Dari Gotong Royong Hingga Peduli Lingkungan, DPRD Kalsel Ajak Warga Hidupkan Nilai Pancasila

HSS — Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan, tetapi nilai yang seharusnya hadir dalam setiap tindakan masyarakat. Mulai dari saling membantu, menjaga kerukunan, hingga peduli terhadap lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, saat melaksanakan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Kandangan Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (22/9).

Desy mengajak masyarakat menjadikan semangat gotong royong sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan.

Menurutnya, ketika muncul masalah di tengah masyarakat, penyelesaiannya tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran dan kepedulian warga juga sangat diperlukan.

“Pancasila itu sebenarnya dekat dengan kehidupan kita. Ketika ada persoalan di lingkungan, kita tidak bisa hanya berpikir tentang diri sendiri. Kita perlu saling membantu, menjaga lingkungan, menjaga kerukunan, dan bersama-sama mencari jalan keluarnya,” kata Desy.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari

Menurut Desy, semangat tersebut semakin relevan dengan kondisi Hulu Sungai Selatan yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Dalam situasi seperti ini, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan. Gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta saling mengingatkan menjadi bentuk sederhana pengamalan nilai Pancasila.

Desy menilai, kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar.

Menjaga kebersihan, tidak melakukan pembakaran sembarangan, membantu warga yang terdampak, hingga menjaga komunikasi dan kerukunan di lingkungan merupakan tindakan nyata yang dapat dilakukan bersama.

Ia berharap kegiatan SOSREV tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar pemahaman mengenai Pancasila secara teori. Nilai-nilai tersebut harus dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting setelah kegiatan ini adalah bagaimana nilai yang kita bicarakan bisa dibawa pulang dan diterapkan. Mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, sampai bagaimana kita menjaga daerah kita. Hal-hal sederhana seperti itu justru yang membuat Pancasila benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Desy menambahkan, masyarakat yang mampu menjaga kebersamaan, saling menghargai dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan merupakan modal penting dalam pembangunan daerah.

Karena itu, Ia mengajak warga Kandangan menjadikan semangat gotong royong bukan hanya sebagai tradisi, tetapi sebagai kekuatan bersama untuk menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“Dengan begitu, nilai Pancasila tidak hanya hadir dalam ruang-ruang pendidikan atau forum resmi, tetapi benar – benar terasa dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Jelang Implementasi Nota Jasa Kepelabuhanan, TPK Banjarmasin Sosialisasikan Peralihan Nota Layanan Petikemas

Banjarmasin – Menjelang pemberlakuan Nota Jasa Kepelabuhanan pada 1 Oktober 2026, Terminal Petikemas Banjarmasin melakukan sosialisasi peralihan penerbitan nota layanan jasa barang petikemas kepada para pengguna jasa.

Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (18/9) di Banjarmasin tersebut, menjadi bagian dari persiapan pengguna jasa menghadapi perubahan mekanisme penerbitan nota layanan jasa barang petikemas yang akan mulai diterapkan pada 1 Oktober 2026.

Sosialisasi dilaksanakan Pelindo Regional 3 dengan melibatkan Terminal Petikemas Banjarmasin dan para pengguna jasa.

Dalam sosialisasi tersebut, pengguna jasa mendapatkan penjelasan mengenai perubahan mekanisme penerbitan nota layanan jasa barang petikemas, termasuk tahapan proses serta hal-hal yang perlu dipersiapkan menjelang implementasi.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi ruang diskusi bagi pengguna jasa untuk mendapatkan penjelasan secara langsung terkait penerapan mekanisme baru serta menyampaikan berbagai hal yang perlu diklarifikasi sebelum pemberlakuannya.

Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo mengatakan, sosialisasi tersebut penting untuk memastikan pengguna jasa memiliki pemahaman sama sebelum perubahan mekanisme mulai diterapkan.

