BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan dalam peningkatan gemar makan ikan di Banua. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono menjelaskan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi kalimantan Selatan bersama dengan TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan sosialisasi gemar makan ikan di wilayah Kabupaten Tapin.
Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono
“Dislutkan Kalsel bersama dengan Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Raudah Jannah atau Acil Odah bekerjasama dalam memasyarakatkan pentingnya makan ikan, ditengah masyarakat,” ungkap Rusdi.
Dalam sosialisasi ini, lanjutnya, dengan sasaran anak anak sekolah dasar.
“Maka dengan begitu pemberian makanan ikan dapat bermanfaat untuk anak anak sekolah dasar tersebut,” ucap Rusdi.
Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan wilayah yang kaya akan hasil ikan, sehingga menurutnya sosialisasi gemar makan ikan perlu terus ditingkatkan.
“Gerakan gemar makan ikan merupakan program untuk penurunan angka stunting di Banua. Ikan merupakan makanan yang kaya akan protein dan gizi karena itu, dengan gemar memakan ikan dikalangan balita dan anak anak maka kebutuhan akan gizi tersebut, terpenuhi,” tuturnya.
Sehingga, diharapkan dengan cukupan gizi dari ikan tersebut, maka anak balita di Provinsi kalimantan Selatan terhindar dari Stunting.
“Gerakan gemar makan ikan ini terus dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan yang diketuai Raudatul Jannah atau Acil Odah,” ucap Rusdi. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melantik jajaran Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) Periode 2024 – 2029 di Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Rabu (4/9). Direksi yang dilantik adalah Mitra Damayanti sebagai Direktur Kepatuhan, Abdurrahim Fiqry sebagai Direktur Operasional, dan Ahmad Fauzi Noor sebagai Direktur Bisnis.
Dirut Bank Kalsel (dua dari kiri) berfoto bersama 3 direktur yang baru dilantik Gubernur Kalsel
Turut hadir pada pelantikan ini, para kepala daerah se Kalsel, unsur Forkopimda Kalsel, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Kepala OJK Provinsi Kalsel, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, serta jajaran Komisaris dan Direksi Bank Kalsel.
Gubernur berfoto dengan jajaran Komisaris dan Direksi Bank Kalsel
Dalam arahannya, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu, meminta Bank Kalsel berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Era digitalisasi dan globalisasi menuntut semua pihak terus bergerak maju dan memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah atau masyarakat,” urainya.
Paman Birin berharap, Bank Kalsel dapat menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan daya saing dan kualitas layanan, melalui pengembangan inovasi digital dengan tetap memperhatikan SDM.
“Tugas jajaran direksi tidak hanya memastikan keuntungan bank, tapi untuk fungsi sosial dan ekonominya dengan baik. Termasuk mendukung UMKM, berkontribusi dalam pembangunan daerah dan memberikan akses keuangan yang lebih luas kepada masyarakat Banua,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Paman Birin juga menyampaikan rasa percaya, bahwa dengan semangat kerja keras, kolaborasi yang baik, serta integritas tinggi, semua dapat membawa Bank Kalsel menuju pencapaian yang lebih tinggi lagi.
“Mari kita bersama-sama wujudkan Bank Kalsel untuk menjadi bank yang terdepan, terpercaya dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Kalimantan Selatan,” tutup Paman Birin.
Usai kegiatan pelantikan selesai, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa pelantikan direksi baru ini merupakan bagian dari upaya Bank Kalsel untuk terus beradaptasi dengan dinamika industri perbankan yang semakin kompleks.
“Pelantikan ini menandai langkah penting Bank Kalsel memperkuat pondasi struktur manajemen. Saya yakin bahwa dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki direksi yang baru dilantik, Bank Kalsel akan semakin solid dan siap menghadapi tantangan ke depan,” urainya.
Direktur Kepatuhan akan memastikan bahwa tata kelola dan operasional bank, comply terhadap regulasi. Sedangkan Direktur Operasional, akan memimpin peningkatan efisiensi dan produktivitas, mendukung kinerja optimal di seluruh lini. Sementara itu, Direktur Bisnis akan membawa inovasi dalam strategi pengembangan produk dan layanan, memastikan bahwa kebutuhan nasabah selalu menjadi prioritas utama.
