2024, Panti Sosial Fajar Harapan Lanjutkan Program Karakter dan Sikap Mandiri

Banjar – Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan adalah sebuah panti sosial yang mengemban tugas dan tanggung jawab dibidang pembangunan kesejahteraan sosial dengan memegang standar pelayanan untuk melalayani disabilitas netra dan fisik.

Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Jumri saat ditemui di panti sosial tersebut mengatakan, tahun 2023 pihaknya telah melakukan program untuk membentuk karakter dan sikap yang mandiri bagi disabilitas.

“Pada tahun 2023 secara program, telah terlaksana dengan baik dan mencapai hasil yang maksimal, program rehabilitasi sosial yang kami kerjakan dengan tujuan membentuk sikap dan perilaku mandiri agar mereka bisa beradaptasi dengan masyarakat,” ucapnya, Selasa (30/1).

Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Jumri saat ditemui diruang kerjanya

Jumri menambahkan pada tahun 2024 ini akan ada beberapa program yang dijalankan dari hasil perkembangan evaluasi di tahun 2023

“Ada beberapa catatan kecil untuk kami evaluasi ditahun 2023 lalu, tentunya ini menjadi pembelajaran yang terus kami kembangkan dalam menentukan program di tahun 2024, salah satu nya dengan menghadirkan Instruktur Profesional dalam pembelajaran bimbingan tertentu seperti kelas musik dan lain-lainnya,” lanjutnya.

Jumri juga mengharapkan program kerja yang direncanakan pada tahun 2024 bisa mendapatkan hasil yang maksimal lagi, dan bisa membantu disabilitas netra dan fisik lebih berkembang lagi

“Di tahun 2024 kami menyiapkan program rehabilitasi sosial, kemudian program bimbingan seperti menghadirkan instruktur profesional diharapkan dengan rencana ini diserap sebaik-baiknya oleh disabilitas netra dan fisik, sehingga mereka bisa mandiri melalui keterampilan yang mereka kuasai,” tutupnya.

Untuk diketahui program kerja yang sudah berjalan di PRSPDNF Fajar Harapan di tahun 2024 ini seperti orientasi mobilitas, dimana program ini bertujuan untuk mengenalkan disabilitas netra dengan lingkungan luar panti dan diharapkan mendapat pengalaman dalam interaksi sosial untuk membantu mereka beradabtasi dengan lingkungan sosial nantinya. (BDR/RDM/APR)

Jelang Pemilu, Paman Yani Ingatkan Masyarakat Tidak Terpecah Belah

Tanah Bumbu – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, mengingatkan masyarakat tentang rentannya konflik sosial menjelang Pemilu.

Hal itu disampaikan Yani Helmi, dalam kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila, di Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (30/1).

Yani Helmi menilai, potensi terjadinya konflik menjelang Pemilu bisa terjadi melalui berbagai sebab. Salah satunya yakni perbedaan pendapat dan pilihan tentang siapa yang harus memimpin bangsa kelak.

Potensi itu menjadi faktor utama wakil rakyat akrab disapa Paman Yani berada di tengah masyarakat.

“Nah ini patut dan sangat pantas pada posisi yang saat ini karena kondisi politik sangat panas-panasnya, banyak juga masyarakat terpecah belah karena banyak pilihan dan sebagainya,” ungkap Paman Yani.

Paman Yani mengingatkan tentang kebebasan menentukan pilihan. Apalagi negara ini dibentuk berlandaskan asas demokrasi yang berpedoman terhadap nilai-nilai dasar Pancasila.

Suasana Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi di Desa Sejahtera

“Boleh saja berbeda pilihan tapi jangan membuat sebuah perpecahan, jadikan perbedaan sebagai rahmat. Kami inginkan warga kami terutama di Kabupaten Tanah Bumbu jangan terpecah dalam hal ini,” tutur Paman Yani.

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu juga mengimbau pihak-pihak yang terlibat dalam Pemilu tidak memanfaatkan momen pesta demokrasi ini untuk membuat masyarakat terkotak-kotak (terpecah).

“Imbauan ini tentu saja bukan untuk semua tetapi juga untuk saya secara pribadi. Jadi kita selalu mengingatkan sebuah kerukunan, kekeluargaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Siapapun yang kita pilih, siapapun yang akan menjabat itu mesti harus kita dukung,” terang Paman Yani.

Khusus pemilih pemula, Paman Yani meminta bisa menggunakan hak suara mereka dengan bijak. Apalagi, sebagian besar masih berusia remaja yang seringkali menghabiskan waktu dengan sosial media.

“Jangan mudah terhasut oleh hoax di sosial media. Saring dan telaah dulu setiap informasi yang didapat,” pungkas Paman Yani. (SYA/RDM/APR)

Kasus Meningkat, Kalsel Pertimbangkan Status KLB DBD

Banjarmasin – Tercatat 1.062 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di 13 kabupaten kota di Kalimantan Selatan, hingga 27 Januari 2024. Dimana 8 diantaranya sudah menyebabkan kematian. Tertinggi di kabupaten Tapin dengan 3 kematian dan di Tanah Laut dengan 2 kasus kematian.

