Apresiasi DPD Pemuda Tani Kalsel, Komisi II DPRD Kalsel Dorong Minat Pemuda Terhadap Pertanian

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima audiensi dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Kalsel di “Rumah Banjar” pada Kamis, (17/7).

Suasana audiensi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Kalsel di “Rumah Banjar”

Audiensi tersebut diterima langsung Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, bersama seluruh anggota Komisi II.

Dalam pertemuan itu, Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Kalsel, Ridha Rahma Lutfiani, memperkenalkan para anggota yang hadir sekaligus memaparkan secara umum visi, misi, serta program kerja organisasi yang Ia pimpin.

Paman Yani, sapaan akrab Muhammad Yani Helmi, mengapresiasi semangat dan langkah strategis para pemuda yang tergabung dalam Pemuda Tani Indonesia untuk membumikan minat terhadap profesi pertanian kepada para pemuda.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel (ditengah) didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris (ki-ka)

“Kami sangat mendukung kehadiran organisasi kepemudaan seperti ini, apalagi fokus pada sektor pertanian. Ini adalah sektor vital yang harus terus kita dorong agar generasi muda tertarik menekuninya,” ucap Paman Yani.

Sementara itu, Ridha menyampaikan harapannya agar Pemuda Tani Indonesia Kalsel bisa dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan pertanian, baik dari sisi pelatihan, pemberdayaan, maupun akses permodalan.

“Kami ingin menjadi bagian dari perubahan pertanian di daerah ini, dan kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah serta DPRD,” ujarnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Gubernur Muhidin Bahas Perpanjangan Runway Bandara Syamsuddin Noor; Penerbangan ke Luar Negeri Masyarakat Diminta Tunggu Informasi Pemprov

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengikuti Rapat Perpanjangan Runway Syamsudin Noor dan Pengembangan Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru, di Ruang Rapat Mulawarman Lantai IV Gedung Karsa Kemenhub, Jakarta pada Rabu (16/7) siang.

Tampak hadir juga Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Ditjen Hubdara, Bupati Kotabaru, Sekdakab Kotabaru, Kadishub Provinsi Kalsel, Kadishub Kotabaru dan para pejabat lainnya.

Rapat ini dipimpin Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, terkait pengembangan 2 bandara yang berada di Kalsel yaitu Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Kota Banjarbaru, dan Bandara Gusti Syamsir Alam di Kotabaru.

Sehubungan status bandara internasional yang saat ini sudah diperoleh Bandara Syamsudin Noor, Gubernur Muhidin pun membahas tentang beberapa penerbangan internasional, yang difasilitasi pesawat berbadan lebar dengan kapasitas penumpang banyak. Kondisi ini tentu membutuhkan prasarana landasan yang panjangnya mencukupi.

Panjang Runway Bandara Syamsuddin Noor saat ini adalah sepanjang 2.500 m x 45 m. Rencana penambahan runway sesuai dengan Master Plan Bandara (KP 2033 Tahun 2018) adalah 500 m dengan estimasi biaya ±356 milyar Rupiah.

“Kami hari ini berada di Kementerian Perhubungan RI bersama Dirjen Perhubungan Udara dan Direktur Angkasa Pura I, Yanindya Bayu Wirawan. Dalam pertemuan ini, kami membahas permasalahan tentang perpanjangan runway di Kalsel,” sampai Gubernur Muhidin seusai kunjungan kerjanya.

Selain mengenai perpanjangan, Gubernur Muhidin menjelaskan, bahwa mereka juga mendiskusikan tentang ketahanan daripada runway tersebut. Karena, menurutnya hal itu perlu disiapkan lebih matang lagi.

Dengan kondisi runway saat ini, Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, hanya mampu melayani pesawat jenis Airbus A330-300, yang membutuhkan standar landasan pacu minimal 2.500 meter. Dengan penambahan runway sepanjang 500 meter, maka Bandara Syamsuddin Noor akan memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter, yang akan memungkinkan Pesawat dengan berukuran besar seperti Boeing 777 dan Airbus A380 untuk mendarat dan lepas landas.

