Pemprov Kalsel Pastikan Seleksi KPID 2024-2027 Berjalan Optimal

YOGYAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel Periode 2024-2027 bekerja maksimal dalam melakukan pemilihan komisioner yang baru melalui koordinasi dengan KPID Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Rapat koordinasi diikuti oleh seluruh Tim Seleksi, seluruh anggota KPID DIY, serta perwakilan dari LPPL TVRI DIY guna membahas tahapan seleksi dan meningkatkan pengetahuan terkait penyiaran.

“Koordinasi ini sangat penting untuk pembekalan Tim Seleksi dalam bekerja nantinya, agar mampu memilih komisioner yang berkualitas, sehingga penyiaran di Banua bisa lebih baik,” ujar Ketua Tim Seleksi Muhammad Amin di Yogyakarta, Sabtu (22/2).

Penyerahan kenangan-kenangan oleh Ketua Seleksi KPID, Muhammad Amin (sasirangan) kepada perwakilan KPID DIY

Salah satu narasumber dari KPI Pusat, Evri Rizqi Monarshi menegaskan bahwa regulasi untuk seleksi KPID sudah sangat jelas diatur dalam Peraturan KPI Nomor 1/2014 dan Nomor 1/2024, serta Keputusan KPI Nomor 3/2024.

“Regulasinya sudah jelas, sehingga tugas Tim Seleksi memastikan seluruh rangkaian proses sesuai aturan, agar tidak terjadi tuntutan secara hukum,” tegas Evri.

Foto bersama usai kunjungan ke KPID DIY

Pada kesempatan tersebut, Tim Seleksi juga berdiskusi dengan komisioner KPID DIY untuk berbagi pengalaman tentang pelaksanaan seleksi dan pengawasan isi siaran di Yogyakarta.

“Kolaborasi KPID dengan pemerintah daerah sangat harmonis, dimana KPID telah diberikan wewenang yang jelas melalui Perda Penyiaran yang dibuat oleh Pemprov DIY, sehingga komisioner mampu menjalankan tugas secara lebih optimal,” terang Ketua KPID DIY Hazwan Iskandar Jaya.

Penyiaran di kota budaya dan pendidikan tersebut, sangat menjaga kearifan lokal minimal 10% program siaran lembaga penyiaran berbahasa jawa.

Perwakilan TVRI DIY Mediana menguraikan bagaimana lembaga penyiaran harus mampu berinovasi mengikuti perkembangan teknologi digital.

“Tim Seleksi harus memilih komisioner KPID yang mampu menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi, termasuk Artificial Intelligence atau AI dalam penyelenggaraan penyiaran daerah,” imbau Mediana.

Proses pemilihan KPID Kalsel saat ini sedang dalam tahapan seleksi administrasi hingga 25 Februari mendatang. Selanjutnya adalah tahapan uji kompetensi (CAT, Psikotest, wawancara), uji publik, uji kelayakan dan kepatutan di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. (DISKOMINFO.KALSEL-BDR/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dukung Peningkatan Kualitas Pemuda Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pemuda di Kota Banjarmasin.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi menjelaskan, pada Tahun 2025 ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya memberikan dukungan terhadap peningkatan kinerja pemuda di daerah. Salah satunya di Kota Banjarmasin.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi

“Dukungan terhadap peningkatan kualitas pemuda di Kota Banjarmasin ini, difokuskan di kawasan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Peningkatan kualitas pemuda yang diharapkan tentunya, pemuda dapat lebih kreativitas, inovatif, memiliki kemandirian, sehingga para pemuda tersebut dapat memiliki daya saing dalam peningkatan kualitas diri.

Dalam kesempatan tersebut, saat ini pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini dinilai menghadapi tantangan yang cukup berat.

“Menjadi pemuda saat ini cukup berat serta memiliki tantangan yang harus dihadapi,’ ujarnya.

