Kembali Gelar Pelatihan Wiramuda, Dispora Kalsel Sasar Pemuda Tanbu dan Kotabaru

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali melaksanakan Pelatihan Wirausaha Muda, Pelatihan kali ini untuk Pemuda Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, yang berlangsung di Kota Banjarmasin, Rabu (23/7).

Pelatihan dibuka Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernadi, didampingi Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah.

Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah

Anugrah menyampaikan, Pelatihan Wirausaha Muda bagi Pemuda Kabupaten Tanah Bumbu serta Kotabaru ini, dilaksanakan selama 3 hari terhitung 23 hingga 25 Juli 2025.

“Peserta pelatihan Wiramuda, akan diberikan materi mengenai bagaimana meningkatkan kreativitas Wiramuda, memasarkan produk di era digital,” ungkapnya.

Tujuannya agatlr Wiramuda di daerah dapat bersaing, di tengah kemajuan teknologi saat ini.

“Pelatihan Wiramuda kali ini, mendatangkan narasumber dari pelaku usaha muda, yang telah sukses menjalankan usahanya di usia muda,” ucapnya.

Sehingga diharapkan, lanjutnya, dapat memberikan ilmunya untuk para Wiramuda yang mengikuti pelatihan ini.

Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menilai, sektor usaha yang diminati pemuda Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, sudah merata. Dengan kata lain, tidak lagi hanya terfokus pada satu bidang yaitu kuliner.

“Di Tanah Bumbu, minat usaha para pemuda tidak hanya didominasi sektor kuliner, tetapi sudah merata pada sektor lainnya. Contohnya pada usaha cinderamata,” ujarnya.

Anugrah berharap, minat berwirausaha di Kabupaten Tanah Bumbu serta Kotabaru, kedepannya akan bertambah tinggi.

“Dispora Kalsel terus memberikan dukungan terhadap peningkatan minat Wiramuda di Banua, dengan memberikan pelatihan kepada pemuda di 13 Kabupaten dan Kota secara bergantian,” ucap Anugrah. (SRI/RIW/RH)

Resmi Dimulai, TMMD Ke-125 Tahun 2025 Targetkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar

BANJARMASIN – Program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-125 Tahun 2025, resmi dimulai di Banjarmasin, Rabu (23/7). Peresmian ditandai dengan upacara pembukaan di halaman balaikota, dengan Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, sebagai pembinanya.

Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus menyampaikan, TMMD di Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan di dua tempat. Yaitu di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus

“Saat ini untuk pelaksanaan TMMD di Kalsel dilaksanakan di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

TMMD, menurut Ilham merupakan bukti nyata, komitmen TNI Angkatan Darat dan pemerintah daerah, mewujudkan percepatan pembangunan di kawasan pedesaan.

“Selain itu, TMMD juga menjadi wadah bagi Korem, Kodim, dan pemerintah daerah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan,” ucapnya.

TMMD tahun ini, mengangkat tema Mewujudkan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah, termasuk di Kota Banjarmasin. Khusus di kota seribu sungai ini, TMMD dipusatkan di kawasan Mantuil, dengan rencana pembangunan jalan, jembatan, tempat ibadah, serta perbaikan sanitasi.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa ke-125 Tahun 2025 di kawasan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Seperti disampaikan Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin.

“Pemerintah kota berharap kedepannya dapat terus bersinergi dengan pihak TNI. Terutama terkait TMMD, yang diharapkan dapat terus dilanjutkan serta ditingkatkan,” ujar Yamin.

Dimana tujuannya, agar wilayah tertinggal di Kota Banjarmasin dapat terjangkau seluruhnya, dan tidak ada lagi wilayah tertinggal.

