Guna Menambah Wawasan, SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin Kunjungi Taman Budaya dan Museum Wasaka Kalsel

BANJARMASIN – Guna menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta didik, SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin, mengunjungi Taman Budaya dan Museum Wasaka dibawah Naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.

Peserta Didik Kelas II SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin, melihat di ruang pamer Museum Wasaka Kalsel

Kepada Abdi Persada FM, Wali Kelas II SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin, Maimunah, usai berkunjung pada Rabu (12/6) mengatakan, pihaknya ke Taman Budaya Kalimantan Selatan, dalam rangka untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi para peserta didik, agar melihat langsung beragam alat musik tradisional dan permainan olahraga tradisional salah satunya Balogo. Mereka sangat antusias, untuk turut serta menari sambil diiringi musik Gamelan Banjar dan bermain olahraga langsung seperti Balogo.

Wali Kelas II SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin, Maimunah, saat memberikan komentarnya

“Kami membawa peserta didik ke lapangan ini, untuk mengetahui sejak dini kesenian daerah dan olahraga tradisional khas Banua,” ucapnya

Disampaikan Maimunah, pihaknya juga mengajak para peserta didik mengunjungi Museum Waja Sampai Kaputing atau lebih dikenal Museum Wasaka, dalam rangka memberi edukasi sejak dini, untuk lebih mengenal berbagai benda-benda peninggalan bersejarah dari para Pahlawan Revolusi Fisik di Kalsel.

“Pihaknya mengapresiasi adanya ruang audio visual yang ditayangkan film diantaranya, video animasi perjuangan Brigjend Hasan Basri, profil Museum Wasaka Kalsel, dan beberapa film dari pemenang lomba video pendek,” katanya

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Taman Budaya Kalsel, Muntik Wadaf’i Massa menambahkan, dengan adanya kunjungan dari Sekolah ini merupakan salah satu cara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk semakin memperkenalkan seni dan olahraga tradisional di Banua. Selain itu, juga memberikan cendramata berupa buku untuk peserta didik TK dan SD tentang cerita rakyat di Kalsel. Sedangkan bagi SMP dan SMA sederajat buku tentang kesenian, agar menjadi bahan literasi di Perpustakaan sekolah tersebut.

“Kita berharap, peserta didik dapat lebih mengenal kesenian Gamelan Banjar dan salah satu olahraga tradisional Balogo,” pintanya

Hal senada juga disampaikan, Pemandu Museum Wasaka Kalimantan Selatan, Kahfi. Pihaknya sangat mengapresiasi kunjungan ini untuk memberikan edukasi sejak dini bagi peserta didik, tidak hanya melihat berbagai benda-benda peninggalan bersejarah para Pahlawan Revolusi Fisik, serta disediakan Ruang Audio Visual.

“Ruang Audio Visual, untuk sementara setiap pekannya beroperasi Selasa, Rabu dan Kamis, pada pukul 10.00 – 11.30 WITA,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Gelar Rakor Kawasan Perdesaan, Pemprov Kalsel Terus Upayakan Pembangunan Kawasan Perdesaan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus berupaya membangun kawasan perdesaan yang lebih baik, termasuk dalam mensejahterakan masyarakat di desa.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel Faried Fakhmansyah menyampaikan, untuk mewujudkan hal tersebut, Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Perdesaan se-Kalsel, penting dilaksanakan sesuai dengan visi dan misi Kalsel Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan (Maju) sebagai Gerbang Ibu Kota Negara (IKN).

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel Faried Fakhmansyah

“Hal ini sesuai dengan visi dan misi Kalsel Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan (Maju) sebagai Gerbang Ibu Kota Negara (IKN) dan juga semangat dari Gubernur Kalsel, yaitu Berjuang Gelorakan Rakyat (Bergerak) yang terus dipacu dalam memajukan desa,” ungkap Faried usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Perdesaan se-Kalsel, disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Selasa (11/6) sore.

Faried menambahkan, pihaknya tidak mungkin dapat berdiri sendiri dalam pembangunan kawasan perdesaan sehingga diperlukan peran dan dukungan dari berbagai lintas sektor, termasuk Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM).