Tantangan tersebut seperti tingginya angka kemiskinan, tingginya angka pengangguran, rendahnya daya saing dan kurangnya publik speaking serta berorganisasi oleh pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Karena itu angka indeks pembangunan pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan tidak begitu tinggi,” ucap Rokhyatin Effendi. (SRI/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Muhidin, Semangat Ikuti Retreat Kepala Daerah di Gunung Tidar, Akmil Magelang

JAWA TENGAH – Mengenakan baju hijau loreng, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengikuti kegiatan Retret Kepala Daerah bersama 505 peserta di Magelang, Jawa Tengah pada Jum’at (21/2) siang.

Gubernur Muhidin saat berbaur bersama peserta Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang

Mengikuti agenda ini, Gubernur Muhidin menjalani kegiatan sehari – harinya hingga Jumat (28/2) bersama para kepala daerah mengenakan kostum seperti tentara. Dengan sepatu boot, celana, baju, dan topi loreng. Mereka menjalani tradisi semi militer.

Sesaat menuju lokasi penyambutan retreat, Gubernur Muhidin tampak gagah dan menyampaikan bahwa dirinya siap mengikuti rangkaian kegiatan Retret Kepala Daerah se-Indonesia.

“Hari ini kita sudah berpakaian lengkap dalam rangka mengikuti pembukaan orientasi atau Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang. Mari kita ikuti di hari pertama ini,” sampai Gubernur Kalsel, Muhidin tersenyum dan berjalan keluar pintu.

Gubernur Muhidin menilai, bahwa kegiatan retreat ini sangat penting dan baik diikuti bagi kepala daerah dalam melatih kepemimpinan, sehingga mampu mengambil keputusan serta kebijakan yang pro rakyat.

“Retreat ini penting. Kita yakin dapat membangkitkan disiplin, jiwa korsa, cepat dan strategis dalam tindakan serta mengambil keputusan,” tegas Muhidin.

Di barisan keempat, Gubernur, Muhidin terlihat disamping Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran kepala daerah lainnya. Sejak awal, suami Fathul Jannah ini terlihat bersemangat bergabung di kawah Candradimuka Gunung Tidar.

Penyambutan kepala daerah diiringi sejumlah anggota drum band dari Taruna (Genderang Seruling Canka Lokananta) begitu meriah, Gubernur, Muhidin melambaikan tangan kepada masyarakat sekitar.

Tidak lama pada peserta memasuki kawasan pintu gerbang Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Gubernur, Muhidin bersama sejumlah kepala daerah mengikuti pembinaan berupa peningkatan kapasitas dan orientasi selama 8 hari untuk kepala daerah baru.

Kemudian dari Rindam, para kepala daerah dibawa menggunakan 14 bus menuju Wisma Sumbing persis di depan Gerbang Akademi Militer (Akmil) Magelang. Lalu, peserta dibagi per pleton.

Di Mess Sumbing, Gubernur, Muhidin bersama kepala daerah lainnya diberikan arahan, dan diajarkan yel-yel untuk membangkitkan semangat.

Setelah itu semua peserta memasuki lokasi Akmil dan di sana disambut secara resmi oleh Gubernur Akmil, Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw dan Mendagri, Tito Karnavian.

Selama sepekan, Gubernur, Muhidin bersama gubernur, bupati dan wali kota se-Nusantara, dibekali teori dan praktik kepemimpinan selaras visi dan misi kenegaraan, serta program Asta Cita.

Dari keterangan resmi Wakil Menteri Mendagri Bima Arya, sebanyak 488 kepala daerah menyatakan hadir.

Dari 488 kepala daerah tersebut, 19 orang diberi tanda gelang warna merah, dinyatakan yang bersangkutan perlu atensi khusus dalam hal kondisi kesehatan.

Dari 488 kepala daerah, lanjut Bima Arya, 55 orang tidak hadir, 6 diantaranya telah melayangkan surat izin sakit 5 orang, 1 orang izin acara keluarga, dan 49 orang tidak ada kabar. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Guna Perbaikan Penyelenggaraan Pemilu Mendatang, KPU Banjarmasin Gelar FGD

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin menggelar Focus Group Discussion (FGD), dalam rangka Penyusunan Laporan Evaluasi Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Banjarmasin Tahun 2024, bertempat disalah satu hotel berbintang Banjarmasin Minggu (23/2) yang dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Banjarmasin Rusnailah, didampingi Komisioner KPU, Sekretaris KPU dan Jajaran KPU Banjarmasin.

