BANJAR – Ada yang unik pada penyelenggaraan Kirab Merah Putih ke-5, pada Sabtu (24/8) lalu. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama Ketua TP PKK Kalsel Raudhatul Jannah nampak mengenakan pakaian pejuang saat memimpin kegiatan tahunan itu.
Gubernur Kalsel bersama Ketua TP PKK Kalsel memimpin rombongan Kirab Merah Putih ke-5 dari Makodim 1022/Tnb.(foto : Adpim)
Alasan dibalik pemilihan kostum itu rupanya karena kegiatan itu merupakan salah satu agenda dari Korem 101/Antasari dan Pemprov Kalsel, untuk memperingati Hari Jadi Kalsel ke-74 dan HUT RI ke-79.
Kedua momen bersejarah itu dijadikan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah.
“Jadikan kegiatan ini menjadi momen untuk mengenang perjuangan mereka (pahlawan kemerdekaan),” kata Gubernur akrab disapa Paman Birin.
Kostum yang dikenakan Paman Birin dan Raudhatul Jannah atau Acil Odah itu, pun menarik perhatian warga. Nyatanya saat beristirahat rest area pertama, tepatnya di Masjid Miftahul Jannah, Desa Mantewe, Tanah Bumbu, tidak sedikit warga yang mengantri untuk berswafoto atau sekedar berjabat tangan dengan orang nomor satu di Kalsel itu.
Tak hanya di lokasi itu, dihari yang sama saat meresmikan jalan bebas hambatan Banjarbaru-Batulicin bernama Jalan Gubernur Sahbirin Noor, di Desa Awang Bangkal Kabupaten Banjar, pembawa acara pada peresmian jalan itu mengagumi pemilihan kostum yang dikenakan Paman Birin dan Acil Odah.
“Paman Birin dan Acil Odah sangat cocok mengenakan pakaian pahlawan, karena mereka berdua bisa di bilang Pahlawan Infrastruktur Kalimantan Selatan,” ungkap salah satu pembawa acara.
Diketahui, Kirab Merah Putih ke-5 diikuti oleh hampir 10.000 peserta menggunakan kendaraan roda dua dengan menempuh perjalanan sejauh 194 kilometer, dari Kodim 1022/Tanah Bumbu menuju Alam Roh 24, Desa Kiram, Kabupaten Banjar. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gelaran Porwanas XIV resmi berakhir pada Minggu (25/8) malam, dengan ditekannya tombol sirine sebagai tanda padamnya api obor Porwanas di Kalimantan Selatan. Namun penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Nasional tahun ini, membawa kesan dan kenangan tersendiri untuk LPPL Abdi Persada FM. Karena pada Porwanas tahun ini, untuk pertama kalinya Abdi Persada mengikutsertakan jurnalisnya sebagai peserta, bersama 1.600 atlet wartawan dari 38 provinsi di Indonesia.
Perwakilan Kalsel (tiga dari kanan dan tiga dari kiri) usai menerima perak pada nomor lomba fotografi flora fauna dan budaya
Rini Dwi Masmuda, yang sehari – hari merupakan jurnalis sekaligus penyiar di LPPL Abdi Persada FM, mewakili Kalimantan Selatan pada ajang 3 tahunan para wartawan seluruh Indonesia ini, bersama 4 atlet wartawan lainnya dari berbagai media di Kalimantan Selatan pada cabang lomba Karya Jurnalistik.
Cabang ini menjadi yang terakhir diumumkan pemenangnya. Yakni pada Malam Ramah Tamah Gubernur Kalsel bersama Kontingen PWI Provinsi se-Indonesia dan Penutupan Porwanas XIV 2024, pada Minggu (25/8) malam di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Dimana seluruh kontingen serta tamu undangan menyaksikan secara langsung, prosesi pengalungan medali kepada para pemenang. Termasuk Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani yang juga hadir pada kesempatan ini.
Momen menegangkan pun tiba, saat Koordinator cabang lomba Karya Jurnalistik Porwanas ke-14 membacakan hasil keputusan juri pada semua nomor lomba. Apalagi kemudian, nomor lomba yang pertama kali dibacakan, adalah Reportase Radio.
