FKPPI dan PEPABRI Kalsel Beri Tali Asih di Panti Asuhan Wiyata Kartika Putra

BANJARBARU – Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-POLRI (PEPABRI), bersama Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kalimantan Selatan, menyalurkan tali asih di Panti Asuhan wiyata kartika putra, Kota Banjarbaru, Sabtu (7/9). Bantuan dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang merupakan Ketua FKPPI Kalsel tersebut, diserahkan kepada anak – anak panti dalam rangka memperingati HUT ke 65 PEPABRI dan HUT ke 46 FKPPI.

Kepada Abdi Persada FM, Ketua DPD PEPABRI Kalsel Nasib Alamsyah menyampaikan pesannya kepada para penerima agar senantiasa rajin dalam menuntut ilmu, baik di sekolah maupun dilingkungan panti.

Ketua DPD PEPABRI Kalsel Nasib Alamsyah

“Kami juga mengimbau agar para anak – anak tidak terjebak pada hal hal yang bersifat negatif seperti Judi Online,” ucap Nasib Alamsyah.

Di tempat yang sama, Sekretaris HIPWI FKPPI Kalsel Nawang Wijayati menyampaikan, penyaluran tali asih ini, untuk mengikat tali persaudaraan agar para anak anak panti asuhan dapat terayomi.

“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian FKPPI Kalsel sebagai generasi muda kepada para anak anak,” tutup Nawang.

Untuk diketahui, FKPPI bersama PEPABRI Kalsel akan kembali melaksanakan ziarah bersama di taman makam pahlawan bumi kencana, dan acara puncak yang akan dilaksanakan di Mahligai Sultan Adam Banjarmasin. (MRF/RDM/RH)

Ketua Dekranasda Kalsel Acil Odah Terus Dorong Pelaku IKM Sasirangan Berinovasi

BANJARBARU – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah Sahbirin Noor (Acil Odah) meminta para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) lebih meningkatkan kualitas produk sasirangan dalam memperluas pasar.

Dengan adanya Sertifikat Indikasi Geografis Sasirangan yang dimiliki Pemerintah Provinsi Kalsel dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Acil Odah menyampaikan sasirangan Kalsel tidak akan bisa diklaim oleh provinsi lainnya sehingga banyak keuntungan yang didapatkan, termasuk bisa meningkatkan perekonomian.

“Sasirangan Kalsel itu warisan budaya lokal yang harus dijaga dan dilestarikan dan sasirangan memang sudah ada produk yang sama dengan teknik pembuatannya dari provinsi lainnya tetapi namanya itu tidak sama,” ungkapnya belum lama tadi.

Dekranasda sebagai pembina bagi para perajin IKM, menurutnya akan terus mengembangkan produk unggulan daerah karena memiliki peran penting untuk memajukan potensi produk kerajinan yang bernilai ekonomi dalam peluang usaha.

“Dekranasda Provinsi Kalsel, memberikan dukungan kepada pelaku IKM dalam peningkatan desain sasirangan,” lanjutnya

Ia pun menginginkan, para pelaku IKM sasirangan di Kalsel agar bisa menampilkan desain baru dalam peningkatan motif sasirangannya karena dilihat masih ada menampilkan desain lama dengan motif yang sudah ada.

“Kita ingin para pelaku IKM sasirangan yang ada di daerah untuk dapat meningkatkan hasil kerajinannya dengan terus menampilkan desain motif terbaru,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Abdul Rahim menyampaikan, dengan adanya peningkatan ekonomi pelaku usaha, maka produk kerajinan seperti sasirangan yang bernilai ekonomi pun, dapat terbentuk untuk peluang usaha. Hal ini juga berdampak, dengan bertambahnya pendapatan pemerintah daerah.

Ketua Dinas Perindustrian Kalsel Abdul Rahim

“Satu program prioritas dari Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, yakni memajukan potensi ekonomi pelaku usaha, yang juga sejalan dengan program Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel,” ungkap Abdul Rahim.

Rahim menambahkan, pihaknya mendukung penuh kepada para pelaku IKM, dalam memasarkan produk daerah banua Kalsel, agar bisa diminati pasar domestik dan pasar ekspor. Hal ini tentu membutuhkan perhatian penuh, agar produk lokal dapat bersaing dengan produk nasional.