“Saya meyakini bahwa dengan sinergi antara direksi baru dan seluruh Insan Bank Kalsel, kami akan mencapai prestasi yang lebih tinggi dan optimis dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan yang nantinya akan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah maupun nasional,” pungkasnya. (RIW/RDM/RH)
MATARAM – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin kembali mendapat penghargaan dalam penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Penyerahan Penghargaan
Penghargaan itu diserahkan Kepala ANRI melalui Kepala Bidang Pembinaan Kearsipan Desi Pratiwi kepada Gubernur Paman Birin melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie pada pembukaan Rakor Penerapan Aplikasi Srikandi, di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (3/9).
Penyerahan Penghargaan Srikandi
Paman Birin mendapat apresiasi ini karena keberhasilan penerapan aplikasi SRIKANDI di lingkungan Pemerintah Provinsi dengan dukungan, komitmen, inovasi, dan konsistensi dalam mengimplementasikan aplikasi SRIKANDI pada pemerintahan daerah di Wilayah Pembinaan Kearsipan Daerah I sebagaimana telah diamanatkan dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 100.4.41/8557/SJ tentang Implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).
Keberhasilan Gubernur Paman Birin ini ini adalah kali kedua setelah pada tahun 2023 lalu juga menerima penghargaan serupa di Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.
Pihak ANRI menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Gubernur Paman Birin yang telah memberikan dukungan penuh dan pengaruh yang besar terhadap penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya Aplikasi Umum Bidang Kearsipan yaitu SRIKANDI.
Sementara itu, Paman Birin melalui Nurliani menyampaikan penghargaan ini diberikan karena keberhasilan penerapan Aplikasi Srikandi di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, dengan indikator jumlah Organisasi Perangkat Daerah yang menggunakan, jumlah surat masuk dan keluar, serta jumlah disposisi, sebagaimana telah diamanatkan dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 100.4.41/8557/SJ tentang Implementasi Srikandi ANRI.
Penghargaan ini, lanjut Nurliani, juga bentuk apresiasi ANRI kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, khususnya Aplikasi SBPE Bidang Kearsipan Srikandi.
“Alhamdulilah, Bapak Gubernur Kalsel kembali menerima penghargaan SRIKANDI yang merupakan wujud keberhasilan penerapan Aplikasi SBPE Bidang Kearsipan Srikandi di lingkup Pemprov Kalsel,” ungkap Nurliani. (DispersipKalsel-NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor (Paman Birin) diwakili Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan kembali menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara Virtual bersama Kemendagri RI, bertempat di Command Center, Setda Prov. Kalsel, Banjarbaru, Selasa (3/9).
Rakor yang juga dihadiri oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel tersebut dalam rangka pembahasan langkah konkrit mengenai pengendalian inflasi di daerah Tahun 2024.
Kepada Abdi Persada FM usai Rakor, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan mengatakan per September ini Provinsi Kalsel masih menduduki 10 besar Daerah dengan angka inflasi terendah se-Indonesia.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan saat diwawancara
“Alhamdulillah, Kondisi Inflasi Kalsel saat ini stabil dan terkendali, berdasarkan angka inflasi nasional pada angka 2,12 persen years on years (YoY) dan kalsel berada pada 1,71 persen,” katanya.
Sulkan mengungkapkan inflasi terendah pada wilayah Kalsel secara month to month (MtM) terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dengan angka 0,78 persen.
“Secara keseluruhan inflasi wilayah Kalsel aman terkendali, termasuk juga dengan adanya penurunan harga bahan pokok seperti bawang merah, cabai hingga daging ayam dan lain-lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan upaya ini juga tidak lepas dari peran Gubernur Kalsel, Paman Birin yang mendorong agar terus menjaga kestabilan harga demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.
“Hal ini tak lupa atas jasa Gubernur kita Paman Birin dalam menurunkan inflasi di Banua,” ujar Sulkan.
Lebih lanjut Sulkan menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel terus melakukan pemantauan dan pengendalian harga komoditas di pasaran dalam upaya menekan inflasi.
“Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang di pasar dan menjaga agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)
BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin resmi menutup pemeriksaan kesehatan Bakal Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah di 11 kabupaten/kota di Kalsel, pada Senin (2/9).
“Penutupan kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut, dengan menyerahkan hasil pemeriksaan kepada Pasangan Calon Kepala Daerah,” ucap Wakil Direktur Penunjang Non Medik, Hukum, dan Diklat RSUD Ulin Banjarmasin Rusma Khazairin.
