Gema Maulid 40 Malam, Paman Birin Perkuat Identitas Religius Kalsel

BANJARMASIN – Rangkaian Gema Maulid 40 Malam yang diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, terus mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat hingga malam ke-15, pada Rabu (18/9). Acara yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota Banjarmasin, termasuk warga dari Tatah Layang Kabupaten Banjar.

Gema Maulid ini juga dihadiri oleh sejumlah ASN dan pegawai dari berbagai instansi di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, di antaranya Dinas Kehutanan, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, serta Biro Administrasi Pimpinan.

Kegiatan ceramah pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Habib Ali bin Muhammad Al Haddad yang juga merupakan keturunan langsung dari pengarang Maulid Habsyi yaitu Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsyi dan Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dibawakan oleh Qori Akhmad Fauzan, serta lantunan shalawat diiringi oleh grup maulid Raudhatul Amin dari Pal 8 Indah.

Habib Ali bin Muhammad Al Haddad saat memberikan tausyiah

Pada malam ke-15 ini, Gubernur dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Berkatullah menyampaikan komitmen Paman Birin dalam menjaga marwah Kalimantan Selatan sebagai wilayah yang religius.

“Komitmen Paman Birin dalam membangun Banua yang religius juga diwujudkan melalui kegiatan shalawatan rutin yang digelar setiap bulan bersama para alim ulama, habaib, dan tokoh agama di Bumi Shalawat Alam Roh 88 Kiram,” ujarnya.

Berkat kegiatan-kegiatan tersebut, cita-cita Paman Birin untuk mewujudkan Banua yang religius semakin terlihat nyata.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi kekuatan spiritual bagi masyarakat Banua,” katanya.

Dalam acara peringatan Maulid Nabi, Paman Birin menegaskan pentingnya menjaga identitas religius Kalsel melalui kegiatan keagamaan yang masif dan berkelanjutan.

“Sekarang Banua kita dikenal sebagai Kalsel Babussalam, yang artinya daerah yang diberkahi dan dilimpahi rahmat dari Allah SWT. Siapapun yang datang ke Banua ini, insya Allah akan mendapatkan keselamatan dan keberkahan, sesuai dengan makna Babussalam, yaitu pintu keselamatan,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam tausiahnya Habib Ali bin Muhammad Al Haddad mengingatkan pentingnya tujuan dari perayaan Maulid dimana peringatan Maulid ini adalah untuk mencari ridho Allah SWT serta syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat kelak.

“Maulid ini tidak lain adalah usaha kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berharap mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di akhirat nanti,” ujar Habib Ali.

Habib Ali juga menjelaskan keutamaan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, shalawat adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan rahmat dan berkah dari Allah.

“Semoga melalui peringatan Maulid ini, kita semua mendapatkan ampunan, rahmat, dan perlindungan dari Allah SWT, serta ditempatkan bersama orang-orang yang dicintainya,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

DPRD Kalsel Apresiasi Pemprov Kalsel Atas Terselenggaranya Pameran Kalsel Expo 2024

BANJARBARU – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel atas terselenggaranya pameran Kalsel EXPO 2024.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalsel Sementara, Kartoyo saat menghadiri pembukaan Pameran Kalsel Expo 2024 di lapangan Murjani, Rabu (18/9).

Paman Birin diwakili Sekdaprov Kalsel dan Acil Odah serta Kadisdag Provinsi saat memotong untaian bunga tanda dibukanya Kalsel Expo 2024

Politisi Partai Nasdem ini menilai bahwa Kalsel Expo 2024 ini merupakan perwujudan dari keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Banua. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan demi pengembangan UMKM Kalsel di masa depan.

“Alhamdulillah hari ini kita mengapresiasi pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang sudah membuka Kalsel EXPO 2024. Ini adalah aplikasi kita untuk memajukan UMKM yang ada di Kalimantan Selatan untuk menggali potensi dan kearifan lokal,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Sementara, Kartoyo (sasirangan hijau) menghadiri acara pembukaan Kalsel Expo 2024

Kartoyo juga mengapresiasi adanya kegiatan workshop untuk para UMKM yang digelar selama pameran berlangsung. Ia mendukung pengembangan pelatihan-pelatihan UMKM ke depannya, khususnya ke arah digitalisasi.

