Kapolri Resmikan SPPG di Kalsel, Supian HK: Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Bangsa

BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK sampaikan apresiasi dan dukungannya, terhadap langkah Polisi Republik Indonesia (Polri) yang menghadirkan layanan kesehatan berbasis gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Foto : sumber (HumasDPRDKalsel)

Hal tersebut Ia sampaikan, saat menghadiri peresmian dua unit layanan SPPG di Mapolda Kalsel, pada Kamis (21/8), yang diresmikan langsung Kapolriz Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Supian HK meyakini, bahwa keberadaan SPPG dapat menjadi salah satu langkah utama untuk meningkatkan kualitas gizi terutama bagi anak-anak dan generasi muda, serta menjadi modal penting untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing di Kalsel.

“Kami menyambut baik kehadiran SPPG ini yang merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Semoga program ini tidak berhenti sebatas peresmian, tetapi benar-benar dapat dioptimalkan dan tepat sasaran agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.” ujar Supian HK

Selain meresmikan unit layanan SPPG, Kapolri juga secara resmi meresmikan gedung perkantoran baru Mapolda Kalsel, dan melaksanakan Gerakan Pangan Murah di lingkungan Polda Kalsel.

Supian HK berharap, dengan diresmikannya gedung baru ini, Polda Kalsel mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta menunjang efektivitas kerja jajaran Polda Kalsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Banua. (ADV-NHF/RIW/RH)

Museum Lambung Mangkurat Hadirkan Program Museum Keliling II di Kotabaru

KOTABARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar program Museum Keliling tahun 2025. Kali ini, kegiatan berlangsung di SMK Negeri 1 Kotabaru dengan tema “Mengenal 10 Jenis Koleksi Museum”, Rabu (20/8).

Foto bersama saat kegiatan Museum Keliling di SMKN 1 Kotabaru.(foto: MuslamKalsel)

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, yang diwakili Pamong Budaya Museum, Darmanto, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa program ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan bersama untuk mengenalkan sejarah, kebudayaan, ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Museum adalah cermin perjalanan peradaban. Namun, tidak semua orang berkesempatan datang langsung ke museum di Banjarbaru. Karena itu, program Museum Keliling hadir untuk menjembatani agar koleksi museum bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Darmanto menjelaskan, tahun ini Museum Keliling memperkenalkan sepuluh jenis koleksi museum, mulai dari geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, hingga teknologika.

Melalui pengenalan ini, diharapkan peserta dapat memahami bahwa museum tidak hanya menyimpan benda kuno, tetapi juga pengetahuan yang relevan untuk kehidupan masa kini dan masa depan.

“Jangan hanya melihat koleksi sebagai benda mati, tetapi renungkan nilai, cerita, dan makna di dalamnya. Dari sini, kita bisa belajar mencintai sejarah sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” imbuhnya.

Kegiatan Museum Keliling II turut dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Plt Kepala SMK Negeri 1 Kotabaru, dewan guru, serta sekitar 900 siswa-siswi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 siswa mengikuti langsung sosialisasi tentang permuseuman dan koleksinya. Antusiasme peserta terlihat tinggi karena mereka dapat melihat secara langsung koleksi-koleksi yang dibawa oleh pihak museum.

Plt Kepala SMK Negeri 1 Kotabaru mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bisa menjalin kerja sama lebih lanjut dengan Museum Lambung Mangkurat.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Kalau bisa, kerja sama terus dilakukan agar siswa-siswi dapat lebih mengenal sejarah dan kebudayaan Kalimantan Selatan, khususnya koleksi-koleksi yang ada di museum,” ungkapnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

TMMD Di Kota Banjarmasin Resmi Ditutup

BANJARMASIN – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kota Banjarmasin resmi ditutup, ditandai dengan upacara penutupan, di Halaman Balaikota Banjarmasin, Kamis (21/8).

Selaku Inspektur Upaya Kasdam 6 Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto, dan pimpinan upacara Dandim Kota Banjarmasin Kolonel Inf Sigit Purwoko.

Ari menyampaikan ucapan terimakasih, kepada seluruh petugas lapangan, yang telah berhasil menyelesaikan pembangunan TMMD di Kota Banjarmasin.

Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto

“Pembangunan fisik maupun non fisik telah selesai 100 persen,” ungkapnya.