“Pemko Banjarmasin selama ini juga telah mendapatkan dukungan dari TNI, untuk melaksanakan program program pembangunan,” ucap Yamin. (SRI/RIW/RH)

Koperasi Merah Putih di Kalsel, Segera Miliki Apotek dan Klinik Desa

BANJAR – Upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat desa di Kalimantan Selatan, terus dilakukan pemerintah provinsi. Salah satunya melalui pembentukan Apotek Koperasi Desa Merah Putih di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Apotek dan Klinik Desa ini direncanakan tidak hanya terdapat pada Koperasi Desa Merah Putih di Desa Indrasari, namun juga diseluruh Koperasi Desa Merah Putih di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Diauddin menyampaikan, bahwa upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat desa terus dilakukan pemerintah provinsi, salah satunya melalui pembentukan Apotek Koperasi Desa Merah Putih di Desa Indrasari, Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin

Program ini bertujuan untuk memperkuat integrasi pelayanan dasar di desa, dimana setiap Koperasi Merah Putih nantinya, akan memiliki apotek dan klinik desa yang merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan, kepada masyarakat.

“Setiap Koperasi Merah Putih nantinya akan memiliki apotek dan klinik desa. Ini bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan desa,” ungkap Diauddin.

Diauddin menambahkan, Program ini merupakan bagian dari inisiatif program nasional Koperasi Merah Putih, yang menargetkan pendirian apotek dan klinik desa di seluruh Indonesia.

“Kami dari Dinas Kesehatan siap mendampingi agar apotek desa ini dapat berjalan lancar dan benar-benar bermanfaat bagi warga,” lanjut Diauddin.

Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, ungkap Diauddin, memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran proses perizinan apotek dan klinik desa. Dimana diharapkan, kehadiran apotek dan klinik desa mampu memberikan dampak peningkatan ekonomi, yang sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat pelayanan dasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal berbasis desa.

“Di Kalimantan Selatan sendiri program ini ditargetkan menjangkau seluruh desa secara bertahap, melalui kolaborasi antara koperasi, pemerintah, dan pelaku UMKM,” tutup Diauddin. (MRF/RIW/RH)

Hadiri Milad ke-17, Gubernur Muhidin Terima PGM Award 2025

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, menghadiri milad atau hari jadi ke-17, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) pada Rabu (23/7) di Auditorium H.M. Rasyidi Kemenag RI di Jakarta.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan berfoto bersama usai menerima PGM Award 2025 mewakili Gubernur Muhidin

Pada kesempatan ini, Gubernur, Muhidin menerima penghargaan PGM Award 2025, atas dedikasi dan kontribusi dalam membangun kemitraan lahirnya madrasah yang Mandiri, Berprestasi, Maju Bermutu dan Mendunia.

Penghargaan diserahkan Menteri Agama RI, yang diwakili Dirjen GTK Kementrian Agama RI, Tobib Al Asyhar, yang juga membuka milad ke-17 Perkumpulan Guru Madrasah (PGM).

“Gubernur sangat mengapresiasi penghargaan ini, dan berharap dapat memotivasi para kepala daerah di Kalimantan Selatan, untuk mendukung pendidikan agama Islam, dan kegiatan belajar mengajar diseluruh tingkatan madrasah,” ujar Ariadi Noor saat dikonfirmasi Abdi Persada FM.

Lebih lanjut Ariadi menegaskan, perhatian Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap peningkatan kesejahteraan para guru madrasah, sejalan dengan visi misi Gubernur, Muhidin dan Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman. Yakni Berkelanjutan Berbudaya Religi dan Sejahtera.

“Gubernur juga berkomitmen untuk memodernisasi pesantren, agar kualitas pendidikannya meningkat, yang ujung – ujungnya juga akan meningkatkan kesehatan para guru”, tutupnya.

