Wujudkan Pengelolaan Kearsipan yang Baik, Dispersip Kalsel Sosialisasikan Pergub 73/2023

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel menggelar Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 073 tahun 2023 tentang Pengelolaan Kearsipan yang bertempat di salah satu hotel berbintang, Senin (22/7).

Kegiatan yang diikuti sekitar 225 orang arsiparis, pengelola arsip dan Kasubag Unpeg di seluruh SKPD dan UPTD lingkup Pemprov Kalsel ini menghadirkan narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Sosialisasi Pergub Tentang Pengelolaan Kearsipan

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie diwakili Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Kearsipan, Muamar, usai membuka acara mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman para pengelola arsip di SKPD tentang Jadwal Retensi Arsip, Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis.

“Pergub ini baru diterbitkan pada tahun 2023, makanya tahun 2024 ini, kita segera melaksanakan sosialisasi agar seluruh SKPD mengetahui bahwa kita mempunyai Pergub terkait pengelolaan kearsipan,” jelasnya.

Muamar berharap melalui kegiatan ini bisa mewujudkan tata kelola arsip yang baik guna mendukung tranparansi dan akuntabilitas seluruh sektor pemerintahan lingkup Pemprov Kalsel.

“Dengan adanya Pergub ini kita optimis dapat mencapai tujuan bersama untuk meningkatkan tata kelola arsip yang baik dan mendukung transparansi dan akuntabilitas seluruh sektor pemerintahan kita,” jelasnya.

Sementara itu, Tim Pembina Kearsipan I ANRI, Prihatni Wuryatmini menjelaskan bahwa pengetahuan tentang jadwal retensi arsip (JRA) dan klasifikasi keamanan dan akses arsip dinamis ini sangat penting untuk mewujudkan pengelolaan arsip yang efektif dan efisien.

“Pergub yang mengatur jadwal rentensi arsip ini bertujuan untuk menciptakan memori kolektif Pemprov Kalsel, sedangkan terkait sistem kalisfikasi keamanan akses arsip dinamis ini untuk mencegah terjadinya sengketa informasi antara badan publik dan publik,” katanya

Prihatni menambahkan semua arsip yang tercipta sangatlah penting, khususnya arsip dinamis yang tercipta dari OPD/SKPD karena ini untuk menjamin akuntabilitas kinerja SKPD tersebut.

“Dari arsip ini terjamin OPD/SKPD tersebut pelaksanaan kegiatannya akuntabel atau tidak. Arsip dinamis ini juga punya batas waktu pakai sesuai dengan jadwal retensi yang tertera pada Pergub tersebut. Jika batas waktu pakainya telah habis arsip tersebut harus dimusnahkan sesuai dengan kententuan yang ada agar tidak terjadi penumpukan arsip,” ungkapnya.

Batas waktu pakai arsip dinamis ini, lanjutnya, juga bervariasi ada yang dua tahun harus dimusnahkan dan maksimal 10 tahun harus dimusnahkan.

“Untuk yang 10 tahun ini contohnya adalah arsip keuangan, jika tidak ada pertentangan dengan peraturan terkait atau kasus hukum arsip keuangan tersebut bisa dimusnahkan, jadi arsip keuangan ini tidak selamanya disimpan di OPD,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)

Supian HK Ingatkan KBB Bali Selalu Jaga Silaturahmi

DENPASAR – Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa’dunia, Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin mengukuhkan Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar Provinsi Bali periode 2024-2028 di salah satu hotel berbintang di kawasan Sanur, Bali, Sabtu (20/7).

Pengurus KBB Bali yang dikukuhkan oleh Paman Birin, yakni Hamdani Masran selaku ketua beserta 40 orang pengurus lainnya. Prosesi pengukuhan KBB Bali ini turut disaksikan oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Raudhatul Jannah yang akrab disapa Acil Odah dan Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK beserta pejabat Pemerintah Provinsi Kalsel dan undangan lainnya.

