Reaksi Cepat Selamatkan Fasilitas Pemprov, Damkar Gambut Terima Penghargaan Kominfo Kalsel

Banjar – Dalam rangka menyampaikan apresiasi dan penghargaan, Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan bersilaturahmi ke Damkar Sektor Gambut Kabupaten Banjar Senin ( 6/7 ).

Penghargaan diberikan atas reaksi cepat Damkar Gambut menangani insiden kebakaran kecil di fasilitas Videotron milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Kilometer 17 Gambut, akibat konsleting arus listrik beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan, diwakili Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik dan Media, Heni Setiawati menyampaikan apresiasi kepada Damkar Sektor Gambut, atas kesigapan para anggotanya memadamkan api.

“Saya mewakili Kepala Dinas Kominfo Kalimantan Selatan mengucapkan terimakasih yang tak terhingga dan penghargaan sebesar besarnya atas reaksi cepat, ketangkasan kesigapan penanganan Damkar Sektor Gambut atas memadamkan kebakaran yang terjadi terhadap videotron yang berada di KM 17 Gambut sehingga tidak terjadi kerugian besar, ” ujarnya.

Sementara itu Komandan Regu Damkar Sektor Gambut, Selamat Riyadi menyambut baik silaturahmi Dinas Kominfo Kalimantan Selatan. Ia juga mengucapkan terimakasih kasih atas apresiasi dan penghargaan yang di berikan.

“Kami Damkar Sektor Gambut Kabupaten Banjar mengucapkan terimakasih atas silaturahmi dan kunjungan ini yang sudah memberikan apresiasi penghargaan atas kinerja timnya di lapangan,” ucapnya.

Pada kegiatan ini juga di berikan piagam penghargaan yang diserahkan langsung Heni Setiawati kepada Komandan Regu Damkar Sektor Gambut Kabupaten Banjar. (AF/RIW/APR)

Sepekan Cinta Museum 2026, Antusiasme Masyarakat Dorong Museum Lambung Mangkurat Hadirkan Lebih Banyak Inovasi Budaya

Banjarbaru – Rangkaian kegiatan Sepekan Cinta Museum 2026 yang digelar Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan resmi berakhir, Sabtu (4/7). Selama sepekan pelaksanaan, berbagai kegiatan edukasi, seni, dan budaya berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan, sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai ruang belajar dan pelestarian budaya Banua.

Penutupan kegiatan dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Abdul Rahim menyampaikan apresiasi kepada Museum Lambung Mangkurat, panitia pelaksana, mitra kerja, dewan juri, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan yang berlangsung sejak akhir Juni tersebut.

Menurutnya, Sepekan Cinta Museum merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan fungsi museum sebagai lembaga pelestarian cagar budaya, pusat informasi, pusat edukasi, serta sarana pembentukan karakter melalui pembelajaran sejarah dan kebudayaan.

“Museum memiliki kedudukan strategis dalam membangun kesadaran sejarah dan memperkuat identitas daerah. Di tengah pesatnya arus globalisasi, museum harus bertransformasi menjadi ruang belajar yang inovatif, inklusif, dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia menegaskan, agenda tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya dan nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri Banua.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, secara resmi menutup kegiatan Sepekan Cinta Museum 2026

Selama pelaksanaan, Museum Lambung Mangkurat menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan unsur edukasi dan pelestarian budaya, mulai dari kegiatan Belajar Bersama, lomba mewarnai tingkat PAUD, lomba bagasing (adu pukul), lomba menyanyi lagu Banjar, hingga lomba tari kreasi tradisional yang menjadi puncak rangkaian acara.

Abdul Rahim menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa museum tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang interaksi budaya yang menarik dan relevan bagi berbagai generasi.

“Dengan dinyatakannya Sepekan Cinta Museum tahun 2026 ini, terlihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Bukan hanya untuk melihat koleksi museum dan sejarah yang ada di dalamnya, tetapi juga mengikuti berbagai lomba tradisional seperti bagasing, tari tradisional, hingga kegiatan untuk anak-anak usia dini,” katanya.

Ia berharap antusiasme tersebut menjadi motivasi untuk menghadirkan lebih banyak inovasi dalam program kebudayaan ke depan, baik di Museum Lambung Mangkurat maupun di berbagai ruang budaya lainnya di Kalimantan Selatan.

