Fraksi-Fraksi DPRD Kalsel Telah Susun Usulan AKD

BANJARMASIN – Setelah pengambilan sumpah/janji Pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan masa jabatan 2024-2029, Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menyusun usulan nama-nama anggotanya untuk mengisi Komisi-Komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Salah satunya yang telah menyusun usulan nama-nama anggota Dewan di AKD, yaitu Fraksi Partai Nasdem.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kalsel, Mustaqimah

“Untuk nama-namanya sudah ada, namun untuk kepastiannya kita lihat nanti. Intinya segala sesuatu yang sudah kami bentuk itu berdasarkan hasil musyawarah mufakat. Besok diumumkan. Kan setelah paripurna tatib, setelah itu pembentukan AKD, mudah-mudahan tidak ada perubahan lagi,” ujar Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kalsel, Mustaqimah.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Fraksi PKB DPRD Kalsel, Suripno Sumas. Menurutnya, sesuai perolehan kursi PKB di DPRD Kalsel sebanyak 6 orang maka pihaknya telah menetapkan anggota-anggota Fraksi PKB yang akan duduk di Komisi-Komisi.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kalsel, Suripno Sumas

“Satu orang di komisi satu, dua orang masing-masing di komisi dua dan komisi tiga, dan satu orang di komisi empat,” ungkapnya.

Untuk diketahui, DPRD Kalsel memiliki empat Komisi yaitu Komisi I membidangi Hukum dan Pemerintahan, Komisi II membidangi Ekonomi dan Keuangan, Komisi III membidangi Pembangunan dan Infrastruktur dan Komisi IV membidangi Kesejahteraan Rakyat.

Sedangkan alat kelengkapan DPRD Kalsel yaitu badan musyawarah, badan anggaran, badan pembentukan peraturan daerah dan badan kehormatan. (NRH/RDM/RH)

RSUD Ulin Dapatkan Pendampingan Kemenkes RI Dalam Penerapan KRIS BPJS

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin mendapatkan pendampingan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), untuk penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS, pada rapat yang digelar di Aula 1 Lantai 7 Gedung Ulin Tower, Selasa (8/10). Dipimpin Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin.

“Kedatangan tim tersebut dapat melihat langsung kondisi dilapangan di RSUD Ulin Banjarmasin, untuk penerapan peraturan KRIS dari BPJS. Mengingat, RSUD Ulin ini sebagai ujung tombak penyedia pelayanan kesehatan kepada masyarakat pengguna BPJS di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Diauddin.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

Ia juga menyatakan, RSUD Ulin Banjarmasin siap melaksanakan peraturan penerapan kelas rawat inap (KRIS) BPJS.

“RSUD Ulin Banjarmasin siap kapan saja, untuk pelaksanaan dari Kemenkes RI, dalam penerapan kelas rawat inap standar,” ucapnya.

Dalam penerapan tersebut, akan ada pengurangan dari jumlah kamar yang disediakan oleh RSUD Ulin Banjarmasin.

Mengingat, tambahnya, pada pelaksanaan kelas rawat inap standar, dalam satu kamar di isi dengan 4 tempat tidur.

Sedangkan, untuk kelas 3 BPJS satu kamar di isi dengan 6 tempat tidur. Sedangkan kelas 2 BPJS di isi dengan 3 tempat tidur.

“RSUD Ulin Banjarmasin saat ini terus mempersiapkan untuk pelaksanaan penerapan kelas rawat inap standar BPJS tersebut,” ucap Diauddin. (SRI/RDM/RH)

Gema Maulid 40 Malam, Ajang Teladani Rasulullah Jaga Kelestarian Alam

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mengajak seluruh lapisan masyarakat meneladani Rasulullah SAW dengan terus menjaga kelestarian alam di Banua.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang dibacakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Raden Surya Fadliansyah, pada Senin (7/10) mengatakan, gelaran Gema Maulid 40 Malam 1446 Hijriah hari ke 34 yang diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, dapat menjadi momentum bagi umat Islam, untuk selalu menjaga kelestarian alam, apalagi sekarang dipuncak musim kemarau. Dimana sebentar lagi akan memasuki musim penghujan.