Sehingga laporan penyelesaian pelaksanaan pada TMMD Tahun 2025 di kawasan Kuin Kacil, diserahkan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.

“TMMD ini merupakan kemanunggalan TNI dalam membangun daerah terpencil di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ari berharap, kerjasama ini kedepannya terus dilakukan TNI dengan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin melibatkan TNI, untuk pembangunan merata di kota seribu sungai tersebut. Seperti yang disampaikan, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda.

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi atas selesainya pembangunan TMMD di kawasan Kuin Kacil,” ungkapnya.

Karena, lanjut Ananda, untuk mencapai pembangunan yang merata di Kota Banjarmasin, tidak dapat dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin sendiri.

“Diperlukan keterlibatan semua pihak, salah satunya TNI Manunggal Membangun Desa,” ucapnya.

Ananda berharap, kerjasama yang harmonis bersama TNI, untuk membangun daerah terpencil di Kota Banjarmasin, akan terus berlanjut kedepannya. (SRI/RIW/RH)

Resmi Dikukuhkan, KPID Kalsel Komitmen Wujudkan Penyiaran Sehat dan Adaptif

BANJARBARU – Ketua KPID Kalimantan Selatan, Muhammad Leoni Hermawan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada jajaran Komisioner KPID periode 2025–2028. Ia menegaskan, KPID Kalsel berkomitmen menghadirkan penyiaran yang sehat, berimbang, mendidik, serta adaptif di tengah disrupsi digital yang kian masif.

“Kami siap menjaga narasi baik sebagai penyeimbang, menjadi garda terdepan melawan hoaks, dan mendorong literasi digital di masyarakat,” ucap Leo.

Sebagai langkah awal, Leo menekankan pentingnya mempererat komunikasi internal antar-komisioner dan staf.

“Kami semua berasal dari latar belakang yang berbeda, sehingga soliditas dan kerja sama menjadi kunci dalam menghadapi tantangan besar ke depan,” tambahnya.

Wakil Ketua KPID Kalsel, Muhammad Saufi, menambahkan, lembaganya juga akan segera menjalin silaturahmi dan audiensi dengan stakeholder terkait, seperti Diskominfo, Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, serta lembaga lainnya.

“Yang utama, kami akan segera memohon waktu bertemu Gubernur Kalsel, Bapak Haji Muhidin, untuk meminta arahan dan nasihat demi kelancaran tugas KPID,” ujarnya.

Melalui rapat pleno pada 19 Agustus 2025, KPID Kalsel menetapkan susunan organisasi sebagai berikut:

Bidang Kelembagaan: Koordinator Nanik Hayati, S.Sos, didampingi Wakil Koordinator Ir. Iwan Setiawan, M.P.

Bidang Pengawasan Isi Siaran : Koordinator Agus Suprapto, S.Pd., M.Med.Kom, bersama anggota Muhammad Saufi dan Muhammad Leoni Hermawan.

Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PKSP): Koordinator Analisa, SE., M.Ak, didampingi Wakil Koordinator Muhammad Luthfi Rahman, S.H.

Adapun penetapan Komisioner KPID Kalsel periode 2025–2028 dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 100.3.3.1/0746/KUM/2025 tertanggal 12 Agustus 2025.

Prosesi pelantikan digelar Selasa (19/8) di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, oleh Gubernur, Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin. (KPIDKalsel-RIW/RH)

Pamor Borneo 2025, Menuju Kalimantan Baru Melalui Investasi, Perdagangan dan Pariwisata

BANJARMASIN – Pamor Borneo 2025 resmi dibuka di Banjarmasin, pada Kamis (21/8). Dimana pelaksanaannya tahun ini, menjadi rangkaian perayaan HUT ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan. Acara ini merupakan program kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekdaprov, Ketua DPRD Kalsel dan Kepala KPw BI Kalsel melihat pameran UMKM Pamor Borneo

Pamor Borneo tahun ini, mengangkat tema “The New Kalimantan: Accelerating Growth through Investment, Trade, and Tourism”. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan dan Kalimantan yang tinggi, sebagai daerah yang kaya potensi dan peluang.

