Berhasil Ungkap 153 Kasus 3C dan Premanisme, Polda Kalsel Amankan 211 Tersangka

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya memberantas tindak kriminal yang meresahkan masyarakat. Selama enam bulan pertama tahun 2026, ratusan kasus kejahatan berhasil diungkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Frido Situmorang mengungkapkan, selama periode Januari hingga Juni 2026 pihaknya bersama Polres jajaran berhasil mengungkap 153 laporan polisi terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta aksi premanisme. Dari pengungkapan tersebut, polisi menetapkan 211 orang sebagai tersangka.

Ket : Suasana konferensi pers Pengungkapan Kasus 3C dan Premanisme Ditreskrimum Polda Kalsel

“Kasus yang melibatkan para tersangka beragam, mulai dari pencurian, pembunuhan, begal hingga tindak pidana lainnya. Polda Kalsel berkomitmen terus melakukan penindakan terhadap kasus-kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat,” ujar Frido saat konferensi pers di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Senin (29/6).

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, uang tunai, senjata tajam, serta berbagai barang bukti lainnya yang digunakan maupun hasil dari tindak kejahatan.

Frido menjelaskan, sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap di antaranya pembunuhan berencana terhadap Ustazah Hasanah di Banjarbaru, kasus pembunuhan yang disertai pencurian dengan kekerasan, hingga aksi premanisme berupa pemerasan terhadap sopir truk di SPBU.

“Dari seluruh kasus yang berhasil diungkap, kami akan terus melakukan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Kalimantan Selatan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.

Frido juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menjadi korban tindak kejahatan ataupun menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengalami atau menemukan hal-hal yang mencurigakan. Jangan ragu untuk melapor, karena partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan bersama,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Aparatur Damkar Kalsel Diperkuat, 7 Hari In House Training Cetak Personel Profesional Hadapi Musim Kemarau

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kapasitas aparatur pemadam kebakaran melalui In House Training Pemadam Kebakaran Kualifikasi Pemadam I Angkatan VII Tahun 2026. Pelatihan yang diikuti personel pemadam kebakaran se-Kalimantan Selatan itu resmi ditutup di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (29/6).

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Maulana Fatahillah mengatakan, pelatihan telah berlangsung sejak 23 hingga 29 Juni 2026, dengan porsi praktik lapangan yang lebih dominan untuk memperkuat kemampuan teknis peserta.

Kabid Linmas dan Damkar Satpol-PP dan Damkar Kalsel saat memimpin upacara penutupan

“Pelatihan ini berlangsung selama tujuh hari. Sebanyak 70 persen materinya berupa praktik di lapangan, meliputi pengenalan sarana dan prasarana, teknik pemadaman, hingga teknik penyelamatan yang menjadi kompetensi dasar aparatur pemadam kebakaran. Sedangkan 30 persen lainnya berupa teori dan pembinaan disiplin,” ujarnya.

Menurut Maulana, penguatan kompetensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme aparatur damkar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik pada aspek pencegahan maupun penanganan kebakaran dan penyelamatan.

Ia menambahkan, sejalan dengan pesan Gubernur Kalimantan Selatan saat penutupan pelatihan, seluruh peserta diharapkan menjadi sumber daya manusia yang semakin kompeten dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan aparatur pemadam kebakaran semakin profesional, kompeten, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dalam pencegahan, penanggulangan kebakaran, maupun penyelamatan,” katanya.

Penyerahan sertifikat kepada peserta In House Training Diklat Damkar Kalsel

Maulana juga menegaskan kesiapsiagaan personel menjadi semakin penting mengingat Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satpol PP dan Damkar Kalsel akan memperkuat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla.

