Peringati Hari Jadi ke-75, Pemprov Kalsel Sambangi Tokoh Pemimpin Terdahulu

BANJARMASIN – Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pemimpin terdahulu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial, kembali menggelar kegiatan Anjangsana menjelang peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satu kegiatan Anjangsana Pemprov Kalsel di tahun 2024

Kegiatan ini menyasar 12 tokoh yang pernah menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan. Selain menjadi ajang silaturahmi, anjangsana ini juga menjadi simbol komitmen Pemprov Kalsel dalam merawat nilai – nilai kesetiakawanan dan menghargai sejarah kepemimpinan Banua.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Farhanie, melalui Kepala Seksi Kepahlawanan dan Kesetiakawanan, Yahya menyampaikan, bahwa anjangsana ini merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki makna khusus pada tahun ini, karena bertepatan dengan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan.

“Anjangsana ini adalah wujud rasa hormat dan terima kasih pemerintah orovinsi kepada para pemimpin terdahulu. Di momentum Hari Jadi ke-75 ini, kami ingin menunjukkan bahwa jasa mereka tidak pernah dilupakan,” jelas Yahya, Jumat (8/8).

Kegiatan anjangsana akan dilakukan secara bergiliran oleh para pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Kalsel, yang bertindak sebagai perwakilan resmi pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, para tokoh akan menerima langsung bingkisan dan bantuan di kediaman masing – masing.

Tahun ini, kegiatan juga didukung Bank Kalsel melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), yang turut menyalurkan bantuan bersamaan dengan kunjungan.

“Kami berterima kasih kepada Bank Kalsel yang turut berpartisipasi. Sinergi ini memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian dalam kegiatan yang penuh makna ini,” tambah Yahya.

Selain penyerahan bantuan, anjangsana juga menjadi momen berharga untuk berdialog, mengenang masa pengabdian, serta mendoakan kesehatan dan kesejahteraan para tokoh yang telah berjasa bagi Kalimantan Selatan.

“Kami ingin memastikan bahwa para pemimpin terdahulu tetap merasakan perhatian dan penghargaan dari generasi sekarang. Ini adalah budaya yang harus terus kita lestarikan,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Resmi Dimulai, Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Kembali Tampilkan Warisan Budaya Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, resmi menggelar Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2025, yang dibuka Gubernur Kalsel Muhidin, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin. Festival tahunan ini berlangsung di Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

Kepada sejumlah wartawan, usai pembukaan Jumat (8/8) sore, Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin mengatakan, festival ini merupakan event tahunan dalam rangkaian Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti tahun – tahun sebelumnya, beragam acara meriahkan festival tahun ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin, (sasirangan biru) saat diwancara

Diantaranya Kampoeng Bandjar, Parade Kelotok Hias, Panggung Seni dan Budaya, Festival Olahraga dan Tradisonal, Permainan Rakyat, Lomba Foto dan Video, Galeri Seni dan Pusaka.

“Gelaran berlangsung selama 3 hari mulai 8 sampai 10 Agustus,” ucapnya

Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2025, dimeriahkan
Kampoeng Bandjar, yaitu stand-stand kabupaten kota di Kalsel, yang menampilkan ciri khas masing-masing daerah. Seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan, terkenal dengan kuliner Ketupat Kandangan, Kabupaten Banjar dengan Air Guci, yaitu kerajinan tangan khas Banjar, berupa sulam manik yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Kain ini dulunya hanya boleh dipakai penguasa Kerajaan Banjar, dan sekarang menjadi warisan budaya yang dilestarikan. 

“Masyarakat dapat datang langsung untuk mengetahui berbagai informasi destinasi wisata unggulan, juga kulinernya,” jelas Syarifuddin yang juga sebagai Plt Kepala Dinas Pariwisata Kalsel

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, festival tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni dengan adanya stand Galeri Seni dan Pusaka. Dimana khusus Galeri Seni, ditampilkan 21 lukisan karya perupa lintas generasi.

Beberapa benda koleksi ratusan tahun yang dipamerkan

Kemudian untuk Galeri Pusaka, para
pengunjung akan disuguhi pameran pusaka berusia ratusan tahun yang sarat nilai sejarah dan makna. Koleksi yang dipamerkan, diantaranya keris berumur ratusan tahun, peninggalan masa awal pemerintahan Pangeran Suriansyah Raja Banjar pertama yang memeluk Islam.