Pengumuman pemenang dimulai dari juara 3, yang berhasil diraih kontingen Kalimantan Tengah. Kemudian juara kedua dari Kalimantan Timur. Dan saat Kalimantan Selatan diumumkan sebagai juara pertama, seluruh gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin bertepuk tangan riuh, memberikan semangat kepada Rini Dwi Masmuda maju ke panggung, untuk menerima medali emas, yang diserahkan Ketua PWI Provinsi Kalsel, Zainal Helmie.
“Saya bangga dan senang sekali, kawan – kawan sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Termasuk pada cabang lomba Karya Jurnalistik. Selamat sekali lagi untuk semua kawan – kawan,” ujar Zainal Helmie usai acara.
Kebanggaan yang sama juga disampaikan Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani. Mengingat ini pertama kalinya Abdi Persada mengikutsertakan wartawannya pada ajang bergengsi ini, dan langsung mendapatkan medali emas.
“Selamat kepada Rini atas juara pertama yang diraihnya. Saya dan semuanya di radio, bangga sekali,” ujarnya.
Perwakilan Kalsel (dua dari kanan) usai menerima perak untuk nomor lomba videografi
Perlu diketahui, prestasi ini tidak begitu saja diraih Rini dalam satu malam. Persiapan sudah dilakukan sejak berbulan – bulan sebelumnya, dengan rutin melatih kemampuan reportase radio. Bahkan dari PWI Kalsel, juga memberangkatkan Rini bersama peserta lomba Karya Jurnalistik lainya ke Provinsi Bali, untuk mengintensifkan persiapan. Seluruh perjuangan itu, akhirnya bermuara pada pencapaian para atlet wartawan cabang Karya Jurnalistik. Yakni dengan menyumbangkan 1 medali emas dan 4 perak untuk kontingen Kalimantan Selatan. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Setelah berlangsung selama 7 hari terhitung dari Senin (19/8), Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV resmi berakhir pada Minggu (25/8) malam, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Penutupan ditandai dengan penekanan sirine, yang menjadi pertanda padamnya api obor Porwanas XIV di Kalimantan Selatan. Penutupan dilakukan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Pemprov Kalsel, Ahmad Bagiawan.
Tercatat 570 medali diperebutkan sebanyak 1.600 atlet wartawan terhitung sejak Senin (19/5) di 11 cabang olahraga dan 1 cabang Karya Jurnalistik. Medali terakhir, dikalungkan langsung kepada para pemenang pada cabang Karya Jurnalistik, yang baru diumumkan pada malam penutupan, sekaligus malam ramah tamah Gubernur Kalsel bersama Kontingen PWI Provinsi se-Indonesia.
Medali emas terakhir dikalungkan Ketua PWI Provinsi Kalsel, Zainal Helmie, kepada Rini Dwi Masmuda (LPPL Radio Abdi Persada) yang berhasil unggul dari Kalimantan Tengah serta Kalimantan Timur pada nomor lomba Reportase Radio. Sedangkan pada 4 nomor lomba lainnya, Kalimantan Selatan berhasil meraih 4 medali perak, kecuali untuk nomor lomba karya tulis.
Ketua PWI Kalsel menyerahkan medali terakhir Porwanas XIV kepada pemenang nomor lomba Reportase Radio cabang lomba Karya Jurnalistik
Dengan tambahan medali dari Karya Jurnalistik ini, maka total Provinsi Kalsel meraup 16 medali emas, 6 perak dan 12 perunggu, pada Porwanas ke-14. Dengan capaian ini, maka kontingan Kalimantan Selatan menjadi juara umum, dan berhasil mengungguli Jawa Barat, juara umum pada 3 kali pelaksanaan Porwanas sebelumnya.
“Selamat saya ucapkan kepada kontingen PWI Kalsel, yang sukses menggelar Porwanas sekaligus menjadi juara umum”, ujar Ketua Umum PWI Pusat, Hendry CH Bangun kepada wartawan, usai penutupan.
Hendry mengatakan, pelaksanaan Porwanas di Kalsel tahun ini, menjadi patokan baru bagi pelaksanaan tahun – tahun sebelumnya. Karena terlihat panitia Porwanas Kalsel terlihat sangat siap, melayani 3.000 official dan 1.600 atlet wartawan yang datang dari 35 provinsi di Indonesia.