Meski begitu, hingga saat ini, pemerintah provinsi masih belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dr. Diauddin, kepada wartawan belum lama tadi di Banjarmasin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel

Ditemui dikantornya, Diauddin mengatakan, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi sebelum suatu kasus penyakit, dinyatakan KLB. Diantaranya adalah, peningkatan kasus di atas 50 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

“Saat ini kabupaten kota masih menghitung peningkatan kasus didaerahnya masing-masing, dan baru kabupaten Hulu Sungai Selatan yang sudah menetapkan status KLB,” ujar Diauddin.

Meski belum berstatus KLB, namun dokter anak ini tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap peningkatan penyakit ini. Apalagi kondisi saat ini, hujan diselingi cuaca panas, memungkinkan munculnya genangan air.

“Aksi bersih – bersih harus digalakkan, terutama untuk memastikan tidak ada tempat potensial bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak,” tegasnya.

Data kasus DBD di Kalsel hingga 27 Januari 2024

Bahkan menurut Diauddin, setiap anggota keluarga harus menjadi juru pemantau jentik (Jumantik), untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk yang berkembang biak disekitar areal tempat tinggal. Minimal satu rumah terdapat satu Jumantik.

“Jumantik lebih efektif mencegah peningkatan kasus DBD. Sementara fogging atau pengasapan yang sering diminta warga, hanya mampu membunuh nyamuk dewasa,” tutup Diauddin.

Data Dinas Kesehatan Provinsi menyebutkan, kasus DBD tertinggi pada Januari 2024 ini, terjadi di kabupaten Banjar dengan 222 kasus. Disusul Hulu Sungai Tengah 155 kasus, Tapin 148 kasus dan Hulu Sungai Selatan dengan 147 kasus, serta kota Banjarbaru dengan 106 kasus. Sementara kabupaten kota lainnya, mencatatkan kasus di bawah angka 100. (RIW/RDM/APR)

Warga Banjarmasin Minta Pasar Murah Lebih Sering Digelar

Banjarmasin – Warga kota Banjarmasin meminta agar operasi pasar atau pasar murah lebih sering digelar untuk membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Lutfi Saifuddin, permintaan warga tersebut disampaikan ketika dirinya melaksanakan reses di jalan Simpang Jagung Kelurahan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat.

“Banyak sekali masukan yang saya terima, tidak jauh dari kebutuhan hidup dan ini terkait mahalnya bahan-bahan pokok sehingga warga mengharapkan lebih seringnya kita melaksanakan operasi pasar atau pasar murah di lingkungan sekitar, bukan hanya sesekali tapi rutin dilakukan,” jelasnya, Senin (29/1).

Selain itu, lanjut Lutfi, warga juga mengeluhkan susahnya mencari lahan untuk pemakaman (Alkah) yang memerlukan biaya cukup tinggi, bahkan ada yang mencapai harga jutaan untuk satu lubang. Oleh karena itu, ia berharap agar keluhan warga ini bisa mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Sekarang ada yang harganya minimal Rp3 juta untuk satu lubang. Nah ini dirasakan sangat berat bagi masyarakat. Sehingga mungkin disini perlu kehadiran pemerintah untuk mengatasi keluhan masyarakat. Apalagi masalah yang terkait pemakaman ini adalah fardhu kifayah. Jadi, intinya tugas pemerintah ini sangat kita diperlukan, ” tambahnya. (NRH/RDM/APR)

Harga Beras Lokal Tinggi, Pemko Banjarmasin Gelar Pasar Murah

BANJARMASIN – Harga beras lokal di Kota Banjarmasin, pada awal tahun ini kembali mengalami kenaikan.

Pengusaha Beras di Kota Banjarmasin Dani mengatakan, untuk harga beras lokal saat ini berangsur mulai mengalami kenaikan kembali.

“Kenaikan tersebut karena saat ini stok beras lokal mulai menipis,” ungkap Dani, kepada Abdi Persada FM, Selasa (30/1).

Selain itu menurutnya, kenaikan tersebut karena adanya gagal panen di beberapa daerah di Kalimantan Selatan.

Penyuluh Perdagangan Disperdagin Banjarmasin Ibrahim

Sementara itu, Penyuluh Perdagangan Disperdagin Kota Banjarmasin Ibrahim mengakui, adanya kenaikan harga beras lokal tersebut.

“Karena sampai saat ini harga jual beras lokal dikisaran 17.500 sampai 20.000 rupiah perliternya,” ucapnya.

Menurut Ibrahim, harga beras lokal tetap bertahan tinggi bahkan mengalami kenaikan hingga 10 persen di pasaran.

Untuk mengimbangi adanya kenaikan tersebut, maka Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Pasar Murah Beras Tahun 2024, di Kelurahan Sungai Andai.

“Digelarnya pasar murah ini, dalam rangka pengendalian inflasi di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Dengan komoditi yang disediakan berupa, beras SPHP sebanyak 150 sak, minyak goreng kemasan 120 liter, serta gula pasir sebanyak 200 kilogram.

“Komoditi yang dijual dengan harga dibawah harga di pasaran saat ini,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Nur Inayah mengatakan, pasar murah yang dilaksanakan saat ini, untuk umum atau tanpa kupon. Sehingga, bagi semua warga yang ingin membeli dipersilahkan.

“Kami bersyukur dengan dilaksanakan kegiatan pasar murah ini, yang tentunya membantu warga Kelurahan Sungai Andai,” ucap Nur Inayah. (SRI/RDM/APR)

Exit mobile version