DPRD dan Pemko Banjarbaru Sepakati KUA-PPAS 2027, Siapkan APBD Berbasis Prioritas Pembangunan

Banjarbaru – DPRD bersama Pemerintah Kota Banjarbaru resmi menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan dalam Rapat Paripurna, yang digelar di Ruang Graha Paripurna DPRD Kota Banjarbaru, Kamis (6/8).

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Muhammad Syahrial tersebut, juga disampaikan Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026. Hadir mewakili Wali Kota Banjarbaru, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni.

Sirajoni menjelaskan, penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 mengacu pada amanat Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Kebijakan Fiskal Nasional.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung target pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 mengacu pada kebijakan fiskal nasional agar terjadi sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ujar Sirajoni.

Melalui pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran DPRD, disepakati proyeksi pendapatan daerah Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp1,207 triliun, sementara belanja daerah direncanakan mencapai Rp1,377 triliun. Defisit anggaran yang timbul akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan daerah.

Selain membahas KUA-PPAS 2027, rapat paripurna juga menyampaikan Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026.

Dokumen tersebut disusun berdasarkan perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan menjadi bagian dari proses penyusunan Perubahan APBD 2026 sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sirajoni mengatakan, perubahan APBD dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan asumsi kebijakan umum APBD, kebutuhan pergeseran anggaran, pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), serta kondisi tertentu yang diatur dalam regulasi.

“Perubahan APBD menjadi langkah penyesuaian terhadap dinamika kebutuhan pembangunan daerah, termasuk optimalisasi pendapatan daerah, penyesuaian dana transfer pemerintah pusat, serta pemenuhan belanja yang menjadi prioritas masyarakat,” katanya.

Pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat dari Rp1,146 triliun menjadi Rp1,163 triliun.

Sementara belanja daerah naik dari Rp1,311 triliun menjadi Rp1,653 triliun, dengan defisit anggaran yang direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SiLPA.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Windi Novianto menilai, kesepakatan KUA-PPAS merupakan tahapan penting penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 karena menjadi dasar penyusunan program prioritas dan alokasi anggaran pemerintah daerah.

“Pendapatan daerah yang kita sepakati dalam KUA-PPAS Tahun 2027 sebesar Rp1,207 triliun, sedangkan belanja daerah sekitar Rp1,377 triliun. Terdapat defisit anggaran sekitar Rp170 miliar yang rencananya akan ditutup melalui SiLPA tahun sebelumnya,” jelas Windi.

Ia menambahkan, besaran pendapatan transfer dari pemerintah pusat masih bersifat proyeksi karena pemerintah daerah masih menunggu penetapan resmi dari Kementerian Keuangan.

“Untuk Tahun 2027 kami masih menunggu penetapan resmi dari Menteri Keuangan terkait pendapatan transfer daerah. Dalam KUA saat ini, proyeksi transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp616 miliar. Kami berharap nilainya dapat meningkat pada tahun depan,” ungkapnya.

Windi menegaskan DPRD akan terus mengawal seluruh tahapan pembahasan APBD agar anggaran yang disusun benar – benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan Kota Banjarbaru.

“DPRD akan memastikan setiap program yang direncanakan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Kota Banjarbaru secara berkelanjutan,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Sambut HUT ke-76 Kalsel, Pemprov Gelar Aksi Bersih-Bersih Masjid Libatkan Seluruh SKPD

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kalsel menggelar aksi bersih – bersih masjid yang melibatkan pegawai dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Kalsel, Kamis (6/8).

Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah masjid di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru tersebut, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Koordinator Aksi Bersih-Bersih Masjid Agung Al Munawarrah Banjarbaru, Richo

Salah satu lokasi pelaksanaan aksi bersih-bersih berlangsung di Masjid Agung Al Munawwarah, Banjarbaru. Para peserta bergotong royong membersihkan area dalam masjid, halaman, tempat wudu, hingga lingkungan sekitar agar rumah ibadah menjadi lebih bersih dan nyaman digunakan masyarakat.

Kepala Biro Kesra Kalsel, Fahrurazi, melalui Koordinator Kegiatan, Richo mengatakan, aksi bersih-bersih masjid dilaksanakan di beberapa titik yang telah dibagi kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menyambut Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian aparatur pemerintah terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan. Kami melibatkan seluruh SKPD untuk bergotong royong membersihkan masjid di sejumlah lokasi di Banjarmasin dan Banjarbaru,” ujarnya.

Richo menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di lingkungan aparatur pemerintah.