“Sejak kami datang di bandara, sudah dilayani dengan sangat baik. Penginapan, transportasi, venue pertandingan sampai makanan, semuanya memuaskan,” puji Hendry.
Status juara umum pada Porwanas ke-14, sangat disambut gembira seluruh atlet wartawan dan jajaran PWI Provinsi Kalsel. Hal ini terlihat saat Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie menerima piala bergilir Porwanas dari Ketua Umum PWI Pusat, Hendry CH Bangun, di akhir acara.
“Kita sebenarnya menargetkan posisi 3 besar pada Porwanas tahun ini, tapi ternyata mendapatkan juara umum dan mengungguli Jawa Barat. Ini tentunya pencapaian yang luar biasa,” ujar Zainal Helmie kepada wartawan.
Mengejutkan lagi, menurut Helmie, sejumlah cabor yang selama ini tidak pernah mendapatkan medali, justru menunjukkan prestasi terbaiknya. Contohnya tenis meja, yang selama pelaksanaan Porwanas tidak pernah menyumbangkan medali, justru mendulang 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Begitu juga pada cabor atletik, berhasil mendapatkan 1 medali emas pada nomor estafet 5.000 meter.
“Kita tetap akan melakukan evaluasi setelah ini, terutama untuk cabor yang menurun prestasinya tahun ini,” tutup Helmie.
Dari 16 medali emas yang berhasil didulang Kalimantan Selatan, paling banyak disumbangkan cabor catur dengan 5 medali emas. Disusul Bologo 3 emas, serta futsal dan e-sport dengan masing – masing 2 medali emas. Kemudian tenis meja, atletik, karya jurnalistik dan nomor lomba karaoke IKWI masing – masing 1 medali emas. (RIW/RDM/RH)
BANJAR – Setelah menempuh jarak sekitar 194 KM dari Kodim 1022/Tanah Bumbu, rombongan Kirab Merah Putih ke-5, yang dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor finish di Alam Roh 24 Kiram, Kabupaten Banjar, Sabtu (24/8) sore.
Kirab dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalsel ke-74 dan HUT Proklamasi RI ke-79 itu melintasi jalan bebas hambatan Banjarbaru-Batulicin. Yang mana peresmian jalannya termasuk dalam rangkaian Kirab.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, mengatakan Kirab Merah Putih diadakan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah.
“Kegiatan ini menjadi momen untuk mengenang perjuangan mereka serta sebagai momentum untuk memupuk solidaritas dan kebersamaan di antara seluruh warga,” katanya.
Selain itu, Gubernur akrab disapa Paman Birin menilai, kegiatan itu juga menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara.
“Utamakan keselamatan dalam berkendara agar kegiatan berkendara dapat dilakukan dengan aman, nyaman, dan tidak membahayakan diri maupun orang lain,” tegasnya.
Danrem 101/Antasari, Ari Aryanto menilai jalan bebas hambatan yang dilalui sudah hampir sempurna, tinggal menunggu penyelesaian beberapa jembatan agar bisa dilewati dengan lancar.
“Kalau untuk jalan sudah sangat mulus, tetapi ya mungkin harus tetap berhati-hati karena ada penyelesaian jembatan di beberapa titik,” jelasnya.
Adapun kegiatan tahunan gagasan Korem 101/Antasari itu, juga menyediakan sejumlah doorprize dengan hadiah utama 10 tiket umroh dan 20 unit sepeda motor.
Diikuti kurang lebih 10 ribu pengendara roda dua dari berbagai komunitas termasuk Pemprov Kalsel dan TNI-Polri, di sepanjang jalan terdapat 4 titik rest area yang menyediakan snack, minuman dan BBM gratis untuk peserta.
Ari berharap Kirab Merah Putih bisa menyatukan solidaritas antar pengendara roda dua dari berbagai kalangan di provinsi ini.
