BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Kalsel yang ke-61 dan juga bertujuan untuk berbagi kebahagiaan serta mengingatkan akan makna berbagi dalam kehidupan bermasyarakat, Ikatan Istri Pegawai (IIP) Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menyerahkan bantuan kepada 2 (dua) Panti Asuhan. Yakni berupa sembako untuk kebutuhan sehari hari dan juga santunan secara langsung kepada anak-anak panti.
Bantuan ini diserahkan secara bergantian oleh Istri Direktur Utama Bank Kalsel, Miliyani kepada Ketua Panti Asuhan Putri Asri, Rahma dan Ketua Panti Asuhan Ibnu Ruslan Asy Syafiiyah, Nurwana Hidayati. Kegiatan tersebut juga turut disaksikan para istri Pegawai Bank Kalsel dan seluruh anak-anak panti asuhan yang berhadir.
Kunjungan pertama dilakukan ke Panti Asuhan Anak Yatim Piatu Putri Asri yang menampung sebanyak 43 anak, berlokasi di Jalan Tol KM 9, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Dilanjutkan ke Panti Asuhan Ibnu Ruslan Asy Syafiiyah yang menampung 15 anak yang bertempat di Malintang Gambut, Kabupaten Banjar.
Dalam Sambutannya, Istri Direktur Utama Bank Kalsel, Miliyani menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Kegiatan berbagi ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Semoga apa yang diberikan hari ini dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak di Panti Asuhan Putri Asri dan menjadi berkah bagi kita semua,” ucap Miliyani.
Selanjutnya, Ketua Panti Asuhan Putri Asri, Rahma mengungkapkan apresiasinya terhadap kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Bank Kalsel, dan berharap dapat bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi Bank Kalsel.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan kepedulian Bank Kalsel terhadap anak-anak di sini. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Rahma.
Sebagai Informasi, bagi donatur yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu yang membutuhkan, dapat berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Kalsel melalui UPZ menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui rekening Bank Kalsel Syariah dengan nomor 6500844928 (Zakat) dan 6500846214 (Infak dan sedekah) atas nama Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel dan bisa konfirmasi transfer melalui WA UPZ di nomor 0811505153. (ADV-RIW/RDM/RH)
BATOLA – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Trisya, disambut hangat masyarakat Desa Beringin Alalak, Kabupaten Batola di Masjid Jami Nurul Arafah, Desa Beringin, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, Minggu (23/3) sore.
Selain masyarakat, kedatangan orang nomor dua di Kalimantan Selatan itu juga disambut Bupati dan Wakil Bupati Batola, Bahrul Ilmi dan Herman Susilo. Kedatangan Wakil Gubernur Kalsel kali ini dalam rangka kegiatan Safari Ramadhan 1446 Hijriah.
Wagub Kalsel dan Bupati Batola menandatangani prasasti peresmian Masjid Jami Nurul Arafah
Diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Wagub Hasnuryadi, tanda diresmikannya Masjid Jami Nurul Arafah pasca renovasi. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan – sambutan serta pemberian cinderamata dari Wakil Gubernur Kalsel kepada Bupati dan Wakil Bupati Batola.
Dalam sambutannya, Wagub Hasnuryadi Sulaiman mengungkapkan, bahwa mendiang abah beliau yakni Abdussamad Sulaiman HB atau Haji Leman semasa hidupnya pernah berpesan kepadanya untuk memajukan Kabupaten Batola.
Wagub Kalsel saat memberi sambutan pada Safari Ramadhan di Batola
“Kebetulan abah kami asli orang Batola, maka dari itu beliau ingin sekali memajukan Kabupaten Batola. Disini kita ada usaha sawit, tujuannya agar membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar dan menggerakkan ekonomi, kemudian kita juga memiliki sekolah SMP dan SMA yakni Global Islamic Boarding School (GIBS) hingga Politeknik Hasnur,” ungkap Hasnur.
Hasnur melanjutkan ceritanya, tentang bagaimana perjuangan abahnya dalam membangun sepakbola di Kalimantan Selatan.