“Keberadaan pembangunan kawasan perdesaan mampu memberikan dampak yang lebih luas dalam pemberdayaan masyarakat pada lingkup kerjasama antar desa,” lanjut Faried.

Pembangunan kawasan perdesaan salah satu potensi untuk membangun Indonesia dan sebagai alternatif solusi dalam upaya meningkatkan status desa menjadi desa mandiri, status desa tertinggi dalam Indeks Desa Membangun (IDM).

“Kawasan perdesaan terdiri dari beragam potensi dan sumber daya serta dari potensi itu harus bisa mewujudkan pembangunan kawasan perdesaan yang mandiri dan berdaya saing,” tutup Faried.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Perdesaan, Andie Putra Pratama mengatakan, sesuai tugas pokok dan fungsinya akan terus mendorong pembangunan kawasan perdesaan agar bisa tercapainya visi misi Kalsel Maju.

Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Perdesaan, Andie Putra Pratama

“Ada sembilan Kabupaten yang dilakukan fasilitasi pembangunan kawasan perdesaan, yaitu Tabalong, Banjar, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Utara Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tapin dan Tanah Laut. Sedangkan, yang masuk dalam nominasi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Periode 2024 hingga 2029, yaitu Kabupaten Tabalong dan Banjar,” kata Andie.

Andie pun berharap, dari Rakor pembangunan kawasan perdesaan dapat mengevaluasi kinerja masing-masing kabupaten dalam merencanakan dan membentuk kawasan perdesaan.

“Sehingga kedepannya kawasan perdesaan itu dapat melayani masyarakat dalam membangun desa dengan akselerasi pembangunan daerah kedepannya,” tutup Andie. (PMD.KALSEL/MRF/RDM/RH)

Ciptakan Banyak Lapangan Kerja Di Banua, Komisi II DPRD Kalsel Harapkan Pertumbuhan Industri

SURABAYA – Untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di Banua, Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan berharap pertumbuhan sektor industri bisa ditingkatkan.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi karib disapa Paman Yani ketika memimpin rombongan berkunjung ke PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (PT SIER) di Provinsi Jawa Timur, Selasa (11/6).

Dikesempatan itu, Paman Yani mengatakan membangun industri di Kalsel untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan merupakan strategi yang krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kemudian meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan kondisi sosial yang lebih stabil dan sejahtera.

Paman Yani melanjutkan salah satu yang dapat dijadikan contoh dan nantinya bisa diterapkan di Kalsel, seperti di Kota Surabaya yang pertumbuhan sektor industrinya sangat berkembang pesat, karena di kota pahlawan ini salah satunya ada perusahaan, yakni PT SIER.

Paman Yani mengakui pihaknya begitu terkesan dengan perkembangan sektor industri di Kota Surabaya, yang banyak hal positif dapat ditiru untuk bisa diadaptasi nantinya di Banua. Ia mengungkapkan dari kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Kalsel ini pihaknya banyak sekali menerima informasi dan masukan bahkan kedatangan kita langsung disambut oleh Direktur Utama PT SIER.

“Dari kunjungan ini yang kita dapatkan bagaimana industri Indonesia ke depannya juga tentang menyambut Indonesia Emas,” ujarnya.

Suasana Pertemuan Komisi II DPRD Kalsel dan PT SIER Surabaya

Ditambahkannya, saat nanti menyambut Indonesia Emas 2045, maka Kalsel akan mendapatkan bonus demografi, dimana pada tahun itu usia produktif akan sangat melimpah, sehingga hal itu juga harus didukung dengan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Ketika kita mendapatkan surplus tenaga muda yang produktif, sedangkan mereka nanti membutuhkan pekerjaan, tapi ruangnya tidak ada, maka itu harus kita pikirkan hari in,” pungkasnya.

Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono yang menerima kedatangan rombongan Komisi II DPRD Provinsi Kalsel berharap perkembangan industri di Kalsel juga bisa terlaksana, mengingat sumberdaya alam (SDM) di Kalsel begitu melimpah.