“Kami siap bersinergi dengan BMKG, BPBD, dan seluruh instansi terkait. Aparatur damkar, baik yang baru menyelesaikan pelatihan maupun personel di seluruh kabupaten dan kota, siap membantu upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Penambahan Penerbangan Internasional, Bandara Syamsudin Noor Perkuat Konektivitas Kalsel ke Malaysia

Banjarbaru – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor menyambut beroperasinya penerbangan perdana (inaugural flight) Lion Air rute internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur, pada Senin (29/6) bertempat di Ruang Tunggu Keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Penambahan penerbangan ini menjadi tonggak penting memperkuat konektivitas internasional Kalsel, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga hubungan sosial masyarakat.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana
menyampaikan, bahwa pembukaan rute internasional ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah, regulator, operator bandara, maskapai penerbangan, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Atas nama manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, kami menyambut baik adanya penambahan rute internasional Lion Air rute Banjarmasin–Kuala Lumpur. Ini menambah pilihan daripada masyarakat dan menambah peluang pertumbuhan ekonomi Ini dan merupakan momentum yang sangat membanggakan bagi masyarakat Kalimantan Selatan karena semakin memperluas akses konektivitas internasional dari Bandara Syamsudin Noor,” ungkap Milyas.

Menurutnya, kehadiran rute ini menjadi bukti bahwa Bandara Internasional Syamsudin Noor terus berkembang sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Selatan yang mampu melayani kebutuhan mobilitas masyarakat menuju berbagai destinasi internasional.

“Kami berharap kehadiran rute ini tidak hanya memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan arus wisatawan mancanegara, memperkuat hubungan bisnis, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Milyas.

Bandara merupakan penghubung berbagai aktivitas ekonomi dan sosial, sehingga setiap pembukaan rute baru akan memberikan multiplier effect yang sangat positif, dan saat ini Lion Air telah memiliki jaringan koneksi ke berbagai negara sehingga masyarakat Kalsel memiliki pilihan untuk bepergian ke berbagai kota di mancanegara.

Lion Air melayani rute Banjarmasin–Kuala Lumpur mulai 29 Juni 2026 dengan frekuensi penerbangan dua kali setiap minggu, yakni setiap Senin dan Kamis. Rute ini juga membuka akses konektivitas lanjutan menuju berbagai kota di Malaysia, Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, Australia, serta berbagai destinasi internasional lainnya melalui Kuala Lumpur.

Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dengan memastikan kesiapan fasilitas, keamanan, keselamatan, serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menghadirkan pelayanan bandar udara yang berstandar internasional. Harapan kami, ke depan semakin banyak rute internasional yang dapat dibuka dari Bandara Syamsudin Noor sehingga konektivitas Kalimantan Selatan semakin kuat dan daya saing daerah semakin meningkat,” jelas Milyas.

Acara inaugural flight ditandai dengan seremoni pelepasan penumpang perdana yang dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi regulator, TNI/Polri, komunitas kebandarudaraan, mitra kerja, serta manajemen Lion Air dan PT Angkasa Pura Indonesia.

Melalui pembukaan rute internasional ini, Bandara Internasional Syamsudin Noor semakin mempertegas perannya sebagai gerbang udara strategis Kalimantan Selatan yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas Indonesia dengan kawasan regional maupun global. (APSyamsudinNoor-RIW/EPS)

Lulus Program Rehabilitasi, 81 Klien Angkatan IX PRSTS BCB Kalsel Dibekali Keterampilan dan Modal Usaha

Banjarbaru – Sebanyak 81 penerima manfaat menyelesaikan Program Rehabilitasi Sosial Angkatan IX Tahun 2026 di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari (PRSTS BCB) Provinsi Kalimantan Selatan.

Para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga bantuan peralatan usaha sebagai bekal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala PRSTS BCB Kalsel saat menyampaikan sambutan

Penutupan program berlangsung di PRSTS BCB Kalimantan Selatan, Senin (29/6), dihadiri Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Wildan Akhyar serta jajaran panti.

Dalam sambutan Kepala Dinas Sosial Kalsel, yang dibacakan Sekretaris Dinas Sosial Wildan Akhyar, pemerintah berharap seluruh penerima manfaat mampu memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Program rehabilitasi tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan vokasional, tetapi juga bimbingan fisik, mental, sosial, dan spiritual selama enam bulan.

