Gelar Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi, Bulog Pastikan Serap Gabah Petani

BARITO KUALA – Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu dari 15 Provinsi di Indonesia, yang menggelar Panen Raya Padi serentak, yang dipimpin langsung Presiden RI, Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada Senin (7/4). Secara nasional, panen raya dipusatkan di Kabupaten Majalengka Jawa Barat, sedangkan di Provinsi Kalimantan Selatan, dipusatkan di Kabupaten Barito Kuala, tepatnya di Desa Panca Karya Alalak Ray 15.

Momen panen raya menggunakan Combine Harvester di Desa Panca Karya

Provinsi Kalimantan Selatan terpilih sebagai salah satu lokasi panen raya, karena merupakan salah satu sentra utama produksi padi nasional, dan menjadi provinsi terbesar ke-11 dalam produksi beras nasional.

“Pada tahun 2024, total produksi padi provinsi Kalsel mencapai 1,2 juta ton. Hal ini dicapai melalui program optimasi lahan (oplah) dan cetak sawah yang dicanangkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ketersediaan dan penyaluran pupuk yang mudah menjangkau petani menjadi stimulan bagi petani untuk menanam,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman kepada wartawan, disela kegiatan Panen Raya Padi di Desa Panca Karya.

Syamsir menyampaikan, bahwa momen panen raya ini menjadi sangat penting, karena di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah berhasil meningkatkan produksi beras nasional hingga mencapai angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, termasuk di Kalimantan Selatan.

“Dimana total luas lahan padi yang di panen secara serentak di 14 provinsi mencapai 123.228 hektar, sehingga total stok beras yang dicadangkan sampai dengan April 2025 sebesar 2,4 juta ton,” jelasnya.

Sementara itu, untuk serapan gabah yang dihasilkan para petani, sesuai arahan Menteri Pertanian RI, Bulog memberikan jaminan untuk menyerap seluruh gabah yang dihasilkan petani dengan harga Rp. 6.500/kilogram gabah kering panen.

“Jaminan harga dan serapan gabah langsung oleh BULOG ini, memberikan keuntungan dan kebahagiaan bagi petani kita. Dan tadi Bulog sudah memastikan, harga pembelian ini adalah untuk seterusnya,” tutup Syamsir.

Terkait pembelian gabah ini, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel, Muhammad Akbar Said mengatakan, pihaknya menargetkan pembelian 10 hingga 20 ton gabah petani, hasil Panen Raya Padi pada Senin (7/4).

“Sejak kemarin (Minggu) kami sudah mendatangi sejumlah titik di Batola, dan kita sudah menyerap gabah petani hingga 30 ton,” jelas Akbar kepada wartawan di sela kegiatan Panen Raya Padi di Desa Panca Karya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel saat membeli gabah petani saat panen raya di Desa Panca Karya

Akbar memastikan, pihaknya langsung membeli gabah dari petani, usai dipanen, tanpa harus dijemur terlebih dulu. Dimana harga pembelian yang ditetapkan adalah sebesar 6.500 rupiah per kilogram gabah kering panen.

“Pokoknya gabah keting panen dari Combine Harvester langsung kita ambil dengan harga 6.500 per kilogram,” tegas Akbar.

Selain di Batola, Akbar memastikan, pihaknya juga membeli gabah petani di kabupaten lainnya yang menggelar Panen Raya, dengan rata – rata pembelian hingga 20 ton.

“Sampai saat ini kita sudah menyerap 7.200 ton gabah petani, atau sudah melampaui target hingga April 2025 di angka 6.200 ton. Bahkan kami mendapat tambahan target hingga akhir April ini, untuk menyerap gabah petani hingga 7.400 ton,” jelasnya.

Akbar memastikan, pemerintah sudah menyiapkan dana untuk membeli gabah petani hingga akhir tahun nanti. (RIW/RDM/RH)

Panen Raya Bersama 14 Provinsi di Indonesia, Kalsel Berkomitmen Tingkatkan Produksi Padi Nasional

BARITO KUALA – Mengawali aktivitas pasca libur panjang Idul Fitri, Presiden RI, Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menggelar Panen Raya Padi di 14 Provinsi Indonesia pada Senin (7/4). Panen raya yang dipusatkan di Kabupaten Majalengka Jawa Barat ini, diikuti 13 provinsi lainnya secara online, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan.

Di Provinsi Kalimantan Selatan, panen raya padi bersama Presiden RI ini, dipusatkan di Desa Panca Karya Alalak Barito Kuala, yang dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman diwakili Pj Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Pj Sekdaprov Kalsel saat memberikan bantuan secara simbolis kepada Bupati Batola. (Sumber foto: Biro Adpim)

Turut hadir perwakilan Kementrian Pertanian, Pangdam VI/Mulawarman, dan jajaran Forkopimda Kalsel, diantaranya Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari serta Kabinda Kalsel. Hadir pula Bupati Batola, Bahrul Ilmi, jajaran Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Syamsir Rahman, dan juga jajaran kepala SKPD lingkup Pemkab Batola.