“Sosialisasi ini menjadi kesempatan bagi kami bersama pengguna jasa untuk memahami perubahan mekanisme penerbitan nota layanan jasa barang petikemas. Dengan adanya informasi yang disampaikan lebih awal, kami berharap seluruh pihak dapat mempersiapkan diri sehingga proses implementasi pada 1 Oktober dapat berjalan dengan lancar,” ujar Sirin.

Menurutnya, kesiapan dan pemahaman pengguna jasa menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran proses transisi.

TPK Banjarmasin juga terus berkoordinasi dengan para pengguna jasa untuk memastikan proses pelayanan tetap berjalan dengan baik selama penerapan mekanisme baru.

Dari sisi pengguna jasa, Manager Operasional PPNP Cabang Banjarmasin, Yudha Hadinata, menyambut baik sosialisasi tersebut sebagai langkah untuk memberikan pemahaman lebih awal mengenai perubahan mekanisme layanan.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kami sebagai pengguna jasa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai mekanisme yang akan diterapkan. Hal ini tentunya membantu kami untuk melakukan persiapan, terutama dari sisi administrasi dan proses layanan, sehingga pada saat implementasi nanti dapat berjalan dengan lebih lancar,” ujar Yudha.

Menurut Yudha, penyampaian informasi sebelum penerapan menjadi hal penting agar pengguna jasa dapat menyesuaikan proses internal dengan mekanisme yang akan diberlakukan.

Peralihan penerbitan nota layanan jasa barang petikemas ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan integrasi proses layanan kepelabuhanan.

Melalui sosialisasi dan koordinasi yang dilakukan sebelum implementasi, pengguna jasa diharapkan dapat memahami mekanisme baru serta mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan.

Dengan demikian, penerapan Nota Jasa Kepelabuhanan mulai 1 Oktober 2026 dapat berjalan tertib dan mendukung kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa di Terminal Petikemas Banjarmasin. (Pelindo-RIW/APR)

Banjarmasin Terus Percantik Panggung Siring Balai Kota

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Bagian Umum Setdako Banjarmasin, terus mempercantik panggung Siring Balai Kota Banjarmasin. Sehingga, suasana malam di kawasan Siring Balai Kota Banjarmasin kini tampak berbeda.

Tulisan “Banjarmasin Maju Sejahtera” yang menyala menjadi daya tarik baru bagi warga yang menghabiskan waktu di kawasan tersebut.

Pemasangan lampu pada tulisan “Banjarmasin Maju Sejahtera” membuat panggung Siring Balai Kota terlihat lebih terang dan menarik saat malam hari.

Keberadaan ornamen tersebut pun sontak menjadi perhatian warga yang kerap nongkrong maupun menikmati suasana malam di kawasan Siring.

Salah seorang warga, Hidayatullah, menilai penambahan penerangan tersebut membuat kawasan siring terlihat lebih hidup.

“Sekarang terlihat lebih terang dan cantik saat malam hari. Tulisan Maju Sejahtera yang menyala juga menjadi perhatian warga yang datang dan nongkrong di sini,” ujar Hidayatullah, ditemui saat nongkrong di kawasan siring, belum lama tadi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli mengatakan, pemasangan lampu tulisan “Banjarmasin Maju Sejahtera” merupakan bagian dari upaya mempercantik kawasan Balai Kota, khususnya area Siring.

Terutama agar kawasan Balai Kota dan Siring memiliki tampilan yang lebih menarik, pada malam hari.

“Ini berdasarkan arahan Bapak Wali Kota, Muhammad Yamin untuk mempercantik kawasan Balai Kota dan Siring pada khususnya. Salah satunya dengan pemasangan lampu pada tulisan Maju Sejahtera,” kata Ahmad Zazuli.

Ia menambahkan, keberadaan penerangan dan ornamen tersebut diharapkan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga memberikan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar Siring Balai Kota.

