Khatib Wukuf Arafah, Anggota Amirulhaj Sampaikan Pesan Persaudaraan dan Semangat Kebangsaan

ARAB SAUDI – Anggota Amirulhaj, Ahmad Said Asrori menyampaikan pesan tentang pentingnya meneguhkan persaudaraan dan semangat kebangsaan.

Suasana wukuf Arafah di tenda haji Indonesia

Pesan ini diurai Katib Am Syuriah PBNU saat menyampaikan Khutbah Wukuf Arafah di tenda Misi Haji Indonesia

Jemaah haji dunia, termasuk Indonesia, hari ini, Kamis (5/6) menunaikan ibadah Wukuf di Arafah. Wukuf berlangsung di tenda-tenda jemaah, sejak masuk waktu Zuhur.

Proses wukuf diawali dengan khutbah, dilanjutkan salat jama’ qashar Zuhur dan Asar, lalu zikir dan doa.

“Hari ini adalah hari yang dinanti jutaan umat Islam di dunia. Hari ini adalah hari dimana semua Jemaah haji berkumpul di padang Arafah. Semua bersimpuh, bermunajat dan bersujud di hadapan sang pencipta, Allah SWT, untuk meraih ampunan dan ridha-Nya. Lantunan talbiyah bergema memenuhi langit-langit Arafah,” pesan Kyai Said, panggilan akrabnya, di Arafah.

Hadir dalam wukuf Arafah di tanda Misi Haji Indonesia, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Muhammad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Agama Romo Mohammad Syafii, Wakil Kepala BP Haji Dahniel Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad.

Arafah, kata Kyai Said, adalah miniatur Mahsyar. Di tempat ini, umat manusia berkumpul dengan pakaian yang sama, berwarna putih sebagai lambang kesucian dan kesetaraan hamba di hadapan Tuhannya. Saat itu, pangkat tak lagi berguna. Jabatan tak lagi digdaya. Status sosial tak lagi berfaedah.

“Wukuf di Arafah mengajarkan kita tentang pentingnya persaudaraan; seiman, sebangsa, dan sekemanusiaan. Di tempat ini, 1400-an tahun yang lalu, Nabi Muhammad mendeklarasikan persaudaraan kemanusiaan,” pesannya.

Kyai Said juga mengutip pesan Nabi Muhammad SAW, “Wahai umat manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, nenek moyang kalian juga satu. Kalian semua anak turun Adam dan Adam dicipta dari tanah. Ketahuilah bahwa tak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang non Arab, orang non Arab atas orang Arab, kulit putih atas kulit hitam, kulit hitam atas kulit putih kecuali dengan takwa.” (HR. Imam Ahmad)

Ditegaskan Kyai Said, persaudaraan yang diajarkan Nabi adalah persaudaraan sejati. Persaudaraan tanpa basa-basi. Persaudaraan tanpa tapi. Persaudaraan yang penuh empati. Persaudaraan dengan sepenuh hati.

“Karena itu, sesama saudara kita tak boleh menyakiti, tak boleh mengkhianati, dan tak boleh menzalimi,” tegasnya.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan beragam. Terdiri dari banyak suku, ras, bahasa, dan agama.

“Mari kita jadikan seruan ukhuwah yang dideklarasikan Nabi pada 14 abad silam, sebagai semangat yang mampu meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa,” sambungnya.

Ia juga meminta umat Islam, menjadikan keragaman bangsa sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia ke depan menjadi negara yang besar, maju dan sejahtera. Bangsa yang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tandasnya.

Kepada jemaah, Kyai Said berpesan bahwa Arafah menjadi tempat terbaik untuk beristighfar dan berdoa kepada Allah.