Selain itu, Gubernur Muhidin juga membicarakan perihal Bandara Internasional Syamsuddin Noor, terkait rute penerbangan baru pada November mendatang. Yakni dari Banjarmasin ke Malaysia, kemudian penerbangan langsung ke Mekkah, Arab Saudi.

“Jadi masyarakat Kalsel tunggu saja nanti dibuka dan diinformasikan oleh Pemerintah Provinsi dalam mensosialisasikannya. Jadi persiapkan saja bagi yang ingin melakukan penerbangan ke Malaysia dan ke Mekkah bagi yang umroh,” ungkap Gubernur.

Perpanjangan runway ini, diyakini akan menunjang penerbangan Internasional terutama untuk penerbangan langsung haji, umrah, dan Rute Internasional. Selain penerbangan yang ditargetkan ke Malaysia dan Arab Saudi, pemerintah juga merencanakan membuka penerbangan langsung ke China dan Singapura pada Oktober mendatang.

Adapun, upaya pendanaan perpanjangan runway yang terkendala, disepakati agar lebih dulu melihat prospek perkembangan peningkatan jumlah penumpang. Salah satunya dengan strategi melakukan pengerasan runway (PCN Runway) Pavement Classification Number pada landasan pacu (runway), yang meningkatkan kemampuan suatu landasan pacu untuk menahan beban pesawat.

“Saat penerbangan internasional nantinya sudah semakin ramai, tentu semakin banyak maskapai yang meramaikan bandara Syamsudin Noor serta semakin layak untuk dilakukan perpanjangan runway. Karena sudah memenuhi prospek dan persyaratan dari Kemenhub untuk menggelontorkan dana pembangunan perpanjangan runway,” ujar Kadishub Kalsel, M. Fitri Hernadi

Penerbangan perdana AirAsia ke Malaysia, yang semula pada 20 Oktober, dimajukan menjadi 22 September. Hal ini, menurut Fitri Hernadi bahwa pada pekan terakhir Oktober, maskapai Garuda Indonesia akan melakukan penerbangan 2 kali seminggu ke Jeddah (umroh), dengan melakukan Technical Landing di Hyderabad, India menggunakan pesawat dengan kapasitas 365 penumpang.

“Maskapai Lucky Air sedang melakukan persiapan untuk melayani penerbangan dari dan ke Syamsudin Noor menuju China (Guangzhou), perkiraan pada Oktober atau November 2025,” ungkap Fitri Hernadi.

Dengan telah dilakukannya penerbangan internasional melalui Bandara Syamsudin Noor, maka evaluasi 24 bulan sebagaimana Kepmenhub Nomor 30 Tahun 2025 terhadap status Internasional Bandara Syamsudin Noor, tidak perlu dilakukan. Sehingga status internasional akan tetap bertahan melekat di Bandara Syamsudin Noor.

Diketahui saat ini traffic penumpang di Bandara Syamsudin Noor sekitar 3,5 juta penumpang per tahun, dengan fasilitas terminal yang sudah semakin lengkap serta kapasitas yang mencukupi untuk melayani hingga 7-9 juta penumpang per tahunnya. Dalam prosedur penganggaran perpanjangan runway oleh Kemenhub dan PT Angkasa Pura Indonesia dipersyaratkan jumlah penumpang telah mecapai 5 juta penumpang per tahun, sehingga saat ini yang diperlukan adalah bagaimana rencana aksi, untuk peningkatan kunjungan dan lalu lintas orang melalui bandara Syamsudin Noor, baik untuk domestik maupun internasional.

Untuk penerbangan internasional, maskapai yang telah melakukan survei pasar dan melakukan audiensi dengan Pemprov Kalsel adalah AirAsia. Mereka mempersyaratkan minimum load factor penumpang per pesawat 80% agar maskapai mereka dapat secara berkelanjutan melayani penerbangan dari dan ke bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Supaya load factor tersebut terpenuhi, Gubernur, Muhidin telah menjamin dan menyusun beberapa strategi agar pada bulan pertama dan kedua penerbangan perdana dapat terisi lebih dari 80% dengan melibatkan promosi, kolaborasi serta pemberian insentif dan subsidi agar setiap maskapai yang melayani penerbangan internasional dari dan ke Kalsel, dapat fully booked. Sehingga ke depannya dapat membuka kesempatan maskapai lain untuk juga berkiprah melayani penerbangan internasional. (Biroadpim-RIW/RH)

Dukung Harmonisasi Penataan Ruang Laut, Gubernur Muhidin Ikuti Rakernas Kementerian Kelautan dan Perikanan

JAKARTA – Gubernur Kalsel Muhidin bersama petinggi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta, baru baru tadi.