Ia menegaskan, pegawai Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tidak hanya menjalankan tugas sebagai pelayan publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tempat-tempat ibadah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Aksi bersih-bersih masjid ini menjadi wujud kepedulian ASN terhadap lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa sebagai pelayan masyarakat, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Meriahkan Harjad Ke-76 Provinsi Kalsel, Dispora Gelar Gowes SKPD 2026

Banjarbaru – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Gowes SKPD Tahun 2026, di kawasan Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Kamis (6/8). Gowes dilepas Gubernur Muhidin diwakili Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz, didampingi Kabid Pembudayaan Muhammad Anugrah.

Ket foto : Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz

“Gowes digelar dalam rangka perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia serta Harjad ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Pebriadin.

Kegiatan ini juga, lanjutnya, berdasarkan arahan Gubernur Muhidin, untuk menyehatkan masyarakat Banua.

Selain itu, dalam rangka merayakan Harjad Provinsi Kalsel tahun ini, Dispora melaksanakan berbagai kegiatan. Diantaranya lomba gerak jalan, jalan santai, serta duatlon.

“Pada lomba gerak jalan nanti akan dipertandingkan beberapa kategori,” ucapnya.

Dispora Kalsel bersyukur, pelaksanaan Gowes SKPD tahun ini, diikuti peserta dengan antusias.

“Kami berharap para ASN yang mengikuti Gowes SKPD dapat terus bugar, sehat, meski saat ini sedang musim kemarau,” ucap Pebriadin.

Dengan semangat Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan, meski cuaca panas, kegiatan olahraga terus berlangsung, untuk turut serta menyehatkan masyarakat dengan olahraga.

Gowes diikuti lebih dari 500 ASN perwakilan SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Panitia menyediakan hadiah doorprize kepada peserta yang beruntung. (SRI/RIW/EPS)

Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Kendari – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengubah cara pandang dalam bekerja, dari sekadar menjalankan tugas administratif menjadi penggerak solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Menaker saat menghadiri Silaturahmi dan Penguatan Pegawai Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari dan Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/8).

Menurut Menaker, setiap ASN Kemnaker harus memiliki cara pandang nasional dalam menjalankan tugasnya. ASN tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan sesuai aturan, tetapi juga memahami peran pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.

“Kita harus berpikir sebagai ASN kementerian dengan cara pandang nasional. Tantangan kita adalah bagaimana menghadirkan solusi atas persoalan pengangguran. Setiap individu memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan melalui semangat The Power of One,” ujar Menaker.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Menaker menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang kolaboratif dan inklusif melalui konsep Nice Place to Grow.

Menurutnya, lingkungan kerja harus mendorong setiap pegawai untuk terus berkembang, berani menyampaikan gagasan, dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia mencontohkan, keberhasilan balai pelatihan tidak boleh hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan. Seluruh jajaran, termasuk instruktur, harus terus berinovasi agar lulusan pelatihan memperoleh akses ke pasar kerja dan terserap di dunia usaha maupun dunia industri.

Sejalan dengan itu, balai-balai pelatihan vokasi, termasuk BPVP Kendari, akan terus diperkuat perannya sebagai Talent & Innovation Hub. Balai tidak hanya menjadi tempat pelatihan, tetapi juga pusat kolaborasi, pengembangan talenta, konsultasi usaha, peningkatan produktivitas, serta penyedia berbagai layanan ketenagakerjaan berbasis digital.

“Karena itu, saya mengajak seluruh ASN menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Keberhasilan kementerian tidak diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk dalam mempercepat penurunan pengangguran,” katanya.

Menaker menambahkan, perubahan budaya kerja tersebut menjadi fondasi dalam memperkuat berbagai program prioritas Kemnaker.

Kepercayaan terhadap transformasi yang dilakukan Kemnaker, lanjutnya, mulai tercermin dari meningkatnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan program vokasi dan MagangHub.

Melalui program – program tersebut, semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mengakses dunia kerja.

Dalam kesempatan itu, Menaker juga menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional dan dipercaya masyarakat.

Ia meminta seluruh jajaran menjaga moralitas, menjunjung tinggi kejujuran, serta menghapus berbagai praktik yang mencederai pelayanan publik.

“Kita bangun birokrasi yang bersih. Saya tidak akan menoleransi praktik manipulasi anggaran dan tidak akan melindungi siapa pun yang terjerat kasus hukum,” tegasnya. (KemenakerRI-RIW/EPS)

Kemnaker Perkuat Ekosistem K3 untuk Tingkatkan Pelindungan Pekerja

Makassar — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional sebagai upaya meningkatkan pelindungan bagi pekerja. Salah satu langkah konkretnya adalah mentransformasi Balai K3 agar berperan lebih besar dalam memperkuat ekosistem K3 nasional.