“Harapannya, para penerima manfaat mampu mengembangkan diri, membuka usaha ataupun menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Wildan.

Ia juga berpesan agar para lulusan terus menjaga etika, mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki, serta memanfaatkan bantuan peralatan usaha yang diberikan sesuai bidang keterampilan masing – masing.

Menurutnya, keberhasilan program rehabilitasi tidak hanya diukur dari selesainya masa pembinaan, tetapi juga dari kemampuan para lulusan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan taraf hidup mereka di masyarakat.

Sementara itu, Kepala PRSTS BCB Kalimantan Selatan Noor Yanti mengatakan, sebanyak 81 klien mengikuti penutupan program tahun ini, terdiri atas 55 perempuan dan 26 laki – laki.

Selama mengikuti pembinaan, para peserta memperoleh pelatihan pada lima bidang keterampilan, yakni tata boga, tata rias, tata busana, bengkel motor, dan barbershop.

“Kami berharap mereka bisa mengembangkan apa yang telah dipelajari selama di sini sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Harganas ke-33, Pemprov Kalsel Tekankan Peran Ayah Membangun Keluarga Berkualitas

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, melalui upacara yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (29/6). Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin.

Peringatan Harganas tahun ini mengangkat pentingnya penguatan peran keluarga, khususnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sebagai fondasi membangun generasi yang berkualitas.

Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33

Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin mengatakan pesan utama yang disampaikan pemerintah melalui peringatan Harganas adalah memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak.

Menurutnya, rumah merupakan tempat terbaik untuk membentuk karakter anak, sehingga orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan.

“Rumah adalah tempat pendidikan terbaik. Harapan kita, orang tua benar-benar memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak. Menurutnya, sosok ayah tidak hanya berfungsi sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir mendampingi anak agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.

“Semoga melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ini, semua orang tua dapat memberikan yang terbaik bagi anak – anaknya sehingga mereka tidak terjerumus ke hal-hal yang kurang baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Lisna Prihantini, mengatakan Harganas ke-33 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara ayah dan ibu, membangun keluarga yang tangguh.

Ia menjelaskan, tema tahun ini menekankan pentingnya kehadiran ayah, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan psikologis dalam kehidupan anak.

“Peran ayah wajib hadir. Kehadiran itu bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologis. Keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa sehingga penguatan peran kedua orang tua menjadi sangat penting,” ujarnya.

Lisna menambahkan, melalui momentum Harganas, BKKBN juga mengampanyekan gerakan ayah meluangkan waktu sedikitnya 15 menit setiap hari untuk berinteraksi dan membangun kedekatan dengan anak sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting berupa bantuan pembangunan fasilitas sanitasi dan paket nutrisi.

Menurut Lisna, bantuan tersebut merupakan salah satu strategi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung keluarga berisiko stunting sehingga anak – anak dapat tumbuh lebih sehat dan angka stunting terus menurun,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Ajang Pembibitan Atlet Domino Banua, Orado Kalsel Apresiasi Kejuaraan Domino Cup 2026

Banjarmasin – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kalimantan Selatan mengapresiasi, Kejuaraan Domino Banteng Cup, untuk menjaring bibit-bibit atlet domino berbakat di Banua terus digalakkan, baru baru tadi.

Ketua Pengprov Orado Kalsel, Muhammad Rizwan Arifin, mengatakan komitmennya untuk mengawal dan mendukung penuh setiap agenda yang berorientasi pada pengembangan olahraga otak ini.

Keberadaan kompetisi berkala dinilai menjadi momentum krusial untuk mengikis stigma negatif dan memperkenalkan domino yang kini telah resmi bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

“Orado siap mendukung setiap kegiatan yang bertujuan memasyarakatkan olahraga domino. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen seperti ini juga sangat membantu proses pembibitan atlet dan sosialisasi olahraga domino kepada masyarakat,” tegas Rizwan.