PGM Award 2025 untuk kepala daerah tingkat provinsi, hanya diberikan kepada dua gubernur di Indonesia. Yakni Gubernur Maluku Utara, dan Gubernur Kalsel, Muhidin. Sementara di tingkat kabupaten kota, 6 daerah di Kalsel juga berhasil mendapatkan PGM Award. Yakni Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Balangan, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

Dengan raihan 7 penghargaan ini, Kalimantan Selatan menjadi provinsi yang paling banyak menerima PGM Award 2025. Hal ini juga menjadi bukti, bahwa Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kota di Kalimantan Selatan, berkomitmen terhadap pembangunan SDM yang cerdas dan berakhlak mulia, sebagai bagian penting dari peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia. (RIW/RH)

DPRD Kalsel Dorong Pemerintahan Bersih dan Transparan

BANJARMASIN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, berkomitmen mewujudkan perencanaan dan penganggaran yang transparan dan akuntabel.

Hal tersebut Ia sampaikan, ketika memberi sambutan pada kegiatan Rapat Koordinasi Supervisi, Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi oleh KPK RI yang dilaksanakan secara daring, pada Rabu, (23/7) di Banjarmasin.

“Perencanaan dan penganggaran merupakan hal yang penting untuk memitigasi kerawanan korupsi. DPRD Kalsel melalui fungsi pengawasan penganggaran dan pembentukan perda tetap mengawal agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan perundang-undangan,” ujar politisi Golkar tersebut.

Suasana zoom meeting di ruang B DPRD Kalsel

Sejalan dengan pihak eksekutif, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman yang turut berhadir dalam rapat koordinasi tersebut, menyatakan komitmen yang sama, guna mewujudkan tata kelola daerah yang bersih, transparan dan akuntabel.

Ketua DPRD Kalsel menambahkan, fungsi pengawasan yang melekat pada lembaga legislatif akan terus dioptimalkan untuk memastikan bahwa setiap proses perencanaan dan penganggaran yang dilakukan pemerintah daerah, berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Ketua DPRD Kalsel, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel dan Sekretaris DPRD Kalsel

“Dengan sinergi yang baik antara eksekutif, legislatif, dan KPK, kita optimis upaya pencegahan korupsi di daerah akan semakin efektif,” ujar Supian HK.

Tak hanya itu, Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kalsel, untuk berkomitmen menanamkan nilai-nilai integritas, tidak hanya di tataran kebijakan, tetapi juga dalam pelaksanaan di lapangan. (ADV-NHF/RIW/RH)

Pemprov Kalsel, Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Bersih dan Transparan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmen, dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi Terkait Perencanaan dan Penganggaran yang digelar secara daring, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (23/7).

Wakil Gubernur Kalsel beserta jajaran menghadiri rakor bersama KPK secara daring.(foto: Biro Adpim)

Hasnuryadi menyampaikan apresiasi kepada KPK RI, yang telah menginisiasi forum ini. Menurutnya, hasil evaluasi maupun rekomendasi yang disampaikan, akan menjadi landasan penting untuk perbaikan tata kelola keuangan daerah ke depan.

“Pemprov berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi yang disampaikan. Kami berharap seluruh pemerintah daerah se-Kalsel memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik, dan bebas dari praktik korupsi,” tegasnya.

Hasnuryadi menilai, rakor seperti ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Forum seperti ini penting untuk memastikan sinergi antar lembaga dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada masyarakat,” tambahnya

Paparan utama dalam rakor disampaikan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK, Ely Kusumastuti. Ia mengulas berbagai titik rawan dan modus korupsi dalam proses perencanaan dan penganggaran di daerah.

Situasi ini, menurut Ely, berisiko tinggi memunculkan praktik korupsi dalam perencanaan anggaran daerah.

“Titik rawan korupsi sering kali muncul dalam proses pokok pikiran dan penyaluran hibah karena minimnya transparansi dan potensi konflik kepentingan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalsel, Ayi Riyanto menyampaikan hasil evaluasi, terhadap perencanaan dan penganggaran APBD Tahun Anggaran 2025 di seluruh pemerintahan daerah se-Kalsel.