“Tantangan industri modern menuntut transformasi pengelolaan K3 yang tidak lagi sekadar administratif, melainkan menyentuh esensi pelindungan nyawa pekerja,” tegas Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, saat memberikan arahan kepada pegawai Balai K3 Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8).

Menurut Menaker, penguatan ekosistem K3 menjadi penting karena masih besarnya tantangan dalam melindungi pekerja. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, sepanjang 2025 tercatat 319.224 klaim kecelakaan kerja, 158 klaim penyakit akibat kerja (PAK), 9.834 kasus meninggal dunia, serta 4.133 kasus cacat fungsi maupun cacat total.

Selain tingginya angka kecelakaan kerja, penguatan sistem K3 juga diperlukan karena rasio pengawas ketenagakerjaan dengan jumlah perusahaan saat ini mencapai sekitar 1 banding 3.800.

Dari 1.366 pengawas aktif, hanya 268 yang merupakan spesialis K3. Di sisi lain, metode pengawasan masih didominasi pendekatan konvensional dan belum sepenuhnya berbasis risiko maupun didukung pemanfaatan teknologi digital.

Menaker juga menyoroti belum optimalnya sistem data K3 nasional. Data kecelakaan kerja masih tersebar di berbagai sistem sehingga belum tersedia satu data nasional sebagai dasar penyusunan kebijakan. Selain itu, pencatatan penyakit akibat kerja di Indonesia juga masih rendah.

“Rendahnya angka penyakit akibat kerja di Indonesia bukan karena kasusnya sedikit, melainkan karena sistem pencatatan yang belum optimal mendeteksinya,” kata Yassierli.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Kemnaker memperkuat peran Balai K3 sebagai titik intervensi melalui empat langkah utama, yaitu memperkuat pemetaan risiko industri berbasis data, memperluas edukasi penerapan Sistem Manajemen K3 kepada pekerja dan perusahaan, meningkatkan pengawasan serta standar teknis pengujian K3, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan jasa K3, kawasan industri, dan perguruan tinggi.

Melalui langkah tersebut, Balai K3 diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengujian teknis, tetapi juga menjadi pusat pengelolaan K3 yang mampu mendorong terwujudnya budaya kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif. (KemenakerRI-RIW/EPS)

PAM Bandarmasih Harapkan PLN Prioritaskan Pasokan Listrik di Intake Air Baku

Banjarmasin – Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah intake air baku, belum lama tadi. Untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga selama musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, Zulbadi meninjau Intake Pematang, Intake Sungai Tabuk, dan Intake Sungai Bilu yang berada di wilayah Kota Banjarmasin maupun kabupaten tetangga.

Ket foto : Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi saat meninjau

Peninjauan dilakukan untuk memastikan tiga aspek utama tetap dalam kondisi baik. Pertama, kuantitas air baku, dengan mengecek level sungai maupun saluran irigasi agar tetap mencukupi untuk diolah menjadi air bersih.

Kedua, kualitas air baku, termasuk mengantisipasi potensi intrusi air laut yang dapat memengaruhi kualitas air, khususnya di kawasan Intake Sungai Bilu.

Ketiga, kondisi peralatan, seperti sistem perpompaan dan kelistrikan agar proses pengambilan air baku menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) dapat berjalan optimal.

Di sela peninjauan, Zulbadi juga menyampaikan harapannya kepada PT PLN (Persero) agar memberikan prioritas pasokan listrik ke seluruh fasilitas vital PAM Bandarmasih, terutama intake dan booster.

Menurutnya, keandalan listrik sangat menentukan kelancaran proses pengambilan air baku, pengolahan, hingga pendistribusian air bersih kepada pelanggan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami berharap pasokan listrik ke fasilitas vital PAM Bandarmasih dapat menjadi prioritas, terutama selama musim kemarau, sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal,” ujar Zulbadi.

PAM Bandarmasih berharap dukungan seluruh pihak, khususnya PLN, agar penyediaan air bersih tetap berjalan lancar selama musim kemarau.

Dengan pasokan listrik yang andal, proses produksi hingga distribusi air kepada masyarakat dapat terus berlangsung tanpa hambatan. (PAMBANDARMASIH-SRI/RIW/EPS)

Resmi Dilepas, Kontingen Pramuka Kalsel Siap Belajar, Berkarya, dan Berprestasi di Cibubur

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi melepas Kontingen Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan untuk mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada 13–22 Agustus 2026.