Kepala BPBD Kalsel Raden Surya Fadliansyah, saat memberikan sambutan

“Ajaran Nabi Besar Muhammad SAW, hendaklah diwujudkan dengan perilaku mengutamakan kebersihan lingkungan sekitar,” ucapnya

Sementara itu, Tuan Guru Abdurrahman menyampaikan, bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, bukan hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi mengajak masyarakat untuk perduli dan mencontoh prinsip Rasulullah SAW dalam melestarikan lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, melakukan penanaman pohon ,serta melindungi kawasan konservasi habitat bagi satwa dan tumbuh-tumbuhan.

Tuan Guru Abdurrahman, saat menyampaikan tausiah

“Mari kita implementasi ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadikan lingkungan yang bersih dan sehat,” tutupnya

Gema Maulid 40 Malam 1446 H hari ke-34, hadir Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas PMPTSP, Dinas Perdagangan, BPBD, RSGM Gusti Hasan Aman, RSJ Sambang Lihum Kalsel, serta jamaah dari Desa Penyambaran Kabupaten Banjar.

Untuk diketahui, sebelum mendengarkan tausiyah para jemaah dengan khidmat mendengarkan ayat ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan Qori Nor Fuad. Adapun lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dari group Nurul Huda Kabupaten Balangan, kegiatan di pusatkan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Tingkatkan Efisiensi Pelayanan Kepegawaian, BKD Kalsel Kenalkan Aplikasi Si Patuk

BANJARBARU – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Satu Pintu Kepegawaian (Si Patuk) kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup BKD Kalsel, bertempat di Aula BKD Kalsel, Banjarbaru, Senin (7/10).

Dalam pengenalan aplikasi Si Patuk ini, para ASN juga bersama-sama melakukan pengisian data terkait kebutuhan pengembangan kompetensi.

Kepala BKD Kalsel, Dinansyah melalui Sekretaris BKD Kalsel, Widarti menyampaikan bahwa aplikasi Si Patuk dirancang untuk mempermudah ASN dalam mengakses layanan kepegawaian secara digital.

Sekretaris BKD Kalsel, Widarti

“Aplikasi ini memungkinkan semua urusan administrasi kepegawaian dilakukan secara online melalui satu platform atau satu sistem, sehingga prosesnya lebih cepat dan transparan,” ujarnya.

Widarti berharap adanya aplikasi Si Patuk ini seluruh proses administrasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien, serta membantu untuk menghemat waktu dan tenaga dalam mengurus administrasi.

“Kami berharap para ASN dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan maksimal untuk menunjang kinerja yang lebih optimal,” harapnya.

Selain itu, pengisian data pengembangan kompetensi ini menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa setiap ASN di BKD Kalsel mendapatkan pelatihan dan pengembangan sesuai dengan kebutuhan, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelayanan administrasi kepegawaian di lingkungan BKD Kalsel,” ucapnya.

Sehingga, pengenalan aplikasi ini juga diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para ASN mengenai penggunaan aplikasi Si Patuk serta pentingnya pemenuhan data pengembangan kompetensi di lingkungan BKD Kalsel.

“Dengan adanya Si Patuk, BKD Kalsel berupaya terus mendorong inovasi dan peningkatan pelayanan berbasis teknologi untuk mendukung kinerja yang lebih baik,” tukasnya. (BDR/RDM/RH)

Pekan Kedua Oktober 2024, Inflasi di Kasel Masih Terkendali

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor (Paman Birin) yang diwakili Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Sutikno, kembali menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara Virtual bertempat di Command Center, Setda Prov. Kalsel, Banjarbaru, Senin (7/10).

Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Sutikno

Rakor yang juga dihadiri oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel tersebut dalam rangka pembahasan langkah konkret pengembalian inflasi di Daerah Tahun 2024, dan pengembangan Industri GIM Nasional.

Kepada awak media, Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Sutikno, mengatakan pada minggu kedua dibulan oktober 2024 ini Provinsi Kalsel masih termasuk 15 Daerah dengan angka inflasi terendah se-Indonesia. sebagaimana arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, TPID Kalsel terus menekankan upaya pengendalian inflasi di Kalsel.

“Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ungkap Sutikno.

Koordinasi antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, bersama Tim Pengendali Inflasi Nasional (TPIN), akan membentuk komitmen dalam pengendalian harga pangan di daerah ini. Sehingga stabilitas harga pangan akan berangsur – angsur membaik.

“Kerjasama antara TPID bersama TPIN akan dapat mengendalikan harga pangan dipasaran,” ungkap Sutikno

Jalinan kerjasama ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, agar kestabilan harga pangan di banua terus stabil dan tidak meningkat secara signifikan.

Seperti diketahui, Perkembangan kondisi inflasi Kalsel hingga minggu kedua oktober ini, tetap aman terkendali. Bahkan, Provinsi Kalsel masih menduduki 15 besar daerah dengan angka inflasi terendah se-Indonesia. Secara keseluruhan inflasi wilayah Kalsel aman terkendali. (MRF/RDM/RH)

Gema Maulid Malam ke 31, Memperdalam Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW

BANJARMASIN – Memasuki hari ke 31 Gema Maulid 40 Malam 1446 Hijriyah, yang dilaksanakan pada Jumat (4/10) di Mahligai Pancasila Banjarmasin, berhadir Habib Ali Assegaf sebagai pengisi tausiah seputar kelahiran dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Pada acara tersebut, lantunan syair salawat burdah oleh Grup Maulid Raudhatul Jannah Desa Jambu Burung Kecamatan Aluh Aluh Kabupaten Banjar, beserta pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa oleh Pimpinan Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin dari Gambut, Kabupaten Banjar, Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, mewarnai Gema Maulid yang didengarkan oleh ratusan warga dari berbagai penjuru, termasuk warga Desa Kiram Atas Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, melalui Direktur RSUD Moch Ansari Saleh, Among Wibowo menyampaikan, Gema Maulid 40 Malam 1446 Hijriyah, bukan hanya sebagai ajang menjalin silaturahmi tetapi juga momentum untuk meraih keberkahan dan sebagai kesempatan memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur RSUD Moch Ansari Saleh, Among Wibowo

“Terimakasih atas kehadiran jamaah Gema Maulid 40 Malam yang sudah memasuki hari ke-31 ini,” ungkap Among.

Among menambahkan, kegiatan keagamaan seperti Gema Maulid ini, dan berbagai kegiatan lainnya memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, toleransi, dan gotong royong ditengah masyarakat, dengan terus mendorong hal tersebut akan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga religius.

“Gubernur Paman Birin berdoa, dari kegiatan ini, semua mendapat keberkahan dan kemuliaan dari Allah SWT, serta bisa menteladani sifat-sifat mulia Rasulullah dan mendapatkan syafaatnya nanti di hari kiamat,” tutup Among.

Sementara itu, dalam tausyiahnya Habib Ali Assegaf menyampaikan, bahwa memperingati kelahiran Rasulullah tidak selalu dalam bulan rabiul awal saja, tapi di luar bulan kelahiran itu pun, kapan saja sangat baik. Dijelaskan tentang keistimewaan yang diberikan kepada Rasulullah pada hari kiamat nanti, salah satunya sebagai umat pertama yang masuk surga.

Habib Ali Assegaf

“Hal itu dikarenakan keutamaan Rasulullah, yang memiliki teladan yang baik untuk manusia dan semua kebaikan dan keindahan ada dalam dirinya,” ungkap Habib Ali.

Dijelaskan lagi tentang niat dan tekad yang luar biasa kuat dalam hal beribadah kepada Allah SWT, di luar ibadah-ibadah wajib. Teladan lain yang patut dicontoh dari diri Rasulullah adakah sifat rendah hati atau tidak merendahkan orang lain.

“Pesan penting lain adalah pentingnya menjaga penampilan atau cara belajar pakaian sesuai tuntunan Rasulullah. Karena penampilan seseorang ujar Habib Ali, adalah cerminan akhlak orang tersebut,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version