BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menyerahkan penganugrahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya (SLKS) kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel Tahun 2024, bertempat di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (29/8).
Pada kesempatan tersebut sebanyak 804 PNS yang terdiri dari berbagai tingkatan dan jabatan menerima penghargaan yang telah mengabdikan diri selama 10, 20 dan 30 tahun.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sabirin Noor menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kinerja dan kerja keras selama pengabdian kepada daerah dan negara.
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memberikan sambutan
“Saya mengucapkan selamat kepada para penerima, 10, 20 dan bahkan 30 tahun bukanlah waktu yang sebentar, Terima kasih atas kinerja dan loyalitas yang diberikan,” ucapnya.
Paman Birin (sapaan khas gubernur) juga mengatakan bahwa ASN memegang peranan penting terhadap pembangunan dan kemajuan suatu bangsa.
“Aparatur Negara yang bekerja dengan mengedepankan integritas, tanggung jawab dan profesionalisme akan mempercepat reformasi birokrasi guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” katanya.
Sahbirin Noor berharap kepada penerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya ini semakin termotivasi untuk menunjukkan kinerja dan kedisiplinan yang lebih baik.
“Tanda kehormatan sejatinya merupakan bentuk kepercayaan pemerintah Republik Indonesia, semoga terus menjaga kepercayaan ini dengan menunjukkan kinerja, kedisiplinan dan profesionalisme, sekali lagi saya ucapkan selamat,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel, Lily Hidayat mengatakan penyerahan Anugerah SLKS tahun ini merupakan hasil usulan dari tahun 2023 lalu.
“Mengingat proses SLKS ini cukup panjang harus melalui Kemendagri dan Sekretariat Militer Presiden, sehingga prosesnya itu perlu waktu selama satu tahun lebih,” ungkapnya.
ia juga menyebut pada kesempatan ini diserahkan penganugrahan SLKS kepada 804 PNS dengan rincian pengabdian 10 tahun sebanyak 513 orang, 20 tahun 144 orang dan 30 tahun sebanyak 147 orang.
“Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan dapat semakin memotivasi PNS lain untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, seperti apa yang diharapkan Gubernur Kalsel, Paman Birin,” tukasnya.
Turut hadir pada penganugerahan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, perwakilan Forkopimda dan Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (BDR/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kepada wartawan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Sulkan, ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (28/8) mengatakan, guna meningkatkan produk unggulan kearifan lokal dan membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pihaknya selalu menggelar event tahunan yakni Kalsel Expo, kegiatan dipusatkan di Lapangan Dr Murjani kota Banjarbaru. Namun, mengalami pergeseran, yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 11-15 September 2024, menjadi 18-22 September mendatang.
“Pergeseran ini karena akan digelar kegiatan Nasional Apel Pasukan TNI AD,” ucapnya
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan
Disampaikan Sulkan, untuk tehnical meeting tetap dilaksanakan tanggal 6 September dan saat ini tahapan persiapan sudah hampir seratus persen. Terkait, jumlah stand sudah terisi baik untuk SKPD , Instansi Vertikal, UMKM dan Umum. Ia berharap, gelaran Kalsel Expo 2024 dapat meningkatkan roda perekonomian di Banua.
“Persiapan pemasangan tenda-tenda stan, direncanakan tanggal 12 September sore,” jelasnya
Suasana Kalsel EXPO tahun lalu di Stan Dispar Kalsel
Lebih lanjut Sulkan menambahkan, selama gelaran Kalsel Expo akan hadir beberapa narasumber seperti Kemendag, Praktisi produk ekspor, Workshop Kewirausahaan dan UMKM Naik Kelas. Dalam rangka membuka jaringan pasar Nasional dan Internasional, serta memberikan coaching clinic untuk packaging produk lokal.
“Kalsel Expo ini diharapkan meningkatkan ekonomi kreatif, untuk kesejahteraan warga di Banua,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel melaksanakan pagelaran 1.000 sinoman hadrah tahun 2024. Pelaksanaan ini dilaksanakan di Halaman Kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, Kamis (29/8), yang dibuka oleh Gubernur Sahbirin Noor, diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso.
Pagelaran 1.000 sinoman hadrah
Membacakan sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Adi Santoso menyampaikan bahwa sinoman hadrah telah menjadi bagian penting dari berbagai acara keagamaan dan sosial di kalimantan selatan, mulai dari perayaan maulid nabi, peringatan hari besar islam, hingga acara pernikahan dan syukuran. Dalam setiap penampilannya, sinoman hadrah tidak hanya menghadirkan keindahan dalam irama dan gerak, tetapi juga mengandung pesan-pesan moral dan spiritual yang mendalam.
