4 Puma Legend, Top Score berhasil diraih Sofyan Murhan serta Best Player Fachrudin Arhab.

Dalam kesempatan tersebut, Fitri mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya saat ini, terus melakukan pembinaan peningkatan prestasi olahraga sepakbola pada usia muda.

“Dalam peningkatan pembinaan sepakbola usia muda tersebut, saat ini tengah berlangsung kejuaraan sepakbola Suratin U-13 di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Fitri.

Sehingga, lanjutnya, pada tiga bulan ke depan, bersamaan dengan diluncurkannya Lapangan Sepakbola 17 Mei sebagai salah satu tempat pelaksanaan Liga 2, berlangsung pula final Piala Suratin.

“Final Piala Suratin tersebut akan dilaksanakan di Lapangan Sepakbola 17 Mei Banjarmasin,” ucapnya.

Diharapkan, tambah Fitri, pada tahun 2026 mendatang di masing masing kabupaten dan kota dapat menyelenggarakan pertandingan sepakbola, yang finalnya dilaksanakan di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)

BPSDMD Kalsel Gelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan Daerah untuk ASN

BANJARBARU – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan Daerah Angkatan I Tahun 2025 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel.

Kegiatan ini dibuka secara resmi Plt Kepala BPSDMD Kalsel, Sulkan, di Aula BPSDMD Kalsel, Banjarbaru, Senin (16/6).

Pelatihan akan berlangsung hingga 20 Juni 2025, dan diikuti 30 peserta yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam sambutannya, Sulkan menegaskan pentingnya peran pengelola keuangan di instansi pemerintahan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance).

Plt Kepala BPSDMD Kalsel, Sulkan (kiri) saat menyampaikan sambutan. (foto:BPSDMD Kalsel)

“Pengelolaan keuangan daerah yang baik merupakan salah satu pilar utama dari Good Governance. Hal ini penting untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi dalam setiap kegiatan dan program pembangunan di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Sulkan juga menekankan tata kelola keuangan daerah harus menjadi perhatian serius seluruh ASN. Sebab Kalsel sendiri hingga kini telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 13 kali berturut-turut.

“Ini menjadi bukti komitmen terhadap standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual,” ungkapnya.

Sulkan menyebut pelatihan ini menjadi bekal penting bagi para ASN, terutama yang ke depan akan mengemban tugas sebagai bendahara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), hingga Pengguna Anggaran (PA).

“Pelatihan ini dilaksanakan secara konsisten oleh BPSDMD Kalsel setiap tahun. Selain menyegarkan kembali pemahaman yang sudah ada, juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi ASN, terlebih karena regulasi pengelolaan keuangan terus berkembang,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Sinergi Penguatan SDM, Peserta PKA Kunjungi Diskominfo Provinsi Kalsel

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menerima kunjungan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2025, di Aula Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Senin (16/6).

Kunjungan diterima Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim diwakili Plt. Sekretaris Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar dan Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik, Tarwin Patik Mustofa.

Suasana kunjungan peserta PKA ke Diskominfo Kalsel

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Pelatihan Kepemimpinan Administrator yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel.

Sebanyak delapan peserta dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hadir dalam kunjungan ini dan menyampaikan hasil analisis serta rekomendasi terhadap isu yang mereka kaji.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Sucilianita Akbar menyambut baik kunjungan tersebut, dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta.

“Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi antarinstansi dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah,” ujarnya.

Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah bagi para peserta, khususnya dalam memahami penerapan kepemimpinan yang adaptif dan inovatif.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan serta inspirasi bagi peserta dalam menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang adaptif dan inovatif di tempat tugas masing-masing,” harapnya.

Sementara itu, Widya Iswara Utama BPSDMD Kalsel, Rahmadi menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan tahapan ekspos advokasi, di mana peserta mempresentasikan hasil analisis terhadap permasalahan organisasi serta rekomendasi solutif yang telah mereka susun.

“Kegiatan hari ini merupakan tahapan ekspos advokasi, yaitu penyampaian hasil analisis dan rekomendasi peserta kepada instansi yang menjadi objek studi,” jelas Rahmadi.

Menurutnya, tahapan ini penting untuk menumbuhkan kemampuan peserta dalam memberikan kontribusi nyata melalui saran dan solusi berdasarkan pendekatan kreatif dan inovatif.

“Diharapkan menjadi momen pembelajaran yang bermanfaat dalam membentuk karakter kepemimpinan ASN yang unggul dan berdaya saing di masa mendatang,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Dilepas Wawali, Kafilah Kota Banjarmasin Ditarget Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Kalsel 2025

BANJARMASIN – Kafilah Kota Banjarmasin untuk MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, resmi dilepas Wakil Walikota Banjarmasin Ananda mewakili Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, Senin (16/6).

Ananda mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin telah menutup kegiatan simulasi, dengan pelepasan Kafilah MTQ Kota Banjarmasin, untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi di Kabupaten Banjar.

Wakil Walikota Banjarmasin Ananda

“Dengan adanya simulasi ini maka Kafilah Kota Banjarmasin telah siap bertanding baik secara mental serta fisik,” ucap Ananda.

Karena itu, lanjutnya, Kafilah Kota Banjarmasin diharapkan mampu meraih juara umum pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, di Kabupaten Banjar.

“Pada pelaksanaan MTQ tahun sebelumnya, Kota Banjarmasin hanya berada diurutan kedua. Oleh karena itu, diharapkan pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 ini di Kabupaten Banjar, Kafilah Kota Banjarmasin mampu meningkatkan prestasi, dengan meraih juara umum,” tutur Ananda.

Sementara itu, Ketua Panitia Juli Khair mengatakan, Kota Banjarmasin mengirimkan kafilah sebanyak 125 orang, terdiri dari pimpinan kafilah sebanyak 6 orang, Koordinator Lapangan 6 orang/Bidang Penunjang 26 orang, pelatih 11 orang, pendamping serta official sebanyak 15 orang, dan peserta sebanyak 61 orang.

“Kafilah Kota Banjarmasin, dipastikan mengikuti seluruh cabang perlombaan pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Banjar,” ucapnya.

Sedangkan, Ketua 1 LPTQ Kota Banjarmasin Fahrurazi mengaku siap menjalankan target juara umum MTQ Tingkat Provinsi tahun ini.

Ketua 1 LPTQ Banjarmasin Fahrurazi

“Kesiapan ini didasarkan pada kesiapan seluruh peserta, selama proses pemilihan di tingkat kecamatan hingga tingkat kota Banjarmasin, yang sudah sangat maksimal,” jelasnya.

Dengan kesiapan tersebut maka Kafilah Kota Banjarmasin siap meraih juara umum pada pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 di Kabupaten Banjar. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version