Hadiri Pembukaan Kalsel Expo 2025, Supian HK : Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal

BANJARBARU – Ketua DPRD Supian HK dan Sekretaris DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Jaini, menghadiri pembukaan Kalsel Expo 2025, yang dibuka Gubernur Kalimantan Selatan dan Wakil Gubernur serta Sekdaprov Kalsel. Pembukaan berlangsung meriah di Kompleks Perkantoran Pemprov Kalsel, Minggu (10/8) sore.

Foto bersama

Pembukaan expo yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel dan HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini, diwarnai dengan penampilan seni budaya daerah, pameran aneka produk unggulan, hingga inovasi teknologi karya putra-putri Banua.

Kehadiran Ketua DPRD dan Sekretaris DPRD menjadi bentuk dukungan nyata lembaga legislatif terhadap upaya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.

Muhammad Jaini memandang, kegiatan tahunan ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga wahana strategis untuk mempromosikan potensi ekonomi lokal serta memperluas jaringan pemasaran produk-produk unggulan dari berbagai kabupaten/kota.

Menurutnya, Kalsel Expo mampu memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas, memperkuat branding, dan menjalin kerja sama yang lebih luas dengan pihak swasta maupun pemerintah, sehingga produk lokal dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Keberagaman produk yang ditampilkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas, hasil pertanian, hingga inovasi teknologi, menjadi bukti nyata kekayaan potensi yang dimiliki Kalsel,” ucapnya

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel Supian HK menegaskan, bahwa Kalsel Expo harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelaku usaha, sebagai momentum belajar, berinovasi, dan membuka peluang kerja sama yang menguntungkan.

Menurutnya, dengan dukungan penuh dari semua pihak, UMKM Kalsel memiliki peluang besar untuk “naik kelas” dan memperluas pasar.
Kalsel Expo 2025 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan swasta, hingga pelaku UMKM yang datang dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel.

“Setiap stan pameran menghadirkan ciri khas daerah masing-masing, menciptakan suasana yang kaya warna dan menarik perhatian pengunjung,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Kalsel Expo 2025 Resmi Dibuka, Banyak Hiburan dan Hadiah Menarik

BANJARBARU – Kalsel Expo 2025, resmi dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Minggu (10/8) sore.

Proses pemotongan pita bunga tanda resmi dibukanya Kalsel Expo 2025

Acara pembukaan berlangsung meriah, dihadiri jajaran Forkopimda Kalsel, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, para bupati dan walikota, Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, hingga para kepala SKPD.

Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel, dan akan berlangsung hingga 15 Agustus mendatang.

“Alhamdulillah pembukaan hari ini sangat ramai pengunjung. Mudah – mudahan sampai hari penutupan nanti tetap meriah,” ujar Gubernur.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kalsel Expo diisi dengan ratusan stan dari instansi Pemprov Kalsel yang menampilkan inovasi, hasil pembangunan, serta produk unggulan.

“Setiap stan tersedia berbagai hadiah menarik bagi pengunjung,” ungkap Gubernur.

Tidak hanya pameran, pengunjung juga akan disuguhi beragam hiburan, mulai dari kesenian tradisional seperti reog, bagasing, dan atraksi kuntau, hingga hiburan musik dari band ternama.

“Jangan lupa untuk datang ke Kalsel Expo 2025. Pada penutupan nanti, musisi nasional juga dijadwalkan tampil,” imbau Gubernur.

Tahun ini, Kalsel Expo untuk pertama kalinya digelar di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, Kecamatan Cempaka, setelah sebelumnya selalu berlangsung di Lapangan Murdjani, Banjarbaru.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan mengatakan, pemindahan lokasi ini bertujuan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.

“Selain bisa melihat langsung kawasan perkantoran pemprov, lokasi ini juga lebih nyaman karena mengurangi risiko kemacetan seperti di lokasi sebelumnya,” jelasnya.

Pameran yang memanjang hingga 500 meter ini menampung 220 stan, terdiri dari 31 stan instansi Pemprov Kalsel, 22 stan kabupaten/kota, 10 stan instansi vertikal pemerintah, 3 stan BUMN dan BUMD, 12 stan perusahaan swasta, 5 stan organisasi, serta 50 stan UMKM dan pelaku usaha

“Target transaksi tahun ini kami harapkan bisa melebihi Rp14 miliar, lebih tinggi dari capaian tahun lalu,” harap Bagiawan.