Rizwan menambahkan, gerak cepat organisasi saat ini tengah berfokus pada penguatan internal daerah.

Pengprov Orado Kalsel kini sedang menunggu ketukan palu pengesahan sebagai anggota resmi KONI Kalsel setelah melayangkan permohonan formal beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah Orado sudah resmi menjadi anggota KONI Pusat. Untuk di Kalsel, kami tinggal menunggu proses pengesahan. Setelah itu kami akan mempersiapkan pembinaan atlet agar dapat mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk menargetkan bisa tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang,” cetusnya.

Senada, Ketua Pelaksana sekaligus Dewan Pembina Orado Kalsel, Muhammad Syaripuddin memaparkan, bahwa domino memiliki keunggulan komparatif karena sangat melekat dengan kultur masyarakat lintas kultural dan struktural.

Pria yang akrab disapa Bang Dhin ini berambisi mengonversi kedekatan emosional tersebut menjadi prestasi konkret di level nasional.

Meskipun kuota kepesertaan pada edisi perdana ini terpaksa dibatasi demi efektivitas kompetisi, Bang Dhin mengaku terkejut dengan ledakan animo para pencinta domino di Kalsel.

“Animo masyarakat sangat luar biasa. Ke depan, turnamen ini akan terus kami laksanakan dan kami jadikan agenda tahunan sebagai bagian dari pembinaan atlet domino di Kalsel,” beber Bang Dhin.

Pertarungan di atas meja berjalan sengit hingga larut malam. Pada kategori senior, ketangguhan Tim WWCD tak terbendung dan sukses mengunci gelar juara pertama.

Mereka disusul oleh Tim HMD di posisi kedua, Tim SEROJA di peringkat ketiga, dan Tim KEJORA sebagai juru kunci empat besar.

Sementara itu, tensi tinggi juga tersaji di kategori junior. Tim Hantak Tarus tampil beringas dan keluar sebagai jawara utama.

Posisi runner-up diamankan Tanah Abanh Jr, disusul skuad Jtujuh di tempat ketiga, dan Ridho yang harus puas di peringkat keempat.

Melalui gelaran berkala ini, Orado Kalsel optimis rantai pembinaan atlet domino di Banua dapat bergulir secara berkelanjutan dan melahirkan talenta – talenta emas yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional.(OradoKalsel-SRI/RIW/EPS)

All-Stars Kudus Pertahankan Gelar Juara Milklife Soccer Challenge All-Stars a

Kudus – Tim Sepak Bola Putri Kota Banjarmasin janjikan peningkatan teknik bermain bola, usai mengikuti, rangkaian kejuaraan sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026, yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, pada 23 hingga 28 Juni 2026.

Tahun ini, All-Stars Kudus berhasil mempertahankan gelar kampiun setelah melakoni pertarungan sengit di partai final kontra All-Stars Jakarta dengan skor akhir 0-0 (4-3) lewat drama adu penalti.

Sementara All-Stars Surabaya menempati podium ketiga usai mengalahkan All-Stars Yogyakarta 1-0.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengapresiasi seluruh pihak yang telah menghadirkan MilkLife Soccer Challenge sebagai wadah pembinaan sepak bola putri di Indonesia.

Menurutnya turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tapi langkah nyata membangun masa depan sepak bola putri yang lebih inklusif dan berprestasi.

“PSSI telah menyiapkan blueprint 10 tahun menuju Piala Dunia Wanita 2035. Sekarang, kita tidak lagi hanya bicara rencana, tapi sudah bergerak dengan aksi nyata melalui program dan kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge. Kemajuan ini hanya bisa tercapai lewat kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, sekolah, dan orang tua. MilkLife Soccer Challenge
sudah jadi contoh nyata kolaborasi tersebut,” ujar Erick.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, sengitnya pertandingan dari fase grup hingga babak puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 menandakan perkembangan kemampuan pesepakbola putri usia dini yang kian merata.