“Tadi sudah disampaikan ada workshopnya untuk UMKM naik kelas. Untuk itu, kita dari unsur pimpinan DPRD sangat mendukung dan ke depannya insya Allah, workshop-workshop ini akan kita kembangkan. Kita sangat mendukung sinergi terhadap dunia usaha UMKM dan mendorong kearah market place,” terangnya.

Sementara, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah, Roy Rizali Anwar mengatakan, Kalsel Expo 2024 tidak hanya jadi ajang pameran dan promosi saja tetapi merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke 74 Provinsi Kalsel.

“Kalsel Expo 2024 menyajikan pameran dan parade keunggulan produk-produk terbaik. Mulai dari karya-karya inovatif UMKM binaan pemerintah daerah, kemudian produk-produk berkualitas dari perusahaan nasional hingga berbagai produk atau komoditas unggulan bertaraf internasional,” jelasnya

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini berharap, segala potensi daerah dapat terus berkembang dan bersaing di kancah Asia.

“Kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal untuk terus memajukan potensi daerah, memperkuat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” pintanya.

Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut antara lain Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, sejumlah pejabat SKPD lingkup Pemprov dan Kabupaten/Kota di Kalsel, unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Pameran Kalsel Expo 2024 ini digelar selama 5 hari mulai 18-22 September 2024 bertujuan untuk menampilkan hasil-hasil pembangunan, program kegiatan pemerintahan, yang diikuti seluruh SKPD Pemerintah Provinsi Kalsel, Pemerintah Kabupaten Kota se Kalsel instansi vertikal, BUMD, BUMN, pengusaha lokal dan nasional serta UMKM unggulan Kalsel. (ADV-NRH/RDM/RH)

Resmi Dibuka Paman Birin dan Acil Odah, Kalsel Expo Jadi Ajang Pamer Produk Unggulan Banua

BANJARBARU – Cuaca terik Rabu (18/9) sore di lapangan Murjani Banjarbaru, tidak menghalangi langkah warga kota Banjarbaru mendatangi tersebut. Apalagi selama 5 hari, dari 18 – 22 September 2024, warga kota yang sudah berstatus ibukota provinsi Kalsel ini, disuguhi beragam produk unggulan Banua, yang ditampilkan ratusan stand Kalsel Expo 2024. Sore itu, agenda tahunan pemerintah provinsi tersebut, resmi dibuka.

Acil Odah saat membagikan produk telur kepada pengunjung di stand Disbunnak Kalsel

Pembukaan Kalsel Expo 2024, dilakukan Gubernur, Sahbirin Noor yang diwakili Sekdaprov Kalsel Roy Rijali Anwar, didampingi Ketua TP PKK Provinsi, Raudatul Jannah dan Panitia Kalsel Expo sekaligus Kepala Dinas Perdagangan Provinsi, Sulkan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan mayang, dan dilanjutkan dengan pemotongan untaian bunga melati.

Dalam sambutan gubernurs yang dibacakan Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, Kalsel Expo merupakan agenda tahunan pemerintah provinsi untuk memeriahkan hari jadi.

“Tidak hanya itu, Kalsel Expo juga menjadi wadah untuk menampilkan produk unggulan Banua, termasuk karya – karya inovatif dari UMKM binaan pemerintah daerah di Kalsel,” jelasnya.

Gubernur yang diwakili Sekdaprov Kalsel saat mencicipi produk makanan olahan di stand Disbunnak

Selain itu menurut Gubernur, Kalsel Expo kali ini juga menjadi ajang untuk semakin mengenalkan Geopark Meratus kepada masyarakat. Dimana tahun ini, Geopark Meratus ditargetkan sudah menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark.

“Semoga dengan Kalsel Expo, produk unggulan Kalsel dapat dikenal tidak hanya di pasar lokal, namun juga nasional bahkan internasional,” tutup Paman Birin.

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan, menyampaikan, selain pameran beragam produk unggulan Banua, Kalsel Expo juga menyajikan berbagai lomba yang dapat diikuti masyarakat umum, dengan hadiah menarik.

