Lanjutkan Bimtek, Pemprov Kalsel Harapkan Pokdarwis Miliki Kemampuan Story Telling

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel berharap, seluruh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) memiliki kemampuan story telling.

Bayu Bastari Setiawan, saat bertanya dengan salah satu Ketua Pokdarwis

Kepada sejumlah wartawan, Rabu (28/5), Sekretaris Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Tanwiriyah mengatakan, Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, kembali digelar setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Batola, dan sekarang Kabupaten Banjar. Ia berharap kelompok sadar wisata memiliki kemampuan story telling, baik menceritakan tentang sejarah, tradisi dan budaya di setiap destinasi tersebut.

“Pada pelatihan ini, peserta diajarkan cara menyampaikan cerita atau story telling yang menarik dan efektif tentang destinasi wisata, budaya, dan sejarah di Kabupaten Banjar,” ucapnya

Sekretaris Dispar Kalsel Tanwiriyah (ditengah), saat memberikan komentarnya

Disampaikan Tanwiriyah, Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025 menghadirkan narasumber berkompeten yaitu Novyandi Saputra, menyampaikan tentang tren pariwisata global lebih mengarah pada cerita (story),
karena pengaruh media sosial.

Sedangkan Bayu Bastari Setiawan, mengenai teknik bercerita kepada wisatawan, dengan cara membangun ikatan emosional, agar mereka merasa nyaman.

“Dengan adanya kemampuan story telling ini, wisatawan akan berminat untuk kembali mengunjungi destinasi wisata tersebut,” harap Intan (sapaan akrabnya)

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Irwan Jaya menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan, terutama ke destinasi wisata berbasis alam dan religi.

Pemerintah Kabupaten Banjar, menurutnya, berupaya untuk terus memberikan dukungan kepada seluruh kelompok sadar wisata, yang saat ini jumlahnya mencapai hampir 30 kelompok.

“Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Banjar, diantaranya Pokdarwis Bukit Manjai, Murung Batu Laba, Pesona Riam Kanan, Mayang Sari Jeram Alam Roh 17, Puncak Pagaran Benteng Oranje Nassau dan Kelampayan Ulu Makam Datu Pelampayan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat, kembali menggelar Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, bertempat di salah satu hotel berbintang Banjarmasin. Sasaran kegiatan kali ini adalah Pokdarwis Kabupaten Banjar. (NHF/RIW/RH)

Soal Kasus UMKM Terkena Sanksi Pidana, Ini Tanggapan KADIN Kalsel

BANJARMASIN – Selama beberapa waktu terakhir ini, salah satu pelaku UMKM di Kota Banjarbaru, menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat, pelaku usaha hingga unsur pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Diketahui, UMKM Toko Ikan Asin Mama Khas Banjar dipidanakan, karena tidak mencantumkan label kadaluwarsa pada produk makanan beku yang dipasarkannya.

Kasus ini masih berlangsung di Pengadilan Negeri Banjarbaru, dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pemilik Mama Khas Banjar, lepas dari segala tuntutan hukum, serta meminta barang bukti yang disita untuk dikembalikan.

Menanggapi kasus ini, Ketua Umum KADIN Kalsel, Shinta Laksmi Dewi meminta semua pihak mengambil pelajaran dari persoalan ini.

“Pelaku UMKM sudah seharusnya mengikuti aturan yang berlaku. Salah satunya terkait perizinan, maupun sertifikasi yang harus dimiliki suatu usaha. Jangan sampai usaha kita terhambat karena persoalan ini,” jelas Shinta Laksmi Dewi, saat ditemui dikantornya kawasan Kayutangi Banjarmasin, belum lama tadi.

Dari sisi pemerintah, menurut Shinta, secara formal saat ini sudah ada Kementrian UMKM, yang memiliki tangung jawab untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada seluruh pelaku usaha UMKM.

“Sayangnya, saat ini belum ada satu data base, yang menampung seluruh informasi terkait UMKM. Padahal data ini diperlukan untuk memastikan jumlah UMKM yang perlu dibina, untuk pengembangan usaha mereka. Selain itu juga diperlukan satu instansi khusus, yang benar – benar mengurusi masalah UMKM ini saja,” urai Shinta.

Diseluruh daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan, menurut Shinta, hampir seluruh instansi pemerintah daerah hingga vertikal, BUMN dan juga organisasi kemasyarakatan, memiliki UMKM binaan.

Termasuk KADIN Kalsel, yang memiliki hubungan kewirausahaan dengan UMKM. Mulai dari program pembinaan UMKM dengan latar belakang usaha kuliner, garmen hingga ekraf (ekonomi kreatif).

“Karena banyak pihak yang peduli terhadap UMKM ini, maka sangat diperlukan data base tersebut untuk memastikan tidak ada tumpang tindih program pembinaan. Selain itu, dengan adanya satu data UMKM ini, juga memudahkan program sosialisasi dan perizinan,” tambahnya.

