Tim Balogo PWI Kalsel Berhasil Meraih Dua Medali Emas Pertama pada Porwanas Tahun 2024

BANJARMASIN – Tim Beregu Balogo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih medali emas pertama, pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Tahun 2024 di Kalsel.

Atlet Balogo PWI Kalsel, Gazali Rahman mengatakan, pihaknya bersyukur telah berhasil meraih medali emas pada ajang Porwanas Tahun 2024 di Kalsel.

“Alhamdulillah atas diberikan kemudahan bagi kami dalam memberikan meraih medali emas beregu Cabor Balogo,” ungkapnya.

Kadispora Kalsel Hermansyah pada saat mengalungkan medali

Tim beregu Balogo PWI Kalsel berhasil mengumpulkan poin tertinggi 45 poin oleh Gazali Rahman, Muhammad Ariadi, serta Aditya Nur Robby.

Kemudian disusul Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Kalimantan Tengah dengan poin yang sama 21, tetapi NTB menang satu poin di babak “play off” sehingga berhasil meraih medali perak.
Sedangkan medali perunggu berhasil diraih Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan dengan poin 20 poin.

Sementara, Koordinator Cabor Balogo Bambang Santoso menjelaskan, di hari pertama ini dipertandingkan nomor beregu dan ganda.

“Di hari pertama Cabor Balogo mempertandingkan nomor beregu dan ganda,” ucapnya.

Pada nomor beregu ini memperebutkan total medali 12 medali, terdiri dari 3 medali emas, 3 medali perak, serta 6 medali perunggu.

Pada nomor ganda Tim Balogo PWI Kalsel kembali berhasil meraih medali emas. Yang disumbangkan oleh Gazali Rahman dan Ariadi dengan total poin tertinggi 23.

Medali emas diraih Tim Balogo Kalteng dengan total poin 19. Dan, medali perunggu diraih Tim Balogo Kaltim serta DIY dengan poin 13 dan 12. (SRI/NRH/APR)

Gelar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Payudara, Ribuan Wanita Serbu Mahligai Pancasila

Banjarmasin – Kanker leher rahim dan kanker payudara, merupakan penyakit kanker paling tinggi yang menyerang kaum perempuan di Indonesia. Data Kementrian Kesehatan RI menyebutkan, prevalensi kejadian kanker payudara mencapai 65.858 kasus. Sedangkan kanker leher rahim mencapai 36.633 kasus. Sementara di Provinsi Kalimantan Selatan, berdasarkan aplikasi Sehat Indonesiaku tahun 2024, ditemukan kasus benjolan pada payudara sebanyak 134 orang, dan positif IVA 714 orang.

Namun perlu diketahui, bahwa kedua penyakit ini dapat dicegah dan diobati lebih awal, apabila dilakukan deteksi dini secara rutin.

Alasan inilah, yang kemudian mendasari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara pada Rabu (21/8) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Dimana sasaran dari program ini, sebanyak 1.000 wanita usia subur yang sudah menikah.

“Kita sudah sebarkan link pendaftaran, dan terdata 650 orang mengisi aplikasi untuk mengikuti deteksi dini kanker leher rahim dan payudara hari ini. Sementara hari ini yang datang dan mendaftar langsung, jumlahnya 350 orang lebih” ujar Nurul Ahdani, selaku pelaksana harian Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepada wartawan, Nurul memastikan, pihaknya menyiapkan paket perlengkapan deteksi dini untuk seribu orang lebih, sebagai antisipasi membludaknya jumlah peminat kegiatan ini.

Ketua TP PKK Kalsel (tengah) berfoto bersama perwakilan peserta deteksi dini kanker leher rahim dan payudara

Sementara itu, usai membuka acara, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah mengingatkan kaum perempuan Banua, pentingnya melakukan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara.

“Tindakan preventif atau pencegahan jauh lebih murah dibanding pengobatan. Karena itu deteksi dini perlu dilakukan kaum perempuan di Banua, untuk memastikan mereka terbebas dari penyakit mematikan ini,” tegas perempuan yang biasa disapa Adil Odah ini.

Acil Odah mengatakan, jikapun ditemukan sel kanker saat deteksi dini, maka langkah pengobatan menjadi lebih mudah, karena penyakit diketahui lebih awal.

