Gubernur Kalsel Harapkan Wisudawan ULM Dapat Jadi Manusia Berkualitas

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah menghadiri acara Sidang Terbuka Senat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan lulusan program Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, Spesialis dan Doktor ke-117 bertempat di Auditorium ULM Banjarbaru, pada Rabu (28/2).

Dalam sambutannya yang dibacakan Husnul Khatimah, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menyampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mendorong para wisudawan agar menjadi alumni yang berkualitas dan para mahasiswa yang melaksanakan wisuda hari ini, merupakan bagian dari aktor utama dalam menghadapi tantangan maupun peluang dalam era globalisasi dan era bonus demografi.

Gubernur Kalsel diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah memberikan sambutan Wisuda ke- 117 ULM

“Gelaran wisuda ini, menandakan eksistensi dan produktivitas, dari perguruan tertinggi terbesar dan terbaik di Kalimantan Selatan, dalam melahirkan sumber daya manusia, yang profesional, berkualitas, dan berdaya saing,” ucapnya.

Lebih Lanjut, Husnul mengatakan di era globalisasi seperti sekarang, harus bisa bergerak cepat dan tepat serta mampu dengan baik beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Persaingan yang sangat ketat dan kompetitif, tidak hanya terjadi antar daerah tetapi antar bangsa,” tuturnya.

Husnul berharap semoga momentum yang bersejarah dan berbahagia ini, dapat menjadi renungan, semangat, dan inspirasi bagi para wisudawan.

“Agar para wisudawan dapat menjadi lulusan yang profesional, produktif, berkarakter, dan berakhlak mulia, serta dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, nusa dan bangsa,” katanya.

Gubernur Kalsel diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah memberikan selamat kepada Wisudawan

Sementara itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri menambahkan yang diwisuda kali ini sebanyak 1.292 orang dari Program Diploma sebanyak 21 orang, Sarjana 1.175 orang, Pendidikan Profesi 84 orang, Magister 112 orang, Spesialis 2 orang dan Doktor 3 orang.

“Wisuda yang kedua pada Februari adalah langkah strategis yang dilakukan ULM untuk memberikan kesempatan kepada seluruh alumni, agar bisa mendaftar pada rekrutmen ASN yang direncanakan dilaksanakan pada Maret,” katanya.

Ahmad menambah wisuda pada kali ini diharapkan setiap alumni ULM menjadi cerminan ditengah masyarakat serta dapat memberikan kontribusi yang maksimal

“Setiap alumni ULM terutama yang diwisuda hari diharapkan memberikan kontribusi yang maksimal terhadap masyarakat dan juga terhadap almamaternya yaitu Universitas Lambung Mangkurat sebagai salah satu peran alumni yang membanggakan,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Museum Lambung Mangkurat Kalsel Sasar Pelajar Untuk Wujudkan Cinta Sejarah dan Budaya

BANJARBARU – Demi mewujudkan generasi muda Kalsel cinta sejarah dan budaya, Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar kegiatan Museum Masuk Sekolah.

Setelah menggelar kegiatan yang sama di SMA Negeri 2 Tanjung beberapa waktu lalu, kali ini giliran SMA Global Islamic Boarding School (GIBS), Kabupaten Barito Kuala, yang menjadi sasaran lokasi.

Suasana kegiatan Museum Masuk Sekolah di SMA GIBS Barito Kuala

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar mengatakan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang menginginkan generasi muda khususnya pelajar, lebih mengenal serta mencintai sejarah dan budaya Kalsel.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel Muhammad Taufik Akbar

“Minat generasi muda terhadap museum mulai berkurang. Sebab itu kita hadirkan beberapa barang koleksi yang kita miliki langsung ke sekolah,” ujar Akbar, Selasa (27/2).

Akbar menyebut museum masuk sekolah juga mendapat dukungan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun melalui dana APBD.