“Ayo ramaikan Kalsel Expo dan ikuti lomba – lombanya. Seperti lomba mewarnai, Got Talent, Ranking 1 dan juga lomba memasak menu makanan khas Banua,” tutupnya.

Usai pembukaan, Sekdaprov didampingi Acil Odah dan juga Panitia Kalsel Expo, berkeliling mengunjungi sejumlah stand. Termasuk ke stand khusus yang menampilkan prestasi Paman Birin, selama 10 tahun kepemimpinannya di Kalsel. Acil Odah juga berkesempatan mencicipi produk olahan daging dan telur di stand Disbunnak Provinsi, yang diakhiri pembagian produk telur kepada pengunjung. (RIW/RDM/RH)

HUT PEPABRI ke 65 dan FKPPI ke 46, Paman Birin Dorong Intensifkan Bina Generasi Muda

BANJARMASIN – Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) dan Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri ABRI (FKPPI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar acara Syukuran HUT PEPABRI ke 65 dan FKPPI ke 46 di gedung Mahligai Pancasila, Sabtu (14/9).

Kegiatan syukuran bersama ini mengangkat tema “Dengan nilai-nilai Pancasila dan Semangat Bhinneka Tunggal Ika, Kita Kokohkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Untuk Membangun Negeri Mencapai Cita-cita Proklamasi”.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso mengucapkan selamat ulang tahun ke 65 PEPABRI dan ke 46 FKPPI.

“Semoga pencapaian usia yang semakin matang ini menjadi tonggak baru bagi kedua organisasi untuk terus berkiprah dan memberikan sumbangsih yang lebih besar lagi bagi pembangunan di Kalsel pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” harapnya.

Paman Birin menyatakan dalam konteks kekinian, peran PEPABRI dan FKPPI menjadi semakin krusial, terutama dalam membina generasi muda. Di tengah arus globalisasi dan gempuran informasi yang tak terbendung, lanjutnya, generasi muda membutuhkan sosok panutan yang bisa menginspirasi generasi muda untuk tetap mencintai tanah air dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Oleh karena itu, saya mendorong PEPABRI dan FKPPI untuk terus mengintensifkan program-program pembinaan generasi muda. Kegiatan seperti latihan kepemimpinan, seminar kebangsaan, atau bakti sosial bersama kaum muda, akan sangat bermanfaat dalam menanamkan nilai-nilai kejuangan dan nasionalisme,” jelasnya.

Paman Birin menekankan bahwa regenerasi dan transfer nilai-nilai kejuangan adalah sebuah keniscayaan. Para purnawirawan memiliki peran moral untuk mewariskan semangat patriotisme kepada generasi penerus.

“Tanpa proses ini, kita beresiko kehilangan identitas dan jati diri sebagai bangsa,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PEPABRI, Agum Gumelar dalam amanatnya yang dibacakan Ketua PEPABRI Kalsel, Nasib Alamsyah, mengungkapkan bahwa dalam pengabdiannya, PEPABRI akan selalu mengedepankan persatuan dalam setiap pemikiran dan tindakannya.

“Kesemua itu dilandasi bahwa Pemilu Tahun 2024, baik Pemilihan Presiden maupun Pemilihan Legislatif akan menjadi momentum bagi kelangsungan pembangunan nasional menuju Indonesia Maju sesuai dengan tujuan nasional bangsa Indonesia,” terangnya.

Selain itu, lanjut Agum, PEPABRI meyakini sebagai bangsa yang mengutamakan persatuan dan kesatuan, maka setiap kegiatan berbangsa dan bernegara perlu didukung oleh rasa persatuan dan kesatuan, senasib sepenanggungan, kesetiakawanan sosial, serta semangat kebersamaan.

“Itulah bagian dari makna keutuhan bangsa yang menjadi landasan bagi tercapainya tujuan pembangunan nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris FKPPI Kalsel, Zulfadli Gazali mengajak anggota FKPPI Kalsel untuk mengisi kemerdekaan dengan semangat juang para pendahulu. Ia berharap momentum ini dapat menambah kecintaan generasi muda kepada bangsa dan negara sehingga bisa lebih giat lagi mengabdikan diri dalam pembangunan.