Perlu diketahui, gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin diubah suai untuk memastikan seluruh wanita usia subur yang mendaftar, dapat terlayani dengan baik. Terdapat 15 bilik tertutup, yang dibuat khusus di bagian dalam gedung. Dimana di setiap bilik tersedia satu tempat tidur khusus, dan dua tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan payudara dan vagina. (RIW/NRH/APR)

Pemprov Kalsel Apresiasi DPW FKDT Atas Kontribusinya Kembangkan Pendidikan di Banua

MARTAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengapresiasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Kalsel atas kontribusinya dalam mengembangkan pendidikan agama di Banua.

Hal ini diungkapkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Fatkhan saat menghadiri sekaligus membuka Rakerwil I dan pelantikan DPW FKDT masa bakti 2023-2028 yang bertempat di Islamic Center K.H. Anang Djazouliy, Martapura, Kab. Banjar, Rabu (21/8).

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Fatkhan saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Fatkhan mengatakan keberadaan FKDT sangat penting untuk mendukung dan mengembangkan pendidikan agama yang berkualitas.

“Saya mengapresiasi FKDT dimana memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Diniyah, mudah-mudahan para pengurus dapat menjalankan amanahnya dengan sebaik-baiknya dan membawa kemajuan bagi FKDT Kalsel,” katanya.

Fatkhan mengungkapkan dalam menghadapi era seperti sekarang ini, tantangan justru semakin berat, oleh karena itu FKDT sebagai organisas harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisional dan agama yang menjadi ciri khas.

“Pendidikan Diniyah adalah pondasi yang kuat dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan pemahaman agama serta mampu menghadapi tantangan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai islami,” ungkapnya.

Fatkhan berharap FKDT terus berkontribusi dalam membentuk karakter dan pengembangan keagamaan khususnya bagi generasi muda di Kalimantan Selatan.

“Melalui pendidikan yang berkualitas, saya berharap akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki hati yang bersih serta mampu menjadi tauladan bagi masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut, Fatkhan mengajak seluruh pengurus FKDT untuk senantiasa menjaga semangat pengabdian dan dedikasi dalam menjalankan tugas-tugas mulia.

“Marilah, kita bekerja dengan penuh keikhlasan dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan moral dan spiritual bangsa, khususnya di Provinsi Kalsel,” ujarnya.

Fatkhan menambahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dengan segala upaya bagi pendidikan Diniyah di Banua.

“Saya yakin dengan kerjasama antara FKDT dan pemerintah kita akan mampu serta dapat mencapai tujuan besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutupnya.

Untuk diketahui, pelantikan pengurus DPW FKDT Kalsel tersebut dilakukan oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam, Kanwil Kemenag Kalsel, Ahmad Sawiti yang juga turut disaksikan oleh perwakilan Pemkab Banjar serta tamu undangan lainnya. (BDR/NRH/APR)

Tingkatkan Konsumsi Ikan, Dilautkan Kalsel Gelar Lomba Masak Ikan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalsel, menggelar Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Kalsel ke-21 Tahun 2024, di Halaman Perkantoran Setda Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, pada Rabu (21/8) siang.

Lomba tersebut diikuti oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kalimantan Selatan, dengan tiga kategori lomba, yaitu menu kudapan, menu keluarga, dan menu balita.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Raudatul Jannah Sahbirin Noor, didampingi Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan yang mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, beserta sejumlah Kepala SKPD Lingkup Pemprov Kalsel.

Ketua TP PKK Kalsel berkeliling mencicipi makanan pada lomba masak ikan

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Ahmad Bagiawan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sangat menekankan pentingnya upaya pemanfaatan sumber daya hayati perikanan dan perairan sebagai bagian integral dari pembangunan sektor perikanan di daerah tersebut.

“Pembangunan sektor perikanan memiliki nilai ekonomis yang penting dan tinggi, bahkan sangat strategis dan prospektif sebagai produk yang menjanjikan di masa mendatang,” ucapnya.

Sahbirin Noor juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan perhatian serius terhadap permasalahan stunting dan gizi buruk. Masalah ini dapat menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia dan tumbuh kembang anak.