“Semoga wukuf kita, dan doa-doa yang kita panjatkan diterima Allah Swt. Semoga Arafah menjadikan kita sebagai pribadi-pribadi yang luhur, yang mencintai negara dan bangsa Indonesia, dan mampu meneguhkan persatuan dan persaudaraan antar sesama. Semoga kita semua mendapat predikat hajjan mabrura, wa sa’yan masykura, wa dzanban maghfura, wa tijaratan lan tabur,” tutupnya. (KemenagRI-RIW/RH)

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan Tanam 5.000 Pohon Mahoni

BANJARMASIN — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirayakan setiap 5 Juni, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan melaksanakan program pelestarian lingkungan dengan menanam sebanyak 5.000 pohon mahoni di sepanjang ruas Jalan Gubernur Soebardjo, Banjarmasin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan peningkatan kualitas udara di kawasan pelabuhan dan sekitarnya.

Acara penanaman pohon tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dinas Kehutanan Provisi Kal-Sel, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Camat Banjarmasin Barat, dsyn KSOP Kelas I Banjarmasin.

Program ini merupakan bagian dari kampanye nasional yang dilaksanakan secara serentak oleh Pelindo Holding di 8 titik berbeda di seluruh Indonesia, dengan total 40.000 bibit pohon ditanam. Khusus di Regional 3 Kalimantan, pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan sinergi antara Pelindo, Pemerintah Daerah, Komunitas Lingkungan, dan masyarakat sekitar.

Pemilihan pohon mahoni didasarkan pada karakteristiknya yang kuat, mampu menyerap polusi udara secara maksimal, dan memiliki akar yang baik dalam mencegah erosi. Selain nilai ekologis, keberadaan pohon ini akan memperindah lanskap jalan utama dan mendukung konsep Greenbelt di kawasan pelabuhan.

Executive Director 3 Regional 3, Daru Wicaksono Julianto, menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi simbol kuat dari arah pembangunan berkelanjutan yang diusung Pelindo.

“Pelindo memastikan bahwa pembangunan pelabuhan tidak hanya memfasilitasi logistik nasional, tetapi juga harus ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Daru menegaskan bahwa penanaman 5.000 pohon mahoni ini adalah bagian dari integrasi program Greenbelting Nasional.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meninggalkan warisan hijau bagi generasi mendatang, serta mendorong keterlibatan semua pihak dalam menjaga bumi yang kita tempati bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan pendidikan kepada anak-anak yatim melalui program Pelindo Juara, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan harapan bagi masa depan generasi muda.

Momen pengarahan bantuan pendidikan dari Pelindo

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, mengapresiasi langkah Pelindo yang sejalan dengan visi Kota Banjarmasin sebagai kota hijau dan berkelanjutan.

“Kami menyambut baik inisiatif Pelindo menanam pohon di kawasan strategis. Semoga menjadi inspirasi bagi seluruh stakeholder untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Ikhsan Budiman.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin siap mendukung dan bersinergi dalam program-program lingkungan ke depan, agar dampaknya dapat terus dirasakan masyarakat luas secara berkelanjutan.

Program ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, namun juga tanggung jawab dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat.

Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta pelabuhan yang ramah lingkungan dan menjadi bagian dari solusi perubahan iklim.

Dengan semangat Hari Lingkungan Hidup 2025, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui langkah nyata yang membawa dampak jangka panjang. Menanam pohon hari ini adalah investasi untuk masa depan bumi yang lebih sehat. (Pelindo-RIW/RH)

Dukung Swasembada Pangan, Polda Kalsel Panen 41 Ton Jagung di Lahan Rawa Basah

BANJAR – Upaya mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2025 terus digencarkan jajaran Polda Kalimantan Selatan.

Terbaru, sebanyak 41 ton jagung berhasil dipanen dari lahan rawa basah seluas 7,8 hektar yang sebelumnya merupakan lahan tidur, di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Km 17, Desa Padang Panjang, Kabupaten Banjar, pada Kamis (5/6).

Suasana Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Kalsel

Usai memimpin Panen Raya Kuartal II, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Kapolda Kalsel, Irjen pol Rosyanto Yudha Hermawan (tengah) saat diwawancara

“Alhamdulillah, kita bisa membuktikan bahwa dengan kerja bersama dan sungguh-sungguh, tantangan sebesar apapun bisa kita hadapi dan hasilnya bisa kita nikmati hari ini,” ucap Kapolda.

