80 Pengiat Sumpitan Ramaikan Portada Kalsel

BANJARMASIN – Induk Olahraga atau Indorga Sumpitan diikuti 80 pengiat dari perwakilan kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua Pengurus Provinsi Indorga Sumpitan Kalsel Mursyidi Ansyari mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah menggelar, Pekan Olahraga Tradisional Daerah atau Portada, dan menjadi Sumpitan salah satu Indorga yang dipertandingkan.

Ketua Indorga Sumpitan Kalsel Mursyidi

“Kami sangat bersyukur atas digelarnya Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Indorga) oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Kamis (16/3).

Untuk daerah yang mengikuti Portada Indorga Sumpitan sebanyak 10 daerah, diantaranya, Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, Balangan, Tanjung, Kotabaru, Tanah Bumbu, Tapin, Kandangan, serta lainnya.

“Pada Indorga Sumpitan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan trophy juara, serta uang pembinaan kepada pemenang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Mursyidi mengaku, jika saat ini olahraga tradisional Sumpitan digemari oleh masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Hal tersebut terbukti dengan banyaknya bermunculan pengiat Sumpitan di daerah daerah, yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Menurut Mursyidi, peningkatan Indorga Sumpitan ini terdapat di kawasan Banua Enam khusus di Kabupaten Balangan, Kandangan, Kota Banjarmasin, serta Batola.

“Daerah daerah tersebutlah yang gencar melakukan pelestarian Olahraga Sumpitan tersebut,” ucap Mursyidi. (SRI/RDM/RH)

Jelang Ramadan, Komisi II DPRD Kalsel Pastikan Ketersediaan Stok Bahan Pokok

BANJARMASIN – Keresahan masyarakat akan kelangkaan dan kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjadi perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, terkhusus Komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan.

Salah satunya dibuktikan oleh Komisi II DPRD Provinsi Kalsel dengan mengundang sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mitra kerjanya untuk mengikuti rapat kerja, antara lain, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, pada Rabu (15/3).

Suasana Kegiatan Rapat Komisi II DPRD Kalsel dengan Mitra Kerja

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, selaku pimpinan rapat, mengatakan kegiatan ini untuk mempertanyakan perkembangan harga dan stok sejumlah bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat Kalsel secara khusus.

“Menjelang Ramadan, kita menanyakan stok pangan. Tidak hanya itu, pada hari raya Idul Fitri-pun juga masyarakat kita membutuhkan banyak kebutuhan bahan pokok. Inilah yang betul-betul menjadi konsentrasi kita, yaitu ketersediaan pangan,” katanya.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Imam, melihat tahun-tahun sebelumnya akan akan ada kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang hari-hari besar, termasuk juga Ramadan dan hari raya Idul Fitri ini.

Hal tersebut menurut Imam sulit untuk dihindari, mengingat kebutuhan masyarakat yang besar, terkadang tidak sebanding dengan stok yang tersedia, terutama untuk saat ini ia mengakui bahwa stok beras termasuk yang mengkhawatirkan.

“Terutama perihal beras, sangat minim. Karena, beberapa daerah hasil panennya juga belum optimas. Sampai dengan bulan Februari 2023 kemarin data-datanya masih minim sekali untuk hasil panennya,” ungkapnya.

Selain beras, menurut Imam, stok yang mengkhawatirkan dan berpotensi kelangkaan yakni ayam dan telur. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi, yakni perubahan harga khusus yang disebabkan oleh mekanisme pasar. Sehingga, harus ada perencanaan secara khusus. Imam berharap adanya ketersediaan sehingga tidak ada kelangkaan dan kekurangan pasokan.

“Mengenai harga, sepanjang stok ada, saya kira masih aman. Kalau tidak ada stok, sama saja masyarakat kita tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Upayakan Keterbukaan Informasi, Kemenag Rilis WA, Email dan Call Center Layanan

JAKARTA – Kementerian Agama menyiapkan saluran komunikasi dua arah bagi masyarakat. Tujuannya, agar publik bisa sampaikan pertanyaan, kritik, dan saran melalui saluran yang telah disiapkan.