Hal ini tak lepas dari upaya untuk terus menumbuhkan ekosistem sepak bola putri Indonesia agar terus bergeliat melalui turnamen yang diselenggarakan secara berjenjang dan berkesinambungan.

Untuk menyaring lebih banyak lagi talenta pesepakbola putri Tanah Air, musim depan MilkLife Soccer Challenge melakukan ekspansi dengan penambahan kota penyelenggara, yakni Jayapura, Garut, serta Jakarta yang dibagi dua regional (Jakarta Timur dan Jakarta Utara).

“Musim ini kami melihat perkembangan yang sangat positif yang terlihat dari pertandingan berlangsung lebih kompetitif mulai fase grup hingga final, kualitas permainan, semangat dan
mental mereka meningkat, kemampuan antar peserta pun kian berimbang. Bersamaan dengan itu, dukungan dari orangtua, sekolah, dan stakeholder terkait juga semakin besar. Banyak pemain yang kini rutin berlatih di SSB karena ingin lebih menekuni sepak bola. Perkembangan ini memberikan keyakinan kepada kami untuk memperluas jangkauan pembinaan dengan menambah tiga kota penyelenggara mulai musim depan,” kata Teddy.

Sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife kembali memberikan kesempatan bagi atlet belia untuk merasakan atmosfer kompetisi di level internasional.

Setelah sukses mengirim dua tim ke JSSL Singapore 7’s 2025 dan menjadi runner-up, tahun ini sebanyak 34 pemain terbaik MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026
diterbangkan ke SingaCup 2026 yang berlangsung pada 31 Oktober – 7 November mendatang.

Sementara itu, Pelatih Sepak Bola Putri Kota Banjarmasin Pelatih Kepala Tim All-Stars Banjarmasin, Indra Syafruddin mengatakan, Tim sepak bola Putri Kota Banjarmasin saat ini sudah memiliki pengalaman bertanding pada tingkat nasional.

“Setelah ini kami akan melakukan peningkatan keterampilan Tim sepak bola Putri Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Bahkan, pihaknya mengimbau, agar pemain sepak bola Putri Kota Banjarmasin agar bisa masuk Sekolah Sepak Bola (SSB), agar memiliki teknik bermain bola yang lebih baik lagi kedepannya.

“Tim sepak bola Putri Kota Banjarmasin ini, terdiri dari hasil seleksi di sekolah sekolah, yang memiliki bakat alami, belum tersentuh di SSB,” ujarnya. (Rilis-SRI/RIW/EPS)

Bersiap Miliki Layanan Kedokteran Nuklir, Gubernur Muhidin Tinjau Lokasi Pembangunan di RSUD dr. Moch. Ansari Saleh

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, terus mendorong penguatan layanan kesehatan rujukan di Banua melalui rencana pembangunan Gedung Layanan Kedokteran Nuklir dan Gedung Pusat Layanan Jantung Terpadu di RSUD dr. Moch. Ansari Saleh Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan modern yang mampu menghadirkan pelayanan medis yang lebih lengkap dan berkualitas bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Ket : Gubernur Muhidin saat meninjau rencana pembangunan gedung layanan kedokteran nuklir di RSUD Moch. Ansari Saleh

Untuk memastikan kesiapan pengembangannya, Gubernur Muhidin meninjau langsung lokasi yang disiapkan sebagai area pembangunan di lingkungan RSUD dr. Moch. Ansari Saleh, Jumat (26/6) sore.

Dalam peninjauan itu, Gubernur didampingi Tenaga Ahli Gubernur, Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan M. Yasin Toyib, Kepala Bidang Cipta Karya Ryan Tirta Nugraha, Direktur RSUD dr. Moch. Ansari Saleh, dr. Tabiun Huda beserta jajaran direksi.

Muhidin mengatakan, pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan sekitar satu hektare untuk pembangunan fasilitas kesehatan yang akan dilengkapi layanan kedokteran nuklir.