Suasana Pelantikan dan Pengukuhan PW KBB Bali

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK memberikan apresiasi atas terbentuknya KBB sebagai wadah berkumpul para perantau asal Kalsel. Ia mengungkapkan sebelumnya juga turut menghadiri pelantikan KBB di Palu, Sulawesi Tengah pada bulan Juni 2024 lalu dihadiri oleh Presiden KBB Sa’dunia, Sahbirin Noor.

Ia menegaskan mendukung pembentukan KBB di berbagai wilayah di Indonesia bahkan juga di mancanegara, yakni di Arab Saudi dan Kuwait.

“Oleh karena itu, pentingnya selalu menjaga silaturahmi, khususnya antara urang Banjar yang sama-sama berada di perantauan, selain KBB menjadi wadah berkumpul juga ajang pelestarian budaya dan tradisi Banjar,” jelasnya.

Sementara, Ketua Umum KBB Provinsi Bali, Hamdani Masrah mengungkapkan di Provinsi Bali ini ada sekitar 600 orang Banjar dari 150 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di berbagai wilayah dengan beragam latar belakang mulai dari wirausahawan, mahasiswa hingga pegawai, baik swasta maupun negeri, namun ditengarai masih banyak lagi karena ada yang belum tercatat.

“Keberadaan KBB tidak hanya jadi ajang silaturahmi dan temu kangen urang Banjar yang berada di perantauan, tapi juga bentuk silaturahmi yang harus terus dijalin,” katanya.

Hamdani menambahkan sebelum terbentuk KBB ini urang Banjar yang ada di Bali berhimpun dalam organisasi Kerukunan Keluarga Kalimantan, kemudian memutuskan membentuk KBB yang sekretariatnya di Jalan Bukit Sari II, Padangsambian Kaja, Denpasar.

“Kami melanjutkan dari ide teman-teman, kemudian silaturahmi menemui Paman Birin di Banjarmasin untuk memberitahukan rencana pembentukan KBB Bali, ternyata rencana itu disambut baik oleh Paman Birin hingga terealisasi pelantikan serta pengukuhan kepengurusan KBB Bali pada bulan Juli 2024 ini,” terangnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Setwan Kalsel Kaji Tiru ke DPRD Bali Guna Tingkatkan Kualitas Fungsi Pemberitaan Kedewanan

DENPASAR – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kaji tiru ke Sekretariat DPRD Provinsi Bali di Denpasar Provinsi Bali, pada Jum’at, (19/7).

Rombongan Setwan Kalsel dipimpin Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini diterima oleh Sekwan Bali, I Gede Indra Dewa Putra beserta jajarannya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir juga sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persroom DPRD Kalsel dan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan DPRD Bali (Forwab).

Suasana Pertemuan Sekwan Kalsel dan Sekwan Bali

Sekwan Kalsel, Muhammad Jaini mengaku dirinya sengaja memboyong tim Press Room DPRD Provinsi Kalsel ke DPRD Provinsi Bali, dalam rangka untuk menambah informasi dan pengayaan pengalaman guna menunjang kinerja dalam menjalankan tugasnya untuk membuat pemberitaan wakil rakyat di “Rumah Banjar”.

“Kami sangat berterima kasih sekali atas penerimaan yang baik dari pihak sekretariat dewan di Bali ini. Dalam hal ini saya mengpresiasi jalannya diskusi dalam rangka sharing tadi, sama-sama mengutarakan pendapat dan sama-sama memberikan solusi yang terbaik khususnya bagi aktivitas kejurnalisan kita,” jelasnya.

Dari forum sharing yang dilaksanakan tersebut, Jaini mengungkapkan dirinya mendapatkan banyak informasi yang konstruktif dalam rangka memberikan pelayanan kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalsel sesuai dengan tugas pokok dan fungsi mereka, khususnya dalam hal kontribusi penyebarluasan informasi kegiatan kedewanan yang informatif dan berimbang.