Pelepasan dilaksanakan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (6/8), sebagai bentuk dukungan kepada para peserta yang akan mewakili Banua di ajang pertemuan Pramuka terbesar tingkat nasional.

Gubernur Kalimantan Selatan selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan, Muhidin, berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, memperkuat kebersamaan, serta tampil percaya diri selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Menurutnya, semangat kekompakan menjadi modal penting untuk membawa nama baik Kalimantan Selatan di tingkat nasional.

Selain menjadi ajang silaturahmi antarkontingen dari seluruh Indonesia, Jambore Nasional juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk belajar dari berbagai inovasi, keterampilan, dan kreativitas yang ditampilkan daerah lain.

“Pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan setelah kembali ke Kalimantan Selatan,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan para pembina Pramuka agar terus memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk memimpin kegiatan secara bergantian.

Langkah tersebut dinilai penting membentuk karakter kepemimpinan, rasa percaya diri, kemampuan mengambil keputusan, serta tanggung jawab sejak usia muda.

Menurutnya, Gerakan Pramuka tidak hanya membekali anggotanya dengan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, disiplin, jiwa sosial, dan semangat gotong royong.

“Seluruh peserta diharapkan mampu membangun kerja sama, saling menghargai, serta membawa pulang pengalaman berharga yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun daerah masing – masing,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan, Fathul Jannah, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelepasan kontingen.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjaga kekompakan, saling bekerja sama, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab.

“Kami mengingatkan para peserta untuk selalu menjaga kondisi kesehatan selama berada di Bumi Perkemahan Cibubur agar dapat mengikuti setiap agenda Jambore secara optimal,” harapnya.

Fathul optimis kontingen Kalimantan Selatan mampu menunjukkan kemampuan terbaik, menjalin persahabatan dengan peserta dari berbagai provinsi, sekaligus mengharumkan nama Banua di tingkat nasional.

Kontingen Kalimantan Selatan yang diberangkatkan merupakan perwakilan dari 13 kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan.

“Dengan semangat persaudaraan dan pengabdian, mereka diharapkan mampu menjadi duta daerah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa nilai-nilai kepramukaan sebagai bekal membangun karakter generasi muda Indonesia,” tutupnya. (NHF/RIW/EPS)

Menaker: Pemerintah Perkuat Pasar Kerja agar Kompetensi Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

Makassar — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pemerintah terus memperkuat pasar kerja agar kompetensi tenaga kerja semakin sesuai dengan kebutuhan industri. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi ketimpangan antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.

“Pasar kerja saat ini yang dicari adalah keterampilan (skills), dan saya yakin APINDO juga mengamini bahwa Skills First adalah salah satu kunci agar kita tetap kompetitif,” ujar Yassierli dalam sesi dialog Rapat Kerja Koordinator Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8).

Menurut Menaker, kebutuhan industri berubah semakin cepat, sementara ketersediaan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai masih belum mampu mengimbanginya. Kondisi ini menyebabkan banyak perusahaan kesulitan memperoleh tenaga kerja yang dibutuhkan.

Ia mengungkapkan, lebih dari 80 persen perusahaan di berbagai negara masih mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.

Di sisi lain, sekitar 36 persen pekerja mengalami mismatch, yaitu kondisi ketika kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

“Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa pendidikan formal dan kualifikasi akademis di atas kertas tidak lagi menjadi jaminan mutlak kompetensi nyata seseorang,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah berkomitmen beralih dari model lama menuju pasar kerja berbasis keterampilan, yaitu pendekatan yang menempatkan kompetensi sebagai pertimbangan utama dalam proses rekrutmen dan pengembangan tenaga kerja.

Mengacu pada pandangan OECD, pendekatan tersebut dibangun melalui dua langkah utama. Pertama, memperkuat pengembangan keterampilan melalui pembelajaran modular dan mikrokredensial sebagai bukti kompetensi yang lebih spesifik.

Kedua, memperluas pengakuan atas keterampilan yang telah dimiliki seseorang melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau, sekaligus mendorong perusahaan menerapkan rekrutmen yang lebih mengutamakan keterampilan dibanding sekadar kualifikasi akademik.

Ia berharap sinergi pemerintah dan dunia usaha, termasuk APINDO, dapat mempercepat terwujudnya pasar kerja yang mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja, sehingga meningkatkan daya saing nasional dan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah fragmentasi global. (KemenakerRI-RIW/EPS)

Menteri Agama Sambangi Kalsel, Silaturahmi Lintas Agama dan Tabligh Akbar Siap Satukan Ribuan Umat

Banjarmasin – Kalimantan Selatan bersiap menyambut kunjungan kerja Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang akan menggelar rangkaian kegiatan silaturahmi lintas agama dan tabligh akbar.