Wakil Direktur Penunjang Non Medik, Hukum, dan Diklat RSUD Ulin Banjarmasin Rusma Khazairin
Menurut Rusma, RSUD Ulin Banjarmasin juga menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon kepala daerah kepada KPU masing masing kabupaten dan kota peserta.
Rusma juga memastikan, sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (Paman Birin) bahwa, kami harus independen dalam melakukan pemeriksaan kepada pasangan calon kepala daerah.
“Berdasarkan arahan Gubernur, kami juga memastikan, RSUD Ulin Independen dalam melakukan pemeriksaan kepada Bakal Pasangan Calon Kepala Daerah ini,” ungkap Rusma.
RSUD Ulin Banjarmasin dipastikan tidak memihak ataupun memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon kepala daerah tersebut.
“Pemeriksaan kesehatan yang diberikan sama berdasarkan ketentuannya yang berlaku,” ucap Rusma.
Seperti diketahui, RSUD Ulin Banjarmasin melakuan pemeriksaan kesehatan untuk pasangan calon kepala daerah di 11 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan. 11 Kabupaten dan Kota tersebut, Kabupaten Tapin, Batola, Banjarbaru, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Kotabaru, Balangan, serta Banjarmasin.
Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan sejak 30 sampai 2 September 2024. Meliput Pemeriksaan Kesehatan Fisik, Pemeriksaan Psikologi, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)
BANJARBARU – Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH), Siti Nurbaya Bakar, mengunjungi Pusat Persemaian Liang Anggang Banjarbaru, pada Selasa (3/9). Wahana persemaian tanaman kayu – kayuan dan hasil hutan bukan kayu ini, merupakan hasil kerjasama Kementrian KLH, PT Adaro Indonesia, Kementrian PUPR, serta Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kehutanan yang menyiapkan lahan seluas 10 hektar. Pusat Persemaian yang memakai skema kolaborasi kerja Public Private Partnership ini, sudah dikerjakan sejak 2023 lalu.
Salah satu lokasi persemaian di Pusat Persemaian Liang Anggang
Kunjungan Menteri KLH ini, dimulai dengan penanaman pohon Pulai, bersama sejumlah pejabat lingkup Kementrian KLH, Kementrian PUPR, Gubernur Kalsel, dan juga Direktur PT Adaro Indonesia. Kemudian berlanjut dengan peninjauan ke lokasi persemaian bibit, bersama seluruh rombongan.
Gubernur Kalsel, diwakili Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan melakukan penanaman pohon di Pusat Persemaian Liang Anggang
Kepada wartawan usai peninjauan, Menteri KLH, Siti Nurbaya Bakar memuji keberadaan Pusat Persemaian yang sangat strategis ini. Apalagi dalam setahun, tempat ini digadang – gadang mampu memproduksi 8 – 10 juta bibit pohon.
“Pusat Persemaian ini diharapkan dapat mendukung program Revolusi Hijau yang digaungkan Paman Birin,” urai Siti Nurbaya.
Siti Nurbaya menegaskan, akan segera melaporkan perkembangan Pusat Persemaian Liang ini kepada Presiden, Joko Widodo. Dengan harapan, orang nomor satu di Indonesia tersebut, bersedia meresmikannya.
“Paman Birin dengan program Revolusi Hijau nya di Kalsel sangat diapresiasi Presiden. Bahkan program ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lainnya di Indonesia,” tambah Siti.
Sementara itu, Paman Birin yang diwakili Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Provinsi Kalsel, Husnul Khatimah, juga sangat mengapresiasi keberadaan Pusat Persemaian Liang Anggang ini.
“Selain mendukung program Revolusi Hijau, tempat ini juga dapat mengedukasi masyarakat untuk lebih menjaga kelestarian lingkungan dan mencintai program penanaman pohon,” tutupnya.
Pada saat yang sama, Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi mengatakan, sebagai perusahaan pemegang Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH), pihaknya berkomitmen mendukung penuh upaya percepatan pemulihan lahan kritis di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan melalui program Revolusi Hijau. Yakni dengan pembangunan persemaian berskala besar.
“Kami merasa bangga mendapatkan amanah untuk bersama-sama dengan KLH dan Kementerian PUPR, merampungkan pembangunan persemaian Liang Anggang ini. Selain pembiayaan sarana dan prasarana pusat persemaian, kami juga akan melaksanakan fungsi pengawasan dalam operasional,” jelasnya.
