BUMDesa Kalsel Siap Ambil Peran Jadi Pemasok Bahan Baku Program Makan Bergizi Gratis

BANJARBARU – Presiden RI Prabowo Subianto, menerapkan Program Makan Bergizi Gratis yang ditargetkan mulai berjalan awal 2025 nanti. Program ini akan diuji coba dengan sasaran anak sekolah yang akan mendapatkan makan gratis.

Di Kalimantan Selatan sendiri, program ini masih dalam perumusan terkait siapa saja yang akan menyiapkan makanan yang akan dibagikan kepada anak sekolah. Salah satu yang diusulkan sebagai penyedia makanan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel, yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di banua, dimana sampai saat ini sudah sebanyak 85 unit BUMDesa yang siap mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Kabid Pengembangan Ekonomi Desa (PED), Muhammad Agus Fariady menyampaikan, Presiden RI Prabowo Subianto, telah memerintahkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) turut berpartisipasi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terkhusus di Kalimantan Selatan, BUMDesa diminta sebagai penyedia makanan.

Kabid Pengembangan Ekonomi Desa (PED), Muhammad Agus Fariady

“Jadi nanti pengadaannya melalui BUMDesa, dan sampai saat ini kita sudah ditahap melakukan sosialisasi kepada BUMDesa dan melakukan pendataan – pendataan BUMDesa mana yang siap turut serta menjalankan program Makan Bergizi Gratis,” ungkap Agus, Selasa (3/12) Sore.

Pihaknya mengharapkan setiap satu BUMDesa di setiap Kecamatan, dapat berpartisipasi dalam program Makan Bergizi Gratis. Kesiapan BUMDesa pun terus pihaknya pantau, dikarenakan syarat BUMDesa bisa menjadi penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis, harus mendaftarkan diri mereka pada system E-Katalog.

“Kita terus mengawal BUMDesa yang ada di Kalimantan Selatan, agar bisa mendaftar pada system E-Katalog,” tutup Agus.

Sementara itu, melalui sambungan Telpon, Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari menambahkan, dari program Makan Bergizi Gratis, BUMDesa mendapat peran sebagai pemasok dan satuan pelayanan. Sehingga BUMDesa bersama Koperasi akan memasok bahan baku terhadap program makan bergizi ini.

Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari

“Jadi saat ini Dinas PMD Kalsel bersama Kabupaten – Kota terus menyiapkan BUMDesa untuk mengambil peran sebagai pemasok makanan,” ucap Novi.

Dalam mengambil peran sebagai pemasok makanan pada program MBG, BUMDesa di Kalsel harus melalui berbagai tahapan, salah satunya yakni BUMDesa harus terdaftar di E-Katalog. Dan hingga saat ini, sudah terdapat 2 BUMDesa di Kabupaten Banjar dan Tanah Bumbu yang mendaftarkan diri mereka di E – Katalog.

“Kami berharapnya ada 1 BUMDesa disatu Kabupaten yang menjadi pemasok makanan pada program MBG, sehingga ada satu perwakilan disetiap Kabupaten yang berperan pada program makan bergizi gratis dari Presiden Prabowo Subianto,” tutup Novi. (MRF/RDM/RH)

Bank Kalsel Kembali Serahkan Rombong Barakah Untuk UMKM Pra Sejahtera di Nagara

HULU SUNGAI SELATAN – Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menunjukkan lagi komitmennya, mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kalimantan Selatan. Kali ini, kembali menyerahkan bantuan berupa 2 (dua) Rombong Barakah kepada pelaku UMKM di Wilayah Nagara (Daha) Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Momen penyerahan Rombong Barakah di Nagara Hulu Sungai Selatan

Bantuan ini diserahkan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dan Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo secara bergantian kepada 2 (dua) penerima Rombong Barakah yaitu Aldi (Usaha Nasi goreng),Abdul Gafar atau ingut (Usaha Pisang Goreng), bertempat di depan Kantor Bank Kalsel Cabang Pembantu Nagara Hulu Sungai Selatan, pada Selasa (3/12). Turut mendampingi Kepala KC Kandangan, M. Louthfi Rahmanydan, Kepala KCP Nagara, Budi Khairin dengan disaksikan Forum Wartawan Ekonomi, yang berhadir pada saat itu.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, disela setelah kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa program pemberian Rombong Barakah ini lahir dari komitmen Bank Kalsel untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan khususnya UMKM pra Sejahtera, dalam kategori 8 (delapan) asnaf.