Selain Kalsel Expo, kawasan perkantoran Pemprov Kalsel juga menjadi lokasi gelaran BUMDesa Expo 2025, yang pembukaannya dilakukan bersamaan oleh Gubernur. (SYA/RIW/RH)

Peringati Hari Jadi ke-75, Pemprov Kalsel Sambangi Tokoh Pemimpin Terdahulu

BANJARMASIN – Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pemimpin terdahulu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial, kembali menggelar kegiatan Anjangsana menjelang peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satu kegiatan Anjangsana Pemprov Kalsel di tahun 2024

Kegiatan ini menyasar 12 tokoh yang pernah menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan. Selain menjadi ajang silaturahmi, anjangsana ini juga menjadi simbol komitmen Pemprov Kalsel dalam merawat nilai – nilai kesetiakawanan dan menghargai sejarah kepemimpinan Banua.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Farhanie, melalui Kepala Seksi Kepahlawanan dan Kesetiakawanan, Yahya menyampaikan, bahwa anjangsana ini merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki makna khusus pada tahun ini, karena bertepatan dengan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan.

“Anjangsana ini adalah wujud rasa hormat dan terima kasih pemerintah orovinsi kepada para pemimpin terdahulu. Di momentum Hari Jadi ke-75 ini, kami ingin menunjukkan bahwa jasa mereka tidak pernah dilupakan,” jelas Yahya, Jumat (8/8).

Kegiatan anjangsana akan dilakukan secara bergiliran oleh para pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Kalsel, yang bertindak sebagai perwakilan resmi pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, para tokoh akan menerima langsung bingkisan dan bantuan di kediaman masing – masing.

Tahun ini, kegiatan juga didukung Bank Kalsel melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), yang turut menyalurkan bantuan bersamaan dengan kunjungan.

“Kami berterima kasih kepada Bank Kalsel yang turut berpartisipasi. Sinergi ini memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian dalam kegiatan yang penuh makna ini,” tambah Yahya.

Selain penyerahan bantuan, anjangsana juga menjadi momen berharga untuk berdialog, mengenang masa pengabdian, serta mendoakan kesehatan dan kesejahteraan para tokoh yang telah berjasa bagi Kalimantan Selatan.

“Kami ingin memastikan bahwa para pemimpin terdahulu tetap merasakan perhatian dan penghargaan dari generasi sekarang. Ini adalah budaya yang harus terus kita lestarikan,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Resmi Dimulai, Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Kembali Tampilkan Warisan Budaya Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, resmi menggelar Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2025, yang dibuka Gubernur Kalsel Muhidin, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin. Festival tahunan ini berlangsung di Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

Kepada sejumlah wartawan, usai pembukaan Jumat (8/8) sore, Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin mengatakan, festival ini merupakan event tahunan dalam rangkaian Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti tahun – tahun sebelumnya, beragam acara meriahkan festival tahun ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin, (sasirangan biru) saat diwancara

Diantaranya Kampoeng Bandjar, Parade Kelotok Hias, Panggung Seni dan Budaya, Festival Olahraga dan Tradisonal, Permainan Rakyat, Lomba Foto dan Video, Galeri Seni dan Pusaka.

“Gelaran berlangsung selama 3 hari mulai 8 sampai 10 Agustus,” ucapnya

Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2025, dimeriahkan
Kampoeng Bandjar, yaitu stand-stand kabupaten kota di Kalsel, yang menampilkan ciri khas masing-masing daerah. Seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan, terkenal dengan kuliner Ketupat Kandangan, Kabupaten Banjar dengan Air Guci, yaitu kerajinan tangan khas Banjar, berupa sulam manik yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Kain ini dulunya hanya boleh dipakai penguasa Kerajaan Banjar, dan sekarang menjadi warisan budaya yang dilestarikan. 

“Masyarakat dapat datang langsung untuk mengetahui berbagai informasi destinasi wisata unggulan, juga kulinernya,” jelas Syarifuddin yang juga sebagai Plt Kepala Dinas Pariwisata Kalsel

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, festival tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni dengan adanya stand Galeri Seni dan Pusaka. Dimana khusus Galeri Seni, ditampilkan 21 lukisan karya perupa lintas generasi.

