Cabor Balogo Kalsel Siap Rebut Medali Emas di Porwanas XVI

BANJARMASIN – Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan Cabang Olahraga (cabor) Balogo siap merebut medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (Porwanas) Tahun 2024 di Kalsel.

Atlet Balogo PWI Kalsel Gazali Rahman mengatakan, saat ini sudah siap merebut medali emas.

“Kami sudah menjalani latihan diatas 90 persen, sehingga tinggal menjalani pertandingan saja,” ungkapnya.

Atlet Balogo PWI Kalsel Gazali Rahman

Berdasarkan dari hasil latihan yang telah dijalani oleh pihaknya, baik secara intensitas yang sudah dilakukan selama ini, menurut. Gazali, pihaknya optimis dapat meraih medali emas.

“Memperoleh medali emas tersebut sudah menjadi tujuan utama kami,” ucapnya.

Mengingat, tambah Gazali, Balogo ini merupakan olahraga tradisional berasal dari Kalimantan Selatan.

“Pada pertandingan Balogo Porwanas ini kami mengikuti semua nomor yang dipertandingkan,” ucapnya.

Seperti, tambahnya, pada nomor perorangan, ganda, serta beregu.

Kontingen Balogo Kalsel diperkuat Gazali Rahman, Fahruraji, Muhammad Aditya, serta Yadi Ariyadi. (SRI/NRH/APR)

Cabor Balogo Porwanas XVI Laksanakan Latihan Bersama Jelang Pertandingan

BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Balogo melaksanakan latihan bersama, yang diikuti delapan kontingen dari berbagai provinsi, di Lapangan Basket GOR Hasanuddin, Selasa (20/8).

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, melalui Koordinator Cabor Balogo, Bambang Santoso menjelaskan, delapan provinsi memastikan ikut memperebutkan 24 medali pada cabang olahraga Balogo di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV Kalimantan Selatan, yang digelar 20 hingga 26 Agustus 2024.

“Meski hanya diikuti 8 provinsi, bisa dipastikan persaingan untuk memperebutkan medali di tiga nomor yang dipertandingkan, yakni perorangan, ganda dan beregu, berjalan ketat,” ungkapnya.

Untuk Cabor Balogo ini, lanjut Bambang, merupakan yang pertama kali di pertandingkan sehingga di pelaksanaannya tidak diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia.

“Balogo baru kali ini dipertandingkan di Porwanas. Kita maklum saja pesertanya lebih sedikit dari cabor lainnya yang dipertandingkan,” ucapnya.

Meski baru, tambah Bambang, pertama kali dipertandingkan di Porwanas, namun cabor Balogo sudah termasuk pertandingan resmi.

“Jadi perolehan medali Balogo tetap masuk dan dihitung sebagai perolehan medali tiap kontingen,” terangnya.

Untuk diketahui, delapan Kontingen Cabor Balogo yang siap bertanding, yakni, Kalsel, Riau, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kaltim, Kalteng, Aceh, serta Jogjakarta. (SRI/NRH/APR)

DPKP Kalsel Panen Perdana Padi Apung di Kabupaten Banjar

BANJAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel menggelar panen perdana padi apung di Kabupaten Banjar.

Panen Perdana padi apung ini dilaksanakan di Desa Sungai Pinang lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (20/8).

PLH Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Imam Subarkah

PLH Kepala DPKP Kalsel, Imam Subarkah menyampaikan bahwa panen padi apung yang dilakukan kali ini menjadi bukti bahwa padi apung dapat diterapkan di wilayah Kalimantan Selatan. Lanjutnya, padi apung ini merupakan solusi bagi para petani yang terkendala kekurangan lahan penanaman padi.

“Hasil dari panen perdana tersebut membuktikan bahwa padi apung dapat diterapkan di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya di daerah rawa dan air pasang surut,” ungkapnya.

Panen padi apung sendiri, telah dilaksanakan di beberapa kabupaten, seperti Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Barito Kuala, Balangan, Tanah Bumbu, dan Kabupaten Banjar. Padi apung juga menjadi solusi bagi para petani yang mengalami kebanjiran, hal ini dikarenakan padi apung dapat ditanam dilahan rawa maupun dibelakang rumah.

“Padi apung yang ditanam di kabupaten Banjar pada program panen perdana ini mencapai 5,3 ton dengan luas lahan 0,1 hektare,” jelas Imam.