“Nama Barito Putera pun, terinspirasi dari nama sungai di sini yakni Sungai Barito,” terang Hasnur.
Hasnur juga meyakini, di era pemerintahan yang baru, yakni di bawah kepemimpinan Bahrul Ilmi dan Herman Susilo, Kabupaten Batola akan semakin maju dan lebih baik lagi.
“Saya yakin, di bawah kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati, Bahrul Ilmi dan Herman Susilo, Kabupaten Batola pasti akan lebih maju, meneruskan apa yang sudah dibangun oleh pemimpin Batola sebelumnya,” tutur Hasnur.
Sementara itu, Bupati Batola, Bahrul Ilmi menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemprov Kalsel yang selalu memberikan dukungan terhadap pembangunan di daerahnya.
Sebagai Bupati, saya sangat termotivasi bagaimana perjuangan Almarhum Abah Haji Leman dalam membangun Kabupaten Batola. Sudah tidak bisa diragukan lagi, bahkan makam beliau pun terletak di Kabupaten Batola. Terimakasih kepada Pak Wagub Hasnur yang berkomitmen untuk meneruskan perjuangan Almarhum Haji Leman dalam memajukan dan mensejahterakan Kabupaten Batola,” tandas Bahrul.
Tampak hadir pejabat lingkup Kalsel, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Direktur RSUD Ulin, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Kepala Biro Umum Serta Forkopimda Kabupaten Batola. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Penuh suasana kebersamaan, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin melakukan sahur bersama jajaran Pimpinan SKPD Provinsi Kalsel di kediaman pribadinya, Jalan Lingkar Dalam Selatan, Kota Banjarmasin, pada Minggu (23/3) dini hari.
Gubernur dan Wagub Kalsel mengobrol menunggu waktu bersahur
Terlihat sejumlah petugas tampak melakukan persiapan sahur. Mulai menyiapkan panggangan daging, sayur-sayuran hingga menu lainnya.
Aroma masakan begitu menggoda selera para hadirin yang mulai berdatangan. Meja bundar diisi sejumlah kepala dinas dan jajaran Forkopimda yang tengah berdialog dengan Gubernur Kalsel, Muhidin.
Tampak hadir Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin serta para pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kalsel
Selanjutnya, sekitar pukul 03.15 WITA, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman beserta rombongan tiba di kediaman. Di meja itu, Gubernur, Muhidin menyambut hangat dengan bersalaman dan berbincang santai.
Di dalam rombongan, turut ikut Gamma A. Thohir (putra Boy Thohir) merupakan Komisaris Nusantara United FC, bersama Mahendra Agakhan Thohir (Putra Erick Thohir).
Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan jelang bersahur
Menjelang sahur, Gubernur dan Wagub beserta Gamma A. Thohir serta Mahendra Agakhan Thohir terlihat mengobrol santai.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan sahur bersama dengan seluruh jajaran SKPD Provinsi Kalsel dan bertemu kedua anak dari Boy Thohir dan Erick Thohir, kita berbincang sembari menyantap makanan sahur,” sampai Gubernur Kalsel, Muhidin tersenyum.
Selepas sahur, agenda selanjutnya melaksanakan Sholat Subuh berjamaah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BATOLA – Gubernur Kalsel, Muhidin turut berbuka puasa dengan jajaran PT Barito Putera Plantation, keluarga besar Hasnur Group serta masyarakat sekitarnya, Sabtu (22/3) di Jalan Anjir Talaran kilometer 10 Desa Antar Raya Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala.
Gubernur Kalsel saat tiba di lokasi acara
Kedatangan Gubernur, Muhidin disambut Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, Presiden Komisaris Hasnur Group, Rachmadi Sulaiman, dan Presiden Direktur Hasnur Group, Jayanti Sari beserta jajaran, serta masyarakat yang diundang dalam kegiatan.
Gubernur, Muhidin mengatakan, pada Ramadan 1446 Hijriah tahun ini, pihaknya telah mengagendakan sejumlah pertemuan dengan masyarakat melalui kegiatan Safari Ramadan ke-13 kabupaten/kota dan meminta kepada Wagub Hasnuryadi untuk menghadirinya.