Staf Khusus Menteri Agama bidang Humas dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan, saluran komunikasi dua arah ini disiapkan untuk memudahkan akses publik.

“Ada tiga saluran komunikasi yang kami rilis. Publik bisa memanfaatkan Whatsapp center di nomor 081110683146,” terang Wibowo Prasetyo di Solo, pada Rabu (15/3).

Saluran lainnya berupa email di alamat layanan@kemenag.go.id dan Call Center di nomor 146.

Wibowo menegaskan, penyedian saluran komunikasi ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterbukaan Kementerian Agama. Ini juga bagian dari proses transformasi digital yang terus digenjot implementasinya di Kementerian Agama.

Sebelumnya, dalam rangka penyederhaan, Kemenag juga telah lakukan integrasi layanan melalui penyediaan Superapps Pusaka Kemenag.

Sistem tiga saluran komunikasi ini, baik WA, Email, mapun Call Center sudah jalan. Namun sementara ini hanya untuk informasi seputar layanan pencatatan nikah, haji, dan juga sertifikasi halal.

“Kita akan terus perkaya menunya agar bisa lebih banyak mengcover kebutuhan masyarakat,” sambungnya.

Wibowo menambahkan, melalui saluran komunikasi ini, Kemenag juga telah menyiapkan live agent untuk menerima semua pertanyaan dan permasalahan layanan kemenag, termasuk di luar masalah penyelenggaraan ibadah haji, pencatatan nikah, dan sertifikasi halal.

Basis menu layanan yang saat ini digunakan adalah semua informasi yang sudah tersedia pada Aplikasi Superapps Pusaka.

“Kalaupun nanti ada informasi yang belum diketahui oleh agent, kita akan eskalasi ke internal Kemenag. Pengguna nanti akan dikasih nomor laporan, dan akan direspon kembali oleh agent ke pengguna bila sudah ada jawaban dari internal Kemenag,” tandasnya. (KemenagRI-RIW/RDM/RH)

Wali Kota Aditya Raih APBD Award 2023, Banjarbaru Realisasikan Pendapatan Daerah Tertinggi

BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru, H.M. Aditya Mufti Ariffin, menerima penghargaan dalam ajang APBD Award 2023 dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendgari). Pencapaian luar biasa Kota Banjarbaru yang dinobatkan sebagai daerah dengan realisasi pendapatan daerah tertinggi tingkat kota Tahun Anggaran 2022.

Penghargaan itu diserahkan secara langsung oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri A Fatoni kepada Wali Kota Aditya di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Kamis (16/3). Acara penghargaan ini juga bertepatan dengan dilaksanakannya rapat koordinasi nasional (Rakornas) Keuangan Daerah 2023.

Dalam sambutannya, Dirjen Bina Keuangan Daerah A Fatoni, mengatakan bahwa dalam menentukan para peraih penghargaan APBD Award 202e terlebih dahulu pihaknya melakukan penilaian. Dimana dalam prosedur penilaian tersebut didasarkan dari perhitungan melalui laporan realisasi anggaran (LRA).

“Kemudian dari LRA dibentuk tim yang akhirnya memutuskan masing-masing penerima penghargaan hari ini. Berbagai upaya dilakukan dalam percepatan realisasi APBD. Saya mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya yang cukup baik,” ucapnya.

Sebelum mengakhiri laporannya, A Fatoni menekankan bahwa peraih penghargaan ini merupakan tanda seorang kepala daerah yang berkualitas. Ia juga memastikan Kemendagri terus mendorong percepatan realisasi APBD dengan melibatkan kementrian dan lembaga untuk melakukan monitoring dan evaluasi ke depannya.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas kinerja kepala daerah dalam rangka percepatan realisasi APBD. Semoga tahun ini bisa lebih ditingkatkan,” tandasnya.

Kesuksesan Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, dalam membawa capaian realisasi pendapatan tertinggi secara nasional ini, turut diakuinya juga berkat kinerja jajaran SKPD di lingkungan Pemko Banjarbaru. Utamanya sinegritas dalam mewujudkan target-target pendapatan yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, semoga tahun ini semakin bisa ditingkatkan. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh SKPD Pemko Banjarbaru dengan turut serta didukung masyarakat kita,” katanya.