“Ke depan kita harus lebih berinovasi lagi. Bukan hanya melalui Sepekan Cinta Museum, tetapi juga kegiatan – kegiatan budaya lainnya yang sesuai dengan kekayaan budaya Kalimantan Selatan. Harapannya semakin banyak ruang kreatif yang bisa diikuti anak-anak, generasi muda, maupun masyarakat umum,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat selama kegiatan berlangsung menjadi dorongan bagi pihak museum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, Museum Lambung Mangkurat akan memperluas cakupan peserta dengan membagi kategori kegiatan berdasarkan kelompok usia agar semakin banyak masyarakat yang dapat terlibat.

“Ke depan, sesuai arahan Kepala Dinas, Sepekan Cinta Museum akan terus ditingkatkan. Pesertanya kemungkinan akan dibagi berdasarkan kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga masyarakat umum,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum juga berencana memperbanyak kegiatan dan perlombaan yang mengangkat permainan serta budaya tradisional sebagai upaya mengenalkan kembali warisan budaya daerah kepada generasi muda.

“Terutama lomba-lomba yang bersifat tradisional akan terus kita tingkatkan. Anak-anak usia dini juga akan menjadi perhatian, sehingga mereka dapat mengenal dan mencintai budaya daerah sejak dini,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Inflasi Kalsel Masih di Atas Nasional, Pemprov Perkuat Sinergi Pengendalian Harga

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi meski kondisi daerah tidak lagi masuk dalam 10 provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Biro Ekonomi Setdaprov Kalimantan Selatan, Idris, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama pemerintah pusat, Senin (6/7).

Idris mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan terbaru, Kalimantan Selatan berada di luar 10 besar daerah dengan inflasi tertinggi. Meski demikian, angka inflasi daerah masih berada di atas rata-rata nasional sehingga tetap menjadi perhatian pemerintah.

Kabag Kebijakan Perekonomian Biro Ekonomi Kalsel, Idris (kiri) saat menyampaikan hasil rakor inflasi

“Alhamdulillah Kalimantan Selatan tidak lagi berada pada 10 besar daerah dengan inflasi tertinggi. Namun, tingkat inflasi kita masih sekitar 4,47 persen, sementara nasional berada di kisaran 3,34 persen. Ini tetap menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Menurut Idris, kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah pengendalian inflasi yang lebih optimal melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik perangkat daerah maupun instansi terkait.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus berkolaborasi dengan Bank Indonesia serta berbagai mitra strategis untuk menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi.

“Kita harus bersinergi dengan seluruh SKPD terkait, Bank Indonesia, dan seluruh mitra kerja agar inflasi yang masih cukup tinggi ini dapat terus ditekan,” katanya.

Pemprov Kalsel menargetkan laju inflasi dapat bergerak mendekati kisaran yang diharapkan pemerintah, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan stabilitas perekonomian daerah dapat dipertahankan. (SYA/RIW/APR)

Supian HK Ajak Warga Banua Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla 2026

Banjarbaru – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat menghadiri Apel dan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, Senin (6/7).

Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Apel dipimpin langsung Gubernur, Muhidin selaku Inspektur Apel, didampingi Pangdam XXII/Tambun Bungai dan Kapolda Kalimantan Selatan.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK

Kegiatan ini menjadi simbol kesiapan seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, BPBD, serta para pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau tahun 2026.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Gedung Idham Khalid, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam rapat tersebut dibahas kondisi terkini wilayah rawan Karhutla, kesiapan personel dan sarana prasarana, hingga rekomendasi penetapan status waspada bencana Karhutla di Kalimantan Selatan.

Ketua DPRD Kalsel Supian HK menyampaikan apresiasi, atas langkah cepat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kesiapsiagaan melalui pembentukan dan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Atas nama DPRD Kalimantan Selatan, kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi dalam menyiapkan Satgas Karhutla. Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan agar sinergi antara eksekutif dan legislatif terus terjalin dengan baik dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla,” katanya.

Tak hanya itu, Supian HK juga mengajak seluruh masyarakat Banua untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar.

Menurutnya, pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama. Mari bersama – sama dengan pemerintah mencegah Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat luas, mulai dari terganggunya kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga pendidikan anak-anak,” tegasnya.

Supian HK menambahkan, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan Karhutla, baik melalui fungsi penganggaran, pengawasan, maupun legislasi.

Dengan kesiapsiagaan yang telah dibangun sejak dini, Supian HK berharap Kalimantan Selatan mampu melewati musim kemarau tahun 2026 tanpa kejadian Karhutla yang berdampak besar.