Suasana buka puasa bersama yang dihadiri Gubernur Kalsel
“Kami berdua mohon dukungan masyarakat Kalsel, agar bisa menjalankan amanah masyarakat Kalsel sebagai gubernur dan wakil gubernur, bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Muhidin.
Gubernur juga menyebutkan, kedekatannya dengan Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi.
Bahkan berlangsung saat menjalani masa Retreat para kepala daerah se Indonesia di Akmil Magelang beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, Gubernur, Muhidin berharap usaha yang dijalankan PT Hasnur Group dan jajarannya, berjalan lancar dan sukses serta bisa terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Banua tercinta ini.
Buka puasa diisi tausiah oleh Muhammad Mubarak, sekaligus memimpin doa berbuka, dan imam shalat Magrib berjamaah.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan/santunan secara simbolis kepada sejumlah warga selaku perwakilan dari Desa Antar Baru, Desa Antar Raya, Desa Antar Jaya, Desa Teluk Tamba, Desa Tamba, Desa Balukung, Desa Rantau Bamban, Desa Jambu Baru, dan Desa Palingkau. Ditambah penyerahan paket ramadhan untuk para karyawan/karyawati Hasnur Group. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
HULU SUNGAI UTARA – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Trisya, disambut hangat Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Sahrujani, di rumah dinasnya saat tiba pada pukul 17.00 WITA.
Kedatangan orang nomor dua di Kalimantan Selatan itu dalam rangka kegiatan Safari Ramadan 1446 Hijriah, yang berlangsung di Masjid Raya Riyadhussalihin, Jl. KH. Idham Chalid, Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU, pada Sabtu (22/3) sore.
Wagub Kalsel bersalaman dengan habaib dan ulama HSU
Disambut dengan antusias oleh masyarakat, Wagub Hasnuryadi dan rombongan yang didampingi Bupati dan Wakil Bupati HSU tiba di Masjid Raya Riyadhussalihin pada pukul 17.30 WITA.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ahmad, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan pemberian cinderamata dari Wakil Gubernur kepada Bupati dan Wakil Bupati HSU.
Dalam sambutannya, Wagub Hasnuryadi Sulaiman menceritakan bagaimana perjuangan abahnya Abdussamad Sulaiman HB atau Haji Leman dalam membangun Kalimantan Selatan semasa hidupnya, baik dari dunia politik, dunia usaha ataupun sepakbola.
Wagub Kalsel saat memberikan sambutan pada Safari Ramadhan di HSU
“Termasuk Barito Putera, abah membangun klub sepak bola ini untuk menyatukan seluruh masyarakat Banua kita Kalimantan Selatan, tanpa memandang budaya, agama, suku dan lainnya,” ceritanya.
Menurutnya, Abahnya begitu semangat ingin merangkul semua elemen masyarakat melalui sepak bola tanpa memandang latar belakangnya.
Baginya, sepakbola bukan sekadar olahraga, tetapi juga alat pemersatu yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Dalam setiap pertandingan, tak ada sekat sosial, politik, atau ekonomi yang ada hanyalah semangat kebersamaan, sportivitas, dan kebanggaan akan daerah Banua Kalimantan Selatan.
“Sepakbola menjadi jembatan bagi persaudaraan, tempat di mana semua orang bisa bersorak dan berjuang bersama, tanpa memandang perbedaan. Inilah cita-cita yang Abah amanah kan ke ulun. Dan Insya Allah ulun akan terus memperjuangkan aspirasi warga, khususnya masyarakat HSU untuk kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat yang ada di Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Wagub juga bercerita bahwa kakeknya berasal dari Marabahan dan neneknya berasal dari Amuntai.
“Kedua daerah ini memiliki ikatan emosional bagi saya. Dan untuk itu, saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi tak terhingga kepada seluruh masyarakat yang hadir disini atas sambutannya yang luar biasa ini. Kalau ulun ke Amuntai, serasa ulun pulang ke kampung halaman,” kenangnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati HSU, Sahrujani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Kalsel yang dalam beberapa tahun terakhir terus melaksanakan pembangunan di daerahnya, termasuk pembangunan jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya.