Beberapa benda koleksi ratusan tahun yang dipamerkan

Kemudian untuk Galeri Pusaka, para
pengunjung akan disuguhi pameran pusaka berusia ratusan tahun yang sarat nilai sejarah dan makna. Koleksi yang dipamerkan, diantaranya keris berumur ratusan tahun, peninggalan masa awal pemerintahan Pangeran Suriansyah Raja Banjar pertama yang memeluk Islam.

“Ayo kunjungi Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025, karena di panggung akan dimeriahkan Madihin, Musik Panting, tari-tarian, dan artis Pusakata serta Danar Widianto yang siap menggetarkan panggung utama,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Menuju Adipura 2025, Provinsi Kalsel Diminta Serius Kelola Sampah

BANJARBARU – Penilaian Adipura adalah proses evaluasi yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memberikan penghargaan kepada kota – kota di Indonesia, yang berhasil menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan.

Program Adipura baru, tidak lagi hanya menjadi simbol kota bersih, melainkan indikator strategis tata kelola persampahan yang modern, adil, dan berkelanjutan. Penilaian tidak hanya bersandar pada estetika kota, tetapi pada 3 dimensi mendasar, yakni sistem pengelolaan sampah dan kebersihan 50 persen, anggaran dan kebijakan daerah 20 persen, serta kesiapan SDM dan infrastruktur pendukung 30 persen.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan, bahwa sebanyak 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan, masih masuk kategori Kota Kotor terkait kriteria penilaian Adipura 2025.

Adapun tujuan mengenai penilaian Adipura, yakni untuk mendorong kota – kota di Indonesia agar menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, kualitas udara, dan pengelolaan limbah.

“Penilaiannya benar-benar serius sesuai dengan kondisi daerah, dan beberapa waktu lalu kami sudah meluncurkan penilaian Adipura baru,” ungkap Hanif, usai menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Karhutla, disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, baru – baru ini.

Ia mengingatkan, agar Provinsi Kalsel serius mengelola sampah, karena hingga saat ini, nilai standar kabupaten/kota di Kalsel masih tergolong Kota Kotor.

Penilaian Adipura 2025 dilaksanakan melalui verifikasi yang memiliki kriteria-kriteria yang tidak hanya mengutamakan simbol kota bersih saja, tetapi mengedepankan tata kelola sampah yang baik.

“Pemerintah daerah di Kalsel melakukan langkah-langkah tata kelola sampah yang benar. Jika sampah yang ada di hulu tidak dikelola dengan baik, maka pemerintah daerah jangan berharap mendapatkan penghargaan Adipura 2025,” tutup Hanif. (MRF/RIW/RH)

Bedah Buku dan Workshop Book Review, Upaya Dispersip Kalsel Tingkatkan Budaya Literasi

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Bedah Buku bersama Penulis Khoirul Trian, Romansaku, Boy Chandra, serta Mutia Indah, di Aula Dispersip Kalsel, Jumat (8/8). Bedah Buku dibuka Kepala Dispersip Provinsi Kalsel Sri Mawarni.

Mawar mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan, dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni

“Dispersip Kalsel mengajak kaum ibu dan anak pelajar terus meningkatkan minat baca atau literasi. Salah satunya dengan menghadirkan para penulis terkenal tanah air,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Kegiatan bedah buku dilaksanakan selama dua hari, dari 8-9 Agustus 2025, dengan dihadiri 200 peserta dari perwakilan pelajar di Kota Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut, Mawar mengatakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, terus meningkatkan program literasi dikalangan generasi muda.

“Dispersip Kalsel selalu memberikan dukungan kepada para pencinta buku di Banua, dengan menghadirkan buku yang sedang laris atau best seller saat ini,” ucapnya.

Sehingga, lanjut Mawar, perkembangan pengetahuan tentang buku yang baru, selalu diketahui para pencinta buku di Kalimantan Selatan.

“Saat ini buku yang terkategori best seller, yakni Ayah Arah Kemana Ya, yang bercerita mengenai keberadaan seorang ayah di dalam keluarga,” ujarnya.

Isi pada bulu tersebut, merupakan hal yang paling relevan dengan keadaan saat ini. (SRI/RIW/RH)

Sambut HUT ke-80 RI, Pemprov Kalsel dan Forkopimda Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih

BANJARMASIN – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Forkopimda membagikan puluhan ribu bendera Merah Putih kepada masyarakat.

Aksi pembagian dilakukan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, serta jajaran Forkopimda, di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada Kamis (7/8) sore.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pembagian Bendera Merah Putih, yang digelar serentak secara nasional untuk menyemarakkan HUT ke-80 RI.