Peringatan HUT ke 65 dan FKPPI ke 46 diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua PEPABRI Kalsel dan Sekretaris FKPPI Kalsel. Sebelumnya, momentum HUT tersebut dirangkai dengan beberapa kegiatan diantaranya penyaluran tali asih bantuan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor kepada puluhan pensiunan prajurit, pemberian santunan kepada anak yatim piatu serta ziarah dan tabur bunga ke makam pahlawan. (NRH/RDM/RH)

PWI Kalsel Gelar Syukuran dan Berikan Bonus Para Atlet Peraih Medali di Porwanas XIV

BANJARMASIN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel menggelar Syukuran Kesuksesan Porwanas 2024, sekaligus penyerahan bonus, kepada para atlet yang berprestasi, di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) bertempat di Aula PWI Kalsel, Jalan Pangeran Hidayatullah Banjarmasin, Jumat (13/9) siang.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel, Adi Santoso menyampaikan, pihaknya sangat bahagia dan bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh para Wartawan Kalsel, karena prestasi ini harkat dan martabat Banua Kalsel Babussalam ikut terangkat dan sekaligus mencerminkan kolaborasi Wartawan dan Pemerintah berjalan sinergis.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel, Adi Santoso, saat diwancara awak media

“Selamat dan sukses serta apresiasi yang setinggi-tingginya, kepada seluruh atlet Porwanas telah bekerja keras menunjukkan kemampuan terbaik, hingga mengharumkan nama Banua di kancah Nasional,” ucapnya

Disampaikan Adi, para atlet Porwanas Kalsel, dapat terjaring sebagai atlet olahraga profesional. Sehingga, bakat dan kemampuan yang dimiliki terus dikembangkan dan menghasilkan, guna prestasi yang lebih membanggakan lagi hingga ke tingkat Internasional.

“Kesuksesan menjadi Juara Umum, dapat melahirkan banyak karya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kalsel,’ pintanya

Sementara itu, Ketua PWI Kalsel Zainal Hilmie, menjelaskan, pemberian bonus kepada para atlet yang berpestasi, di ajang Porwanas ini sebagai apresiasi PWI Kalsel, terhadap para wartawan telah berjuang yang baru saja diselenggerakan, di Kalimantan Selatan pada tanggal 19 – 26 Agustus 2024 lalu.

“Adapun bonus untuk peraih emas mendapatkan masing-masing senilai 3 juta rupiah, peraih medali perak 2,5 juta rupiah, dan untuk medali perunggu 2 juta rupiah per atlet,” jelasnya

Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie menyerahkan piagam kepada Rini Dwi Masmuda, Juara 1 Lomba Reportase Radio

Lebih lanjut Helmie menambahkan, untuk penyerahan bonus untuk memenuhi janji Pengurus PWI Kalsel yang sebelumnya sudah disampaikan. Selain itu, mengapresiasi perjuangan para atlet yang sudah semaksimal mungkin. Dimana, Porwanas XIV mempertandingkan cabang olahraga yaitu, Atletik, Badminton, Balogo, Biliar, Bridge, Catur, E-sport, Domino, Futsal, Tenis Lapangan, dua cabor IKWI Karaoke dan Tenis meja serta karya jurnalistik yakni Reportase Radio, Karya Tulis, Videografi juga Fotografi.

“Kalau melihat dari bonus ini belum seberapa dengan apa yang sudah diberikan atlet membawa nama harum di Kalsel,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Jelang Pilkada Serentak, Satpol PP dan Damkar se- Kalsel Mantapkan Koordinasi dan Kolaborasi

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso membuka Rapat Kerja (Raker) Urusan Kebakaran dan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Linmas dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2024 se Kalsel, pada Kamis (12/9) di Banjarmasin.

Turut hadir, Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel, Zakly Asswan didampingi Kabid Damkar dan Linmas, Maulana Fatahillah, Sekretaris Satpol PP dan Damkar, Karyufa Ekalaksasmita, serta para Kepala Satpol PP dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Suasana raker pilkada di kalangan Satlinmas dan Damkar se Kalsel

Zakly menyebutkan, pilkada serentak yang akan dilakukan adalah pertama kali di Indonesia, sehingga perlu koordinasi dan kolaborasi yang baik mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota agar bisa terselenggara dengan aman, tenang dan damai.