“Ayo kunjungi Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025, karena di panggung akan dimeriahkan Madihin, Musik Panting, tari-tarian, dan artis Pusakata serta Danar Widianto yang siap menggetarkan panggung utama,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Menuju Adipura 2025, Provinsi Kalsel Diminta Serius Kelola Sampah

BANJARBARU – Penilaian Adipura adalah proses evaluasi yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memberikan penghargaan kepada kota – kota di Indonesia, yang berhasil menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan.

Program Adipura baru, tidak lagi hanya menjadi simbol kota bersih, melainkan indikator strategis tata kelola persampahan yang modern, adil, dan berkelanjutan. Penilaian tidak hanya bersandar pada estetika kota, tetapi pada 3 dimensi mendasar, yakni sistem pengelolaan sampah dan kebersihan 50 persen, anggaran dan kebijakan daerah 20 persen, serta kesiapan SDM dan infrastruktur pendukung 30 persen.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan, bahwa sebanyak 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan, masih masuk kategori Kota Kotor terkait kriteria penilaian Adipura 2025.

Adapun tujuan mengenai penilaian Adipura, yakni untuk mendorong kota – kota di Indonesia agar menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, kualitas udara, dan pengelolaan limbah.

“Penilaiannya benar-benar serius sesuai dengan kondisi daerah, dan beberapa waktu lalu kami sudah meluncurkan penilaian Adipura baru,” ungkap Hanif, usai menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Karhutla, disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, baru – baru ini.

Ia mengingatkan, agar Provinsi Kalsel serius mengelola sampah, karena hingga saat ini, nilai standar kabupaten/kota di Kalsel masih tergolong Kota Kotor.

Penilaian Adipura 2025 dilaksanakan melalui verifikasi yang memiliki kriteria-kriteria yang tidak hanya mengutamakan simbol kota bersih saja, tetapi mengedepankan tata kelola sampah yang baik.

“Pemerintah daerah di Kalsel melakukan langkah-langkah tata kelola sampah yang benar. Jika sampah yang ada di hulu tidak dikelola dengan baik, maka pemerintah daerah jangan berharap mendapatkan penghargaan Adipura 2025,” tutup Hanif. (MRF/RIW/RH)

Bedah Buku dan Workshop Book Review, Upaya Dispersip Kalsel Tingkatkan Budaya Literasi

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Bedah Buku bersama Penulis Khoirul Trian, Romansaku, Boy Chandra, serta Mutia Indah, di Aula Dispersip Kalsel, Jumat (8/8). Bedah Buku dibuka Kepala Dispersip Provinsi Kalsel Sri Mawarni.

Mawar mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan, dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni

“Dispersip Kalsel mengajak kaum ibu dan anak pelajar terus meningkatkan minat baca atau literasi. Salah satunya dengan menghadirkan para penulis terkenal tanah air,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Kegiatan bedah buku dilaksanakan selama dua hari, dari 8-9 Agustus 2025, dengan dihadiri 200 peserta dari perwakilan pelajar di Kota Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut, Mawar mengatakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, terus meningkatkan program literasi dikalangan generasi muda.

“Dispersip Kalsel selalu memberikan dukungan kepada para pencinta buku di Banua, dengan menghadirkan buku yang sedang laris atau best seller saat ini,” ucapnya.

Sehingga, lanjut Mawar, perkembangan pengetahuan tentang buku yang baru, selalu diketahui para pencinta buku di Kalimantan Selatan.

“Saat ini buku yang terkategori best seller, yakni Ayah Arah Kemana Ya, yang bercerita mengenai keberadaan seorang ayah di dalam keluarga,” ujarnya.

Isi pada bulu tersebut, merupakan hal yang paling relevan dengan keadaan saat ini. (SRI/RIW/RH)

Sambut HUT ke-80 RI, Pemprov Kalsel dan Forkopimda Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih

BANJARMASIN – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Forkopimda membagikan puluhan ribu bendera Merah Putih kepada masyarakat.

Aksi pembagian dilakukan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, serta jajaran Forkopimda, di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada Kamis (7/8) sore.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pembagian Bendera Merah Putih, yang digelar serentak secara nasional untuk menyemarakkan HUT ke-80 RI.