Ia menjelaskan, lokasi tersebut sebelumnya merupakan lahan tidur yang tidak produktif dan rawan terbakar saat musim kemarau, hingga menimbulkan kabut asap yang mengganggu penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.

Dengan adanya program tanam jagung satu juta hektare secara nasional yang dicanangkan oleh Polri bersama Kementerian Pertanian, Polda Kalsel pun membentuk Gugus Tugas Ketahanan Pangan dan mulai melakukan pemetaan terhadap lahan-lahan yang berpotensi ditanami.

Bekerja sama dengan Binda Kalsel, perguruan tinggi, dan sektor swasta, Polda Kalsel akhirnya memutuskan untuk menggarap lahan rawa basah tersebut dengan menggunakan varietas jagung tahan air serta teknologi pertanian yang sesuai.

“Melalui riset para ahli, kami berhasil menemukan varietas yang tahan terhadap kondisi kelebihan air. Ditambah teknologi penanaman yang tepat, akhirnya kita bisa panen hari ini,” jelas Kapolda.

Panen ini merupakan hasil dari tanam perdana di lahan seluas 7,8 hektar dari total rencana 120 hektar.

“Ke depan, kami menargetkan perluasan lahan guna mendukung ketahanan pangan di Banua, sekaligus implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Terkait penyerapan hasil panen, Kapolda Kalsel memastikan tidak ada kendala. Sejumlah pihak telah menyatakan siap membeli hasil panen, termasuk Perum Bulog yang juga menyiapkan fasilitas penyimpanan di gudangnya.

“Langkah ini menjadi bentuk nyata sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan memberdayakan lahan yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Dukung Percepatan Pembentukan FKH Pertama di Kalsel, PDHI Visitasi Universitas Sari Mulia

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap, visitasi Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia – PDHI ke Universitas Sari Mulia, dapat berkontribusi pada pembangunan Banua.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Provinsi, Husnul Hatimah, saat menyampaikan sambutan

Harapan itu disampaikan, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Provinsi, Husnul Hatimah, saat menghadiri pertemuan dan perjanjian kerjasama pemerintah dengan Universitas Sari Mulia, Kamis siang (5/6)

Dalam sambutannya yang dibacakan Husnul Hatimah, Gubernur mengatakan, kunjungan ini dapat menjadi energi positif bagi Universitas Sari Mulia, untuk terus maju dan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, profesi dokter hewan dan pemerintah daerah. Khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hewan serta pengembangan peternakan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi antara pemerintah provinsi, dengan Universitas Sari Mulia, dan organisasi profesi seperti PDHI dan FKHI, sangat penting meningkatkan kapasitas SDM, untuk melakukan riset terapan, dan membangun sistem pelayanan yang andal dan profesional,” katanya

Suasana visitasi PDHI di Universitas Sari Mulia

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Muhammad Munawaroh menyampaikan, pihaknya mendukung rencana pembentukan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Sari Mulia Banjarmasin. Oleh karena itu, dengan visitasi ini ingin melihat sejauh mana kesiapan sarana, prasarana, dan SDM dosen pengajar.

“Kami yakin Universitas Sari Mulia bisa membentuk FKH pertama di Kalsel” tutupya.

Universitas Sari Mulia menerima kunjungan dari Perhimpunan dokter Hewan Indonesia bersama perguruan tinggi pendamping IPB, dalam rangka pembentukan Fakultas Kedokteran Hewan, dengan program studi sarjana kedokteran hewan dan pendidikan profesi dokter hewan.

Pada kesempatan ini juga dilakukan kerjasama antara Pemprov Kalsel dengan Universitas Sari Mulia, bertempat di Universitas Sari Mulia Jalan Pramuka Banjarmasin. (NHF/RIW/RH)

Sidak Dua Pasar, Pemprov Kalsel Pastikan Stok dan Harga Sembako Stabil Jelang Idul Adha

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan didampingi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, melakukan sidak ke Pasar Induk Sentra Antasari dan Pasar Lima, pada H-1 Hari Raya Idul Adha, Kamis (5/6).