Dengan pencahayaan baru itu, kawasan Siring Balai Kota Banjarmasin kini tidak hanya menjadi ruang publik untuk bersantai. Namun memiliki tampilan malam yang lebih menonjol dan menjadi salah satu wajah kawasan pusat pemerintahan Kota Banjarmasin. (PEMKOBJMUMUM/SRI/RIW/APR)

Sambut Harjad ke-500, Pemko Banjarmasin Siapkan Ziarah Makam Sultan Suriansyah

Banjarmasin – Dipimpin Sekretaris Daerah, Ichrom Muftezar, mewakili Wali Kota, Muhammad Yamin, rapat finalisasi ziarah makam Sultan Suriansyah peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin, digelar Senin (21/9). Turut hadir pada rapat tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli.

Sekretaris Daerah Banjarmasin, Ichrom Muftezar menekankan pentingnya memastikan seluruh persiapan telah berjalan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan agar ziarah berlangsung tertib dan sesuai dengan rangkaian yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Rapat ini untuk memastikan seluruh teknis pelaksanaan ziarah sudah matang. Termasuk kesiapan masing-masing SKPD dan instansi terkait,” ujar Tezar.

Sementara itu, Ahmad Zazuli menjelaskan, rapat membahas kesiapan masing – masing SKPD dan instansi yang terlibat dalam mendukung kelancaran prosesi ziarah makam Sultan Suriansyah.

Ahmad Zazuli memastikan Bagian Umum turut mempersiapkan kebutuhan teknis yang menjadi tanggung jawabnya, dalam pelaksanaan ziarah, seperti meja dan tenda.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung. Kami juga memastikan kebutuhan teknis yang menjadi bagian dari tugas Bagian Umum dapat dipersiapkan dengan baik,” kata Ahmad Zazuli.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan untuk meniadakan seluruh rangkaian perayaan Harjad ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan.

Keputusan tersebut diambil di tengah berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta tragedi KM Virgo Transport 8 baru-baru tadi.

Dari rangkaian agenda yang biasanya mewarnai peringatan hari jadi, prosesi ziarah ke makam Sultan Suriansyah menjadi agenda yang tetap dipertahankan.

Ziarah makam raja pertama Kesultanan Banjar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (24/9) pukul 08.00 Wita dan diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Kota Banjarmasin, kepala SKPD, serta sejumlah unsur lainnya.

Usai ziarah, rangkaian harjad ke-500 dilanjutkan dengan Sidang Istimewa Hari Jadi Kota di Gedung DPRD Kota Banjarmasin.

Sidang istimewa menjadi agenda resmi berikutnya setelah prosesi penghormatan di makam Sultan Suriansyah. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/APR)

Karhutla Kalsel Masih Terkendali, Penanganan Diperkuat Antisipasi Kabut Asap

Banjarbaru – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan masih dalam penanganan dan secara umum dinilai terkendali.

Sejumlah titik api masih ditemukan, namun petugas terus melakukan penanganan untuk mencegah meluasnya kebakaran dan dampak asap.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, kondisi karhutla di wilayah Kalsel masih dapat dikendalikan. Hal itu disampaikannya saat ditemui di VIP Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (21/9), bertepatan dengan kedatangan Kepala BNPB dan Menteri Kehutanan.

Menurutnya, rombongan pemerintah pusat semula dijadwalkan menuju Kalimantan Tengah. Namun, kondisi kabut asap menyebabkan bandara di wilayah tersebut tidak dapat digunakan sehingga perjalanan dialihkan melalui Kalsel.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat diwawancara

“Memang sementara ini kasus cukup terkendali. Ada beberapa titik, tetapi yang jelas masih bisa kita kendalikan,” ujar Muhammad Syarifuddin.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra menyebut, kondisi Bandara Internasional Syamsudin Noor relatif aman dibandingkan sejumlah bandara lain di wilayah Kalimantan yang terdampak kabut asap.

Ronny mengatakan, sempat terjadi keterlambatan penerbangan pada Senin (21/9) pagi. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung setiap hari sehingga secara umum aktivitas penerbangan dari dan menuju Kalsel masih berjalan normal.