Suasana Focus Group Discussion KPU Banjarmasin

Kepada sejumlah wartawan, Ketua KPU Banjarmasin Rusnailah, usai acara mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, yang mengamanatkan KPU kabupaten/kota untuk melakukan evaluasi serta menyusun laporan penyelenggaraan pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali kota.
Dimana, berisikan tanya jawab untuk mendapat kritikan dan masukan sebagai bahan pertimbangan Pilkada ke depan.

“Focus Group Discussion ini merupakan kegiatan terakhir yang dilaksanakan oleh KPU Banjarmasin, kemudian hasilnya akan disampaikan ke KPU Kalimantan Selatan,” ucap Rusnailah

Ketua KPU Banjarmasin Rusnailah, saat diwancara awak media

Disampaikan Rusnailah, dalam laporan yang disusun ini dapat memberikan gambaran lengkap tentang seluruh tahapan pemilihan, mulai dari perencanaan hingga tindak lanjut setelah pemilihan. Hasil evaluasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas demokrasi, agar pemilihan berlangsung profesional, transparan dan akuntabel.

“Berbagai saran sangat diperlukan untuk menyempurnakan sistem pemilihan,” tutupnya

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum Banjarmasin menggelar Focus Group Discussion, turut hadir perwakilan tim pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin tahun 2024, media cetak, elektronik serta online, dan juga tamu undangan lainnya. (NHF/RDM/RH)

2025, Dispar Kalsel Terapkan Inovasi Baru Virtual Reality Meta di TIC

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, tahun 2025 ini akan menerapkan inovasi Virtual Reality (VR) Meta di Tourism Information Center (TIC), bertempat di Bandara Syamsudin Noor.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, baru-baru tadi mengatakan, inovasi baru ini sebagai upaya mempromosikan destinasi wisata unggulan dengan memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) Meta, setelah sebelumnya sukses diperkenalkan saat gelaran Kalsel Expo 2024 lalu di Lapangan Murjani Banjarbaru.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, saat memberikan komentarnya

“Hasil evaluasi ternyata ratusan pengunjung tertarik menggunakan alat khusus seperti kacamata untuk melihat destinasi wisata, meski lewat video pendek,” ucapnya

Ia menyampaikan, layanan VR Meta akan menampilkan informasi tentang sektor pariwisata di Kalimantan Selatan, seperti kuliner, destinasi wisata unggulan, dan berbagai macam produk konomi kreatif. Dimana, wisatawan dapat memilih langsung informasi wisata yang diinginkan.

“Layanan VR ini wisatawan merasakan sensasi seperti langsung berada di lokasi” jelasnya.

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, saat ini ada tiga unit VR Meta di Bandara Syamsudin Noor dan disediakan gratis. Kedepan rencananya, akan dilakukan penambahan untuk dipromosikan dalam setiap event tahunan yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan.

“Beberapa event akan kami gelar seperti Festival Budaya Pasar Terapung, Kampung Banjar dan Festival Wisata Mancanegara,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

BPKD Wilayah II Kalsel Terus Pastikan Penerapan K3 di Lingkungan Kerja

BANJARBARU – Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah (BPKD) Wilayah II Provinsi Kalimantan Selatan yang berada di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel terus memastikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di berbagai perusahaan.

Kepala BPKD Wilayah II Provinsi Kalsel, Taufiqurrahman, mengatakan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pengawasan terhadap perusahaan guna memastikan standar K3 dijalankan dengan baik.