Gubernur Kalsel mengikuti rakernis Kementerian Kelautan Perikanan RI di Jakarta

Rakernis ini bertujuan, memperkuat sinergi dan harmonisasi penataan ruang laut antara pemerintah pusat dan daerah.

Gubernur Muhidin mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan Rakernis ini, dan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dalam mewujudkan tara ruang laut yang terpadu, tangguh, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

“Melalui sinergi ini, diharapkan pembangunan di sektor kelautan dan perikanan dapat berjalan berkelanjutan,” ungkap Muhidin.

Mengingat, tata ruang laut yang baik akan menjadi pondasi penting bagi terwujudnya ekonomi biru dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono menyampaikan, bahwa sesuai arahan Gubernur, pihaknya terus mendorong berbagai program strategis penataan ruang laut. Salah satunya melalui rehabilitasi kawasan pesisir.

“Dislutkan Kalsel telah melakukan penanaman mangrove di dua kabupaten, di Tanah Bumbu dan Kotabaru,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rusdi, terumbu karang juga telah ditanam, untuk program karbon trading, saat ini masih dalam tahap kajian sehingga tahun depan akan terlihat hasilnya.

Perencanaan ruang laut harus mengedepankan keseimbangan antara aspek ekologi dan ekonomi, sehingga potensi potensi ruang laut dapat dikelola secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu pentingnya kolaborasi lintas sektor dan sinergi semua pihak, kita tidak mampu bekerja sendiri, untuk Kalsel yang lebih baik dan maju dengan merangkul semua pihak,” tutup Rusdi. (DISLUTKANKALSEL/SRI/RIW/RH)

Lestarikan Seni Lokal, Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Menyanyi Lagu Anak Bahasa Banjar

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi, melalui UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar Lomba Menyanyi Lagu Anak Bahasa Banjar, pada Rabu (16/7).

Kepada sejumlah wartawan disela lomba, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti mengatakan, lomba ini digelar untuk menciptakan generasi muda mencintai dan melestarikan bahasa daerah, karena maraknya lagu-lagu dewasa yang populer di kalangan anak-anak. Diharapkan dengan gelaran lomba ini, lagi Banjar dapat semakin dikenal, dan setiap lagunya akan dinikmati semua kalangan.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, saat diwancara

“Kami apresiasi lomba yang diikuti 30 peserta,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, Lomba Menyanyi Lagu Anak Bahasa Banjar, menghadirkan dewan juri kompeten. Yakni Sirajudin, dikenal sebagai Ketua PAPPRI Kalsel sekaligus musisi dan Komposer. Kemudian Maryanto, dosen seni Musik FKIP ULM Banjarmasin, dan Ridho Pangestu atau (Pandaz), musisi muda Banua yang memodernisasi musik Banjar melalui kanal YouTubenya.

“Dengan adanya lomba ini, menjadi wadah bagi anak-anak menyalurkan bakat melalui lagu yang sesuai usia,” jelas Yanti

Dewan Juri Lomba Menyanyi Lagu Bahasa Banjar

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, lomba ini merupakan bentuk tindak lanjut sebelumnya, dari pelaksanaan Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar yang sudah dilaksanakan UPTD Taman Budaya Kalsel. Dimana, peserta wajib membawakan lagu berjudul Anak Pipit dan satu lagu pilihan.

“Untuk lagu pilihan ada tiga, di antaranya Ulun Babakti ciptaan Suryani, Anak Paasian ciptaan Adhisty Eka Handriani, dan Kuda Gipang ciptaan Sri Helma Naila,” tutupnya

Lomba Menyanyi Lagu Anak Bahasa Banjar, dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, didampingi Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi, Nitta Aulia, serta Kasubbag TU Muntik Wadaf’i Massa, bertempat di Gedung Balairung Sari Banjarmasin. (NHF/RIW/RH)

Gelar Rakor Puldata, Pemprov Kalsel Kaji Kontribusi TNI Terhadap Swasembada Pangan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, menggelar Rapat Koordinasi Puldata Kajian Khusus Tentang Kontribusi TNI dalam Mewujudkan Swasembada Pangan di Banjarbaru, yang dilaksanakan pada Rabu (16/7).

