Sambut Harhubnas 2025, Insan Perhubungan Kalsel Tunjukkan Kepedulian Lewat Aksi Donor Darah

BANJAR – Menyambut Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2025, jajaran insan perhubungan di Kalimantan Selatan menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Terminal Tipe A Gambut Barakat, Kabupaten Banjar, pada Senin (15/9).

Suasana kegiatan Donor Darah dalam rangka menyambut Harhubnas 2025

Kegiatan ini diikuti berbagai instansi perhubungan, yakni Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, KSOP Kelas I Banjarmasin, Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin, KSOP Kelas II Kotabaru Batulicin, KSOP Kelas III Satui, UPP Kelas III Kintap, serta Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin.

Selain insan perhubungan, beberapa instansi mitra kerja di bidang tranportasi lain di Kalimantan Selatan, juga turut berpartisipasi dalam aksi sosial tersebut.

Kepala Balai Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Selatan sekaligus koordinator kegiatan, Sigit Mintarso, mengatakan, bahwa donor darah ini merupakan bukti nyata kontribusi insan perhubungan terhadap masyarakat.

“Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harhubnas, kegiatan donor darah ini juga diharapkan dapat membantu memenuhi stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Selatan,” ungkap Sigit.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan kali ini pihaknya menargetkan 150 kantong darah. Jumlah tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam mendukung kebutuhan medis, khususnya bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, dengan begitu, insan perhubungan tidak hanya berperan dalam pelayanan transportasi, tetapi juga bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Peredaran Bibit Benih Di Kalsel, Wajib Penuhi Standar Mutu

BANJARBARU – Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan, bahwa seluruh bibit benih yang beredar di Banua wajib memenuhi standar mutu yang ketat. Selain itu juga, diuji menggunakan metode bertaraf nasional demi mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah.

Benih yang diedarkan kepada petani harus memiliki persentase daya berkecambah minimal 80 persen, dengan kadar air maksimal 13 persen. Standar ini ditetapkan agar benih yang ditanam mampu tumbuh optimal, menghasilkan tanaman yang sehat, dan mendukung pencapaian target produksi pangan daerah.

Kepala BPSB Provinsi Kalsel, Zainul Arifin menyampaikan, bahwa BPSB Kalsel secara rutin melakukan pengawasan di lapangan, mulai dari proses produksi benih di Unit Produksi Benih, pengecekan di gudang penyimpanan, pengemasan, hingga peredaran benih ke petani.

Kepala BPSB Provinsi Kalsel, Zainul Arifin

Petugas lapangan BPSB juga melakukan pengambilan sampel secara berkala untuk diuji di laboratorium, dengan tujuan memastikan mutu tetap terjaga sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain pengawasan, BPSB Kalsel juga memastikan, seluruh pengujian mutu benih dilakukan dengan metode pengujian yang telah terakreditasi secara nasional; yaitu ISTA Rules (International Seed Testing Association).

Metode ini diakui secara internasional, sehingga hasil pengujian yang dilakukan di Kalsel memiliki standar yang sama dengan laboratorium pengujian benih di seluruh dunia.

“Penerapan metode ISTA mencakup uji daya berkecambah, kadar air, kemurnian, hingga kesehatan benih yang semuanya menjadi syarat penting sebelum benih diedarkan kepada petani,” ungkap Zainul, baru – baru ini.

Ia menjelaskan, penggunaan metode bertaraf internasional ini merupakan upaya meningkatkan transparansi dan kepercayaan petani terhadap benih bersertifikat. Dengan demikian, petani mendapatkan jaminan bahwa benih yang mereka gunakan telah melewati serangkaian pengujian ketat dan siap menghasilkan panen yang berkualitas tinggi.

“BPSB Kalsel terus melakukan sosialisasi kepada para petani, kelompok tani, serta distributor benih; tentang pentingnya membeli dan menggunakan benih bersertifikat. Langkah ini diambil untuk mencegah peredaran benih ilegal atau tanpa sertifikat, yang berisiko menurunkan produktivitas dan merugikan petani di musim tanam berikutnya,” lanjut Zainul.

Ia berharap, penerapan standar mutu dan metode uji internasional ini dapat mendukung program ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian di Kalsel, serta membantu petani mendapatkan hasil panen yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Benih yang baik adalah awal dari panen yang baik. Kami mengimbau seluruh petani untuk lebih selektif dalam memilih benih bersertifikat, sehingga tidak hanya menguntungkan pada musim tanam ini, tetapi juga menjaga kesuburan dan kualitas lahan untuk jangka panjang,” tutup Zainul. (MRF/RIW/RH)

Tindaklanjuti Tuntutan PMII Kalsel, DPRD Panggil Perusahaan Terindikasi ODOL

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar audiensi bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalsel, membahas penegakan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalsel Nomor 3 Tahun 2012, tentang Angkutan Hasil Tambang dan Hasil Perusahaan Perkebunan, Senin, (15/9/) siang.

Audiensi yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, ini turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah, beserta anggota, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel M. Fitri Hernadi, serta Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Dr. M. Fahri Siregar, dan jajaran.

Ketua DPRD Kalsel didampingi Ketua Komisi III DPRD Kalsel

Agenda ini merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa PMII Kalsel pada Kamis, (14/8) lalu. Saat itu, mahasiswa mendesak DPRD menegakkan perda dengan menutup perusahaan tambang dan perkebunan sawit yang melanggar aturan, menindak tegas perusahaan pelanggar, serta melakukan pengawasan penuh.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel

Ketua PKC PMII Kalsel, Muhammad Maulana, dalam forum ini kembali menegaskan tuntutan tersebut. Menurutnya, masih banyak truk batubara maupun angkutan sawit yang melintas di jalan umum meski perda telah melarang, sehingga membahayakan keselamatan masyarakat.