Sebanyak 10 ribu lembar bendera merah putih ukuran kecil dibagikan untuk para pengguna jalan. Sedangkan 5 ribu lembar bendera berukuran sedang, diperuntukkan bagi masyarakat agar dipasang di rumah masing-masing.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, pembagian bendera ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai simbol semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

“Semoga masyarakat lebih mencintai bangsa ini. Tidak mudah para pejuang kita meraih kemerdekaan, dan ini merupakan bentuk penghargaan kita kepada mereka,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Banua untuk aktif memasang bendera Merah Putih selama bulan kemerdekaan.

“Mari kita pasang bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing hingga akhir Agustus nanti. Ini bentuk nyata cinta kita kepada tanah air,” pesannya.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menuturkan, pembagian bendera akan terus dilanjutkan hingga Hari Kemerdekaan tiba.

“Pembagian bendera dilaksanakan serentak di seluruh jajaran Polda Kalsel. Kegiatan ini didukung penuh Pemerintah Provinsi Kalsel dan Forkopimda,” ungkap Kapolda.

Dirinya berharap masyarakat dapat lebih bersemangat menyambut HUT ke-80 RI dengan memasang bendera di rumah maupun kendaraan sebagai wujud cinta tanah air.

“Semoga gerakan ini semakin menggugah rasa nasionalisme masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menghargai jasa pahlawan,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Gelar Apel Karhutla, Gubernur Muhidin Harapkan Masyarakat Tidak Membuka Lahan Dengan Membakar

BANJARBARU – Bertempat di Lapangan Lanud Syamsudin Noor, pada Kamis (7/8), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Apel Siaga Karhutla, yang dipimpin langsung Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin.

Apel Karhutla dihadiri para anggota TNI/Polri, Pertamina, BPBD, Manggala Agni, Damkar dan Satpol PP, serta kelompok masyarakat lainnya. Sebelum apel dimulai, Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Kalsel Muhidin dan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, mengecek dan mengelilingi barisan para relawan.

Suasana Apel Karhutla 2025

Kepada awak media, Menteri Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan, pada saat pihaknya meninjau langsung kondisi lingkungan Kalimantan Selatan dari udara, dirinya bersyukur tidak terdapat kerusakan lingkungan yang di akibatkan karhutla di Banua ini.

Karhutla mempunyai dampak signifikan dalam menghancurkan lingkungan, sehingga penanganan sejak dini perlu dilakukan agar tidak terjadi kerusakan yang tidak diinginkan. Meskipun Kalimantan Selatan berstatus siaga darurat karhutla, namun kondisi area lahan masih basah, sehingga faktor karhutla secara tidak disengaja diharapkan tidak terjadi.

“Kita menyadari semua bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan tantangan yang serius, berdampak luas yang mulai terjadi kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan hingga kerugian ekonomi-sosial. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara luar biasa yaitu terpadu dan keberlanjutan,” ungkap Hanif.

Karhutla adalah bencana alam yang serius, sehingga penegakan hukum bagi yang melakukan pembakaran bagi individu maupun perusahaan. Pihaknya juga telah memberikan bantuan alat agar dimanfaatkan Gubernur untuk menangani masalah karhutla di daerahnya.

‎”Sebagaimana arahan Presiden RI, musim kemarau belum berakhir hingga bulan depan. Dengan itu, diharapkan agar pemerintah daerah dapat melakukan kesiapsiagaan untuk penanganan Karhutla,” tutup Hanif.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan bahwa di musim kemarau seperti sekarang ini banyak masyarakat yang ingin membuka lahan ataupun menyuburkan lahan mereka dengan cara membakar. Hal ini tentu berdampak luas seperti terjadinya karhutla, kabut asap, hingga pencemaran lingkungan. Oleh karena itu edukasi kepada masyarakat terus dilakukan demi mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Dengan gencarnya edukasi, diharapkan masyarakat dapat mengetahui dampak serta akibat dari membakar lahan,” ungkap Muhidin.