Dijelaskan Aditya, capaian ini sekaligus menunjukan bahwa penyerapan APBD di Kota Banjarbaru sepanjang 2022 dikelola dengan sangat baik. Percepatan realiasi anggaran, lanjutnya, terus diupayakan Pemko Banjarbaru untuk mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Realisasi pendapatan APBD yang tinggi menjadi gambaran bahwa uang negara telah dikelola secara baik dan tentunya dapat dipertanggungjawabkan. Progam-progran pembangunan khususnya dalam mendongkrak perokonomian masyarakat menjadi fokus utama kita tahun ini,” tuntasnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data yang dirilis Kemendagri melalui Ditjen Bina Keuangan per tanggal 23 Desember 2022, realisasi pendapatan APBD Kota Banjarbaru telah mencapai 114,41 persen atau melebih target yang ditentukan.

Persentase tersebut merupakan persentase tertinggi yang menempatkan kota berjuluk Idaman di urutan pertama di antara 74 kota lainnya se-Indonesia. (MEDCENBJB-RDM/RH)

Sekwapres RI Apresiasi Penyelenggaraan Workshop Penyusunan Pidato Pimpinan

BANJARBARU – Tim Pidato Sekretariat Wakil Presiden RI menyambut baik atas terselenggaranya pelaksanaan workshop penyusunan naskah sambutan/pidato yang digelar Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel.

Peserta yang terdiri dari seluruh SKPD dilingkup Pemprov Kalsel

Kegiatan yang digelar di aula kantor Bappeda Kalsel, Rabu (15/3) tercatat diikuti ratusan peserta dari seluruh SKPD Pemerintah Provinsi.

Penyerahan cenderamata dari Stafsus Gubernur Kalsel Rizal Akbar kepada Notulis Wapres RI M Zulkarnain didampingi Kabiro Adpim Berkatullah

Notulis Wapres RI, Muchammad Zulkarnain, mengungkapkan, untuk bisa meningkatkan nilai isi di dalam naskah pidato. Tentu, yang perlu menjadi perhatian serius adalah akurasi data.

“Tetapi perlu juga up to date alias tidak bisa, ini juga sangat penting dalam penyusunan pembuatan naskah sambutan pimpinan,” ungkap penulis senior naskah pidato Wapres RI periode 2014 – 2016.

Zulkarnain yang juga menjabat Asisten Deputi Industri, Perdagangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut mengingatkan, dalam mengembangkan pidato pimpinan agar bisa lebih baik lagi perlu diasah supaya ketajaman penyusunannya dapat dipamahami.

“Saya kira ini adalah kegiatan yang sangat bagus. Tentu, harus terus kembangkan dan ditingkatkan karena teori dalam pemberian materi saja tidak cukup tanpa melakukan praktik. Terus itu, kemampuan untuk mengasah ketajaman susunan naskah sambutan/pidato juga perlu ditingkatkan,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Kalsel, Rizal Akbar, turut pula memberikan dukungan dan dorongan kepada para peserta untuk bisa meningkatkan kapasitasnya dalam rangka penyusunan naskah sambutan/pidato.

“Harapan kita tadi, tentu kaidah-kaidah penulisan dan penyusunan juga menjadi perhatian. Sehingga, tahapannya bisa tertata dan bagus. Kalau keinginan gubernur jelas tadi up to date, clear and clean. Jangan sampai nanti data main ambil saja yang ujungnya membuat salah dan berbahaya,” ungkap dia.

Disamping itu, dirinya juga mengharapkan lagi dengan adanya rangkaian yang digelar Adpim tentu dapat menumbuhkan generasi baru dalam keahlian menyusun naskah sambutan/pidato.