“Kami ingin menghadirkan layanan kedokteran nuklir di Kalimantan Selatan agar masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dengan teknologi yang lebih canggih dan hasil yang lebih akurat. Kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk akomodasi bagi pasien dan keluarga yang menjalani pengobatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, usulan pembangunan akan mulai diajukan pada 2027. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.

“Target kami, pada penghujung 2028 layanan ini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Dengan begitu, warga tidak perlu lagi keluar daerah hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang belum tersedia di Kalimantan Selatan,” katanya.

Muhidin menegaskan, layanan kedokteran nuklir dan pusat layanan jantung terpadu nantinya akan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan jenis pembiayaan.

“Baik peserta BPJS maupun pasien umum akan mendapatkan akses yang sama terhadap layanan ini. Harapan kami, masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan terbaik di daerahnya sendiri,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin juga menjalani Medical Check Up (MCU) VIP yang kini menjadi salah satu layanan unggulan RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh.

Ket : Gubernur Muhidin saat melakukan MCU di RS Moch. Ansari Saleh

“Bagi masyarakat yang ingin melakukan MCU saat ini sudah tersedia di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh dengan berbagai layanan kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Moch. Ansari Saleh, dr. Tabiun Huda mengatakan, pembangunan Gedung Layanan Kedokteran Nuklir dan Pusat Layanan Jantung Terpadu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Selatan.

“Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Kehadiran kedokteran nuklir akan membuat proses diagnosis lebih komprehensif sehingga penanganan pasien dapat dilakukan dengan lebih tepat,” ujarnya.

Ia memastikan rumah sakit telah memiliki sumber daya manusia yang siap mengoperasikan layanan tersebut. Saat ini, fokus persiapan berada pada pemenuhan peralatan medis dan sarana pendukung.

“Tenaga kesehatan sudah kami siapkan. Selanjutnya yang perlu dipenuhi adalah alat kesehatan dan fasilitas pendukung agar layanan ini dapat segera beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Tabiun berharap pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat Kalimantan Selatan tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk memperoleh layanan kedokteran nuklir maupun pelayanan jantung terpadu.

“Kalau fasilitas ini sudah tersedia, masyarakat akan jauh lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan yang lengkap, cepat, dan berkualitas di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Padukan Edukasi Sejarah dan Seni, Museum Lambung Mangkurat Gelar Belajar Melukis Bersama

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan kembali menghadirkan ruang belajar kreatif melalui Belajar Bersama II Melukis Bersama di Museum bertema “Membingkai Inspirasi Lewat Kanvas”, di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Minggu (28/6).

Kegiatan yang diikuti sekitar 75 peserta yang mayoritas anak-anak ini, menggabungkan edukasi sejarah dan seni. Sebelum mulai melukis, peserta diajak berkeliling museum untuk mengenal berbagai koleksi benda bersejarah sebagai sumber inspirasi.

Foto bersama saat pembukaan Belajar Bersama II di Museum Lambung Mangkurat

Selanjutnya, mereka menuangkan hasil pengamatan tersebut ke media tote bag yang telah disediakan panitia.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Suwarto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan museum kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, melukis tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga menjadi media bagi peserta untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan imajinasi.

“Melalui tema ini kami ingin mengajak peserta memahami bahwa setiap pengalaman, pengetahuan, dan imajinasi dapat diwujudkan menjadi karya yang bermakna. Melalui proses berkarya, mereka juga belajar menghargai kreativitas serta semakin peka terhadap lingkungan dan budaya di sekitarnya,” ujar Eddy, saat membuka kegiatan.

Ia menegaskan museum saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan juga menjadi ruang belajar, berkarya, dan berinovasi bagi masyarakat.

Karena itu, Disdikbud Kalsel terus mendukung berbagai kegiatan kreatif yang mampu menghubungkan seni, pendidikan, dan pelestarian budaya dalam satu wadah yang inspiratif.