Ditambahkan Imam, padi apung dapat menjadi alternatif pengganti lahan pertanian yang sempit dan membantu produksi pangan di daerah yang terkendala. Saat ini, permintaan untuk program ini masih terbatas pada sekitar 70 stream. Namun, pada tahun berikutnya diharapkan permintaan akan semakin besar. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah kabupaten sangat dibutuhkan untuk mendukung program ini.

“Kami berharap agar setiap Kabupaten dapat mengembangkan program ini dan memanfaatkan lahan rawa yang selama ini hanya terbengkalai,” tutup Imam. (MRF/NRH/APR)

Badan Kesbangpol Kalsel Riang Gembira Bentangkan Sasirangan Rekor MURI 2024

Banjarbaru – Seluruh karyawan/karyawati Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, terlihat riang gembira membentangkan kain sasirangan berwarna cokelat, saat menyambut kedatangan Ketua Dekranasda Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah yang secara khusus menyapa mereka.

Istimewanya lagi para pegawai kompak mengenakan seragam kain batik sasirangan bermotif indah dan pada ujung kain diberikan tulisan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan.

“Selamat siang ibu, Salam Hangat dari kami semua,” ucap para pegawai saat membalas sapaan ramah Acil Odah.

Ya, suasana penuh kegembiraan dan keceriaan juga bisa dilihat ratusan para pegawai, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang secara serentak membentangkan ribuan meter kain sasirangan dengan beragam corak.

Inisiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel, Acil Odah itu dinilai Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai event budaya penggerak perekonomian daerah dalam mendorong peningkatan kerajian lokal dan peningkatan produktivitas ekonomi.

Inisiasi Dekranasda Provinsi Kalsel itu pun mendapat apresiasi MURI dengan memberikan anugerah piagam istimewa MURI Award 2024.

“Kami sangat terkesan dengan even luar biasa ini. Bapak Kaban Kesbangpol dan kami seluruh pegawai sangat mendukung” tutur Sri Rachma SSos MAP, Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel, ditemui di lokasi pembentangan kain sasirangan, di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Selasa (20/8).

Menurut Rachma sapaan akrabnya, inisiasi dari Ketua Dekranasda Kalsel ini sangat luar bisa. Selain efektif mengenalkan produk lokal unggulan daerah, mampu mendorong peningkatan perekonomian daerah, juga sebagai media promosi efektif di tingkat lokal, nasional maupun dunia .

Berdasarkan pantauan harian ini, dukungan terhadap pemecahan rekor MURI dengan cara Membentangkan Kain Sasirangan terpanjang ini tidak hanya dari kalangan pegawai, juga dari para mahsiswa, pelajar dan masyarakat umum.

Salah satu SKPD yang juga terlihat antusias mendukung kegiatan ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel Raden Suria Fadliansyah mengatakan, even budaya membentangkan kain sasirangan terpanjang ini merupakan baru pertama digelar di Kalsel.

Pada event tersebut, oleh BPBD Kalsel disisipkan dengan sosialisasi mitigasi bencana berupa imbauan untuk tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan dan informasi mitigasi bencana lainnya. (Rilis/NRH/APR)

Bank Kalsel Permudah Pembayaran Parkir di Banjarmasin Dengan QRIS

Banjarmasin – Parkir adalah salah satu elemen krusial pengelolaan kota, mempengaruhi ketertiban, kenyamanan, dan keindahan lingkungan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Bank Kalsel berkolaborasi dengan Dinas Pehubungan Kota Banjarmasin, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas layanan parkir secara digital di Kota Banjarmasin.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Bank Kalsel dan Dishub melaksanakan Sosialisasi Penyelenggaraan Parkir dalam Rangka Launching Seragam Juru Parkir Objek Retribusi di Kota Banjarmasin, sekaligus Penyerahan dan Sosialisasi QRIS dari Bank Kalsel kepada Pengelola dan Juru Parkir, pada Senin (19/8) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Sebelum memberikan sambutannya, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyerahkan secara simbolis pengalungan kode QRIS dan tanda pengenal serta seragam juru parkir kepada perwakilan pengelola dan juru parkir di Kota Banjarmasin. Turut mendampingi Kepala Dinas Perhubungan, Selamet Begjo dan Kepala Cabang Utama Bank Kalsel, Muhammad Yamin. Adapun yang menyaksikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin, Akhmad Rivani; perwakilan Kejaksaaan Negeri Banjarmasin, Amir Giri M, perwakilan Polresta Banjarmasin; perwakilan Dandim 1007/Banjarmasin serta pengelola dan juru parkir se-kota Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Ibnu Sina berharap para pengelola dan juru parkir bisa melek teknologi tanpa menjadikan alasan kesulitan ataupun handphone yang tidak support, karena sudah menjadi tuntutan di era digital saat ini.