“Untuk Kalsel, kami doakan yang terbaik,” ucapnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Komisi I DPRD Kalsel Gali Informasi Desa Cerdas Ke Jawa Barat

BANDUNG – Dalam rangka mewujudkan pembangunan Desa Cerdas di wilayah Kalimantan Selatan, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (DPRD Kalsel) menyambangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa (12/6).

Suasana Pertemuan Komisi I DPRD Kalsel dan Dinas PMD Jabar

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Siti Noortita Ayu Febria Roosita selaku pimpinan rombongan menjelaskan, pihaknya ingin mengetahui sekaligus mencari masukan-masukan terkait pembangunan Desa Cerdas ke Provinsi Jabar. Diharapkan, hasil studi komparasi ini nantinya bisa diimplementasikan di Kalsel bersama instansi terkait.

“Ternyata desa cerdas itu berkaitan dengan desa digital. Bukan hanya terkait dengan internet saja desa cerdas ini banyak sekali kerjasama yang harus dijalin. Baik itu Kominfo, PMD, dan Dinas Pendidikan juga termasuk,” tutur Wakil Rakyat yang akrab disapa Tatum ini.

Selain itu, menurut Tatum, dari pertemuan tersebut juga juga terungkap adanya dana bantuan dari Provinsi Jabar sebesar Rp130 juta per desa. Hal ini nantinya yang juga akan disampaikan agar bisa menjadi perhatian Pemprov Kalsel.

Untuk menunjang perwujudan desa cerdas, Tatum menambahkan, kemungkinan pihaknya akan mengawali dengan mengajukan perda inisiasi dan nantinya juga akan mendorong Pemprov Kalsel untuk membuat Pergub.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan Pengembangan Partisipasi Masyarakat Dinas PMD Jabar, Nisa Avianty menjelaskan Desa Cerdas merupakan penjabaran dari Visi Misi Gubernur Jabar 2018-2023 terkait gerakan membangun desa yang kemudian ditetapkan ke dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2023, perubahan eksistensi dari Pergub Nomor 8 Tahun 2022 tentang Gerbang Desa.

“Desa cerdas ini kami jalankan melalui desa digital. Desa digital itu membawa semangat smart village yaitu desa-desa yang berpikiran cerdas untuk mencapai kualitas pelayanan yang baik. Tentunya ini ditandai dengan adanya smart living, smart ekonomi, dan tiga elemen lain,” ungkapnya.

Sebetulnya, lanjut Nisa, penerapan desa digital ini diharapkan didukung dengan beberapa regulasi. Ide yang memang dilakukan dan dirasakan berhasil di Jawa Barat, yaitu dengan Peraturan Gubernur terkait dengan Gerbang Desa. Ini menjadi alat orkestrasi yang bisa mengkolaborasi seluruh perangkat daerah yang memang dikomandoi oleh DPMD.

“Salah satu langkah penting, diharapkan bisa diikuti oleh Pemprov Kalsel, utamanya untuk bisa melakukan orkestrasi dan kolaborasi program-program yang fokusnya di desa, salah satunya adalah desa digital. Karena desa digital ini menjadi salah satu bentuk kecerdasan yang memang kita inginkan untuk desa-desa nanti ke depannya. Mudah-mudahan Pemprov Kalsel bisa mengikuti jejak kita”, pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Mariana dan Dinas PMD Kalsel, dan Diskominfo Jabar beserta jajarannya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Polri Berikan Apresiasi Pelaksanaan Rakornas KI ke 15 di Kalsel

BANJARMASIN – Polri melalui Karo PID Div Humas Polri Brigjen Pol Tjahyono Saputro memberikan apresiasi kepada pelaksanaan Rapat koordinasi nasional (Rakornas) ke-15 Komisi Informasi se Indonesia yang berlangsung di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Karo PID Div Humas Polri Brigjen Pol Tjahyono Saputro, didampingi Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwind, mengatakan, sebagaimana yang disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, bahwa keterbukaan atau informasi sangat penting.

“Sehingga Polri selalu memberikan informasi sesuai aturan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujarnya.

Selain itu, Polri saat ini juga telah banyak membuat terobosan-terobosan positif dengan aplikasi-aplikasi pelayanan terhadap informasi yang akan disampaikan ke masyarakat.