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, saat monitoring harga daging ayam

Kepada wartawan, di sela kegiatan sidak, Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Sulkan mengatakan, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok ini dianggap perlu, agar tidak terjadi gejolak atau kenaikan yang dapat memberatkan masyarakat.

Hasil konfirmasi dengan beberapa pedagang bahan pokok seperti beras, minyak goreng, daging ayam, sapi, sayur mayur dan bawang merah serta bawang putih, untuk ketersediannya aman di pasaran, hingga berakhirnya Hari Raya Idul Adha 1446 Hijrah.

“Untuk harganya normal, tidak ada yang mengalami kenaikan,” ucapnya

Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan Sulkan, saat diwancara

Disampaikan Sulkan, saat ini ketersediaan pasokan cukup menghadapi Hari Raya Idul Adha, untuk harga bawang merah dan bawang putih perkilonya hanya Rp35 ribu, cabai dikisaran Rp35 hingga Rp50 ribu perkilo, daging ayam per kilonya Rp32 ribu, dan Minyakkita Rp17ribu. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir dengan harga dan ketersediannya di pasaran.

“Kami ingin warga tidak perlu melakukan aksi memborong bapok,” pinta Sulkan

Lebih lanjut Sulkan menambahkan, pihaknya mengingatkan seluruh pelaku usaha, baik distributor maupun pedagang, untuk tidak menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).Yakni tidak mengambil keuntungan berlebihan di momen Hari Raya Idul Adha 1446 Hijrah.

“Stabilitas harga pangan sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya (NHF/RIW/RH)

Jelang Liga 2, Lapangan 17 Mei Mulai Jalani Verifikasi Juni ini

BANJARMASIN – Jelang pelaksanaan pertandingan sepakbola Liga 2, panitia penyelenggara melakukan verifikasi terhadap sejumlah lapangan sepakbola yang akan menjadi tempat penyelenggaraan acara, salah satunya Kota Banjarmasin.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi menjelaskan, lapangan sepakbola 17 Mei Banjarmasin, menjadi salah satu lokasi yang akan diverifikasi kelayakannya oleh panitia penyelenggara Liga 2.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi

“Verifikasi akan dimulai pada 7 Juni 2025 ini,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Fitri berharap lapangan sepakbola 17 Mei ini dapat lolos pada verifikasi tersebut.

“Pemerintah Provinsi Kalsel tentu memberikan dukungan penuh,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fitri mengatakan, pelatih baru tim sepakbola Barito Putera, Stefano Cugurra atau Teco, meninjau lapangan sepakbola 17 Mei Banjarmasin jelang pelaksanaan Liga 2 tersebut.

Fitri menjelaskan, pelatih baru Barito Putera ini, menunjukkan perhatian besar terhadap kondisi fasilitas yang ada di lapangan sepakbola 17 Mei.

Teco pun memberikan masukan untuk pembenahan lapangan 17 Mei.

“Masukan yang disampaikan seperti perbaikan kualitas rumput, fasilitas ruang ganti, hingga keselamatan area sekitar lapangan,” ucap Fitri. (SRI/RIW/RH)

Pemko Banjarbaru Sampaikan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2025

BANJARBARU – DPRD Kota Banjarbaru menggelar Rapat Paripurna terkait Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan APBD dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025, yang dipanaskan di Ruang Graha Paripurna Lantai 3 Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Kamis (06/5).

Rapat yang dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni ini, merupakan bagian dari tahapan pembahasan APBD perubahan yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/640/SJ.

Pj. Sekda Kota Banjarbaru, Sirajoni

Kepada awak media, Pj. Sekda Kota Banjarbaru, Sirajoni menyampaikan, bahwa rancangan perubahan KUA dan PPAS disusun berdasarkan perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), dan dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan nasional dan provinsi.

“Pendapatan daerah diproyeksikan mengalami penyesuaian dari target awal Rp1,486 triliun menjadi Rp1,475 triliun. Penyesuaian ini mencakup kenaikan pendapatan asli daerah sebesar Rp438,6 miliar dan penurunan pendapatan transfer dari pusat menjadi Rp1,037 triliun,” ungkap Sirajoni.