Rakor Puldata Terkait Kajian Khusus Tentang Kontribusi TNI Terhadap Swasembada Pangan

Kegiatan ini menjadi langkah strategis mendukung program prioritas nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan pertahanan negara.

Rapat yang turut dihadiri Ketua Tim Puldata dari Mabes TNI, Mayor Jenderal TNI Supriyono, dan Brigjen TNI Ito Herdianto, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif TNI, dalam program cetak sawah dan optimalisasi lahan di Kalsel.

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Muhamad Muslim, menyampaikan, bahwa Kalsel memiliki peran vital dalam mencetak lumbung pangan nasional. 

“Kami berterima kasih atas kehadiran langsung tim Mabes TNI. Ini sangat strategis, karena kolaborasi ini bukan hanya soal pangan, tapi juga terkait penurunan angka stunting yang masih tinggi di Kalsel, yakni 22,9%, di atas rata-rata nasional,” ucap Muslim. 

Sementara itu, Ketua Tim Puldata dari Mabes TNI, Mayor Jenderal TNI Supriyono menyampaikan, bahwa kemandirian pangan merupakan bagian dari strategi pertahanan negara.

“Kalimantan Selatan punya potensi luar biasa. Jika kita sinergi, provinsi ini bisa menjadi pelopor kedaulatan pangan Indonesia” ujarnya.

Lebih lanjut Supriyono mengatakan, rapat ini bukan hanya sekadar pengumpulan data, tetapi juga menjadi bagian dari penyusunan rekomendasi strategis untuk Panglima TNI, yang akan menentukan arah kebijakan penguatan pertahanan negara melalui sektor pangan.

Ia menekankan pentingnya membangun sistem pangan nasional yang resilien dan berkelanjutan, dengan pendekatan lintas sektor dan keterlibatan masyarakat.

“Pangan adalah urusan lintas sektor dan dimensi. Mari kita lanjutkan pengabdian ini dengan keteguhan dan keberanian, agar bangsa ini mandiri, sejahtera, dan berdaulat,” tutup Supriyono

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, yang menyatakan bahwa pemerintah pusat menargetkan pencetakan sawah seluas 30.000 hektare, dan program optimalisasi lahan yang juga dikerjakan TNI.

“Cetak sawah ini sebagian besar dikerjakan oleh jajaran TNI, dan progresnya sangat baik. Kabupaten Banjar misalnya, sudah capai 62 persen, sementara Barito Kuala 20 persen,” ucap Syamsir.

Syamsir menekankan, bahwa dengan tambahan lahan ini, Kalsel bisa meningkatkan surplus produksi padi yang saat ini sudah mencapai 1 juta ton. 

“Kalau kita hitung 30 ribu hektare dikali 4 ton per hektare saja, itu penambahan signifikan bagi stok pangan nasional,” lanjut Syamsir.

Syamsir juga menyoroti tantangan koordinasi antarlembaga, khususnya soal data luas baku sawah dan produksi yang berbeda versi antara pemerintah daerah dan BPS. Selisih data dengan BPS mencapai 52 ribu ton. Ini tantangan serius karena berdampak pada kebijakan dan alokasi.

Kendati begitu, Ia menegaskan komitmen penuh Pemprov Kalsel dalam mendukung kolaborasi lintas sektor demi kepentingan rakyat.

“Kalimantan Selatan akan menjadi penyuplai utama pangan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).  Kita sudah siapkan klaster: padi dari Barito Kuala, Tanah Laut, Banjar, dan Tapin, sementara sayur-sayuran dari Hulu Sungai,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Perkuat Kebersamaan Sambut Tahun Baru Islam, Diskominfo Kalsel Gelar Masak Bersama Bubur Assyura

BANJARBARU – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan memasak bubur Assyura di halaman belakang Kantor Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (16/7).

