Tingkatkan Kualitas Data, Diskominfo Kalsel Gelar Workshop Portal Satu Data Banua

BANJARBARU – Dalam upaya meningkatkan kualitas data sektoral dan mendukung kebijakan berbasis data, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel menggelar Workshop Portal Satu Data Kalimantan Selatan, Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Diskominfo Kalsel, di Banjarbaru, pada 14-15 November 2024 ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kalsel.

Suasana Workshop Portal Satu Data Kalimantan Selatan

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Seksi Statistik, Muhammad Kharis Elyani menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan mendorong setiap SKPD lebih aktif memproduksi dan mengelola data berkualitas yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis pimpinan daerah.

Kasi Statistik, Diskominfo Kalsel, Muhammad Kharis Elyani saat diwawancara

“Dengan data yang terintegrasi, kebijakan yang diambil akan lebih efisien dan tepat sasaran serta mendukung pelaksanaan program kerja yang lebih optimal di masa mendatang,” ucap Kharis, Jumat (15/11).

Selain itu, menurutnya, data berbasis satu pintu ini juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program kerja setiap SKPD.

“Portal Satu Data Kalimantan Selatan akan menjadi pusat pengelolaan data sektoral yang dihasilkan oleh OPD, baik dari kegiatan rutin maupun tahunan. Data-data ini juga dapat dimanfaatkan oleh BPS dalam penyusunan data dasar mereka,” jelasnya.

Kharis menambahkan, pada awal tahun, telah ditetapkan daftar data sebanyak 1.600 data yang harus dikumpulkan. Hingga saat ini, capaian pengumpulan data sudah mencapai 60 persen, dan diharapkan pada akhir tahun seluruh data dapat dihimpun sudah 100 persen.

“Harapannya, OPD semakin aktif mengumpulkan data yang sebenarnya sudah tersedia di masing-masing unit kerja, namun perlu dihimpun secara terpusat melalui Portal Satu Data Kalimantan Selatan. Data ini nantinya akan mendukung kepala daerah dalam mengambil kebijakan yang strategis dan berbasis pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kharis juga menjelaskan Portal Satu Data Kalimantan Selatan hadir sebagai solusi untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi pengelola data yang ada di OPD, sehingga data yang selama ini tersebar dapat dihimpun dalam satu sistem terpadu dan diharapkan dapat menjawab tantangan pengelolaan data yang lebih efisien dan terorganisasi.

“Portal ini menghimpun seluruh data dari berbagai aplikasi yang ada di Kalimantan Selatan, OPD cukup menginput data mereka ke satu pintu. Kami juga berkomitmen meningkatkan kualitas data melalui kolaborasi dengan BPS Kalsel untuk pembinaan dan pengembangan kapasitas data,” tutupnya.

Melalui inisiatif ini, pihaknya optimis dapat mewujudkan tata kelola data yang lebih baik demi mendukung pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat. (BDR/RDM/RH)

Bakesbangpol Kalsel Dorong Partisipasi Perempuan dalam Pilkada 2024 Melalui Edukasi Politik

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalsel kembali menyelenggarakan edukasi terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024. Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, pada Jumat (15/11) ini mengangkat tema “Peran Kaukus Perempuan Politik Indonesia dalam Pilkada 2024”.

Suasana Edukasi Pemilihan Kepala Daerah 2024

Kepala Bakesbangpol Kalsel, Heriansyah, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam dunia politik, khususnya dalam Pilkada mendatang. Menurutnya, keterwakilan perempuan dalam parlemen dapat memperkuat pengambilan keputusan yang berpihak pada kaum perempuan.

“Posisi perempuan sangatlah penting dalam dunia politik. Ini bukan sekadar penyetaraan gender, tetapi juga tentang peran strategis perempuan dalam hubungan sosial, politik, ekonomi, dan kemasyarakatan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban mereka dalam berbangsa dan bernegara, sekaligus mendorong partisipasi politik perempuan sebagai salah satu elemen penting.

“Tahapan dan jadwal Pilkada 2024 telah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024. Pemungutan suara akan dilaksanakan pada Rabu, 27 November 2024. Dalam situasi bangsa yang menghadapi berbagai tantangan, partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan, sangat dibutuhkan untuk menciptakan perubahan positif,” jelasnya.

Heriansyah berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Kalimantan Selatan semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menyukseskan Pilkada yang berkualitas dan demokratis.

“Kami berharap pertemuan ini dapat meningkatkan partisipasi politik masyarakat, sekaligus mendorong inisiatif dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik,” tutupnya.

Foto bersama usai pembukaan Edukasi Pilkada 2024

Untuk diketahui, acara ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Normaliyani, perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel dan diikuti sebanyak 200 peserta turut ambil bagian dalam diskusi dan pemaparan materi yang diberikan. (BDR/RDM/RH)

Ini Program “Jelita” Dinas PMD Kalsel

BANJARBARU – Program JELITA (Jelajah Informasi Teknologi Desa) merupakan suatu inovasi yang dikeluarkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka akselerasi fasilitasi terhadap pos pelayanan teknologi (posyantek) desa, yang tersebar di seluruh Kalimantan Selatan. Program ini baru saja diluncurkan Dinas PMD Provinsi Kalsel, melalui Seksi Pengembangan Ekonomi Desa.