“Yang tentunya dapat melahirkan kader-kader baru lagi agar keberlangsungan ahli dalam menata sambutan untuk pimpinan bisa berjalan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, usai membuka workshop pelatihan penyusunan naskah/pidato pimpinan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel, Berkatullah, membeberkan, sebagai tindaklanjut agar dapat lebih mempertajam penyusunan naskah pidato pimpinan. Salah satu langkah nyatanya adalah menggelar kegiatan serupa namun dilakukan secara berkelanjutan.

“Kita akan lanjutkan pengembangan berikutnya Focus Group Discussion (FGD) atau workshop yang skala lingkupnya lebih besar lagi,” bebernya.

Tekait akurasi data dalam menyusun sambutan pimpinan, dirinya membeberkan, harus berasal dari dinas terkait yang menggelar kegiatan. Agar dalam penyusunan pidato bisa menyesuaikan.

“Sumber data itu memang ada pada SKPD. Jadi, kita tidak hanya menerima surat permohonan sambutannya saja, tetapi, bagaimana makna dan isi dari kegiatan tersebut. Tentu sambutan yang disampaikan bisa menjadi rujukan berbagai media makanya perlu disusun dengan baik,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Dispar Kalsel Gelar Pemilihan Putra Putri Pariwisata

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan, di ruang kerjanya, pada Rabu (15/3) menjelaskan, saat ini pihaknya telah melaksanakan tahapan pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalimantan Selatan. Selama dua hari sudah digelar karantina terbuka pada tanggal 13 – 14 Maret.

Ada sebanyak 40 orang peserta mewakili Kabupaten dan Kota, dan pada Kamis hingga Sabtu akan dilanjutkan karantina tertutup, mereka akan diberikan berbagai materi diantaranya tentang Geopark Meratus.

“Pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalsel, akan kami gelar pada Sabtu Malam tanggal 18 Maret 2023 ini, di salah satu Hotel Banjarmasin,” katanya

Syarifuddin mengatakan, dengan adanya pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalimantan Selatan, dimaksudkan sebagai upaya untuk semakin meningkatkan promosi wisata di Banua. Terutama kemajuan destinasi wisata di tiga belas kabupaten dan kota, dan salah satunya tentang Geopark Meratus.

“Kita ingin Putra Putri Pariwisata Kalsel, dapat memahami dan menjelaskan keindahan Geopark Meratus,” pintanya.

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, setelah nanti terpilih pasangan Putra Putri Pariwisata Kalsel tahun 2023, para pemenang akan dipersiapkan mengikuti ajang lomba ke tingkat nasional. Sehingga, dengan waktu yang panjang dapat mempersiapkan secara maksimal dalam kompetisi tersebut.

“Kami sangat bangga Putri Pariwisata Kalsel, telah menorehkan Prestasi pada pemilihan Putri Pariwisata Indonesia tahun 2022 lalu, yaitu berhasil meraih gelar Putri Pariwisata Intelegensia,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Kukuhkan dan Lantik 808 Pejabat Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengukuhkan dan melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Rabu (15/3).

Sebanyak 40 Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II), 206 Pejabat Administrator (Eselon III) serta 562 Pejabat Pengawas (Eselon IV), dengan total 808 yang hadir saat itu.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menyampaikan bahwa melalui kegiatan pengukuhan dan pelantikan kali ini, diharapkan ada perbaikan di dalam organisasi, menuju kemajuan. Setiap pelaksanaan pelantikan diharapkan dapat memberikan kemajuan, demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

“Lain kepala lain pemikiran, untuk menyatukan pemikiran yg berbeda, diperlukan sinergi dan kolaborasi, dengan satu tujuan, yaitu kemajuan bersama,” ungkap Paman Birin.

Paman Birin menambahkan, dirinya juga mengingatkan pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk menyatukan pemikiran-pemikiran yang berbeda. Baik antar individu maupun antar SKPD.

“Pemerintah daerah baik itu pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten kota di Kalsel, seyogyanya memiliki tujuan yang sama, yaitu rakyat sejahtera,” lanjutnya.

Dirinya juga mengingatkan agar para pejabat yang dikukuhkan dan dilantik memiliki hidup yang seimbang dunia dan akhirat. Karena menurutnya, jabatan hanyalah titipan, dan merupakan amanah yang dipercayakan, yang harus dijaga.