Suasana proses pembuatan Bubur Asyura yang dilaksanakan di Diskominfo Kalsel

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh pegawai, sebagai bentuk kebersamaan dan pelestarian tradisi. Bubur Assyura yang dimasak secara gotong royong ini kemudian dinikmati bersama, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di lingkungan kerja.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim melalui Plt. Sekretaris Dinas Kominfo, Sucilianita Akbar menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga sebagai ajang mempererat kebersamaan antar pegawai.

“Ini merupakan salah satu cara kami memperingati Tahun Baru Islam, sekaligus menjadi momentum kebersamaan. Mulai dari mempersiapkan bahan, memasak, hingga menyantap bubur, semuanya dilakukan bersama – sama. Harapannya, seluruh pegawai tetap akur, semangat, dan rasa kekeluargaannya semakin erat sehingga bisa berdampak pada kualitas kerja yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Sekitar 300 porsi bubur Asyura serta bubur ayam hingga minuman, disediakan dan dibagikan untuk seluruh pegawai Diskominfo Kalsel.

Suci juga berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari budaya kerja yang harmonis.

“Semoga hal positif ini terus berlanjut setiap tahunnya, karena bukan hanya tentang peringatannya, tetapi tentang nilai kebersamaan yang tercipta di dalamnya,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Majukan Destinasi Wisata, Dispar Kalsel Lanjutkan Bimtek Story Telling Ke Tapin

TAPIN – Dalam rangka memajukan destinasi wisata, Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat, kembali melanjutkan Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, ke Kabupaten Tapin, pada Rabu (16/7).

Suasana Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, di Kabupaten Tapin

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Mugeni dalam sambutannya menjelaskan, Bimtek Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025 ini, dilaksanakan sejalan dengan perkembangan dunia pariwisata, untuk lebih maju ke depannya.

Oleh karena itu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) harus memiliki kemampuan untuk bercerita (story telling).

“Destinasi di Kabupaten Tapin ini sangat banyak, seperti alam, religi, dan tentu memiliki berbagai cerita tentang sejarah, budaya, dan keunikannya,” ucap Mugeni

Mugeni menjelaskan, dengan kemampuan bercerita yang baik, maka Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga memberi pengalaman yang mengesankan kepada wisawatan. Dimana diharapkan, nantinya berdampak pada peningkatan pendapatan bagi ekonomi kreatif di destinasi wisata tersebut.

“Mari kita bersama-sama untuk semakin memajukan destinasi wisata,” tutupnya

Foto bersama : sumber (HumasDisparKalsel)

Pada kesempatan Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, Dinas Pariwisata menggandeng praktisi story telling asli Banua, Novyandi Saputra dan Bayu Bestari Saputra selaku narasumber utama.

Masing – masing membawakan materi bertemakan “Narasi Lokal, Impact Global” dan “Cerita Lokal untuk Wisata”. (DISPAR.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Kembali Gelar Pelatihan Wiramuda, Dispora Kalsel Sasar Pemuda Kabupaten Balangan dan Tabalong

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, kembali melaksanakan Pelatihan Wirausaha Muda (Wiramuda). Kali ini sasaran pelatihannya, adalah pemuda Kabupaten Balangan serta Tabalong. Pelatihan berlangsung di salah satu hotel di Banjarmasin, pada Rabu (16/7).

Usai membuka pelatihan, Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan, terhadap peningkatan program Wiramuda di Banua.

Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah

“Kegiatan Wiramuda ini bertujuan, untuk membekali generasi muda Banua, dengan keterampilan kewirausahaan yang relevan, dengan perkembangan zaman,” ungkap Anugrah.

Dikatakan Anugrah, program ini dirancang untuk membantu pemuda menjadi wirausaha yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di era digital saat ini.

“Dispora Kalsel berharap, kegiatan ini dapat membentuk wirausaha muda yang dapat menopang perekonomian daerah,” ucap Anugrah.

Sementara itu, Ketua Panitia Denny Saputra menyampaikan, pelaksanaan pelatihan Wiramuda ini, untuk meningkatkan keterampilan Pemuda dalam menjalankan usahanya.