Kasi Pengembangan Ekonomi Desa, Dinas PMD Provinsi Kalsel, Ahmad Zaky Maulana, mengungkapkan bahwa Program JELITA adalah wahana untuk menginvetarisasi seluruh inventor, inovator dan juga produk – produk inovasi yang ada diseluruh Kalsel, yang kemudian dijadikan sebagai data untuk dijadikan fasilitasi.

Kasi Pengembangan Ekonomi Desa, Dinas PMD Provinsi Kalsel, Ahmad Zaky Maulana

“Program JELITA ini sudah dilakukan ujicoba hingga beberapa kali dan sudah bisa diimplementasikan,” ungkap Zaky, baru – baru tadi.

Ia menambahkan, cara kerja Program JELITA yakni dengan setiap survey ataupun penginput’an data terkait masalah posyantek, akan dapat dilakukan secara real time, faktual, dan langsung dari desa nya, sehingga dapat masuk ke database Dinas PMD Kalsel.

“Sehingga apabila kami merencanakan kegiatan langsung ke desa, maka dari data yang diinput oleh petugas – petugas kami berdasarkan informasi dari posyantek itu sendiri akan real time,” lanjut Zaky.

Ia juga menghimbau kepada seluruh petugas pendampingan desa, agar dapat menginput data. Adapun data yang paling utama pada program JELITA adalah desa – desa yang sudah memiliki pos pelayanan teknologi, namun apabila terdapat desa yang belum memiliki pos pelayanan teknologi, juga diimbau untuk menginput data untuk melihat dan menginventarisasi inventor – inventor yang ada di desa.

“Jadi JELITA adalah wahana untuk menginvetarisasi seluruh inventor, inovator, dan juga produk – produk inovasi yang ada diseluruh kalimantan selatan, yang kemudian dijadikan sebagai data kita untuk dijadikan fasilitasi,” tutup Zaky. (MRF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Akan Susun Propemperda 2025 Berdasarkan Skala Prioritas

BANJARMASIN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan akan menyusun Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2025 berdasarkan skala prioritas.

Suasana Rapat Bapemperda DPRD Kalsel

Hal itu disampaikan Ketua Bapemperda DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah kepada wartawan, usai memimpin rapat koordinasi Bapemperda DPRD Kalsel bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kalsel, baru-baru tadi.

Iskandar mengatakan pada pertemuan pertama terkait pembahasan Propemperda ini, seluruh pendapat dan masukan dari anggota Bapemperda telah diperhatikan dan menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan terhadap materi pada rapat.

“Kita mencoba melakukan rancangan penyusunan prolegda untuk lima tahun ke depan. Kemudian yang menjadi prioritas-prioritas, dari prioritas prioritas tersebut kita akan bagi nanti ke dalam satu siklus masa sidang, masa sidang satu tahun, untuk menyelesaikan itu, sehingga target-target penyelesaian ini terukur,” tuturnya.

Iskandar menegaskan pihaknya tidak mengejar kuantitas produk Peraturan Daerah (Perda), namun kualitas produk Perda adalah yang utama.

Karena, menurutnya, tujuan pembentukan perda ini adalah agar DPRD bersama Pemerintah Daerah dapat memberikan suatu perlindungan hukum terhadap pelaksanaan sebuah kegiatan Pemerintah Daerah.

“Serta lahirnya produk Perda yang bermanfaat untuk mensejahterakan masyarakat di Kalsel,” jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Iskandar, pihaknya akan menyampaikan daftar Propemperda Tahun 2025 berdasarkan skala prioritas pada 18 November 2024.

“Jadi kalau skala prioritasnya ada lima tahun, itu ada 40 atau 50 itu, menjadi prolegda 5 tahun. Kemudian yang prioritas dalam satu tahun masa kerja, itu ada berarti mungkin targetnya 9, 10, sampai 12 itu,” pungkasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Minat Kewirausahaan bagi Pemuda Terus Ditingkatkan

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan, Pelatihan Penumbuhan Minat Kewirausahaan Bagi Forum Pemuda Banua Berkarya, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Kamis (14/11). Dibuka Plt Kadispora Kalsel Diauddin, di dampingi Kabag Pengembangan Kepemudaan Dispora Kalsel Anugrah.

“Pelatihan yang dilaksanakan ini, membentuk para pemuda di Banua semakin tertarik untuk menjadi wirausaha muda,” ungkapnya.

Plt Kadispora Kalsel Diauddin

Sehingga, lanjut Diauddin, dalam menjalankan usaha mereka tersebut, para pemuda dituntut untuk terus kreatif serta inovatif.

“Dengan semakin meningkatnya minat usaha pemuda ini, maka perekonomian di Provinsi Kalimantan Selatan juga meningkat,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan dalam pembentukan mental pemuda dalam berwirausaha.

“Dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, diberikan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, dalam bentuk pelatihan pelatihan yang diberikan kepada para pemuda,” tuturnya lebih lanjut.

Karena, menurut Diauddin, saat ini pembentukan mental pemuda dalam berwirausaha tersebut, perlu dilakukan. Mengingat, para pemuda tersebut dituntut untuk terus memberikan kreativitas mereka dalam berwirausaha.

“Dengan terbentuknya mental yang kuat tersebut, maka para pemuda dapat menjalankan usahanya dengan kuat,” ucap Diauddin. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version