Sementara itu, Sekwan Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra menyambut positif kedatangan seluruh peserta studi banding. Menurutnya, hal ini merupakan wujud kolaborasi yang baik antar dua provinsi besar ini.

“Saya berikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekwan Kalsel bersama rombongan Press Room. Tentu juga kami memperoleh banyak manfaat ya. Kami sendiri punya grup diskusi dengan wartawan yang bekerja sama yaitu Forum Wartawan DPRD Bali (Forward). Mudah-mudahan bulan depan kita juga ada kunjungan balasan ke Kalsel,” pungkasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Meriahkan Harjad Kalsel ke 74,RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Gelar Baksos

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke 74 tahun, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalsel menggelar Bakti Sosial.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, dalam sambutannya saat pembukaan di SMAN 2 Banjarmasin, pada Senin (22/7) mengatakan, kegiatan bakti sosial ini khususnya bagi kalangan peserta didik, untuk lebih memperkenalkan berbagai pelayanan yang dimiliki oleh milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Promosi ini semakin gencar dilakukan agar generasi muda semakin rutin memeriksakan gigi dan mulutnya.

“Edukasi sejak dini sangat penting tidak hanya dimedia sosial juga bakti sosial,” katanya

Ia menyampaikan, kegiatan ini bertujuan bagi pelajar siswa/siswi yang berminat melanjutkan sekolah baik ke TNI/Polri/Kedinasan, maka sangat penting mempersiapkan dari sekarang kesehatan gigi dan mulutnya. Sehingga, bukan hanya diberikan penyuluhan, tetapi juga tindakan seperti penambalan gigi.

“Pemeriksaan secara berkala akan mengurangi masalah gigi,” jelasnya

Foto bersama : Kabid Pelayanan dan Jajaran RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel

Lebih lanjut Teguh menambahkan, gelaran Bakti Sosial ini dalam rangka memeriahkan Harjad Pemprov ke 74 tahun, HUT Kemerdekaan RI ke 79 tahun dan HUT RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel ke 11 tahun. Adapun rangkaian khusus peserta didik dimulai SMA CMI Kota Banjarbaru pada Jumat 19 Juli, dilanjutkan Senin 22 Juli ke SMAN 2 Banjarmasin, Selasa 23 Juli ke SMAN 1 Banjarmasin, kemudian Rabu 24 Juli ke SMA Banua Boording School Banjarbaru, dan Kamis 25 Juli ke SMAN 7 Banjarmasin.

Salah satu peserta didik dari SMA Plus CMI, diperiksa dokter gigi

“Kegiatan akan dilanjutkan terbuka untuk umum, yakni ke Siring Menara Pandang 28 Juli, kemudian Car Free Day Sabilal Muhtadin 4 Agustus, serta di halaman RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel tanggal 10 Agustus, dalam bentuk Penyuluhan dan Sikat Gigi Massal serta Pembersihan Karang Gigi di Gedung Pelayanan,” tutupnya. (RSGM.KALSEL-NHF/RDM/RH)

Taman Budaya Kalsel Perdana Gelar Lomba Mural

BANJARMASIN – Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, perdana menggelar Lomba Mural.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, disela lomba pada Senin (22/7) mengatakan, guna memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke 74 tahun, pihaknya menggelar Lomba Mural kategori umum sebagai salah satu rangkaiannya. Di mana, akan dilanjutkan berbagai Lomba lain seperti Lomba Promosi dan Vlog Seni Budaya, serta Festival Pawai Budaya dengan mengangkat tema Ragam Pesona Budaya Banjar.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, saat diwancara awak media

“Lomba Mural ini baru pertama kali digelar, dengan harapan kesenian ini dapat semakin dikenal oleh masyarakat secara luas,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, Lomba Mural ini, telah diikuti 13 tim dengan jumlah peserta dua dan tiga orang, tersebar dari Kabupaten/ kota. Dengan mengangkat keberagaman seni dan budaya menyesuaikan dengan visi dan misi Taman budaya yaitu pelestarian dan pengembangan seni dan budaya. Di mana, para peserta sudah diberikan tema yang berbeda seperti tentang pagelaran, permainan hingga kesenian tradisional.