Muhidin menambahkan, untuk wilayah Kalimantan bantuan operasi modifikasi cuaca (OMC) dari BMKG hanya untuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Meskipun tidak mendapat bantuan OMC, Kalimantan Selatan akan merasakan dampak OMC dikarenakan area yang berdekatan dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. (MRF/RIW/RH)

Cegah Bullying, DPPPA Banjarmasin Laksanakan BESTY PPA di SMAN 5

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Banjarmasin, melalui Bidang Perlindungan Khusus Anak, melaksanakan kegiatan Bersama Edukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak (BESTY PPA) di SMA Negeri 5 Banjarmasin, Rabu (6/7). Edukasi dibuka Kepala DPPPA Kota Banjarmasin Ramadhan.

Ramadhan menyampaikan, pencanangan BESTY PPA sebagai langkah strategis perlindungan anak di satuan pendidikan dengan pelibatan siswa sebagai konselor sebaya.

“Dengan adanya BESTY PPA ini, maka siswa yang mengetahui adanya peristiwa perundungan, dapat melaporkan kejadian tersebut,” ungkap Ramadhan.

Pada pelaksanaan BESTY PPA ini, siswa diberikan pelatihan tidak hanya materi, kegiatan turut diisi praktikum dan diskusi peningkatan kapasitas siswa sebagai anggota Satgas BESTY PPA, yang didukung perwakilan GenRe Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Komunitas Kita Korban Bullying (KKB).

“Pelatihan ini diharapkan menjadikan para Duta BESTY PPA sebagai pendengar aktif, edukator sebaya, dan jembatan emosional pencegahan Bullying antara teman yang mengalami kekerasan dan pihak sekolah,” ucap Ramadhan.

Mereka disiapkan menjadi sahabat yang hadir bukan untuk menghakimi, tetapi untuk mendampingi dan melindungi.

Pada Pelatihan di SMA Negeri 5 Banjarmasin ini, materi kedua diisi Ketua Satgas PPKPT Universitas Lambung Mangkurat, Lena Hanifah, sebagai pemateri dari sudut pandang hukum, seperti Anak yang Berhadapan dengan Hukum dan Pedoman Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP).

Selanjutnya materi ketiga diisi Psikolog Rizqi Amalia Febrianty, yang menyampaikan pentingnya pencegahan Bullying di lingkungan sekolah serta peranan penting para siswa yang ditunjuk sebagai inisiator BESTY PPA di sekolah sebagai Pelopor dan Pelapor tindak Kekerasan terhadap anak di satuan Pendidikan.

Kegiatan dihadiri perwakilan siswa dan Pendamping Guru BK/BP dari 15 SMP sederajat se-Kota Banjarmasin, Anggota Pemuda Masjid serta Karang Taruna Kelurahan di Kota Banjarmasin. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang Peningkatan Kapasitas bagi peserta SMP yang dicanangkan sebagai Duta BESTY PPA. (SRI/RIW/RH)

Legislatif Kalsel Dorong Optimalisasi Anggaran Sektor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

BANJARMASIN – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah mitra kerja, guna membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Suasana rapat dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta BPKAD Provinsi

Rapat berlangsung di ruang rapat Komisi II, Rabu (6/8) sore, mengundang perwakilan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalsel.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, pihaknya menyoroti pemangkasan anggaran pada sektor-sektor strategis yang menjadi mitra kerja Komisi II. Mengingat, pemangkasan tersebut sangat tidak sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel (peci) didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi

“Setelah kita buka lapisan demi lapisan dari anggaran mitra kerja kami, ternyata banyak yang terpotong, bahkan ada yang separuh dari anggaran tahun 2025. Padahal, sektor ini sangat vital bagi masyarakat, terutama dalam hal pangan,” tegasnya

Ia menilai pengurangan anggaran tersebut mengancam kelangsungan program strategis daerah, seperti cetak sawah dan penguatan ketahanan pangan. Padahal menurutnya, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran besar melalui APBN untuk mendukung sektor pertanian, termasuk bantuan alsintan dan keuangan lainnya.

“Kami sepakat di Komisi II bahwa anggaran yang terpotong ini harus dikembalikan seperti tahun 2025. Ini demi menjaga kesinambungan program yang menyentuh langsung masyarakat,” ungkapnya.

Yani Helmi menegaskan, Komisi II akan memperjuangkan hal ini dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Dimana terdapat empat anggota Komisi II yang juga duduk sebagai anggota Banggar.

“Kami akan menyuarakan aspirasi dan kebutuhan riil dinas-dinas mitra kerja kami di forum Banggar. Ini bukan hanya tentang anggaran, tapi tentang komitmen kita dalam membangun ekonomi kerakyatan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version