“Secara umum masih bisa kami kendalikan. Semua titik api masih tertangani dengan baik, walaupun tidak sepenuhnya langsung padam karena kondisi lahan gambut,” jelasnya.

Menurut Ronny, beberapa titik api yang masih aktif memang menghasilkan asap. Namun, seluruhnya masih dalam penanganan petugas di lapangan dengan mengoptimalkan upaya pembasahan dan pengairan.

Penanganan pada lahan gambut menjadi perhatian karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan tidak selalu langsung terlihat.

Karena itu, proses pemadaman dilakukan secara bertahap dengan memastikan area yang terbakar benar-benar basah untuk mencegah api kembali muncul.

Selain penanganan di lapangan, BPBD Kalsel juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Namun, pelaksanaan OMC hingga saat ini belum dapat dilakukan karena kondisi atmosfer belum mendukung.

Koordinasi dengan BMKG tetap dilakukan untuk menentukan waktu yang memungkinkan apabila kondisi cuaca memenuhi persyaratan.

Di sisi lain, penanganan karhutla juga mulai diperkuat melalui koordinasi lintas wilayah.

Pemerintah pusat berencana meminta dukungan Kalsel untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya wilayah Pulang Pisau yang masih terdampak kabut asap.

Ronny menyampaikan, helikopter water bombing direncanakan dikerahkan ke Pulang Pisau dengan home base di Kalimantan Selatan.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan secara terpadu.

“Dengan dukungan lintas daerah, penanganan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap terhadap masyarakat serta aktivitas transportasi udara,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Jaga Geosite Meratus, Aksi Sapta Pesona Sasar Kampung Purun

Banjarbaru – Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian situs UNESCO Global Geopark (UGG) Meratus terus diperluas. Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Aksi Sapta Pesona Youth Geopark Meratus, kali ini di Geosite Kampung Purun, Banjarbaru, Senin (21/9).

Setelah sebelumnya dilaksanakan di Barito Kuala, kegiatan menyasar Kampung Purun dengan melibatkan generasi muda, di antaranya Youth Geopark Meratus dan Putra – Putri Pariwisata, bersama unsur pemerintah serta masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady mengatakan aksi tersebut difokuskan pada unsur kebersihan sebagai bagian dari Sapta Pesona sekaligus membangun kepedulian terhadap geosite Meratus.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel membersihkan sampah di Geosite Kampung Purun

“Kenapa aksinya mengambil Sapta Pesona yang ketiga, bersih-bersih? Karena destinasi wisata kita, titik-titik yang 54 itu memang perlu peran semua, terutama generasi muda,” ujar Iwan.

UGG Meratus memiliki 54 situs yang tersebar di enam kabupaten/kota, yakni Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Barito Kuala, Banjar, Tapin dan Hulu Sungai Selatan.

Aksi Sapta Pesona belum dapat menjangkau seluruh situs tersebut. Dispar Kalsel memilih sejumlah lokasi secara bertahap dan menargetkan kegiatan serupa dapat berlanjut ke titik lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel memimpin aksi Sapta Pesona Youth Geopark Meratus di Geosite Kampung Purun Banjarbaru

“Mudah-mudahan ke depannya titik-titik yang lain juga akan kita laksanakan,” katanya.

Iwan menegaskan kegiatan tersebut tidak diharapkan berhenti sebagai aksi seremonial. Generasi muda dilibatkan sebagai penggerak agar kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian geosite dapat ditularkan kepada masyarakat sekitar.

“Harapannya generasi muda bisa menjadi percontohan untuk yang lain, bisa ditularkan ke masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurut Iwan, gerakan tersebut juga menjadi bagian dari tanggung jawab menjaga warisan bumi Meratus yang telah memperoleh pengakuan internasional dari UNESCO.

Selain pelestarian, keberadaan geosite juga diharapkan memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat lokal.