Pamor Borneo berlangsung pada 21-24 Agustus 2025 melalui beberapa event untuk mendukung penguatan tiga pilar utama sumber pertumbuhan baru ekonomi Kalimantan. Yakni perdagangan yang berdaya saing, investasi yang bernilai tambah tinggi, dan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.

Acara dibuka dengan sambutan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang menekankan bahwa Kalimantan memiliki modal besar, untuk menjadi pusat pertumbuhan baru.

“Dengan potensi energi terbarukan, perdagangan lintas batas, serta keindahan budaya dan alam, Kalimantan tidak hanya berperan bagi Indonesia, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. Momentum Pamor Borneo harus kita gunakan untuk memastikan transformasi ini benar – benar terwujud,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pamor Borneo 2025. Ia menilai forum ini menjadi sarana penting untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM dan investasi daerah.

“Kegiatan ini adalah momentum bagi kita semua untuk memperbesar akses pasar, memperkenalkan pesona Kalimantan Selatan ke dunia, dan menunjukkan bahwa daerah kita siap bersaing,” tegasnya dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin.

Senada disampaikan Kepala Perwakilan BI Kalsel, Fadjar Majardi. Ia menyebut bahwa Pamor Borneo adalah bentuk nyata sinergi.

“Pamor Borneo bukan sekadar event tahunan, melainkan sebuah ekosistem yang dapat berkontribusi nyata dalam memperluas akses pasar UMKM ke mancanegara, meningkatkan peluang investasi, mendorong pariwisata berkelanjutan, dan mengangkat citra budaya Kalimantan serta Indonesia di kancah internasional,” jelasnya.

Untuk mendorong daya saing perdagangan sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, Pamor Borneo melaksanakan business matching dan showcasing UMKM unggulan Kalimantan Selatan di Atrium Duta Mall Banjarmasin yang dirangkaikan dengan lomba, hingga workshop kreatif.

Yakni Tourism and Craft pada Kamis (21/8), berupa talkshow pariwisata, workshop sasirangan, ecoprint, dan purun. Kemudian Fashion pada Jumat (22/8), berupa beauty class, talkshow fashion, fashion show, dan permainan interaktif berhadiah bersama RURI Repvblik. Berlanjut program FnB and Agro pada Sabtu (23/8), berupa demo masak, workshop kopi, lomba brewing, semifinal Mobile Legend, hingga dance competition. Selanjutnya Ekraf dan Digital pada Minggu (24/8), yang diisi lomba mewarnai, final Mobile Legend, pengumuman pemenang lomba, sosialisasi Bank Indonesia, kompetisi menyanyi, dan fun closing ceremony.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pamor Borneo, dorongan terhadap investasi yang bernilai tambah tinggi diwujudkan melalui Borneo Business and Investment Forum (BBIF) 2025, mengangkat tema “Beyond Black Earth: Transforming Kalimantan’s Richness through Advanced Sustainable Investment” dengan 2 (dua) kegiatan utama.

Pertama, diskusi panel dengan kesimpulan,
pertama, transformasi ekonomi Kalimantan dapat ditempuh melalui upaya hilirisasi sumber daya alam di Kalimantan, khususnya mineral dan batu bara.
Kedua, berbagai tantangan perlu diatasi bersama, diantaranya keterbatasan infrastruktur, insentif, teknologi, serta kompleksitas perizinan dan koordinasi pusat-daerah.

Kesimpulan ketiga, sinergi kebijakan pemerintah, peran kawasan industri, serta dukungan akademisi dan investor menjadi kunci dalam mengatasi bottleneck investasi dan mempercepat realisasi hilirisasi. Kemudian one-on-one meeting antara pemilik proyek dan investor potensial untuk menjajaki peluang kerja sama langsung yang dilanjutkan dengan site visit proyek investasi yang ditawarkan, guna merealisasikan minat investasi daerah.

Tidak hanya soal perdagangan dan investasi, Pamor Borneo juga memberi ruang luas untuk memperkuat pariwisata Kalimantan. Melalui pameran wisata, pengunjung dapat menjelajahi ragam potensi destinasi unggulan, sekaligus merasakan pengalaman langsung lewat kunjungan ke Geopark Meratus yang kini satu dari dua belas UNESCO Global Geoparks di Indonesia.

Menjelang digelarnya Pamor Borneo 2025, sejumlah capaian penting telah lebih dulu diraih melalui rangkaian kegiatan pre-event di dua pilar Utama yaitu perdagangan dan investasi.