Sirajoni menambahkan, pentingnya sinkronisasi kebijakan perencanaan daerah dengan arah pembangunan nasional dan provinsi, serta penyesuaian pendapatan dan belanja sesuai dengan potensi dan kebutuhan riil daerah.

“Pergeseran anggaran telah dilakukan sebelumnya sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi belanja negara dan daerah. Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan meningkat dari Rp1,613 triliun menjadi Rp1,875 triliun, dengan alokasi terbesar pada belanja operasi dan belanja modal yang mengalami kenaikan signifikan,” tutup Sirajoni.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizki Sukma Iskandar Putra menyampaikan, bahwa perubahan ini sebagai respons terhadap Inpres Nomor 01 Tahun 2025, tentang efisiensi belanja APBD yang meminta pemangkasan anggaran tidak produktif.

“Rancangan Perubahan KUA dan PPPAS ini diharapkan dapat diselesaikan pada Juli Mendatang,” tutup Gusti. (MRF/RIW/RH)

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Muhidin Dukung Kampanye Zero Plastic

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mendukung penuh kampanye Zero Plastic atau nihil sampah plastik, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025. Dukungan itu disampaikan Gubernur, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso, saat memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, di halaman kantor Gubernur di Banjarbaru, pada Kamis (5/6).

Gubernur menegaskan, bahwa kampanye pengurangan penggunaan plastik, sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq. Kampanye tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya sampah plastik terhadap lingkungan hidup. Selain itu, kampanye ini juga sekaligus mengajak masyarakat untuk menghindari penggunaan kantong kresek ataupun alat makan plastik lainnya.

“Gubernur Muhidin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya dengan memilah sampah dari rumah tangga secara disiplin. Kebiasaan kecil tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang mencemari lingkungan,” ungkap Adi.

Program penukaran sampah plastik menjadi sembako di depan Kantor Gubernur Kalsel.

Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 Tingkat Provinsi Kalsel, juga diwarnai dengan aksi bersih – bersih sampah dan penanaman pohon, serta program penukaran sampah plastik menjadi sembako.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Fathimatuzzahra, mengungkapkan, bahwa dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia, pihaknya bersama stakeholder terkait mengajak masyarakat untum melakukan bersih-bersih dan memilah sampah antara organik dan non organik.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Fathimatuzzahra

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, menjalin kerjasama dengan Bank Sampah Induk Baiman Kota Banjarmasin dan Bank Sampah Unit Sekimpul Kabupaten Banjar, dalam menggelar program penukaran sampah plastik menjadi sembako.

“Program ini sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah, khususnya plastik yang masih menjadi persoalan di lingkungan masyarakat,” ungkap Fatimatuzzahra.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara untuk mengubah mindset masyarakat. Dimana program penukaran sampah plastik menjadi sembako ini sudah dilakukan pihaknya sebanyak dua kali, pertama di Banjarmasin depan Kantor Gubernur Lama, dan di depan Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru.

“Kita memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang ada disekitarnya jika dikelola dengan baik akan memberikan nilai bagi mereka,” tutup Fatimatuzzahra.

Adapun sembako yang dibagikan kepada masyarakat pada program penukaran sampah plastik, berupa beras, gula, dan minyak goreng.

Skema penukaran yakni dengan mereka datang membawa sampahnya dan dilihat serta dinilai oleh Bank Sampah Induk Baiman Kota Banjarmasin dan Bank Sampah Unit Sekumpul Kabupaten Banjar. Kemudian mereka yang akan menilai harga dari sampah tersebut. Jika sampah itu bernilai diatas Rp10 ribu, maka mereka akan mendapatkan 1 liter minyak goreng atau 1 kilogram gula. Jika dibawah Rp10 ribu, mereka akan mendapatkan mie instan, minyak goreng setengah liter, dan beras 1 kilogram. (MRF/RIW/RH)

Exit mobile version