Tanggapan dari Pemprov Kalsel atas hasil evaluasi ini disampaikan Kepala Inspektorat Akhmad Fydayeen, dan dilanjutkan Plt. Kepala Bappeda Kalsel, Galuh Tantri Narindra.

Keduanya menyatakan kesiapan Pemprov Kalsel untuk memperbaiki proses perencanaan dan penganggaran sesuai rekomendasi yang diberikan.

Rakor tersebut juga diikuti staf ahli dan tenaga ahli gubernur, para asisten, serta kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Sementara dari lokasi terpisah, hadir pula Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan anggota, para bupati/wali kota, serta pihak-pihak terkait lainnya. (SYA/RIW/RH)

Bank Kalsel Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan di Tengah Tantangan Global dan Nasional

BANJARMASIN – Di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, termasuk penyesuaian suku bunga acuan ekonomi nasional yang lesu, perlambatan pertumbuhan kredit perbankan nasional, serta meningkatnya kehati-hatian dalam penyaluran kredit, Bank Kalsel tetap menunjukkan kinerja yang stabil dan terkendali sepanjang Kuartal II 2025.

Hal tersebut dapat dilihat dari Bank Kalsel yang berhasil membukukan laba konsolidasi sebesar Rp261,55 miliar, tumbuh 15,36% secara tahunan.

Per Juni 2025, Bank Kalsel juga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar Rp29,26 triliun, meningkat 17,87% dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY).

Peningkatan aset tersebut turut ditopang tumbuhnya Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp22,05 triliun, tumbuh 18,04% YoY. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi, terhadap layanan perbankan Bank Kalsel, di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa kinerja positif pada Kuartal II ini menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel dalam menjaga keberlanjutan bisnis secara hati-hati dan bertanggung jawab.

“Kami bersyukur dapat melalui paruh pertama tahun ini dengan tetap menjaga kestabilan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Di tengah tantangan eksternal dan perlambatan beberapa sektor, fokus kami tetap pada penguatan fundamental yakni kredit yang berkualitas, efisiensi operasional, dan peningkatan kualitas layanan,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi pembiayaan, total penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat sebesar Rp14,32 triliun, atau mengalami penurunan tipis sebesar 0,49% secara tahunan.

Kinerja ini dipengaruhi penyesuaian internal dalam menjaga kualitas portofolio, seiring dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dinamika ekonomi dan potensi risiko pembiayaan di beberapa sektor.

Rasio-rasio keuangan utama Bank Kalsel tetap berada dalam batas sehat dan terkendali, di antaranya, ROA 1,85%, NIM 5,30%, BOPO 80,34%, NPL (gross) 3,56%, LDR: 64,97%, Fee Based Income 22,50%, dan CASA (Current Account Saving Account): 66,72%.

Kinerja ini menunjukkan bahwa Bank Kalsel tetap mampu menjaga kinerjanya di tengah kondisi yang menantang.

“Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan semata, tetapi juga menjaga keseimbangan antara risiko dan peluang. Kuartal III ke depan, kami akan terus memperkuat fungsi intermediasi, mendorong inovasi layanan, serta memperluas dukungan pembiayaan khususnya bagi sektor-sektor produktif di daerah,” pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RH)

Resmikan Kalsel Park Mandiangin, Wagub Hasnuryadi; Wisata Alam Kekinian di Jantung Tahura Sultan Adam

BANJAR – Kalimantan Selatan kini memiliki destinasi wisata alam terbaru yang memadukan keindahan lanskap hutan tropis, dengan sentuhan modern bernama Kalsel Park Mandiangin.

Kalsel Park Mandiangin dilengkapi dengan fasilitas menginap setara hotel bintang tiga

Bertempat di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, destinasi ini resmi dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, Selasa (22/7) petang.

Berlokasi di ketinggian perbukitan yang sejuk dan asri, Kalsel Park menghadirkan konsep wisata yang menyatu dengan alam, namun tetap mengutamakan kenyamanan. Fasilitas seperti glamping (glamorous camping), mini kabin, camping ground, cafe dengan panorama alam, hingga amfiteater budaya, menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari destinasi wisata lain di Kalimantan Selatan.