“Kegiatan ini juga sekaligus memperindah lingkungan Taman Budaya, karena banyak lukisan – lukisan hasil dari para seniman di Banua,” ungkap Yanti

Sementara itu, salah satu Juri Lomba Mural Rokhyat menambahkan, ada empat indikator penilaian selama perlombaan berlangsung diantaranya pesan yang disampaikan harus sesuai tema, tercipta keindahan, dan hasil orisinil. Mengingat durasi waktu selama lima jam, maka harus memberi kreativitas dan inovasi dari karya sendiri.

Juri Lomba Mural Rokhyat, saat memberikan komentarnya

“Semoga generasi muda dapat mencintai seni Mural di Kalsel,” tutupnya

Lomba Mural ini menghadirkan Dewan Juri yang berkompeten yakni M. Yusran, Rokhyat dan Suwarjiya, kegiatan dipusatkan di lingkungan Taman Budaya Kalsel Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

Untuk diketahui, Lomba Mural kategori umum dibuka secara resmi, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, didampingi Kasi Promosi dan Dokumentasi Nitta Aulia, dan Jajaran Taman Budaya Kalsel, bertempat di Gedung Balairung Sari Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Puncak Peringatan Harganas ke-31, Deputi ADPIN BKKBN RI : Penurunan Stunting Masih Jadi Fokus Pemerintah

BANJARBARU – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Kalimantan Selatan, digelar di salah satu hotel berbintang kota Banjarbaru, Senin (22/7).

Peringatan ditandai dengan peluncuran Clock Population, atau alat yang digunakan untuk menginformasikan data kependudukan secara real time.

Deputi Advokasi Penggerak Informasi (Adpin) BKKBN RI, Sukaryo Teguh Santoso, mengatakan isu penurunan stunting masih menjadi fokus pemerintah pada peringatan Harganas tahun ini, yang mana secara nasional prevalensinya masih di angka 21,5 persen.

“Makanya kita harus kerja keras menurunkan (prevelensi stunting),” katanya.

Teguh Santoso juga mengingatkan Pemprov Kalsel untuk terus menekan stunting. Mengingat masih ada peningkatan 0,1 persen prevalensi stunting di Kalsel.

Menurutnya, selain terus melakukan dan meningkatkan upaya pencegahan melalui bapak asuh stunting, pendampingan kepada orang beresiko stunting seperti calon pengantin, ibu hamil dan anak usia bawah dua tahun (baduta) juga perlu diperhatikan.

“Penajaman sasaran penting. Siapa yang diintervensi adalah yang beresiko stunting. Pemberian gizi yang bagus jadi solusi peningkatan pertumbuhan anak,” jelasnya.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan, Pemprov Kalsel sejauh ini sudah melaksanakan berbagai program untuk pemenuhan gizi masyarakat seperti Germas Cinta Banua.

Program ini berupaya meningkatkan kesadaran, pengetahuan, sikap dan perilaku anak usia sekolah terhadap budaya hidup sehat, sehingga diharapkan dapat tumbuh sebagai pemuda-pemudi usia produktif yang kuat, sehat, dan berdaya saing.

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar saat menyampaikan sambutan dalam puncak peringatan Harganas ke-31

“Menjawab tantangan yang ada di sektor stunting, Pemprov terus menggalakkan intervensi pencegahan stunting yang dimulai sejak prenatal, masa kehamilan, dan masa 1.000 hari pertama kehidupan. Upaya pencegahan tersebut kami lakukan dengan melibatkan mitra strategis dan kolaborasi lintas sektor,” kata Roy.