“Kalimantan Selatan dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisinya. Kekayaan budaya ini tercermin dari berbagai seni dan adat istiadat yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat kita hingga sekarang,” ungkap Adi.
Pagelaran 1.000 Sinoman Hadrah yang dilaksanakan hari ini memiliki makna yang sangat istimewa. Tidak hanya karena jumlah pesertanya yang begitu banyak, namun juga karena acara ini menjadi bagian dari Event Nasional Kreativesia 2024.
“Ini adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan layak untuk dikenal lebih luas lagi. Apalagi seiring dengan perkembangan zaman,” tutup Adi.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Pemuda, Dispora Provinsi Kalsel, Rokhyatin Effendi, menyampaikan bahwa pagelaran 1.000 sinoman hadrah juga merupakan rangkaian Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024, yang juga dirangkaikan dengan kegiatan event kreativesia nasional tahun 2024. Kegiatan ini menghadirkan 1000 sinoman hadrah dari 28 group yang ada di Kalimantan Selatan.
“Kita hadirkan 1.000 seniman dari pegiat Sinoman Hadrah, terdiri 28 kelompok. Pemprov Kalsel terus mendorong demi melestarikan seni dan budaya di Banua,” ungkap orang yang akrab disapa Yatin ini.
Ia melanjutkan, pagelaran Sinoman Hadrah tidak akan lekang oleh zaman, dan akan terus dilestarikan oleh generasi selanjutnya. Bahkan dirinya berharap, pelaku seni sinoman hadrah dapat terus tumbuh dan berkembang, serta keseniannya tetap lestari sepanjang masa.
“Pegelaran 1.000 sinoman hadrah ini juga upaya Pemerintah Provinsi Kalsel dalam melestarikan budaya,” tutup Yatin. (MRF/RDM/RH)
JAWA TENGAH – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor (Paman Birin), mendapatkan Anugerah Konservasi Alam pada kategori Dukungan Dalam Pengelolaan Taman Hutan Raya, pada acara Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2024.
Piagam penghargaan yang diterima Paman Birin dan Menteri LHK
Penghargan Anugerah Konservasi Alam tersebut diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya kepada Paman Birin, melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Fathimatuzzahra, pada acara Peringatan Hari Konservasi Alam Nasioal (HKAN) yang dilaksanakan di Alun – Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Kamis (29/8)
“Anugerah Konservasi Alam ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya dan komitmen Paman Birin dalam kegiatan pemulihan ekosistem dengan melibatkan 36 mitra pada area seluas 22.017, 32 hektar, mulai dari tahun 2016 sampai dengan 2024, serta pengembangan wisata alam di Taman Hutan Raya Sultan Adam dan Kalimantan Selatan,” ujar Fathimatuzzahra.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi momen penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya pelestarian alam dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya konservasi. Sehingga manfaat ekonomi, ekologi dan sosial dapat terus dirasakan dan berdampak nyata bagi masyarakat. (DISHUT.KALSEL-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kelanjutan pembangunan Jembatan Pulau Laut, yang akan menghubungkan Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru.
Suasana Rapat Banggar DPRD Kalsel
Jembatan sepanjang 3,75 kilometer ini merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Dalam rapat anggaran yang digelar Rabu (28/8), Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kalsel sepakat untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut dengan skema pembiayaan multiyears (tahun jamak).
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Syaripuddin, yang menegaskan pentingnya proyek ini bagi masyarakat Kalsel.
“Kami di DPRD Kalsel berkomitmen penuh untuk mendorong percepatan pembangunan Jembatan Pulau Laut. Ini adalah proyek yang sangat vital, tidak hanya bagi masyarakat di Tanah Bumbu dan Kotabaru, tetapi juga bagi keseluruhan Provinsi Kalsel. DPRD Kalsel akan memastikan bahwa proyek ini mendapatkan dukungan penuh, termasuk dengan mendorong agar proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN),” jelasnya.
Lebih lanjut, Syaripuddin menjelaskan bahwa DPRD Kalsel telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan keberlanjutan proyek ini, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait.
“Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan digunakan secara efektif, dan proyek ini bisa selesai tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Kalsel, Suwardi Sarlan, juga turut mengungkapkan dukungannya dalam rapat tersebut. Menurutnya, DPRD Kalsel akan terus memantau perkembangan pembangunan jembatan ini untuk memastikan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
“Kami berharap, dengan dukungan penuh dari DPRD dan semua pihak terkait, pembangunan jembatan ini bisa berjalan lancar dan sesuai jadwal. Kami akan terus mengawal proyek ini hingga selesai,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua TAPD yang juga Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menjelaskan bahwa pembangunan jembatan dari sisi Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun. Sementara itu, sisi jembatan yang menghubungkan Kotabaru dengan Pulau Laut, yang memiliki bentang lebih panjang, diharapkan dapat selesai dalam waktu tiga tahun.
“Kami juga telah berkomunikasi dengan Kepala Balai Jalan Banjarmasin untuk mengusulkan proyek ini menjadi bagian dari PSN, sehingga ke depannya bisa mendapatkan pembiayaan dari APBN melalui Kementerian PUPR,” terangnya. (ADV-NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu dari tiga Kab/Kota di Kalimantan Selatan yang dilakukan observasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, untuk menjadi percontohan daerah anti korupsi, selain Banjarmasin dan Barito Kuala.
Dalam kunjungannya ke Banjarbaru, Kamis (29/8) Plh. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Fries Mount Wongso mengatakan, Observasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan daerah dalam memenuhi indikator yang telah ditetapkan. tiga Kabupaten dan Kota yang terpilih ini nantinya akan dinilai apakah daerah daerha ini layak menjadi Kabupaten dan Kota percontohan anti korupsi pada tahun 2025.
“Kota Banjarbaru adalah lokasi ketiga yang kami datangi, setelah Banjarmasin dan Batola,” ujar Fries.
Disampaikan Fries, di Kota Banjarbaru, pihaknya akan mengobservasi MPP yang dimiliki kota ini. Karena menurutnya, segala perizinan dengan MPP dapat dilakukan satu tempat. Terlebih MPP bersifat terbuka dan tidak ada ruang khusus, kecuali ruang pengaduan.
“Di ruang pengaduan di MPP pun kami minta adakan kamera pengintai, agar ruang ini tidak menjadi ruang transaksi,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru M. Aditya Mufti Ariffin mengaku bangga menjadi kandidat kota yang diobservasi oleh KPK RI.
“Semoga Banjarbaru dapat mewujudkan sebagai kota anti korupsi,” tutup Aditya
Untuk diketahui, ada enam komponen dan 19 indikator yang menjadi acuan bagi suatu Kabupaten dan Kota untuk dapat dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota anti korupsi.
KPK bekerja sama dengan berbagai Kementerian, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Ombudsman dan BPKP yang menilai kelayakan pemenuhan komponen dan indikator tersebut. (RDM/RH)
BANJARMASIN – Kementerian Kepemudaan dan Olahraga (Kemenpora) RI memberikan apresiasi atas lirik jingle Kreativesia Tahun 2024, yang diciptakan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Raudatul Jannah atau yang akrab disapa Acil Odah.
Jingle Kreativesia tersebut, diperkenalkan pada Malam Gala Dinner, di Gedung Mahligai Pancasila, Rabu (28/8).
Sedangkan, apresiasi disampaikan langsung Asisten Deputi Potensi Kemandirian Pemuda (PKP) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI Tri Winarno.
“Kemenpora RI tentunya mengapresiasi setinggi tingginya kepada Ketua TP PKK Kalsel Raudatul Jannah atau Acil Odah,” ucapnya.
Karena, lanjut Winarno, Acil Odah telah membuat lirik jingle Kreativesia 2024.
“Yang berisikan dorongan kepemudaan lewat bakar dan karya seni, serta pengembangan kebudayaan daerah,” ujar Winarno.
Tentunya, Kemenpora mengapresiasi kepada karya Acil Odah yang telah menuliskan lirik jingle Kreativesia 2024 ini.
“Mari kita bertepuk tangan untuk semuanya,” ucap Winarno.
Ia berharap lewat ajang Kreativesia 2024 ini dapat diikuti sejumlah peserta dengan supportivitas yang baik.
“Antar peserta saling berbagi, bergotong royong, dan menjalin kebersamaan antar sesama pegiat kreatif,” ujarnya.
Kreativesia ini adalah upaya pemerintah pusat maupun daerah untuk memberikan apresiasi dan semangat serta akses bagi anak muda yang berdedikasi.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas dukungan ini,” ucap Winarno. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan penghargaan kepada pemerintah kabupaten kota serta SKPD lingkup pemprov, yang sudah menunjukkan komitmen tinggi dalam menyelenggarakan, mengelola, serta memanfaatkan data dan informasi geospasial berkualitas. Penganugerahan Geospasial Banua Award 2024 tersebut, digelar pada Rabu (28/8) malam di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Hadir untuk menyerahkan penghargaan tersebut, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.