“Sama halnya dengan Gubernur Kalsel, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga menginginkan pelajar di Kalsel tidak melupakan sejarah dan budaya peninggalan leluhur,” ungkap Akbar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa memicu semangat pelajar untuk mengunjungi museum. Terlebih kedepannya, Akbar berencana meningkatkan daya tarik museum melalui konsep yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Semoga setelah kegiatan museum masuk sekolah, para siswa dapat berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat untuk bisa melihat lebih banyak lagi koleksi-koleksi museum,” tutup Akbar. (SYA/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Terima 50 Karya Penulis Lokal Sepanjang 2023

BANJARMASIN – Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam (KCKR) mengamanahkan agar penulis, penerbit, dan produsen KCKR lainnya bisa menyerahkan karyanya kepada lembaga terkait dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip).

Suasana Perpustakaan Palnam Banjarmasin

Sejalan dengan hal tersebut, Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima sebanyak 50 karya penulis lokal sepanjang tahun 2023 lalu.

Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan, Muhammad Hanafi menjelaskan, selain hibah dari penulis atau penerbit, pihaknya juga melakukan hunting ke kabupaten/kota dalam melakukan penghimpunan KCKR ini.

Kabid Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Muhammad Hanafi

Adapun kabupaten yang paling banyak menyerahkan KCKR berdasarkan dua sumber tersebut selama periode 2023 yakni Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Tabalong, Kotabaru, Tanah Laut, dan juga Kabupaten Tanah Bumbu.

“Selain dua sumber tersebut, kita juga ada sumber utama yakni karya cetak yang kita dapatkan dari pengadaan langsung dari anggaran pendapatan belanja daerah” kata Hanafi, Selasa (27/2).

Tidak hanya penulis lokal, Hanafi juga menjelaskan bahwa pihaknya turut mendapatkan hibah KCKR dari penulis ataupun penerbit dari luar provinsi yang karya memuat tentang Provinsi Kalsel.

“Alhamdulillah kita juga mendapatkan karya dari penulis ataupun penerbit dari luar provinsi. Namun untuk jumlahnya saya masih belum memastikan karena harus dilakukan pengecekan lagi” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam melaksanakan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 ini, pihaknya juga mengalami sejumlah kendala baik teknis maupun non teknis.

“Tentu pasti ada kendala, seperti jumlah eksemplar yang terbatas jika itu karya cetak perorangan. Jika begitu biasanya kita akan lakukan alih media ke dalam kaset DVD, sehingga kita bisa memiliki karya tersebut” tuturnya.

Hanafi menambahkan Dispersip Kalsel berkomitmen untuk lebih giat lagi mengumpulkan KCKR penulis Banua pada tahun 2024 ini untuk memperkaya koleksi perpustakaan milik Pemprov Kalsel.

“Tahun 2024 kita akan lebih giat lagi untuk menghimpun KCKR. Karena ini merupakan kewajiban kami agar masyarakat bisa mengakses karya penulis lokal kita di Perpustakaan Palnam ataupun Tendean,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Polda Kalsel Musnahkan Barbuk Sabu Seberat 17 Kg

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menggelar, pemusnahan barang bukti (Barbuk) narkoba pengungkapan narkotika Ditresnarkoba Polda kalsel, di Aula Mathilda, Polda Kalsel, Rabu (28/2).

Dipimpin Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Rosyanto Yudha, didampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, serta lainnya.

Wakapolda Kalsel Brigjen Rosyanto Yudha didampingi Asisten 1 Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira

“Barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus dari Januari hingga Februari 2024,” ungkap Wakapolda.

Dari 22 kasus terdapat 22 laporan polisi, dengan tersangka sebanyak 39 orang terdiri dari 35 pria serta 4 wanita.

Dengan barang bukti berupa sabu sabu 17 kilogram lebih, obat terlarang extasi sebanyak 4 ribu butir lebih, dan 150 gram serbu extasi, destro sebanyak 600 botol, serta lainnya.

“Dari hasil pengungkapan kasus ini Polda Kalsel berhasil menyelamatkan 88 ribu orang lebih warga Provinsi Kalimantan Selatan dari Bahaya Narkoba,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas keberhasilan Polda Kalsel dalam pengungkapan kasus narkotika di Januari hingga Februari 2024.

Seperti yang disampaikan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika tersebut.

“Seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta warga tentunya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penandatanganan narkotika di Provinsi ini,” ungkapnya.