Shinta menambahkan, jika program pembinaan dan pendampingan sudah dijalankan pemerintah dengan maksimal, namun masih ada UMKM yang tidak menjalankan aturan, barulah sanksi dapat diberikan.

“Janganlah sanksi diberikan terlalu cepat, sementara UMKM juga perlu untuk dikembangkan,” tutup Shinta.

Forum UMKM secara berkala juga diperlukan, sebagai sarana komunikasi, sarasehan, fasilitasi ruang sosialisasi, untuk menambah wawasan, serta berbagi pengalaman, untuk kemudian saling dukung dalam peningkatan kompetensi UMKM. (RIW/RH)

95 WMP Siap Bersaing Dapatkan Bantuan Permodalan Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan penilaian atau seleksi untuk bantuan permodalan bagi wirausaha muda pemula (WMP) di Provinsi Kalimantan Selatan, di Aula Kantor Dispora Kalsel, Rabu (28/5).

Plt Kepala Dispora Kalsel Fitri Hernandi melalui Kabid Pengembangan Pemuda Muhammad Anugrah menjelaskan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan sejak sepekan lalu, telah melakukan penilaian, terhadap proposal permohonan bantuan yang diajukan wirausaha muda pemula tersebut.

“Saat ini dilaksanakan penilaian tahap terakhir, yakni penyampaian langsung dari wirausaha muda pemula dihadapan tim penilai,” ucapnya.

Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah

Penilaian tahap akhir ini terkait usaha yang mereka jalankan. Hal ini untuk memastikan, usaha tersebut memang layak mendapatkan bantuan.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka mendukung kewirausahaan pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Anugrah.

Pada tahun ini terkumpul 95 pelaku Wirausaha Muda Pemula di Provinsi Kalimantan Selatan, siap bersaing untuk mendapatkan bantuan permodalan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tahun ini terdapat 95 wirausaha muda pemula yang mengajukan permohonan,” ucapnya.

Namun tahun ini, lanjut Anugrah, pemerintah provinsi melalui Dispora hanya memberikan bantuan permodalan kepada 85 wirausaha muda pemula yang ada di Banua.

“Masing masing akan menerima bantuan modal sebesar 10 juta rupiah per orang,” jelas Anugrah.

Dengan jumlah penerima bantuan pada tahun ini mengalami peningkatan, dari tahun sebelumnya hanya berjumlah 80 penerima. (SRI/RIW/RH)

Tinjau Stadion 17 Mei, Wagub Hasnuryadi Targetkan Lolos Verifikasi Liga 2

BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, kembali meninjau Stadion 17 Mei Banjarmasin, untuk memastikan kesiapan lapangan sepakbola kebanggaan orang Banua itu, untuk kembali menggelar pertandingan bertaraf nasional.

“Kunjungan tersebut dalam rangka lanjutan perbaikan pembangunan dari stadion Kebanggaan warga Banua,” ungkap Hasnuryadi Sulaiman kepada wartawan, pada Selasa (27/5) sore.

Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

Pihaknya berharap pembenahan Stadion 17 Mei ini, dapat dirampungkan dalam dua bulan mendatang.

Hasnuryadi juga meminta masukan para suporter Barito Putera , untuk perbaikan Stadion 17 Mei, dalam rangka persiapan dimulainya Kompetisi Liga 2 mendatang.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan ini berharap, lapangan sepakbola 17 Mei dapat lolos verifikasi Liga 2 mendatang.

“Liga 2 akan berlangsung pada Agustus mendatang, oleh karena itu, agar lolos pada verifikasi perlu dilakukan pembenahan,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan perlu untuk membenahi Stadion 17 Mei, sebagai tempat dilaksanakannya pertandingan Liga 2 nanti.

“Dalam dua bulan ke depan sebelum dilaksanakannya verifikasi, pembenahan Stadion 17 Mei dapat dirampungkan,” ujar Hasnuryadi.

Pada kunjungan tersebut Wakil Gubernur didampingi Plt Kadispora Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi beserta jajarannya, serta Tim Dinas PUPR Provinsi Kalsel. (SRI/RIW/RH)

Ubah Sampah Jadi Tabungan, Strategi Cerdas Bank Kalsel dan Pemko Banjarbaru

BANJARBARU – Dalam upaya membangun kebiasaan menabung sejak dini sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, Bank Kalsel bersama Pemerintah Kota Banjarbaru melalui SMP Negeri 3 Banjarbaru, resmi meluncurkan program inovatif bertajuk Bank Sampah Mas Pitung (MAnajemen Sampah PIntar untuk TabUNGan).

Program ini mengintegrasikan edukasi literasi keuangan dengan pengelolaan sampah, dimana para siswa didorong untuk menabung dari hasil sampah anorganik yang telah dipilah dan memiliki nilai ekonomis.