“Dinas Perindustrian Kalsel juga terus memberikan bimbingan kepada para pelaku IKM, agar terus memperbaiki produk mereka,” tutup Rahim. (MRF/RDM/RH)

Jelang Pelantikan, Anggota DPRD Kalsel Terpilih Periode 2024-2029 Ikuti Geladi Pengambilan Sumpah

BANJARMASIN – Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar geladi bersih persiapan pengucapan sumpah/janji 55 Anggota DPRD Kalsel Terpilih Periode 2024-2029 di ruang rapat paripurna Dewan, Jum’at (6/8) siang.

Kegiatan ini merupakan persiapan akhir sebelum pelaksanaan pengucapan sumpah/janji Anggota DPRD Kalsel Periode 2024-2029 yang telah dijadwalkan pada Senin (9/9) pekan depan.

Anggota DPRD terpilih mendominasi jalannya geladi, khususnya pendatang baru. Sedangkan petahana yang terpilih kembali hanya beberapa orang yang hadir.

Terpantau, para legislator terpilih di tujuh dapil ini serius mengikuti prosesi geladi yang dipandu langsung oleh Sekwan Kalsel, Muhammad Jaini dibantu jajarannya.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kalsel terpilih mengikuti dengan rangkaian prosesi dengan cermat, mulai dari latihan pengucapan sumpah/janji, simulasi penempatan posisi duduk dalam ruang sidang hingga penetapan Pimpinan DPRD sementara.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengatakan geladi ini digelar untuk memastikan kegiatan pengucapan sumpah/janji Anggota DPRD Kalsel yang baru benar-benar siap untuk dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Setwan yang telah menyiapkan dan cepat tanggap seperti yang kita lihat pada hari ini. Insya Allah pengucapan sumpah/janji di tanggal 9 September nanti berjalan lancar, aman dan sesuai harapan masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini memastikan persiapan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Anggota DPRD Kalsel sudah matang. Pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Perhubungan, Satpol PP, Korem 101/Antasari, dan Polda Kalsel, guna memastikan pelaksanaan acara berjalan tertib, lancar, dan aman.

“Kami telah mengadakan rapat bersama semua pihak terkait untuk memastikan bahwa pelantikan berjalan dengan baik,” terangnya.

Jaini mengungkapkan perhatian khusus ada pada pengaturan area parkir dan titik drop-off tamu VVIP yang ditempatkan di area pintu keluar DPRD Kalsel, sementara lokasi parkir tamu telah ditetapkan di Mesjid Raya Sabilal Muhtadin dan di seberang “Rumah Banjar” atau Kantor PBSI Kalsel.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar setiap detail persiapan, terutama yang berkaitan dengan tamu VVIP, dapat berjalan tanpa hambatan,” kata Jaini. (NRH/RDM/RH)

Gema Maulid 40 Malam Hari Kedua, Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Bersholawat

BANJARMASIN – Gema Maulid 40 Malam yang diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, telah memasuki hari kedua, pada Kamis (5/9) malam.

Suasana Gema Maulid 40 Malam pada hari ke dua

Acara yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin ini diselenggarakan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tahun 1446 Hijriah.

Pada kesempatan ini, Gema Maulid menghadirkan penceramah Tuan Guru Ali Hamidi yang memberikan tausiah kepada para jamaah yang sebelumnya diiringi pembacaan maulid oleh grub habsyi Abnaul Habaib dari Alalak Pulau.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang diwakili oleh Kepala Inspektorat Kalsel, Akhmad Fydayeen mengajak masyarakat untuk memperbanyak membaca sholawat. Menurutnya, sholawat merupakan bentuk kecintaan dan teladan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kepala Inspektorat Kalsel, Akhmad Fydayeen saat sambutan

“Dengan memperbanyak sholawat, kita akan menambah keberkahan hidup dan diharapkan memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat,” ujar Fydayeen.

Fydayeen juga menambahkan bahwa sholawat memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai-nilai spiritual serta menciptakan rasa damai di tengah masyarakat.