“Langkah ini, sepenuhnya adalah niat dari seluruh pegawai Bank Kalsel yang menyisihkan 2,5 persen gaji mereka setiap bulan dan donasi masyarakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel. Kami percaya bahwa bantuan Rombong Barakah ini tidak hanya memberikan sarana berdagang yang layak, namun juga bisa membuat dagangannya laris manis dengan tampilan rombong yang bagus. Sehingga, kedepannya dapat memberikan keberkahan yang lebih besar dalam mendukung dan meningkatkan perekonomian daerah di Kalimantan Selatan,” ucap Fachrudin.

Sementara itu, Perwakilan penerima Rombong Barakah, Abdul Gafar, dengan penuh rasa haru menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Baginya, bantuan ini bukan sekadar sebuah rombong baru, melainkan simbol harapan dan dukungan nyata yang mampu mengubah kondisi hidupnya.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bank Kalsel atas bantuan Rombong Barakah ini. Semoga usaha nantinya, semakin berkembang sehingga bisa menjadi motivasi besar untuk terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik, agar memperbaiki ekonomi keluarga. Saya juga mendoakan agar Bank Kalsel terus maju, berjaya, dan terus memberikan manfaat dan keberkahan lebih luas bagi pedagang seperti kami di sini,” pungkas Gafar. (ADV-RIW/RDM/RH)

Peringati HKN ke-60, Dinkes Kalsel Berikan Penghargaan pada Insan Kesehatan Berprestasi

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-60 di Banjarmasin, pada Selasa (3/12/) malam. Hadir pada HKN dengan tema Gerak Bersama Sehat Bersama ini, Plt Gubernur Kalsel, Muhidin, yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dian Nor.

Para peserta dan penerima penghargaan pada HKN 2024 berfoto bersama

Seluruh Dinas Kesehatan kabupaten kota di Kalimantan Selatan, hadir pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat provinsi ini. Termasuk insan kesehatan, yang mendapatkan penghargaan, atas prestasi bidang kesehatan selama setahun terakhir ini.

Dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Plt Gubernur, Muhidin mengatakan, tema peringatan tahun ini, Gerak Berama, Sehat Bersama, mengisyaratkan bahwa masalah kesehatan adalah tanggung jawab bersama.

“Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, dan sektor lainnya untuk mewujudkan Banua yang lebih sehat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi, pemberian penghargaan kepada individu dan lembaga yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam bidang kesehatan.

“Karena hal ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja keras, Inovasi, dan kontribusi mereka dalam memperjuangkan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Namun menurutnya, penyerahan penghargaan bukanlah tujuan akhir, tetapi justru awal dari semangat baru untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan kualitas kesehatan di setiap kehidupan.

“Saya berharap, penerima penghargaan menjadi inspirasi bagi semua untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kesehatan di Kalsel,” tutupnya.

Pada kesempatan ini, Plt Gubernur yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dian Nor menyerahkan sejumlah penghargaan dan hadiah berbagai lomba, yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel tahun ini.

Diantaranya adalah Posyandu dan Kader Posyandu Berprestasi, Puskesmas Pandu PTM Berprestasi, Lomba Video Pekan Imunisasi Dunia 2024, Lomba Vlog Bersama Kader Dasawisma Bergerak Cegah DBD Melalui 3M Plus, dan Lomba Desa/Kelurahan Ber-PHBS.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Nurul Adhani juga menekankan soal pentingnya bersatu dan bersama-sama berupaya menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan lebih sejahtera.

“Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 merupakan momen yang sangat berarti tidak hanya bagi sektor kesehatan tetapi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya

Tahun ini Kementerian Kesehatan RI telah merancang rangkaian kegiatan kampanye yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat sekaligus mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai program kesehatan yang digelar.

“Kampanye ini bertujuan memperkuat pesan bahwa kesehatan bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga kesehatan tetapi tanggung jawab bersama,” tutupnya.

Hari Kesehatan Nasional ke-60 tahun 2024 di Provinsi Kalsel, diisi dengan sejumlah kegiatan. Antara lain bakti sosial berupa sunatan massal, pengobatan gratis, dan operasi katarak gratis, lomba aerobik, serta lomba kebugaran jasmani. (RIW/RDM/RH)

Dispora Kalsel Lakukan Evaluasi Pembinaan Atlet PPLP

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan melakukan Evaluasi Program Pembinaan Atlet di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), di Kantor Dispora Kalsel, Selasa (3/12).