Sebanyak 10 ribu lembar bendera merah putih ukuran kecil dibagikan untuk para pengguna jalan. Sedangkan 5 ribu lembar bendera berukuran sedang, diperuntukkan bagi masyarakat agar dipasang di rumah masing-masing.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, pembagian bendera ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai simbol semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

“Semoga masyarakat lebih mencintai bangsa ini. Tidak mudah para pejuang kita meraih kemerdekaan, dan ini merupakan bentuk penghargaan kita kepada mereka,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Banua untuk aktif memasang bendera Merah Putih selama bulan kemerdekaan.

“Mari kita pasang bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing hingga akhir Agustus nanti. Ini bentuk nyata cinta kita kepada tanah air,” pesannya.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menuturkan, pembagian bendera akan terus dilanjutkan hingga Hari Kemerdekaan tiba.

“Pembagian bendera dilaksanakan serentak di seluruh jajaran Polda Kalsel. Kegiatan ini didukung penuh Pemerintah Provinsi Kalsel dan Forkopimda,” ungkap Kapolda.

Dirinya berharap masyarakat dapat lebih bersemangat menyambut HUT ke-80 RI dengan memasang bendera di rumah maupun kendaraan sebagai wujud cinta tanah air.

“Semoga gerakan ini semakin menggugah rasa nasionalisme masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menghargai jasa pahlawan,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Gelar Apel Karhutla, Gubernur Muhidin Harapkan Masyarakat Tidak Membuka Lahan Dengan Membakar

BANJARBARU – Bertempat di Lapangan Lanud Syamsudin Noor, pada Kamis (7/8), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Apel Siaga Karhutla, yang dipimpin langsung Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin.

Apel Karhutla dihadiri para anggota TNI/Polri, Pertamina, BPBD, Manggala Agni, Damkar dan Satpol PP, serta kelompok masyarakat lainnya. Sebelum apel dimulai, Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Kalsel Muhidin dan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, mengecek dan mengelilingi barisan para relawan.

Suasana Apel Karhutla 2025

Kepada awak media, Menteri Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan, pada saat pihaknya meninjau langsung kondisi lingkungan Kalimantan Selatan dari udara, dirinya bersyukur tidak terdapat kerusakan lingkungan yang di akibatkan karhutla di Banua ini.

Karhutla mempunyai dampak signifikan dalam menghancurkan lingkungan, sehingga penanganan sejak dini perlu dilakukan agar tidak terjadi kerusakan yang tidak diinginkan. Meskipun Kalimantan Selatan berstatus siaga darurat karhutla, namun kondisi area lahan masih basah, sehingga faktor karhutla secara tidak disengaja diharapkan tidak terjadi.

“Kita menyadari semua bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan tantangan yang serius, berdampak luas yang mulai terjadi kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan hingga kerugian ekonomi-sosial. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara luar biasa yaitu terpadu dan keberlanjutan,” ungkap Hanif.

Karhutla adalah bencana alam yang serius, sehingga penegakan hukum bagi yang melakukan pembakaran bagi individu maupun perusahaan. Pihaknya juga telah memberikan bantuan alat agar dimanfaatkan Gubernur untuk menangani masalah karhutla di daerahnya.

‎”Sebagaimana arahan Presiden RI, musim kemarau belum berakhir hingga bulan depan. Dengan itu, diharapkan agar pemerintah daerah dapat melakukan kesiapsiagaan untuk penanganan Karhutla,” tutup Hanif.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan bahwa di musim kemarau seperti sekarang ini banyak masyarakat yang ingin membuka lahan ataupun menyuburkan lahan mereka dengan cara membakar. Hal ini tentu berdampak luas seperti terjadinya karhutla, kabut asap, hingga pencemaran lingkungan. Oleh karena itu edukasi kepada masyarakat terus dilakukan demi mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Dengan gencarnya edukasi, diharapkan masyarakat dapat mengetahui dampak serta akibat dari membakar lahan,” ungkap Muhidin.

Muhidin menambahkan, untuk wilayah Kalimantan bantuan operasi modifikasi cuaca (OMC) dari BMKG hanya untuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Meskipun tidak mendapat bantuan OMC, Kalimantan Selatan akan merasakan dampak OMC dikarenakan area yang berdekatan dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. (MRF/RIW/RH)

Cegah Bullying, DPPPA Banjarmasin Laksanakan BESTY PPA di SMAN 5

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Banjarmasin, melalui Bidang Perlindungan Khusus Anak, melaksanakan kegiatan Bersama Edukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak (BESTY PPA) di SMA Negeri 5 Banjarmasin, Rabu (6/7). Edukasi dibuka Kepala DPPPA Kota Banjarmasin Ramadhan.