Dari pilar perdagangan, penguatan daya saing UMKM telah diinisiasi sejak pertengahan tahun 2025 lewat business matching. Upaya ini membuahkan hasil nyata berupa kerja sama ekspor dengan perusahaan Singapura senilai Rp8,1 miliar di sektor makanan dan minuman, serta Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan Thailand senilai Rp6,3 miliar untuk sektor fesyen. Capaian tersebut membuktikan bahwa produk unggulan Banua telah mampu menembus pasar global dengan kualitas yang kompetitif.

Sementara itu, pada pilar investasi, langkah memperluas basis investor luar negeri juga menghasilkan peluang signifikan. RIRU Intan Kalsel berhasil mengamankan LoI senilai Rp152 miliar dalam ajang World Expo Osaka 2025 untuk proyek pengolahan limbah medis dan budidaya ikan bandeng terintegrasi.

Momentum positif ini berlanjut dengan penandatanganan LoI oleh Atoll Bay Partners, perusahaan asal Singapura, pada 20 Agustus 2025. Proyek yang difokuskan pada pengolahan limbah medis di TPAS Regional Banjarbakula tersebut berpotensi menyerap investasi sebesar Rp12,57 miliar.

Rangkaian capaian pra-event ini menjadi fondasi kokoh sekaligus sinyal optimisme bahwa selama pelaksanaan Pamor Borneo 2025, peluang yang lebih besar dapat terus terwujud. Dengan daya saing produk UMKM yang terbukti menembus pasar internasional, serta meningkatnya minat investor terhadap potensi Kalimantan Selatan.

Pamor Borneo diharapkan menjadi katalis akselerasi perdagangan dan investasi Banua di kancah global.
Pamor Borneo 2025 menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin solid dan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk meningkatkan daya saing perdagangan, menyelesaikan hambatan investasi dan mengembangkan pariwisata, maka harapan Kalimantan menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mewujudkan Asta Cita dapat tercapai. (BIKalsel-RIW/RH)

Peringati HUT Ke-80 RI, DPRD Kalsel Hadiri Penyerahan Remisi 6.780 Warga Binaan Lapas Kelas II B Banjarbaru

BANJARBARU – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Kartoyo bersama Ketua Komisi I Rais Ruhayat, turut mendampingi Gubernur Kalsel Muhidin, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, menyerahkan remisi bagi warga binaan di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Minggu (17/8) siang.

Pemberian remisi umum dan remisi dasawarsa ini, ditujukan kepada narapidana serta anak binaan yang memenuhi syarat, sebagai bentuk apresiasi negara atas perilaku baik sekaligus upaya pembinaan yang telah mereka jalani.

Tercatat sebanyak 6.780 warga binaan di Kalsel mendapatkan pengurangan masa hukuman pada momen peringatan kemerdekaan ini.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, bersama Ketua Komisi I DPRD Kalsel (ki-ka)

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo menyampaikan, bahwa remisi diharapkan menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk berbenah diri. Bagi yang mendapatkan remisi, berharap nantinya ketika kembali ke masyarakat, bekal pelatihan yang dijalani di dalam lapas dapat dijadikan pegangan.

“Bagi yang memperoleh remisi tahun ini, semoga tahun depan dapat kembali meraih remisi berkat prestasi yang dicapai,” ujarnya.

Ia juga menyoroti maraknya kasus narkoba di Kalimantan Selatan. Dari total 9.304 warga binaan, 70 persen di antaranya merupakan kasus narkoba. Ini membuktikan bahwa penyebaran narkoba di Kalsel sangat tinggi. Dengan mewakili atas nama DPRD Kalsel meminta aparat penegak hukum, agar lebih tegas dan menyusun roadmap penyelesaian masalah narkoba.

“Saya juga berpesan kepada para orang tua dan masyarakat agar lebih menjaga anak-anak kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat menilai, Lapas Banjarbaru mengalami kelebihan kapasitas yang cukup signifikan dari total 4.328 orang.

Rais juga menambahkan, perlu adanya langkah pencegahan sejak dini agar peredaran narkoba bisa ditekan.