“Rapat kerja ini merupakan upaya memantapkan koordinasi seluruh jajaran Satlinmas yang saat ini tercatat tidak kurang 26.000 anggota,” katanya.

Dalam sambutannya, Zakly Asswan di hadapan peserta rakernas dan sosialisasi mengingatkan jajaran Satpol PP dan Damkar se- Kalsel, agar tidak takut bertindak sepanjang sesuai aturan yang ada. Selain itu, harus bertindak cerdas dan bahagia dengan tugas yang diemban.

Zakly juga mengajak satuan, untuk terus berkoordinasi dalam keterlibatan mereka dengan pelaksanaan Pilkada serentak.

Sementara itu, Gubernur Paman Birin dalam sambutannya yang disampaikan Adi Santoso, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas aparatur Satlinmas, dalam agenda besar di Banua yakni Pilkada serentak tahun 2024, sekaligus meningkatkan kualitas SDM Damkar se Kalsel

Diingatkan, Tahun 2024 adalah tahun penting bagi semua, karena akan dilaksanakan pilkada serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kalsel. Dalam hal ini, peran Satlinmas sangat krusial dalam memastikan keamanan dan ketertiban, selama proses pilkada berlangsung.

“Satlinmas dituntut siap siaga menjaga keamanan di tempat pemungutan suara (TPS) dan membantu menenangkan situasi di tengah masyarakat jika diperlukan,” urainya.

Kesigapan dan kedisiplinan satlinmas, akan menjadi faktor kunci dalam menciptakan suasana yang kondusif dan aman, bagi masyarakat saat menggunakan hak pilihnya.

“Terkait rapat kerja pengelolaan SDM, pelaporan, pemadam kebakaran dan penyelamatan, pengelolaan SDM yang
profesional dan terlatih, memang sangat penting karena menjadi kunci utama dalam meningkatkan kapasitas, dalam menangani kebakaran dan bencana lainnya,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam, terkait strategi pengelolaan SDM, pelaporan, dan pengelolaan operasional di sektor pemadam kebakaran dan penyelamatan.

Dengan pengelolaan yang baik, akan dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan efektif bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Tantangan yang dihadapi dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat semakin kompleks.

Oleh karena itu, diperlukan kerjasama yang erat seluruh aparatur, baik dari satlinmas, pemadam kebakaran, maupun tim penyelamat,” tutupnya.

Kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, sangat penting untuk menciptakan kondisi aman dan damai, terutama menghadapi pilkada serentak 2024, dan menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Gelar Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Kelautan dan Perikanan

BANJARMASIN – Pelabuhan Perikanan Banjarmasin menggelar sosialisasi regulasi peraturan terkait penyelenggaraan bidang kelautan dan perikanan, di Balai Pertemuan Nelayan Kantor Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Kamis (12/9).

“Berdasarkan arahan dari Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, sosialisasi ini digelar untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Kepala Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Zaki.

Kepala Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Zaki

Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan para pelaku usaha di bidang perikanan yang beraktivitas di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

“Pada kegiatan sosialisasi ini dihadiri Nahkota, ABK kapal, pelaku usaha di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Dengan narasumber Direktur Kepelabuhan Perikanan dari KKP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Tri Aris Wibowo,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zaki juga menyampaikan, pasokan ikan di pelabuhan Perikanan Banjarmasin dipastikan aman.

“Amannya Pasokan ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, karena lancarnya kapal nelayan yang masuk ke tempat tersebut,” ungkapnya.

Kapal nelayan yang masuk ke tempat mereka, menurutnya berkisar 5 sampai 10 kapal setiap harinya. Dengan membawa Ikan yang dominan yaitu ikan layang dan kembung.

“Lancarnya Pasokan ikan ini, dapat memenuhi kebutuhan warga di Kota Banjarmasin dan sekitarnya,” ucap Zaki. (SRI/RDM/RH)

Kabel Optik Semrawut di Kawasan Handil Bakti, Jadi Temuan Ombudsman Kalsel

BANJARMASIN – Keberadaan kabel optik yang semrawut merupakan salah satu masalah perkotaan. Tidak hanya mengganggu dari segi estetika, namun yang lebih penting dari sisi keamanan dan kenyamanan bagi warga masyarakat.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan, Hadi Rahman mengatakan permasalahan kabel optik yang semrawut ini jangan sampai menimbulkan korban jiwa, seperti yang terjadi di kota lain.