Kepala Seksi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel Asfia Urrahman mengatakan, pada evaluasi ini pihaknya terus mengupayakan peningkatan kualitas pembinaan atlet PPLP Provinsi Kalimantan Selatan.

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel Asfia Urrahman

“Salah satunya, dengan melibatkan tenaga ahli serta menggandeng pengurus cabang olahraga untuk memberikan masukan agar pembinaan atlet PPLP semakin meningkat.,” ungkap Asfia.

PPLP Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan prestasi atlet agar dapat membanggakan Banua.

“Saat ini PPLP Kalimantan Selatan membina 133 atlet dari 18 cabang olahraga,” ucap Asfia.

Dengan target minimal 10 persen atlet binaan mampu meraih medali. Namun, saat ini pihaknya sudah mencapai 20 persen.

“Alhamdulillah kami telah melampaui target tersebut,” ujarnya.

Asfia berharap, target tersebut dapat terus mengalami peningkatan terus menerus. Sehingga, pembinaan dapat terus dilakukan hingga atlet dapat berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Target dari pembinaan atlet PPLP ini adalah dapat meraih prestasi pada PON,” ucap Asfia. (SRI/RDM/RH)

Perkuat Sinergi, Sekwan DPRD Kalsel dan Pressroom Belajar Strategi Informasi Publik ke Kemkomdigi

JAKARTA – Sekretaris DPRD Kalimantan Selatan (Sekwan), Muhammad Jaini memimpin kunjungan studi komparasi ke Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Selasa (3/12).

Suasana Kunjungan Sekwan Kalsel ke Kementerian Komdigi

Dalam kunjungan ini, Jaini didampingi oleh Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan, M. Andri Yuzhar, serta Kepala Sub Bagian Humas, Protokol, dan Publikasi, Ady Prasetya Radam, bersama puluhan anggota Pressroom DPRD Kalsel, guna memperkuat sinergi antara DPRD dan media dalam pengelolaan informasi publik.

Jaini menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam wawasan terkait tugas dan fungsi pressroom sebagai mitra DPRD dalam menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan.

“Kami ke sini sekaligus menimba ilmu dan membangun hubungan emosional, membangun kemitraan, membangun komunikasi, serta menjalin silaturahmi bersama Pressroom DPRD Kalsel,” katanya.

Lebih lanjut, Jaini menegaskan pentingnya peran media dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik bersifat akurat, transparan, dan mendukung program kerja DPRD Kalsel.

Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur Pengelolaan Media Ditjen IKP, Nursodik Gunarjo, memberikan apresiasi atas langkah yang diambil oleh Sekwan dan rombongan. Menurutnya, sinergi antara legislatif dan media merupakan salah satu kunci keberhasilan penyampaian informasi yang efektif kepada masyarakat.

“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Media memiliki peran strategis dalam menjembatani informasi dari pemerintah kepada masyarakat. Penguatan kapasitas seperti ini penting untuk memastikan penyampaian informasi dapat berjalan profesional, objektif, dan berdampak positif,” tuturnya

Nursodik juga menyampaikan bahwa Ditjen IKP Kominfo siap memberikan dukungan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan media dan komunikasi publik, agar sinergi antara DPRD Kalsel dan pressroom semakin solid.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara rombongan DPRD Kalsel dan Ditjen IKP, membahas berbagai tantangan dalam pengelolaan informasi publik di era digital. Diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi anggota Pressroom DPRD Kalsel untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan. (ADV-NRH/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Raih Peringkat Pertama Penerapan Aplikasi SRIKANDI

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel menerima penghargaan sebagai peringkat I SKPD lingkup Pemprov Kalsel yang telah berhasil menerapkan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Sekdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan kepada Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim pada kegiatan Soisalisasi Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kearsipan, di salah satu hotel di Banjarbaru, Selasa (3/12).

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Dispersip Kalsel selama periode 2024 Diskominfo Kalsel mencatatkan sebanyak 2.189 jumlah naskah keluar yang diproses melalui aplikasi SRIKANDI.

Jumlah tersebut berhasil mengungguli Dinkes Provinsi Kalsel, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel dengan masing-masing jumlah naskah keluar yakni 1.254 dan 1.075 naskah pada kategori penerapan aplikasi SRIKANDI.