Melalui sinergi dengan produk Simpanan Pelajar (SimPel) milik Bank Kalsel, Bank Sampah Mas Pitung menjadi bentuk nyata kolaborasi dunia pendidikan dan perbankan dalam membentuk generasi cerdas finansial, sekaligus berwawasan lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama pembukaan rekening SimPel kepada seluruh siswa/i SMPN 3 Banjarbaru, yang menjadi langkah awal dalam mengembangkan budaya menabung di kalangan pelajar.

Tak hanya itu, Bank Kalsel turut menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pengisian saldo awal rekening SimPel untuk siswa/i serta bantuan sarana dan prasarana penunjang untuk operasional Bank Sampah Mas Pitung.

Kegiatan peluncuran Bank Sampah Mas Pitung yang diresmikan Pj. Sekda Kota Banjarbaru, Sirajoni ini, dilaksanakan pada hari Selasa (27/5) bertempat di halaman SMPN 3 Banjarbaru.

Tak hanya itu, Bank Kalsel juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) secara langsung oleh Direktur Bisnis Bank Kalsel, Ahmad Fauzi Noor kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Banjabaru, Erda Murniasih, berupa pengisian saldo awal rekening SimPel untuk siswa/i serta bantuan sarana dan prasarana penunjang operasional Bank Sampah Mas Pitung.

Turut menyaksikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Dedy Sutoyo; Kepala Bagian Pengawasan PUJK, EPK dan LMS OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Andy Rahman Yuliman; Kepala Camat Cempaka, Kapolsek Cempaka dan Seluruh Kepala Sekolah SMP Banjabaru serta Kepala Cabang Banjarbaru beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Pj. Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni menyampaikan, bahwa program ini merupakan langkah inovatif yang relevan dengan tantangan masa kini, di mana pengelolaan lingkungan dan literasi keuangan menjadi dua isu utama di masyarakat.

“Kami mengapresiasi inisiatif dari Bank Kalsel berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan bersama Dinas Lingkungan Hidup yang di implementasikan di SMPN 3 Banjarbaru. Program ini bukan hanya mengajarkan anak-anak untuk menabung, tapi juga membentuk karakter mereka agar peduli terhadap lingkungan sejak dini,” ujar Sirajoni.

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Ahmad Fauzi Noor menekankan pentingnya memperkenalkan dunia keuangan kepada pelajar melalui cara yang kontekstual dan menyenangkan.

“Program Bank Sampah Mas Pitung adalah wujud inovasi Bank Kalsel dalam menjangkau pelajar dengan metode yang relevan. Kedepannya, Bank Kalsel ingin menunjukkan bahwa menabung bisa dimulai dari hal kecil seperti mengelola sampah. Diharapkan kedepannya nanti akan tercipta ekosistem sekolah yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” terang Fauzi.

Sebagai informasi, Program Bank Sampah Mas Pitung merupakan bagian dari upaya Bank Kalsel mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ke depannya, Bank Kalsel berharap program ini dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RH)

RSUD Ulin Terima Kunjungan Tim Kemenkes RI Program Ili Sari

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin menerima kunjungan dari Tim Kementerian Kesehatan RI, untuk kegiatan evaluasi program pelaksanaan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Berat atau Ili Sari, di Aula Lantai 7, Gedung Ulin Tower, Selasa (27/5).

Rombongan ini disambut Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin, diwakili Wakil Direktur Non Medik, Hukum, dan Diklat RSUD Ulin Banjarmasin Rusma Khazairin.

“Kedatangan Tim Kemenkes ini untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Tim Ili Sari RSUD Ulin Banjarmasin, dalam menjalankan program yang dilaksanakan Kemenkes RI,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Wadir Non Medik Hukum dan Diklat RSUD Ulin Banjarmasin Rusma Khazairin

Menurut Rusma, RSUD Ulin Banjarmasin berupaya dengan maksimal untuk melaksanakan program yang diberikan tersebut.

“RSUD Ulin Banjarmasin merupakan Rumah Sakit Rujukan Tipe A untuk penangan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Berat,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut Rusma, pasien dengan infeksi saluran pernafasan berat, yang telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin, lebih sedikit dibanding dengan Pulau Jawa.

“Pasien dengan saluran pernafasan berat di Provinsi Kalimantan Selatan cukup banyak, dan mereka dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ujarnya.

Saluran pernafasan berat ini merupakan penyakit yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut, karena dapat membahayakan jiwa penderita.

“Karena itu RSUD Ulin Banjarmasin terus meningkatkan upaya penanggulangan dari penyakit Saluran Pernafasan Berat ini,” ucap Rusma.

Untuk diketahui penyakit saluran pernapasan akut berat ini, memiliki ciri yang dapat dilihat. Yakni, batuk kurang dari 10 hari, disertai demam, dan nafas pendek atau mengalami sesak nafas. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version