“Ke depan, kita akan lebih sering melakukan sosialisasi mengenai bahaya obat terlarang, supaya generasi muda kita tidak terjerumus,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel Muhidin secara simbolis menyerahkan remisi kepada 6.780 warga binaan di berbagai lapas se-Kalimantan Selatan. Ia menekankan bahwa remisi bukan hanya pengurangan masa hukuman, tetapi juga motivasi untuk memperbaiki diri.

“Saya berharap warga binaan yang memperoleh remisi dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berbenah diri dan tidak lagi terjerumus pada perbuatan yang merugikan,” ucapnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Peringatan HUT ke-80 RI di Banjarbaru Berlangsung Khidmat, Wali Kota Tekankan Nilai Persatuan

BANJARBARU – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Banjarbaru, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Suasana Upacara HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Banjarbaru

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, bertindak sebagai inspektur upacara yang dipusatkan di halaman Balai Kota Banjarbaru, pada Minggu (17/8).

Walikota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby saat menjadi inspektur upacara

Wali Kota Erna Lisa, menekankan pentingnya momentum peringatan kemerdekaan untuk memperkuat semangat persatuan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemerdekaan bukan hanya perayaan seremonial. Momentum ke-80 tahun ini hendaknya kita isi dengan semangat menjaga persatuan, hidup rukun, serta menegakkan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan begitu, Banjarbaru akan tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa semangat kemerdekaan harus menjadi penggerak pembangunan daerah.

“Kita ingin Banjarbaru tumbuh sebagai kota yang maju, namun tetap menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Itulah warisan terbaik yang bisa kita berikan kepada generasi mendatang,” ujar Erna Lisa.

Suasana upacara semakin bermakna dengan pembacaan naskah Undang-Undang Dasar 1945 oleh Pj. Sekretaris Daerah Banjarbaru, Sirajoni, serta pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera.

Kedua momen itu menghadirkan kembali ingatan tentang detik-detik bersejarah bangsa.

Sebagai penutup rangkaian, Wali Kota Banjarbaru juga menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemko Banjarbaru. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian ASN selama 10, 20, hingga 30 tahun. (BDR/RIW/RH)

HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Gubernur Muhidin Ajak Masyarakat Bersatu Mengisi Kemerdekaan

BANJARBARU – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, digelar dengan penuh khidmat, di Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Banjarbaru, Minggu (17/8) pagi. Gubernur Kalsel Muhidin, memimpin jalannya upacara sebagai inspektur.

Acara ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, pimpinan instansi vertikal, kepala SKPD, organisasi masyarakat, para veteran, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menambah semarak dan kebersamaan dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.

Usai upacara, Gubernur Muhidin menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan.

Gubernur Kalsel saat menjadi inspektur upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI

“Alhamdulillah, cuaca mendung membuat suasana lebih sejuk, dan kita semua diberi kesehatan untuk mengikuti upacara ini,” ucapnya.

Muhidin menilai, momentum kemerdekaan ke-80 ini menjadi saat yang tepat untuk memperkuat persatuan serta meningkatkan kontribusi masyarakat dalam pembangunan Banua.

“Alhamdulillah kita semua lengkap hadir, baik masyarakat, Forkopimda, instansi vertikal, maupun SKPD. Semoga semangat kebersamaan ini terus kita jaga,” katanya.

Menurut Muhidin, mengisi kemerdekaan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kewajiban seluruh masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga semangat perjuangan para pahlawan dengan kerja nyata demi kemajuan Banua,” tegasnya.

Khusus kepada generasi muda, Muhidin berpesan agar tidak pasif, melainkan aktif berkarya dan terus belajar. Menurutnya, peran pemuda sangat besar dalam menentukan arah bangsa ke depan.

“Mudah-mudahan pemuda tetap berkarya, jangan terlalu diam. Kalau dulu para pejuang rela berkorban, sekarang giliran anak-anak muda untuk berkontribusi. Jangan sampai kita dipandang remeh oleh bangsa lain,” tutupnya.(SYA/RIW/RH)

Resmi Ditutup, Kalsel Expo & BUMDesa Expo 2025 Catat Transaksi Rp14,05 Miliar

BANJARBARU – Gelaran Kalsel Expo dan BUMDesa Expo 2025, resmi ditutup Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, pada Jumat (15/8) malam, di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, di Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Syarifuddin menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak, yang telah berkontribusi atas suksesnya penyelenggaraan expo tahun ini.