Kolaborasi ini juga melibatkan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, untuk melakukan pengelolaan bibit, dari proses perencanaan, distribusi, hingga monitoring bibit.
“Bibit dari PLA diharapkan dapat membantu kegiatan RHL di wilayah pengelolaan BPDAS Barito, baik yang dilakukan Kementerian LHK melalui Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Barito, serta Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Revolusi Hijau,” tegas Fathimatuzzahra, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Maulid Nabi Muhammad SAW, sudah di depan mata, tepatnya pada 16 September mendatang. Menyambut bulan kelahiran nabi akhir zaman ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menggelar Gema Maulid 40 Malam, di komplek rumah kediaman resmi Gubernur, gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Gema Maulid 40 Malam dimulai dari 4 September hingga 13 Oktober 2024.
“Tahun ini adalah tahun ketiga pemerintah provinsi menggelar kegiatan keagamaan ini. Dimana ini sepenuhnya merupakan inisiasi Paman Birin, untuk menjadikan rumah kediaman Gubernur dipenuhi dengan sholawat,” ujar Kepala Biro Adpim Pemprov Kalsel, Berkatullah kepada Abdi Persada FM pada Selasa (3/9).
Paman Birin saat Gema Maulid tahun 2023
Tahun pertama pada 2022, Gema Maulid berlangsung selama sepekan. Tahun berikutnya, berlangsung selama 14 hari atau dua pekan, dan tahun ini berlangsung lebih lama hingga 40 hari.
Gema Maulid ini, menurut Berkatullah, dimulai sekitar pukul 20.00 WITA, atau habis sholat Isya setiap malamnya, selama 40 hari berturut – turut. Kegiatan ini terbuka untuk umum.
“Masyarakat dapat datang ke Mahligai Pancasila jelang sholat Maghrib, dan melaksanakan sholat berjamaah,” tambahnya.
Selama kegiatan, menurut Berkatullah, disiapkan pula makanan gratis bagi seluruh jemaah yang hadir mengikuti Gema Maulid, selama 40 malam di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.
“Kami siapkan semaksimal mungkin. Apabila ada kekurangan, kami meminta maaf dan memohon keikhlasannya,” harap Berkatullah.
Pada malam perdana pelaksanaan Gema Maulid 40 Malam, Rabu (4/9) malam, dijadwalkan dibuka langsung Paman Birin. Kemudian secara bergantian, para kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, akan memberikan sambutan sebelum kegiatan berlangsung. Sesuai dengan jadwal penugasan sebagai panitia penyelenggara setiap malamnya. Dimana setidaknya ada 6 SKPD yang ditugaskan menjadi penyelenggara setiap malamnya, dan bergantian bagi seluruh SKPD lingkup pemerintah provinsi.
Sementara untuk kegiatan Gema Maulid 40 Malam, dimulai dengan sholat Maghrib berjamaah, pembacaan sholawat, ayat – ayat suci Al-Qur’an, dan juga ceramah dari sejumlah ustadz Banua hingga nasional. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan Kalsel, menggelar Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri, bertempat disalah satu Hotel Berbintang Banjarmasin pada Selasa (3/9).
Para peserta mengikuti Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri Disdag Kalsel
Dalam sambutan Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan, yang dibacakan Kabid Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disdag Kalsel Muhammad Syarief, disela kegiatan mengatakan, kegiatan ini sangat penting bagi instansi terkait dan pelaku usaha ekspor impor, agar senantiasa mengetahui kebijakan perdagangan luar negeri yang terbaru.
Syarief menyampaikan, nilai ekspor kalimantan selatan Juli 2024 mencapai us$ 722 juta atau turun 22 persen dibanding ekspor Juni 2024 senilai us$ 883 juta.
“Lima komoditas ekspor terbesar Juli 2024 di Kalsel, antara lain produk tambang, kayu, karet alam, kelapa sawit dan perikanan,” ucapnya
Foto bersama dengan Narasumber dan peserta dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri
Disampaikan Syarief, Saat ini, nilai ekspor Kalimantan Selatan sangat bergantung kepada batubara, didominasi 90 persen oleh produk tambang. Sehingga, apabila nilai ekspor batubara mengalami penurunan, maka berdampak kepada nilai ekspor kalsel secara keseluruhan.