Dirut Bank Kalsel menyerahkan secara simbolis QRIS parkir kepada Walikota Banjarmasin

“Dengan kegiatan hari ini, dapat meningkatkan transparansi yang maksimal. Sehingga akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir, dan diharapkan bisa berdampak pada pembangunan kota Banjarmasin,” harap Ibnu.

Hal senada disampaikan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin. Ia bersyukur, karena Bank Kalsel selalu dipercaya dalam mendukung program inklusi keuangan, memperluas penggunaan transaksi non-tunai, serta mendukung program pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih efisien dan transparan.

“Bank Kalsel berkomitmen untuk mendukung transformasi digital di seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam sektor layanan publik seperti pengelolaan parkir. Dengan penerapan pembayaran QRIS bagi juru parkir se-Kota Banjarmasin, kami berharap dapat memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan dalam transaksi pembayaran bagi masyarakat,” tutup Fachrudin. (ADV-RIW/NRH/APR)

Sekwan Kalsel Sambut Hangat Kunjungan Kerja Bapemperda DPRD Jatim

Banjarmasin – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima kunjungan kerja (kunker) dari rombongan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), pada Selasa (20/08).

Rombongan Bapemperda DPRD Jatim yang dipimpin oleh Wakil Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Jatim, Nurfitriana disambut dengan hangat oleh Kepala Bagian (Kabag) Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kalsel, Muhammad Andri Yuzhar.

Andri mengatakan, bahwa materi pembahasan pada pertemuan kali ini berfokus kepada analisa dan evaluasi capaian propemperda yang sedang berjalan di Jawa Timur. Karenanya, lanjutnya, Bapemperda Jatim berkunjung untuk memperoleh masukan dari Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel.

“Jadi ada beberapa yang mereka sampaikan, khususnya terkait harmonisasi rancangan Perda yang dilaksanakan oleh instansi vertikal dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Alhamdulillah di Jawa Timur sudah berjalan, begitu juga di tempat kita sudah berjalan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antar Jatim dan Kalsel akan semakin harmonis. Terlebih, kedua belah pihak bisa saling belajar melalui diskusi dan sharing yang berorientasi pada tujuan yang sama, yakni demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing. (NRH/APR)

RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Gelar Pelatihan Berkolaborasi FKG ULM

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan menggelar pelatihan berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Gigi ULM, selama tiga hari.

Hal itu disampaikan Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Hadianto melalui Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan, Suparni Puji Lestari, usai pelatihan pada Senin (19/8).

Puji mengatakan, pelatihan ini bertujuan bagi para dokter muda apabila terjadi gawat darurat selama melakukan praktek, guna
memberikan pengetahuan dan keterampilan dokter gigi muda dalam melakukan perawatan serta penanganan gawat darurat saat melakukan praktek di lapangan. Kegiatan digelar selama tiga hari diikuti 73 dokter muda Universitas Lambung Mangkurat dan 2 pegawai RSGM Gusti Hasan Aman.

Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Suparni Puji Lestari

“Selama pelatihan berlangsung ada beberapa materi diberikan kepada dokter muda saat praktek di lapangan seperti tentang Kegawatdaruratan Gigi dan Mulut, Konsep dasar Pertolongan Pertama dan Jalan Nafas,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat, Irham Taufiqurrahman, menyampaikan, para dokter gigi muda untuk memaksimalkan pelatihan yang nantinya diberikan oleh narasumber-narasumber yang ahli. Dimana, ini adalah kesempatan yang bagus bagi para peserta karena mereka akan langsung dibimbing oleh para dokter yang sudah berpengalaman.

“Dengan pengetahuan yang didapat selama pelatihan, para dokter muda praktek kalau menemukan kasus dapat menangani,” tutupnya

Untuk diketahui, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat menggelar pelatihan, dibuka secara resmi Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan Teguh Hadianto, diwakili Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan, Suparni Puji Lestari didampingi Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat, Irham Taufiqurrahman, bertempat di Aula RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel. (RSGM.KALSEL-NHF/NRH/APR)

Exit mobile version