Keberhasilan dalam penanganan kasus hanya dalam dua bulan, mendapatkan tangkapan yang besar untuk barang bukti yang didapatkan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung Polda Kalsel dalam pemberantasan narkotika di Banua,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Lakukan Kajian Pengolahan Biomassa Dari Cangkang Kelapa Sawit

BANJARBARU – Hilirisasi dan industrialisasi kelapa sawit di Kalimantan Selatan (Kalsel) penting dilakukan, mengingat potensi yang dihasilkan sangat besar. memperkuat hilirisasi industri merupakan pilihan yang strategis di masa mendatang dalam rangka meningkatkan ketahanan energi nasional serta menekan besarnya defisit neraca perdagangan akibat impor solar.

Hal ini membuat Pemerintah Provinsi Kalsel, melalui Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel, melakukan kajian hilirisasi industri pengolahan biomassa dari cangkang kelapa sawit.

Sekretaris Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Mirhan, menilai bahwa pangsa pasar hilirisasi industri kelapa sawit di Kalsel sangat lah bagus. Oleh karena itu, rencana kajian hilirisasi industri cangkang kelapa sawit menjadi biomassa, akan dilaksanakan untuk menuju tahapan selanjutnya.

Sekretaris Dinas Perindustrian Kalsel, Mirhan (Kiri)

“Kajian ini merupakan kajian yang kesekian kalinya, dimana ditahun sebelumnya juga dilaksanakan kajian hilirisasi industri batubara,” ungkap Mirhan, saat ditemui Abdi Persada FM diruang kerjanya, Rabu (28/2).

Mirhan menambahkan, pihaknya mengharapkan dengan adanya kajian hilirisasi industri, kalsel tidak hanya akan menyuplai bahan baku kelapa sawit, namun juga menyuplai produk olahan kelapa sawit.

“Jadi suplai kelapa sawit ke Daerah lain bukan hanya dalam bentuk mentahnya saja,” lanjut Mirhan.

Ditambahkannya pula, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perindustrian, akan menawarkan Industri terbarukan, kepada para investor, baik Penanaman Modal Asing (PMA), maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dengan adanya investor yang menanam modal untuk hilirisasi industri kelapa sawit, maka akan semakin banyak hilirisasi industri di Banua Kalsel.

“Selain itu, dengan adanya investor, baik dari PMA maupun PMDN, juga berdampak pada sektor penambahan tenaga kerja untuk masyarakat,” tutup Mirhan. (MRF/RDM/RH)

Bank Kalsel Ikut Sukseskan Pelaksanaan Haul ke-4 Abah Guru Zuhdi

BANJARMASIN – Bank Kalsel terus berperan aktif, mendukung kegiatan sosial dan keagamaan. Di momen ini, Bank Kalsel kembali memberikan bantuan uang tunai untuk kesuksesan dan kelancaran pelaksanaan haul ke-4 Al ‘Alimul Al ‘Allamah Al Fadhil KH Ahmad Zuhdiannor atau dikenal Abah Guru Zuhdi, yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis 7 Maret 2024 mendatang, atau sebelum memasuki bulan Ramadhan, yang berlokasi di kubah Abah Guru Zuhdi Jalan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara atau belakang Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin.

Bantuan secara langsung diserahkan Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi kepada Ketua Yayasan Matja Guru Nida. Turut menyaksikan Pengurus Yayasan Matja dan Staf dari Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel, pada Selasa (27/3).

Pada Kesempatan itu, Ketua Yayasan Matja Guru Nida mengucapkan terima kasih atas bantuan Bank Kalsel demi lancarnya kegiatan haul ke-4 Abah Guru Zuhdi.

“Kami tentunya berjanji untuk memegang amanah atas bantuan ini. Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang bersama – sama sudah membantu supaya pelaksanaan even haul ke-4 Abah Guru Zuhdi bisa berjalan sukses nantinya,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi mengungkapkan, bahwa penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel, dalam mendukung kegiatan masyarakat, khususnya di bidang sosial dan keagamaan.

“Untuk kegiatan haul kali ini, kami ingin berpartisipasi agar bisa berjalan sukses. Bantuan ini merupakan keinginan Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk selalu hadir dan bisa mensukseskan berbagai kegiatan keagamaan yang ada di Banua,” tutup Fajri. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version