Kepala Balai Wasnaker Wilayah II, Taufiqurrahman

“Kami terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan, apakah di lingkungan kerjanya sudah menerapkan K3 sesuai prosedur. Kami juga memastikan bahwa dalam penerapannya dapat mencapai zero incident,” katanya belum lama tadi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh di wilayah kerja BPKD Wilayah II Kalsel, yang meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Tapin.

Penerapan K3 di perusahaan-perusahaan di wilayah ini nantinya juga akan dinilai langsung oleh tim dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

“Perusahaan-perusahaan tersebut tetap mendapatkan pengawasan yang hasilnya akan dinilai oleh Kementerian secara online. Jadi mereka harus melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam menerapkan K3,” jelasnya.

Taufiq menambahkan bahwa dalam pengawasan ini, pihaknya juga memberikan edukasi kepada perusahaan mengenai pentingnya K3 agar tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

“Kami ingin memastikan bahwa K3 bukan hanya sebatas pemenuhan regulasi, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang diterapkan oleh perusahaan dan pekerja,” tuturnya.

Ia pun berharap kesadaran perusahaan terhadap pentingnya K3 semakin meningkat, sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan kondusif bagi tenaga kerja.

“Kami berharap semua perusahaan dapat menjalankan K3 dengan optimal, sehingga kecelakaan kerja bisa ditekan sekecil mungkin dan pekerja dapat bekerja dengan nyaman dan selamat,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Persambi Kalsel Gelar Rakerprov Tahun 2025 di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2025, di Kota Banjarmasin, Kamis (20/2).

Ketua Harian Persambi Kalsel Yayat Hadiyat mengatakan, digelarnya Rakerprov ini, untuk membicarakan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan Tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut mendatang.

Ketua Harian Persambi Kalsel Yayat Hadiyat

“Pada Rakerprov ini salah satu yang kami bahas mengenai Porprov tersebut,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Tentunya, lanjut Yayat, untuk kejuaraan tersebut perlu dipersiapkan sejak saat ini.

“Pada Porprov mendatang cabang olahraga Sambo akan mempertandingkan nomor yang sama dengan dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang,” jelasnya.

Ini akan diikuti oleh 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Yayat juga menyampaikan, rencana pelaksanaan Kejurprov Sambo yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tanah Laut.

“Kami merencanakan untuk Kejurprov Kalsel pada bulan April 2025 mendatang, di Kabupaten Tala,” ujarnya.

Sedangkan, dipilihnya Kabupaten Tanah Laut tersebut, sebagai tempat Kejurprov, sebagai ajang uji coba, persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Tahun 2025 di Kabupaten tersebut.

“Kami berharap pada pelaksanaan Kejurprov dan Porprov mendatang dapat berjalan lancar dan sukses,” ucap Yayat. (SRI/RDM/RH)

Cabor Olahraga Loncat Indah Gelar Kejurprov Tahun 2025

BANJARMASIN – Cabang Olahraga Loncat Indah menggelar, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Akuatik Indonesia Se Kalimantan Selatan, di Kolam Renang Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mulawarman, Banjarmasin, Kamis (20/2).

“Pelaksanaan Kejurprov ini sebagai syarat untuk mengikuti Porprov Tahun 2025 di Kabupaten Tala,” ungkap Technical Delegate Kejurprov Loncat Indah Kalsel Eka Purnama Indah.

TD Kejurprov Loncat Indah Kalsel Eka Purnama Indah

Pada kejurprov loncat indah ini diikuti sebanyak 6 daerah dari 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Enam daerah tersebut, Kota Banjarmasin, Ekabupaten Tanah Laut, Kabupaten Batola, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, serta Kabupaten Tabalong. Dengan mempertandingkan 20 nomor,” jelasnya.

Eka mengatakan, pihaknya bersyukur pada Kejuaraan Provinsi Loncat Indah ini, banyak diikuti atlet atlet usia dini.

“Sehingga, untuk pembinaan atlet atlet usia dini dapat terus dilakukan oleh pihaknya. Hingga atlet tersebut dapat memberikan prestasi membanggakan untuk Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya,” ucapnya.