Muslim mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi pihaknya untuk melakukan transformasi digital khususnya terkair dengan kearsipan.

“Sesuai dengan arahan pimpinan yang meminta agar semua kearsipan dioptimalkan dan didigitalisasi,” jelas Muslim.

Muslim pun meminta seluruh jajarannya untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja khususnya dalam pengelolaan kearsipan di lingkungan Diskominfo Kalsel.

“Ini menjadi sebuah kinerja yang dipertahankan dan di tingkatkan” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Plt. Gubernur Kalsel Apresiasi Pembangunan Kantor Pelayanan Baru BPKB di Tanbu dan HST

BANJARBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, memberikan apresiasi atas langkah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Selatan dalam meningkatkan pelayanan publik melalui pembangunan dua kantor pelayanan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di Kabupaten Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Tengah.

Hal ini disampaikan Muhidin saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024 yang berlangsung di salah satu Hotel berbintang di Kota Banjarbaru, Selasa (3/12).

Muhidin menyampaikan, Bapenda Kalsel telah mengambil langkah strategis yang patut diapresiasi. Pembangunan kantor BPKB di Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Tengah menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Pembangunan ini tidak hanya memberikan efisiensi waktu dan biaya bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen kendaraan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Plt. Gubernur Kalsel Muhidin

“Pendekatan pelayanan berbasis wilayah seperti ini adalah langkah yang sangat strategis untuk mendukung visi kita meningkatkan PAD, khususnya melalui pajak kendaraan bermotor yang lebih terintegrasi. Kami bersyukur, target pendapatan pajak kendaraan bermotor tahun ini telah tercapai, yaitu sebesar 860 miliar rupiah,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi pelayanan publik yang mudah, cepat, dan transparan. Ia mendorong agar Tim Pembina Samsat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian dan Jasa Raharja, untuk menciptakan sistem yang semakin modern dan efisien.

“Kehadiran kantor pelayanan ini bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi simbol kolaborasi yang kuat dan dedikasi kita untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Mari kita jadikan ini langkah awal untuk menghadirkan layanan yang lebih inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” lanjut Muhidin.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Noor Yaumil, juga mengucapkan terima kasih terhadap dukungan penuh dari Plt Gubernur Kalsel dan seluruh pihak terkait. Ia menegaskan bahwa koordinasi yang baik antarinstansi menjadi fondasi utama dalam optimalisasi pelayanan Samsat di seluruh Kalimantan Selatan.

“Dengan capaian penerimaan pajak yang telah mencapai 100 persen dari target, kami akan terus mendorong inovasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan koordinasi lintas sektor. Harapan kami, masyarakat semakin mudah mengakses layanan, sehingga tingkat kepatuhan terhadap kewajiban pajak terus meningkat,” ucap Subhan. (BIRO.ADPIM/MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Hari Disabilitas Internasional 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2024, bertempat di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan, Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa (3/12).

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah saat memberikan sambutan

Peringatan yang mengangkat tema “Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan” ini dihadiri Plt. Gubernur Kalsel, Muhidin, diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah.

Suasana HDI Kalsel 2024

Pada kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai penampilan seni, karya dan budaya oleh penyandang disabilitas serta pemberian bantuan berupa 32 Kursi Roda, 17 Kaki Palsu
dan Kartu khusus naik bus BRT dari Pemerintah Provinsi sebagai bentuk kepedulian kepada penyandang disabilitas.

Muhidin menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas.

“Hari Disabilitas Internasional bukan hanya momen perayaan, tetapi juga refleksi bagi kita semua untuk memastikan inklusi dan aksesibilitas yang lebih baik bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” katanya.

Diungkapkan Husnul, Pemprov Kalsel sendiri, akan memberikan perhatian yang lebih serius, terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas, baik hak penyandang disabilitas disektor pendidikan, kesehatan maupun dunia kerja.

“Kami akan mendorong program rehabilitasi sosial dan kesempatan bagi disabilitas, untuk menempati posisi kepemimpinan, sesuai dengan tema HDI tahun ini,” ucapnya.

Ia pun megajak kepada semua pihak untuk dapat memenuhi hak penyandang disabilitas, sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing.