Wakil Gubernur Hasnuryadi menyebut, kerja sama jangka panjang antara Pemprov Kalsel dan Shafwah Group, sebagai langkah strategis yang diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang.

“Kerjasama awal selama lima tahun ini dapat diperpanjang hingga 20 tahun, dan saya berharap ini menjadi legacy (warisan) kita bersama. Kata kuncinya adalah keberlanjutan, bukan hanya mampu membangun, tetapi bagaimana menjaga dan merawatnya,” ujar Hasnuryadi dalam sambutannya.

Wagub juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah di kawasan wisata, mengingat sampah, menurutnya, merupakan tantangan utama di berbagai destinasi, baik lokal maupun internasional. Selain itu, penggunaan energi baru terbarukan (EBT) juga menjadi perhatian serius.

“Saya senang karena sudah ada lampu tenaga surya. Ke depan kita dapat eksplorasi lebih jauh, mungkin dengan tenaga air. Kita harus adil, bukan hanya kepada manusia, tapi juga kepada alam, flora dan fauna,” tambahnya.

Founder dan CEO Shafwah Group, Muhammad Helmi menyampaikan, bahwa Kalsel Park bukan hanya tempat wisata, tapi juga panggung pelestarian budaya Banua. Amfiteater yang dibangun di kawasan ini akan menjadi ruang ekspresi seni lokal.

“Kami menggandeng berbagai komunitas seni untuk tampil secara rutin setiap pekan. Ini adalah ruang bagi budaya lokal untuk hidup dan berkembang,” ujarnya.

Selain itu, kawasan sekitar Kalsel Park juga akan dikembangkan untuk menarik wisatawan mancanegara, terutama yang berminat pada ekowisata dan konservasi.

Jalur trekking edukatif akan dibangun bersama UPTD Tahura Sultan Adam, dengan papan informasi mengenai spesies tanaman, usia pepohonan, hingga karakteristik geologi kawasan.

“Kami juga akan menyediakan fasilitas penyewaan sepeda agar pengunjung dapat menjelajahi Tahura dengan cara yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra menegaskan, dukungan terhadap pengembangan Kalsel Park sebagai ikon wisata alam baru di Kalimantan Selatan. Pihaknya tengah menyiapkan berbagai paket wisata tematik untuk mendongkrak kunjungan, baik dari wisatawan lokal maupun internasional.

Tak hanya itu, Dishut Kalsel juga menandatangani kerja sama operasional dengan PT Sinergi untuk mengelola aktivitas wisata Jet Ski di kawasan Bukit Batu, bagian dari Tahura Sultan Adam, sebagai tambahan atraksi wisata berbasis air.

“Kami ingin pengalaman wisata di Tahura semakin lengkap. Wisata alam, budaya, edukasi, hingga wisata air, semuanya bisa dinikmati di sini,” ungkapnya. (SYA/RIW/RH)

Museum Keliling Hidupkan Pembelajaran Sejarah Di SMAN 1 Kusan Hilir

TANAH BUMBU – Puluhan pelajar SMAN 1 Kusan Hilir mendapatkan pengalaman berbeda saat belajar sejarah. Melalui program Museum Keliling yang digelar Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, siswa bisa melihat langsung koleksi benda bersejarah tanpa harus pergi ke museum di Banjarbaru.

Kegiatan yang melibatkan 100 pelajar ini menghadirkan pameran mini bertema Kerajaan Pagatan dan Lintasan Sejarah Kalimantan Selatan. Koleksi yang dipamerkan mencakup berbagai era sejarah, mulai dari prasejarah, masa Hindu-Buddha, Kesultanan Banjar, hingga masa kolonialisme.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan bahwa Museum Keliling merupakan cara untuk mendekatkan sejarah kepada pelajar secara langsung dan menyenangkan.