“Kita tidak ingin ada korban jiwa akibat pemasangan kabel optik yang terkesan seadanya dan tidak tertata,” jelasnya dalam rilis yang diterima Abdi Persada, Jum’at (13/9).

Oleh karena itu, lanjut Hadi, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pemantauan langsung ke lapangan di Jalan Trans Kalimantan/Handil Bakti pada Rabu (11/9) sebagai tindak lanjut dari pertemuan awal pada Rabu (28/8) lalu. Hal ini dalam rangka merespons keluhan masyarakat terkait kesemrawutan kabel fiber optic di lokasi tersebut.

Pemantauan dilakukan bersama unsur SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Lurah Handil Bakti. Juga hadir jajaran BPJN XI Wilayah Kalimantan Selatan, PLN UP3 Banjarmasin, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Handil Bakti.

“Pada beberapa titik di Jalan Trans Kalimantan/Handil Bakti, Tim Ombudsman Kalsel menemukan banyak kabel fiber optic yang semrawut atau tidak tertib, menjuntai, dan pemasangan tiang serta kabel yang sembarangan, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Parahnya lagi, ada kabel yang sudah tidak layak lagi dibiarkan tergeletak di tanah, dan ini sudah lama terjadi,” terang Hadi Rahman.

Sehubungan hal itu, lanjut Hadi, Ombudsman Kalsel dan Tim Gabungan Lintas Instansi meminta kepada penyedia telekomunikasi untuk dapat bekerja sama dalam merespons keluhan masyarakat, menjaga keselamatan warga dan lingkungan sekitar, sekaligus memperhatikan estetika kota dalam pemasangan kabel fiber optic.

Ombudsman sebagai lembaga pengawas pelayanan publik sangat serius dan memberikan atensi tinggi dalam merespon keluhan masyarakat ini. Apalagi kondisi dimaksud sudah berlangsung lama dirasakan warga, terutama seiring dengan selesainya pelebaran jalan di kawasan Handil Bakti.

“Kita sedang menyusun langkah berikutnya, antara lain dalam waktu dekat agenda rapat koordinasi lintas sektor dengan para pihak terkait, termasuk penyedia telekomunikasi yang terkesan asal-asalan dalam memasang kabel fiber optic,” tegas Hadi Rahman.

Sementara itu, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman Kalsel, Muhammad Firhansyah menambahkan bahwa koordinasi ini sangat penting dalam rangka perumusan skema solusi dan aksi-aksi konkret untuk mencegah kejadian berulang dan menyelesaikan laporan masyarakat yang berpotensi memenuhi unsur maladministrasi, khususnya dalam konteks pengabaian kewajiban hukum dan penundaan berlarut. (NRH/RDM/RH)

Bimtek Pendataan Perpustakaan se-Kalsel, Tingkatkan Pengetahuaan dan Wawasan Pustakawan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan Perpustakaan se-Kalsel.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani diwakili Plt Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina mengatakan Bimtek ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan pustakawan/pengelola perpustakaan Dispersip di 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Bimtek yang diikuti pustakawan/pengelola perpustakaan Dispersip di 13 kabupaten/kota inipun mengangkat tema “Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) kabupaten/kota se-Kalsel” dilaksanakan di salah satu hotel berbintang, Kamis (12/9).

Hal ini, menurut Adethia, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan bahwa pemerintah daerah dalam hal ini Dispersip Kalsel memiliki kewenangan untuk mengatur, mengawasi, dan mengevaluasi penyelenggaraan perpustakaan di wilayah Kalsel.

“Maka pada tahun ini kami akan fokuskan lebih aktif lagi pengawasan dan evaluasi dalam hal data perpustakaan se-Kalsel. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan IPLM dan TGM Provinsi Kalsel,” jelasnya.

Adethia berharap hasil dari Bimtek ini bisa diimplementasikan oleh pustakawan/pengelola perpustakaan Dispersip di kabupaten/kota dalam perhitungan IPLM dan TGM secara mandiri.