Momentum Harganas tahun ini, menurut Roy, perlu dimanfaatkan sebagai daya ungkit dalam pencapaian program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting di indonesia.

Roy juga mengajak jajaran Pemprov maupun Pemkab/Pemko se-Kalsel, untuk mensinergikan langkah dengan BKKBN, dalam rangka menuntaskan permasalahan stunting dan mewujudkan keluarga berkualitas menuju indonesia emas.

“Puncak peringatan Harganas juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, tentang pentingnya pembentukan keluarga yang berkualitas dan dampaknya di masa mendatang,” tutup Roy.

Foto bersama saat puncak peringatan Harganas ke-31 Kalsel, di Banjarbaru

Puncak peringatan Harganas ke-31 Kalsel, dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada Kepala Daerah, Lembaga, Organisasi dan perorangan, yang telah menunjukkan keseriusan dalam mendukung program dari BKKBN.

Pemprov Kalsel sendiri, mendapat penghargaan terbaik 3 Apresiasi KB Pascapersalinan (ASIK KBPP-Bidan) Tingkat Nasional Kategori Profil KBPP. (SYA/RDM/RH)

Pelaku IKM di Banjarmasin Dibekali Silinas dan E-Katalog

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan Sosialisasi Sistem Informasi Industri Nasional (Silinas) dan E-Katalog Bagi Industri Kecil Menengah (IKM) Di Kota Banjarmasin, di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Senin (22/7). Acara dibuka oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor

“Sosialisasi yang dilaksanakan ini merupakan salah satu terobosan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin,” ungkap Arifin.

Sosialisasi ini, lanjutnya, merupakan suatu kemajuan untuk IKM di Kota Banjarmasin dengan sistem Silinas dan e-katalog, untuk memberikan teknologi kepada para pelaku IKM tersebut.

“Silinas dan E-Katalog ini, agar pemasaran produk IKM dapat lebih meningkatkan lagi kedepannya,” ucap Arifin.

Para pelaku IKM dapat melakukan pemasaran pada Silinas dan e-katalog yang sudah diberlakukan secara nasional saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan, pelaku IKM di Kota Banjarmasin dapat melaporkan usaha mereka pada Silinas.

Seperti yang disampaikan, Pranata Komputer pada Seksi Pengolahan Data dan Informasi Industri Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan Niman Nasir, selaku narasumber pada Sosialisasi Silinas dan E-Katalog bagi pelaku IKM di Kota Banjarmasin.

Narasumber dari Disperin Kalsel Niman Nasir

“Saat ini kami menjadi narasumber untuk IKM di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Sosialisasi Silinas tersebut, agar para pelaku IKM dapat menggunakan sistem tersebut, yang memang disediakan untuk para pelaku IKM tersebut.

“Sehingga, dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para pelaku IKM di Kota Banjarmasin, dapat melakukan peloporan melalui Silinas dua kali dalam setahun,” ujar Niman.

Karena itu Silinas ini diwajibkan untuk disosialisasikan kepada pelaku IKM oleh Pemerintah Daerah yang ada di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Moment Pelantikan KBB Provinsi Bali, Paman Birin dan Acil Odah Disambut Antusias Warga Banjar

BALI – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin yang juga Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa’dunia, melantik 39 pengurus Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Provinsi Bali periode 2024-2028 pada Sabtu (20/7) siang.

Paman Birin dan Acil Odah berfoto bersama pengurus KBB Provinsi Bali yang baru dilantik

Bertempat di Sanur Bali, kepengurusan KBB Bali menjadi provinsi ke-18 yang dilantik secara langsung oleh Paman Birin.

Dalam pelantikan itu, Paman Birin didampingi Raudatul Jannah atau Acil Odah, istri yang juga Ketua TP PKK Provinsi Kalsel.

Kehadiran Paman Birin dan Acil Odah pun disambut meriah serta antusias warga Banjar yang ada di Provinsi Bali.