“Semoga seluruh ikhtiar yang dilakukan hari ini mampu menjaga Banua tetap aman, nyaman, bebas dari kabut asap, serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan sehat dan produktif,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Pertikarada XIII Kalsel, Tempa 520 Pramuka Jadi Generasi Berkarakter dan Berjiwa Pengabdian

Banjarmasin – Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara Daerah (Pertikarada) XIII Kalimantan Selatan Tahun 2026 menjadi momentum penting membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 5–10 Juli 2026 di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin ini, diikuti 520 peserta dari Saka Bhayangkara seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, termasuk Saka Bhayangkara Polda Kalsel dan unsur Polisi Air.

Upacara pembukaan yang digelar pada Senin (6/7) dipimpin Wakapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Noviar, sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rusma Khazairin, yang mewakili Gubernur, serta Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin, Neli Lisriani.

Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar menegaskan, Pertikarada bukan sekadar ajang perkemahan, tetapi menjadi media pembinaan karakter bagi generasi muda, khususnya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, melalui berbagai materi pelatihan, kegiatan lapangan, dan pembelajaran kepramukaan, para peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan sekaligus membangun karakter yang tangguh.

“Ini menjadi sarana mempererat persaudaraan antaranggota Saka Bhayangkara dari seluruh daerah di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pertikarada sebagai bagian dari upaya membina generasi muda yang berkualitas.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi peserta untuk mengasah kemampuan, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan selama perkemahan mampu melahirkan generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

“Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Polda Kalsel, dan Gerakan Pramuka menjadi kunci dalam mencetak kader-kader muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” tutupnya.

Melalui Pertikarada XIII, diharapkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan semangat pengabdian tidak hanya diterapkan selama perkemahan berlangsung, tetapi juga menjadi bekal para peserta dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi penerus yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (NHF/RIW/APR)

Perkuat Ekonomi Banua, Bakesbangpol Kalsel Dorong Masyarakat Utamakan Produk Lokal

Banjarbaru – Pemerintah provinsi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap penggunaan produk asli daerah sebagai langkah memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya Banua.

Plt. Kepala Bakesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, melalui Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan, Sundusiah mengatakan, bahwa kecintaan terhadap produk lokal memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurutnya, ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan stabilitas politik dan keamanan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam memperkuat perekonomian daerah melalui dukungan terhadap produk-produk hasil karya sendiri.

“Jangan sampai kita lebih mengenal dan bangga menggunakan produk dari luar daerah dibandingkan produk yang dihasilkan masyarakat Banua. Padahal, di Kalimantan Selatan banyak produk unggulan seperti kain sasirangan, kerajinan purun, hingga aneka kuliner lokal yang memiliki kualitas dan daya saing,” ujarnya, Senin (6/7).

Kegiatan Bakesbangpol Kalsel dalam mendorong produk lokal

Ia menjelaskan, menggunakan produk lokal merupakan bentuk nyata bela negara di era modern. Semakin banyak masyarakat memilih produk asli daerah, semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan usaha mikro, peningkatan pendapatan pelaku usaha, serta terciptanya lapangan kerja di Kalimantan Selatan.

Selain memberikan manfaat ekonomi, penggunaan produk lokal juga menjadi upaya menjaga keberlangsungan budaya daerah di tengah derasnya arus globalisasi.

Sundusiah menilai, generasi muda perlu lebih dekat dengan produk-produk khas Banua agar identitas budaya tetap terpelihara dan tidak tergerus perkembangan zaman.

“Karena itu, masyarakat diharapkan menjadikan produk lokal sebagai pilihan utama dalam kehidupan sehari-hari sekaligus ikut mempromosikannya kepada masyarakat yang lebih luas,” ucapnya.

Langkah tersebut diyakini akan memperkuat daya saing produk Banua sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

Sundusiah berharap semakin tingginya kepedulian masyarakat terhadap produk asli daerah dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

“Melalui dukungan seluruh masyarakat, kami optimis produk – produk Banua akan semakin berkembang, memiliki daya saing yang tinggi, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Kalsel Terima 4 Sertipikat Hak Pakai Tanah SMKN 1 Sungai Tabuk dan Jalan di Kabupaten Banjar

Banjarmasin — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerima 4 (empat) sertipikat Hak Pakai atas Barang Milik Daerah (BMD) berupa 1 (satu) sertipikat tanah SMK Negeri 1 Sungai Tabuk dan 3 (tiga) sertipikat jalan di wilayah Kabupaten Banjar.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, dalam kegiatan Sosialisasi Program Strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang digelar di Banjarmasin, baru baru tadi.