“Kami ingin museum hadir di tengah masyarakat. Lewat program ini, pelajar tidak hanya belajar dari buku, tapi bisa melihat langsung bukti-bukti sejarah yang nyata,” ujarnya, di sela kegiatan, Rabu (16/7).

Kepala Muslam Kalsel (kiri) menyerahkan cinderamata kepada perwakilan SMAN 1 Kusan Hilir.(foto: MuslamKalsel)

Koleksi yang dibawa meliputi kapak prasejarah, naskah kuno, senjata tradisional, naskah perjanjian VOC dengan Kesultanan Banjar tahun 1787, hingga lukisan tokoh-tokoh penting seperti Sultan Adam dan Pangeran Antasari. Semua ditata dalam bentuk pameran mini yang disesuaikan dengan ruang sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik kehadiran museum di lingkungan mereka. Wakil Kepala SMAN 1 Kusan Hilir Bidang Sarana dan Prasarana, Agus Pramono, menyebut kegiatan ini sebagai pengalaman langka.

“Sejak sekolah ini berdiri, baru kali ini ada kegiatan seperti ini. Siswa sangat antusias, dan kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun,” ungkapnya.

Museum Lambung Mangkurat akan terus melanjutkan kegiatan Museum Keliling ke berbagai sekolah lain di Kalimantan Selatan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman sejarah lokal sejak bangku sekolah.(MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Museum Lambung Mangkurat, Berikan Edukasi Sejarah Pagatan ke Guru Tanah Bumbu

TANAH BUMBU – Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya.

Melalui program Ceramah dan Dialog Permuseuman, museum milik Pemprov Kalsel ini, menyasar tenaga pendidik sejarah di Tanah Bumbu untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang warisan budaya lokal.

Suasana ceramah dan dialog permuseuman di SMAN 1 Kusan Hilir.(foto: MuslamKalsel)

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan edukatif kultural yang diberikan museum kepada masyarakat, khususnya kalangan pendidik dan pelajar.

“Ceramah dan Dialog Permuseuman bukan sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi bagian dari strategi kami dalam memposisikan museum sebagai ruang belajar yang hidup, tempat masyarakat mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai lokal secara langsung,” ujarnya di sela kegiatan yang digelar di SMAN 1 Kusan Hilir, Tanah Bumbu, Selasa (15/7).

Dalam kegiatan ini, sebanyak 100 guru bidang studi sejarah dari wilayah Pagatan mengikuti sesi dialog yang menghadirkan narasumber akademisi dari FKIP Ilmu Sejarah Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur.

Ia membawakan materi tentang Sejarah Kerajaan Pagatan, salah satu entitas penting dalam sejarah lokal Kalimantan Selatan.

Menurut Taufik Akbar, pendekatan langsung ke sekolah-sekolah adalah salah satu langkah untuk memperluas jangkauan museum sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah daerahnya sendiri.

Ia juga menambahkan, kehadiran guru-guru sebagai peserta, diharapkan dapat menularkan pengetahuan yang mereka dapatkan kepada para siswa di sekolah masing-masing.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami tidak hanya ingin menambah wawasan peserta, tapi juga memantik kesadaran pentingnya pelestarian benda-benda bersejarah. Museum bukan sekadar tempat penyimpanan barang kuno, tapi laboratorium pembelajaran sejarah yang dinamis,” tambahnya.

Ia pun mengapresiasi dukungan pihak sekolah dan pemerintah daerah setempat atas terselenggaranya kegiatan ini, serta mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan keberadaan benda-benda bersejarah yang ada di lingkungan mereka agar dapat diverifikasi dan dilindungi.

Taufik Akbar menegaskan, Museum Lambung Mangkurat akan terus menggencarkan program serupa di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari upaya mendekatkan museum kepada publik.(MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Exit mobile version