Tinjau Banjir di Banjarbaru, Gubernur Kalsel Bersama SKPD Berikan Bantuan

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, yang diwakili Plh Sekdaprov Kalsel M Syarifuddin, meninjau lokasi banjir di Kota Banjarbaru, tepatnya di Desa Pengayuan Kota Banjarbaru, Selasa (28/1). Kedatangan Plh Sekdaprov Kalsel M Syarifuddin, bertujuan memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalsel bersama bantuan pribadi dari Gubernur Kalsel Muhidin, untuk para warga yang terdampak banjir.

Plh Sekdaprov Kalsel berikan bantuan korban bencana banjir

Syarifuddin menyampaikan, kunjungan seluruh jajaran SKPD Pemprov Kalsel bersama SKPd Kota Banjarbaru ke Desa Pengayuan ini, yakni sebagai bentuk solidaritas, atas datangnya musibah banjir yang menimpa masyarakat, selain silaturahmi pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.

“Setiap Kartu Keluarga (KK) menerima bantuan dari dana APBD melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel berupa beras 5 Kg, mie instan 1 dus, kopi 10 Sachet, teh 1 Kotak dan gula 1 Kg. Sedangkan dari partisipasi SKPD adalah minyak goreng 1 Liter dan air mineral 1 Dus,” ungkap Syarifuddin.

Ia melanjutkan, selain bantuan dari SKPD, ada bantuan secara pribadi dari Gubernur Kalsel, Muhidin yaitu paket telur ayam 10 biji untuk 5.000 KK. Dilanjutkan lagi sumbangan dari Dinas Kelautan Provinsi Kalimantan Selatan berupa makanan olahan ikan sebanyak 100 paket dan juga ikan segar sebanyak 50 Kg yang disediakan di posko dapur umum, dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan berupa makanan untuk Balita dan Ibu hamil dan juga sabun cuci pakaian dan sabun cuci tangan, selain itu bantuan dari Kementerian Sosial mulai dari makanan siap saji 500 paket, selimut 150 lembar, serta bantuan uang tunai sebesar Rp100 ribu yang dibagikan untuk setiap kartu keluarga dari Bank Kalsel.

“Bantuan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah Provinsi Kalsel. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” lanjut Syarifuddin.

Sementara itu, Pj Sekda Banjarbaru, Gustafa Yandi menambahkan, di posko pengungsian masih banyak didapati anak balita. Hal ini menjadi atensi serius Pemko Banjarbaru untuk memberikan bantuan kesehatan balita. Misalnya susu dan popok bayi, Karena pihaknya tak ingin ada penyakit yang tidak diinginkan.

“Kami bersyukur masyarakat terdampak banjir di Banjarbaru mendapat atensi serius dari Gubernur Kalsel. Terlebih ada tiga kecamatan dan 2.855 jiwa yang terdampak banjir, ” tutup Yandi. (MRF/RDM/RH)

Tinjau Sabilal Muhtadin, Gubernur Muhidin Targetkan Penataan Ulang Masjid

BANJARMASIN – Waktu menunjukkan pukul 10.10 WITA, saat mobil yang membawa Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin tiba di areal parkir barat Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, pada Selasa (28/1). Kedatangan orang nomor satu di Kalsel itu, langsung disambut Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin beserta jajaran. Turut hadir pula, Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi, Muhammad Yasin Toyib, dan Kepala Biro Kesra Provinsi, Fatkhan.

Gubernur (depan, dua dari kiri) saat meninjau areal taman dan halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Bukan tanpa alasan, kedatangan Muhidin di masjid kebanggaan Urang Banua ini, adalah untuk meninjau seluruh area masjid. Termasuk taman, halaman, shuffah hingga bagian dalam masjid dan ruang kerja Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Peninjuan dimulai dari areal taman, yang terlihat dipenuhi rumput di bagian areal tanpa paving. Dimana ke depan, Gubernur menginginkan seluruh areal tanah di taman, ditutup paving blok.

“Kalo ini semua dipasang paving blok, maka areal taman dapat menjadi lokasi sholat tanpa takut kotor terkena tanah. Jika belum masuk waktu sholat, areal ini juga bisa menjadi tempat berkumpul keluarga, dan aktivitas masyarakat menunggu waktu sholat,” ujar Gubernur kepada wartawan.

Muhidin juga meminta pemangkasan beberapa pohon, yang posisinya menutupi pandangan langsung dari arah jalan ke masjid.

“Termasuk toilet yang ada di kiri jalan masuk ini. Selain tidak estetik, toilet ini juga sangat tidak etis berada di depan masjid,” tegasnya.

Toilet nantinya akan dibangun di sisi lain, dan juga di bangunan yang kini menjadi ruangan Badan Pengelola Masjid.

“Untuk ruangan Badan Pengelola akan kita pindah ke ruangan yang saat ini dipakai MUI Kalsel. Nah untuk MUI nanti akan kita carikan di luar areal masjid,” urainya.

Setelah dari areal taman, rombongan Gubernur melihat kondisi shuffah di jalan masuk, serta kanopi yang ada disekitarnya.

“Ini juga tidak estetik. Ini nanti dibuka saja tanpa kanopi. Kita alihkan kanopi dari areal parkir ke lokasi toilet baru. Sehingga jemaah dari parkiran, tidak perlu kehujanan atau kepanasan,” tambahnya.

Beralih ke bagian dalam masjid, Muhidin juga menginginkan adanya penambahan kisi kisi pada dinding, agar terlihat lebih cantik dan estetik di pandang mata.

“Untuk sound system juga harus diatur posisinya, agar terdengar seluruh jemaah yang ada di dalam maupun areal luar masjid. Jika perlu kita beli sound system baru yang berkualitas bagus,” harapnya.

Tidak hanya dari sisi bangunan, Gubernur, Muhidin juga menyoroti keuangan masjid milik Pemerintah Provinsi Kalsel tersebut. Termasuk kontribusi sejumlah sekolah dan SPBU, yang ada di areal masjid.

“Kalo perlu diaudit keuangan masjid ini. Masa kas masjid hanya 400 juta, sementara lahan masjid disewakan untuk sekolah dan SPBU,” tegas Muhidin.

Peninjauan diakhiri dengan sholat Zuhur berjamaah bersama masyarakat, dan juga Plh Sekdaprov serta sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, yang tiba di masjid pasca menyerahkan bantuan banjir, bagi warga di Pengayuan Kota Banjarbaru. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version