“Mengingat Banua kita yang kaya akan sumber daya perikanan serta kebiasaan masyarakat Banjar yang gemar makan ikan, tentunya ini merupakan potensi yang dapat diangkat, dikembangkan, dan dipromosikan untuk mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting di daerah kita,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, menyampaikan bahwa lomba masak ikan tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kebiasaan makan ikan di seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Perlu diketahui, angka konsumsi ikan di Provinsi Kalimantan Selatan sudah cukup tinggi, mencapai 65 kg per kapita per tahun. Angka ini berada di atas rata-rata nasional yang hanya sekitar 55 kg per kapita per tahun.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kalimantan Selatan sudah memiliki kesadaran yang baik terhadap pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein,” tutup Rusdi. (MRF/NRH/APR)

Gubernur Kalsel Sampaikan Penjelasan Raperda APBD-P Tahun 2024

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, melalui Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan penjelasan atas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Penyampaian penjelasan Raperda tersebut pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel, yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel, Karmila, Rabu (21/0).

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini, dalam sambutannya, mengatakan bahwa tahapan penyampaian penjelasan ini begitu penting dalam proses pembentukan raperda yang dimaksud.

“Penyampaian ini sangat penting karena memuat rencana keuangan yang digunakan Pemerintah Daerah Provinsi Kalsel untuk melaksanakan pelayanan umum dalam satu tahun anggaran,” katanya

Melalui perencanaan yang matang, sambung Paman Birin, dan dengan kolaborasi antar eksekutif dan legislatif inilah, kita dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada untuk mencapai pembangunan daerah di “Banua”.

“Melalui ini, kita ingin mencapai kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalsel dan DPRD Provinsi Kalsel, atas kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan serta asumsi yang mendasari dalam pencapaian target perencanaan,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, lanjut Paman Birin, tema pembangunan Kalsel di Tahun 2024 ialah, “Peningkatan Kualitas Daya Saing Daerah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif”. Tema ini memberi gambaran bahwa pembangunan Provinsi Kalsel Tahun 2024 diarahkan untuk meningkatkan daya saing daerah dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip fundamental dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Paman Birin menambahkan adapun struktur/postur APBD yang tertuang dalam Raperda APBD Perubahan dan Rancangan Perkada Penjabaran APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024, yaitu pendapatan daerah dianggarkan dengan proyeksi sebesar Rp11,470,536,243,704 dan belanja daerah dianggarkan sebesar Rp13,175,256,507,020.
Terjadi defisit anggaran sebesar Rp1,704,720,263,316.

“Pada posisi penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp1,762,208,763,316 yaitu pada penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran dan pencairan dana cadangan. Pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp57,488,500,000,” jelasnya. (NRH/APR)

384 Peserta Ikuti Kejuaraan Paman Birin Archery Open ke-3 DESDM Kalsel Competition 2024 di Banjarbaru

BANJARBARU – Paman Birin Archery Open ke-3 Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kalsel Competition 2024, resmi dibuka di Lapangan Panahan DESDM Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (21/8).

Kejuaraan yang berlangsung mulai 21 hingga 25 Agustus 2024 ini diikuti 384 peserta dari 60 klub panahan, yang berasal dari 16 Kabupaten/Kota di empat provinsi termasuk Kalsel.

Paman Birin Archery Open ke-3 terbagi dalam 10 kelas diantaranya kategori Standar Bow U-10 jarak 10meter, Bear Bow umum jarak 20meter, Vita Recap 70meter, dan Bear Bow 50meter.

Pembukaan dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Membacakan sambutan Gubernur, Adi Santoso menyampaikan rasa syukurnya terhadap popularitas olahraga panahan di Kalsel, yang dibuktikan dari banyaknya minat masyarakat serta meningkatnya berbagai kompetisi panahan.

Kepala DESDM Kalsel Isharwanto (kiri) saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu pihak swasta yang mendukung kegiatan

“Momentum baik ini harus dapat kita jaga dan kita tingkatkan lagi secara konsisten,” katanya.

Adi berharap kejuaraan ini dapat diselenggarakan secara rutin, agar olahraga panahan di Banua semakin dikenal, banyak diminati oleh masyarakat dan dapat meningkatkan prestasi olahraga di banua Kalsel.