“Sholawat dapat menjadi jembatan dalam menciptakan lingkungan yang penuh kedamaian dan ketenangan di antara umat Islam,” tambahnya.

Ia juga mengatakan Gema Maulid 40 Malam di Kalimantan Selatan merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, nilai-nilai agama dapat semakin terinternalisasi dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

Acara Gema Maulid 40 Malam ini dihadiri oleh berbagai pejabat dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Inspektorat, Biro Kesejahteraan Rakyat, Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), serta RSUD Ulin Banjarmasin. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh jamaah dari dalam maupun luar Kota Banjarmasin. (BDR/RDM/RH)

Jelang Pelantikan, Sekretariat DPRD Banjarmasin Terus Matangkan Persiapan

BANJARMASIN – Menjelang pelantikan 45 Anggota DPRD Kota Banjarmasin terpilih masa bakti 2024 – 2029, saat ini Sekretariat DPRD Banjarmasin Terus Matangkan Persiapan. Hal itu disampaikan Sekretaris DPRD kota Banjarmasin Iwan Ristianto, pada Kamis (5/9).

Sekretaris DPRD kota Banjarmasin Iwan Ristianto, saat diwancara

Iwan menjelaskan, saat ini tahapan persiapan sudah 80 persen lebih, mulai dari undangan, pengamanan, dekorasi dan konsumsi. Dimana, rencananya sekitar 800 orang. Sebelum dilakukan pelantikan akan digelar gladi bersih pada Minggu sore (8/9), bertempat di ruang paripurna DPRD Banjarmasin Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

“Gladi bersih ini untuk memastikan pelantikan nanti berjalan lancar,” ucapnya

Disampaikan Iwan, pelantikan 45 Anggota DPRD terpilih periode 2024-2029 akan digelar pada Senin pagi (9/9). Untuk pakaian yang digunakan anggota dewan laki-laki akan mengenakan pakaian sipil lengkap (PSL), perempuan menggunakan kebaya nasional.

“Ketua Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Agus Akhyudi akan melantik,” ungkapnya

Lebih lanjut Iwan menambahkan, dari 45 Anggota DPRD terpilih periode 2024-2029, ada dua orang yang diganti. Pertama maju di Pilkada 2024 dari Partai Gerinda dan meninggal dunia partai Golkar. Iwan memastikan, proses perubahan SK untuk pengganti dari Partai Gerindra atas nama Muhammad Yamin sudah beres. Sedangkan
dari Partai Golkar yang meninggal belum lama tadi atas nama Rusbandi, akan digantikan Rian Zulfikar.

“Saya baru dapat info dari Tapem Banjarmasin dan Kalsel, SK perubahan sudah ditanda tangani Gubernur Sahbirin Noor. Tinggal penomoran keputusan Gubernur, paling lambat Sabtu 7 September,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Karate Binaan Paman Birin, Berhasil Kirim 12 Atlet Ke PON Aceh – Sumut

BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Karate Provinsi Kalimantan Selatan dengan adanya pembinaan langsung dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor maka, olahraga tersebut berhasil meloloskan sebanyak 12 atlet pada ajang bergengsi di Tanah Air Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI di Aceh-Sumut.

“Berkat pembinaan yang luar biasa dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, maka pada PON Tahun 2024 ini, pihaknya dapat meloloskan 12 atlet karate,” ungkap Pelatih Cabor Karate Kalsel Sayyid Muhammad Yusfiansyah, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.

Pelatih Cabor Karate Kalsel Sayyid Muhammad Yusfiansyah

Menurut Yusfi, hasil ini merupakan peningkatan yang luar biasa, jika pada pelaksanaan PON sebelumnya, cabor Karate Kalsel hanya dapat meloloskan 2 atlet saja.

“Kami berharap ke 12 atlet karate Kalsel ini dapat meraih prestasi yang maksimal, pada ajang PON ke 21 Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Karate Kalsel ditargetkan dapat meraih medali pada PON ke XXI Aceh-Sumut.

“Atlet karate Kalsel sudah sangat siap menghadapi PON ke 21 di Aceh dan Sumatera Utara ini, baik dari segi mental, fisik, serta lainnya,” ucap Yusfi.