“Termasuk Jalan Bypass Bayur – Panangkalaan yang menelan biaya hampir Rp75 Miliar bantuan dari Pemprov Kalsel,” ujarnya.
Untuk itu dirinya berterimakasih dan berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus terjalin dengan baik demi kemajuan daerah.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Bupati HSU juga menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya memberikan dampak terhadap konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami yakin, dengan dukungan penuh dari Pemprov Kalsel dan kerja sama yang solid, Kabupaten HSU akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara dalam tausiyahnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) KH. Said Masrawan mengatakan, semangat Ramadhan hendaknya tetap membekas dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, meskipun bulan Ramadhan sebentar lagi akan berlalu.
“Nilai-nilai ibadah seperti puasa, shalat, sedekah, serta kebiasaan memperbanyak dzikir dan doa harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Said Masrawan juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh selama Ramadhan seharusnya tidak hanya bersifat musiman, tetapi menjadi karakter seorang Muslim dalam kehidupan bermasyarakat.
Tampak hadir pejabat lingkup Kalsel, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Rahmaddin, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Berkatullah, dan Kepala Satpol PP Zakly Asswan. Hadir juga Direktur Teknik Barito Putera Frans Sinatra Huwae, hingga Kapten Barito Putera Riski Pora serta Forkopimda HSU. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan, terus bergerak dalam peningkatan standarisasi serta penguatan usaha maupun Sumber daya manusia di banua.
Plt Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah menyampaikan, hal ini merupakan komitmen dari BRIDA Kalsel dalam penguatan dari berbagai sektor, terlebih daya saing sumber daya manusia.
“Kami terus bergerak dalam peningkatan standarisasi serta penguatan usaha maupun Sumber daya manusia di banua, hal ini tentu perlu didukung penguatan dari berbagai sektor, terlebih daya saing sumber daya manusia dan membangkitkan perekonomian inovatif untuk mendukung berbagai sektor,” ucap Husnul.
Dilanjutkannya, melalui standarisasi serta penguatan usaha maupun sumber daya manusia, para masyarakat akan dapat mengoptimalkan paparan materi yang diberikan oleh narasumber untuk pengembangan usaha mereka.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini, para peserta dan usahanya akan terus bertumbuh, dan mampu menjadi penopang perekonomian banua ke depannya,” tutup Husnul. (MRF/RDM/RH)
BANJARBARU – Untuk meningkatkan kemandirian dan kemajuan desa guna mendukung visi Presiden dan Gubernur Kalsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan, akan memperbanyak desa yang mandiri, mengingat status desa terbagi menjadi lima kategori yaitu tertinggal, sangat tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri.
Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengadakan Rapat Koordinasi dan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026, dengan membahas strategi untuk meningkatkan kemandirian dan kemajuan desa.
“Saat ini, dari total 1.871 desa yang ada di Kalsel, 808 desa telah mencapai status mandiri, sementara 844 desa berstatus maju, dan sisanya masih dalam kategori berkembang. Dengan pencapaian 88 persen desa mandiri dan maju, fokus ke depan adalah mengangkat desa-desa yang masih berkembang,” ungkap Faried.
Dilanjutkan Faried, Kalsel diharapkan dapat berkontribusi dalam swasembada pangan nasional. Selain itu, Ia menekankan pentingnya ketahanan pangan, dengan alokasi minimal 20 persen dari dana desa untuk mendukung program tersebut.
“Oleh karena itu, perlunya adanya pemantauan dan penyelesaian kendala yang ada di lapangan agar setiap desa dapat melaksanakan amanah yang diberikan dengan baik,” lanjut Faried.
Dinas PMD Kalsel berkomitmen akan memberikan pendanaan untuk membantu pengembangan desa serta mempercepat pembangunan fisik dan ketahanan bencana melalui Bidang pengembangan kawasan perdesaan.