Kegiatan yang diawali dengan panen raya menggunakan Combina Harvester atau alat pemanen kombinasi ini, juga dihadiri ratusan petani Desa Panca Karya, Brigade Pangan serta Petani Milenial.

Panen raya di Desa Panca Karya Batola ini, dilakukan pada lahan seluas 11.181 hektar, dengan rata – rata sudah mampu melakukan tanam hingga 2 kali. Dimana program oplah yang dijalankan Kementan bersama Pemprov Kalsel dan Pemkab Batola, telah mampu meningkatkan indeks pertanaman padi (IP) hingga ke angka 2. Sebagian besar padi ditanam dengan menggunakan varietas lokal Siam Madu, dengan produksi rata-rata 6,2 ton/hektar.

Dalam sambutan Wagub Hasnuryadi Sulaiman yang dibacakan Pj Sekdaprov, Muhammad Syarifuddin, Pemerintah Provinsi sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, yang sudah sangat berperan dalam mendorong ketahanan pangan nasional di Kalsel. Sehingga, produksi padi, terutama di Batola, sangat meningkat hingga saat ini.

“Alhamdulillah pada hari ini kita dapat berkumpul dalam acara Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi se-Indonesia. Dalam kesempatan kali ini, saya mengucapkan terimakasih sebesar – besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian besar terhadap ketahanan pangan nasional,” sampai Wakil Gubernur Kalsel dalam sambutan tertulisnya.

Pj Sekdaprov Kalsel, mengungkapkan, petani adalah garda terdepan dalam kedaulatan pangan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Dimana keberadaan mereka, sangat memerlukan komitmen dan bantuan dari seluruh pihak termasuk pemerintah daerah, untuk bersama – sama mewujudkan swasembada pangan, sesuai arahan Presiden, Prabowo Subianto.

“Khususnya peningkatan produksi padi sebagai komoditas pangan utama. Kita ucapkan terimakasih juga kepada Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan pada momen bersejarah ini, kita apresiasi atas dedikasi serta bekerja keras dalam kolaborasi antar pemerintah pusat, instansi TNI/Polri, akademisi dan masyarakat lain,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi menyampaikan rasa terimakasihnya atas dipilihnya Kabupaten Barito Kuala, mewakili Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai salah satu lokasi panen raya bersama Presiden Prabowo Subianto.

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kita sebagai kabupaten yang dianggap area lahannya terluas antara 12 kabupaten/kota di Kalsel. Izin dukungan dan bimbingannya ke depan, semoga bisa melaksanakan pertanian yang sebagai ujung tombak di Kalsel,” ungkap Bupati dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan penyerahan Bantuan Olah Lahan Optimasi Lahan (Oplah) sebesar 1,5 miliar rupiah lebih, dengan alokasi 1.696 hektar, dari Kementerian Pertanian kepada Pemkab Batola, serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Brigade Pangan Batola.

Bantuan juga diberikan Pemprov Kalsel kepada Pemkab Batola. Diantaranya berupa bantuan pembangunan jalan akses kawasan pertanian senilai 850 juta rupiah lebih, dan Bantuan Saprodi Pengembangan Cabe Besar untuk Kelompok Tani Sumber Makmur di Desa Puntik Dalam, Mandastana sebesar hampir 53 juta rupiah. Dimana total bantuan yang diberikan kepada Pemkab Batola, mencapai sekitar 8,5 miliar rupiah.

Selain dipusatkan di Kabupaten Barito Kuala, pada saat bersamaan juga dilaksanakan Penen raya di sentra produksi padi di kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Yaitu di Desa Lok Tangga Kabupaten Banjar, Desa Hambuku Hulu Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan di Desa Sikontan, Tabalong di Desa Pangelak, Hulu Sungai Selatan di Desa Padang Batung, dan Hulu Sungai Tengah di Desa Cukan Lipai serta Kabupaten Tapin di Desa Timbaan.

Tercatat 5.702 petani, 13 Gubernur, 3 Wakil Gubernur, 181 Bupati/Walikota, 20 Wakil Bupati/Wakil Walikota, unsur Forkopimda, Bulog, BPS, PT. Pupuk Indonesia, juga mengikuti Panen Raya Padi yang dipusatkan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.

Sementara Gubernur dan Bupati/Walikota di luar Majalengka, melaksanakan panen padi raya serentak di wilayah masing – masing. Untuk memastikan Gubernur dan Bupati/Walikota melakukan panen secara serentak, Presiden Prabowo Subianto melakukan video conference kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota di 13 Provinsi. Seperti Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan tidak ketinggalan Kalimantan Selatan, serta Sulawesi Selatan. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version