Sekretaris Daerah Kalsel, Syarifuddin saat menyampaikan sambutan.(foto : KalselMC)

“Expo ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga menjadi ruang sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Selama enam hari, kita semua disuguhkan keberagaman potensi lokal Banua, dari budaya, kuliner, hingga produk unggulan,” ujarnya.

Kalsel Expo dan BUMDesa Expo 2025 diikuti 240 stan peserta yang terdiri dari SKPD, BUMN/BUMD, pelaku UMKM, BUMDes, mitra swasta, serta 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Semua stan terisi penuh, menandakan tingginya antusiasme dan partisipasi.

Selain menampilkan capaian pembangunan provinsi maupun kabupaten/kota pada tahun 2024, expo ini juga menjadi sarana promosi produk lokal, potensi daerah, serta inovasi masyarakat.

“Apresiasi saya sampaikan kepada seluruh panitia, SKPD, UMKM, BUMDes, mitra swasta, dan masyarakat Kalsel yang memeriahkan acara ini. Terutama kepada 13 kabupaten/kota yang memperkenalkan potensi unggulan daerahnya,” katanya.

Syarifuddin berharap, keberhasilan Kalsel Expo & BUMDesa Expo 2025 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Mari kita dorong agar UMKM, BUMDes, dan produk lokal Kalimantan Selatan bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengungkapkan, bahwa expo yang berlangsung sejak Minggu (10/8) berhasil mencatat perputaran uang fantastis mencapai Rp14,05 miliar, dengan jumlah pengunjung sekitar 610 ribu orang.

“Alhamdulillah, ini mengalami peningkatan dan merupakan transaksi luar biasa dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Ia juga berharap ke depan Kalsel Expo dapat berlangsung lebih lama dan menghadirkan peserta dari provinsi lain.

“Kalau bisa, kita ingin menambah harinya dan mengundang provinsi lain agar semakin meriah. Ini kan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kalsel,” ujarnya.

Expo tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba, seperti Festival Band pelajar dan mahasiswa, lomba memasak makanan khas Banjar antar-SKPD, lomba mewarnai dan melukis, lomba fotografi, hingga lomba kreatif Nusantara.

Selain itu, digelar pula lomba stan terbaik untuk kategori SKPD, kabupaten/kota, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, instansi vertikal, serta organisasi sosial dan profesi.

Penutupan expo ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba dan stan terbaik. Acara ditutup semakin meriah dengan penampilan musisi nasional, Andika Mahesa. (SYA/RIW/RH)

Gubernur Muhidin Resmi Kukuhkan 44 Paskibraka Provinsi Kalsel Tahun 2025

BANJARBARU – Sebanyak 44 pelajar terbaik dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, resmi dikukuhkan menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalsel Tahun 2025.

Pengukuhan dilakukan langsung Gubernur Kalsel, Muhidin, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, pada Jumat (15/8).

Mereka nantinya akan bertugas pada Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI, yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Minggu (17/8) mendatang.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan selamat sekaligus harapan besar bagi para anggota Paskibraka.

“Selamat dan sukses saya sampaikan kepada adik-adik yang terpilih. Semoga bisa menjalankan amanah ini dengan baik, serta menjadi teladan bagi generasi muda Banua,” ucapnya.

Muhidin menegaskan, menjadi Paskibraka bukan hanya soal mengibarkan bendera, tetapi juga mengemban tanggung jawab besar sebagai teladan kedisiplinan, semangat kebangsaan, dan persatuan.

Foto bersama usai pengukuhan Paskibraka Provinsi Kalsel 2025

Tahun ini juga menjadi momen istimewa, karena selain HUT ke-80 RI, Kalimantan Selatan turut merayakan Hari Jadi ke-75 provinsi.

“Kepada adik-adik Paskibraka, jaga kehormatan diri, keluarga, dan daerah. Pegang teguh nilai Pancasila, serta jadilah inspirasi bagi teman sebaya,” pesan Gubernur.

Upacara pengukuhan yang berlangsung khidmat ini, juga turut dihadiri dan disaksikan langsung Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, jajaran Forkopimda, kepala SKPD Pemprov Kalsel, hingga para orang tua anggota Paskibraka. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version