“Diharapkan status desa dapat meningkat secara akumulatif, baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan,” tutup Faried. (MRF/RDM/RH)
BANJARBARU – Forum Sineas Banua kembali menghadirkan Bioskop Bisik yang merupakan bagian dari program Layar Film Banjar Inklusif, yang digelar di ruang audio visual Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru, pada Jumat (21/3).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai komunitas disabilitas, seperti DPC Gerkatin Banjarbaru, Pertuni, Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan, serta murid-murid dari Sekolah Luar Biasa di Banjarbaru dan Martapura.
Suasana Bioskop Bisik Volume 3
Memasuki volume ketiga, acara ini menawarkan pengalaman menonton yang lebih dekat dan eksklusif, dengan jumlah peserta yang lebih terbatas, yaitu tidak lebih dari 50 orang.
Konsep ini berbeda dari volume sebelumnya yang berlangsung di Wetland Square Banjarmasin, yang diikuti lebih dari 160 peserta. Dengan skala yang lebih kecil, suasana kali ini terasa lebih hangat dan memungkinkan interaksi lebih mendalam antara penonton, film, dan para sineas.
Inisiator Bioskop Bisik Layar Film Banjar Inklusif, Ridha Rezeqi Rahman, menyebutkan bahwa pelaksanaan volume ketiga ini dapat memberikan nuansa reflektif yang lebih kuat.
“Dengan jumlah peserta yang lebih sedikit, suasana kali ini lebih reflektif dan memberikan pengalaman yang lebih dekat antara penonton dan film,” ucap Edo (sapaan akrabnya).
Ia juga optimis bahwa para pembuat film lokal semakin menyadari pentingnya aksesibilitas dalam karya-karya mereka, sehingga semakin banyak film yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.
“Banyak filmmaker setuju bahwa bagaimana buhan pian himung manonton film kami, kami jua himung film kami ditonton buhan pian,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Pada kesempatan ini, Bioskop Bisik menayangkan dua film lokal, yaitu Kasumbi (LK3 Banjarmasin, 2020) dan Ajak Tukup (TVRI Kalimantan Selatan, 2023). Kedua film ini tidak hanya menyajikan cerita yang menarik, tetapi juga membawa nilai budaya serta pengalaman hidup yang dekat dengan masyarakat Banua.
Salah satu pemeran Film Kasumbi, Novita Nuarbijk, yang turut hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangganya atas semakin luasnya akses terhadap film-film lokal.
“Mengetahui bahwa film-film lokal bisa dinikmati lebih banyak orang menjadi bahan bakar bagi kami para pelaku seni untuk terus berkarya,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, perwakilan DPC Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Banjar, Muhammad Fajri memberikan apresiasi terhadap Film Ajak Tukup yang menurutnya memiliki kedekatan emosional dengan pengalaman masa kecilnya.
“Saya senang dengan film Ajak Tukup dan Kasumbi. Saya berharap akan ada lebih banyak program inklusif untuk karya seni,” ujarnya dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh Adelia Ananda, Juru Bahasa Isyarat dalam acara tersebut.
Sebagai informasi, Pemutaran film inklusif pada program Bioskop Bisik akan kembali dilaksanakan dalam edisi keempat pada April 2025. (ADV-BDR/RDM/RH)
TANAH LAUT – Tepat di depan pintu utama Masjid Agung Syuhada Pelaihari, diiringi lantunan shalawat oleh grup hadrah, Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto dan istri, Dian Cahyanie, menyambut kedatangan Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman bersama Wakil Ketua TP PKK Kalsel, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi dalam rangka Safari Ramadhan 1446 Hijriyah, pada Jumat (21/3).
Wagub Kalsel didampingi Bupati Tala saat tiba di Masjid Agung Syuhada Pelaihari
Pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh qori Muhammad Iqbal, mengawali kegiatan buka puasa bersama.
Wagub Hasnuryadi menyampaikan, kunjungan pihaknya di tempat ini dalam kegiatan Safari Ramadhan tahun ini, merupakan instruksi Gubernur Kalsel, Muhidin, yaitu melakukan kunjungan ke kabupaten/kota di bulan ini melalui kegiatan buka puasa sekaligus bersilaturahmi dengan pemerintah daerah dan masyarakatnya.