“Perda Provinsi Kalsel Nomor 3 Tahun 2012 telah melarang, tapi faktanya banyak truk angkutan batubara maupun angkutan kelapa sawit masih bebas melintas di jalan raya,” jelasnya

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, menyatakan komitmen legislatif, untuk memperkuat fungsi pengawasan. Ia menegaskan DPRD bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan lebih tegas dalam menegakkan perda demi keselamatan masyarakat.

Supian HK juga menambahkan, DPRD Kalsel akan menjadwalkan rapat lanjutan dengan mengundang perusahaan-perusahaan yang diduga masih terindikasi ODOL (over dimension over load). Hal ini, katanya, untuk mendapatkan kejelasan serta komitmen langsung dari perusahaan agar mematuhi aturan.

“Melalui RDP ini, DPRD Kalsel berharap lahirnya langkah konkret dalam penanganan pelanggaran angkutan tambang dan sawit, sekaligus memperkuat sinergi antara legislatif dan mahasiswa dalam mengawal perda agar benar-benar berjalan sesuai tujuan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Panen Papuyu, Pemkab Banjar Dorong Inovasi Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali melaksanakan panen raya ikan Papuyu (Betok) di kolam milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdatan) Tabulihin, Kecamatan Karang Intan, Senin (15/9).

Hasil panen dari kolam Pokdakan Tabulihi.(foto : MC Kab Banjar)

Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi inovasi Intan Sikapayu (Inovasi Tangguh Sinergi Kampung Ikan Papuyu) yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar.

Pj Sekda Banjar Ikhwansyah, menyampaikan, ikan Papuyu memiliki nilai ekonomi tinggi, apalagi jika dikembangkan menjadi produk olahan seperti kerupuk, nugget, maupun abon.

“Inilah yang menunjukkan besarnya potensi ikan papuyu dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, panen kali ini menjadi bukti nyata keberhasilan masyarakat Karang Intan dalam mengembangkan sektor perikanan berbasis kearifan lokal. Selain itu, keberadaan kawasan khusus budidaya ikan papuyu juga diharapkan mampu menjaga kelestarian hayati sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.

“Pemkab Banjar akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan bibit unggul, pelatihan manajemen, hingga membuka akses pasar yang lebih luas. Harapan kita, hasil panen yang melimpah ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menyediakan protein hewani yang terjangkau dan berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah Hartani menyebut, waktu panen tahun ini lebih cepat dibanding sebelumnya, yakni hanya enam bulan masa pemeliharaan.

“Tahun lalu hasil panen mencapai 1,59 ton dari 20 ribu benih dengan nilai jual sekitar Rp113 juta dari modal awal Rp60 juta. Kali ini, dari 15 ribu benih, diperkirakan menghasilkan sekitar 1,3 ton,” jelasnya.

Sipliansyah menambahkan, seluruh modal budidaya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan melalui DKPP dan dikelola langsung kelompok pembudidaya. Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat atau kelompok yang ingin mengembangkan budidaya papuyu untuk belajar langsung ke dinas.

“Kami menginginkan ikan Papuyu tidak hanya menjadi ikon lokal, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Komitmen Bina Atlet Berprestasi, Wagub Kalsel Tinjau Latihan Atlet Gulat dan Panjat Tebing

BANJARMASIN – Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI), sekaligus Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, melakukan peninjauan latihan atlet kedua cabang olahraga tersebut, di kawasan Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Sabtu (13/9) sore.

Hasnuryadi menyampaikan, kunjungan ini menjadi simbol komitmen baru dalam mendorong pembinaan atlet secara serius, terstruktur, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga berdialog dengan pelatih dan pengurus, serta para atlet.

“Pada saat meninjau latihan ini, kami melihat langsung semangat para atlet, baik yang sudah berprestasi maupun calon bintang masa depan,” ucapnya.

Ketua PGSI dan FPTI Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

Dikatakan Hasnuryadi, pemantauan latihan ini sebagai langkah awal untuk membangun sinergi, menyatukan visi demi kemajuan olahraga di Kalsel.

Sebagai Ketua PGSI Kalsel, lanjutnya, kolaborasi semua pihak, mulai dari pengurus, pelatih, hingga dukungan orang tua atlet. Sehingga kedepannya, pihaknya dapat menghadirkan program pembinaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami hadir bukan hanya sebagai pejabat, tapi sebagai bagian dari keluarga besar PGSI, yang mendengarkan aspirasi para tokoh gulat yang sudah lama berjuang, sehingga kedepannya dapat bersama menyusun program yang solid serta membuahkan prestasi,” tutur Hasnuryadi lebih lanjut.

Dikatakannya, olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana membentuk generasi muda yang sehat, kuat, dan berkarakter.

“Olahraga ini sejalan dengan visi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan SDM unggul,” ujar Hasnuryadi.

Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga meninjau latihan atlet panjat tebing Kalsel yang tengah bersiap menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX di Semarang, Jawa Tengah.

Hasnuryadi berharap, cabor gulat serta panjat tebing dapat meningkatkan pembinaan kedepannya. Dengan begitu, pihaknya optimis Kalsel dapat melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

“Insya Allah, dengan kerja sama semua pihak, olahraga di Kalsel, baik gulat maupun panjat tebing, akan kembali menjadi kebanggaan daerah,” ucap Hasnuryadi.

Hasnuryadi juga berpesan kepada seluruh atlet, bahwa prestasi penting, namun keselamatan, sportivitas, serta menjaga persatuan dan kesatuan tetap menjadi prioritas utama. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version