Sementara itu, Kepala PRSPDNF Fajar Harapan Jumri menyebutkan pada peringatan HDI ini pihaknya ingin menunjukan bahwa keterbatasan fisik tidak akan membatasi kreativitas dan menunjukkan para penyandang disabilitas juga mampu berkarya serta berkontribusi positif bagi masyarakat

“Pada momentum HDI ini kami berharap dapat menjadi perhatian untuk semua pihak, dalam bentuk perlindungan berkelanjutan. Kita ingin HDI bukan hanya seremonial saja, namun dapat mengajak semua pihak, yakni dunia usaha, pemerintah daerah, agar bergotong royong memenuhi dan melindungi hak disabilitas,” tukasnya. (BDR/RDM/RH)

DPMPTSP Kalsel Gelar Forum Tingkatkan Layanan Konsultasi Publik

BANJARBARU – Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Konsultasi Publik, dengan mengundang DPMPTSP seluruh Kabupaten-Kota se Kalsel.

Forum dibuka Kepala DPMPTSP Kalsel Endri, melalui Plh Fitridani, di Aula DPMPTSP Kalsel, Banjarbaru, Selasa (3/12), dengan mengusung tema evaluasi standar pelayanan perizinan dan nonperizinan guna mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang adil, transparan dan akuntabel.

Plh Kepala DPMPTSP Kalsel Fitridani (tengah) saat menyampaikan arahan

Dalam arahannya, Fitridani menyampaikan, hasil Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) di Kalsel saat ini sudah sangat memuaskan. Bahkan hasilnya berdampak pada Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 93, atau predikat sangat baik.

Meski puas dengan capaian tersebut, menurut Fitridani standar konsultasi publik harus terus dimaksimalkan.

Beberapa hal yang bisa dilakukan, lanjutnya, dengan melibatkan peran tokoh masyarakat serta mengoptimalkan penyampaian informasi melalui media digital.

Dani menambahkan, dalam meningkatkan kepuasan kepada masyarakat, juga diperlukan update informasi terkini terkait pelayanan melalui media sosial dan website, dengan berbagai desain grafis yang menarik.

“Jadi kami setiap bulan, setiap triwulan kami pelajari website melalui rapat, agar menarik,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, diperlukan pula beberapa hal lain seperti pembaruan terhadap frequently ask question (FAQ) pada website, membentuk tim penanganan pengaduan dan menambah fitur live chat untuk sarana konsultasi, mereviu pelaksanaan SKM, mempublikasi hasil SKM, serta mempublikasi rencana tindak lanjut hasilnya.

“Selanjutnya kita perlu mengadakan matchmaking UMKM dan membuat nota kesepahaman antar instansi dengan perusahaan terkait kemitraan dengan UMKM, serta pemanfaatan Sistem informasi peluang dan potensi investasi Kalimantan Selatan (Bekantan) untuk penyampaian potensi investasi di Kalimantan Selatan untuk disebarluaskan,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Puluhan Anggota FKPPI Kalsel Dilatih Digital Kreatif Marketing

BANJARMASIN – Puluhan anggota Forum Komunikasi Putra dan Putri Purnawirawan dan Putri Putri TNI Polri Provinsi Kalimantan Selatan dilatih Digital Kreatif Marketing, di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Senin (2/12).

Ketua GM KB FKPPI Kalimantan Selatan Ricky Teguh menyampaikan, pelatihan yang mereka laksanakan ini bekerjasama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua GM KB FKPPI Kalsel Ricky Teguh

“Pelatihan ini sebagai bentuk kepedulian FKPPI Kalimantan Selatan terhadap peningkatan industri kreatif dikalangan pemuda,” ungkapnya.

Karena itu, FKPPI mengajak seluruh anggotanya untuk dapat menfaatkan industri digital ini, sebagai tempat pemasaran usaha tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Wirausaha muda di Kalsel diharapkan memiliki mental yang kuat dalam menjalankan usaha.

“Kepada para wirausaha muda kami menyarankan pentingnya untuk memiliki mental yang kuat sebagai pemuda dalam menjalankan usaha,” ungkapnya.

Mengingat, dengan mental yang kuat sebagai kunci dan modal yang penting untuk menjalankan usaha yang penuh rintangan.

“Diharapkan, dengan mental yang kuat tersebut meski mengalami maka wirausaha tersebut dapat bangkit lagi, hingga dapat mencapai keberhasilan,” ucap Ricky. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version