“Kita bersama-sama memelihara dan menjaga warisan bumi tersebut. Yang kedua, harapannya situs di mana lokasi itu berada bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Jelang Harjad ke-500 Kota Banjarmasin, BKPRMI Gelar Wisuda Akbar Santri TK/TP Al Quran

Banjarmasin – Jelang Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, BKPRMI kembali melaksanakan wisuda akbar ke-38 santri TK/TP Al Quran, di Gedung Mahligai Pancasila, Senin (21/9).

Wakil Wali Kota Ananda, menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Kota Banjarmasin atas dilaksanakannya wisuda santri TK/TP Al Quran ini.

“Atas nama Pemko Banjarmasin kami mengapresiasi kegiatan wisuda akbar ini,” ungkap Ananda, kepada sejumlah wartawan.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda saat menyampaikan sambutannya

Ananda berharap, khataman ini membawa berkah bagi Kota Banjarmasin yang sebentar lagi memasuki usia 500 tahun.

“Semoga khataman Al Quran ini, terus dijaga bacaannya karena apa yang kita baca tersebut mengandung kebaikan,” ucap Ananda.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kota Banjarmasin, Mahalli mengatakan, wisuda akbar kali ini diikuti 780 dari yang seharusnya 840 santri khatam Al Quran.

“Semboyan BKPRMI Kota Banjarmasin adalah tadarus Al Quran setiap hari di rumah,” ujar Mahalli.

Dijelaskan Mahalli, santri yang belajar di TK/TP Al Quran di Kota Banjarmasin berjumlah ribuan, dan mereka diminta terus belajar dengan sungguh sungguh, seperti apa yang diajarkan ustadz dan ustadzah di unit masing-masing.

“Sedang untuk yang sudah diwisuda ini dapat melanjutkan sesuai dengan kemampuan masing – masing, seperti ke tilawah, tartil, serta tahfidz,” ucapnya.

Dikatakan Mahalli, pihaknya bersyukur karena setiap tahun jumlah santri yang mengikuti wisuda akbar terus mengalami peningkatan. (SRI/RIW/APR)

Harga Beras Naik di HSS, Pasokan Pangan Kalsel Masih Aman

Banjarbaru – Harga beras di Hulu Sungai Selatan mengalami kenaikan di tengah musim kemarau yang cukup panjang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin mengatakan, kenaikan harga beras menjadi salah satu komoditas yang terus dipantau pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Rusma usai menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (21/9).

Menurut Rusma, musim kemarau turut memengaruhi aktivitas pertanian yang kemudian dapat berdampak terhadap produksi, ketersediaan, hingga harga sejumlah komoditas pangan.

“Kondisi ini terutama menjadi perhatian di wilayah Banua Enam,” ungkapnya.

Meski demikian, Rusma memastikan pasokan komoditas pangan secara umum di Kalimantan Selatan masih terpantau aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Pasokan pangan kita masih aman,” kata Rusma.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan berbagai komoditas pangan di sejumlah wilayah.

Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi komoditas yang produksinya berpotensi terdampak kondisi cuaca dan musim kemarau.

“Kelancaran distribusi pangan juga diperhatikan agar pasokan tetap dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah,” lanjutnya.

Rusma menambahkan, kondisi harga beras dan komoditas pangan lainnya akan terus dipantau sebagai bagian dari langkah pengendalian inflasi.

“Apabila terjadi gangguan pasokan maupun perubahan harga yang signifikan, pemerintah dapat segera mengambil langkah penanganan,” tutupnya. (MRF/RIW/APR)

Bantu Warga 3 Kecamatan, PT PAM Bandarmasih Distribusikan Air MCK

Banjarmasin – PT Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih, mendistribusikan Air Bersih Darurat untuk keperluan Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Rencana aksi ini disampaikan Direktur Utama PT PAM Bandarmasih Zulbadi, di Aula PAM Bandarmasih, Senin (21/9).

“Pendistribusian air bersih hanya untuk MCK tersebut dilaksanakan Selasa 22 September 2026 jam 12 malam,” ungkap Zulbadi, kepada sejumlah wartawan.

