DPRD Banjarmasin Gelar Rapat Perdana Dua Raperda Usulan Pemko

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin menggelar Rapat Perdana Dua Buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah kota tentang Pemberian insentif atau kemudahan kepada masyarakat dan investor, serta Rumah Mediasi pada Kamis (31/10).

Suasana Rapat Pansus Raperda tentang Rumah Mediasi

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Pemberian insentif atau kemudahan kepada masyarakat dan investor DPRD Banjarmasin Deddy Sophian, usai rapat mengatakan, kehadiran payung hukum ini dimaksudkan memberi kepastian hukum, dan pedoman dalam kemudahan perizinan investasi kepada masyarakat atau investor, guna menciptakan daya tarik dan daya saing bagi investor maupun calon investor dalam menanamkan modalnya di Banjarmasin.

Ketua Pansus Raperda tentang Pemberian insentif atau kemudahan kepada masyarakat dan investor DPRD Banjarmasin

“Bentuk pemberian intensif diantaranya berupa pengurangan, keringanan atau pembebasan pajak maupun retribusi daerah, dan memberi bantuan modal terutama kepada UMKM dan koperasi,” ucapnya

Sementara itu, Koordinator Pansus Raperda Rumah Mediasi yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, mengatakan, rumah mediasi ini dimaksudkan mengatasi setiap persoalan tidak lagi ke pihak berwajib, melalui detail setiap pasal dan perpasal yang dibahas. Harry berharap, setiap masalah yang ditangani hanya bersifat ringan, agar tidak berproses hingga ke pengadilan.

“Mediator melibatkan Lurah sebanyak 52 Kelurahan di masing-masing 5 kecamatan,” tutupnya

Untuk diketahui, Rapat Pansus Raperda tentang Pemberian insentif atau kemudahan kepada masyarakat dan investor, bertempat di ruang Komisi I Dewan Banjarmasin, dipimpin Ketua Pansus Deddy Sophian, didampingi Wakil Ketua Suyato dan anggota. Dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin Ariyani.

Sedangkan, Pansus Raperda tentang Rumah Mediasi, bertempat di ruang Komisi IV Dewan Banjarmasin, Koordinator Pansus Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, Ketua Pansus Saut Nathan Samosir didampingi Wakil Ketua Hadi Suprianto dan anggota. Dihadiri Kasubbag Perundangan-Undangan Bagian Hukum Banjarmasin Astuty. (NHF/RDM/RH)

Penguatan Literasi, Dispersip Kalsel Bedah Buku Penulis Nasional Asal Banua

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menghadirkan seorang Penulis Nasional asal Banua, Miranda Seftiana, dalam rangka promosi dan meningkatkan minat baca dan budaya literasi di Kalsel, Kamis (31/10).

Suasana Bedah Buku di Aula Dispersip Kalsel

Acara Bedah Buku berlangsung di Aula Kantor Dispersip Kalsel, yang dihadiri para penggiat literasi, mahasiswa, hingga pelajar, mengupas novel berjudul “Lalu Tenggelam di Ujung Matamu“ yang dihasilkan Miranda Seftiana pada tahun 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina mengatakan kegiatan bedah buku yang menghadirkan penulis Nasional asal kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) itu diharapkan dapat memotivasi generasi muda di Kalsel agar menghasilkan karya di bidang menulis.

Plt Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina menyampaikan sambutan Kepala Dispersip Kalsel

“Kita sebenarnya punya penulis-penulis lokal yang kiprahnya bahkan di tingkat nasional. Hal itu mungkin bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda di Kalsel yang suka menulis untuk menghasilkan buku,” jelasnya.

Sementara itu, Penulis Nasional, Miranda Seftiana mengungkapkan bahwa novel yang dihasilkannya pada tahun 2019 tersebut mengangkat kebudayaan lokal Kalsel, yakni pemakaman dalam rawa di wilayah Nagara (Hulu Sungai Selatan).

“Masih lokalitas, sama seperti sebelumnya (novel) ‘Jendela Seribu Sungai’. Masih terlalu cinta sama Kalsel,” ucapnya.

Selain itu, menurut Miranda, banyak juga budaya yang diangkat pada novel ini, seperti pemberian duit jujuran Banjar, kaum jaba dan bangsawan, hingga daerah Teluk Selong Martapura.

Adapun jumlah pembaca bukunya ini menurutnya cukup banyak, saat ini saja antrean di eBooks Perpusnas mencapai 600 lebih.

“Itu antreannya saja, yang sudah baca mungkin sudah ribuan, di Twitter (sekarang ‘X’, red) itu reviewnya banyak sekali. Sedangkan di GoodReads itu ratingya hampir 4. Semoga ya bisa dibuat film lagi,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel : Pentingnya SDM Berkualitas Menyongsong Indonesia Emas 2045

HSS – Puluhan warga Desa Sungai Raya Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tampak antusias mengikuti sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang digelar oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, Rabu (30/10).

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Desy Oktavia Sari melaksanakan sosialisasi

Desy Oktavia menyatakan bahwa penting untuk memberikan materi dan motivasi tentang isu perempuan dan anak untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas guna menyongsong bonus demografi Indonesia Emas 2045.

“Perempuan yang berdaya dan anak yang terlindungi merupakan kunci suksesi bonus demografi. Bonus demografi sendiri merupakan kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif, makanya SDM berkualitas harus kita siapkan,” jelas salah satu srikandi perwakilan rakyat “Rumah Banjar” itu.

Sementara itu, salah seorang narasumber sosialisasi, Juwairiyah, dalam paparannya menekankan agar pendidikan agama tidak disepelekan. Mengingat pendidikan agama merupakan pondasi utama yang membentuk karakter, moral, dan etika seseorang.

“Dengan ditanamkan pendidikan agama, anak-anak kita mengetahui apa yang benar dan apa yang salah sesuai ajaran agama, hal ini tentu menciptakan anak-anak yang tidak hanya cerdas tapi memiliki akhlak yang mulia,” terangnya. (DPRDKalsel-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version