Hasnuryadi juga menyambut baik komitmen Pemkab Tanah Laut yang ingin menjadi daerah pertama swasembada pangan di Banua.
“Saya akan sampaikan ini kepada Pak Gubernur Muhidin,” ujar Hasnuryadi.
Wagub Kalsel saat memberikan sambutan pada kehutanan Safari Ramadhan di Tala
Apresiasi Pemerintah Provinsi ini berkaitan dengan pernyataan Bupati Tanah Laut Rahmat Riyanto, bahwa pihaknya meminta dukungan bidang pangan di daerahnya dalam hal mensukseskan program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai dukungan terhadap kegiatan keagamaan di daerah setempat, Pemkab Tanah Laut telah menghibahkan dana Rp11,4 miliar lebih untuk pengelolaan masjid, langgar dan yayasan sosial.
Tausiah singkat disampaikan KH Abdurrahman Husien, dilanjutkan pembacaan doa oleh KH Muhammad Noor.
Pada kesempatan itu, dilakukan penyerahan bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tanah Laut pada program kesehatan untuk 5 penerima manfaat, bantuan untuk 50 guru mengaji di kampung, bantuan kepada 36 mualaf, bantuan biaya pendidikan untuk siswa SD, SMP, SMA, dan S-1, serta program bantuan untuk anak inklusi.
Turut hadir sejumlah ulama, habaib, tokoh agama, Wakil Bupati Tanah Laut Muhammad Zazuki, kepala SKPD lingkup Pemkab Tanah Laut didampingi istri, anggota Komisi III DPR RI, anggota DPRD Tanah Laut, para camat dan lurah/kepala desa di wilayah setempat, serta tokoh masyarakat setempat.
Tepat pukul 18.36 WITA, dilaksanakan buka puasa bersama, dilanjutkan shalat magrib berjamaah dan makan bersama sebelum Wagub Hasnuryadi dan istri meninggalkan tempat acara. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Seleksi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan periode 2024-2027 telah memasuki tahap uji kompetensi dengan metode Computer Assisted Test (CAT). Ujian ini digelar di Kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, pada Kamis (20/3).
Pelaksanaan seleksi dihadiri oleh perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, yakni Plt. Kepala Bidang Komunikasi Publik Chairun Ni’mah, yang didampingi oleh Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik dan Hubungan Media, Erlinda Puspita Ningrum.
Ketua Tim Seleksi KPID Kalsel, Muhammad Amin menjelaskan bahwa seleksi telah melalui beberapa tahapan yang cukup panjang sebelum akhirnya memasuki tahap uji kompetensi.
“Hari ini kita masuk pada uji kompetensi dengan tes CAT. Setelah ini, seleksi akan berlanjut ke tahapan psikotes pada 10 April mendatang, dan yang terakhir adalah tes wawancara,” kata Amin.
Ketua Tim Seleksi KPID Kalsel, Muhammad Amin (mic) saat menyampaikan arahan sebelum CAT dimulai
Tes CAT kali ini terdiri dari 100 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 90 menit. Menurut Amin, semua peserta diberikan waktu yang sama agar bisa mengerjakan soal dengan optimal.
“Semua peserta diberikan kesempatan waktu yang sama agar dapat menyelesaikan seluruh soal dengan optimal,” ucapnya.
Ia menambahkan seleksi anggota KPID Kalsel ini bertujuan untuk menjaring calon komisioner yang memiliki kompetensi dalam mengawal penyiaran di daerah, terutama di tengah perkembangan media yang semakin dinamis.
“Sebanyak 53 peserta mengikuti ujian CAT ini, yang dilaksanakan dalam dua ruang ujian di Laboratorium Ilmu Komputer, Gedung II MIPA ULM,” tambahnya.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan maksimal.
“Harapannya, hasil yang kita dapatkan nantinya benar-benar mencerminkan kualitas terbaik dari para peserta,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)