“Kebijakan perdagangan luar negeri adalah rangkaian tindakan yang diambil untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan Internasional guna melindungi kepentingan Nasional,” jelasnya
Lebih lanjut Syarief menambahkan, dengan meningkatkan usaha, selalu melakukan inovasi serta terobosan baru dalam mengembangkan pasar ekspor yang seluas-luasnya, sebagai upaya meningkatkan devisa negara demi kemajuan bangsa Indonesia.
“Para eksportir dan pelaku usaha lain dapat mendukung Pemerintah demi kemajuan bersama,” tutupnya
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan Kalsel menggelar Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri, menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan dan Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan dan para Eksportir di Kalsel, bertempat di salah satu Hotel Berbintang Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, menyampaikan 5 (lima) Warisan Budaya Tak benda (WBTb) milik Kalsel telah ditetapkan ke dalam Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia di tahun 2024.
Kepada wartawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun, melalui Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudati Hildayati, pada Senin (2/9) sore 2024 mengatakan, 5 Warisan Budaya Tak benda (WBTb) milik Kalsel telah ditetapkan ke dalam Warisan Budaya Tak benda Indonesia. Raudati menjelaskan, penetapan WBTb Kalsel yang masuk ke Nasional, merupakan salah satu bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan tradisi di Kalsel.
“Usulan yang dilakukan ini merupakan upaya melindungi, agar tidak punah dan diklaim oleh Negara lain,” ucapnya
Dijelaskan Raudati, lima Warisan Budaya Takbenda Indonesia Kalimantan Selatan, yakni Kalangkang Mantit berupa adat istiadat ritus, Wayang Topeng Carita merupakan perayaan seni pertunjukan, Batimung berupa pengetahuan dan kebiasaan alam semesta, dan Layang-Layang Dandang merupakan adat istiadat dari Kabupaten Tapin. Sedangkan Pembuatan Jukung berupa kemahiran dari Kabupaten Hulu Sungai Utara.
“Dengan masuknya lima WBTb Kalsel ke dalam WBTb Indonesia di tahun 2024. Kini untuk total WBTb Kalsel ada sebanyak 46 karya budaya yang terdaftar,” jelas Helda
Lebih lanjut Raudati menambahkan, dengan ditetapkannya Warisan Budaya Tak benda milik Kalimantan Selatan, dari WBTb Indonesia di tahun 2024 ini, sebagai pelestarian obyek pemajuan kebudayaan, dalam rangka pelindungan dan pengembangan seni budaya tradisi di Kalsel.
“Tahun depan kita maksimal mempersiapkan WBTb Kalsel, agar seluruh karya bisa terdaftarkan dalam WBTb Indonesia,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengukuhkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Farah Adibah, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Senin (2/9)
Dalam sambutannya, Paman Birin mengatakan, jalinan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan BKKBN dapat semakin diperkuat, mulai dari penanganan stunting, pembangunan kependudukan dan keberhasilan program keluarga berencana.
“Pembangunan keluarga tidak bisa dicapai oleh BKKBN sendiri, tetapi perlu dukungan dan kerjasama dari seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat memberikan sambutan
Roy juga menyampaikan, meskipun telah mencapai beberapa kemajuan, harus mengoptimalkan implementasi program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK) di Kalimantan Selatan, seperti percepatan penurunan stunting di Kalsel, memerlukan pendekatan holistik dan terintegrasi. Jalinan sinergi yang kuat, dapat tercapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan.
“Kami berharap, di bawah kepemimpinan Farah Adibah, BKKBN dapat menjadi lembaga yang semakin inovatif, responsif, dan berorientasi, selamat bertugas,” jelasnya
Foto bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, dan Kepala BKKBN Kalsel (ditengah)
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel Farah Adibah mengungkapkan, setelah dilantik ini langkah awal pihaknya akan mengoptimalkan program peningkatan keluarga berencana dan penurunan angka stunting, dan untuk jangka panjang melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini, dalam bentuk memberikan edukasi bagi para remaja di seluruh Kabupaten dan Kota. Dimana, pernikahan dilaksanakan harus siap secara jasmani dan rohani, agar melahirkan generasi yang lebih baik.
“Kami terus upayakan generasi muda dapat mewujudkan keluarga sehat, sejahtera dan berkualitas,” tutupnya. (BIROADPIM-NHF/RDM/RH)