“Karena selama ini perhitungan dilakukan oleh Perpustakaan Nasional jadi ibaratnya daerah itu terima bersih saja. Dengan adanya Bimtek ini, kita bisa melakukan perhitungan mandiri dan sudah tidak tergantung dengan perhitungan dari Perpusnas. Sehingga kedepan pihak Perpusnas hanya tinggal melakukan validasi saja, apakah yang dihitung oleh daerah itu sudah benar atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Konsultan Perpusnas RI, Ustuwanah Aisyah mengharapkan agar para pustakawan/pengelola perpustakaan Dispersip di daerah memperhatikan betul-betul apa saja yang dihitung dalam IPLM dan TGM karena sangat berpengaruh pada hasil kedepannya.

“Untuk IPLM ada tujuh indikator yang dihitung sedangkan untuk TGM ada lima dimensi utama yang menjadi faktor utama perhitungannya,” terangnya.

Adapun tujuh indikator perhitungan IPLM diantaranya yakni, pemerataan layanan perpustakaan, ketercukupan koleksi, tenaga perpustakaan, tingkat kunjungan ke perpustakaan, kemudian perpustakaan yang dibina sekolah SMP, keterlibatan masyarakat dalam sosialisasi perpustakaan, dan terakhir anggota perpustakaan.

Sedangkan untuk indikator TGM, Aisyah mengungkapkan diantaranya yakni, frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah buku yang dibaca, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet.

“Semoga dengan materi yang saya sampaikan hari ini bisa di implementasikan oleh setiap rekan di kabupaten/kota di Kalsel, sehingga penilaian IPLM dan TGM setiap kabupaten/kota bisa meningkat setiap tahunnya,” tukasnya. (DISPERSIP.KALSEL-NRH/RDM/RH)

PEPABRI dan FKPPI Provinsi Kalsel, Ziarah Bersama ke Makam Pahlawan

BANJARBARU – Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-POLRI (PEPABRI), bersama Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Provinsi Kalimantan Selatan, ziarah bersama ke makam pahlawan Bumi Kencana Banjarbaru, Kamis (12/9). Ziarah ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke 65 PEPABRI dan HUT ke 46 FKPPI.

Kepada Abdi Persada FM, Sekretaris PD XVI FKPPI Kalsel Zulfadli Gazali menyampaikan, dengan dilaksanakannya ziarah ini, maka akan dapat kembali mengenang perjuangan – perjuangan para pahlawan yang telah berjasa, sehingga anggota FKPPI dapat meneruskan perjuangan mereka.

“Dengan ziarah ini kita mengingat perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan Republik Indonesia sehingga kita dapat meneladani sifat sifat pahlawan,” ungkap Zulfadli.

Selain melaksanakan ziarah bersama, FKPPI bersama PEPABRI Provinsi Kalimantan Selatan, rutin menggelar bakti sosial, yang ditujukan kepada masyarakat, khususnya para purnawirawan TNI-POLRI yang membutuhkan. Bantuan tersebut merupakan bantuan langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Raudatul Jannah (Acil Odah), mengingat latar belakang istri Gubernur Kalsel tersebut adalah anak dari seorang pensiunan TNI.

“Alhamdulillah kegiatan bakti sosial, syukuran, dan kegiatan lainnya berjalan dengan baik menjelang HUT ke 65 PEPABRI dan HUT ke 46 FKPPI,” tutup Zulfadli.

Di tempat yang sama, Ketua DPD PEPABRI Kalsel Nasib Alamsyah menyampaikan bahwa ziarah bersama dan tabur bunga, serta pembagian bakti sosial kepada anak – anak panti, merupakan kegiatan rutin yang pihaknya laksanakan disetiap memperingati ulang tahun PEPABRI dan FKPPI.

“Ini rutin kita lakukan agar jiwa pahlawan tetap melekat di hati seluruh pengurus dan anggota PEPABRI bersama FKPPI,” ungkap Alamsyah.

Alamsyah berharap di usia ke 65 PEPABRI dan ke 46 FKPPI ini, dapat semakin kompak dan tetap meneruskan perjuangan para pendahulu.

“Karena kita juga termasuk bagian dari para pejuang, kita ingin meneruskan semangat mereka, semangat pengabdian tanpa batas,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version