Acara yang bertujuan untuk mengapresiasi upaya pemerintah daerah di lingkup Provinsi Kalimantan Selatan ini, mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Data Geospasial Berkualitas untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dimana kegiatan ini menyoroti pentingnya peran Informasi Geospasial (IG) dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Turut hadir pada malam puncak penganugerahan ini, Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial Badan Informasi Geospasial, Ibnu Sofian, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor selaku penyenggara, sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, dan juga perwakilan dari pemerintah kabupaten kota se Kalimantan Selatan.
Penilaian Geospasial Banua Award 2024 ini telah diselenggarakan sejak Mei 2024. Proses penilaian dilakukan Tim Dewan Juri melalui dua tahapan penilaian. Tahap pertama penilaian terhadap pengisian form/lembar pelaporan kinerja simpul jaringan informasi geospasial secara online melalui https://geoportal.kalselprov.go.id/SimonGeo/ oleh pemerintah 13 kabupaten/kota dan 32 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Selanjutnya pada tahap kedua dilaksanakan verifikasi melalui presentasi terhadap enam peserta terbaik pada masing-masing kategori.
Geospasial Banua Award Tahun 2024 diberikan dalam dua kategori. Yaitu kinerja simpul jaringan informasi geospasial terbaik pada kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kategori SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Sekdaprov Kalsel berfoto bersama penerima penghargaan Geospasial Banua Award 2024
Dimana penerima penghargaan untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota adalah Kota Banjarbaru sebagai juara pertama, disusul Kabupaten Tanah Bumbu, dan Hulu Sungai Selatan di posisi juara 2 dan juara 3 Selanjutnya Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru dan Hulu Sungai Tengah, secara berurutan meraih juara harapan 1 sampai 3.
Sedangkan penghargaan untuk kategori SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, diberikan kepada Dinas Lingkungan Hidup, sebagai juara 1, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juara 2, dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai juara 3. Untuk juara harapan 1 sampai 3, diberikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, dalam sambutannya, yang dibacakan Sekdaprov Kalsel, menegaskan bahwa penyelenggaraan informasi geospasial tidak hanya sebagai bentuk evaluasi kinerja, tetapi juga merupakan upaya meningkatkan komitmen dan kinerja simpul jaringan informasi geospasial daerah secara optimal, pada lingkup simpul jaringan pemerintah kabupaten/kota dan SKPD unit produksi pada simpul jaringan Provinsi Kalimantan Selatan.
Sekdaprov Kalsel saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel
“Kinerja penyelenggaraan informasi geospasial daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang optimal dan unggul adalah buah dari kerja keras bersama dan kita harapkan mampu mewujudkan big data dan good governance,” ujarnya.
Sementara itu, kepada wartawan usai acara, Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor mengungkapkan, keberhasilan dalam pengelolaan jaringan informasi geospasial, tidak lepas dari peran sumber daya manusia yang kompeten di bidang informasi geospasial serta dukungan teknologi mutakhir.
“Kompetensi SDM dan penerapan teknologi yang tepat akan memastikan bahwa data geospasial yang dihasilkan lebih cepat, mudah diakses, dan relevan dengan kondisi aktual di lapangan,” ujar Ariadi.
Melalui Geospasial Banua Award 2024 ini, tambah Ariadi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap dapat menginspirasi pemerintah kabupaten/kota serta SKPD untuk terus berinovasi, memanfaatkan data geospasial.
“Penghargaan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan data geospasial, pengelolaan data terintegrasi, serta mendorong kolaborasi antar lembaga dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berkinerja baik,” tutupnya.
Dengan adanya Geospasial Banua Award, Kalimantan Selatan berharap dapat menjadi pionir dalam penerapan teknologi geospasial di Indonesia, menjadikannya sebagai alat utama dalam menghasilkan dan memanfaatkan data informasi geospasial akurat, mutakhir, dan berkualitas dalam rangka mendukung pembangunan daerah yang maju, terarah, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan ini, dilaksanakan pula peluncuran Geoportal Kalimantan Selatan Versi 2. Dimana ini merupakan simbolisasi pemutakhiran inovasi dan teknologi yang mampu mendorong kinerja pengelolaan informasi geospasial di Provinsi Kalimantan Selatan. Yakni Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas SDM di bidang geospasial dan mengintegrasikan teknologi informasi yang diperlukan dalam pengelolaan data tersebut. (RIW/RDM/RH)