“InsyaAllah tahun depan akan kita laksanakan kembali,” pungkasnya.(SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) cabang Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar berbagai macam perlombaan dalam rangka memperingati dirgahayu ke 79 Republik Indonesia. Pada Jum’at (23/8), bersama P2LIPI cabang Kota Banjarbaru, PPLIPI cabang Kalsel kembali menggelar perlombaan yang bertempat di Kebun Raya Banua (KRB) di Banjarbaru, dengan menghadirkan berbagai macam perlombaan yang salah satunya lomba refleksi ibu hamil. Selain mengadakan berbagai perlombaan dan paduan suara di Kebun Raya Banua (KRB), PPLIPI cabang Kalsel juga giat menggelar sosialisasi di SMP 19 Kota Banjarmasin terkait sosialisasi pencegahan narkoba dan stop bulying. Serta juga menggelar bakti sosial terhadap kaum dhuafa.
Ketua DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kalsel, Nawang Wijayati menyampaikan, lomba refleksi ibu hamil tersebut bertujuan dalam rangka mendukung ibu-ibu hamil di Kalimantan Selatan agar selalu sehat dan melahirkan dengan aman, serta menurunkan resiko stunting pada bayi.
Ketua DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kalsel, Nawang Wijayanti (tengah)
“Kegiatan di Kebun Raya Banua ini menjadi sebuah rangkaian dalam rangka memperingati Dirgahayu ke 79 HUT RI, dimana kami juga melaksanakan dengan sejumlah organisasi di berbagai daerah,” ungkap Nawang.
Orang yang akrab disapa Ibu Nawang ini juga menjelaskan, alasan pihaknya memilih berkegiatan di Kebun Raya Banua (KRB) ini dikarenakan semangat PPLIPI cabang Kalimantan Selatan dalam meningkatkan pendapatan daerah, dikarenakan KRB merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Pemerintah Provinsi Kalsel.
“Fasilitas di Kebun Raya Banua ini sangatlah luasa seperti adanya tempat edukasi, wahana permainan, dan tanaman – tanaman endemik khas banua,” ungkap Nawang.
Ditempat yang sama, Kepala Anjungan Kalsel di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Mumun Amuntai Rini, menyampaikan bahwa peringatan Dirgahayu ke 79 RI tentunya harus dimaknai dengan merayakannya melalui hal – hal yang positif, seperti yang dilaksanakan PPLIPI cabang Kalimantan Selatan dengan sosialisasi pencegahan narkoba dan stop bullying, serta menggelar bakti sosial.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan PPLIPI cabang Kalimantan Selatan yang merayakan kemerdekaan RI dengan hal-hal yang positif,” tutup Mumun.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah, menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi PPLIPI cabang Kalimantan Selatan, yang turut serda mendukung pembangunan-pembangunan di banua ini. Kegiatan perlombaan ini merupakan salah satu cara dalam mempererat rasa persaudaraan antar sesama anggota PPLIPI.
“Dengan adanya silaturrahmi ini akan semakin mempererat hubungan PPLIPI yang sudah seperti keluarga,” ucap Husnul.
Husnul pun berharap, kegiatan silaturrahmi PLIPI cabang Kalimantan Selatan dapat rutin dilaksanakan dengan berbagai tujuan, visi dan misi PPLIPI di Kalimantan Selatan. (MRF/RDM/RH)
BANJARBARU – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel dan Hari Kemerdekaan ke-79 RI, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Jalan Sehat yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Diskominfo Kalsel, Jum’at (23/8)
Dimulai dari halaman Kantor Diskominfo Kalsel, para peserta dilepas langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim untuk melakukan Jalan Sehat yang mengelilingi komplek perkantoran Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru.
Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan jalan sehat ini merupakan bagian dari upaya Diskominfo Kalsel untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim
“kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak serta meningkatkan budaya Germas Cinta Banua dilingkungan masyarakat terlebih lagi lingkungan kita sendiri,” ucapnya.
Muslim menambahkan Germas Cinta Banua sendiri merupakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kesehatan yang diinisiasi oleh Raudatul Jannah (Acil Odah) dengan tujuan mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
“Dengan aksi seperti ini, diharapkan dapat mendorong serta memotivasi dan terus memberikan kontribusi positif bagi SKPD lainnya dan juga masyarakat untuk terus mengimplementasikan Germas Cinta Banua,” ungkapnya.