Ramadhan menyampaikan, pencanangan BESTY PPA sebagai langkah strategis perlindungan anak di satuan pendidikan dengan pelibatan siswa sebagai konselor sebaya.

“Dengan adanya BESTY PPA ini, maka siswa yang mengetahui adanya peristiwa perundungan, dapat melaporkan kejadian tersebut,” ungkap Ramadhan.

Pada pelaksanaan BESTY PPA ini, siswa diberikan pelatihan tidak hanya materi, kegiatan turut diisi praktikum dan diskusi peningkatan kapasitas siswa sebagai anggota Satgas BESTY PPA, yang didukung perwakilan GenRe Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Komunitas Kita Korban Bullying (KKB).

“Pelatihan ini diharapkan menjadikan para Duta BESTY PPA sebagai pendengar aktif, edukator sebaya, dan jembatan emosional pencegahan Bullying antara teman yang mengalami kekerasan dan pihak sekolah,” ucap Ramadhan.

Mereka disiapkan menjadi sahabat yang hadir bukan untuk menghakimi, tetapi untuk mendampingi dan melindungi.

Pada Pelatihan di SMA Negeri 5 Banjarmasin ini, materi kedua diisi Ketua Satgas PPKPT Universitas Lambung Mangkurat, Lena Hanifah, sebagai pemateri dari sudut pandang hukum, seperti Anak yang Berhadapan dengan Hukum dan Pedoman Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP).

Selanjutnya materi ketiga diisi Psikolog Rizqi Amalia Febrianty, yang menyampaikan pentingnya pencegahan Bullying di lingkungan sekolah serta peranan penting para siswa yang ditunjuk sebagai inisiator BESTY PPA di sekolah sebagai Pelopor dan Pelapor tindak Kekerasan terhadap anak di satuan Pendidikan.

Kegiatan dihadiri perwakilan siswa dan Pendamping Guru BK/BP dari 15 SMP sederajat se-Kota Banjarmasin, Anggota Pemuda Masjid serta Karang Taruna Kelurahan di Kota Banjarmasin. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang Peningkatan Kapasitas bagi peserta SMP yang dicanangkan sebagai Duta BESTY PPA. (SRI/RIW/RH)

Legislatif Kalsel Dorong Optimalisasi Anggaran Sektor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

BANJARMASIN – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah mitra kerja, guna membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Suasana rapat dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta BPKAD Provinsi

Rapat berlangsung di ruang rapat Komisi II, Rabu (6/8) sore, mengundang perwakilan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalsel.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, pihaknya menyoroti pemangkasan anggaran pada sektor-sektor strategis yang menjadi mitra kerja Komisi II. Mengingat, pemangkasan tersebut sangat tidak sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel (peci) didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi

“Setelah kita buka lapisan demi lapisan dari anggaran mitra kerja kami, ternyata banyak yang terpotong, bahkan ada yang separuh dari anggaran tahun 2025. Padahal, sektor ini sangat vital bagi masyarakat, terutama dalam hal pangan,” tegasnya

Ia menilai pengurangan anggaran tersebut mengancam kelangsungan program strategis daerah, seperti cetak sawah dan penguatan ketahanan pangan. Padahal menurutnya, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran besar melalui APBN untuk mendukung sektor pertanian, termasuk bantuan alsintan dan keuangan lainnya.

“Kami sepakat di Komisi II bahwa anggaran yang terpotong ini harus dikembalikan seperti tahun 2025. Ini demi menjaga kesinambungan program yang menyentuh langsung masyarakat,” ungkapnya.

Yani Helmi menegaskan, Komisi II akan memperjuangkan hal ini dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Dimana terdapat empat anggota Komisi II yang juga duduk sebagai anggota Banggar.

“Kami akan menyuarakan aspirasi dan kebutuhan riil dinas-dinas mitra kerja kami di forum Banggar. Ini bukan hanya tentang anggaran, tapi tentang komitmen kita dalam membangun ekonomi kerakyatan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Ambruk, PUPR Kota Banjarmasin Hitung Perbaikan Jembatan Titian Kampung Hijau

BANJARMASIN – Jembatan titian yang berada di kawasan Kampung Hijau, tepatnya di bantaran Sungai Martapura, Kelurahan Sungai Bilu, Banjarmasin Timur, ambruk, Rabu Sore (6/8).

