Pemprov Kalsel Fokus Tingkatkan IP ASN, 2024 Targetkan Peringkat Teratas di Regional

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel terus berkomitmen untuk meningkatkan Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IP ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel. Saat ini, IP ASN Pemprov Kalsel berada di angka sekitar 77 poin, hanya kurang 0,8 poin dari target 78 poin yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sosialisasi pengembangan kompetensi untuk meningkatkan IP ASN

Kepala BKD Kalsel, Dinansyah, melalui Kasubbid Penilaian dan Evaluasi Kinerja Aparatur, Deddy Rachman, mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan guna mencapai target tersebut. Salah satu langkah strategis adalah mengeluarkan surat edaran dari Sekretaris Daerah (Sekda) kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar turut mendorong ASN di masing-masing instansi untuk meningkatkan nilai IP ASN mereka.

Kasubbid Penilaian dan Evaluasi Kinerja Aparatur, BKD Kalsel, Deddy Rachman.

“Kami berupaya maksimal agar target ini tercapai. Dengan adanya surat edaran dari Sekda kepada semua SKPD, diharapkan ASN termotivasi untuk terus meningkatkan profesionalitasnya,” ungkap Deddy, Jum’at (11/10).

Selain itu, BKD Kalsel akan mengadakan sosialisasi dan rapat koordinasi sebagai bagian dari langkah strategis peningkatan IP ASN. Hal ini selaras dengan adanya perubahan komponen penghitungan yang telah ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), melalui surat Plt. Kepala BKN Nomor 4190/B-BM.02.01/SD/K/2024.

“Perubahan komponen penghitungan ini melibatkan kualifikasi dan kompetensi ASN, di mana ASN dengan kinerja sangat baik akan mendapatkan 25 poin, sementara kinerja baik mendapatkan 20 poin, dan seterusnya. Pelatihan diklat struktural, fungsional, serta teknis juga menjadi faktor penilaian yang penting,” tambah Deddy.

Dengan target 78 poin dan jumlah ASN yang dihitung mencapai 13 ribu orang, pihaknya optimistis bahwa Pemprov Kalsel mampu masuk dalam tiga besar regional Kanreg BKN VIII, bahkan menargetkan posisi teratas.

“Tahun lalu, kita berhasil masuk tiga besar di regional. Dengan perubahan pola perhitungan ini, kami yakin dan optimis bisa mencapai peringkat satu di tahun 2024. Semua upaya telah kita optimalkan demi pencapaian tersebut,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya metode baru ini dapat lebih memudahkan dalam mencapai target yang ditetapkan.

“BKD Kalsel terus memprioritaskan pengembangan kompetensi ASN guna menciptakan birokrasi yang semakin profesional dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Gelorakan Semangat Juang, Pemprov Kalsel Gelar Peringatan Wafatnya Pangeran Antasari ke-162

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan upacara peringatan wafat ke 162 tahun Pahlawan Nasional Pangeran Antasari di Kompleks Pemakaman Masjid Jami Kelurahan Surgi Mufti Kecamatan Banjarmasin Utara, Jum’at (11/10).

Upacara diikuti unsur forkopimda atau yang mewakili, anggota TNI dan Polri, jajaran Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalsel, pejabat SKPD lingkup Pemprov, perwakilan LSM/Ormas, pelajar/mahasiswa, dan juriat Pangeran Antasari.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso bersama unsur Forkopimda

Apel peringatan yang dimulai tepat pukul 08.00 Wita ini dipimpin Staf Ahli Bidang Pemerintahan Politik dan Hukum, Adi Santoso mewakili Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Peringatan wafatnya Pangeran Antasari diawali dengan pembacaan sejarah singkat pahlawan dan pesan-pesan nasional Pangeran Antasari.

Selain melakukan prosesi tabur bunga di atas makam Pangeran Antasari dan keluarga lainnya, peringatan wafat yang digelar setiap tahun ini, juga menyerahkan bantuan tali asih kepada para juriat atau keturunan Pangeran Antasari.

Penyerahan Tali Asih dari Pemprov Kalsel kepada Juriat/Keturunan Pangeran Antasari

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Politik dan Hukum, Adi Santoso berharap momentum peringatan ini dapat dijadikan sebagai inspirasi, introspeksi diri, menjaga semangat perjuangan dan cinta tanah air serta Banua.

