Rayakan Nilai Kebudayaan dan Pendidikan, Gebyar Museum Lambung Mangkurat Resmi Digelar

BANJARBARU – Gebyar Museum Lambung Mangkurat Kalsel resmi dibuka, Jumat (19/9) sore. Kegiatan yang diisi dengan beragam lomba dan kegiatan ini, diikui 300 peserta mulai tingkat PAUD hingga masyarakat umum.

Tema kegiatan tahun ini adalah Museum Lambung Mangkurat Sebagai Ruang Belajar “Eksplorasi Tanpa Batas”, yang sejalan sengan visi dan misi pembangunan kebudayaan di Kalimantan Selatan.

Pembukaan dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Sekretaris Dinas Hadeli Rosyaidi, di halaman depan museum, Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Hadeli menyampaikan apresiasi, terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, Gebyar Museum ini merupakan perayaan nilai-nilai kebudayaan, pendidikan dan persaudaraan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel saat menyampaikan sambutan

“Karena disinilah kita menyaksikan generasi muda kita berani tampil, belajar, berkompetisi sekaligus menjaga tradisi,” katanya.

Hadeli menegaskan, museum bukan lagi tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan tempat interaktif yang hidup, mengajak generasi muda untuk belajar, menggali dan mengembangkan potensi diri.

Hadeli mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan terhadap museum yang seringkali dikenal sebagai tempat sunyi dan tempat menyimpan benda yang hanya dilihat sekilas lalu dilupakan.

“Museum harus kita hidupkan sebagai ruang belajar interaktif. Disinilah kita bisa melihat sejarah, memahami identitas dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Subbag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Agus Antasari menjelaskan, kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 September 2025 dan dikemas dalam bentuk rangkaian acara yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dirangkaikan dengan lomba-lomba yang memiliki nilai edukatif dan kebudayaan seperti lomba keagamaan, lomba sepeda, dan bela diri tradisional.

“Hari pertama yaitu lomba Maulid Habsyi, hari kedua lomba push bike, dan terakhir belajar bersama tentang tradisi Kuntau,” jelasnya.

Agus berharap, kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pengenalan sejarah dan budaya lokal yang dikemas dalam kegiatan menarik dan edukatif.

“Mudah-mudahan kegiatan ini juga mampu meningkatkan kunjungan dan minat masyarakat terhadap museum, serta menyalurkan bakat di bidang keagamaan, olahraga, dan seni bela diri tradisional,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Pupuk dan Program Luas Tambah Tanam, Jadi Kunci Peningkatan Produksi Pertanian Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya ketersediaan pupuk, dan keberlanjutan program Luas Tambah Tanam (LTT), sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menjelaskan, bahwa pupuk menjadi salah satu indikator vital dalam mendukung produktivitas pertanian. Ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran sangat memengaruhi hasil produksi tanaman pangan maupun hortikultura.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman (tengah)

Karena itu, distribusi pupuk bersubsidi maupun non-subsidi terus diawasi ketat agar benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan dan digunakan sesuai aturan.

“Ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian. Karena itu, distribusi pupuk di Kalsel kami awasi ketat agar benar-benar sesuai kebutuhan petani,” ungkap Syamsir, baru – baru ini.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemupukan berimbang antara pupuk organik dan anorganik untuk menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Dukungan pupuk yang memadai diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian Kalsel secara signifikan, sehingga ketahanan pangan daerah semakin kuat. Apalagi, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, peran pupuk semakin penting untuk menjaga kesehatan tanaman dan meminimalkan risiko gagal panen.

Syamsir juga menyoroti pentingnya program Luas Tambah Tanam atau LTT. Program ini digencarkan untuk memaksimalkan potensi lahan pertanian yang ada sekaligus memperluas areal tanam padi serta komoditas pangan lainnya.

“Program LTT ini bertujuan untuk memperluas areal tanam, sehingga ketersediaan pangan di Kalsel tetap terjamin. Dengan bertambahnya luas tanam, kita bisa memperkuat stabilitas ketahanan pangan di daerah,” lanjut Syamsir.

Menurutnya, keberhasilan LTT tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan perlu dukungan aktif dari petani, penyuluh pertanian, hingga pihak swasta. Dukungan lain yang juga sangat menentukan adalah ketersediaan benih unggul serta akses pupuk yang memadai.