Selain itu, tambahnya, pihaknya terus mensosialisasikan kepada masyarakat, jika olahraga loncat indah ini tidak semenangkutkan seperti yang ada di media sosial.

“Apalagi Kota Banjarmasin ini sudah terbiasa anak anak bermain di sungai seperti bercebur diri ke sungai, sehingga olahraga loncat indah cocok untuk anak anak di kota ini,” ujar Eka.

Sementara itu, atlet usia dini loncat indah Kota Banjarmasin Navaro Arfan Wibowo mengatakan, keikutsertaannya pada kejurprov ini untuk kedua kalinya. Ia berharap dapat meraih medali.

Atlet usia dini loncat indah Kalsel Navaro Arfan Wibowo

“Saya senang dengan olahraga loncat indah, semoga mendapat medali,” ucap Navaro.

Selain itu, Navaro berharap, dapat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut mendatang. (SRI/RDM/RH)

Dilantik Presiden Prabowo, Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman Resmi Menjadi Gubernur dan Wagub Kalsel Periode 2025-2030

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melantik Gubernur Kalsel, Muhidin dan Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, bersama 961 orang kepala daerah di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (20/2) pagi.

Gubernur dan Wagub Kalsel berfoto bersama di areal tenda pelantikan kepala daerah

Acara pelantikan ini turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pimpinan MPR dan DPR, serta menteri Kabinet Merah Putih.

Ratusan kepala daerah ini dilantik dalam satu rangkaian prosesi. Acara pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, kemudian berlanjut ke pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) dan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Di istana, Presiden Prabowo memimpin sumpah jabatan yang diikuti 961 orang, terdiri dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota.

“Bersediakah saudara – saudara mengucapkan sumpah janji sesuai agama masing-masing?,” ujar Prabowo.

“Bersedia,” ucap para kepala daerah.

Presiden Prabowo kemudian memimpin pengambilan sumpah jabatan para kepala daerah. Berikut bunyi sumpah jabatan yang diucapkan para kepala daerah.

“Saya bersumpah/berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, sebagai bupati, sebagai wakil bupati, sebagai wali kota, sebagai wakil wali kota dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” demikian bunyi sumpah yang dibacakan Presiden Prabowo dan diikuti semua kepala daerah yang dilantik.

Presiden Prabowo menyebut bahwa kepala daerah harus memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa.

Setelah pelantikan, Gubernur, Muhidin yang didampingi istri, Fathul Jannah dan Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman yang didampingi istri drg. Ellyana Trisya menyempatkan untuk mengabadikan momen foto bersama.

“Alhamdulillah, hari ini kami dilantik dan sebelumnya, saya dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Sekarang, dilantik bersama-sama dengan seluruh kepala daerah yang merupakan bagian sejarah Indonesia,” sampai Gubernur Muhidin didampingi Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman usai pelantikan.

Sejak malam tadi, Gubernur, Muhidin mengaku, telah menjaga kondisi dan makan teratur. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kalsel merasa turut bangga dan bahagia dalam momentum pelantikan serentak tersebut.

Kemudian, Muhidin menjelaskan bahwa setelah dilantik akan menyiapkan diri mengikuti kegiatan retret Kepala Daerah di Akmil Magelang. Sejak besok, nantinya sebagai kepala daerah yang terpilih siap menjalani latihan selama 8 hari sejak 21-28 Februari.

“Program makan gratis kan tidak dibebankan ke pemerintah daerah. Sementara, provinsi diperintahkan oleh Presiden agar memperhatikan sekolah-sekolah,” ungkap Muhidin.

Untuk hal itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan mengecek sekolah-sekolah di Banua. Gubernur H. Muhidin ingin sekolah yang tidak layak maka segera diperbaiki.

“Mungkin di daerah, Wakil Gubernur dulu yang menangani urusan kantor. Setelah kegiatan retret, kita akan memimpin bersama-sama sesuai tagline kita Bekerja Bersama, Merangkul Semua,” pungkasnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

BKOM Kalsel Gelar Bimtek Pengelola Kesehatan Olahraga

BANJARBARU – Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pengelola kesehatan olahraga di kabupaten/kota se-Kalsel.