Para atlet karate, tambahnya, sudah maksimal berlatih sehingga diharapkan dapat meraih prestasi melebihi pada pelaksanaan Pra PON Karate.

Seperti diketahui, pada saat Pra PON, karate Kalsel memperoleh 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu dan diharapkan pada PON XXI bisa membawa medali yang lebih banyak lagi. (SRI/RDM/RH)

PEPABRI dan FKPPI Kalsel Salurkan Tali Asih Bantuan Paman Birin Kepada Pensiunan Pejuang

BANJARMASIN – Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-POLRI (PEPABRI) bersama Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyalurkan tali asih bantuan dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin, Kamis (5/9).

Ketua Pelaksana PEPABRI Kalsel, Darmoko menyampaikan kegiatan tali asih ini merupakan kegiatan penyaluran bantuan kepada para pensiunan prajurit TNI-Polri yang mengalami musibah maupun yang ekonominya dibawah rata-rata.

“Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama Ketua TP PKK Kalsel Raudhatul Jannah sangat peduli terhadap para pensiunan prajurit, apalagi basic dari Ibu Raudatul Jannah yang merupakan anak dari seorang tentara, sehingga tali asih ini digelar untuk membantu mereka yang mengalami kesusahan,” ungkap Darmoko

Sementara itu, Sekretaris HIPWI FKPPI Kalsel Nawang Wijayati mengatakan, penyaluran tali asih ini merupakan salah satu rangkaian bersama dalam memperingati HUT ke 65 PEPABRI dan HUT ke 46 FKPPI.

“Kegiatan tali asih dilaksanakan di dua tempat, yakni Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin. Untuk kota Banjarbaru ada 10 bantuan yang diberikan,” jelasnya.

Terpisah, didampingi Anggota DPD PEPABRI Kalsel, Darwoto dan Wakil Ketua PEPABRI Kota Banjarmasin, Sugiyanto, Ketua PEPABRI Kota Banjarmasin, Riyadi mengharapkan melalui tali asih ini dapat mengikat tali persaudaraan antar sesama pejuang meskipun mereka sudah menjalani masa pensiun.

Penyaluran Tali Asih di Kota Banjarmasin

“Kegiatan ini selain silaturahmi, juga gar mereka tetap selalu ingat perjuangan dalam menjaga bangsa dan anak-anak mereka mengetahui bahwa ikatan solidaritas para pejuang tetap kuat,” terangnya.

Ditambahkan Ketua Wanita FKPPI Kalsel, Yani Maryani, penyaluran tali asih di kota Banjarmasin sebanyak 20 orang dari kalangan keluarga pejuang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian FKPPI Kalsel sebagai generasi muda kepada para pejuang bangsa.

“Kita sebagai generasi muda sangat peduli dengan “orang tua” kita yang sudah pensiun. Mungkin pada saat pensiun, ada yang kurang beruntung dalam kehidupan sehingga perlu dibantu,” tuturnya.

Untuk diketahui, pensiunan pejuang ini mendapat bingkisan berupa bahan-bahan pokok serta uang tunai yang merupakan bantuan dari Gubernur Kalimantan Selatan Paman Birin. (NRH-MRF/RDM/RH)

Dinas PKP Kalsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel kembali menggelar Gerakan Pangan Murah yang bertempat di halaman Kantor Kecamatan Cempaka Banjarbaru, Kamis (5/9). Kegiatan GPM ini diselenggarakan selama dua hari, 4-5 September 2024 dengan menjual bahan kebutuhan pokok di bawah harga pasar.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Saptono mengatakan, kegiatan GPM bertujuan untuk stabilitasi harga pangan dan membantu masyarakat khususnya di Kecamatan Cempaka untuk mendapatkan pangan yang murah dan berkualitas dengan subsidi langsung dari Pemerintah.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Saptono (tengah)

“Kegiatan GPM ini membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” ungkap Saptono.

Melalui kegiatan GPM ini pula, akan terus dilaksananan di kabupaten lainnya tidak hanya di kota Banjarbaru. Hal ini sebagai upaya untuk menekan kondisi inflasi di Kalsel. Dengan harapan daya beli masyarakat meningkat sehingga inflasi yang selama ini cukup baik dibawah nasional bisa dipertahankan.