Selain jalan sehat, acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize yang dihimpun oleh berbagai bidang yang ada di Diskominfo Provinsi Kalsel termasuk dari Kepala Diskominfo Kalsel.
“Doorprize ini dari kita untuk kita, dari rekan-rekan berbagai bidang dan juga Abdi Persada FM untuk lebih menambahkan kegembiraan dengan hadiah utama sebuah sepeda lipat,” tutup muslim. (BDR/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah, menghadiri pembukaan festival bumi lambung mangkurat, yang dilaksanakan selama 4 hari, mulai Jum’at (23/8) hingga Senin (26/8). Festival ini dilaksanakan di Falza Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru, dengan berbagai kegiatan seperti tari seni, hingga bazar UMKM.
Dalam sambutan Gubernur disampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya festival bumi lambung mangkurat ini, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan.
“Semoga festival dengan berbagai rangkaian kegiatannya, dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga dapat melestarikan dan membumikan budaya yang ada di banua kita, serta dapat mewariskan jejak sejarah banua, bagi generasi muda,” ungkap Husnul.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah
Dengan mengangkat tema Menggali Kembali Jejak Rempah, merupakan sebuah tema yang tidak hanya menggambarkan kekayaan alam banua kita, tetapi juga mencerminkan sejarah panjang peradaban kita, yang telah menjadi bagian penting dari jalur rempah nusantara.
“Melalui festival ini, kita dapat menggali kembali, dan memperkenalkan kepada generasi muda serta dunia luar, tentang peran penting Kalimantan Selatan, dalam sejarah perdagangan rempah-rempah, yang telah membentuk identitas dan budaya kita,” ungkap Husnul.
Festival bumi lambung mangkurat yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan festival gerbang nusantara, yang terintegrasi dengan festival budaya meratus dan pekan budaya banua ini, adalah sebuah momentum yang sangat penting bagi kita, untuk memperkuat jati diri budaya dan tradisi banua.
“Saya berharap, festival bumi lambung mangkurat ini, dapat menjadi salah satu ikon budaya baru di kalimantan selatan, yang mampu menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Cabang Olahraga E-sport di hari ketiga pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) ke 14 di Provinsi Kalimantan Selatan, mempertandingkan babak semifinal dan final pada nomor mobile legends, di Gedung Hypermart, Jumat (23/8).
Koordinator Cabor E-sport PWI Kalimantan Selatan Fachrul mengatakan, pada hari ketiga pertandingan Cabor E-sport mulai masuki babak semifinal, kemudian pada sore harinya babak semifinal.
Koordinator Cabor E-sport PWI Kalsel Fachrul
“Saat ini sudah memasuki hari ketiga babak semifinal serta final untuk nomor mobile legends,” ungkapnya.
Untuk daerah yang masuk babak semifinal nomor mobile legends, yaitu, Provinsi Kalimantan Selatan, Semifinal, Jawa Barat, Riau, serta Kalimantan Tengah.
“Sehingga, dapat dipastikan pada hari ketiga pelaksanaan pertandingan cabor E-sport akan ada yang mendapatkan medali,” ucapnya.
Selain mempertandingkan nomor mobile legends, di hari ketiga ini juga mempertandingkan nomor Perorangan PES.
Dalam kesempatan tersebut Fachrul mengatakan, Cabor E-sport ini merupakan salah satu olahraga yang disambut antusias oleh para peserta.
Hal tersebut, terbukti dengan 24 provinsi yang mengikuti pertandingan E-sport.
“Jumlah total peserta cabor E-sport sebanyak 24 provinsi yang ada di Tanah Air,” ucapnya.
Dengan jumlah atlet sebanyak 155 orang dari perwakilan masing masing daerah tersebut.
“Banyaknya peserta yang mengikuti pertandingan E-sport ini, karena permainan games ini mudah dilakukan serta dapat dimana saja orang bermain games,” ujar Fachrul. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Selepas menghadiri pembukaan Porwanas XIV di Banjarbaru, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, kembali turut serta berhadir pada pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Kalsel yang bertempat di GOR Hasanuddin HM pada Kamis (22/8).
Kejurprov Forki ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan didampingi Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah yang ditandai dengan pemukulan gong.