“Saya berharap sekarang dan ke depan olahraga memanah di banua dapat terus menunjukkan eksistensinya baik dari segi pembinaan maupun raihan prestasi,” tuturnya.

Sementara, Kepala DESDM Kalsel, Isharwanto mengatakan, kejuaraan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalsel ke-74 dan HUT RI ke-79.

“Kita jadikan momentum itu untuk melahirkan atlet panahan, di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Isharwanto juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalsel dan seluruh aparat pemerintah provinsi Kalsel karena telah memberikan apresiasi dan dukungan penuh akan terselenggaranya acara ini.

“Termasuk pihak-pihak swasta yang telah membantu memberikan partisipasi dan berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (SYA/NRH/APR)

Cabor Balogo Kalsel Siap Rebut Medali Emas di Porwanas XVI

BANJARMASIN – Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan Cabang Olahraga (cabor) Balogo siap merebut medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (Porwanas) Tahun 2024 di Kalsel.

Atlet Balogo PWI Kalsel Gazali Rahman mengatakan, saat ini sudah siap merebut medali emas.

“Kami sudah menjalani latihan diatas 90 persen, sehingga tinggal menjalani pertandingan saja,” ungkapnya.

Atlet Balogo PWI Kalsel Gazali Rahman

Berdasarkan dari hasil latihan yang telah dijalani oleh pihaknya, baik secara intensitas yang sudah dilakukan selama ini, menurut. Gazali, pihaknya optimis dapat meraih medali emas.

“Memperoleh medali emas tersebut sudah menjadi tujuan utama kami,” ucapnya.

Mengingat, tambah Gazali, Balogo ini merupakan olahraga tradisional berasal dari Kalimantan Selatan.

“Pada pertandingan Balogo Porwanas ini kami mengikuti semua nomor yang dipertandingkan,” ucapnya.

Seperti, tambahnya, pada nomor perorangan, ganda, serta beregu.

Kontingen Balogo Kalsel diperkuat Gazali Rahman, Fahruraji, Muhammad Aditya, serta Yadi Ariyadi. (SRI/NRH/APR)

Cabor Balogo Porwanas XVI Laksanakan Latihan Bersama Jelang Pertandingan

BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Balogo melaksanakan latihan bersama, yang diikuti delapan kontingen dari berbagai provinsi, di Lapangan Basket GOR Hasanuddin, Selasa (20/8).

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, melalui Koordinator Cabor Balogo, Bambang Santoso menjelaskan, delapan provinsi memastikan ikut memperebutkan 24 medali pada cabang olahraga Balogo di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV Kalimantan Selatan, yang digelar 20 hingga 26 Agustus 2024.

“Meski hanya diikuti 8 provinsi, bisa dipastikan persaingan untuk memperebutkan medali di tiga nomor yang dipertandingkan, yakni perorangan, ganda dan beregu, berjalan ketat,” ungkapnya.

Untuk Cabor Balogo ini, lanjut Bambang, merupakan yang pertama kali di pertandingkan sehingga di pelaksanaannya tidak diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia.

“Balogo baru kali ini dipertandingkan di Porwanas. Kita maklum saja pesertanya lebih sedikit dari cabor lainnya yang dipertandingkan,” ucapnya.

Meski baru, tambah Bambang, pertama kali dipertandingkan di Porwanas, namun cabor Balogo sudah termasuk pertandingan resmi.

“Jadi perolehan medali Balogo tetap masuk dan dihitung sebagai perolehan medali tiap kontingen,” terangnya.

Untuk diketahui, delapan Kontingen Cabor Balogo yang siap bertanding, yakni, Kalsel, Riau, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kaltim, Kalteng, Aceh, serta Jogjakarta. (SRI/NRH/APR)

DPKP Kalsel Panen Perdana Padi Apung di Kabupaten Banjar

BANJAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel menggelar panen perdana padi apung di Kabupaten Banjar.

Panen Perdana padi apung ini dilaksanakan di Desa Sungai Pinang lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (20/8).