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kerukunan umat beragama sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin menjelaskan, agenda pertama diawali dengan silaturahmi Menteri Agama bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat se – Kalimantan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin. Sekitar 700 undangan dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), hingga perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

“Selain itu, tokoh agama dari Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara juga turut diundang sebagai wujud kebersamaan masyarakat Kalimantan,” katanya Kamis (6/8).

Muhammad Tambrin menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin yang telah memberikan dukungan penuh serta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga Kalimantan Selatan dipercaya menjadi tuan rumah silaturahmi Menteri Agama bersama para tokoh agama se-Kalimantan.

Rangkaian kunjungan Menteri Agama kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar di Masjid Raya Sabilal Muhtadin usai Salat Zuhur.

Kegiatan ini diperkirakan dihadiri hampir 7.000 jamaah yang berasal dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, para guru agama, serta ribuan santri tingkat Madrasah Aliyah.

“Dalam tabligh tersebut, Menteri Agama akan menyampaikan tausiah kebangsaan dan keagamaan. Sosok Nasaruddin Umar dikenal luas sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, akademisi, penulis, serta pengasuh pondok pesantren yang selama ini aktif menyuarakan nilai-nilai moderasi beragama dan persatuan bangsa,” ungkapnya.

Tambrin menambahkan, melalui momentum ini, masyarakat Kalimantan Selatan diharapkan dapat mempererat ukhuwah, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta menjadikan peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan dan HUT Kemerdekaan RI sebagai ajang memperkuat semangat persatuan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Raya Sabilal Muhtadin dan bersama-sama menyambut kehadiran Menteri Agama RI sebagai bagian dari upaya merangkul seluruh elemen bangsa dalam semangat kebersamaan dan harmoni,” pungkasnya. (NHF/RIW/EPS)

DLH Kalsel dan Banua Pers Community Gelar Green Action 2026, Tanam 600 Pohon di Kabupaten Banjar

Banjarbaru – Aksi pelestarian lingkungan akan digelar di Kabupaten Banjar melalui kegiatan Green Action 2026 yang diinisiasi Banua Pers Community (BPC) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan, pada Minggu (9/8).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan itu dipusatkan di tiga desa, yakni Sungai Rangas Ulu, Sungai Rangas Tengah, dan Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan, mulai dari penanaman pohon, aksi bersih-bersih lingkungan, hingga edukasi pengelolaan sampah melalui program penukaran sampah dengan sembako.

Pada kegiatan tersebut, panitia menyiapkan 600 bibit pohon berbunga, yang terdiri atas tabebuya, spathodea, serta sejumlah jenis pohon berbuah.

Pohon-pohon tersebut dipilih karena selain berfungsi menambah ruang terbuka hijau, juga diharapkan mempercantik kawasan dengan bunga yang mekar saat memasuki musim berbunga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan penanaman pohon berbunga merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus memiliki nilai estetika.

“Jenis pohon yang dipilih didominasi pohon berbunga. Harapannya, ketika tumbuh besar nanti dapat memberikan keteduhan sekaligus memperindah kawasan yang dilalui masyarakat,” ujarnya, Rabu (5/8).

Selain penanaman pohon, Green Action 2026 juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah melalui program penukaran sampah dengan sembako.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bahwa sampah yang dipilah memiliki nilai ekonomi dan dapat mengurangi timbunan sampah di lingkungan,” tutupnya.

Koordinator Green Action 2026, Sutrisno mengatakan, keberhasilan menjaga lingkungan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat.

Menurutnya, Green Action 2026 menjadi momentum untuk membangun kepedulian bersama terhadap penghijauan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seremoni penanaman pohon, tetapi juga mendorong masyarakat ikut merawat pohon yang ditanam serta membiasakan pengelolaan sampah yang lebih baik,” katanya.

Pelaksanaan Green Action 2026 mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan di Kalimantan Selatan, di antaranya PT Toudano Mandiri Abadi (TMA), PT Antang Gunung Meratus (AGM), PT Arutmin Indonesia, Pertamina, PT Borneo Indobara (BIB), PT Adaro Indonesia, PT Tunas Inti Abadi (TIA), PT Sinar Bintang Albar (SBA), PT Guthrie International Pulau Laut Refinery, dan PT Borneo Energi Nusantara. (MRF/RIW/EPS)

Exit mobile version