Sertipikat diterima langsung Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Haris Arsyadi, mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Selatan, Budi Kristiyana beserta jajaran, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Selain penyerahan sertipikat BMD, acara turut menyertakan penyerahan simbolis sertipikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan sertipikat tanah wakaf kepada penerima manfaat lainnya.

Muhammad Haris Arsyad menyampaikan, bahwa penerbitan sertipikat Hak Pakai atas aset tanah dan jalan milik daerah ini merupakan langkah penting mendukung tertib administrasi dan kepastian hukum pengelolaan Barang Milik Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kepastian hukum atas aset-aset ini sangat penting bagi kami dalam rangka pengamanan dan optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Daerah ke depan, sekaligus mendukung tertib administrasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Haris.

Dengan diterbitkannya sertipikat ini, status kepemilikan atas tanah SMK Negeri 1 Sungai Tabuk dan ruas-ruas jalan di Kabupaten Banjar kini memiliki legalitas yang kuat, sehingga memberikan jaminan hukum sekaligus mendukung program prioritas nasional di bidang pertanahan yang digagas Kementerian ATR/BPN. (PEMPROVKALSEL-SRI/RIW/APR)

Perjuangan Ariani Astuti Berbuah Manis, Lolos UI dan Raih BSI Scholarship Unggulan

Banjarmasin – Perjalanan pendidikan Ariani Astuti Roosiani, lulusan SMKN 3 Banjarmasin, memasuki babak baru. Setelah berhasil diterima di Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Ariani kini mendapatkan dukungan pendidikan melalui program BSI Scholarship Unggulan.

Program beasiswa tersebut menjadi dukungan penting bagi Ariani, melanjutkan pendidikan tinggi di tengah ujian berat yang sedang dihadapi keluarganya.

Ariani merupakan anak dari almarhumah Dewi Fitriani, petugas kebersihan yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Di balik keberhasilannya menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, terdapat perjuangan panjang Ariani dan keluarganya. Sang ibunda selama ini bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan anak-anaknya.

Kini Ariani akan melanjutkan perjuangan tersebut dengan menempuh pendidikan di Universitas Indonesia. Kesempatan itu semakin terbuka setelah dirinya menjadi penerima BSI Scholarship Unggulan, program pendidikan yang dikelola BSI bersama BSI Maslahat.

Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat mengatakan, keberhasilan Ariani merupakan pencapaian membanggakan dan patut mendapatkan dukungan agar semangatnya menempuh pendidikan tetap terjaga.

“Kami ikut berduka atas musibah yang dialami keluarga Ariani. Di balik keberhasilannya diterima di Universitas Indonesia, tentu ada perjuangan panjang Ariani dan keluarganya. Kami berharap Ariani tetap kuat, terus belajar, dan fokus mengejar cita-citanya,” ujar Sefudin.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun masa depan generasi muda. Karena itu, BSI melalui program BSI Scholarship berupaya memberikan dukungan kepada generasi berprestasi agar dapat terus mengembangkan potensi dan memberikan manfaat lebih luas di masa mendatang.

“Bagi kami, beasiswa bukan sekadar bantuan untuk membiayai pendidikan. Ini merupakan investasi untuk masa depan generasi muda Indonesia. Kami ingin para penerima beasiswa terus berkembang, memiliki karakter yang kuat, menjadi pemimpin masa depan, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Sefudin menambahkan, keberhasilan Ariani juga menjadi contoh bahwa semangat belajar dan perjuangan untuk memperoleh pendidikan tinggi harus terus dijaga, meskipun berbagai tantangan datang dalam perjalanan kehidupan.

“Kami percaya pendidikan dapat memberikan perubahan besar bagi seseorang, keluarga, maupun lingkungan di sekitarnya. Kami berharap dukungan melalui BSI Scholarship Unggulan ini menjadi penguat bagi Ariani untuk terus melangkah, menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.

BSI Scholarship merupakan program beasiswa pendidikan jenjang menengah hingga sarjana yang dikelola BSI Maslahat bersama Bank Syariah Indonesia.

Program tersebut hadir untuk mendukung lahirnya pemimpin masa depan yang memiliki karakter, amanah, mampu menjadi teladan, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di tingkat nasional maupun global.

Khusus BSI Scholarship Unggulan, program tersebut menyasar mahasiswa berprestasi yang diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia.

Beasiswa diberikan sejak awal masa perkuliahan hingga penerima menyelesaikan studi sesuai dengan ketentuan program.