Air bersih tersebut, lanjutnya, hanya untuk keadaan darurat, yakni untuk keperluan MCK saja.

Daerah terdampak air bersih yang mendapat distribusi, adalah seluruh wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat. Begitu juga sebagian Banjarmasin Tengah, yakni, kelurahan Teluk Dalam, Mawar, Kertak Baru Ilir, Kertak Baru Ulu, Pasar Lama, dan Kelurahan Antasan Besar.

Air MCK juga dibagikan di sebagian Kecamatan Banjarmasin Utara, meliputi Kelurahan Pangeran, Kuin Utara, Alalak Selatan, Alalak Tengah, serta Alalak Utara.

“Kami mengimbau masyarakat, untuk mengikuti apa yang telah disampaikan, yakni memanfaatkan air MCK sesuai fungsinya,” ucap Zulbadi.

Zulbadi juga mengingatkan masyarakat, agar mematuhi aturan yang telah disampaikan melalui sosialisasi kepada pelanggan di wilayah terdampak air bersih.

Mengingat
air yang didistribusikan hanya untuk MCK saja, dan tidak untuk dikonsumsi.

Sedang untuk air minum, pihaknya telah menyediakan tandon atau tempat penampungan air di beberapa titik ke wilayah di Kecamatan Banjarmasin Barat, sebagian wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah, serta Banjarmasin Utara.

Dijelaskan Zulbadi, sebelum rencana tersebut dilaksanakan, pihaknya telah melakukan audensi dengan pelanggan di wilayah tersebut, dan sebanyak 70 persen menyatakan setuju dengan distribusi air bersih untuk keperluan MCK, dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. (SRI/RIW/APR)

Pencegahan Stunting Dimulai Dari Keluarga, Diperkuat Pemerintah

Tanah Bumbu – Upaya mencegah stunting di Kalimantan Selatan membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Pencegahan bahkan perlu dilakukan sejak masa kehamilan, sehingga tumbuh kembang anak dapat dipantau sejak awal.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rakhman, saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 01 Tahun 2021 tentang Kesehatan di Desa Barakat Mufakat, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Jum’at (18/9).

Alpiya mengatakan, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu program atau satu instansi.

Mengingat keluarga memiliki peran penting karena menjadi lingkungan pertama dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi ibu dan anak, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan pemantauan tumbuh kembang secara rutin.

Ia berharap sinergi antara keluarga dan pemerintah terus diperkuat, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rakhman

“Edukasi kepada calon ibu, ibu hamil, hingga keluarga yang memiliki balita perlu terus diperkuat. Informasi mengenai gizi seimbang, pemberian ASI, makanan pendamping ASI, sanitasi, hingga pemeriksaan kesehatan harus mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Alpiya menilai, pemerintah dituntut menghadirkan intervensi yang lebih terintegrasi. Program pencegahan stunting tidak cukup hanya berorientasi pada penanganan anak yang sudah mengalami masalah pertumbuhan, tetapi harus mengutamakan pencegahan sejak dari hulu.

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, desa atau kelurahan, hingga masyarakat.

“Persoalan yang menjadi faktor risiko stunting dapat ditemukan lebih cepat dan ditangani sebelum berdampak terhadap pertumbuhan anak,” jelasnya.

Lebih lanjut Alpiya menambahkan, pendekatan perlu didukung dengan inovasi dalam pelayanan. Posyandu misalnya, tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi dapat dikembangkan sebagai pusat edukasi keluarga, pemantauan tumbuh kembang, sekaligus ruang koordinasi berbagai program kesehatan di tingkat masyarakat.

Keberhasilan pencegahan stunting pada akhirnya bukan hanya diukur dari berkurangnya angka kasus, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

“Dengan langkah bersama sejak masa kehamilan, pemenuhan gizi yang baik, pemantauan tumbuh kembang, serta dukungan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, generasi yang sehat dan berkualitas dapat dipersiapkan sejak awal kehidupan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Exit mobile version