Dengan adanya sinergi antara semua pihak, baik pemerintah, petani, maupun stakeholder terkait, target peningkatan produksi pertanian di Kalsel dapat tercapai.

“Pupuk dan LTT adalah dua faktor kunci yang saling melengkapi. Dengan keduanya berjalan optimal, kita bisa mendorong swasembada pangan daerah dan mendukung kesejahteraan petani,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Gelar Sertijab, Sejumlah Pejabat Diskominfo Kalsel Resmi Berganti Posisi

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar penandatanganan berita acara sekaligus serah terima jabatan (Sertijab) pejabat struktural, di Aula Kantor Diskominfo Kalsel Banjarbaru, pada Jumat (19/9).

Serah terima jabatan ini turut disaksikan Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, dengan sejumlah pejabat yang resmi menduduki posisi baru sesuai penugasan yang telah ditetapkan.

Foto bersama usai Sertijab Diskominfo Kalsel

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan. Ia juga menyambut pejabat baru dengan penuh harapan agar mampu membawa semangat baru bagi organisasi.

“Kepada pejabat yang baru, saya berharap dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta menghadirkan inovasi untuk kemajuan Diskominfo. Mari kita bekerja dengan integritas, profesionalitas, dan semangat kolaborasi, demi mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Muslim.

Muslim menambahkan, melalui momentum serah terima jabatan ini, pihaknya berharap para pejabat yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta berkontribusi optimal dalam mendukung program dan kebijakan pemerintah di bidang komunikasi dan informatika.

“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, karena keberhasilan Diskominfo adalah hasil kerja bersama. Saya percaya, dengan semangat kebersamaan, kita mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan, yakni Sucilianita Akbar, selaku Plt. Sekretaris Dinas menyerahkan jabatan kepada Mashudi sebagai Sekretaris Dinas yang baru.

Chairun Ni’mah, selaku Plt. Kepala Bidang Komunikasi Publik menyerahkan jabatan kepada Siti Norbayah.

Satyawirawan, selaku Plt. Kepala Bidang Aplikasi Informatika sekaligus Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi, menyerahkan jabatan kepada Hasnan Ash Shiddieqy sebagai Kepala Bidang Aplikasi Informatika yang baru, serta Muhammad Dong sebagai Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi.

Kharis Elyani, selaku Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik menyerahkan jabatan kepada Muhammad Hidayatullah. (BDR/RIW/RH)

Sosper Ke Tanbu, DPRD Minta Pemprov Kalsel Perhatikan Pendidikan ABK

TANAH BUMBU – DPRD Kalimantan Selatan melakukan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) No. 3 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Pendidikan, di Posko Relawan Peduli Kemanusiaan Satui (RPKS) Kabupaten Tanah Bumbu, belum lama tadi. Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Alpiya Rahman, menegaskan pentingnya pemerataan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), diseluruh kabupaten kota, pada 2026 mendatang. Tujuannya agar ABK memiliki kesempatan yang sama, untuk tumbuh dan berkembang mencapai potensi terbaik.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rahman

“Sejumlah strategi yang dapat dilakukan, di antaranya penerapan pendidikan inklusif, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru agar terampil dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus, serta pengembangan kurikulum yang fleksibel,” ucapnya

Alpiya mengatakan, dukungan orang tua juga sangat penting, termasuk menjalin kerja sama dengan lembaga terkait dan pemanfaatan teknologi pembelajaran yang ramah anak berkebutuhan khusus. Dimana, keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) sangat diharapkan masyarakat, sebagai wadah khusus bagi anak berkebutuhan khusus.

“Kita ingin Pemprov berupaya agar SLB terakomodir, sehingga anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak dan setara,” tegasnya.

Diketahui, berdasarkan data yang khusus dihimpun di Kecamatan Satui saja, sudah terdapat sedikitnya kurang lebih 300 anak berkebutuhan khusus, yang perlu mendapat perhatian dan ditampung dalam lembaga pendidikan yang sesuai. (ADV-NHF/RIW/RH)

Resmi Ditutup, Banjarmasin Job Fair 2025 Terima 407 Lamaran

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin resmi menutup rangkaian kegiatan Bursa Kerja (Job Fair) 2025, yang berlangsung sejak 17 hingga 19 September 2025, di halaman Balai Kota Banjarmasin, Jumat (19/9). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam menjembatani dunia usaha dengan masyarakat pencari kerja.

Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman didampingi Kadis Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Banjarmasin Isa Anshari

“Job Fair ini bukan sekadar ajang perekrutan, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring, menambah wawasan, dan memotivasi generasi muda agar mengasah keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ungkap Ikhsan.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk terus memperluas kesempatan kerja, sebagai upaya menekan angka pengangguran.

“Jangan berhenti berusaha dan belajar, rezeki sudah diatur, tetapi ikhtiar, doa, dan semangat pantang menyerah adalah kunci masa depan yang lebih baik,” ucap Ikhsan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Isa Anshari menyampaikan, antusiasme masyarakat cukup tinggi mengikuti Job Fair kali ini.

“Tercatat sebanyak 768 pengunjung menghadiri pameran, dengan 407 pelamar kerja yang mendaftarkan diri ke 28 perusahaan peserta,” ungkap Isa.

Meski, tambahnya, ditargetkan 500 lowongan kerja belum dapat terpenuhi, karena jumlah pelamar masih di bawah target.

“Kami berharap sebanyak mungkin dari 407 pencari kerja ini bisa terserap oleh perusahaan yang membuka kesempatan,” ujarnya.

Penutupan Banjarmasin Job Fair ini, lanjut Isa, juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin lebih fokus pada program keberlanjutan ketenagakerjaan.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata dan membuka jalan bagi Banjarmasin yang lebih maju serta sejahtera,” ucap Isa.

Seperti diketahui, Banjarmasin Job Fair 2025 menghadirkan beragam peluang dari sektor perdagangan, perbankan, kuliner, hingga jasa teknologi.

Kehadiran kegiatan ini diharapkan, mampu mengurangi beban masyarakat dalam mencari pekerjaan sekaligus memperkuat citra Banjarmasin sebagai kota yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. (SRI/RIW/RH)

Bank Muamalat Luncurkan Pembiayaan Investasi Syariah Berbasis Sosial

JAWA TENGAH – Bank Muamalat Indonesia meluncurkan layanan pembiayaan investasi perbankan syariah, atau Sharia Restricted Investment Account (SRIA) berbasis sosial yang pertama di Indonesia

Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia, Imam Teguh Saptono, saat peluncuran SRIA berbasis sosial di Semarang, Kamis (18/9) mengatakan, pembiayaan syariah perdana itu akan membiayai kebutuhan pembelian alat kesehatan RS Roemani Muhammadiyah Semarang.

“Bank Muamalat sebagai manajer investasi memastikan proyek tersebut visibel dan mempunyai kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat,” kata Teguh.

Investasi pembiayaan syariah berbasis sosial tersebut, menurut dia, merupakan yang pertama di Indonesia.

Dalam investasi, imbal hasil yang diperoleh tidak hanya berbentuk finansial, namun juga sosial. Amal dan pahala dari pemanfaatan alat kesehatan yang dibiayai dari investasi syariah tersebut akan dikelola secara profesional.

“Investasi ini terbatas karena hanya untuk membiayai pengadaan alat kesehatan di RS Roemani yang kembaliannya punya manfaat sosial yang dirasakan banyak orang,” katanya.

Menurut dia, target investasi pembelian alat kesehatan RS Roemani sebesar Rp2 miliar dengan jangka waktu selama 4 tahun.

SRIA berbasis sosial, lanjut dia, ke depan akan terus bergulir yang dimungkinkan bagi pembiayaan di sektor pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Utama RS Roemani Muhammadiyah Semarang, Sri Mulyani, mengatakan siap menjalankan amanah sosial untuk kemaslahatan masyarakat.

Ia mengatakan pembelian alat kesehatan tersebut merupakan salah satu syarat pemenuhan kompetensi rumah sakit.

“Pengadaan alat kesehatan ini sebagai syarat pemenuhan kompetensi sebagaimana diatur Kementerian Kesehatan,” katanya.

Ia mengharapkan penggunaan alat kesehatan yang dibiayai dari investasi syariah tersebut bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat. (Muamalat-RIW/RH)

Exit mobile version