Seorang peserta menanyakan terkait mekanisme pengukuran kebugaran calon jamaah haji

Kegiatan yang berlangsung pada 19-20 Februari 2025 di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru ini mengusung tema “Bekerja Bersama Wujudkan Jemaah Haji Kalimantan Selatan Segar (Sehat dan Bugar) Menuju Zero Angka Kematian”.

Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina, menjelaskan, bimtek ini diikuti oleh perwakilan petugas pengelola kesehatan jamaah haji dari 13 kabupaten/kota di Kalsel. Setiap daerah mengirimkan dua orang perwakilan yang akan dibekali sistem baru dalam pengukuran kebugaran calon jamaah haji.

Kepala BKOM Kalsel Susi Hermina (dua kiri) menyerahkan hadiah kepada peserta aktif

“Harapannya, petugas ini bisa melakukan pengukuran kebugaran dengan sistem yang baru. Saat ini, nilai istitha’ah (kemampuan fisik) menjadi penentu apakah calon jamaah bisa berangkat atau tidak. Setelah mendapatkan nilai istitha’ah, baru bisa melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH),” jelas Susi Hermina, Rabu (19/2).

Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang telah digelar sebelumnya. BKOM Kalsel menargetkan nol angka kematian jamaah haji pada tahun 2030 dan menekan angka kesakitan selama pelaksanaan ibadah haji.

“Kita ingin jamaah haji asal Kalimantan Selatan dalam kondisi sehat dan bugar. Oleh karena itu, kita menyiapkan petugas yang mampu melakukan pengukuran kebugaran dengan baik,” tambahnya.

Dalam bimtek ini, peserta diberikan materi mengenai prosedur pengukuran kebugaran jamaah haji. Pengukuran dilakukan dengan membagi jamaah ke dalam dua klaster berdasarkan usia.

Klaster usia 60 tahun ke atas diharuskan melakukan lari kecil atau jalan cepat selama enam menit untuk mengetahui jarak yang mampu ditempuh. Sementara itu, klaster usia di bawah 60 tahun harus melakukan lari sejauh 1.600 meter untuk menilai tingkat kebugaran.

Data yang diperoleh dari pengukuran ini seperti berat badan, tinggi badan, tekanan darah, lingkar pinggang, serta jarak dan waktu tempuh, akan dimasukkan ke dalam sistem perhitungan untuk menentukan tingkat kebugaran jamaah.

Jika ditemukan kondisi kurang bugar, maka akan dilakukan intervensi sejak enam bulan sebelum keberangkatan.

“Petugas di kabupaten/kota diharapkan mulai melakukan pengukuran kebugaran sejak enam bulan sebelum keberangkatan. Setelah itu, harus dilakukan pemantauan secara berkala melalui grup WhatsApp atau metode lainnya agar jamaah tetap rutin berolahraga minimal 30 menit per hari,” ujarnya.

Selain jamaah haji reguler, Susi Hermina juga menyoroti pentingnya pengukuran kebugaran bagi jamaah haji plus dan umrah.

“Haji plus saja belum diwajibkan melakukan pengukuran kebugaran, padahal mereka juga membutuhkan kesiapan fisik. Begitu juga dengan jamaah umrah yang selama ini tidak melalui prosedur kesehatan seperti jamaah haji reguler,” katanya.

BKOM Kalsel telah berupaya berkoordinasi dengan agen perjalanan untuk menerapkan pemeriksaan kebugaran bagi jamaah umrah. Biaya pemeriksaan ini juga tergolong terjangkau, yakni hanya Rp105.000 per orang sesuai Perda Tarif yang berlaku.

“Jika kebugaran jamaah diketahui sejak awal, maka agen travel juga tidak perlu khawatir. Jika ada jamaah yang perlu pendampingan khusus, hal ini bisa dipersiapkan lebih awal agar tidak menjadi kendala selama pelaksanaan ibadah,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version