Menanggapi ambruknya Jembatan Titian tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Banjarmasin Damayanti menjelaskan, sebelum ambruk kondisi titian diketahui sudah terlihat sangat miring.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Banjarmasin Damayanti

“Sebelum ambruk keadaan jembatan memang sudah miring,” ungkapnya.

Dikatakan Damayanti, pihaknya sempat melakukan pengerjaan, namun hanya pada bagian atas, tidak sampai ke struktur bawah.

“Berkaitan dengan ambruknya titian tersebut, kami menilai, bagian bawah titian yang runtuh dalam posisi menggantung,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Damayanti, adanya aktivitas warga di atas titian yang menambah beban, serta adanya gerakan air di bawah sungai, yang biasanya lebih deras di bagian dalam dibanding permukaan.

“Untuk sementara, Dinas PUPR akan melakukan penanganan darurat dengan menyediakan akses jalan bagi dua rumah, yang terisolasi akibat ambruknya titian tersebut,” ucapnya.

Pihaknya juga memasang penerangan umum di lokasi ambruknya titian/ agar jalur sementara tetap aman dilalui warga.

Dalam kesempatan tersebut, Damayanti juga mengungkapkan, Dinas Pekerjaan PUPR Kota Banjarmasin, segera melakukan penghitungan ulang, perbaikan Jembatan Titian Kampung Hijau yang ambruk.

“Saat ini PUPR Kota Banjarmasin akan menghitung ulang biaya tambahan, untuk perbaikan ini, di luar total anggaran semula, yakni lebih dari dua miliar,” ucap Damayanti. (SRI/RIW/RH)

DPRD Kalsel Evaluasi Prolegda Menyeluruh, Upaya Percepat Regulasi

BANJARMASIN — Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat evaluasi terhadap delapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yang sedang dalam proses pembahasan oleh panitia khusus (Pansus), Rabu (6/8) di Ruang BP Perda, Gedung B DPRD Kalsel.

Ketua BP Perda DPRD Kalsel, didampingi Wakil Ketua BP Perda DPRD Kalsel

Wakil Ketua BP Perda DPRD Kalsel, Firman Yusi mengatakan, bahwa dari 8 ranperda yang sedang berjalan, 5 diantaranya sudah masuk proses fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri. Sementara 3 lainnya masih dibahas di tingkat Pansus.

Pihaknya di BP Perda berharap, bahwa dalam semester ini, 8 raperda karena sudah capaian sudah lebih dari 50 persen.

“Semua raperda yang sudah masuk dalam semester pertama itu sudah bisa diselesaikan sebelum akhir tahun,” ujarnya.

Suasana rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Provinsi

Firman menjelaskan bahwa percepatan ini penting agar pada semester kedua tahun 2025, DPRD dapat fokus membahas ranperda – ranperda baru, baik yang berasal dari eksekutif maupun legislatif, yang akan diajukan, dan yang sudah ada di program legislasi daerah tahun 2025.

“Dalam rapat tersebut juga terungkap bahwa terdapat sejumlah usulan ranperda yang saat ini berada di luar Prolegda,” ucapnya

Firman menambahkan, pihaknya berupaya usul-usul ranperda yang cukup urgent tapi belum ada di Prolegda, dapat dimasukkan di perubahan Prolegda. Oleh karena itu, ini merupakan langkah awal menginventarisir mana ranperda yang akan dihapus karena tidak relevan dan mana yang baru untuk ditetapkan dalam perubahan Prolegda.

“Terkait kemungkinan waktu penyelesaian, sebenarnya tergantung dari substansi masing-masing ranperdanya, itu yang pertama. Yang kedua tergantung juga pada kebutuhan cepat tidaknya atas raperda itu. Saya kira di DPRD sendiri bersama-sama dengan eksekutif asal ada kesepakatan, kita bisa melakukan upaya percepatan-percepatan,” jelasnya

Dalam rapat evaluasi tersebut, masing-masing pimpinan Pansus turut menyampaikan progres pembahasan ranperda yang mereka tangani. BP Perda DPRD Kalsel menegaskan komitmennya untuk memastikan regulasi daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan di daerah. (ADV-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version