Adi juga berharap semangat pantang menyerah yang menjiwai Pangeran Antasari dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda dapat diwariskan ke generasi penerus di Kalsel dan bisa diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.

“Semoga dengan Peringatan Wafatnya Pangeran Antasari bisa menjadi inspirasi, introspeksi diri, semangat perjuangan, semangat cinta tanah air dan Banua Kalsel bisa kita warisi kepada generasi-generasi penerus di Kalsel,” jelasnya.

Sementara itu, Keturunan ke-4 Pangeran Antasari, Gusti Noor Aina mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi yang rutin melakukan peringatan wafat Pangeran Antasari disertai penyerahan bantuan tali asih untuk keluarga.

“Alhamdulillah kami berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi. Di tahun ini, kami juga sekalian mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Pangeran Antasari ke 162,” terangnya. (NRH/RDM/RH)

Tim Sepakbola NPC Kalsel Berhasil Masuk Final Peparnas 2024 Solo

BANJARMASIN – Tim Sepakbola Nasional Paralimpik Comitte (NPC) Provinsi Kalimantan Selatan menorehkan prestasi yang membanggakan Banua, atas keberhasilannya melaju ke babak final pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Tahun 2024 di Solo.

Keberhasilan tersebut diraih setelah Tim NPC Kalsel ini berhasil mengalahkan Kalimantan Timur, dengan skor 5-1, di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis (10/10).

Asisten Pelatih Sepakbola CP Kalsel Dedy Heriyadi mengatakan, bahwa dalam laga ini mereka mayoritas menurunkan sejumlah pemain lapis kedua.

“Tujuannya untuk memberikan jam terbang kepada mereka yang masih minim mendapatkan menit bermain pada laga laga sebelumnya,” ungkap Dedy kepada Abdi Persada FM.

Hasil yang didapat menurutnya luar biasa. Penampilan pemain cukup bagus sehingga menghasilkan gol gol yang membawa kemenangan.

Pada babak Final akan digelar pada Sabtu 12 Oktober 2024 dengan lawan Tim Sepakbola NPC Jawa Tengah. Yang sebenarnya berhasil mengalahkan Papua. (SRI/RDM/RH)

Perkenalkan Sejarah Bagi Peserta Didik, Museum Wasaka Kalsel Kembali Masuk Sekolah

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, di Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Kalsel, kembali menggelar Museum Masuk Sekolah.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Raudati Hildayati, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, dalam rilisnya pada Jumat (11/10) mengatakan, Museum Masuk Sekolah ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar, dalam rangka memperkenalkan, menanamkan dan meningkatkan apresiasi kepada guru serta peserta didik untuk menjadikan Museum sebagai media pembelajaran.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Museum dapat menjalankan fungsinya sebagai media penunjang pembelajaran,” ucap Arry

Arry menyampaikan, selama kegiatan Museum Masuk Sekolah ada 5 sekolah yang dikunjungi untuk 5 Kabupaten, yakni Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Balangan dan Hulu Sungai Selatan. Arry berharap, peserta didik dapat semakin mengenal museum dan mengetahui sejarah dari berbagai peninggalan benda-benda koleksi di Museum Wasaka Kalimantan Selatan.

“Selama kegiatan peserta didik diberikan materi oleh Selamet Hadi Trianto dan pembuatan atau ukiran pengumpangan dari Solichin Akbar,” jelasnya

Lebih lanjut Arry menambahkan, setelah diberikan materi peserta didik dapat melihat langsung beberapa benda-benda koleksi Museum Wasaka Kalsel, peninggalan para pejuang di masa Revolusi Fisik, untuk diperkenalkan secara langsung diantaranya, Sangkuh berupa senjata tajam milik komandan markas R27B. Kemudian Belitung senjata ini dimiliki oleh seorang pejuang dari Tanjung, bilah senjata batu lapa tulisan “Lam Jalalah” dan Parang Lantik merupakan senjata tajam milik seorang pejuang yang ikut terlibat dalam beberapa pertempuran di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Salah satu benda koleksi Museum Wasaka Kalsel yang dipamerkan

“Ada sembilan koleksi yang kami bawa, seperti Topi Baja, Pistol Rakitan, Senapang Dum-Dum, Peneng, dan Mesin Ketik,” tutupnya (MUSEUM.WASAKA.KALSEL-NHF/RDM/RH)

Exit mobile version