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias, berani bereksplorasi dengan warna dan bentuk, serta menjadikannya sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan kreativitas dan bakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya menjelaskan, kegiatan Belajar Bersama Melukis di Museum bertujuan mengembangkan kreativitas, keterampilan seni, sekaligus kemampuan berekspresi peserta melalui media lukis.

Menurutnya, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik dasar melukis, tetapi juga diajak menuangkan ide dan inspirasi yang diperoleh dari koleksi museum ke dalam karya seni yang mereka buat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasi peserta, meningkatkan kemampuan dasar melukis, menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengekspresikan ide, serta mempererat interaksi antar peserta,” ujarnya.

Ady menambahkan, kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka Museum Lambung Mangkurat tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun 2026 dan menghadirkan narasumber yang membimbing peserta mengenal alat, bahan, serta teknik dasar melukis.

“Semoga pengalaman belajar di museum menjadi lebih menyenangkan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, budaya, dan warisan daerah Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Peringati Hari Musik, Gubernur Kalsel Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Seni Inklusif

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya membangun ekosistem seni dan budaya inklusif melalui gelaran Hari Musik Dunia 2026, yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, melalui UPTD Taman Budaya, Sabtu (27/6) malam.

Mengusung tema “Muara: Tempat Segala Arus Bertemu”, peringatan Hari Musik Dunia tahun ini menjadi ruang bertemunya beragam budaya, tradisi, dan kreativitas yang diharapkan mampu memperkuat identitas Banua sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel

Kegiatan dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin.

Rusma mengatakan, musik merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai perbedaan. Tema “Muara” dinilai mencerminkan karakter Kalimantan Selatan sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya dan kreativitas.

Pemerintah akan terus memberikan banyak ruang kreatif bagi para musisi, agar musik tradisional tetap lestari, dan karya-karya seniman Banua mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, Hari Musik Dunia tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang edukasi, regenerasi, dialog, hingga apresiasi terhadap para pelaku seni.

Karena itu, pemerintah terus berkomitmen menghadirkan ekosistem seni yang terbuka, inklusif, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

“Komitmen ini sejalan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, “Bekerja Bersama, Merangkul Semua”, serta falsafah Banjar “Banyak sama kibit, sadikit sama culit” yang mengajarkan pentingnya semangat gotong royong membangun kebudayaan,” katanya.

Salah satu penampilan di malam puncak Hari Musik 2026

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Abdul Rahim menjelaskan, Hari Musik Dunia merupakan momentum memperkuat ruang kolaborasi dan apresiasi terhadap perjalanan musik di Kalimantan Selatan.

Dengan mengangkat tema “Muara” menggambarkan berbagai latar belakang, tradisi, generasi, dan ekspresi musik yang bertemu dalam satu ruang untuk saling menguatkan.

“Puncak peringatan Hari Musik Dunia tahun ini menghadirkan 19 penampil dari berbagai komunitas musik, kegiatan juga diisi dengan ruang diskusi melalui Lab-Batang Banyu: Pandir Series, penyampaian Pesan Hari Musik Dunia oleh maestro Kuriding Mukhlis Maman, serta Tribute Tokoh Musik Banua sebagai bentuk penghormatan kepada para pelaku seni yang telah berjasa,” ungkapnya.

Abdul Rahim menambahkan, panggung pertunjukan harus berjalan berdampingan dengan ruang pembelajaran, dialog, dan apresiasi, agar perkembangan seni budaya terus berkelanjutan.

Melalui Hari Musik Dunia 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus bersinergi kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan pelaku seni semakin kuat, agar mampu melahirkan karya-karya kreatif yang mengharumkan nama Banua di Kalsel.

“Kami sangat apresiasi keterlibatan kabupaten kota, serta tingginya antusias pengunjung ke Taman Budaya Kalsel,” tutupnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, melalui UPTD Taman Budaya Kalsel, menggelar malam puncak peringatan Hari Musik Dunia 2026, selama dua hari 26 – 27 Juni 2026, di halaman Panggung Bachtiar Sanderta Banjarmasin. (NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version