“Jabatan hanya sekedar titipan. Jabatan adalah amanah yang dipercayakan. Agar selalu ingat bahwa surga adalah tujuan abadi. Kita sama-sama menjalankan amanah sebaik-baiknya dengan selalu berharap agar mendapatkan ridho Allah SWT,” ucapnya. (MRF/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Berharap, Ada Pojok Baca Tersedia di Lingkungan Kerja

BANJARMASIN – Panitia Khusus tentang Rancangan Peraturan Daerah Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin menyarankan, untuk meningkatkan dan menumbuhkan budaya membaca bagi masyarakat, seluruh jajaran dan instansi di lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin, sebaiknya menyediakan pojok baca di lingkungan kerja.

Suasana Rapat Pansus Raperda Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Pansus Raperda Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, Faisal Heriyadi, pada Selasa (14/3) usai rapat pembahasan yang sudah memasuki pasal ke 41, mengatakan, ada beberapa usulan yang telah disarankan diantaranya rencana ada Pojok Baca di masing-masing SKPD Banjarmasin, kemudian kampung literasi di setiap Kecamatan bahkan Kelurahan.

“Adanya tempat disediakan tentu memudahkan warga dalam meningkatkan budaya literasi,” katanya

Disampaikan Faisal, dalam pembahasan Raperda Peningkatan Budaya Literasi ini, dua SKPD sangat berperan penting yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banjarmasin. Ia berharap dapat semakin meningkatkan sumber daya manusia (SDM) menuju tercipta generasi emas di Indonesia.

“Pihaknya akan terus menggelar kelanjutan pembahasan, diupayakan bulan April akan finalisasi,” ungkapnya

Lebih lanjut Faisal menambahkan, selama ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat bagus dalam peningkatan budaya literasi, melalui pengembangan perpustakan daerah. Selain itu di Kota Depok DKI Jakarta juga memiliki perpustakaan digital, yakni warga cukup memasukan NIK dan user name, sudah bisa membaca buku di rumahnya.

“Kami ingin Pemko meniru mengembangkan budaya literasi terutama bagi generasi penerus,” tutup Faisal.

Untuk diketahui, DPRD menggelar Rapat Panitia Khusus tentang Raperda Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, dipimpin Ketua Pansus Faisal Heriyadi, didampingi Wakilnya Rinda Herliani, dengan anggota Abdurrasyid Ridha, Istiqomah, dan Wakhid Husaini. Dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banjarmasin Ihsan Al Haq, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Bagian Hukum Banjarmasin, bertempat di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

RSUD Ansari Saleh Siap Tangani Pasien Gagal Ginjal

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin terus berupaya melakukan upaya persiapan penanganan bagi pasien dengan gangguan gagal ginjal.

Direktur RSUD dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin, Among Wibowo mengatakan selama ini penanganan pasien dengan gangguan gagal ginjal dapat ditangani dengan baik.

“Alhamdulillah, selama ini penanganan pasien gagal ginjal ditangani dengan baik oleh tenaga kesehatan di RSUD Moch Ansari Saleh, yaitu dokter penyakit dalam dan dokter penyakit anak, serta berkolaborasi dengan dokter-dokter terkait seperti dokter spesialis urulogi dan tindakan-tindakan lainnya,” katanya kepada wartawan, Senin (13/3).

Namun, lanjut Among, untuk sementara, penanganan khusus seperti hemodialisa atau cuci darah dilaksanakan dengan rujukan ke RSUD Ulin Banjarmasin. Lantaran, saat ini di RSUD Ansari Saleh masih dalam proses penyiapan kegiatan tersebut.

Among menjelaskan penyebab penyakit gagal ginjal akut itu ada tiga faktor, diantaranya faktor prerenal, renal dan post renal.

“Faktor prerenal itu faktor yang menyebabkan perburukan fungsi ginjal sebelum organ ginjal, contohnya penyakit jantung, luka bakar, dan reaksi alergi hebat”, jelasnya.