Dimana Dispora Kalsel memberikan dukungan terhadap peningkatan kemampuan Wiramuda di Provinsi Kalimantan Selatan.

Pelatihan Wiramuda ini diikuti 25 Pemuda dan Pemudi dari Kabupaten Balangan, serta 25 peserta dari Kabupaten Tabalong. Sehingga total peserta mencapai 50 orang. (SRI/RIW/RH)

Tertarik Loker Ke Luar Negeri, Pencari Kerja Diminta Gali Informasi di Lembaga Resmi

BANJARMASIN – Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Kalimantan Selatan, turut hadir meramaikan bursa kerja pada Naker Fest atau Job Fair Kalsel Tahun 2025, di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin. Naker Fest digelar sejak 15 hingga 17 Juli 2025.

Pengantar Kerja Ahli Muda BP3MI Provinsi Kalimantan Selatan Fatmawati mengatakan, pada bursa kerja tahun ini, pihaknya membuka kesempatan kerja, untuk sektor kesehatan, khusus tenaga kerja keperawatan di Jerman.

Pengantar Kerja Ahli Muda BP3MI Kalsel Fatmawati

“Namun akan dibuka juga untuk kesempatan kerja ke Kanada, Jepang, serta Korea Selatan, untuk bidang manufaktur dan perikanan,” ungkapnya, kepada Abdi Persada, Rabu (16/7).

Kesempatan kerja tersebut merupakan kerjasama antar pemerintah. Sehingga terbuka lebar peluang kerja ini, untuk masyarakat Kalimantan Selatan yang ingin bekerja di luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, diingatkan juga kepada para pencari lowongan kerja ke luar negeri, untuk melakukan pengecekan informasi akurat, melalui media sosial Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Kalsel.

“Pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri, hendaknya memastikan informasi lowongan kerja atau loker ke luar negeri, dari sumber yang dapat dipercaya,” ucapnya.

Mengingat, lanjutnya, saat ini banyak informasi loker di media sosial, yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Pencari kerja yang ingin mencari informasi pekerjaan ke luar negeri, juga dapat langsung menghubungi Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia atau kantor Dinas Tenaga Kerja terdekat di 13 Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan,” ujar Fatma. (SRI/RIW/RH)

DPRD Kalsel, Gelar Paripurna Pengambilan Keputusan Perubahan APBD TA 2025

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar Rapat Paripurna dalam rangka pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Rapat dilaksanakan pada Rabu (16/7) di Gedung DPRD Provinsi Kalsel, di Banjarmasin.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Alpiya Rahman, Desy Oktavia Sari, serta Sekretaris DPRD Kalsel Muhammad Jaini. Turut hadir Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, para anggota DPRD, jajaran pemerintah provinsi, serta unsur Forkopimda.

Salah satu fokus utama paripurna kali ini, yakni penyampaian laporan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar), dan pengambilan keputusan terhadap raperda.

Laporan Banggar disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalsel, Alpiya Rakhman, yang menyampaikan bahwa perubahan APBD dilakukan sebagai penyesuaian terhadap dinamika dan tantangan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat belanja pada sektor-sektor strategis.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Alpiya Rakhman, membacakan APBD P 2025

“Perubahan APBD ini diarahkan untuk mengoptimalkan capaian program pembangunan, meningkatkan efektivitas belanja, dan menyesuaikan kebijakan fiskal yang berlaku. Hal ini penting agar program – program prioritas dapat berjalan tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam laporan yang dibacakan Alpiya, seluruh fraksi di DPRD menyatakan persetujuan terhadap raperda perubahan APBD, dengan berbagai catatan strategis. Beberapa fraksi menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan publik, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, serta transparansi dalam pelaksanaan program.

Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara eksekutif dan legislatif. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan memerlukan dukungan seluruh pihak, termasuk kehati-hatian dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran.

Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, saat memberikan tanggapan

Hasnuryadi menyampaikan, bahwa perubahan APBD tahun ini sejalan dengan tema pembangunan daerah, yakni pemantapan daya saing melalui penguatan infrastruktur dan pelayanan publik, demi mendukung visi Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan.

Dengan ditetapkannya Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalsel berharap pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Banua. (ADV-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version