Terkait sulitnya media mendapatkan konfirmasi kepada Polda maupun Polres, dirinya menanggapi, didalam Undang-undang ada informasi informasi yang dikecualikan, sehingga tidak semua informasi dapat diberikan ke publik.

Kemudian, informasi yang diberikan Polri juga harus berdasarkan sumber yang terpercaya, sehingga harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu kemudian di data, baru setelah itu dapat diberikan disampaikan ke publik.

“Untuk itu, bersabar, pastinya dari pimpinan Polri, Polda ataupun Kabid Humas akan memberikan, menyampaikan informasi yang diinginkan publik,” ucap Karo PID Div Humas Polri ini.

Beliau pun memastikan hubungan Polri dengan media sangat terbuka

“Kita memberikan yang sebesarbesarnya informasi yang dibutuhkan media dalam rangka pencari sumber berita,” ucapnya.

Polri tetap mengacu kepada regulasi yang telah ada, seperti membuat suatu terobosan aplikasi aplikasi yang membangun untuk keterbukaan informasi. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Dispora Kalsel Gelar Kegiatan Pertemuan Antar Organisasi Kepemudaan

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan pertemuan antar organisasi kepemudaan se Kalsel Tahun 2024, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin. Dibuka Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah diwakili Sekretarisnya Fathul Bahri.

Dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan ajang pertemuan bagi organisasi untuk bertukar ide, dan menjalin silaturahmi.

Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri

“Sehingga, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kemajuan organisasi tersebut,” ungkapnya.

Mengingat, anggota organisasi kepemudaan menjadi contoh bagi pemuda lainnya di Banua.

“Oleh karena itu diminta peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius,” ucapnya.

Kegiatan tersebut, melibatkan 25 organisasi kepemudaan di Kalsel untuk penyusunan kegiatan kepemudaan di Tahun 2025 mendatang.

Seperti yang disampaikan, Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Anugrah menjelaskan, pihaknya mengundang 25 organisasi kepemudaan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

Organisasi ini diminta untuk memberikan masukan masukan terkait dengan kegiatan kepemudaan di tahun yang akan datang.

“Pada pertemuan tersebut juga akan dibahas isu isu yang ada di Banua, agar dapat menentukan arah kebijakan kepemudaan kedepannya,” ucap Anugrah.

Kegiatan Pertemuan Antar Organisasi di Kalsel ini dilaksanakan selama dua hari, 12 – 13 Juni 2024. Diikuti 100 peserta dari 25 perwakilan dari organisasi yang ada di Kalsel. (SRI/RDM/RH)

Bank Kalsel Raih Penghargaan Indonesia Best Living Legend Company In Managing Innovation

JAKARTA – SWA Media Group menggelar program tahunan yang bertajuk “Indonesia Best Living Legend Companies & Brands 2024”. Dalam kegiatan ini SWA Media Group memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah berdiri lebih dari 50 tahun dan mampu beradaptasi serta berinovasi di tengah perubahan pasar yang dinamis.

Momen saat Bank Kalsel menerima penghargaan

Pada gelaran tersebut Bank Kalsel dianugerahi Indonesia Best Living Legend Company in Managing Innovation 2024 With Predicate : Innovative. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Wakil Pemimpin Redaksi Majalah SWA, Kusnan M. Djawahir kepada Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, yang dalam hal ini diwakili Kepala Bank Kalsel Cabang Jakarta, Agus Setiawan dengan disaksikan Akademisi Sekolah Tingggi Manajemen PPM, Pepey Riawati Kurnia, pada Senin (10/6).

Dalam rilisnya Rabu (12/6), Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sekaligus menyampaikan penghargaan yang diterima sejalan dengan visi misi Bank Kalsel.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendukung Bank Kalsel atas penghargaan yang diraih ini. Salah satunya untuk mencapai keunggulan yang tergambar dalam visi misi Bank Kalsel “Menjadi Bank yang kuat, kompetitif dan berkontribusi untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional”, hal ini sejalan dengan inovasi kita dalam memberikan layanan terpadu melalui produk dan layanan interaktif berbasis digital guna mencapai keunggulan daya saing sebagaimana dicita citakan visi kami”, pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version