Sedangkan faktor renal itu, lanjut Among, gagal ginjal terjadi akibat kerusakan pada ginjal, contohnya kondisi infeksi berat (sepsis), scleroderma, dan keganasan myeloma multiple.

“Untuk faktor post renal itu suatu keadaan dimana ginjal dapat membentuk urin dengan cukup baik, tapi alirannya dalam saluran kemih terhambat, contohnya seperti batu ginjal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Among menerangkan, menurut Kementerian Kesehatan, gejala awal gagal ginjal akut yang perlu diwaspadai adalah gangguan pencernaan seperti diare, mual dan muntah, serta batuk dan pilek. Gejala bisa datang tiba-tiba, selama berjam-jam atau berhari-hari dari 3-5 hari.

“Gejala gagal ginjal pada anak dan dewasa yang dialami seperti nyeri punggung bawah, cepat lelah, perubahan suhu tubuh yang tidak stabil, sesak napas, kulit pucat, kasar dan gatal, pembengkakan pada tangan, kaki dan wajah, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan lainnya, ” katanya.

Ditambahkan Among, untuk meminimalkan kerusakan pada ginjal harus dilakukan diagnosis gagal ginjal akut sejak dini, seperti pemeriksaan laboratorium darah dan urin, tes pencitraan dan biopsi ginjal.

“Sehingga penanganannya tergantung dari penyebab gangguan ginjal dan pengobatan gagal ginjal akut umumnya memerlukan perawatan rumah sakit atau rawat inap,” terangnya.

Among pun mengimbau, dalam pencegahan gagal ginjal akut agar segera mungkin berkonsultasi ke dokter di rumah sakit atau ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. (NRH/RDM/RH)

Paman Birin Resmikan Musholla Induk Ponpes Sirajul Huda Abdurrahman

TANAH LAUT – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, meresmikan musholla induk Pondok Pesantren Sirajul Huda Abdurrahman, di Kabupaten Tanah Laut, Rabu (15/3) siang.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, didampingi Ketua DPRD Kalsel Supian HK, KH Wildan Salman, mantan Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Bupati Tanah Laut Sukamta, dan Pimpinan Ponpes Pondok Pesantren Sirajul Huda Abdurrahman Husein.

Gubernur Kalsel menggunting pita menandai diresmikannya musholla

Paman Birin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut terlibat membantu kelancaran pembangunan musholla ini, sehingga musholla ini dapat digunakan oleh masyarakat maupun para santri.

Gubernur Kalsel (kiri) tampak akrab dengan Wakil Gubernur periode sebelumnya, Rudy Resnawan (kanan)

Menurut Paman Birin, selain untuk pendidikan, pesantren dalam sejarahnya juga berperan untuk menggalang kekuatan dalam rangka merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

“Pondok pesantren turut berkontribusi terhadap Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Dikatakan Paman Birin, keberadaan mushola sebagai tempat ibadah umat Islam, memiliki peran strategis dalam menumbuh kembangkan peradaban umat.

“Kita tidak ingin menjadi bangsa yang tertinggal, kita membangun secara fisik, bukannya hanya untuk kepentingan dunia tapi juga akhirat,” katanya.

Paman Birin berpesan kepada pengurus pesantren, agar musholla ini dikelola dengan manajemen yang baik, sehingga musholla ini kedepannya menjadi indah, terawat, serta dapat mengundang orang ramai untuk berkunjung dan melakukan aktivitas keagamaan di sini.

Sementara itu, Bupati Tanah Laut, Sukamta mengucapkan syukur, karena Ponpes Sirajul Huda telah menyelesaikan pembangunan musholla sejak dibangun 2 tahun lalu.

Menurutnya, perkembangan ponpes di Tanah Laut menunjukkan hasil yang menggembirakan. Jumlah ponpes meningkat dari 25 menjadi 38.

“Dulu ketika dilantik menjadi bupati, jumlah ponpes sekitar 25, Alhamdulillah sekarang menjadi 38,” katanya.

Dirinya berharap peningkatan jumlah ponpes tersebut dapat membawa keberkahan dan terhindarnya Tanah Laut dari bencana. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version