PLH Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Imam Subarkah

PLH Kepala DPKP Kalsel, Imam Subarkah menyampaikan bahwa panen padi apung yang dilakukan kali ini menjadi bukti bahwa padi apung dapat diterapkan di wilayah Kalimantan Selatan. Lanjutnya, padi apung ini merupakan solusi bagi para petani yang terkendala kekurangan lahan penanaman padi.

“Hasil dari panen perdana tersebut membuktikan bahwa padi apung dapat diterapkan di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya di daerah rawa dan air pasang surut,” ungkapnya.

Panen padi apung sendiri, telah dilaksanakan di beberapa kabupaten, seperti Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Barito Kuala, Balangan, Tanah Bumbu, dan Kabupaten Banjar. Padi apung juga menjadi solusi bagi para petani yang mengalami kebanjiran, hal ini dikarenakan padi apung dapat ditanam dilahan rawa maupun dibelakang rumah.

“Padi apung yang ditanam di kabupaten Banjar pada program panen perdana ini mencapai 5,3 ton dengan luas lahan 0,1 hektare,” jelas Imam.

Ditambahkan Imam, padi apung dapat menjadi alternatif pengganti lahan pertanian yang sempit dan membantu produksi pangan di daerah yang terkendala. Saat ini, permintaan untuk program ini masih terbatas pada sekitar 70 stream. Namun, pada tahun berikutnya diharapkan permintaan akan semakin besar. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah kabupaten sangat dibutuhkan untuk mendukung program ini.

“Kami berharap agar setiap Kabupaten dapat mengembangkan program ini dan memanfaatkan lahan rawa yang selama ini hanya terbengkalai,” tutup Imam. (MRF/NRH/APR)

Badan Kesbangpol Kalsel Riang Gembira Bentangkan Sasirangan Rekor MURI 2024

Banjarbaru – Seluruh karyawan/karyawati Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, terlihat riang gembira membentangkan kain sasirangan berwarna cokelat, saat menyambut kedatangan Ketua Dekranasda Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah yang secara khusus menyapa mereka.

Istimewanya lagi para pegawai kompak mengenakan seragam kain batik sasirangan bermotif indah dan pada ujung kain diberikan tulisan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan.

“Selamat siang ibu, Salam Hangat dari kami semua,” ucap para pegawai saat membalas sapaan ramah Acil Odah.

Ya, suasana penuh kegembiraan dan keceriaan juga bisa dilihat ratusan para pegawai, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang secara serentak membentangkan ribuan meter kain sasirangan dengan beragam corak.

Inisiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel, Acil Odah itu dinilai Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai event budaya penggerak perekonomian daerah dalam mendorong peningkatan kerajian lokal dan peningkatan produktivitas ekonomi.

Inisiasi Dekranasda Provinsi Kalsel itu pun mendapat apresiasi MURI dengan memberikan anugerah piagam istimewa MURI Award 2024.

“Kami sangat terkesan dengan even luar biasa ini. Bapak Kaban Kesbangpol dan kami seluruh pegawai sangat mendukung” tutur Sri Rachma SSos MAP, Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel, ditemui di lokasi pembentangan kain sasirangan, di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Selasa (20/8).

Menurut Rachma sapaan akrabnya, inisiasi dari Ketua Dekranasda Kalsel ini sangat luar bisa. Selain efektif mengenalkan produk lokal unggulan daerah, mampu mendorong peningkatan perekonomian daerah, juga sebagai media promosi efektif di tingkat lokal, nasional maupun dunia .

Berdasarkan pantauan harian ini, dukungan terhadap pemecahan rekor MURI dengan cara Membentangkan Kain Sasirangan terpanjang ini tidak hanya dari kalangan pegawai, juga dari para mahsiswa, pelajar dan masyarakat umum.

Salah satu SKPD yang juga terlihat antusias mendukung kegiatan ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel Raden Suria Fadliansyah mengatakan, even budaya membentangkan kain sasirangan terpanjang ini merupakan baru pertama digelar di Kalsel.

Pada event tersebut, oleh BPBD Kalsel disisipkan dengan sosialisasi mitigasi bencana berupa imbauan untuk tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan dan informasi mitigasi bencana lainnya. (Rilis/NRH/APR)

Exit mobile version