Pada berbagai kesempatan saat kegiatan pelantikan kepengurusan KBB Provinsi Bali, warga Banjar yang hadir selalu berusaha ingin berfoto dengan Paman Birin dan Acil Odah.

Usai melantik kepengurusan KBB Provinsi Bali, Paman Birin tak lupa sampaikan apresiasi kepada pihak Pemerintah Provinsi Bali, atas sambutan dan kerjasamanya sehingga silaturahmi dan pelantikan pengurus KBB di provinsi yang terkenal dengan pariwisatanya ini dapat terlaksana.

“Kami tentunya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pj Gubernur Bali dan semua pihak atas dukungannya hingga acara hari ini bisa berjalan lancar,” sampai Paman Birin.

Paman Birin juga mengungkapkan, bahwa memang bubuhan Banjar ternyata banyak yang berdomisili di Bali.

“Orang Banjar banyak di Bali. Dan sebenarnya, setelah melaksanakan silaturahmi KBB hampir di seluruh Indonesia, bubuhan Banjar tersebar bukan hanya di Indonesia saja, tapi hingga luar negeri,” sampai Paman Birin.

Ditemui usai acara, Paman Birin mengatakan bahwa kunjungannya kali ini tak lain dalam rangka untuk menjalin silaturahmi sesama warga Banjar di perantauan.

“Alhamdulillah, hari ini kita melantik Pengurus KBB Bali. Hal ini tak lain adalah dalam rangka menjalin silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan. Khususnya sesama warga Banjar yang ada di perantauan,” sampai Paman Birin.

Tak lupa Paman Birin berharap agar masyarakat Banjar selalu menjaga kedamaian dimana pun berada.

“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Kita selalu berharap dimana pun masyarakat Banjar berada untuk selalu menciptakan suasana yang aman, nyaman dan selalu menjaga kebersamaan,” pesan Paman Birin.

Pada kunjungannya ini, Paman Birin tak henti menerima apresiasi dari perwakilan warga Banjar di Bali.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Bali melalui Kepala Bakesbangpol Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata memberikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Paman Birin di Pulau Dewata.

“Kehadiran beliau patut diapresiasi di tengah kesibukan beliau sebagai Gubernur Kalsel. Ini adalah bentuk perhatian yang luar biasa dari beliau. Kunjungan ini menghidupkan teman-teman pelaku ekonomi di Bali,” sampainya.

Tak lupa dirinya sampaikan harapan agar kedepannya, eksistensi KBB dapat membantu bukan hanya para perantau dari tanah Banjar, tapi seluruh masyarakat Bali.

“Semoga keindahan alam Bali bisa memberikan semangat dan vibrasi positif bagi Paman Birin. Dan harapan kami juga kedepannya, KBB tidak hanya membantu warga Banjar yang ada di Bali, tapi juga warga lainnya di Bali,” ujarnya.

Adapun Ketua Pelaksana, Ahdarun Nadi mengatakan, bahwa Paman Birin adalah Gubernur Kalsel pertama yang datang dan melakukan silaturahmi langsung dengan warga Banjar di Bali.

“Ini menjadi sebuah memori yang tidak bisa kami lupakan. Karena sejak kerukunan warga Banjar di Bali terbentuk di tahun 1967, tidak pernah ada satu gubernur pun yang bersilaturahmi langsung. Paman Birin adalah yang pertama,” sampainya yang kemudian mengundang riuh tepuk tangan seluruh undangan.

Surat Keputusan pelantikan 39 pengurus KBB Provinsi Bali dibacakan Sekretaris KBB Sa’dunia, Taufik Arbain.

Pada kesempatan itu pula, seperti biasa Paman Birin membagikan sejumlah oleh-oleh khas Banjar, seperti kue bingka Gambut, kue lam, rimpi pisang dan iwak karing (ikan asin) hingga kain sasirangan. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version