“Kegiatan ini juga akan dilaksanakan di Kabupaten/Kota yang ada di Kalsel dengan tujuan yang sama,” tutup Saptono.

Sementara itu, Camat Cempaka, Deddy Haryadi sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel yang sudah menjadwalkan GPM dengan harga cukup murah .

“Masyarakat sangat senang dan antusuas mendatangi kegiatan ini, harapan kami kegiatan ini dapat terus berlanjut di daerah kami,” kata Deddy.

Pada kegiatan GPM dibulan September ini, pihaknya menjalin kerjasama bersama 20 distributor Pangan dan UMKM serta Bulog Kalsel, agar dapat turut serta memeriahkan GPM sehingga masyarakat Kecamatan cempaka kota Banjarbaru sangat antusias berbelanja kebutuhan pangan pada kegiatan ini. (MRF/RDM/RH)

Dispar Kalsel Gelar Pelatihan, Pariwisata Jadi Prioritas Gubernur Paman Birin

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, Bidang Pengembangan Destinasi, menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten/Kota, dengan Kabupaten Tanah Bumbu, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Kamis (5/9) siang.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin, diwakili Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dispar Kalsel Musrefinah Lediya, usai kegiatan pada Kamis (5/9) mengatakan, pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritas yang diusung oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin. Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan, dengan cara penataan Destinasi yang lebih baik, apalagi Tanah Bumbu dikenal beragam wisata seperti pantai, salah satu situs Geopark Meratus, dan pegunungan hutan.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Dispar Kalsel Musrefinah Lediya, saat diwancara

“Pengembangan kompetensi Pokdarwis ini sangat penting, apalagi banyak destinasi wisata baru bermunculan,” ucapnya

Disampaikan Musrefinah, Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten/ Kota dengan Kabupaten Tanah Bumbu, agar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bisa bersaing dengan para pengelola destinasi wisata yang lain. Dengab menghadirkan narasumber yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Praktisi Pariwisata Fajar Rizkyman, dan Story Telling Budaya Cerita Rakyat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu, Syamsuddin mengapresiasi Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten/ Kota, khusus Kabupaten Tanah Bumbu, guna memberikan wawasan dan pengetahuan bagi Kelompok Sadar Wisata, agar Pokdawis dapat menerapkan nantinya di lapangan.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab Tanbu, Syamsuddin, memberikan komentarnya

“Majunya objek destinasi di wilayah masing-masing, membuka lapangan pekerjaan, khususnya bagi pelaku ekonomi kreatif,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Dislutkan Kalsel Berkolaborasi Wujudkan Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan yang Berkelanjutan

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan sinergitas dan kolaborasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dalam mewujudkan pemanfaatan yang berkelanjutan, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Rabu (4/9). Kegiatan dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono

“Kami, menyambut baik dan mendukung dengan terselenggaranya kegiatan, Temu Koordinasi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024 ini,” tutur Rusdi.

Tentunya, lanjut Rusdi, kegiatan ini untuk memperkuat Sinergitas dan Kolaborasi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dalam Mewujudkan Pemanfaatan yang berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pertemuan pada hari ini merupakan wadah untuk menjalin tali silahturahmi antar unsur terkait sebagai mitra dalam pelaksanaan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Kalimantan Selatan,” ucap Rusdi.

Rusdi mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah dan pusat, dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Banua.

Rusdi menjelaskan, mengingatkan keterbatasan sumber daya aparatur pengawasan yang dimiliki, dan luasnya wilayah yang harus diawasi, serta pasca adanya transisi implementasi peraturan perundang-undangan di sektor kelautan dan perikanan, tentunya sangat diperlukan koordinasi kerjasama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam hal pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Kalimantan Selatan.

“Dengan adanya kerjasama tersebut, bertujuan agar dalam penguatan sinergitas dan kolaboratif pengawasan SDKP ini di daerah dapat mengakselerasi pengelolaan dan pengawasan sampai dengan 12 mil laut secara optimal,” ujarnya.

Sehingga, tambahnya, Pemerintah Pusat melalui KKP perlu adanya kebijaksanaan untuk mendukung kemandirian daerah dalam mengelola kawasan sumber daya kelautan dan perikanan, khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version