Selain dukungan pendidikan, program tersebut juga dirancang untuk memberikan pengembangan kapasitas kepada para penerima beasiswa.

Para awardee mendapatkan pembinaan karakter, kepemimpinan, pengembangan keterampilan, mentorship, serta kesempatan membangun jejaring untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Bagi Ariani, dukungan tersebut menjadi kesempatan untuk terus melanjutkan cita-cita yang telah diperjuangkannya bersama keluarga.

Dari SMKN 3 Banjarmasin, Ariani kini bersiap menjalani kehidupan barunya sebagai mahasiswa Universitas Indonesia. Perjalanan tersebut tentu akan menghadirkan tantangan baru, tetapi sekaligus membuka kesempatan lebih luas baginya untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan.

Sefudin berharap Ariani dapat menjalani pendidikan dengan baik sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

“Kami berharap Ariani tidak merasa berjalan sendiri. Teruslah belajar dan meraih prestasi. Semoga kelak ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat dan Indonesia,” pungkasnya. (RIW/APR)

Pimpin Apel Siaga Karhutla, Gubernur Muhidin Ajak Seluruh Elemen Perkuat Pencegahan Kebakaran

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah memperkuat kesiapan menghadapi musim kemarau tahun 2026.

Apel yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (6/7) ini, dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin.

Kegiatan ini diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, instansi vertikal, pemerintah kabupaten kota, serta berbagai unsur terkait yang terlibat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel, Muhidin

Usai apel, Gubernur Muhidin mengatakan, bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi, sinergi, serta kesiapan seluruh pihak menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat seiring memasuki musim kemarau.

Menurutnya, kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta langkah – langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar potensi kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ucap Muhidin.

Karena itu, Ia mengajak seluruh pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, hingga masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran.

Selain memperkuat kesiapsiagaan aparat, Gubernur juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, praktik tersebut berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin cukup kencang.

“Pencegahan, merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko karhutla yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, serta menghambat aktivitas ekonomi,” lanjutnya.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Melalui kolaborasi seluruh pihak, diharapkan kejadian kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun ini dapat diminimalkan, sehingga keamanan masyarakat serta kelestarian lingkungan tetap terjaga,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/APR)

Resmi Digelar, Kejuaraan Renang Piala Wali Kota Jadi Wadah Pembinaan Atlet Pelajar

Banjarmasin – Kejuaraan Renang Piala Wali Kota Banjarmasin Tahun 2026 resmi digelar, setelah dibuka Wali Kota, Muhammad Yamin diwakili Kadisbudporapar, Ibnu Sabil, di Kolam Renang GOR Hasanuddin HM, Senin (6/7).

Dalam sambutan yang dibacakan Ibnu Sabil, Wali Kota atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan, terimakasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dengan baik menyelenggarakan kejuaraan ini.

“Kejuaraan ini merupakan wadah pembinaan bagi para atlet, sebagai ruang untuk mengukur hasil latihan, sekaligus momentum membangun karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, berintegritas, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.

Kadisbudporapar Banjarmasin saat membacakan sambutan

Oleh karena itu, lanjutnya, lewat kejuaraan ini, para atlet pelajar berkesempatan belajar, meningkatkan kemampuan, serta menghargai proses yang dilalui.

“Kepada seluruh peserta, saya mengucapkan selamat bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai nilai sportivitas, menang atau kalah adalah bagian kompetisi, namun sportivitas, kerja keras, dan rasa hormat kepada sesama merupakan kemenangan yang sesungguhnya,” ucapnya.

Selain itu, kepada para pelatih dan orang tua, Pemko Banjarmasin mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan. Sebab prestasi seorang atlet tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui latihan konsisten, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan keluarga dan lingkungan yang positif.

“Saya berharap, kejuaraan ini dapat menjadi agenda yang berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan bibit bibit atlet renang yang membanggakan serta semakin memperkuat ekosistem olahraga di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Aquatic Kota Banjarmasin, Muchlis Mokhtar mengatakan, kejuaraan ini diikuti atlet pelajar dengan mempertandingkan dua nomor. Yaitu gaya dada 50 meter, serta gaya bebas 50 meter.

“Tujuan kejuaraan ini, dalam rangka pembinaan atlet renang, yang merupakan pelajar perwakilan sekolah di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Kejuaraan Renang Piala Wali Kota Banjarmasin berlangsung dari 6-8 Juli 2026. (SRI/APR)

Exit mobile version