Supian HK berharap melalui ajang ini akan lahir atlet-atlet karate hebat yang kelak akan mengharumkan nama banua di tingkat nasional bahkan internasional.
“Kita lihat banyak sekali peserta usia dini yang ikut ajang ini, semoga mereka kelak bisa membawa nama harum Kalsel,” ungkapnya.
Lebih lanjut sebagai wakil rakyat, Supian HK berkomitmen untuk terus mendukung dunia olahraga, termasuk karate. Menurutnya, ini salah satu upaya untuk membangun Kalsel yang lebih sehat dan berprestasi.
“Ada 2 ajang besar olahraga di Kalsel, tadi pagi Porwanas dan sekarang Kejurprov karate, kami sebagai wakil rakyat akan mendukung penuh semua event olahraga ini agar Kalsel lebih banyak prestasinya di nasional,” tutupnya. (ADV-NRH/RDM/RH)
JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, terutama di kalangan generasi muda.
Hingga 31 Juli 2024, BSI berhasil membuka 1,4 juta rekening anak, termasuk Tabungan Haji Muda, Tabungan Junior, dan Tabungan Simpanan Pelajar, dengan total saldo sebesar Rp1,4 triliun.
Melalui berbagai inisiatif untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah tersebut, BSI meraih penghargaan atas Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) kategori Bank Umum Syariah Terbaik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan ini merupakan pengakuan atas upaya BSI dalam memperkenalkan sistem keuangan syariah kepada generasi muda di Indonesia.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi, menyatakan, bahwa BSI memiliki strategi untuk memaksimalkan potensi besar dari nasabah di Indonesia, di mana 87 persen dari 220 juta penduduknya adalah Muslim.
“BSI punya strategi untuk bagaimana memaksimalkan potensi kita yang ada untuk kami integrasikan ke dalam Islamic Ecosystem, seperti masjid, zakat, infaq, sodaqoh, wakaf, umrah, termasuk sekolah-sekolah Islam,” ujar Hery dalam peluncuran program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi OJK bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) di Jakarta, pada Rabu (22/8).
BSI juga telah bekerja sama dengan lebih dari 40 ribu sekolah di Indonesia dalam pengelolaan dana pendidikan, manajemen kas, serta kolaborasi program pendidikan dan beasiswa bagi siswa berprestasi. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang baik kepada seluruh civitas akademika bahwa ekonomi syariah adalah sistem yang relevan dan dapat diterapkan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.
Selain itu, BSI memiliki program School Visits to BSI di mana siswa dan santri diajak untuk melihat lebih dekat bagaimana kegiatan dan lingkungan kerja di kantor BSI. Program ini merupakan bagian dari upaya BSI dalam mengimplementasikan Islamic Ecosystem, dengan melibatkan siswa dan santri dari sekolah Islam Terpadu atau pesantren.
BSI juga rutin mengadakan program CEO Mengajar, sebuah program literasi keuangan syariah yang menyasar anak-anak muda, khususnya mahasiswa. Program ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, serta menjadi referensi bagi para mahasiswa dalam menentukan pilihan karir di masa depan.
Salah satu inisiatif utama BSI dalam meningkatkan literasi keuangan syariah adalah penyelenggaraan BSI International Expo. Acara ini mencakup pameran, business matching, seminar, dan hiburan, serta melibatkan lebih dari 265 tenant, termasuk UMKM binaan BSI yang berpartisipasi dalam business matching dengan pembeli internasional.
BSI juga memiliki Program Digitalisasi Tabungan Anak, yang dirancang untuk membiasakan budaya menabung sejak dini. Melalui program ini, pembukaan rekening anak dapat dilakukan kapanpun dan di manapun tanpa perlu datang ke cabang, sejalan dengan transformasi BSI menuju Digital Financial Solution Banking melalui aplikasi BSI Mobile. BSI berharap bahwa digitalisasi ini akan mempermudah literasi keuangan anak sejak dini, mempersiapkan mereka meraih cita-cita.
“BSI berkomitmen, bismillah, siap mendukung program GENCARKAN melalui kolaborasi dan sinergi program BSI dan GENCARKAN, joint event, serta sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat,” tutup Hery. (ADV-RIW/RDM/RH)